Home > Berita dan Pengumuman > Cara Unik Sebarkan Kebenaran ISlam Dalam 40 Hari

Cara Unik Sebarkan Kebenaran ISlam Dalam 40 Hari

Kamis, 12 Februari 2009 07:08 E-mail Cetak PDF Chilla, sebuah acara perjalanan dakwah melintasi seluruh bagian dunia telah menjadi salah satu penyebar Islam dengan cara damai. (SuaraMedia News)

Chilla, sebuah acara perjalanan dakwah melintasi seluruh bagian dunia telah menjadi salah satu penyebar Islam dengan cara damai. (SuaraMedia News)

DHAKA (SuaraMedia) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mohammed Fauzia selalu mempersiapkan diri untuk melaksanakan “Chilla”, sebuah ritual perjalanan dakwah ke seluruh bagian dunia untuk menyebarkan agama Islam.

“Saya lakukan yang terbaik taip tahunnya dengan mengikuti Chilla dan membawa Islam melintasi dunia”, kata ahli teknik asal Malaysia tersebut.

Moahmmed, juga turut berpartisipasi dalam Chilla, yang diadopsi dari bahasa Persia “Chihli” yang berarti empat puluh, sebuah perjalanan dakwah yang telah dilaksanakan selama lebih dari 15 tahun.

“Saya telah pergi ke beberapa negara seperti Australia, Pakistan, Thailand, dan India”, kenangnya.

Dua tokoh tersebut juga turut berkumpul bersama dengan ribuan Muslim lainnya dalam festival Bishwa Ijtima yang diadakan di Dhaka bulan lalu dan diselenggarakan oleh Tablig-e-Jamaat, sebuah kelompok Muslim non-politik Internasional.

Festival selama tiga hari tersebut, dihadiri sekitar 10.000 Muslim dari 108 negara, bertujuan mengembangkan Islam di seluruh dunia serta memperkuat hubungan Muslim antar negara.

Setelah festival tersebut, ratusan dari Muslim yang datang berkumpul di Masjid Kakrail di Daka untuk melakukan Chilla.

Para partisan yang dibagi dalam beberapa kelompok, terdiri dari 10-20 orang, dan perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih 40 hari.

“Setiap Muslim memiliki andil dalam berdakwah”, kata Erfan Ibrahim, seorang guru asal Afrika Selatan yang turut bergabung dalam Chilla.

Didirikan pada 1920an oleh seorang Ulama India, Tablig-e-Jamaat adalah kelompok Muslim non-politik Internasional.

Kelompok tersebut berpusat di New Delhi dan telah memiliki cabang di sekitar 80 negara.

“Kami telah menyebarkan dakwah dan perdamaian dunia bersama Tablig-e-Jamaat”, kata seorang wirausahawan asal Pakistan yang menjadi perwakilan dari negaranya.

“Kami sangat bahagia dan bangga menjadi bagian dari ini semua.”

Para partisan Chilla mengatakan misi dakwah yang mereka lakukan membawa hal positif bagi diri mereka.

“Sebenarnya salah satu tujuan utama kami dalam misi ini adalah untuk memperbaiki diri kami sendiri”, Abdul Jamal dari Malaysia menuturkan.

Wirausahawan asal Pakistan juga menyetujui hal tersebut.

“Muslim seharusnya memperbaiki diri mereka sendiri sebelum membawa perubahan bagi orang lain.”

Untuk beberapa lainnya, perjalanan tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan kebenaran tentang Islam.

“Kami akan menyebarkan Islam ke seluruh dunia”, kata Mohammed.

Dia menuturkan sejak pertama kali mengikuti dakwah tersebut, dia telah banyak melihat orang di seluruh dunia menemukan ketenangan dalam Islam.

Abdur Rahman dari Rusia, yakin bahwa perjalanan dakwah tersebut juga mampu menghapus citra kurang baik yang disebarkan beberapa pihak non-Islam.

