Home > Manhaj Pilihanku, Pikir dan Analisa Manhaj, Soal-Jawab > Menurut Jamaah Tabligh, khuruj itu kewajiban bukan? Kalau dakwah, oke lah kewajiban setiap mukmin. Tapi metode khuruj ini kewajiban bukan?

Menurut Jamaah Tabligh, khuruj itu kewajiban bukan? Kalau dakwah, oke lah kewajiban setiap mukmin. Tapi metode khuruj ini kewajiban bukan?

Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan di myQuran:

http://myquran.org/forum/index.php/topic,62873.msg1900611.html#msg1900611

Sdr. dan kawan-kawan,

Da’wah merupakan tanggung jawab kaum muslimin, dan metoda untuk menjalankan da’wah ini beragam untuk dilakukan. Tentunya orang-orang yang mempunyai akal dan berpikiran akan bertanya-tanya kenapa jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA bisa tersebar ke berbagai lapisan dan daerah, padahal di jaman itu tidak ada media seperti yang sekarang, tidak ada TV, tidak internet, tidak ada radio? Kenapa di jaman itu bisa tersebar dengan luas, padahal juga jika dilihat di jaman itu awalnya sangat lemah dan jumlahnya sedikit? Kenapa hal itu terjadi?

Terus juga akan bertanya lagi kepada bangsa kita sendiri. Kenapa Al-Islam bisa tersebar di Indonesia? Bukankah di Indonesia mayoritas bukan beragama Islam sebelumnya, melainkan agama hindu ataupun anisme? Kenapa bisa tersebar di jaman itu? Islam tidak disebarkan melalui burung ataupun berita-berita di media? Kenapa bisa tersebar ke seluruh nusantara? Kenapa hal itu terjadi?

Kenapa meskipun media banyak, TV, Internet, Radio, tetapi kenapa banyak juga orang-orang muslim yang berpindah ke dalam agama lain? Kenapa hal itu bisa terjadi? Begitupun dengan orang Islam yang pergi ke Eropa, begitu pindah dulu-dulu banyak yang berubah, yang menggunakan jilbab akhirnya menggunakan celana bikini seperti mereka yang ada di Eropa kebanyakannya? Kenapa hal itu terjadi? Kenapa juga ada orang-orang Indonesia dari jawa yang pergi ke Australia, awalnya mereka itu sholat, tetapi lama-lama turun-turunan mereka lupa dengan agama Al-Islam yang mulia. Kenapa hal itu terjadi? Bukankah telah banyak kitab dicetak?

Khuruj itu salah satu metoda penyebaran, dan juga menyebarkan da’wah melalui media cetak/elektronik itu metoda juga. Kedua-duanya mempunyai peran dalam penyebaran Islam, tetapi tentunya kita harus memahami karakter-karakternya. Kita tidak mungkin melepaskan metoda yang satu, dikarenakan ada metoda lainnya. Begitupun kita tidak mungkin meninggalkan metoda yang asli, karena begitu banyak metoda pilihan lainnya. Metoda yang satu tentunya akan bersifat menyeluruh untuk ummat, tetapi metoda lainnya hanya bisa dijalankan secara pribadi-pribadi yang memang mampu.

Khuruj ini tentunya mempunyai pasangannya, oleh karena itu perlu juga memperhatikan pasangannya yaito maqomi sebagai tempat kita membuat kerja da’wah di tempat sendiri, sedangkan Khuruj untuk melakukan penyebaran da’wah Islam ke tempat lain. Khuruj ini jelas merupakan pola penyebaran yang asli, karena di jaman Nabi dan juga para Shahabat RA ini merupakan pola yang ada bahkan jika kita membaca kisah-kisah para Ulama, maka khuruj ini merupakan hal yang biasa, seperti halnya ketika penyebaran Islam di nusantara, tentunya para Ulama itu datang bukan dengan menyebarkan buletin ataupun media lainnya.

Tentunya aktifitas da’wah itu sendiri beragam ketika dijalankan ketika khuruj ataupun maqomi, tentunya juga perlu bertemu langsung dengan kaum muslimin khususnya ataupun manusia lainnya. Cukup aneh kita mengajak kaum agama lain, sedangkan kita tidak mengingatkan ummat kaum muslimin sendiri. Dalam da’wah ini tentunya ada yang disampaikan melalui (1) penjelasan umum secara ijtimaiyyah (ceramah umum), ada juga dalam bentuk (2) khususi bertemu ke kalangan yang khusus seperti alim, ustadz, sesepuh, ataupun masyarakat yang perlu dikunjungi (3) da’wah umumi dimana kita bertemu dengan kaum muslimin secara langsung apakah di rumahnya ataupun di jalanan, (4) da’wah secara infirodhiyyah, dimana bisa dari hati ke hati untuk menyampaikan agama ketika di masjid atau sedang tenang.

Khuruj dan aktifitas da’wah baru akan bermakna jika dilakukan bertemu langsung serta juga dengan biaya sendiri dan jiwa sendiri. Lalu kita berpikir, bagaimana dengan awalnya Al-Islam, apakah langsung bertemu? Jelas kita akan menjawab bertemu dengan langsung, dan tersebarnya melalui perjalanan itu sendiri.

Jadi Khuruj dan aktifitas da’wah langsung itu merupakan metoda asli yang tidak boleh berhenti untuk ummat Islam, tetapi bukan berarti metoda pilihan lainnya tidak perlu diperhatikan, seperti TV, Radio, CD dsb, tetapi metoda pilihan ini juga tidak boleh dijadikan sebagai pengganti dari metoda asli yang sebenarnya telah ada dari awal perjalanan da’wah Nabi kita sampai penyebarannya di Indonesia dulu.

Dan karena mulai ditinggalkan, maka begitu banyak kaum muslimin yang meninggalkan amal-amal agama kita sendiri. Sehingga jika banyak kaum muslimin menjalankan khuruj dan maqomi ini kurang lebih 100.000 rombongan setiap tahun, diharapkan masjid-masjid akan makmur dengan amal-amal agama dan banyak kembali kaum muslimin yang mengamalkan agama.

Popularity: 100% [?]

