System Thinking dan Usaha da’wah & Tabligh
Dear All,
Kami berikan pandangan terhadap beberapa pertanyan yang disampaikan Sdr. Indah Nur Aini, dan hal ini cukup baik untuk disampaikan di sini karena pertanyaannya cukup sangat ilmiah dan berkaitan ilmu modern. Sehingga kami kopikan dalam situs kami untuk membuka wacana. Pertanyaan ini terdapat di http://fospi.wordpress.com/2007/10/02/gerakan-tabligh-dan-realitas-dakwah/#comment-943.
Assalamu’alaikum wr. wb.
Membaca uraian sinkat dari sdr. Haitan, saya jadi tersenyum-senyum sendiri. Sdr. Haitan seolah-olah telah menemukan satu kesamaan praktek kehidupan antara JT dengan kehidupan Rasulullah SAW dengan menggunakan konsep/ilmu “SYSTEM THINKING VIEW” yang katanya merupakan konsep/ilmu “MODERN”. Terus terang saya terkaget-kaget mebacanya. Mengingat telah lama saya berkecimpung dalam area “BADAN SERTIFIKASI” dan “MANAGEMENT SYSTEM CONSULTANT” tapi tidak menemukan apa yang disebut “SYSSTEM THINKING VIEW”
Ada beberapa pertanyaan yang mungkin Sdr. Haitan bisa jawab:
1. Literatur mana yang sdr. pakai dalam mempelajari apa yang sdr. sebut “SYSTEM THINKING VIEW”.
2. Kenapa sdr. menyebut ilmu ini sebagai ilmu modern. Sejauh mana kemoderenannya.
3. Bagaimana sdr. bisa menunjukkan kepada kami bahwa ilmu “SYTEM THINKING VIEW” bisa membuktikan kesamaan praktek kehidupan JT dengan praktek kehidupan Rasulullah SAW.Mungkin ini saja dulu..nanti bisa kita lanjutkan setelah anda memberi penjelasan. Saya yakin jawabannya tidak perlu terlalu panjang karena pertanyaanya memang gampang.
Syukron.
Indah Nur Aini.
Popularity: 18% [?]
Mengherankan jika Mengkritik Tatacara Usaha Da’wah
Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da’wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da’wah yang dibangunnya.
Sangat heran jika ada seorang mahasiswa muslim seenaknya belajar dan tidak mengikuti aturan atau tatacara prosedur yang ditetapkan di lingkungan sekolah yang dimilikinya. Atau juga akan bertambah heran jika seorang muslim yang mengambil program S2 atau S3 tidak mengikuti aturan tatacara yang ditetapkannya, dengan alasan yang terpenting adalah sekolah S2 dan menuntut Ilmu.
Popularity: 46% [?]
Sebagian Kaum Muslimin Selalu Berkomentar Pada Jumlah Hari Khuruj Usaha Da’wah, Tetapi Kerdil dalam Analisa dan Sintesa
Terlalu banyaknya sebagian kaum muslimin (baca: salafi) terhadap jumlah hari Khuruj Da’wah memberikan kerangka analisa dan sintesa yang terlalu kerdil dan mengkerdilkan pola berpikir kaum muslimin. Disinilah kita perlu membuka kerangka analisa dan sintesa yang lebih luas, agar kita tidak terjebak dalam kerangka yang mudah untuk membid’ahkan aktifitas kaum muslimin.
Usaha da’wah ini selalu berhubungan dengan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, oleh karena itu tentunya kita sendiri perlu banyak berhubungan dengan kisah-kisah itu dengan baik. Perihal waktu sebenarnya tidak merupakan hal yang kaku, tetapi setidaknya dengan adanya pola tertib/keteraturan itu akan lebih mudah bagi kaum muslimin sendiri. Para Ulama yang berkecimpung dalam usaha da’wah ini cukup banyak sebagai ahli hadist, oleh karena itu banyak di antaranya menulis syarh hadits hadist yang cukup tebal-tebal.
Perihal waktu itu banyak berhubungan dengan pesan Nabi kita Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan 10%, dan juga tentunya ada beberapa kisah yang berkaitan dengan 3 hari, 40 hari, 4 bulan. Memang kejadiannya sangat berbeda dan juga aktifitasnya berbeda, tetapi setidaknya pola itu dapat dipergunakan untuk ketertiban dan kemudahan bagi kaum muslimin. Karena meskipun berbeda dari aktifitasnya, tetapi mempunyai kedekatan dari proses penyebaran dan juga pengorbanan untuk agama kita yang mulia, Al-Islam. 3 hari kisah Khalid Bin Walid RA, 40 hari berkaitan kisah Ummar Bin Khatab RA, begitupun juga dengan 4 Bulan berkaitan dengan Ummar Bin Khatab RA. Silahkan untuk membuka lembaran kisah itu yang cukup menarik.
Popularity: 24% [?]
Jangan hanya pandai berkomentar terhadap usaha da’wah, tetapi pelajari dengan teliti dan sistematik!
