System Thinking dan Usaha da’wah & Tabligh
Dear All,
Kami berikan pandangan terhadap beberapa pertanyan yang disampaikan Sdr. Indah Nur Aini, dan hal ini cukup baik untuk disampaikan di sini karena pertanyaannya cukup sangat ilmiah dan berkaitan ilmu modern. Sehingga kami kopikan dalam situs kami untuk membuka wacana. Pertanyaan ini terdapat di http://fospi.wordpress.com/2007/10/02/gerakan-tabligh-dan-realitas-dakwah/#comment-943.
Assalamu’alaikum wr. wb.
Membaca uraian sinkat dari sdr. Haitan, saya jadi tersenyum-senyum sendiri. Sdr. Haitan seolah-olah telah menemukan satu kesamaan praktek kehidupan antara JT dengan kehidupan Rasulullah SAW dengan menggunakan konsep/ilmu “SYSTEM THINKING VIEW” yang katanya merupakan konsep/ilmu “MODERN”. Terus terang saya terkaget-kaget mebacanya. Mengingat telah lama saya berkecimpung dalam area “BADAN SERTIFIKASI” dan “MANAGEMENT SYSTEM CONSULTANT” tapi tidak menemukan apa yang disebut “SYSSTEM THINKING VIEW”
Ada beberapa pertanyaan yang mungkin Sdr. Haitan bisa jawab:
1. Literatur mana yang sdr. pakai dalam mempelajari apa yang sdr. sebut “SYSTEM THINKING VIEW”.
2. Kenapa sdr. menyebut ilmu ini sebagai ilmu modern. Sejauh mana kemoderenannya.
3. Bagaimana sdr. bisa menunjukkan kepada kami bahwa ilmu “SYTEM THINKING VIEW” bisa membuktikan kesamaan praktek kehidupan JT dengan praktek kehidupan Rasulullah SAW.Mungkin ini saja dulu..nanti bisa kita lanjutkan setelah anda memberi penjelasan. Saya yakin jawabannya tidak perlu terlalu panjang karena pertanyaanya memang gampang.
Syukron.
Indah Nur Aini.
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Dear Indah Nur Aini dan Kawan-Kawan,
1. Bidang “System Thinking View” biasanya dilaksanakan untuk kalangan pakar yang mendalami satu kejadian melalui pendekatan kesisteman untuk menganalisa dan selanjutnya melakukan tiruan melalui simulasi. Salah satu referensinya adalah “Business Dynamics: System Thinking for Complex World”, John D. Steman, MIT, Irwin-McGraw-Hill, 2000. Bidang ini sangat penting untuk memahami kejadian/proses/prosedur secara menyeluruh, sehingga akan mudah untuk menyusun skenario-skenarionya. Mungkin boleh juga kawan-kawan mendalami bidang “Socio-Technical Thinking” yang merupakan integrasi antara pendekatan sosial dengan teknik untuk menerapkan satu proses ke dalam sistem yang dibangun. Wikipedia memasukan “System Thinking” pada alamatnya http://en.wikipedia.org/wiki/Systems_thinking, silahkan pelajari dengan baik untuk menambah wacana dan pendalaman ilmu.
2. Ilmu ini dipandang sebagai ilmu modern. Apakah itu modern? Untuk mengetahui definisi Modern, maka silahkan masuk ke http://www.thefreedictionary.com/modern. Sekarang ini atau di jaman sekarang ini, selalu kita berhubungan dengan kata “sistem”, misalkan sistem komputer, sistem operasi, sistem database, sistem jaringan, content management system, sistem manajemen, sistem informasi, dsb. Artinya orang berusaha membangun tiruan melalui pendekatan sistem untuk bisa menjelaskannya. Dan jelas dari waktu ke waktu, konsep “System Thinking” ini akan terus masuk ke dalam kehidupan manusia nantinya.