  1. Sada’ni Khalas
    September 1st, 2009 at 02:44 | #1

    Kalau mau lihat Rombongan-rombongan yang Rasulullah SAW kirimkan pada masa-masa awal Islam dapat dilihat di buku Atlas Al-Qur’an. Banyak di jual di toko-toko buku besar. Di sana ada tabel-tabel rombongan2 dikirim Rasul lengkap dengan jumlah rombongan, Tahun pengiriman, siapa amirnya, daerah tujuan, Jumlah kaum musyrikin yang di kunjungi, dll.

    Perang adalah solusi terakhir, yang benar dakwah-dakwah dulu. Sudahkan kita dakwah (mengirimkan rombongan, atau dikirim jadi bagian rombongan dakwah).

  2. September 1st, 2009 at 22:16 | #2

    Assalamu’alaikum wr wb. Umat ini seperti air jk digerakan dg mengikuti usul2 dawah maka akan membwa manfaat, tapi jika dibiarkan bergerak sndri2 tnp usul justru akan merusak

  3. September 9th, 2009 at 02:10 | #3

    salam tuan….semoga Allah terima ijtima dan sebarkan hidayah seluruh alam…insyallah…doakan ana dari Malaysia…

  4. Hendri
    September 18th, 2009 at 21:20 | #4

    Yang juga penting tuk para karkun jangan pecah hati. Jangan merasa paling benar,menganggap remeh/salah usaha dakwah yg lain, jangan meninggalkan kesan jelek d masjd (dekil, maksa2, dsb)

  5. Hendri
    September 18th, 2009 at 21:32 | #5

    Di tempatku rata-rata masjid yg menolak di masuki jamaah tabligh bukan krn tidak setuju dgn maksd dan tujuan jamaah.Tapi krn penampilan dan cara menyampaikan yg kurang berkenan. Contoh : dlm islam kebersihan itu penting tp pakaian jamaah byk yg terkesan kotor,dekil. Cara menaskil orang kadang terlalu maksa bukan dgn hikmah. Kurang menghormati ulama yg blm khuruj padhl blm jaminan yg khuruj itu lebih baik amalnya d hadapan allah. Ini sekedar masukan dari hamba yg doif ini. Wallahu’alam.

  6. September 23rd, 2009 at 08:48 | #6

    DAKWAH KERJA INTI

    Dakwah tabligh kerja inTI
    Amalan ini usaha haTI
    Karena itu luruskan haTI

    Gunakan bahasa haTI
    Agar mudah menyentuh haTI
    Dan tidak pecah haTI

    Alloh dan Rosul-Nya wajib ditaaTI
    Tertib dakwah harus diikuTI
    Agar pengorbanan membawa arTI

    Kematian suatu yang pasTI
    Niat istiqomah sampai maTI
    Sebagai bekal dunia dan akhirat nanTI

    Ulama menasehaTI
    Kalau ingin iman masuk di haTI
    Empat bulan baru didapaTI

    DAFTAR NAMA CASH, SEDIA INSYA ALLOH…!

    Link ke http://www.dakwahinti.blogspot.com

  7. Aurelia
    September 25th, 2009 at 05:51 | #7

    Doakan ana bisa cepat2 ikut keluar masturoh. Sampai sekarang ana masih terkendala muhrim karena ana belum bisa menggenapkan setengah dien ini.

    Mudah-mudahan dimudahkan niat yang baik itu. Amiin.

  8. Ferdy Awal Yanuarsa
    September 28th, 2009 at 12:45 | #8

    untuk Aurelia…
    semoga segera dapat menggenapkan yang setengah dien lagi, amiin.

  9. September 30th, 2009 at 06:06 | #9

    Assalamu ‘alaikum,

    Ya, akhi… bukankah syarat diterimanya ibadah kita di hadapan Allah:
    1. Ikhlas
    2. Sesuai dengan tuntunan Rosulullah.

    Bukankah di zaman Rosulullah orang yang disuruh untuk mendakwahi para musyrikin itu para sahabat yang ahli ilmu. Yang ilmu agamanya mendalam bukan orang awam.

    Juga, bukankah JT dibangun di atas pemahaman Tasawuf? Sedangkan dalam Islam tidak ada Tasawuf.

    Agama itu nasehat. Marilah sesama muslim kita saling nasehat menasehati.

    Sdr. Abu Abqary,

    Terimakasih telah datang ke tempat kami, dan memang agama itu nasehat. Maka ketika memberikan nasehat kepada kaum muslimin, tentunya kita juga mau memperhatikan pandangan yang berbeda dengan kita. Tidak hanya berdasarkan pada pandangan kita semata, tanpa ada keinginan mendapatkan pandangan dan juga penjelasan dari yang lainnya.

    Kita perlu mengikuti Ummar Bin Khatab RA ketika menasehat dan menegur pemabuk, malahan si pemabuk itu menasehati Ummar Bin Khatab RA. Dan Ummar RA menyadari kesalahannya, dan langsung meninggalkan si pemabuk. Itulah agama yang dicontohkan Shahabat RA yang ada jaminan masuk surga Allah swt, maka kita juga harus mengikuti seperti mana para Shahabat RA seperti Ummar RA.

    ———

    Bisakah sdr. membuktikan bahwa “JT dibangun di atas pemahaman Tasawuf?” dan apa saja cirinya? Silahkan sampaikan dengan jelas dan terang, dan tidak terbiasa dengan asal-copas yang mungkin saja ulama/pakar yang bersangkutan ada kelemahan dalam kerangka analisa dan sintesanya.

  10. Saniman
    October 12th, 2009 at 10:27 | #10

    Biarkan beragam orang berdakwah menyebarkan Islam. Asal dengan niat Li’I'laa’i Kalimatillah, tanpa ada maksud-maksud politik atau malah materi bin duniawi. Di samping itu, hendaklah tidak ada pikiran-pikiran yang menganggap dirinya paling benar dan sempurna.

  11. budi
    October 13th, 2009 at 04:20 | #11

    alhamdulillah

  12. October 16th, 2009 at 16:19 | #12

    Admin berkata, “Kita perlu mengikuti Ummar Bin Khatab RA ketika menasehat dan menegur pemabuk, malahan si pemabuk itu menasehati Ummar Bin Khatab RA. Dan Ummar RA menyadari kesalahannya, dan langsung meninggalkan si pemabuk.”

    saya meminta, mohon disertai rujukannya yang jelas akan riwayat cerita ini.

