Home > Komentar Fatwa Salafi > Pandangan Berimbang ISI MIMPI Da’wah Terhadap Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi (1)

Pandangan Berimbang ISI MIMPI Da’wah Terhadap Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi (1)

Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.

Kami mengajak kaum muslimin termasuk Kaum Salafi Wahabi untuk sama-sama FOKUS dan ANALISA terhadap tulisan yang disampaikan di bawah ini. Kita di jaman ini belum adanya satu badan dari berbagai lapisan untuk kaum muslimin, sehingga kita kaum muslimin kalau ada permasalahan jarang sekali melakukan MUDZAKARAH, apalagi MUSYAWARAH. Sehingga kadangkala AKSIOMA ataupun PERNYATAAN disampaikan tidak adanya Pandangan Berimbang, dan pola begini seperti kaum yang berbeda sudah menjadi Hak Bersalah, sedang yang menyapaikan Hak Berbenar. Tulisan yang sebelumnya, tidak hanya untuk Kaum Salafi Wahabi, tetapi juga untuk lainnya, sehingga kita lebih berhati-hati. PERADABAN UMMAT ISLAM ini bukan milik KITA SEMUA. Apakah kita MAU? Kami persilahkan kepada kaum muslimin sendiri.

Oleh karena itu, marilah kita tumbuhkan dalam diri kita mulai saat ini, terbiasa untuk MUHASABAH, sering menilai diri sehingga kita akan lebih berhati-hati dalam segala hal, terbiasa untuk MUDZAKARAH, sering melakukan pandangan TERBUKA dengan kaum muslimin lainnya sehingga kita dapat memahami kerangka lainnya, terbiasa untuk MUSYAWARAH, sering melakukan berembuk untuk mencari jawaban masalah bersama untuk kaum muslimin sehingga kita terbiasa kerja untuk bersama, dan terbiasa untuk MUJAHADAH, sering melakukan kerja AMAL BERSAMA sehingga kita tidak hanya meningkatkan wacana dan pandangan.

Berkata Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmiy hafizahullah Ta’ala ketika mengomentari pernyataan di atas:

a) Sesungguhnya Al-Qur’an tidak dapat ditafsirkan oleh orang-orang yang sedang tidur, sesungguhnya hal ini merupakan salah satu penafsiran Al-Kasyf dari para pengikut shufiyyah yang mana hal ini berasal dari Syaithon.

Dalam tulisan sebelumnya, kami telah memberikan pandangan berimbang terhadap pandangan Kaum Salafi Wahabi yang berhubungan dengan MIMPI seperti yang dalam tulisan di atas. Dan kami persilahkan kaum muslimin sendiri untuk mempelajarinya dengan baik terhadap perkara tersebut. Dan sesuai penjelasan sebelumnya kami akan memberikan pandangan tentang ISI MIMPIi itu sendiri. Tetapi sebelumnya, kita perlu FOKUS terhadap tulisan yang disampaikan oleh Maulana Manzoor Numani tentang perkara isi mimpi Maulana Ilyas itu, sehingga kita tidak KELIRU dalam memberikan pandangannya.

b) Perkataannya:” Dan hal itu tidak dapat terwujud dengan tetap tinggal disatu tempat..”. Ini adalah perkataan bathil. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Makkah dan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Ad-Dar’iyyah. Barangsiapa yang membuka madrosah dan mengajarkan ilmu kepada menusia maka ia telah menegakkan/mewujudkan dakwah di atas tangannya apabila ia melakukannya dengan ikhlash dan menasehati (ummat, pent) walaupun ia tinggal disuatu tempat.

Di atas bagian lainnya yang disampaikan dan disebarluaskan oleh Kaum Salafi Wahabi yang berhubungan dengan mimpi itu. Kami akan berikan pandangan terhadap hal di atas untuk lebih kita TERBUKA WACANA kita semua. Tetapi sebelumnya, mari kita perhatikan hal itu dalam buku yang disusun oleh Maulana Manzoor Numani, yaitu kitab Malfudhat. Di bawah ini penjelasannya kami akan TANDA TIGA bagian UTAMA untuk diperhatikan.

Maulana Ilyas menjelaskan: “Cara Tabligh inipun dikasyafkan kepada saya dalam mimpi penjelasan firman Allah swt:

{??????? ?????? ??????? ?????????? ????????? ??????????? ?????????????? ???????????? ???? ?????????? ????????????? ???????? ?????? ????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ?????? ????????? ?????????????? ?????????????? ?????????????} (110) ???? ?? ?????

(1) Telah DINAMPAKKAN dalam mimpi saya bahwa : “Kamu SEPERTI Para Nabi ditampilkan untuk manusia” dan maksud ini telah diterangkan dalam dengan kata ?????????? sebagai ISYARAT bahwa tetap di satu tempat untuk KERJA INI (DA’WAH) tidak dapat dijalankan dengan baik tetapi perlu KELUAR MERATA-RATA TEMPAT. Tugas kamu adalah Amar Ma’ruf Nahi mungkar.

Kaum Muslimin yang berbahagia,

Kami persilahkan kaum muslimin untuk banyak membaca kisah-kisah Para Nabi, para Shahabat RA, dan juga para Ulama Salafush Sholeh yang dulu, serta banyak BERSILATURAHMI dengan para Ulama Sepuh di tataran Nusantara. Sehingga kami tidak akan sampaikan DALIL-DALIL dalam tulisan ini, karena semuanya banyak bahasan dalam kisah-kisah itu.

