Home > Manhaj Pilihanku, Pikir dan Analisa Manhaj > Empat Proses Untuk Kita Semua: Pelajaran Berharga dari Kalangan Para Shahabat Generasi Salafush Sholeh

Empat Proses Untuk Kita Semua: Pelajaran Berharga dari Kalangan Para Shahabat Generasi Salafush Sholeh

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita kaum muslimin saat ini banyak sekali mengalami tekanan dari luar, bahkan kita sendiri mempunyai masalah-masalah dalam internal sendiri serta agenda perbaikan-perbaikan ke dalam ummat Islam sendiri. Bahkan dengan adanya jaringan Internet saat ini telah menunjukkan perbedaan-perbedaan kaum muslimin lebih terbuka, bahkan mengarah pada hubungan yang kurang harmonis di berbagai lapisan kaum muslimin.

Untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut tidak mudah dan jangan sekali-sekali ditentukan oleh umur kita sendiri, tetapi harus terus bergerak dan tentunya terarah. Al-quran dan juga ucapan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, termasuk juga kehidupannya bersama dengan para Shahabat RA telah memberikan cara-cara menjaga dan melakukan perbaikannya.

Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan di dalam diri kita sendiri dan juga kaum muslimin dapat terus terjadi, berkelanjutan dan tidak mengalami kemandegannya. Banyak sumber dan pelajaran dalam Al-quran sendiri dan juga As-Sunnah untuk selalu menjaga empat proses dalam kehidupan kita sendiri.

Insya Allah, kami akan berbagi dengan kaum muslimin terhadap proses-proses di bawah ini berdasarkan pada sumber-sumber Al-quran dan As-Sunnah.

Muhasabah. Kita kaum muslimin perlu selalu melakukan introspeksi diri atau menimbang diri kita. Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, selalu melakukan ini. Beliau selalu beristighfar setiap hari, padahal beliau pasti dijamin. Begitupun juga para Shahabat RA lainnya, bagaimana Ali RA ketika sholat malam, atau juga Ummar RA. Bahkan ada seseorang bukan shahabat besar dijamin dengan surga oleh Rasulullah SAW. Dan ketika dipelajari lagi, orang ini selalu melakukan muhasabah sebelum tidurnya.

Dengan adanya muhasabah ini, kita akan selalu menjaga diri kita untuk lebih berhati-hati dalam bertindak atau berucap. Karena semuanya akan dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah swt, dan tentunya akan selalu meningkatkan kepahaman terhadap agama kita sendiri. Tetapi bukan untuk dilihat sebagai orang paling faqih dalam Islam, tetapi akan selalu mencari tahu apa yang perlu diikuti dan apa yang perlu dijauhi.

Mudzakarah. Kita kaum muslimin jarang sekali melakukan mudzakarah secara baik, dan padahal mudzakarah ini dapat lebih meningkatkan kedekatan hubungan sesama kaum muslimin itu sendiri. Saat ini kita kaum muslimin telah dapat melakukan mudzakarah melalui jaringan Internet, seperti melalui Sidogiri atau juga MyQuran.
Meskipun sarana ini dapat memberikan fasilitas mudzakarah, tetapi terdapat hal-hal utama yang tidak dapat digantikan yang sebenarnya banyak dalam sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan juga para shahabat RA, seperti bermuka manis ketika bertemu, berjabat tangan ketika bertemu, mengucapkan salam ketika bertemu, menghormati ketika duduk, mendengarkan dengan seksama dan hormat, dll. Mudzkarah ini perlu dilakukan dengan berbagai kalangan kaum muslimin. Mudzakarah ini akan membangkitkan hal-hal yang tidak dipahami oleh kita sendiri ketika belum mudzakarah.

Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA sering melakukan mudzakarah kadangkala dalam hal-hal yang unik. Misalkan Nabi Muhammad SAW datang ke masjid untuk mendengarkan bacaan quran dari seorang shahabat RA, dan terjadi dialog mudzakarah yang bermanfaat untuk kita sampai saat ini. Nabi Muhammad SAW bermudzakarah dengan seorang shahabat dikarenakan shahabat ini berhubungan dengan istrinya ketika berpuasa di bulan Ramadhan.
Atau juga dialog Nabi Muhammad SAW dengan shahabat-shahabat yang berlebihan dalam ibadah, dikarenakan akan berpuasa terus menerus, ada juga akan sholat malam terus-menerus. Dialog yang sangat baik, dan merupakan pelajaran yang sangat berharga. Dan masih banyak lagi.