Dia menegaskan bahwa di negaranya, Chilla cukup berpengaruh besar, dengan lebih dari 200 orang menjadi Muallaf tiap tahunnya.

“Pemikiran Rusia” telah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir, kata seorang pelajar berusia 17 tahun yang juga menghadiri Bishwa Ijtima.

“Tidak sedikit dari penduduk Rusia yang berpikir Islam dalah agama yang berhubungan dengan terorisme dan Muslim adalah pembunuh. Namun kini, mereka mengetahui bahwa Islam mengajarkan Muslim untuk menjadi orang-orang yang cinta damai. (iol) dikutip oleh http://www.suaramedia.com

Popularity: 19% [?]

  1. February 14th, 2009 at 05:09 | #1

    Alangkah mulianya gerakan ini, inilah gerakan citra Islam yang membawa kebenaran, bahwa Islam bukan teroris. Teroris merupakan kejahatan yang menyelinap dalam tubuh kehidupan Islam, bagaikan setan yang berusaha menyeret hati para muslim untuk menjadi pengikutnya. Pengikut yang terbawa kepada kegelapan dan kerugian.
    Tapi gerakan Chilla membawa dan mengajak kepada nur Allah, nur kebenaran dengan kedamaian (bukan dengan kekerasan/bom bunuh diri). Semoga Allah selalu meridhoinya.

  2. nalo
    February 28th, 2009 at 16:20 | #2

    aslkm.. sukses slalu. amin

  3. March 5th, 2009 at 01:41 | #3

    Sekilas tentang Jama’ah Tabligh

    “Tak Hanya Mengandalkan Otak”

    Sumber: Hidayatullah.com

    JT ada di mana-mana. Bukan saja di Indonesia, tapi di berbagai negara. Apa kuncinya? Berikut ini wawancara Dadang K dari Sahid dengan Muhammad Muslihuddin, anggota syuro JT Indonesia.

    Bagaimana sistem organisasinya/manajemen JT?
    Ada, cuma tidak seperti yang umum itu, akan nampak apabila Anda terjun langsung ikut kami. Manajemen kami terbuka. Ada pembagian tugas atau komando yang jelas, setiap akan melakukan pekerjaan dilakukan musyawarah. Saudara-saudara kita yang pergi khuruj ada datanya lengkap, termasuk posisi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Ketika suatu saat keluarganya ada kepentingan, itu bisa dihubungi.

    Kenapa disebut jamaah tabligh?
    Nama JT itu nggak ada, orang lain yang menamakan. Dari asal muasalnya pun tidak ada. Jaman Nabi pun kan tidak ada namanya, kita ingin seperti itu, sebab kalau kita kasih nama dan bendera, orang lain punya bendera, wah itu bukan bendera saya. Tapi kalau bilang kami ini Muslim, pasti semua saudara kita. Kita tidak merasa ini suatu kelompok atau golongan. Kita bekerja, dalam hal ini hanya mengendalikan tertib-tertib dakwahnya.

    Apa hambatan-hambatan ketika melaksanakan dakwah?
    Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Kalau pun ada hambatan, bukan karena dakwahnya, tapi terkait dengan politik suatu negeri. Pada umumnya menerima dengan baik. Dari segi bahasa tidak ada kendala, biasanya ada penerjemahnya. Hambatan justru dari dalam diri kita dan keluarga.

    Bagaimana cara pembinaan dakwahnya?
    Kita datang ke daerah tertentu (masjid) dan kita bina beberapa orang supaya bisa keluar tiga hari, empat puluh hari, atau empat bulan. Nanti setelah pulang, ia menjadi pembina di kampungnya sendiri untuk memakmurkan masjid dengan dakwah. Orang yang kita bina itu hanya sampai bisa ikut dengan kita dan tertarik untuk berdakwah. Diharapkan untuk keilmuannya bisa kerjasama dengan para ulama setempat. Ternyata ada saja yang ikut. Buktinya, kami berkembang. Kita beri semangat kepada yang baru bergabung, ini adalah tugas mulia, dan belajar terus untuk menyampaikan dakwah. Untuk awalan mungkin belum maksimal dan kaku, tapi setelah belajar terus nanti juga bisa.

