Menurut Jamaah Tabligh, khuruj itu kewajiban bukan? Kalau dakwah, oke lah kewajiban setiap mukmin. Tapi metode khuruj ini kewajiban bukan?
Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan di myQuran:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,62873.msg1900611.html#msg1900611
Sdr. dan kawan-kawan,
Da’wah merupakan tanggung jawab kaum muslimin, dan metoda untuk menjalankan da’wah ini beragam untuk dilakukan. Tentunya orang-orang yang mempunyai akal dan berpikiran akan bertanya-tanya kenapa jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA bisa tersebar ke berbagai lapisan dan daerah, padahal di jaman itu tidak ada media seperti yang sekarang, tidak ada TV, tidak internet, tidak ada radio? Kenapa di jaman itu bisa tersebar dengan luas, padahal juga jika dilihat di jaman itu awalnya sangat lemah dan jumlahnya sedikit? Kenapa hal itu terjadi?
Terus juga akan bertanya lagi kepada bangsa kita sendiri. Kenapa Al-Islam bisa tersebar di Indonesia? Bukankah di Indonesia mayoritas bukan beragama Islam sebelumnya, melainkan agama hindu ataupun anisme? Kenapa bisa tersebar di jaman itu? Islam tidak disebarkan melalui burung ataupun berita-berita di media? Kenapa bisa tersebar ke seluruh nusantara? Kenapa hal itu terjadi?
Kenapa meskipun media banyak, TV, Internet, Radio, tetapi kenapa banyak juga orang-orang muslim yang berpindah ke dalam agama lain? Kenapa hal itu bisa terjadi? Begitupun dengan orang Islam yang pergi ke Eropa, begitu pindah dulu-dulu banyak yang berubah, yang menggunakan jilbab akhirnya menggunakan celana bikini seperti mereka yang ada di Eropa kebanyakannya? Kenapa hal itu terjadi? Kenapa juga ada orang-orang Indonesia dari jawa yang pergi ke Australia, awalnya mereka itu sholat, tetapi lama-lama turun-turunan mereka lupa dengan agama Al-Islam yang mulia. Kenapa hal itu terjadi? Bukankah telah banyak kitab dicetak?
Khuruj itu salah satu metoda penyebaran, dan juga menyebarkan da’wah melalui media cetak/elektronik itu metoda juga. Kedua-duanya mempunyai peran dalam penyebaran Islam, tetapi tentunya kita harus memahami karakter-karakternya. Kita tidak mungkin melepaskan metoda yang satu, dikarenakan ada metoda lainnya. Begitupun kita tidak mungkin meninggalkan metoda yang asli, karena begitu banyak metoda pilihan lainnya. Metoda yang satu tentunya akan bersifat menyeluruh untuk ummat, tetapi metoda lainnya hanya bisa dijalankan secara pribadi-pribadi yang memang mampu.
Khuruj ini tentunya mempunyai pasangannya, oleh karena itu perlu juga memperhatikan pasangannya yaito maqomi sebagai tempat kita membuat kerja da’wah di tempat sendiri, sedangkan Khuruj untuk melakukan penyebaran da’wah Islam ke tempat lain. Khuruj ini jelas merupakan pola penyebaran yang asli, karena di jaman Nabi dan juga para Shahabat RA ini merupakan pola yang ada bahkan jika kita membaca kisah-kisah para Ulama, maka khuruj ini merupakan hal yang biasa, seperti halnya ketika penyebaran Islam di nusantara, tentunya para Ulama itu datang bukan dengan menyebarkan buletin ataupun media lainnya.
Tentunya aktifitas da’wah itu sendiri beragam ketika dijalankan ketika khuruj ataupun maqomi, tentunya juga perlu bertemu langsung dengan kaum muslimin khususnya ataupun manusia lainnya. Cukup aneh kita mengajak kaum agama lain, sedangkan kita tidak mengingatkan ummat kaum muslimin sendiri. Dalam da’wah ini tentunya ada yang disampaikan melalui (1) penjelasan umum secara ijtimaiyyah (ceramah umum), ada juga dalam bentuk (2) khususi bertemu ke kalangan yang khusus seperti alim, ustadz, sesepuh, ataupun masyarakat yang perlu dikunjungi (3) da’wah umumi dimana kita bertemu dengan kaum muslimin secara langsung apakah di rumahnya ataupun di jalanan, (4) da’wah secara infirodhiyyah, dimana bisa dari hati ke hati untuk menyampaikan agama ketika di masjid atau sedang tenang.
Khuruj dan aktifitas da’wah baru akan bermakna jika dilakukan bertemu langsung serta juga dengan biaya sendiri dan jiwa sendiri. Lalu kita berpikir, bagaimana dengan awalnya Al-Islam, apakah langsung bertemu? Jelas kita akan menjawab bertemu dengan langsung, dan tersebarnya melalui perjalanan itu sendiri.