3. Maulana Ilyas Rah Ulama yang membangkitkan kembali pola da’wah dengan silaturahmi dan masjid. Apakah hal ini begitu saja pola usaha da’wah dan tabligh diperolehnya? Itu tidak mungkin, TETAPI melalui proses kajian dan analisa yang dalam terhadap berbagai sumber-sumber Islam, dan bahkan beliau harus langsung ke lapangan untuk melakukan riset ke tataran arab. Coba perhatikan dengan ayat di bawah ini yang sangat makhsyur At-Taubah (9): 100.
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (At-Taubah (9): 100)
Setiap orang, bahkan Ulama, akan mempunyai pendalaman yang berbeda dengan ayat tersebut. Bahkan di kalangan para Shahabat RA sendiri akan mempunyai pandangan yang berbeda terhadap satu kejadian, mungkin kisah Ummar Bin Khatab RA ketika mengajukan pengumpulan dan penulisan Al-quran kepada Abu Bakar RA. Bagaimana Ummar RA bisa menganalisa dan akhirnya mengambil satu keputusan dalam hal itu. Apakah semua para Shahabat RA mempunyai pikiran seperti Ummar RA? Bahkan perhatikan kata-kata yang disampaikan Abu Bakar RA di kala itu?
Mungkin bagi sebagian kalangan ayat itu hal biasa, TETAPI untuk sebagian kalangan ULAMA itu hal yang sangat memberikan kerangka untuk membangun analisa (menguraikan) dan sintesa (membangun ulang melalui peniruan). TETAPI kita TIDAK BOLEH merendahkan Ulama-Ulama lainnya ketika berbeda pandangan, karena hal itu JELAS BERTENTANGAN dengan ayat At-Taubah (9): 100 sendiri.
4. Banyak sekarang ini sebagian kalangan kaum muslimin (kebanyakannya baca: salafi) selalu memberikan pandangan terhadap usaha da’wah dan tabligh ini. Dan kami sendiri hanya menyayangkan, karena penilaian itu terlalu sederhana dan tanpa analisa dan sintesa yang sangat dalam dan teliti. Kami sebutkan beberapa aktifitas dalam usaha da’wah dan tabligh ketika khuruj:
a. Sebelum Khuruj selalu terdapat Bayan Hidayah (penjelasan petunjuk) bagaimana da’wah dan mengisi waktu dengan baik ketika khuruj. Apakah melakukan aktifitas “Bayan Hidayah” ini ASAL-ASALAN tanpa ada kisahnya di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA? Kami berikan salah satu kisah yang sangat makhsyur perihal pesan dan nasehat Rasulullah SAW kepada Muadz Bin Jabal RA ketika akan dikirim ke Yaman. Ini salah satu bentuk “Bayan Hidayah” yang biasa Rasulullah SAW memberikan pesan kepada para Shahabat RA ketika akan menjalankan aktifitas da’wah dan pengajaran di daerah lain, kisah-kisah ini sangat banyak.
b. Sebelum pulang ke rumah dari aktifitas Khuruj, maka selalu diberikan Bayan Tangguh (penjelasan dan nasehat, dan juga meminta karguzari atau aktifitas ketika Khuruj di daerah tertentu). Apakah aktifitas “bayan tangguh” ASAL-ASALAN tanpa ada kisahnya di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA? Orang yang tidak pernah membaca kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA tidak terbiasa dengan kisah-kisah bagaimana para Shahabat RA biasa menyampaikan Karguzari atau mengisahkan pengalamannya.
5. Dan masih banyak lagi aktifitas ketika KHURUJ berusah MENIRU-NIRU dalam kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Itulah yang dilakukan dalam usaha da’wah dan tabligh. Dan kami menemukan hal itu dengan baik, jika mempelajari kitab-kitab para Ulama dulu. Banyak orang menilai, tetapi terlalu sederhana dan ringkas. Kami untuk memahami usaha da’wah dan tabligh akhirnya kami menggunakan “SYSTEM THINKING” agar lebih bisa memahaminya, karena usaha da’wah dan tabligh merupakan tiruan-tiruan kehidupan dari sekian banyak kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.
