Kapan mulai tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”?
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi “4M Management for Continuous Improvement” ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da’wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama’ah tabligh).
Kita dapat mempelajari konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan “Continuous Improvement”, seperti Business Process Reengineering (BPR), Total Quality Management (TQM), dan Benchmarking. Kesemuanya itu berasal dari orang-orang yang telah banyak menekuni bidang manajemen. Proses “4M Management” cukup berbeda dengan pendekatan-pendekatan di atas, meskipun ada kesamaan dalam beberapa halnya.
Proses inter-relasi ini merupakan proses dalam waktu yang cukup lama, BUKAN merupakan dalam satu atau dua tahun, kurang lebih sekitar sembilan tahun. Dan mungkin menjadi pertanyaan pula, bagaimana kami mendapatkan hal itu juga? Ini mungkin yang lebih unik. Dalam kesempatan ini kami berkeinginan untuk berbagi dengan sdr. sekalian.
Beberapa rombongan khuruj yang pertama kali bertemu sering atau banyak memberikan penekanan bahwa kita perlu banyak memperbaiki diri untuk lebih dapat mengikuti perintah Allah swt dan Sunnah Rasulullah SAW. Amalan-amalan harian banyak dimudzakarah secara intens seperti adab makan, adab tidur, adab keluar-masuk kamar kecil, dll, dan kami yang mengikuti rombongan benar-benar memberikan kesan lebih banyak melakukan muhasabah.
Memperbaiki diri dan selalu memperbaharui niyat memerlukan kesungguhan atau mujahadah yang berlanjutan terhadap diri kami dan juga ahli da’wah. Tanpa adanya mujahadah yang berkelanjutan, maka akan sulit bagi seseorang untuk dapat memperbaiki diri dan juga memperbaharui niyat. Allah swt menekankan bahwa barangsiapa yang mujahadah di jalan Allah swt, maka Allah swt akan memberikan hidayat kepada orang yang menjalankannya. Dan hal ini juga terungkap dengan baik melalui kisah yang dijelaskan oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, tentang seorang yang telah membunuh 99 orang dan sangat berkeinginan bertobat kepada Allah swt.
Dan kami bersyukur banyak bertemu dengan ahli-ahli da’wah yang banyak menimba pengalaman dan pelajaran dari para orang-orang yang telah lama terjun dalam usaha da’wah ini. Sehingga kami selalu diajak untuk selalu bermudzakarah tentang perihal apapun yang berhubungan dengan usaha da’wah dan tablih ini. Dan kadangkala teman-teman kami lama itu mengajak bermudzakarah berjam-jam. Sehingga kami mendapatkan proses ekplorasi terhadap usaha da’wah ini.
Untuk kerja da’wah dan tabligh ini sangat ditekankan untuk selalu bermusyawarah. Bahkan kami pernah diminta seseorang ahli da’wah yang cukup lama untuk dapat hadir musyawarah, meskipun hanya untuk duduk saja dan tidak memberikan pandangan ataupun usulannya. Sehingga tidak heran jika usaha da’wah dan tabligh ini menekankan ahli jama’ahnya untuk selalu bermusyawarah dengan baik.
Penekan-penekanan ini selalu kami ingat betul, sehingga akhirnya terpikirkan pada kami untuk menyusun inter-relasi dari empat proses itu ke dalam sebuah framework atau kerangka yang sangat khas. Dan tentunya kami sendiri melakukan kajian perbandingan dengan teori-teori yang berkembang di manajemen modern, seperti TQM.
4M yaitu Muhasabah (Evaluation), Mudzakarah (Exploration), Musyawarah (Decision), dan Mujahadah (Doing). Sehingga jika ke dalam bahasa Inggrisnya adalah E2D2. Sebagai contoh perbandingan, dalam manajemen lain, Planning lebih didahulukan. Sedangkan kami mendahulukan Muhajabah (Evaluation), dan Planning itu sendiri dimasukkan ke dalam Musyawarah (decision). Musyawarah merupakan langkah atau proses dimana diperlukan keputusan-keputusan yang sebenarnya merupakan rencana kerja yang harus dikerjakan.
Itulah sekelumit perjalanan tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”. Usaha da’wah dan tabligh ini telah memberikan satu inspirasi kerangka atau framework yang kami haturkan kepada kaum muslimin. Dan kerangka ini mudah-mudahan dapat dikembangkan dengan baik di masa depan.
Popularity: 10% [?]
Bpk Haitan Rachman.. Ide anda jenius sekali… saya rasa ide itu akan bisa dikembangkan lagi dengan lebih ilmiah.. saya sangat tertarik untuk membahas yan lebih lanjut..
dan Bolehkah saya berkenalan lebih dekat dengan anda agar kita bisa bermuzakarah tentang perkembangan usaha dakwah dan pengetahuan manajemen umum/syariah…?