Sekarang telah tumbuh sebagian kalangan kaum muslimin (baca: salafi) yang hanya pandai berkomentar, dan bahkan asal-asalan membid’ahkan tanpa keinginan mendapatkan pandangan berimbang. Oleh karena itu coba kita semua mempelajari secara telit dan sistematika.
Dalam kaidah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah, adalah keyaqinan dalam hati, ikrar dengan lisan dan membuktikan dengan amal-amal sholeh. Dan Iman itu dapat meningkat dengan tetap menjaga amal sholeh, dan iman dapat menurun ketika menjalankan amal-amal maksyiat kepada Allah swt. Ini adalah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah.
Seorang yang berpikiran Sunnah Wal Jama’ah, tentunya harus berusaha, berpikir, dan melaksanakan bagaimana iman dapat meningkat dan menghindari dari iman yang menurun. Karena jika Iman terus menurun, artinya telah banyak amal-amal maksyiat dilaksanakan, sehingga akan menjadi sulit menjalankan amal-amal sholeh lainnya.
Popularity: 30% [?]
Bagaimana Kita Membahas Perihal Khilafiyyah dan Usaha Da’wah Memberikan Kerangka Sistematik
Perbedaan (ikhtilaf) merupakan perkara yang pasti terjadi dalam kehidupan manusia, ketika manusia memandang satu perkara. Tentunya untuk menghadapi perbedaan ini memerlukan satu hikmah tersendiri, tanpa adanya hikmah maka perbedaan itu akan mengakibatkan perpecahan (tafarruq). Dalam Ushul usaha da’wah dan tabligh menjelaskan perkara yang tidak boleh disentuh, yaitu tidak menyentuh khilafiyyah.
Apakah kerangka da’wah dan tabligh ini hanya asal-asalan saja perihal perkara “tidak menyentuh khilafiyyah”. Kami sebelum berkenalan dengan usaha da’wah dan tabligh, sering dinasehati guru-guru kami sendiri untuk berhati-hati dalam perihal khilafiyyah ini. Kalau memang tidak tahu, jangan masuk dalam lingkungan khilafiyyah. Karena akan menimbulkan perpecahan (tafarruq). Seorang guru sepuh kami memberitahukan untuk banyak mempelajari perihal kitab “Bidayatul Mujtahid”, susunan Imam Ibnu Rusd Rah. Beliau menjelaskan bahwa banyak perbedaan, yang biasanya menimbulkan perpecahan di kalangan orang yang tidak mengerti.
Popularity: 18% [?]
Tahdzir itu pelu TERTIB, Tahdzir yang GHULUW akan banyak memberikan mudharatnya
Tahdzir itu memberikan peringatan kepada kaum muslimin pada satu keadaan atau perkara, TETAPI tetap HARUS TERTIB. Kalau Tahdzir TIDAK TERTIB dan bahkan GHULUW, maka hasilnya juga TIDAK TERTIB. Itulah yang banyak terjadi sekarang ini di kalangan kaum muslimin sendiri, bahkan di dalam kalangan internal sebagian kaum muslimin tersebut (baca: Salafi). Sehingga akhirnya memunculkan kontra-produktif dan tidak-harmonis.
Perihal Ghibah yang diperbolehkan itu, silahkan buka inti sari Ihiya Ulumuddin, “Mensucikan Jiwa”, Syeikh Sa’id Hawwa Rah. Dalam buku ini perkara ini diuraikan dengan mudah dan jelas. Oleh karena itu, para Imam dulu, seperti Imam Al-Ghazali Rah, selalu memperhatikan perihal TERTIB. Dan semua perkara TERTIB itu tentunya berlandaskan pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Popularity: 12% [?]
Pendalaman DALIL terhadap Da’wah yang TERTIB tentunya memerlukan proses-proses perbaikan yang terus-menerus dan berkelanjutan
Dear All,
Da’wah Islam merupakan amal Islam yang sangat fundamental untuk diperhatikan dengan baik dan seksama, sehingga tentunya menjalankan da’wah Islam itu tidaklah asal-asalan tetapi perlu dijalankan dengan Tertib. Dan untuk menjaga ataupun membentuk da’wah Islam yang tertib tentunya juga memerlukan satu pendekatan yang baik pula. Artinya perlu proses-proses yang mendorong untuk pembentukan da’wah Islam yang tertib itu.
Da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghujat ataupun meremehkan sebagian kaum muslimin lainnya, bahkan juga kepada ummat-ummat lainnya. Begitupun juga da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghasilkan saling berbantahan di antara pelaku da’wah itu sendiri. Tetapi kita harus menyadari bahwa manusia itu tetap manusia, artinya kekhilafan itu pasti datang, begitupun dengan kami sendiri.
Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan dalam aktifitas da’wah Islam dapat mencapai TERTIB yang lebih dari waktu ke waktu tentunya.
Popularity: 25% [?]
Recent Comments