6. Caranya adalah IKUT, MELIBATKAN DIRI ke dalam aktifitas dan musyawarah, dan KAMI pelajari beberapa kitab ulama dulu untuk memberikan gambarannya karena kebetulan kami mempunyai cukup banyak kitab. Dan ternyata itu memberikan gambaran yang menarik, itulah kami selalu dorong kaum muslimin untuk mengikuti usaha da’wah dan juga kawan-kawan yang telah tejun dalam usaha da’wah untuk selalu berusaha memegangnya dengan baik. Salah satu hasilnya yang kami peroleh itu, adalah 4M. Silahkan kembangkan dan dalami dengan baik.
7. Salah satu yang selalu ditekankan adalah MUSYAWARAH dalam usaha da’wah ini. Dan kita bisa mendapatkan banyak keterangan dalam al-quran dan as-sunnah perihal MUSYAWARAH. Bahkan kalangsan yang selalu menilai usaha da’wah saat ini (baca: salafi) banyak menimbulkan kontra-produktif di dalam kalangannya sendiri, karena TIDAK MENGHIDUPKAN MUSYAWARAH. Padahal hal itu merupakan sunnah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.
8. Kami menganjurkan kepada kaum muslimin termasuk kalangan ahli da’wah dan tabligh untuk mendalami kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah. Karena setelah lama kami perhatikan dengan baik kitab itu, maka kami mendapatkan gambaran yang sangat baik terhadap aktifitas-aktifitas ketika khuruj. Dan itulah usaha da’wah dan tabligh ini menjadi merupakan latihan amal-amal sholeh untuk meningkatkan iman itu sendiri. Dan sangat cocok dengan judul itu “Riyadhush Sholihin” dengan hal yang selalu ditanamkan yaitu “memperbaiki diri”. Kapan kami mendapatkan gambaran itu? Guru kami menasehati untuk selalu membaca kitab itu, dan setelah dibaca bolak-balik dan berkali, akhirnya SEDIKIT ada gambaran terhadap usaha da’wah ini. Itulah kami sangat senang dengan tulisan-tulisan dari Imam Nawawi Rah ini. Mudah-mudahan beliau dilapangkan kuburnya dan juga mendapatkan rahmat Allah swt.
9. “SYSTEM THINKING” sudah kami pergunakan dalam berbagai hal termasuk dalam R&D bidang kami sendiri, silahkan perhatikan http://haitanrachman.wordpress.com. Dan kami dengan adanya pendekatan ini, kami mendapatkan satu proses 4M (Muhasabah, Mudzakarah, Musyawarah, dan Mujahadah) melalui usaha da’wah ini setelah sekian lama dalami. Silahkan kaji dengan ilmu yang kawan-kawan pelajari, apakah teori kami 4M itu keliru dan tidak ada landasannya.
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Dear Indah Nur Aini dan Kawan-Kawan,
1. Bidang “System Thinking View” biasanya dilaksanakan untuk kalangan pakar yang mendalami satu kejadian melalui pendekatan kesisteman untuk menganalisa dan selanjutnya melakukan tiruan melalui simulasi. Salah satu referensinya adalah “Business Dynamics: System Thinking for Complex World”, John D. Steman, MIT, Irwin-McGraw-Hill, 2000. Bidang ini sangat penting untuk memahami kejadian/proses/prosedur secara menyeluruh, sehingga akan mudah untuk menyusun skenario-skenarionya. Mungkin boleh juga kawan-kawan mendalami bidang “Socio-Technical Thinking” yang merupakan integrasi antara pendekatan sosial dengan teknik untuk menerapkan satu proses ke dalam sistem yang dibangun. Wikipedia memasukan “System Thinking” pada alamatnya http://en.wikipedia.org/wiki/Systems_thinking, silahkan pelajari dengan baik untuk menambah wacana dan pendalaman ilmu.
