Home > Kajian Manajemen Islam > Waktu penerapan “4M Management for Continuous Improvement”

Waktu penerapan “4M Management for Continuous Improvement”

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

“4M Management” merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan “4M Management” menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt telah melihat proses “4M” ini dalam kehidupan kaum muslimin, yang kebetulan telah wujud dengan baik dalam usaha da’wah dan tabligh.

Semua dari kita pasti mempunyai keinginan ataupun cita-cita yang hendak dicapainya dengan baik, termasuk juga para pelajar atau mahasiswa. Cita-cita lebih merupakan keinginan jangka panjang yang sebenarnya merupakan target hendak dicapai. Misalkan seorang pelajar berkeinginan menjadi seorang programmer yang ahli atau juga seorang akuntan yang cukup berkualitas. Cita-cita ini tidak mungkin diperoleh melalui proses yang sebentar, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama.

Atau misalkan seorang Ibu berkeinginan anaknya menjadi seorang hafidz Quran, tidak mungkin diperoleh melalui waktu yang singkat tetapi memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu cita-cita merupakan target yang hendak dicapai oleh seseorang di waktu yang akan datang. Untuk mencapai ini maka diperlukan program dan juga aktifitas yang berkelanjutan dan juga terarah. Bagaimana seorang pelajar menjadi programmer yang baik, jika hanya mengandalkan pada buku ataupun hanya berangan-angan. Tetapi dia harus berlatih, dan juga mencoba hal-hal yang diperlukan untuk mendukung rencana itu.

“4M Management” perlu diterapkan untuk tahunan, bulanan, mingguan bahkan harian. Artinya kita perlu menerapkan “4M Management” ke dalam cita-cita kita, terhadap program kita, terhadap aktifitas ke seharian kita, apakah semuanya telah saling selaras (Alignment) untuk mencapai cita-cita yang kita tetapkan.

Mari kita sama-sama perhatikan dalam sebuah contoh yang sederha, misalkan seorang ibu berkeinginan anaknya menjadi seorang hafidz quran dan juga alim. Sebuah keinginan yang perlu mendapatkan dorongan dari semua pihak.

4M Jangka Panjang:

M1, seorang ibu mendapatkan bahwa anaknya belum hafidz, dan ibu ini berkeinginan agar anaknya menjadi seorang hafidz dan alim. Untuk hal ini, Ibu perlu melakukan mudzakarah dengan suaminya dengan baik.

M2, seorang Ibu dan suaminya melakukan mudzakarah melalui bincang-bincang kecil. Misalkan si Ibu mengajukan keinginannya terhadap anak itu menjadi seorang hafidz dan alim. Dan suaminya memberikan pandangan-pandangannya misalkan biayanya, waktunya, bahkan mungkin saja tempat belajarnya.

M3, Ibu dan Bapak ini melakukan musyawarah terhadap hal-hal yang diajukan itu, dan diberikan keputusan adalah perlu dikirim ke satu madrasah Islam yang sudah ditetapkannya.

M4, Ibu dan Bapaknya menyediakan waktu, biaya dan keperluannya untuk mengirimkan anaknya ke pesantren atau madrasah Islam yang ditetapkan itu.

Apakah Ibu dan Bapak ini membiarkan anaknya begitu saja di madrasah itu? Jelas Ibu dan Bapak perlu melakukan kembali 4M yang lebih berjangka pendek terhadap anak itu.

4M Bulanan

M1, Ibu dan Bapak ingin mendapatkan laporan dari madrasah yang bersangkutan terhadap kemajuan anaknya di pesantren itu. Setiap laporan maka dibuatlah pertimbangan bersama.

M2, laporan-laporan yang disampaikan itu akan memberikan pemahaman terhadap kemajuan-kemajuan anaknya di pesantren itu. Misalkan ada sesuatu yang kurang diinginkan, maka keduanya membahasnya dengan baik.

M3, pembahasan-pembahasan itu perlu dilakukan keputusan-keputusan. Dan boleh jadi keputusan-keputusan memerlukan waktu dan tenaga masing-masing, atau bahkan mungkin saja keputusan yang dibuat adalah perlu keduanya sholat tahajud untuk meminta dan memohon rahmat Allah swt untuk anaknya itu.

M4, hasil keputusan bahasan itu perlu dilaksanakan dengan baik.

Dan seterusnya, sehingga “4M” menjadi satu proses yang menjadi kebiasaan yang baik ke dalam setiap individu kaum muslimin. Insya Allah, kita ungkap dalam hal lainnya di lain waktu.

Terimakasih,
Haitan Rachman

Popularity: 8% [?]

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.