    Sdr. Abu Abkariy,

    Terimakasih telah sudi datang. Kita sama-sama mencari ilmu, maka silahkan buka kitab hikayat para Shahabat RA, susunan Maulana Dzakaria Rah dan untuk periwayatan, silahkan buka kitab Hayatush Shahabat RA, susunan Maulana Yusuf Rah.

    Kami senang jika kaum muslimin ini terbiasa mencari dan tidak perlu hanya disuapi saja.

  13. October 31st, 2009 at 09:47 | #13

    assalamualaikum..
    saya nak minta article tntang dakwah@tabligh boleh ke?
    sebab saya nak buat tntang kajian dakwah tersebut
    harap pihak sana dapat memberinya utk myelesaikn kajian tentang dakwah tersebut,,..
    syukran

  14. Abu Akbar
    November 3rd, 2009 at 12:28 | #14

    Kitab Hayatus Sahabah adalah sebuah kisah yang menceriterakan kehidupan para sahabat RA, namun sayangnya kitab tersebut banyak memuat riwayat yang Dhoif dan palsu, hal ini dikarenakan, pemahaman jamaah tabligh yang menganggap hadist lemah boleh disampaikan namun tanpa menyertakan syarat-syaratnya. Tolong baca kembali kitab2 Imam An Nawawi dan Imam Ibnu Hajar Asqolani. Sukron

    Sdr. Abu Akbar,

    Terimakasih telah datang ke tempat kami.

    Sebaiknya sdr. menyampaikan bagian mana yang dhoif, dan bagian mana yang palsu, supaya menjadi jelas perkaranya untuk kaum muslimin. Bukankah begitu caranya jika kita mau lebih Ilmiyyah. Apakah sdr. bisa menyampaikan hal tersebut secara lebih ILMIYYAH? Silahkan …..

  15. Zacky
    November 9th, 2009 at 00:47 | #15

    Untuk para saudaraku, hanya satu yang penting yaitu tingkatkan pengorbanan. Jangan lengah karena lihatlah begitu dakwah kita lemah amalan kita sendiri yang akan rontok satu persatu. Biarkan orang bicara apa yang penting kita buat apa yang kita bisa untuk agama ini. Bagi mereka yang belum juga faham Insya Allah akan kita beri pengertian sambil berjalan

  16. metha
    November 10th, 2009 at 01:59 | #16

    ass
    saya mau bertanya pakah meninggalkan keluarga lebih baik dari pada menjaga keluarga
    sedangkan dalam al quran di jelaskan bahwa anak adalah amanat yANG HARUS di jaga.
    ??
    sedangkan dalam jt kita lihat keluarga terabaikan
    trima kasih .wassalam

  17. bunda yen yen
    November 10th, 2009 at 02:03 | #17

    ass
    saya mw bertanya
    apakah masturoh itu ??
    coba jelaskan apa saja kegiatannya

  18. Wildan
    November 11th, 2009 at 17:57 | #18

    Ass. Wahai sahabat, doakan ana agar tetap istiqomah dijalan Allah, walaupun dalam kelemahan. Amalan da’wah bisa terjaga dan tidak dijauhkan oleh Allah dari amalan mulia ini,Amiiin.

  19. Wildan
    November 11th, 2009 at 18:08 | #19

    Assalamu’alaikum… untuk sahabat seiman saya, bagi anda yang berbeda pendapat tentang jamaah tabligh ini, boleh saja & silahkan. tapi untuk menjustifikasi bahwa jamaah tabligh itu bid’ah bin sesat, tar dulu…. Ibarat buah durian, kalau belum pernah lihat sebelumnya, pasti akan “ngeri”. tapi begitu sudah lihat isinya dan merasakannya, anda akan ketagihan dan ta’jub. begitu juga tentang tabligh, cb huznudzan & datang ke M. Jami’ Kebun Jeruk atau ikut khuruj 3 hari dengan niat untuk memperbaiki diri, Insya Allah pandangan anda tentang jamaah tabligh akan berubah. Laailaahaillallah….

  20. nurim
    November 12th, 2009 at 11:02 | #20

    banyak orang berkata, dakwah di zaman nabi dilaksanakan spt itu (orang-orang pergi sendiri), karena di zaman itu memang belum ada media canggih spt dizaman ini. Kalau dizaman nabi sudah ada media canggih spt sekarang, mungkin ceritanya akan lain. Bagaimana pendapat pak haitan.

  21. November 15th, 2009 at 15:42 | #21

    assalamualaikum..
    sebelum kita khuruj kita harus berkorban segala nya, dari harta, keluarga, jasmani dan rohani. banyak tmn yg nanya bagaimana keluarga yg di tinggal khuruj smpe 40 hari atau mpe 4 bln, apakah org yg meninggalkan keluarga y mpe selama itu berdosa, karna tdk menapkahkan keluarganya.
    terima kasih

  22. Dino
    November 24th, 2009 at 01:19 | #22

    Pada semua jemaah, teruslah berjuang untuk perbaikan diri, tebarkan kebaikan dengan mengajak sesama muslim mengamalkan agama. Tak perlu hirau dengan orang-orang yang mencaci, sebaliknya risaulah dan do’akan mereka semoga diberi hidayah oleh Allah SWT. Kritikan merupakan masukan untuk perbaikan metode perjuangan.

  23. Jepiroth
    December 3rd, 2009 at 04:13 | #23

    Assalamu’alaikum… Maaf, ikut nimbrung. Saya cuman mau ikut menuh2in komen artikel ini doang. ^^Heheheheh…

    @Abu Abkariy:
    Iya, mungkin benar. Sodara2 kita yang sering khuruj ini orang yang tidak tahu perkara ilmu. Pertanyaannya tentulah mengapa orang yang tidak berilmu berda’wah? Mungkin, bisa saya jawap… Lha? Orang yang berilmu saja kerjanya hanya diam… Allah swt., utus 124 ribu nabi hanya untuk satu misi, yaitu, kalimah la ilaha ilallah. Rosulullah saw., sebagai penutup para nabi kini telah tiada. Lalu, tugas siapakah yang menyampakan pada kaum2 yang belum kenal kalimah toyibah ini? Bagaimanakah nasib kaum2 di pelosok Irian Jaya sana dan kaum2 pelosok lainnya? Apakah Allah akan kirim nabi lagi? Pasti tidak, kan? Maka dari itu… Umat ahir jaman ni mengemban tugas kenabian. Sebagai penerus tugas rosul saw., hingga hari kiamat kelak.