2. Ilmu ini dipandang sebagai ilmu modern. Apakah itu modern? Untuk mengetahui definisi Modern, maka silahkan masuk ke http://www.thefreedictionary.com/modern. Sekarang ini atau di jaman sekarang ini, selalu kita berhubungan dengan kata “sistem”, misalkan sistem komputer, sistem operasi, sistem database, sistem jaringan, content management system, sistem manajemen, sistem informasi, dsb. Artinya orang berusaha membangun tiruan melalui pendekatan sistem untuk bisa menjelaskannya. Dan jelas dari waktu ke waktu, konsep “System Thinking” ini akan terus masuk ke dalam kehidupan manusia nantinya.
3. Maulana Ilyas Rah Ulama yang membangkitkan kembali pola da’wah dengan silaturahmi dan masjid. Apakah hal ini begitu saja pola usaha da’wah dan tabligh diperolehnya? Itu tidak mungkin, TETAPI melalui proses kajian dan analisa yang dalam terhadap berbagai sumber-sumber Islam, dan bahkan beliau harus langsung ke lapangan untuk melakukan riset ke tataran arab. Coba perhatikan dengan ayat di bawah ini yang sangat makhsyur At-Taubah (9): 100.
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”.
Setiap orang, bahkan Ulama, akan mempunyai pendalaman yang berbeda dengan ayat tersebut. Bahkan di kalangan para Shahabat RA sendiri akan mempunyai pandangan yang berbeda terhadap satu kejadian, mungkin kisah Ummar Bin Khatab RA ketika mengajukan pengumpulan dan penulisan Al-quran kepada Abu Bakar RA. Bagaimana Ummar RA bisa menganalisa dan akhirnya mengambil satu keputusan dalam hal itu. Apakah semua para Shahabat RA mempunyai pikiran seperti Ummar RA? Bahkan perhatikan kata-kata yang disampaikan Abu Bakar RA di kala itu?
Mungkin bagi sebagian kalangan ayat itu hal biasa, TETAPI untuk sebagian kalangan ULAMA itu hal yang sangat memberikan kerangka untuk membangun analisa (menguraikan) dan sintesa (membangun ulang melalui peniruan). TETAPI kita TIDAK BOLEH merendahkan Ulama-Ulama lainnya ketika berbeda pandangan, karena hal itu JELAS BERTENTANGAN dengan ayat At-Taubah (9): 100 sendiri.
4. Banyak sekarang ini sebagian kalangan kaum muslimin (kebanyakannya baca: salafi) selalu memberikan pandangan terhadap usaha da’wah dan tabligh ini. Dan kami sendiri hanya menyayangkan, karena penilaian itu terlalu sederhana dan tanpa analisa dan sintesa yang sangat dalam dan teliti. Kami sebutkan beberapa aktifitas dalam usaha da’wah dan tabligh ketika khuruj:
a. Sebelum Khuruj selalu terdapat Bayan Hidayah (penjelasan petunjuk) bagaimana da’wah dan mengisi waktu dengan baik ketika khuruj. Apakah melakukan aktifitas “Bayan Hidayah” ini ASAL-ASALAN tanpa ada kisahnya di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA? Kami berikan salah satu kisah yang sangat makhsyur perihal pesan dan nasehat Rasulullah SAW kepada Muadz Bin Jabal RA ketika akan dikirim ke Yaman. Ini salah satu bentuk “Bayan Hidayah” yang biasa Rasulullah SAW memberikan pesan kepada para Shahabat RA ketika akan menjalankan aktifitas da’wah dan pengajaran di daerah lain, kisah-kisah ini sangat banyak.
b. Sebelum pulang ke rumah dari aktifitas Khuruj, maka selalu diberikan Bayan Tangguh (penjelasan dan nasehat, dan juga meminta karguzari atau aktifitas ketika Khuruj di daerah tertentu). Apakah aktifitas “bayan tangguh” ASAL-ASALAN tanpa ada kisahnya di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA? Orang yang tidak pernah membaca kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA tidak terbiasa dengan kisah-kisah bagaimana para Shahabat RA biasa menyampaikan Karguzari atau mengisahkan pengalamannya.