Jadi Khuruj dan aktifitas da’wah langsung itu merupakan metoda asli yang tidak boleh berhenti untuk ummat Islam, tetapi bukan berarti metoda pilihan lainnya tidak perlu diperhatikan, seperti TV, Radio, CD dsb, tetapi metoda pilihan ini juga tidak boleh dijadikan sebagai pengganti dari metoda asli yang sebenarnya telah ada dari awal perjalanan da’wah Nabi kita sampai penyebarannya di Indonesia dulu.
Dan karena mulai ditinggalkan, maka begitu banyak kaum muslimin yang meninggalkan amal-amal agama kita sendiri. Sehingga jika banyak kaum muslimin menjalankan khuruj dan maqomi ini kurang lebih 100.000 rombongan setiap tahun, diharapkan masjid-masjid akan makmur dengan amal-amal agama dan banyak kembali kaum muslimin yang mengamalkan agama.
Popularity: 100% [?]
Kalau mau lihat Rombongan-rombongan yang Rasulullah SAW kirimkan pada masa-masa awal Islam dapat dilihat di buku Atlas Al-Qur’an. Banyak di jual di toko-toko buku besar. Di sana ada tabel-tabel rombongan2 dikirim Rasul lengkap dengan jumlah rombongan, Tahun pengiriman, siapa amirnya, daerah tujuan, Jumlah kaum musyrikin yang di kunjungi, dll.
Perang adalah solusi terakhir, yang benar dakwah-dakwah dulu. Sudahkan kita dakwah (mengirimkan rombongan, atau dikirim jadi bagian rombongan dakwah).
Assalamu’alaikum wr wb. Umat ini seperti air jk digerakan dg mengikuti usul2 dawah maka akan membwa manfaat, tapi jika dibiarkan bergerak sndri2 tnp usul justru akan merusak
salam tuan….semoga Allah terima ijtima dan sebarkan hidayah seluruh alam…insyallah…doakan ana dari Malaysia…
Yang juga penting tuk para karkun jangan pecah hati. Jangan merasa paling benar,menganggap remeh/salah usaha dakwah yg lain, jangan meninggalkan kesan jelek d masjd (dekil, maksa2, dsb)
Di tempatku rata-rata masjid yg menolak di masuki jamaah tabligh bukan krn tidak setuju dgn maksd dan tujuan jamaah.Tapi krn penampilan dan cara menyampaikan yg kurang berkenan. Contoh : dlm islam kebersihan itu penting tp pakaian jamaah byk yg terkesan kotor,dekil. Cara menaskil orang kadang terlalu maksa bukan dgn hikmah. Kurang menghormati ulama yg blm khuruj padhl blm jaminan yg khuruj itu lebih baik amalnya d hadapan allah. Ini sekedar masukan dari hamba yg doif ini. Wallahu’alam.
DAKWAH KERJA INTI
Dakwah tabligh kerja inTI
Amalan ini usaha haTI
Karena itu luruskan haTI
Gunakan bahasa haTI
Agar mudah menyentuh haTI
Dan tidak pecah haTI
Alloh dan Rosul-Nya wajib ditaaTI
Tertib dakwah harus diikuTI
Agar pengorbanan membawa arTI
Kematian suatu yang pasTI
Niat istiqomah sampai maTI
Sebagai bekal dunia dan akhirat nanTI
Ulama menasehaTI
Kalau ingin iman masuk di haTI
Empat bulan baru didapaTI
DAFTAR NAMA CASH, SEDIA INSYA ALLOH…!
Link ke http://www.dakwahinti.blogspot.com
Doakan ana bisa cepat2 ikut keluar masturoh. Sampai sekarang ana masih terkendala muhrim karena ana belum bisa menggenapkan setengah dien ini.
untuk Aurelia…
semoga segera dapat menggenapkan yang setengah dien lagi, amiin.
Assalamu ‘alaikum,
Ya, akhi… bukankah syarat diterimanya ibadah kita di hadapan Allah:
1. Ikhlas
2. Sesuai dengan tuntunan Rosulullah.
Bukankah di zaman Rosulullah orang yang disuruh untuk mendakwahi para musyrikin itu para sahabat yang ahli ilmu. Yang ilmu agamanya mendalam bukan orang awam.
Juga, bukankah JT dibangun di atas pemahaman Tasawuf? Sedangkan dalam Islam tidak ada Tasawuf.
Agama itu nasehat. Marilah sesama muslim kita saling nasehat menasehati.