    Bagaimana kalau menghadapi orang-orang jahat, katakanlah preman?
    Itu relatif. Justru orang yang semacam itu gampang, mudah tersentuh. Karena kerja kita ini bukan berkalkulasi dengan mengandalkan otak, tapi ada kekuatan yang diberikan oleh Allah. Kalau Allah sudah menghendaki seseorang itu dapat hidayah, siapa yang bisa menghalangi. Kita hanya mengerjakan tugas, hasilnya serahkan kepada yang maha berkehendak. Kita akan mendapatkan sesuatu yang dahsyat, ajaib, yang kita sendiri tidak tahu.

    Berapa anggota JT di Indonesia?
    Kita tidak tahu jumlah pastinya, itu bukan prioritas. Anda bisa melihat setiap pertemuan di markas di setiap kota, kira-kira jumlahnya dua atau tiga ribuan orang yang hadir. Anggota kita adalah semua orang Islam, cuma mereka belum merasa menjadi anggota, padahal kita merasa satu anggota. Barangkali ada anggota aktif dan belum. Tugas yang aktif ya mengaktifkan yang belum aktif.

  4. Mukhlis
    May 2nd, 2009 at 13:57 | #4

    Asslm.JT… Subhanallah bener2 mengagumkan.gw dah sring bgt denger crita baek crita org yg dpt hidayah maupun ttg nusrotullah thp usaha yg mulia ini.itu smw real sbb gw ngrasain sndiri.bg yg blm kenal cb deh ikt klwr 3hr.tar lo pada bakal ngrti gmn jd muslim sejati n nemuin jln hidup lo.

  5. Edward
    May 8th, 2009 at 03:29 | #5

    subhanallah..

    bener2 speechless

    ane cuma bisa minta doanya dari kaum muslim aagar di istiqomahkan dalam dakwah (ane ga mau nyebut JT)

    Amin.

  6. June 11th, 2009 at 04:59 | #6

    ane cuma mengingatkan bahwa al qura-n ada ayat yang berbunyi :”in tanshurullah yanshurkum wa yutsabbit aqda-makum “, “jika kamu menolong / membela agama Allah niscaya Ia ( Allah SWT )akan menolong kamu dan meneguhkan pendirian kamu”.
    Ini janji Allah, pasti benar.
    Semoga da’wah tetap berkibar sampai akhir zaman…amin.

  7. muz
    June 14th, 2009 at 02:10 | #7

    alhmdllh,syukr ke hdrat allah.rmai mgatakan JT adlh sesat.jika perkra ini ssat sdah pasti lama terkubur kerja yg mulia ini.yakinlah wahai orang islam bahawa ini adlah kerja yang benar.

  8. June 22nd, 2009 at 20:35 | #8

    Assalamu’alaikum wr.wbr
    Buatlah do’a buat teman-teman; baik yang maqomi maupun khuruj,semoga mereka selalu diberi kemudahan dalam menyelesaikan perkara dunia dan akhiratnya…

  9. July 11th, 2009 at 04:19 | #9

    ass.wr.wb
    saya mau bertanya bagaimana cara kita membujuk teman utk masuk islam,?soalnya saya kawatir jika nantinya saya dianggap tidak menghormati agama mereka..trims..m0hon jawabannya di email saya ibenkbonk@yahoo.co.id

  10. Tony
    July 15th, 2009 at 10:38 | #10

    Hidup untk dakwah, Dakwah maksud hidup, Hidup dalam dakwah, Dakwah sampai mati.
    lailahailaulloh muhammad rasululloh.