Perhatikan dengan baik kalimat di atas dan juga pandangan kritis dari Kaum Salafi Wahabi yang saat ini disebarkan dalam Blognya. DINAMPAKKAN merupakan sebuah gambaran terhadap sebuah FOKUS tertentu dimana seseorang sedang FOKUS pada hal yang KHUSUS. Kami sudah berikan contohnya di tulisan lainnya, bahwa hal ini sudah lumpah dan alamiah. Sehingga hal itu akan menjadi INTEGRASI ELEMEN-ELEMEN INFORMASI untuk mendapatkan sebuah KESIMPULAN.

“Kamu SEPERTI Para Nabi ditampilkan untuk manusia” Sebuah penjelasan yang umum dan semua kita sendiri mengetahui bahwa Ulama itu sebagai PEWARIS PARA NABI. Artinya ucapan ini sebenarnya berlaku untuk semua Ulama yang selalu teguh untuk mengajarkan agama ini kepada manusia di mana saja.

“kata ?????????? sebagai ISYARAT” ini merupakan TANDA / SINYAL / PETUNJUK bahwa kerja da’wah ini tidak mungkin tersebar kecuali KELUAR MERATA-RATA. KERJA DA’WAH ini sebagai bentuk pengajaran Islam kepada kaum muslimin ataupun juga kepada manusia lainnya. Artinya tidak mungkin pengajaran itu tersebar kecuali MENYEBARKANNYA MERATA-RATA TEMPAT. Apakah ini bertentangan dengan ISLAM? PERKARA INI merupakan hal yang biasa dilakukan kalangan para Ulama.

Coba RENUNGKAN dan Perhatikan dengan sebuah PESANTREN BESAR di Jawa Timur, PESANTREN GONTOR. Apakah pesantren itu terwujud dengan sendirinya? Apakah pendiri pesantren itu kelahiran daerah tempatan? Apakah daerah itu daerah yang mudah untuk menyampaikan agama Islam ini?

Silahkan tanyakan kepada Para Ulama di kalangan Indonesia yang sepuh, terutama beliau-beliau ini adalah pendiri-pendiri awalun sebuah pesantren. Atau silahkan pertanyaan dengan sebuah pesantren besar di Pasuruan? Apakah berdiri dengan sendirinya? Atau merupakan sebuah proses perjalanan panjang seseorang untuk mendirikannya? Beberapa Ulama yang mengetahui murid-muridnya dalam hal kemampuan dan kekuatannya, biasanya beliau-beliau menyuruh diantara murid-muridnya untuk melakukan yang sama seperti Ulama yang bersangkutan. Ingin mengetahui hal ini? Silahkan lakukan penelitian dengan baik.

Sebelum kami kenal dengan usaha da’wah ini, kami bersyukur pada Allah swt, telah dapat bertemu dengan beberapa Ulama yang kuat pengorbanannya, dan NAMPAK dengan jelas proses PEMBUATAN MERATA KERJA itu. Dan hasilnya merupakan keputusan Allah swt. Maulana Ilyas mendapatkan Kerja ini untuk semua ummat ini, apakah itu dokter, apakah itu ulama, apakah itu pelajar, apakah itu santri, apakah anak-anak yang akan baligh, apakah itu pengusaha, apakah orang miskin dll. Silahkan untuk sama-sama mengerjakan KERJA DA’WAH ini sebagai tanggung jawab bersama.

Bagaimana dengan pandangan Kaum Salafi Wahabi di atas itu? Coba perhatikan kembali dengan baik dan seksama. Nabi kita kerja da’wah ini tidak hanya di Mekkah, tetapi juga ke Thaif, juga ke Madinah, dan juga Shahabat sendiri dikirim ke Yaman, ke Andalusia, ke Parsi, ke Rome, dll. Apakah para Shahabat RA meninggal dunia di Mekkah semuanya? Jelas TIDAK. Dan bahkan jika tidak dilakukan kerja da’wah seperti itu, maka dapat diperkirakan ISLAM tidak sampai ke tataran NUSANTARA. Bagaimana Islam bisa tersebar di TATARAN NUSANTARA? Apakah orang Hindu datang ke rumah orang Islam untuk belajar Islam? Salah besar jika kita beranggapan orang hindu mau belajar Islam, tanpa adanya ajakan terlebih dahulu ke dalam ISLAM.

Coba perhatikan kembali kata “KELUAR MERATA-RATA TEMPAT”. Indonesia merupakan negara Kepulauan yang sangat luas. Jadi yang diharapkan adalah MERATA-RATA TEMPAT, semua lapisan akan mengambil bagian untuk saling menasehati, dari manapun orang itu berasal. Dan sekarang kita bersyukur Islam sangat tumbuh di Eropa. Sehingga penyampaian Maulana Ilyas itu tidak ada sesuatu yang ANEH, karena Para Ulama Sepuh bahkan Shahabat juga menyebarkan Islam dengan KELUAR MERATA-RATA juga. SIAPA yang KELIRU, apakah KAMI atau KAUM SALAFI WAHABI dalam hal ini? Silahkan kepada kaum muslimin dan juga Kaum Salafi Wahabi untuk menilainya sendiri. Kami bertawakal dan menyerahkan kepada Allah swt terhadap hal itu.

Popularity: 10% [?]

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.