Biarkan beragam orang berdakwah menyebarkan Islam. Asal dengan niat Li’I'laa’i Kalimatillah, tanpa ada maksud-maksud politik atau malah materi bin duniawi. Di samping itu, hendaklah tidak ada pikiran-pikiran yang menganggap dirinya paling benar dan sempurna.
alhamdulillah
Admin berkata, “Kita perlu mengikuti Ummar Bin Khatab RA ketika menasehat dan menegur pemabuk, malahan si pemabuk itu menasehati Ummar Bin Khatab RA. Dan Ummar RA menyadari kesalahannya, dan langsung meninggalkan si pemabuk.”
saya meminta, mohon disertai rujukannya yang jelas akan riwayat cerita ini.
assalamualaikum..
saya nak minta article tntang dakwah@tabligh boleh ke?
sebab saya nak buat tntang kajian dakwah tersebut
harap pihak sana dapat memberinya utk myelesaikn kajian tentang dakwah tersebut,,..
syukran
Kitab Hayatus Sahabah adalah sebuah kisah yang menceriterakan kehidupan para sahabat RA, namun sayangnya kitab tersebut banyak memuat riwayat yang Dhoif dan palsu, hal ini dikarenakan, pemahaman jamaah tabligh yang menganggap hadist lemah boleh disampaikan namun tanpa menyertakan syarat-syaratnya. Tolong baca kembali kitab2 Imam An Nawawi dan Imam Ibnu Hajar Asqolani. Sukron
Untuk para saudaraku, hanya satu yang penting yaitu tingkatkan pengorbanan. Jangan lengah karena lihatlah begitu dakwah kita lemah amalan kita sendiri yang akan rontok satu persatu. Biarkan orang bicara apa yang penting kita buat apa yang kita bisa untuk agama ini. Bagi mereka yang belum juga faham Insya Allah akan kita beri pengertian sambil berjalan
ass
saya mau bertanya pakah meninggalkan keluarga lebih baik dari pada menjaga keluarga
sedangkan dalam al quran di jelaskan bahwa anak adalah amanat yANG HARUS di jaga.
??
sedangkan dalam jt kita lihat keluarga terabaikan
trima kasih .wassalam
ass
saya mw bertanya
apakah masturoh itu ??
coba jelaskan apa saja kegiatannya
Ass. Wahai sahabat, doakan ana agar tetap istiqomah dijalan Allah, walaupun dalam kelemahan. Amalan da’wah bisa terjaga dan tidak dijauhkan oleh Allah dari amalan mulia ini,Amiiin.
Assalamu’alaikum… untuk sahabat seiman saya, bagi anda yang berbeda pendapat tentang jamaah tabligh ini, boleh saja & silahkan. tapi untuk menjustifikasi bahwa jamaah tabligh itu bid’ah bin sesat, tar dulu…. Ibarat buah durian, kalau belum pernah lihat sebelumnya, pasti akan “ngeri”. tapi begitu sudah lihat isinya dan merasakannya, anda akan ketagihan dan ta’jub. begitu juga tentang tabligh, cb huznudzan & datang ke M. Jami’ Kebun Jeruk atau ikut khuruj 3 hari dengan niat untuk memperbaiki diri, Insya Allah pandangan anda tentang jamaah tabligh akan berubah. Laailaahaillallah….
banyak orang berkata, dakwah di zaman nabi dilaksanakan spt itu (orang-orang pergi sendiri), karena di zaman itu memang belum ada media canggih spt dizaman ini. Kalau dizaman nabi sudah ada media canggih spt sekarang, mungkin ceritanya akan lain. Bagaimana pendapat pak haitan.
assalamualaikum..
sebelum kita khuruj kita harus berkorban segala nya, dari harta, keluarga, jasmani dan rohani. banyak tmn yg nanya bagaimana keluarga yg di tinggal khuruj smpe 40 hari atau mpe 4 bln, apakah org yg meninggalkan keluarga y mpe selama itu berdosa, karna tdk menapkahkan keluarganya.
terima kasih
Pada semua jemaah, teruslah berjuang untuk perbaikan diri, tebarkan kebaikan dengan mengajak sesama muslim mengamalkan agama. Tak perlu hirau dengan orang-orang yang mencaci, sebaliknya risaulah dan do’akan mereka semoga diberi hidayah oleh Allah SWT. Kritikan merupakan masukan untuk perbaikan metode perjuangan.