    Kita saat ini enak2an amalkan amalan agama di atas pengorbanan rosulullah saw., dan pada sahabat r.hum… Sedangkan para misionaris kristen sedang gencar bergerak hingga ke pelosok sekali pun!!!

    Jadi, kembali lagi pada jamaah khuruj ini, mereka ini hanyalah sebuah detik yang mana ketika detik ini bergerak maka akan menggerakan menit. Nah, karena sudah semakin banyaknya detik2 ini bergerak di seluruh dunia, maka, akan sangat senang sekali rasanya jika anda, yang notabene orang yang berilmu, dapat mengajarkan ilmu anda pada kami yang bodoh ini…

    @Teteh Meta:
    Betul. Klo begitu, saya pun mau tanya, gimana klo seandainya suami teteh Meta –klo sudah menikah– kerjaannya ngelonin teteh Meta terus tiap hari di kamar, sedangkan nafkah yang lain diabaikan? Pasti, insyaAllah, jawapannya nyuruh suami teteh keluar rumah untuk cari nafkah, kan? Nah, ternyata nafkah itu, sayangnya, bukan hanya nafkah perut dan bawah perut doang… Ada nafkah iman dan ilmu. Jadi, sebenernya, sodara2 kita yang suka 40 hari ato 4 bulan ninggalin keluarganya ni ternyata karena disuruh sama istrinya masing!!! Maksudnya, tidak lain dan tidak bukan, untuk menuhin nafkah iman dan ilmu… Gimana, enggak? Dengan asbab khuruj ini, untuk nafkah iman, yang biasanya sang istri tergantung ama suami, tapi ketika suami keluar 40 hari/ 4 bulan, sang istri, mau gak mau, “terpaksa” hanya tergantung sama Alloh. Subhanalloh…
    Lalu, lho, kok, bisa ampe si istri yang nyuruh?? Nah, untuk nafkah ilmu dan agar bisa istri ampe kapahaman kayak gitu, itu sebabnya ada masturoh. Masturoh ini bertujuan agar istri ni paham bahwa suami ninggalin mereka bukan untuk perkara yang sia2. Jadi, sodara2 kita yang suka khuruj ini benernya gak ninggalin keluarganya gitu aja… Apalagi tanpa nafkah untuk sehari-hari.

    Coba mari kita sama2 pikir, mereka tinggalin keluarga tuh 3 hari dari sebulan (27 hari buat nafkah dunia, 3 hari nafkah iman dan ilmu), 40 hari dari setahun (320 hari buat nafkah dunia, 40 hari untuk nafkah iman dan ilmu) dan 4 bulan dari 63 tahun –umur rosul saw.– (4 bulan untuk nafkah iman dan sisanya nafkah dunia).

    Lalu, coba kita sama2 renungin lagi… Banyak para istri yang rela ditinggal suaminya untuk perkara dunia keluar kota ataupun keluar negeri berikut sebenernya, naudzubillah, sang suami selingkuh… Kawin lagi, dsb. Tapi, anehnya, untuk perkara agama yang bener2 sang istri gak jarang ngelarang, malah ada yang sampe ngegugat cerai!!! Astagfirulloh…

    O’iya, lalu, mungkin, maksud anak harus dijaga dalam Al Quran itu bukan berarti musti ditungguin terus tiap hari… Tapi juga diberi pemahaman kalimah “la ilaha ilallah”. Dengan sendirinya jika kalimah itu tertanam dalam diri sang anak, ia sendiri yang bakal ngejaga dirinya dari hal2 yang merugikan dirinya dan keluarga, insyaAlloh. Nah, itu pulalah tujuan khuruj ini… Menanamkan kalimah toyibah kepada diri sendiri dan anggota keluarga.

    @Bunda Yen Yen:
    Masturoh itu, menuru pemahaman saya, adalah sebuah metode agar sang istri ini paham perkara kerja suami ketika khuruj. Dan juga sebagai metode sang suami untuk belajar lebih menghargai istrinya sebagaimana nilai2 luhur yang dicontohkan oleh baginda rosulullah saw., kepada istri2nya.

    Jadi dikisahkan bahwa rasul saw., ini rela tangannya yang lembut digunakan sebagai pijakan sang istri untuk nauk keatas punggung unta.

    Dikisahkan pula, seletih apapun rasul saw., namun jika beliau melihat istrinya sedang sibuk, maka rasul saw. pasti akan berebut untuk membantu sang istri.

    Tentu kita pasti sering dengar bahwa, “sebaik-baiknya istri adalah istri yang taat pada suaminya”. Namun ternyata kalimat tersebut hanyalah sebuah penggalan yang terusannya kurang lebih. “dan sebaik-baiknya suami adalah yang melayani istrinya.”

    Nah, itulah maksud dari masuroh. Mengenai apasaja yang dilakukan ketika masturoh kurang lebih ta’lim wa ta’lum. Untuk lebih mengetahui, lebih baik bunda coba saya bersama suami bunda. Selamat menikmati bulan madu kedua… ^^

    @Nurim:
    Jadi, 3 ciri da’wah rosul saw., adalah:
    1. Mengajak ta’at kepada Allah swt;
    2. Dengan harta dan diri; dan
    3. Mendatangi ummat, bukan didatangi.

    Memang, pada zaman rosul saw., belum ada media2 yang kita banggakan seperti saat ini, tapi pada saat itu sudah ada media tulisan. Lalu jika begitu, mangapa tidak rosul saw., menyuruh para sahabatnya untuk menulis dan kirimkan saja tulisan2 yang berisi ajakan ta’at tersebut pada setiap kaum? Jadi, asbab hidayah akan turun bukan hanya dengan lisan dan tulisan… Tapi karena ber-mujahadah (bersusah payah).

    @Ayip:
    Mungkin tulisan saya di atas bisa jadi referensi untuk menjawab pertanyaan sodara, teman dan kerabat anda. ^^InsyaAllah.

    Phew… Maaf, klo banyak kata2 yang menyinggung kawan2… Salahnya mutlak karena kebodohan saya, benarnya semata-mata dari Allah saw.

