Pandangan Berimbang ISI MIMPI Da’wah Terhadap Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi (2)
Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.
Kami lanjutkan kembali pandangan berimbang ISI MIMPI terhadap Analisa kritis Kaum Salafi Wahabi yang banyak disebarkan melalui tulisan-tulisan ataupun juga Internet. Tulisan di bawah ini yang diserbakan sebagai lanjutannya.
c) Dan perkataannya:” Dan iman akan bertambah dengan khuruj..“. Pernyataan ini juga tidak benar, karena iman akan bertambah dengan keta’atan apabila menetapi syarat-syarat diterimanya suatu amal. Karena syarat diterimanya suatu amal adalah ikhlash dan benar dengan apa-apa yang disyari’atkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman:
{????????? ??????? ????????? ?????????? ????? …} (76) ???? ????
“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunju…” (QS. Maryam: 76).
Membaca Al-Qur’an dengan mentadaburinya, membaca As-Sunnah (Al-Hadits, pent) dengan tujuan untuk memahami Ad-Dien, berdzikir dengan dzikir-dzikir yang masyru’, melakukan sholat sunnah, shodaqoh, shaum dan lain sebagainya semuanya ini merupakan wasilah bertambahnya iman. Bertambahnya iman bukan karena khuruj.
Kaum Muslimin,
Di bawah ini merupakan point lanjutan dari isi mimpi yang dituliskan Maulana Manzoor Numani. Dan kami persilahkan Kaum Muslimin lainnya untuk memperhatikannya, termasuk juga kaum Salafi Wahabi.
(2) Sesudah itu dilanjutkan dengan kata ????????????? ???????? maksudnya adalah dengan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar IMANAKAN MENINGKAT. Jadi janganlah berniat HANYA UNTUK ORANG lain, tetapi berniatlah untuk MANFAAT SENDIRI.
Sebelumnya, marilah kita perhatikan beberapa hadits yang sering kita dengar dari guru ngaji atau ustadz kita dan mungkin kita telah mengajarkannya kepada lainnya juga.
Dari Sa’id Al-Khudri RA berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka cegahlah dengan lidahnya, dan jika tidak mampu juga, maka cegahlah dengan hatinya (yakni merasa benci dalam hati tehadap kemungkaran) dan ituadalah selemah-lemah Iman’” (HR Muslim)
Dari Urs Bin ‘Amirah Ra, berkata bahwa Rasulullah SAW berdabda: “Sesuguhnya Allah tidak akan mengazab masyarakat banyak disebabkan amal (kejahatan) segelintir orang, sehingga segelintir orang iitu melakukan sesuatu kejahatan yang sebenarnya dapat dicegah oleh masyarakat banyak, tetapi mereka tidak berusaha mencegahnya. Ketika terjadi demikian, maka Allah swt mengambil keputusan untuk membinasakan semuanya, masyarakat banyak dan segelintir itu” (HR Thabrani dan sanad-sanadnya tsiqat, Majma’uz Zawaa’id)
Dari Hudzaifah Bin Al-Yaman RA, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Demi Dzat yang Jiwaku dalam gemgaman-Nya! Kalian harus menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, atau jika tidak, Allah swt mengirimkan pada kalian azab dariNya, kemudian kalian berdo’a (meminta pertolongan dariNya), tetapi Dia tidak menerima do’a kalian” (HR Tirmidzi, katanya ini hadits hasan).
Di atas hanya sebagian kecil tentang PENTINGnya Amar Ma’ruf Nahi Mungkar agar sungguh-sungguh dilakukan dalam lingkungan kaum muslimin. Dengan adanya Amar Ma’ruf Nahi Mungkar ini dijalankan dengan baik, maka amalan kebaikan itu akan datang, tetapi jika tidak dijalankan dengan baik, maka amalan kebaikan itu akan hilang perlahan-lahan. Amalan kebaikan seperti sholat berjama’ah, berdzikir, baca quran, shodaqah dll akan wujud dalam kehidupan kaum Muslimin, jika tidak dilakukan, maka amalan kebaikan ini akan digantikan dengan amalan yang tidak baik dalam lingkungan kaum muslimin.
Jangan lupa Kaum Muslimin BESAR dan TERSEBAR di SELURUH DUNIA. Dan bahkan tinggal nama saja, sedangkan amalannya sudah tidak ada. TERUS BAGAIMANA CARANYA bertemu dengan kaum muslimin ini? Apakah hanya mengandalkan MEDIA-MEDIA yang ada sekarang, karena sudah CANGGIH anggapannya. Kita kaum muslimin sudah diajari dengan baik oleh guru-guru kita, bahwa jika amalan jelek dikerjakan maka sedikit-demi-sedikit akan timbul noda HITAM, dan akan terus MENUTUPI HATINYA, dan akan sulit diberikan pelajaran untuk ini.
SALAH SATU MEDIA yang belum terpakai dengan baik dan LUAS adalah BERTEMU DENGAN LANGSUNG, FACE-to-FACE. Meskipun amalan ini sudah banyak HADITSnya dan CONTOHnya tetapi belum menjadi amalan yang MEMASYARAKAT dalam kehidupan kaum muslimin, baru hari-hari tertentu saja seperti Hari Raya Fitri.