Assalamu’alaikum… Maaf, ikut nimbrung. Saya cuman mau ikut menuh2in komen artikel ini doang. ^^Heheheheh…
@Abu Abkariy:
Iya, mungkin benar. Sodara2 kita yang sering khuruj ini orang yang tidak tahu perkara ilmu. Pertanyaannya tentulah mengapa orang yang tidak berilmu berda’wah? Mungkin, bisa saya jawap… Lha? Orang yang berilmu saja kerjanya hanya diam… Allah swt., utus 124 ribu nabi hanya untuk satu misi, yaitu, kalimah la ilaha ilallah. Rosulullah saw., sebagai penutup para nabi kini telah tiada. Lalu, tugas siapakah yang menyampakan pada kaum2 yang belum kenal kalimah toyibah ini? Bagaimanakah nasib kaum2 di pelosok Irian Jaya sana dan kaum2 pelosok lainnya? Apakah Allah akan kirim nabi lagi? Pasti tidak, kan? Maka dari itu… Umat ahir jaman ni mengemban tugas kenabian. Sebagai penerus tugas rosul saw., hingga hari kiamat kelak.
Kita saat ini enak2an amalkan amalan agama di atas pengorbanan rosulullah saw., dan pada sahabat r.hum… Sedangkan para misionaris kristen sedang gencar bergerak hingga ke pelosok sekali pun!!!
Jadi, kembali lagi pada jamaah khuruj ini, mereka ini hanyalah sebuah detik yang mana ketika detik ini bergerak maka akan menggerakan menit. Nah, karena sudah semakin banyaknya detik2 ini bergerak di seluruh dunia, maka, akan sangat senang sekali rasanya jika anda, yang notabene orang yang berilmu, dapat mengajarkan ilmu anda pada kami yang bodoh ini…
@Teteh Meta:
Betul. Klo begitu, saya pun mau tanya, gimana klo seandainya suami teteh Meta –klo sudah menikah– kerjaannya ngelonin teteh Meta terus tiap hari di kamar, sedangkan nafkah yang lain diabaikan? Pasti, insyaAllah, jawapannya nyuruh suami teteh keluar rumah untuk cari nafkah, kan? Nah, ternyata nafkah itu, sayangnya, bukan hanya nafkah perut dan bawah perut doang… Ada nafkah iman dan ilmu. Jadi, sebenernya, sodara2 kita yang suka 40 hari ato 4 bulan ninggalin keluarganya ni ternyata karena disuruh sama istrinya masing!!! Maksudnya, tidak lain dan tidak bukan, untuk menuhin nafkah iman dan ilmu… Gimana, enggak? Dengan asbab khuruj ini, untuk nafkah iman, yang biasanya sang istri tergantung ama suami, tapi ketika suami keluar 40 hari/ 4 bulan, sang istri, mau gak mau, “terpaksa” hanya tergantung sama Alloh. Subhanalloh…
Lalu, lho, kok, bisa ampe si istri yang nyuruh?? Nah, untuk nafkah ilmu dan agar bisa istri ampe kapahaman kayak gitu, itu sebabnya ada masturoh. Masturoh ini bertujuan agar istri ni paham bahwa suami ninggalin mereka bukan untuk perkara yang sia2. Jadi, sodara2 kita yang suka khuruj ini benernya gak ninggalin keluarganya gitu aja… Apalagi tanpa nafkah untuk sehari-hari.
Coba mari kita sama2 pikir, mereka tinggalin keluarga tuh 3 hari dari sebulan (27 hari buat nafkah dunia, 3 hari nafkah iman dan ilmu), 40 hari dari setahun (320 hari buat nafkah dunia, 40 hari untuk nafkah iman dan ilmu) dan 4 bulan dari 63 tahun –umur rosul saw.– (4 bulan untuk nafkah iman dan sisanya nafkah dunia).
Lalu, coba kita sama2 renungin lagi… Banyak para istri yang rela ditinggal suaminya untuk perkara dunia keluar kota ataupun keluar negeri berikut sebenernya, naudzubillah, sang suami selingkuh… Kawin lagi, dsb. Tapi, anehnya, untuk perkara agama yang bener2 sang istri gak jarang ngelarang, malah ada yang sampe ngegugat cerai!!! Astagfirulloh…
O’iya, lalu, mungkin, maksud anak harus dijaga dalam Al Quran itu bukan berarti musti ditungguin terus tiap hari… Tapi juga diberi pemahaman kalimah “la ilaha ilallah”. Dengan sendirinya jika kalimah itu tertanam dalam diri sang anak, ia sendiri yang bakal ngejaga dirinya dari hal2 yang merugikan dirinya dan keluarga, insyaAlloh. Nah, itu pulalah tujuan khuruj ini… Menanamkan kalimah toyibah kepada diri sendiri dan anggota keluarga.
@Bunda Yen Yen:
Masturoh itu, menuru pemahaman saya, adalah sebuah metode agar sang istri ini paham perkara kerja suami ketika khuruj. Dan juga sebagai metode sang suami untuk belajar lebih menghargai istrinya sebagaimana nilai2 luhur yang dicontohkan oleh baginda rosulullah saw., kepada istri2nya.