Dengan adanya mudzakarah ini secara langsung di kalangan kaum muslimin, kaum muslimin akan terbiasa terbuka berkomunikasi dengan baik dan juga akan terbiasa untuk mendengarkan pandangan kaum muslimin yang lainnya. Sehingga suasana kebersamaan akan terbentuk dengan baik. Saat ini kita kaum muslimin sangat berkurangan mudzakarah Islam dalam suasana terbuka dan langsung.

Musyawarah. Aktifitas ini yang benar-benar lemah dalam kaum muslimin, padahal aktifitas inilah yang dapat menghasilkan keputusan-keputusan atau juga langkah-langkah perbaikan untuk kaum muslimin atau kita sendiri. Padahal banyak sekali dalil dalam al-quran mendorong selalu bermusyawarah, bahkan banyak hadits mengajarkan cara-caranya itu dengan baik. Tetapi aktifitas ini benar-benar asing di lingkungan kaum muslimin.

Nabi Muhammad SAW dan para shahabat RA selalu melakukan musyawarah ini. Sehingga perbaikan-perbaikan itu terus terjadi dan bahkan mencapai puncaknya kejayaan Ummat Islam di saat itu. Kami cukup lama terlibat dalam usaha da’wah dan tabligh. Dan banyak teman-teman lama selalu menasehati untuk dapat mengikuti musyawarah, meskipun hanya duduk dan mendengarkan saja. Setelah sekian lama, kami baru banyak memahami bahwa musyawarah ini sangat fundamental terhadap pertumbuhan da’wah ataupun aktifitas-aktifitas kaum muslimin di masa depan. Karena proses dan tanggung jawab dapat dibentangkan dan diambil untuk dikerjakan.

Dan juga ternyata musyawarah ini juga dapat dipakai untuk lingkungan keluarga kaum muslimin, bahkan untuk urusan dunia sendiri. Musyawarah ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, dan terus-menerus. Dengan musyawarah yang berkelanjutan dan baik, saya mendapatkan informasi perubahan-perubahan yang sangat mengembirakan di negara-negara yang sebenarnya kaum muslimin sangat sedikit.

Mujahadah. Ini merupakan langkah kongrit atau amaliyah terhadap keputusan-keputusan yang dibuat dari Muhasabah, Mudzakarah dan Musyawarah. Sehingga proses perbaikan itu akan terus berlanjut. Kisah dialog Salman Al-Farisi RA dengan Nabi Kita, Nabi Muhammad SAW, ketika perang khandaq merupakan bentuk proses yang bagus untuk dipelajari. Dan Allah swt merekamnya ke dalam Al-quran, bahkan yang lebih luar biasa lagi, dalam keadaan tertekan dan terkungkung itu, Allah swt akan memberikan kemenangan di masa depan bagi generasi itu.

Itulah empat proses yang dijalankan oleh generasi para Shahabat RA sebagai generasi awal salafush sholeh, untuk dapat mencapai karakter utama dan juga kerja yang beliau-beliau bangun itu. Dan akhirnya semuanya bergantung kepada kaum muslimin sendiri. Mudah-mudahan tulisan singkat ini memberikan kerangka terhadap kaum muslimin. Insya Allah, kami akan menuliskan perkara-perkara di atas dalam tulisan sesuai bagian-bagiannya secara lebih mendetail berdasarkan pada sumber-sumber kita kaum muslimin, Al-quran dan As-sunnah.

Kami harapkan kepada para pembaca, jika mempunyai guru atau ustadz, untuk membawakan tulisan kami ini dan menyampaikannya kepada beliau-beliau itu. Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan manhaj Salafush sholeh yang kami pahami. Dan kami secara pribadi banyak berharap mendapatkan nasehat-nasehatnya.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
Mohamad Haitan Rachman

Popularity: 5% [?]

  1. July 2nd, 2010 at 01:27 | #1

    jazakallah..ijin copas

  2. Haitan Rachman
    July 2nd, 2010 at 01:36 | #2

    Pak Djaelani,

    Silahkan dicopas, dan jangan lupa mencantumkan sumbernya.

  1. No trackbacks yet.