Home > Manhaj Pilihanku, Pikir dan Analisa Manhaj > 6 (enam) sifat shahabat dalam usaha dakwah dan tabligh: : perlu mendapatkan perhatian kaum muslimin termasuk para Ulama (bagian-2)

6 (enam) sifat shahabat dalam usaha dakwah dan tabligh: : perlu mendapatkan perhatian kaum muslimin termasuk para Ulama (bagian-2)

Bagian kedua:

5.       Kenapa perlu dibangun 6 (enam) sifat Shahabat itu? Karena sama saja dengan meninggalkan perkara lainnya dalam Islam itu sendiri, bagaimana dengan rukun Islam lainnya. Itulah pandangan yang disampaikan, bahkan beberapa tahun yang silam ketika kami masih mahasiswa dari kalangan pergerakan Islam seperti itu. 6 (enam) sifat hakekat merupakan bagian dari sifat hakekat yang dimiliki para Shahabat, apakah kita menolak bahwa para Shahabat itu memiliki sifat hakekat iman kepada Allah swt dan Rasulullah SAW? Atau para Shahabat itu memilihi sifat hakekat Sholat Khusyu? Jelas kita tidak menolaknya, dan kita temukan semuanya dalam banyak kisah di kalangan Shahabat itu sendiri.

6.       Mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apakah kita bisa mendapatkan semua sifat yang hakiki Al-Islam yang terdapat dalam sumber kita, Al-Quran dan As-Sunnah, seperti para Shahabat RA. Tidak mungkin kita mendapatkan sifat-sifat secara keseluruhan dalam waktu bersamaan, kecuali kita mendapatkan secara bertahap dan berkelanjutan. Dan kita sendiri perlu memberikan perhatian serius pada awal yang dijadikan sebagai landasan untuk mendapatkan sifat-sifat hakiki secara keseluruhan. Tidak mungkin kita dapat membaca, kecuali kita mengenal abjad dahulu. Itulah kenapa kita perlu memberikan perhatian pada sifat hakekat pada enam.

7.       Pendalaman terhadap 6 (enam) sifat hakekat ini akan terus berkembang sesuai dengan ilmu dan kepahaman yang dimiliki setiap kaum muslimin itu sendiri. Para Ulama yang mempunyai Ilmu dan kepahaman akan dapat menjelaskan sifat hakekat ini luas dan mendalam, sehingga kami sendiri sering mendengar bayan-bayan dan juga penjelasan yang berbeda-beda. Sebenarnya pendalaman yang tidak membosankan tersebut dalam penjelasan itu, bukan dikarenakan orangnya, tetapi dikarenakan sumber Islam itu sangat luas dan dalam, dan satu hal dengan hal itu sangat berhubungan dan berkaitan.

8.       Jika kita bersedia mengumpulkan tulisan para Ulama dulu dan mengkompilasi terhadap 6 (enam) sifat hakiki para Shahabat RA ini, maka kita akan mendapatkan berjilid-jilid kitab yang mendalam  terhadap hal itu. Maulana Yusuf menyusun kumpulan ayat dan juga hadist yang berhubungan dengan 6 (enam) sifat Shahabat RA ini, Al-Muntakhabatul Ahadits.

9.       Bagaimana dengan ilmu fiqh atau pendalaman kaifiyyah dalam amal itu sendiri? Kenapa tidak diajarkan perihal tatacara sholat, wudhu, ilmu dsb, padahal itu sangat mendukung untuk mendapatkan sifat hakekat itu. Mari kita perhatikan bersama, agar kita tidak terjebak dengan penilaian sepihak. Jika kita bahas hal-hal lain yang berhubungan dengan kaifiyyah, maka kita akan mendapatkan bahasan-bahasan perkara yang berbeda dari kalangan Ulama sendiri. Misalkan dari perkara Wudhu atau Sholat, banyak ulama yang berbeda dalam perkara furuiyyah, seperti sholat tarraweh, atau juga dalam perkara qunut, ataupun juga perkara adzan jum’at, atau juga penggunaan hadits dhoif untuk fahdoil amal, dsb. Oleh karena itu, enam (6) sifat membahas pada hakikinya, bukan pada bahasan yang berbedanya. Karena dalam hal itu dapat kita bahas dalam waktu dan suasana yang berbeda, misalkan madrasah, pesantren dsb. Jika kita membahas perkara-perkara furuiyyah secara terbuka dan tidak hikmah, maka yang ada bahasan yang dapat menimbulkan hal-hal yang kurang baik di lingkungan masyarakat Islam itu sendiri.

10.       Bahasan sifat hakiki enam itu lebih mengarah pada individu, sehingga hal ini menjadi perhatian semua kalangan itu sendiri, termasuk dari kalangan ulama sendiri. Beberapa ulama besar seperti Syiekh Hasan Hudhaibi dan juga Syeikh Al-Banni  pernah menyatakan dengan tegas, bahwa tegakan Islam dalam diri kita maka Islam akan tegak di duni ini. Jika kita kaum muslimin berkeinginan menegakan Islam dalam diri kita, maka kita harus mempunyai fokus terhadap sifat hakiki yang perlu dicapai dengan baik oleh setiap orang. Dan hal ini perlu disampaikan terus-menerus secara berkelanjutan, apakah itu di rumah, di masjid, di tempat kerja, dan di mana saja kita memungkinkan untuk menyampaikannya.

11.       Usaha da’wah dan tabligh ini bukan merupakan kerja hanya untuk para Ulama atau faqih dan urusan agama, tetapi setiap kaum muslimin dari berbagai lapisan dapat terlibat dalam kerja ini. Islam tidak hanya untuk satu tempat, tetapi untuk rahmatan lil’alamin. Oleh karena itu kita perlu banyak belajar dan juga menyebarkannya ke berbagai lapisan di seluruh tempat di muka bumi ini.

Itulah 6 (enam) sifat para Shahabat, sebagai langkah awal Alif, Ba, Ta dari perjalanan kaum muslimin itu sendiri. Mudah-mudahan hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW sendiri yang diriwiyatkan oleh Imim Tirmidzi:

“Sesungguhnya kamu meninggalkan 10% dari apa yang diperintahkan maka kamu akan hancur, di masa akan datang jika mereka mengamalkan 10% dari apa yang diperintahkan, maka mereka akan jaya”.

Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi kami yang lemah ini dan kaum muslimin lainnya. Amiin. Jangan sungkan-sungkan untuk kontak kami, jika ada yang perlu disampaikan.

Terimakasih

Popularity: 11% [?]

  1. Manul
    October 31st, 2009 at 13:56 | #1

    Doakan aku agar tidak dilempar dari usaha dakwah ini

  1. No trackbacks yet.