Jadi dikisahkan bahwa rasul saw., ini rela tangannya yang lembut digunakan sebagai pijakan sang istri untuk nauk keatas punggung unta.
Dikisahkan pula, seletih apapun rasul saw., namun jika beliau melihat istrinya sedang sibuk, maka rasul saw. pasti akan berebut untuk membantu sang istri.
Tentu kita pasti sering dengar bahwa, “sebaik-baiknya istri adalah istri yang taat pada suaminya”. Namun ternyata kalimat tersebut hanyalah sebuah penggalan yang terusannya kurang lebih. “dan sebaik-baiknya suami adalah yang melayani istrinya.”
Nah, itulah maksud dari masuroh. Mengenai apasaja yang dilakukan ketika masturoh kurang lebih ta’lim wa ta’lum. Untuk lebih mengetahui, lebih baik bunda coba saya bersama suami bunda. Selamat menikmati bulan madu kedua… ^^
@Nurim:
Jadi, 3 ciri da’wah rosul saw., adalah:
1. Mengajak ta’at kepada Allah swt;
2. Dengan harta dan diri; dan
3. Mendatangi ummat, bukan didatangi.
Memang, pada zaman rosul saw., belum ada media2 yang kita banggakan seperti saat ini, tapi pada saat itu sudah ada media tulisan. Lalu jika begitu, mangapa tidak rosul saw., menyuruh para sahabatnya untuk menulis dan kirimkan saja tulisan2 yang berisi ajakan ta’at tersebut pada setiap kaum? Jadi, asbab hidayah akan turun bukan hanya dengan lisan dan tulisan… Tapi karena ber-mujahadah (bersusah payah).
@Ayip:
Mungkin tulisan saya di atas bisa jadi referensi untuk menjawab pertanyaan sodara, teman dan kerabat anda. ^^InsyaAllah.
Phew… Maaf, klo banyak kata2 yang menyinggung kawan2… Salahnya mutlak karena kebodohan saya, benarnya semata-mata dari Allah saw.
Dengan Cinta^^,
Jepiroth
Assalamu’alaikum… Maaf, ikut nimbrung. Saya cuman mau ikut menuh2in komen artikel ini doang. ^^Heheheheh…
@Abu Abkariy:
Iya, mungkin benar. Sodara2 kita yang sering khuruj ini orang yang tidak tahu perkara ilmu. Pertanyaannya tentulah mengapa orang yang tidak berilmu berda’wah? Mungkin, bisa saya jawap… Lha? Orang yang berilmu saja kerjanya hanya diam… Allah swt., utus 124 ribu nabi hanya untuk satu misi, yaitu, kalimah la ilaha ilallah. Rosulullah saw., sebagai penutup para nabi kini telah tiada. Lalu, tugas siapakah yang menyampakan pada kaum2 yang belum kenal kalimah toyibah ini? Bagaimanakah nasib kaum2 di pelosok Irian Jaya sana dan kaum2 pelosok lainnya? Apakah Allah akan kirim nabi lagi? Pasti tidak, kan? Maka dari itu… Umat ahir jaman ni mengemban tugas kenabian. Sebagai penerus tugas rosul saw., hingga hari kiamat kelak.
Kita saat ini enak2an amalkan amalan agama di atas pengorbanan rosulullah saw., dan pada sahabat r.hum… Sedangkan para misionaris kristen sedang gencar bergerak hingga ke pelosok sekali pun!!!
Jadi, kembali lagi pada jamaah khuruj ini, mereka ini hanyalah sebuah detik yang mana ketika detik ini bergerak maka akan menggerakan menit. Nah, karena sudah semakin banyaknya detik2 ini bergerak di seluruh dunia, maka, akan sangat senang sekali rasanya jika anda, yang notabene orang yang berilmu (menit), dapat mengajarkan ilmu anda pada kami yang bodoh ini…
@Teteh Meta:
Betul. Klo begitu, saya pun mau tanya, gimana klo seandainya suami teteh Meta –klo sudah menikah– kerjaannya ngelonin teteh Meta terus tiap hari di kamar, sedangkan nafkah yang lain diabaikan? Pasti, insyaAllah, jawapannya nyuruh suami teteh keluar rumah untuk cari nafkah, kan? Nah, ternyata nafkah itu, sayangnya, bukan hanya nafkah perut dan bawah perut doang… Ada nafkah iman dan ilmu. Jadi, sebenernya, sodara2 kita yang suka 40 hari ato 4 bulan ninggalin keluarganya ni ternyata karena disuruh sama istrinya masing2!!! Maksudnya, tidak lain dan tidak bukan, untuk menuhin nafkah iman dan ilmu… Gimana, enggak? Dengan asbab khuruj ini, untuk nafkah iman, yang biasanya sang istri tergantung sama suami, tapi ketika suami keluar 40 hari/ 4 bulan, sang istri, mau gak mau, “terpaksa” hanya tergantung sama Alloh. Subhanalloh…
Lalu, lho, kok, bisa ampe si istri yang nyuruh?? Nah, untuk nafkah ilmu dan agar bisa istri sampe ke kepahaman kayak gitu, itu sebabnya ada masturoh. Masturoh ini bertujuan agar istri ni paham bahwa suami ninggalin mereka bukan untuk perkara yang sia2. Jadi, sodara2 kita yang suka khuruj ini benernya gak ninggalin keluarganya gitu aja… Apalagi tanpa nafkah untuk sehari-hari.