    Dengan Cinta^^,

    Jepiroth

  24. Jepiroth
    December 4th, 2009 at 00:43 | #24

    Assalamu’alaikum… Maaf, ikut nimbrung. Saya cuman mau ikut menuh2in komen artikel ini doang. ^^Heheheheh…

    @Abu Abkariy:
    Iya, mungkin benar. Sodara2 kita yang sering khuruj ini orang yang tidak tahu perkara ilmu. Pertanyaannya tentulah mengapa orang yang tidak berilmu berda’wah? Mungkin, bisa saya jawap… Lha? Orang yang berilmu saja kerjanya hanya diam… Allah swt., utus 124 ribu nabi hanya untuk satu misi, yaitu, kalimah la ilaha ilallah. Rosulullah saw., sebagai penutup para nabi kini telah tiada. Lalu, tugas siapakah yang menyampakan pada kaum2 yang belum kenal kalimah toyibah ini? Bagaimanakah nasib kaum2 di pelosok Irian Jaya sana dan kaum2 pelosok lainnya? Apakah Allah akan kirim nabi lagi? Pasti tidak, kan? Maka dari itu… Umat ahir jaman ni mengemban tugas kenabian. Sebagai penerus tugas rosul saw., hingga hari kiamat kelak.

    Kita saat ini enak2an amalkan amalan agama di atas pengorbanan rosulullah saw., dan pada sahabat r.hum… Sedangkan para misionaris kristen sedang gencar bergerak hingga ke pelosok sekali pun!!!

    Jadi, kembali lagi pada jamaah khuruj ini, mereka ini hanyalah sebuah detik yang mana ketika detik ini bergerak maka akan menggerakan menit. Nah, karena sudah semakin banyaknya detik2 ini bergerak di seluruh dunia, maka, akan sangat senang sekali rasanya jika anda, yang notabene orang yang berilmu (menit), dapat mengajarkan ilmu anda pada kami yang bodoh ini…

    @Teteh Meta:
    Betul. Klo begitu, saya pun mau tanya, gimana klo seandainya suami teteh Meta –klo sudah menikah– kerjaannya ngelonin teteh Meta terus tiap hari di kamar, sedangkan nafkah yang lain diabaikan? Pasti, insyaAllah, jawapannya nyuruh suami teteh keluar rumah untuk cari nafkah, kan? Nah, ternyata nafkah itu, sayangnya, bukan hanya nafkah perut dan bawah perut doang… Ada nafkah iman dan ilmu. Jadi, sebenernya, sodara2 kita yang suka 40 hari ato 4 bulan ninggalin keluarganya ni ternyata karena disuruh sama istrinya masing2!!! Maksudnya, tidak lain dan tidak bukan, untuk menuhin nafkah iman dan ilmu… Gimana, enggak? Dengan asbab khuruj ini, untuk nafkah iman, yang biasanya sang istri tergantung sama suami, tapi ketika suami keluar 40 hari/ 4 bulan, sang istri, mau gak mau, “terpaksa” hanya tergantung sama Alloh. Subhanalloh…
    Lalu, lho, kok, bisa ampe si istri yang nyuruh?? Nah, untuk nafkah ilmu dan agar bisa istri sampe ke kepahaman kayak gitu, itu sebabnya ada masturoh. Masturoh ini bertujuan agar istri ni paham bahwa suami ninggalin mereka bukan untuk perkara yang sia2. Jadi, sodara2 kita yang suka khuruj ini benernya gak ninggalin keluarganya gitu aja… Apalagi tanpa nafkah untuk sehari-hari.

    Coba mari kita sama2 pikir, mereka tinggalin keluarga tuh 3 hari dari sebulan (27 hari buat nafkah dunia, 3 hari nafkah iman dan ilmu), 40 hari dari setahun (320 hari buat nafkah dunia, 40 hari untuk nafkah iman dan ilmu) dan 4 bulan dari 63 tahun –umur rosul saw.– (4 bulan untuk nafkah iman dan sisanya nafkah dunia).

    Lalu, coba kita sama2 renungin lagi… Banyak para istri yang rela ditinggal suaminya berbulan-bulan untuk perkara nafkan perut ke luar kota ataupun ke luar negeri berikut sebenernya, naudzubillah, sang suami selingkuh… Kawin lagi, dsb. Tapi, anehnya, untuk perkara agama yang bener2 sang istri gak jarang ngelarang, malah ada yang sampe ngegugat cerai!!! Astagfirulloh…

    O’iya, lalu, mungkin, maksud anak harus dijaga dalam Al Quran itu bukan berarti musti ditungguin terus tiap hari… Tapi juga diberi pemahaman kalimah “la ilaha ilallah”. Dengan sendirinya jika kalimah itu tertanam dalam diri sang anak, ia sendiri yang bakal ngejaga dirinya dari hal2 yang merugikan dirinya dan keluarga, insyaAlloh. Nah, itu pulalah tujuan khuruj ini… Menanamkan kalimah toyibah kepada diri sendiri dan anggota keluarga.

    @Bunda Yen Yen:
    Masturoh itu, menuru dalam pandangan saya, adalah sebuah metode agar sang istri ini paham perkara kerja suami ketika khuruj. Dan juga sebagai metode sang suami untuk belajar lebih menghargai istrinya sebagaimana nilai2 luhur yang dicontohkan oleh baginda rosulullah saw., kepada istri2nya.

    Jadi dikisahkan bahwa rasul saw., ini rela tangannya yang lembut digunakan sebagai pijakan sang istri untuk nauk keatas punggung unta.

    Dikisahkan pula, seletih apapun rasul saw., namun jika beliau melihat istrinya sedang sibuk, maka rasul saw. pasti akan berebut untuk membantu sang istri.

    Tentu kita pasti sering dengar bahwa, “sebaik-baiknya istri adalah istri yang taat pada suaminya”. Namun ternyata kalimat tersebut hanyalah sebuah penggalan yang terusannya kurang lebih. “dan sebaik-baiknya suami adalah yang melayani istrinya.”