  11. kamal zainudin
    July 20th, 2009 at 13:27 | #11

    ASS,ikut usaha dakwah tidak ada ruginya malah banyak untungnya dunia apalagi akhirat.hati jadi lembut ,sabar,dermawan.dan lain lain.

  12. w0n6nd3s0
    October 12th, 2009 at 19:41 | #12

    Korban lagi dan lagi sampai tiada lagi

  13. October 27th, 2009 at 03:53 | #13

    Ass. Akhi saya salah satu mantan JT yang keluar dari JT dikarenakan Qs 9 : 2. Saya masih ingat sekali tentang apa yang disampaikan oleh sesepuh JT yg mengatakan ” bahwa dalil khuruj 40 hari itu ada dalilnya yaitu Qs 9 : 2″. beliau adalah salah satu rombongan dari lampung. Ketika itu tidak ada satupun anggota JT yang membawa Al-qur’an & terjemahnya. Seandainya rombongan JT itu membawa al-qur’an dan dia membuka serta membaca artinya tentu rombongan itu Insya alloh akan keluar dari JT. Dan ini menjelaskan kepada saya yang awam ini ternyata JT selalu mentafsirkan ayat Qur’an dengan hawa nafsunya sendiri. Sehingga qur’an harus mengikuti manusia bukan manusia mengikuti qur’an, jadi JT berusaha mencari pembenaran untuk dirinya dengan Qur’an padahal sudah jelas tidak ada nash dari qur’an dan sunnah tentang hal tersebut. Masih banyak kejanggalan yang ada pada JT. Karena saya sudah lama mengikuti JT. Wassalam

  14. HUSNI MUBAROK
    November 12th, 2009 at 11:20 | #14

    ASSALAMUALAIKUM…? COBAIN KELUAR 3 HARI!!!BARU COMENTAR?

  15. shohibjogja
    November 14th, 2009 at 08:37 | #15

    Istiqomah : jangan sampai Alloh tak gunakan diri kita lagi hingga ada da’wah yg sebenarnya kepada kaum kafir itu di adakan Alloh, kita perbaiki diri kita melalui Syestem ini

  16. andi bau amien
    December 11th, 2009 at 05:21 | #16

    kalau ada yang menganggap dirinya sudah lama ikut dalam jt, kemudian menganggap jt tidak ada dalilnya ataupun nashnya dalam Al Qur’an dan mengaggap jt mengadakan pembenaran atas dirinya sendiri, saya yakin orang seperti itu adalah orang yang tidak betul dalam keluarnya, ataupun mungkin saja hanya ingin menyebar fitnah,atau mungkin orang yang punya penyakit hati “iri,dengki”. saya sampaikan hati-hati kalau ngomong, karena lho tidak mungkin Islam kalau bukan para da’i-da’i yang keluar meninggalkan anak,istri dan tanah airnya hanya untuk menyebarkan agama yang sempurna ini.

  17. cah solo
    December 31st, 2009 at 15:48 | #17

    memang jika dakwah dengan cara rasulullah akan membawa hikmah!

    teruskan, jadikan dakwah sebagai maksud hidup!!!

  18. m.yunus
    January 10th, 2010 at 07:25 | #18

    assalamualaikum wr.wb
    Semoga Allah kekalkan kita dalam hidayahNya, satu satunya cara menyelamatkan iman kita dari tipu daya setan hanyalah dengan dakwah. dakwah lagi , lagi, dan lagi sampai kita tiada lagi, hidup dalam dakwah dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah….. insya Allah… amien ya Allah

  19. Dra. Sastrawati S.Psi
    January 26th, 2010 at 04:04 | #19

    Alhamdulillah : Dakwah Islami perlu diajari pada anak2 sejak dini dan yang dewasa sehingga penyebaran Agama Islam secara merata dan menjadi ISLAM Rahmatan Lil ‘alamin

  1. March 6th, 2010 at 01:53 | #1