Coba mari kita sama2 pikir, mereka tinggalin keluarga tuh 3 hari dari sebulan (27 hari buat nafkah dunia, 3 hari nafkah iman dan ilmu), 40 hari dari setahun (320 hari buat nafkah dunia, 40 hari untuk nafkah iman dan ilmu) dan 4 bulan dari 63 tahun –umur rosul saw.– (4 bulan untuk nafkah iman dan sisanya nafkah dunia).
Lalu, coba kita sama2 renungin lagi… Banyak para istri yang rela ditinggal suaminya berbulan-bulan untuk perkara nafkan perut ke luar kota ataupun ke luar negeri berikut sebenernya, naudzubillah, sang suami selingkuh… Kawin lagi, dsb. Tapi, anehnya, untuk perkara agama yang bener2 sang istri gak jarang ngelarang, malah ada yang sampe ngegugat cerai!!! Astagfirulloh…
O’iya, lalu, mungkin, maksud anak harus dijaga dalam Al Quran itu bukan berarti musti ditungguin terus tiap hari… Tapi juga diberi pemahaman kalimah “la ilaha ilallah”. Dengan sendirinya jika kalimah itu tertanam dalam diri sang anak, ia sendiri yang bakal ngejaga dirinya dari hal2 yang merugikan dirinya dan keluarga, insyaAlloh. Nah, itu pulalah tujuan khuruj ini… Menanamkan kalimah toyibah kepada diri sendiri dan anggota keluarga.
@Bunda Yen Yen:
Masturoh itu, menuru dalam pandangan saya, adalah sebuah metode agar sang istri ini paham perkara kerja suami ketika khuruj. Dan juga sebagai metode sang suami untuk belajar lebih menghargai istrinya sebagaimana nilai2 luhur yang dicontohkan oleh baginda rosulullah saw., kepada istri2nya.
Jadi dikisahkan bahwa rasul saw., ini rela tangannya yang lembut digunakan sebagai pijakan sang istri untuk nauk keatas punggung unta.
Dikisahkan pula, seletih apapun rasul saw., namun jika beliau melihat istrinya sedang sibuk, maka rasul saw. pasti akan berebut untuk membantu sang istri.
Tentu kita pasti sering dengar bahwa, “sebaik-baiknya istri adalah istri yang taat pada suaminya”. Namun ternyata kalimat tersebut hanyalah sebuah penggalan yang terusannya kurang lebih. “dan sebaik-baiknya suami adalah yang melayani istrinya.”
Nah, itulah maksud dari masuroh. Mengenai apasaja yang dilakukan ketika masturoh kurang lebih ta’lim wa ta’lum. Untuk lebih mengetahui, lebih baik bunda coba saja bersama suami bunda. Selamat menikmati bulan madu kedua… ^^
@Nurim:
Jadi, 3 ciri da’wah rosul saw., adalah:
1. Mengajak ta’at kepada Allah swt;
2. Dengan harta dan diri; dan
3. Mendatangi ummat, bukan didatangi.
Memang, pada zaman rosul saw., belum ada media2 yang kita banggakan seperti saat ini, tapi pada saat itu sudah ada media tulisan. Lalu jika begitu, mangapa tidak rosul saw., menyuruh para sahabatnya untuk menulis dan kirimkan saja tulisan2 yang berisi ajakan ta’at tersebut pada setiap kaum? Jadi, asbab hidayah akan turun bukan hanya dengan lisan dan tulisan… Tapi karena ber-mujahadah (bersusah payah).
@Ayip:
Mungkin tulisan saya di atas bisa jadi referensi untuk menjawab pertanyaan sodara, teman dan kerabat anda. ^^InsyaAllah.
Phew… Maaf, klo banyak kata2 yang menyinggung kawan2… Salahnya mutlak karena kebodohan saya, benarnya semata-mata dari Allah swt.