    Nah, itulah maksud dari masuroh. Mengenai apasaja yang dilakukan ketika masturoh kurang lebih ta’lim wa ta’lum. Untuk lebih mengetahui, lebih baik bunda coba saja bersama suami bunda. Selamat menikmati bulan madu kedua… ^^

    @Nurim:
    Jadi, 3 ciri da’wah rosul saw., adalah:
    1. Mengajak ta’at kepada Allah swt;
    2. Dengan harta dan diri; dan
    3. Mendatangi ummat, bukan didatangi.

    Memang, pada zaman rosul saw., belum ada media2 yang kita banggakan seperti saat ini, tapi pada saat itu sudah ada media tulisan. Lalu jika begitu, mangapa tidak rosul saw., menyuruh para sahabatnya untuk menulis dan kirimkan saja tulisan2 yang berisi ajakan ta’at tersebut pada setiap kaum? Jadi, asbab hidayah akan turun bukan hanya dengan lisan dan tulisan… Tapi karena ber-mujahadah (bersusah payah).

    @Ayip:
    Mungkin tulisan saya di atas bisa jadi referensi untuk menjawab pertanyaan sodara, teman dan kerabat anda. ^^InsyaAllah.

    Phew… Maaf, klo banyak kata2 yang menyinggung kawan2… Salahnya mutlak karena kebodohan saya, benarnya semata-mata dari Allah swt.

    Dengan Cinta^^,

    Jepiroth

  25. December 5th, 2009 at 10:41 | #25

    orang yang sedang usaha agama ibarat orang yang sedang berenang dilautan,jadi teruslah berenang jangan berhenti walau gelombang menerpa,jika berhenti kamu akan tenggelam.katakan dalam hati in i kerjaku,ini tanggung jawabku.orang gak mau aku akan terus bekerja.

  26. December 5th, 2009 at 10:48 | #26

    hari ini banytak orang yang merasa tahu,tapi sangat sedikit yang tahu merasa.sebab orang yang merasakan adalah orang yang berbuat,maka yok kita berbuat apa yang Allah suka,walupun manusia tidak suka.doakam saya 4 bulan IPB secepatnya

  27. abdullah
    December 9th, 2009 at 05:31 | #27

    assalamu’alaikum..
    bismillah..
    biasanya orang yang mengaku paling benar adalah tidak benar.. karena yang maha benar adalah Allah…
    bila kita merasa diri kita bodoh maka akan timbul gairah untuk belajar.. maka ALLAH akan tambah ilmu kita dari jalan apapun.. jika kita merasa diri kita orang yang paling pintar maka yang ada timbul rasa ujub, kemudian jadi takabur dan akhirnya sombong.. sehingga tidak mau lagi mendengar pendapat orang lain.. dan allah tidak akan menambah apapun dari orang yang sombong..sombong hanya milik Allah.. tak ada hak makhluk mengambil darinya..

  28. December 16th, 2009 at 04:44 | #28

    ass,
    demikianlah pada zaman ini sudah banyak golongan yang saling bertentangan dalam memahami dakwah Rasulullah SAW sehingga mereka saling membanggakan dirinya dan bukan kelompoknya karena mereka sendiri sebenarnya bingung apakah mereka masuk dalam kelompok yang dikatakan tidak sesat dari 73 golongan dan hanya 1 gol yang masuk jannah, sebab mereka sendiri juga saling berbantahan dan cuma satu kelompok yang selalu dibantah namun selalu berhasil membawa kaum kurafat dan pemuja dosa untuk kembali ke mesjid dan selalu mendakwahkan laa illa ha ilallah kembali itulah jemaah tabligh dan hanya itulah yang ada dan mereka tidak mau membantah sebab kaum yang telah dibinasakan oleh ALLAH SWT adalah kaum yang selalu saling membantah dalam agama satu sama lain dan hanya dengan kerja dakwah sajalah yang haq hingga akhir zaman dan ALLAH SWT sajalah yang telah memberikan kalimat umat terbaik itu bagi yang mengikuti dakwah
    wass

  29. Iwan Nih
    December 17th, 2009 at 20:12 | #29

    Ehmmm…
    Alhamdulillah semua masih dalam Islam…
    saya ajak yg belum islam, mari masuk kedalam islam ucapkan ” Tiada tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad utusan Allah”, maka kita akan mendapat kebahagiaan.
    sahabat2 yg sdh. islam jng. lupa ” musuh kita yg. paling nyata itu adalah Setan..” Coba diulangi kalimat ini, lalu renungkan baik2.
    sebelum pergi menunaikan tugas sebagai manusia sebaiknya segera lunasi hutang-hutang.

  30. Abd. Muis.
    December 23rd, 2009 at 12:12 | #30

    Pengorbanan d jlan agama itu memang perlu. Untuk para Istri, anak, dan keluarga, Jangan pernah takut akan d tinggal oleh Suami dalam hal usaha amalan Agama (DAKWAH). Tuhan adil koq, Allah tidak mungkin akan melihat hambanya dalam kesusahan.
    Wahai Para Sahabat KARKUN, tetap semangat JANGAN MENYERAH, ALLAH akan memberikan Hidayah, Rezeki dan Rahmatan lil alaminnya kepada qt semua dan keluarga yang ditinggalkan…
    AMIIIN………………………
    ALLAHU AKBAR
    LAILAHA ILLALLAH

  31. umar
    January 4th, 2010 at 15:27 | #31

    ia biarkan anjing menggonggong kita tetap buat da’wah………….allah se hota makhluk nehi se hota………..allah kobul parmae…

  32. Nur Aegis
    January 7th, 2010 at 14:53 | #32

    Jamaah Tabligh adalah metode dakwah yang sangat komplit. Jika seseorang ikut keluar (khuruj), itu artinya dia sedang belajar untuk : islah diri, latihan tidak cinta dunia melebihi Allah rasulNya dan berjihad di jalanNya, mengenal dunia yang lebih luas sehingga ia tahu bahwa orang Islam itu bukan hanya orang yang ada di kampung sendiri, belajar bergaul dengan berbagai watak, latihan sabar, kerisauan akan umat, melatih istri/keluarga yang ditinggal untuk tidak tergantung kepada suami tetapi kepada Allah, dan masih banyak lagi.