Kalau KHURUJ adalah ISTILAH PROGRAM untuk melakukan Amalan AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR Agara lebih MERATA-RATA TEMPAT , apakah KHURUJ dapat meningkatkan Iman juga yang menjalankannya. SANGAT JELAS dapat meningkatkan IMAN.
Kaum Salafi Wahabi sendiri sudah menjelaskan amalan-amalan yang dapat meningkatkan IMAN. Apakah ketika orang yang KHURUJ melakukan seperti bertamasya, rileks-rileks, santai-santai. SANGAT KELIRU pandangan seperti ini. Tetapi Lebih banyak ke dalam DIRInya sendiri. INGIN BUKTI. Mari kita perhatikan bersama dengan baik.
Orang KHURUJ akan mengajak di sekitar masjid untuk sama-sama mengerjakan Sholat berjama’ah. Mereka akan datang berkunjung silaturahmi ke masyarakat di sekitar masjid itu. Mereka mengajak masyarakat untuk datang ke masjid masyarakat sendiri. SIAPA yang pertama dengan jelas ke MASJID untuk sholat Berjama’ah? Jelas orang yang KHURUJ yang akan pergi ke Masjid itu untuk sholat, baru diikuti oleh masyarakat yang diajak itu.
Selanjutnya Masyarakat diajak untuk sama-sama mendengarkan hadits-hadits Rasulullah SAW. Siapa yang pertama kali mendengarkan hadits-hadist itu? Jelas orang yang khuruj terlebih dahulu untuk mendengarkannya, karena mereka sedang ada di masjid. BEGITU SEMUAnya terjadi secara AMAL dan JELAS, sehingga tidak heran kalau KHURUJ itu dapat meningkatkan IMAN. Bahkan sebelum keluar dari rumah saja perlu disiapkan persiapan yang tidak ringan, memberi pesan dan nasehat kepada keluarga agar tetap istiqomah menjaga amalan agama ini, dan saling mendo’akan.
Dan Jelas bahwa do’a dan saling menasehati itu meningkatkan Iman, dan akhirnya KHURUJ sendiri akan meningatkan IMAN. KHURUJ akan membentuk setiap orang untuk tetap berusaha teguh dengan amalan Islam itu sendiri, yang mana akhirnya amalan itu sendiri yang memberikan KESANnya. Hal ini dikarenakan terbina secara langsung dalam AMAL dalam waktu dimana orang dapat meluang waktunya.
Mudah-mudahan kami dapat ISTIQOMAH dengan KHURUJ ini. Do’akan kami untuk hal ini. Insya Allah, jika Allah mengijinkan kami akan menulis sebuah buku bagaimana pentingnya KHURUJ untuk kaum muslimin, tidak hanya urusan perkara agama, tetapi juga untuk USAHA DUNIA atau BISNIS sekalipun, bahkan termasuk kalangan PARA PEMIMPINnya.
Cara DA’WAH melalui pendekatan AMAL LANGSUNG ini sangat kurang diperhatikan dengan baik di kalangan kaum muslimin, karena kita di jaman ini terlalu didominasi MEDIA-MEDIA yang lebih menunjukkan bentukan CERAMAH sebagai sesuatu yang BENTUKAN dari DA’WAH. Kami ingin tunjukan semua contoh sederhana bagi kaum muslimin, termasuk juga untuk Kaum Salafi Wahabi. Sehingga kadangkala lupa terhadap yang JELAS di depan mata kita sendiri.
MISALKAN: TEMAN-TEMAN kita di masjid sangat berkeinginan ada pengajian tafsir oleh seorang ustadz yang ahli dalam bidang itu. Kemudian mereka berkumpul dan bermusyawarah untuk menuntukan langkah-langkahnya. Salah satunya adalah berkunjung ke setiap rumah di sekitar masjid untuk menyampaikan PENGUMUMAN SURAT KECIL. Dan pada waktu yang sudah ditentukan, TEMAN-TEMAN kita sekali lagi mengingatkan kaum muslimin yang kebetulan bertemu ketika akan sholat berjamaah. SIAPA YANG MENJADI PELAKU DA’WAH PERTAMA? Apakah TEMAN-TEMAN kita atau USTADZ Ahli Tafsir itu? Dan apakah TEMAN-TEMAN KITA itu akan ke masjid ketika mengingatkan masyarakat? JELAS Pelaku da’wah yang pertama adalah TEMAN-TEMAN kita terlebih dahulu, dan Teman-teman kita juga ke masjid untuk mendengarkan ceramah dari Ustadz Ahli Tafsir ini. INI merupakan DA’WAH AMAL. Mudah bukan.
Sehingga kita yang terjun dalam Da’wah perlu memahami untuk selalu niat kebaikan ke dalam DIRI SENDIRI, disamping untuk kaum yang lainnya. Oleh karena itu dengan adanya tulisan pandangan kritis dari Kaum Salafi Wahabi itu, kami persilahkan yang lainnya untuk mempelajarinya kembali. Apakah ANALISA Kami KELIRU atau Kaum Salafi Wahabi yang KELIRU. Kami serahkan semuanya kepada Allah swt.
Popularity: 6% [?]
Recent Comments