Dengan Cinta^^,
Jepiroth
orang yang sedang usaha agama ibarat orang yang sedang berenang dilautan,jadi teruslah berenang jangan berhenti walau gelombang menerpa,jika berhenti kamu akan tenggelam.katakan dalam hati in i kerjaku,ini tanggung jawabku.orang gak mau aku akan terus bekerja.
hari ini banytak orang yang merasa tahu,tapi sangat sedikit yang tahu merasa.sebab orang yang merasakan adalah orang yang berbuat,maka yok kita berbuat apa yang Allah suka,walupun manusia tidak suka.doakam saya 4 bulan IPB secepatnya
assalamu’alaikum..
bismillah..
biasanya orang yang mengaku paling benar adalah tidak benar.. karena yang maha benar adalah Allah…
bila kita merasa diri kita bodoh maka akan timbul gairah untuk belajar.. maka ALLAH akan tambah ilmu kita dari jalan apapun.. jika kita merasa diri kita orang yang paling pintar maka yang ada timbul rasa ujub, kemudian jadi takabur dan akhirnya sombong.. sehingga tidak mau lagi mendengar pendapat orang lain.. dan allah tidak akan menambah apapun dari orang yang sombong..sombong hanya milik Allah.. tak ada hak makhluk mengambil darinya..
ass,
demikianlah pada zaman ini sudah banyak golongan yang saling bertentangan dalam memahami dakwah Rasulullah SAW sehingga mereka saling membanggakan dirinya dan bukan kelompoknya karena mereka sendiri sebenarnya bingung apakah mereka masuk dalam kelompok yang dikatakan tidak sesat dari 73 golongan dan hanya 1 gol yang masuk jannah, sebab mereka sendiri juga saling berbantahan dan cuma satu kelompok yang selalu dibantah namun selalu berhasil membawa kaum kurafat dan pemuja dosa untuk kembali ke mesjid dan selalu mendakwahkan laa illa ha ilallah kembali itulah jemaah tabligh dan hanya itulah yang ada dan mereka tidak mau membantah sebab kaum yang telah dibinasakan oleh ALLAH SWT adalah kaum yang selalu saling membantah dalam agama satu sama lain dan hanya dengan kerja dakwah sajalah yang haq hingga akhir zaman dan ALLAH SWT sajalah yang telah memberikan kalimat umat terbaik itu bagi yang mengikuti dakwah
wass
Ehmmm…
Alhamdulillah semua masih dalam Islam…
saya ajak yg belum islam, mari masuk kedalam islam ucapkan ” Tiada tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad utusan Allah”, maka kita akan mendapat kebahagiaan.
sahabat2 yg sdh. islam jng. lupa ” musuh kita yg. paling nyata itu adalah Setan..” Coba diulangi kalimat ini, lalu renungkan baik2.
sebelum pergi menunaikan tugas sebagai manusia sebaiknya segera lunasi hutang-hutang.
Pengorbanan d jlan agama itu memang perlu. Untuk para Istri, anak, dan keluarga, Jangan pernah takut akan d tinggal oleh Suami dalam hal usaha amalan Agama (DAKWAH). Tuhan adil koq, Allah tidak mungkin akan melihat hambanya dalam kesusahan.
Wahai Para Sahabat KARKUN, tetap semangat JANGAN MENYERAH, ALLAH akan memberikan Hidayah, Rezeki dan Rahmatan lil alaminnya kepada qt semua dan keluarga yang ditinggalkan…
AMIIIN………………………
ALLAHU AKBAR
LAILAHA ILLALLAH
ia biarkan anjing menggonggong kita tetap buat da’wah………….allah se hota makhluk nehi se hota………..allah kobul parmae…
Jamaah Tabligh adalah metode dakwah yang sangat komplit. Jika seseorang ikut keluar (khuruj), itu artinya dia sedang belajar untuk : islah diri, latihan tidak cinta dunia melebihi Allah rasulNya dan berjihad di jalanNya, mengenal dunia yang lebih luas sehingga ia tahu bahwa orang Islam itu bukan hanya orang yang ada di kampung sendiri, belajar bergaul dengan berbagai watak, latihan sabar, kerisauan akan umat, melatih istri/keluarga yang ditinggal untuk tidak tergantung kepada suami tetapi kepada Allah, dan masih banyak lagi.
Jika ia pulang maka keluarga di rumah diberi contoh tentang amal saleh, tetangga dekat ditengoknya dan diajak untuk amalkan agamanya, tetangga masjid didatangi dan diramaikan dengan berbagai ibadah; misal sholat jamaah, baca Qur’an, dzikir, saling kunjung-mengunjungi, sambung hati, dan masih banyak yang belum disebutkan mengenai aktifitas seorang muslim ketika maqomi di rumah.