5. Dan masih banyak lagi aktifitas ketika KHURUJ berusah MENIRU-NIRU dalam kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Itulah yang dilakukan dalam usaha da’wah dan tabligh. Dan kami menemukan hal itu dengan baik, jika mempelajari kitab-kitab para Ulama dulu. Banyak orang menilai, tetapi terlalu sederhana dan ringkas. Kami untuk memahami usaha da’wah dan tabligh akhirnya kami menggunakan “SYSTEM THINKING” agar lebih bisa memahaminya, karena usaha da’wah dan tabligh merupakan tiruan-tiruan kehidupan dari sekian banyak kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.
6. Caranya adalah IKUT, MELIBATKAN DIRI ke dalam aktifitas dan musyawarah, dan KAMI pelajari beberapa kitab ulama dulu untuk memberikan gambarannya karena kebetulan kami mempunyai cukup banyak kitab. Dan ternyata itu memberikan gambaran yang menarik, itulah kami selalu dorong kaum muslimin untuk mengikuti usaha da’wah dan juga kawan-kawan yang telah tejun dalam usaha da’wah untuk selalu berusaha memegangnya dengan baik. Salah satu hasilnya yang kami peroleh itu, adalah 4M. Silahkan kembangkan dan dalami dengan baik.
7. Salah satu yang selalu ditekankan adalah MUSYAWARAH dalam usaha da’wah ini. Dan kita bisa mendapatkan banyak keterangan dalam al-quran dan as-sunnah perihal MUSYAWARAH. Bahkan kalangsan yang selalu menilai usaha da’wah saat ini (baca: salafi) banyak menimbulkan kontra-produktif di dalam kalangannya sendiri, karena TIDAK MENGHIDUPKAN MUSYAWARAH. Padahal hal itu merupakan sunnah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.
8. Kami menganjurkan kepada kaum muslimin termasuk kalangan ahli da’wah dan tabligh untuk mendalami kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah. Karena setelah lama kami perhatikan dengan baik kitab itu, maka kami mendapatkan gambaran yang sangat baik terhadap aktifitas-aktifitas ketika khuruj. Dan itulah usaha da’wah dan tabligh ini menjadi merupakan latihan amal-amal sholeh untuk meningkatkan iman itu sendiri. Dan sangat cocok dengan judul itu “Riyadhush Sholihin” dengan hal yang selalu ditanamkan yaitu “memperbaiki diri”. Kapan kami mendapatkan gambaran itu? Guru kami menasehati untuk selalu membaca kitab itu, dan setelah dibaca bolak-balik dan berkali, akhirnya SEDIKIT ada gambaran terhadap usaha da’wah ini. Itulah kami sangat senang dengan tulisan-tulisan dari Imam Nawawi Rah ini. Mudah-mudahan beliau dilapangkan kuburnya dan juga mendapatkan rahmat Allah swt.
9. “SYSTEM THINKING” sudah kami pergunakan dalam berbagai hal termasuk dalam R&D bidang kami sendiri, silahkan perhatikan http://haitanrachman.wordpress.com. Dan kami dengan adanya pendekatan ini, kami mendapatkan satu proses 4M (Muhasabah, Mudzakarah, Musyawarah, dan Mujahadah) melalui usaha da’wah ini setelah sekian lama dalami. Silahkan kaji dengan ilmu yang kawan-kawan pelajari, apakah teori kami 4M itu keliru dan tidak ada landasannya.
Popularity: 26% [?]