    Jika ia pulang maka keluarga di rumah diberi contoh tentang amal saleh, tetangga dekat ditengoknya dan diajak untuk amalkan agamanya, tetangga masjid didatangi dan diramaikan dengan berbagai ibadah; misal sholat jamaah, baca Qur’an, dzikir, saling kunjung-mengunjungi, sambung hati, dan masih banyak yang belum disebutkan mengenai aktifitas seorang muslim ketika maqomi di rumah.

    Orang yang tidak faham kegiatannya hanya pandai praduga-duga sehingga yang dilihat hanya keluar …..keluar…..keluar…. lagi-lagi keluar. untuk apa keluar? Kenapa orang yang merantau keluar negeri tidak dusili? Ya karena yang dia lihat uang…. uang…. dan uang. Kan pulang merantau dapat uang, walau bertahun-tahun baru pulang.

    Ada suatu misal; seorang anak kecil berusia 4 tahun, disuguhinya dua buah mobil. Mobil pertama merk BMW buatan Amerika asli, baru lagi. Yang satu lagi adalah mobil mainan yang pakai remote control. Aku bisa menebak kalau anak kecil itu pilih mobil mainan karena lebih gampang diraihnya, karena ia tak tahu harga kedua mobil itu.

    Demikianlah manusia yang tak tahu harga amal saleh tentu ia akan memilih dunia. Karena dunia adalah permainan. Jamaah Tabligh adalah orang-orang Islam yang sedang belajar tahu harga amal saleh dan ingin memberi tahu kepada semua orang tentang harga amal saleh yang harganya lebih besar daripada dunia dan kekal abadi itu, baik kepada diri, keluarga, tetangga maupun saudara muslim seluruh dunia, bahkan umat manusia seluruh alam.

    Mari kita sambut kedatangan dan kerja mereka. Doakan saya agar segera berangkat ke IPB untuk melihat contoh pengamalan Islam yang mendekati amalan para Shababat R. Anhum. Amiin

    Insya Allah.

  33. Ahwat Aegis
    January 7th, 2010 at 15:26 | #33

    Dakwah kewajiban setiap muslim. Jika dakwah harus dengan ceramah maka yang bisa melakukannya hanyalah orang yang berilmu (Alim Ulama) saja. Jamaah Tabligh memberi peluang agar semua muslim ikut ambil bagian dalam dakwah, walau hanya sebagai penata sendal jepit di teras masjid, penyedia air minum dan makan malam bagi penceramah, agar semua punya arti dan kebagian surga sebagai kemahamurahan Allah SWT. Karena sekecil apapun amal akan dibalas.

    Allah….., turunkanlah segera hidayahMU untuk saudara kami muslimin dan muslimat agar agama wujud dalam diri, keluarga dan masyarakat kami, segerakanlah Yaaa Allah …! Amiin.

    Bahkan hidayah itu untuk saudara kami sesama manusia seluruh alam, Ya Allah, demi cintaMU pada kami…….!

  34. January 11th, 2010 at 14:58 | #34

    Doakan saya agar piistiqomahkan dalam usaha dakwah ini…

  35. Al-maki
    January 13th, 2010 at 06:17 | #35

    Dakwah adl…..aq lupa….bgm dl aq mengucapkannya begitu lantang dalam…yg jelas…aq rindu masa2 itu…Doakan sy semua tmn2…semoga Alloh Kekalkan Hidayah….

  36. m.yunus
    January 20th, 2010 at 15:09 | #36

    Alhamdulillah semoga Allah kekalkan kita dalam hidayahNya amin… Ya Allah berilah hidayah engkau kepada semua umat islam dan kepada umat seluruh alam , jadikan kami istiqomah dalam kerja dakwah ini. hidup dalam dakwah, dakwah sampai mati, mati dalam dakwah. insya Allah ana niat 40hr…. amin ya Allah ya rabbal alamin

  37. al bintani
    January 21st, 2010 at 05:11 | #37

    yang namanya manusia terdiri dari 2 unsur utama, JASMANI dan ROHANI, untuk perkara rohani ini perlu ada tarbiyah dan mujahadah barulah manusia itu akan paham mengapa Allah swt menciptakannya.

  38. Lik Peyi
    January 22nd, 2010 at 03:49 | #38

    3 hr, 40 hr, 120 hr bukan maksud, juga bukan untuk meningkatkan da’wah itu sendiri, tetapi sarana tarbiyyah untuk membetulkan keyaqinan kepada Allah, yaqin dengan nizham Ghaib bukan nizham dhahir. 3 hr, 40 hr atau 4 bulan kalau nggak melatih yaqin kepada Nizham Allah maka Imannya tetap rusak yaqin kepada makhluq (asbab2) bukan kepada Rabbul asbab, Begitu kira2 saya dengar bayan.

    lagi lemah iman tapi belum keluar juga

  39. January 27th, 2010 at 10:36 | #39

    Dakwah adalah tugas yang mulia,
    Apa yang kita harapkan dengan dakwah itu??
    Tentunya adalah keridhaan Allah
    Apa yang akan kita dakwahkan kepada umat ini??

    Dakwah yang paling utama adalah dakwah kepada tauhid, menjauhkan umat dari syirik,
    Tauhid menyebabkan kita dimasukkan ke surga
    Syirik menyebabkan kita kekal di neraka,

    Sudahkah kita memiliki ilmu tentang tauhid ini?
    Sudahkah kita tahu apa itu syirik?

    Wahai saudaraku, milikilah ilmu dulu , baru berdakwah,
    Jangan sampai kita dakwah tanpa ilmu,

    Ilmu apa yang wajib kita pelajari?
    Ilmu yang wajib kita pelajari adalah ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya, generasi terbaik umat ini, merekalah para salafushalih,

    Wahai saudaraku, jangan sampai kita berdakwah tanpa ilmu,

  40. February 9th, 2010 at 17:12 | #40

    Imu itu sebelum berkata dan berbuat . . .

