Home > Komentar Fatwa Salafi > Membiasakan Pandangan Berimbang Terhadap Pandangan Kaum Salafi

Membiasakan Pandangan Berimbang Terhadap Pandangan Kaum Salafi

Kepada Kaum Muslimin Yang dimuliakan Allah swt,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kami telah cukup lama berkenalan dengan usaha da’wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama’ah tabligh), dan kaum muslimin sendiri dapat memperhatikan terhadap pergerakan usaha da’wah ini, apakah mungkin melalui teman, atau juga melalui saudaranya sendiri, atau juga dapat melihat aktifitasnya di masjid-masjid yang dijalankan programnya.

Saat ini Kaum Salafi Wahabi adalah kaum yang banyak memberikan pandangan-pandangan terhadap usaha da’wah dan tabligh ini dalam berbagai tulisan, apakah itu dalam Internet ataupun tulisan yang telah dicetak. Kita akan sangat mudah menggunakan searching Internet, seperti Google, untuk mengetahui hal itu semua. Banyak Web Blogging yang ditulis dari Kaum Salafi Wahabi, dan kami tidak perlu mencatatnya di dalam halaman ini.

Kami yang telah cukup lama berkenalan tentunya sangat berkeinginan menyampaikan pandangan berimbang terhadap pandangan-pandangan dari Kaum Salafi Wahabi ini. Tetapi sebenarnya kaum muslimin sendiri dapat mempelajarinya masing-masing terhadap pandangan-pandangan dari Kaum Salafi Wahabi ini. Dan tentunya kaum muslimin sendiri dapat menimbang, dapat menganalisa, dan terakhir dapat mengambil keputusannya.

Kaum Salafi Wahabi tentunya menyampaikan pandangan itu mempunyai latar belakang ataupun juga mempunyai kerangka analisa yang dipegangnya. Dan tentunya kerangka analisa ini sebenarnya TIDAK HANYA terhadap Usaha Da’wah dan Tabligh, tetapi juga pada PERKARA-PERKARA LAIN yang terdapat di kalangan kaum muslimin. Kami tidak perlu menyampaikannya dalam tulisan ini. Kaum Salafi Wahabi selalu mengatakan bahwa analisa kritisnya menggunakan kaidah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kami secara pribadi sangat senang untuk dapat bermudzakarah dengan Kaum Salafi Wahabi ini dalam perkara apapun, TIDAK HANYA urusan da’wah dan tabligh saja. Karena dengan begitu, kita akan mendapatkan SEJAUH MANA kerangka yang dipegangnya itu. HANYA SAJA kadangkala yang disampaikan menggunakan data atau informasi yang tidak tepat.

Sebagai contoh, ada seorang ulama Salafi menyampaikan bahwa Maulana Ilyas dari Bangladesh. Ini merupakan KESALAHAN FATAL informasi, apalagi seorang ulama yang menyampaikannya. Meskipun si penerjemahnya menjelaskan maksudnya adalah India. Dengan hal kecil saja memperlihatkan ketidak-akuratan, maka untuk ha-hal yang lebih besar perlu dilakukan pandangan berimbang terhadap Kaum Salafi Wahabi ini.

Kami mengajak kaum muslimin untuk mempelajari ulang semua pandangan yang disampaikan oleh Kaum Salafi Wahabi ini melalui pandangan berimbang, tidak hanya dalam perkara yang berhubungan Usaha Da’wah dan Tabligh (orang mengenalnya sebagai jama’ah tabligh) TETAPI juga perkara-perkara lainnya. Jangan sampai kita di masa depan ketika membangun PERADABAN UMMAT ISLAM tidak saling mengetahui keranga analisa dari berbagai lapisan, termasuk dari Kaum Salafi Wahabi. Karena boleh jadi dari satu kaum tertentu, MUSUH-MUSUH ISLAM akan menejang dan merusak PERADABAN UMMAT ISLAM yang akan dibangun.

Marilah kita bermudzakarah untuk saling mengenal satu sama lain, termasuk dengan Kaum Salafi Wahabi sekarang. PERADABAN UMMAT ISLAM milik kita semua.

Terimakasih,
Moh. Haitan Rachman
http://haitanrachman.wordpress.com

Popularity: 3% [?]

  1. abu egan
    September 26th, 2008 at 02:33 | #1

    Apa bisa berdialog dgn kaum salafy ? karena jangankan untuk berdialog, bertemu untuk salam , senyum tidak mereka tanggapi. Sebenarnya kasihan kepada saudara2 kita itu, ilmu yang dimilikinya bukan untuk dijadikan asbab hidayah bagi umat tapi sebaliknya justru menjadi permusuhan. Atau mungkin kita2 ini yang kurang silaturahmi kepada mereka ?

  2. September 29th, 2008 at 00:14 | #2

    kalau saya sudah hampir 10 tahun sholat berjama’ah di masjid bersama kaum salafy sehingga tahu….setelah mengetahui tersebut saya akan berkomentar dengan tegas bila masih suka memfonis di depan saya atau memasang fotokopian tentang jamaah tabligh di papan pengumuman di masjid meskipun membawa teman-temannya

  3. abu nida
    February 24th, 2009 at 04:01 | #3

    …..

    Sdr. Abu Nida,

    Terimakasih telah sudi datang ke tempat kami. Maaf kami tidak menampilkan, jauhkan diri kita dari hal-hal yang menyebabkan kontra-produktif di antara kaum muslimin.

    Kita tentunya perlu banyak lagi untuk menjalankan silaturahmi di kalangan kaum muslimin, meningkatkan sifat tholab kita untuk mau berkunjung ke para Ulama dengan niat untuk mencari ilmu yang bermanfaat bukan untuk mencari kekurangan para Ulama, dan kita perlu saling mendo’akan agar Allah swt memberikan rahmat dan ampunan kepada kita yang lemah ini.

    Dan kita perlu banyak meningkatkan untuk memuliakan sdr. kita yang lain, dan tidak perlu melihat kekurangannya. Karena memang kekurangan itu pasti dimiliki oleh setiap individu, kecuali Nabi kita yang ma’shum. Bahkan para Shahabat RA, seperti Abu Bakar RA, selalu berusaha untuk membersihkan hatinya untuk tidak terjatuh dalam hal yang dilarang. Apalagi kita. Sehingga lebih baik kita terjuni saling menasehati di antara kita kaum muslimin.

    Terimakasih

  1. No trackbacks yet.