Usaha dakwah ini adalah syarat wajib untuk apa-apa yang menjadi cita-cita bersama,
1. Jika ingin menegakkan Khalifah Islamiyah sekaligus memperbaiki ubudiah umat yang sesuai dengan surat An Nur ayat 55 , maka harus di usahakan iman yakin dan amal sholeh. Iman meningkat dengan amal-amal ketaatan, sebagaimana yang telah diusahakan para da’i untuk iktikaf di masjid dan melakukan amal-amal ketaatan baik wajib maupun sunnah. Begitu pula ubudiah umatpun akan secara otomatis diubah jika umat mau benar-benar beriman dan beramal sholeh.
2. Jika ingin meniru gerasi salafus sholih yang sesuai dengan surat At Taubah ayat 100 , maka harus diusahakan meniru-niru sifat-sifat generasi terdahulu(Muhajirin dan Anshor) yaitu sifat berhijrah dan menolong orang yang berhijrah di Jalan Allah), dan proses meniru-niru ini dapat mudah dipraktekan dengan sarana Khuruj fi sabilillah dan Nusroh alias amal intiqoli dan amal maqomi. Namun yang belum pernah ikut terlibat banyak yang tidak paham akan usaha ini.
3. Jika ingin Umat Islam bergerak dan berjuang dengan suatu barisan yang rapi , maka diperlukan musyawarah (Surat Asyura ayat 38). Dan ini dilakukan pula dengan baik dengan Musyawarah rutiin baik harian di mahalah, mingguan di halaqoh maupun markaz, musyawarah bulanan di halaqoh maupun markaz, musyawarah tahunan, jord maupun Ijtima yang semuanya merupakan satu kesatuan dalam rangka mengusahakan dakwah ilallah. Sehingga tiap pekerja dakwah setidaknya mengetahui apa saja perubahan dan perkembangan dakwah di seluruh dunia dan menjauhkan dari kemungkinnan berpecah belah dalam dakwah.
Jadi untuk sesuatu yang telah di janjikan Allah Azza wa Jalla, tidak melulu lagi untuk menggembar-gemborkannya namun tinggal usahakan untuk memenuhi syarat-syaratnya maka janji Allah tak akan pernah meleset. Insya Allah.
Wallahu’alam
jika ingin berjaya maka kita harus megikuti contoh org yg sukses!, yang berjaya didunia dan diakhirat hanyalah para sahabat ra! tdk ada cara lain, selain ikuti cara rasulullah saw
Merubah kemungkaran menjadi ma’ruf:
- Biasa memakai Internet untuk hal yang sia-sia dan maksiat dirubah menjadi internet untuk da’wah ila Allah. (meskipun rasul tak pernah mencontohi dakwah pakai internet insya Allah makruf)
- Biasa mempunyai program sia-sia dan maksiat , dirubah menjadi program peningkatan iman dan amal shaleh.
- Biasa mengatur kejahatan, dirubah menjadi biasa mengatur hal-hal kebaikan.
- Biasa rapat untuk menyusun rencana jahat, dirubah menjadi musyawarah untuk merencanakan program amal sholeh.
cocok banget ini kalau disebut program amar makruf nahy mungkar .
diberi akal dan pikiran dan pentunjuk oleh Allah jalla wa ‘ala harus di manfaatkan sebaik baiknya.
SubhanaAllah …
Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan dasar kebenaran, & dengan itu pula mereka berlaku adil. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur ke arah kebinasaan, dengan cara yang mereka tidak ketahui.(Al-A’rof: 181-182)
n_n
Sesungguhnya org2 yg tdk mengharapkan tdk percaya akan pertemuan dgn Kami, & merasa puas dgn kehidupan dunia serta merasa tentram dgn kehidupan itu, & org2 yg melalaikan ayat2 Kami, mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yg telah mereka lakukan. Sesungguhnya org2 yg beriman & mengerjakan kebajikan,niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yg penuh dgn keni’matan, mengalir di bawahnya sungai2.
(Yunus: 7-9)
n_n