Orang yang tidak faham kegiatannya hanya pandai praduga-duga sehingga yang dilihat hanya keluar …..keluar…..keluar…. lagi-lagi keluar. untuk apa keluar? Kenapa orang yang merantau keluar negeri tidak dusili? Ya karena yang dia lihat uang…. uang…. dan uang. Kan pulang merantau dapat uang, walau bertahun-tahun baru pulang.
Ada suatu misal; seorang anak kecil berusia 4 tahun, disuguhinya dua buah mobil. Mobil pertama merk BMW buatan Amerika asli, baru lagi. Yang satu lagi adalah mobil mainan yang pakai remote control. Aku bisa menebak kalau anak kecil itu pilih mobil mainan karena lebih gampang diraihnya, karena ia tak tahu harga kedua mobil itu.
Demikianlah manusia yang tak tahu harga amal saleh tentu ia akan memilih dunia. Karena dunia adalah permainan. Jamaah Tabligh adalah orang-orang Islam yang sedang belajar tahu harga amal saleh dan ingin memberi tahu kepada semua orang tentang harga amal saleh yang harganya lebih besar daripada dunia dan kekal abadi itu, baik kepada diri, keluarga, tetangga maupun saudara muslim seluruh dunia, bahkan umat manusia seluruh alam.
Mari kita sambut kedatangan dan kerja mereka. Doakan saya agar segera berangkat ke IPB untuk melihat contoh pengamalan Islam yang mendekati amalan para Shababat R. Anhum. Amiin
Insya Allah.
Dakwah kewajiban setiap muslim. Jika dakwah harus dengan ceramah maka yang bisa melakukannya hanyalah orang yang berilmu (Alim Ulama) saja. Jamaah Tabligh memberi peluang agar semua muslim ikut ambil bagian dalam dakwah, walau hanya sebagai penata sendal jepit di teras masjid, penyedia air minum dan makan malam bagi penceramah, agar semua punya arti dan kebagian surga sebagai kemahamurahan Allah SWT. Karena sekecil apapun amal akan dibalas.
Allah….., turunkanlah segera hidayahMU untuk saudara kami muslimin dan muslimat agar agama wujud dalam diri, keluarga dan masyarakat kami, segerakanlah Yaaa Allah …! Amiin.
Bahkan hidayah itu untuk saudara kami sesama manusia seluruh alam, Ya Allah, demi cintaMU pada kami…….!
Doakan saya agar piistiqomahkan dalam usaha dakwah ini…
Dakwah adl…..aq lupa….bgm dl aq mengucapkannya begitu lantang dalam…yg jelas…aq rindu masa2 itu…Doakan sy semua tmn2…semoga Alloh Kekalkan Hidayah….
Alhamdulillah semoga Allah kekalkan kita dalam hidayahNya amin… Ya Allah berilah hidayah engkau kepada semua umat islam dan kepada umat seluruh alam , jadikan kami istiqomah dalam kerja dakwah ini. hidup dalam dakwah, dakwah sampai mati, mati dalam dakwah. insya Allah ana niat 40hr…. amin ya Allah ya rabbal alamin
yang namanya manusia terdiri dari 2 unsur utama, JASMANI dan ROHANI, untuk perkara rohani ini perlu ada tarbiyah dan mujahadah barulah manusia itu akan paham mengapa Allah swt menciptakannya.
3 hr, 40 hr, 120 hr bukan maksud, juga bukan untuk meningkatkan da’wah itu sendiri, tetapi sarana tarbiyyah untuk membetulkan keyaqinan kepada Allah, yaqin dengan nizham Ghaib bukan nizham dhahir. 3 hr, 40 hr atau 4 bulan kalau nggak melatih yaqin kepada Nizham Allah maka Imannya tetap rusak yaqin kepada makhluq (asbab2) bukan kepada Rabbul asbab, Begitu kira2 saya dengar bayan.
lagi lemah iman tapi belum keluar juga
Dakwah adalah tugas yang mulia,
Apa yang kita harapkan dengan dakwah itu??
Tentunya adalah keridhaan Allah
Apa yang akan kita dakwahkan kepada umat ini??
Dakwah yang paling utama adalah dakwah kepada tauhid, menjauhkan umat dari syirik,
Tauhid menyebabkan kita dimasukkan ke surga
Syirik menyebabkan kita kekal di neraka,
Sudahkah kita memiliki ilmu tentang tauhid ini?
Sudahkah kita tahu apa itu syirik?
Wahai saudaraku, milikilah ilmu dulu , baru berdakwah,
Jangan sampai kita dakwah tanpa ilmu,
Ilmu apa yang wajib kita pelajari?
Ilmu yang wajib kita pelajari adalah ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya, generasi terbaik umat ini, merekalah para salafushalih,
Wahai saudaraku, jangan sampai kita berdakwah tanpa ilmu,