  41. lasykarbuku
    February 10th, 2010 at 10:27 | #41

    assalamu’alaikum wr.wb.,
    to the point saja, ikutlah kegiatan dakwah ini 3 hariiiiiiiiiii saja dulu Insya Alloh tuan-tuan akan diberi kepahaman…. marilah kita istighfar mohon ampun kepada Alloh Swt karena selama ini kita sudah melalaikan dakwah. kita ternyata hanya islam KTP (islam Keturunan Tanpa Pengorbanan) wassalam

  42. obie raharjo
    February 15th, 2010 at 03:46 | #42

    Asalamualaikum………..
    Pada intinya umat islam masi banyak cinta dunia, di kaRnakan dari kecil di didik secara yahudi!!!
    Jangan biarkan agama islam ini terkikis oleh kepahaman2 yahudi_
    Seburuk2 ahlak muslim, pasti di hatinya masi melantunkan Nama ALLAH SWt_
    Maka itu kita niatkan sungguh2 dalaM Da’Wah ini
    KoRbankan HaRTa dan diRi kita
    InsYa ALLaH…… ….. …….

    Dunia adalah penjaRa bagi muslim, penjara yg bersifat sementara_

    Dunia adalah SuRga bagi orng kafiR, surga yg bersifat sementara_

  43. wok
    March 3rd, 2010 at 04:19 | #43

    assalamu’alaikum..
    sy adalah se orang pemain band,yang kegiatan sehari2 nya selalu terlibat dr perbuatan2 maksiat…tp alhamdulillah setelah ada orng dr usaha dakwah yang menasihati sy dan ikut bergabung dengan usaha dakwah ini,sy sdh meninggalkan semua perbuatan maksiat..dan metode khuruj ini sy rasakan sngat efektif sekali. setelah mengikuti khuruj 3 hari pemahaman tentang agama,keinginan untuk memperbaiki diri dan motivasi untuk mencari ilmu agama menjadi sangat tinggi..

    Wa’alaikumusslam warahmatullahi wabarakatuh,

    Terimakasih telah datang ke tempat kami.

    Kita perlu banyak bersyukur kepada Allah swt, dikenalkan dengan usaha da’wah yang mulia ini. Sehingga kita dapat belajar kembali dengan agama kita, Al-Islam, yang mulia.

    Dari berbagai kisah yang disampaikan teman-teman kami, sekarang ini banyak kaum muslimin kembali ke pangkuan Al-Islam karena usaha da’wah ini. Beberapa hari yang lalu ada teman lama kami datang ke rumah untuk pamitan karena akan khuruj 4 bulan ke IPB. Dan salah satu kisahnya sekarang ini telah banyak pemain band yang melibatkan diri dalam usaha da’wah.

    Mungkin sdr. mengenal Bapak Gito Rollis yang telah meninggalkan banyak kesan kepada kaum muslimin lainnya. Beliau ini awalnya seorang pemain band yang sangat populer di jamannya, dan setelah mengenal usaha da’wah ini. Beliau banyak berda’wah di lingkungannya dan juga kepada kaum muslimin lainnya.

    Insya Allah, lain waktu kita dapat mudzakarah lagi.

    Insya Allah, di lain waktu kita berbagi.

  44. Lik Peyi
    March 5th, 2010 at 01:43 | #44

    Ustadz Haitan mungkin perlu penjelasan perbedaan Da’wah, Ta’lim dan Tabligh/ Bayan. Setahu saya Ta’lim dan Tabligh hanya sebagian dari Da’wah.
    Contoh Saudara2 kita yang pasang pamflet untuk Daurah di Masjid2 itu bagian da’wah, atau bagi2 buletin dan buku2 gratis (2x ke SA selalu dapat buku2 gratis).

    Ilmu apa untuk bagi2 buku/ buletin dan pasang pamflet, masak harus belajar wudhu dulu.

    Oh ya pingin nanya juga sama ikhwan penuntut Ilmu, apa ilmu Syar’i itu yang dari Thaharah sampai Faraidh? sebagai modal da’wah?

    Jazakumullah

  45. Abi Dzikra Auliya
    March 5th, 2010 at 01:48 | #45

    Assalamualaikum
    Saudaraku semoga Cahaya hidayah tercuah kepada kita semua membahas masalah ikhtlaf sebenarnya perkara yang harus kita hindari. menenai saudara saudara kita yang khuruj itu adalah perbuatan yang mulia dan dianjurkan dalam agama meluangkan waktu untuk belajar agama mengapa harus dipermasalahkan dicari cari dalil agamanya bukankah sudah jelas bagaimana baginda SAW berdakwah mengirimkan utusan utusan ke daerah daerah yag belum mengenal Islam, lalu mengapa ada saudara saudara kita yang memandang hina orang yang khuruj sebagaimana Sayyidina Baginda Ibrahim AS yang hijrah bersama keluarganya dan mendirikan Ka bah, Para Nabi para sahabat Nabi yang makamnya ada di seluruh alam, juga para Auliya Sholihin yang tersebar di seluruh alam juga kisah Wali songo yang berdakwah di Nusantara, suatu rahmat Allah yang besar dengan dikirimkanya jamaah khuruj ke seluruh alam sesungguhnya usaha ini adalah usaha nabi..hanya saja mereka yang menyalahkan belum faham apa maksud dakwah yang sebenarnya… saudaraku ikhwan ikhwan janganlah saling mejelekan suatu golongan selama mereka menegakkan sholat mereka adalah saudara kita, kepada ikhwan Salafi antum adalah saudara muslim kepada saudara jamaah Tablig perbaikan Iman antum juga saudara muslim sesama saudara harus saling mendukung demi kerja dakwah dan kemajuan Islam semoga Rahmat Allah tercurah kepada kita semua dan dibukakan hati kita semua untuk bermakrifah kepada Allah…

    Dari Al faqir Billah
    Abi Diva Dzikra Auliya al Bali
    e mail syukron_yoyon@yahoo.com

  46. nurim
    March 5th, 2010 at 07:13 | #46

    Kepada sahabat-sahabatku semua. melalui media internet ini , alhamdulillahm, kita bisa berbagi ilmu, pengalaman, dll yang baik-baik. tapi dilubuk hati yang paling dalam ini muncul kekhawatiran yang amat sangat tentang pengaruh buruk internet. Karena melalui media internetlah, keburukan yang seburuk-buruknya tersebar ke seluruh dunia, sampai ke pelosok-pelosok (krn internet kan bisa lewat hp juga). Nah apa pandangan sahabat semua sebagai aktifis dakwah mengenai media internet ini dipandang dari segi manfaat dan mudhorotnya? Dan apa pandangan para ulama tabligh berkaitan dengan fenomena ini? Ada yang bisa memberikan pencerahan?

  1. No trackbacks yet.