Home > Uncategorized > Usaha Da’wah memberikan jalan yang mudah untuk menarik kaum muslimin dalam berbagai lapisan dan latar belakang untuk banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA

Usaha Da’wah memberikan jalan yang mudah untuk menarik kaum muslimin dalam berbagai lapisan dan latar belakang untuk banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA

Kisah-Kisah Rasulullah dan Para Shahabat RA, Enam Sifat Para Shahabat RA, Adab-Adab Islam, Fadhilah-Fadhilah Amal yang banyak diutarakan, dibacakan dan dilatihkan langsung dalam usaha da’wah, tidak hanya sebagai wacana-ke-wacana telah membuka kesempatan kaum muslimin untuk lebih berdekatan dengan lautan nasehat Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA yang telah banyak ditulis para Ulama.

Dalam hal ini memerlukan kurikulum dan silabus yang konsisten, fokus dan sistematik, bukan kurikulum yang luas, melebar, detail, karena tentunya kurikulum yang luas, detail dan melebar tidak untuk seluruh kaum muslimin, dan juga tentunya tidak dapat dilakukan secara umum dan tersebar di berbagai lapisan dan tingkatan kaum muslimin.

Usaha da’wah telah memberikan kurikulum secara ijtima’iyyah yang memungkinkan semua lapisan dan tingkatan kaum muslimin dapat mempelajarinya dengan baik, yaitu:

(1) Kitab-Kitab Fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah,

(2) Kitab Hayatush Shahabat RA, Maulana Yusuf Rah,

(3) Kitab Al-hadistul Muntakhabah, Maulana Yusuf Rah,

(4) Kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah,

Masih banyak kitab/buku yang ditulis kalangan Ulama usaha da’wah, tetapi hal itu merupakan pendalaman secara infirodhiyyah untuk menambah pengetahuan, tentunya yang bersemangat akan mempelajarinya dengan baik pula, disamping dengan tulisan-tulisan para Ulama lainnya seperti yang kami sampaikan dalam tulisan sebelumnya dalam “Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (six point) Maulana Yusuf Rah dan Enam Sifat Para Shahabat RA, sebuah proses pengajaran awal dan konsisten untuk membuka lebih luas terhadap pengajaran Islam”.

Dan kami sendiri mendapatkan beberapa buku lainnya yang dapat meningkatkan kepahaman terhadap Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA, sebagai sebuah generasi yang telah mendapatkan kejayaan dan kesuksesan di dunia dan akherat.

Kitab-Kitab yang ditulis Para Ulama ini begitu banyak dan tentunya mempunyai pola sistematik dan pendalaman yang berbeda-beda pula. Bagi kebanyakan mayoritas kaum muslimin tentunya hal ini akan menjadi satu hal yang sangat berat. Dan diperlukan cara pendekatan yang mana tujuan utamanya yaitu banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA ini dapat terwujud, sehingga kaum muslimin sendiri mengetahui bahwa kesuksesan dan kejayaan itu bergantung sejauh mana ketaatan kepada Allah swt dan Rasulullah SAW. Generasi para Shahabat RA merupakan generasi yang telah membuktikan hal itu.

Mengambil sumber-sumber, menyusun, mensarikan kembali ke dalam bentuk kurikulum dan silabus yang dapat berlaku ke berbagai lapisan dan tersebar ke seluruh bagian di dunia ini, hal ini tidak mudah. Karena tentunya memerlukan orang-orang yang bersedia menyebarkannya, dan juga apa yang disebarkannya itu mudah dipahami banyak lapisan.

Kami yang sempat berhubungan dengan dunia pendidikan sekolah tinggi bidang teknologi informasi, dan juga kemadrasahan Islam merasakan hal ini cukup sulit dan tidak mudah. Seorang guru yang baik adalah memberikan landasan atau pola yang memungkinkan murid-muridnya dapat berkembang di waktu akan datang. Tidaklah mungkin diberikan macam-macam materi ke seluruh kaum muslimin, seperti dilakukannya di perguruan tinggi Islam atau madrasah-madrasah yang sudah tertata dengan baik.

Usaha da’wah telah memberikan pola, pendekatan, kerangka, kurikulum, program dsb yang berkaitan dengan pengajaran Islam dalam tubuh kaum muslimin, dan Usaha Da’wah ini selalu menekankan pada Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA, karena memang generasi ini yang telah mendapatkan satu kesuksesan di dunia dan di akherat menurut berita dalam Al-quran sendiri.

Kisah-Kisah Rasulullah dan Para Shahabat RA, Enam Sifat Para Shahabat RA, Adab-Adab Islam, Fadhilah-Fadhilah Amal , serta juga dengan buku-buku yang banyak dibaca dan diulang-ulang telah memberikan pendekatan pengajaran yang fokus, sistematis, mudah, konsisten, sehingga banyak lapisan kaum muslimin dapat berinteraksi.

Dan bahasan-bahasan yang diutarakan dalam usaha da’wah dan tabligh ini merupakan bahasan-bahasan mendasar yang sebenarnya seluruh kaum muslimin secara umum mengetahui dengan baik, seperti perihal Sholat, Silaturahmi, Memakmurkan Masjid, Dzikir, Baca Quran, Da’wah, Ikhlash, Shabar, dsb. Yang mana sebenarnya para Ulama dari generasi-ke-generasi selalu juga menekankan hal itu. Hal ini kita dapat perhatikan dengan baik dari buku-buku para Ulama dulu sendiri.

Dan melalui kitab-kitab yang sering dibacanya secara ijtima’iyyah yaitu :

(1) Kitab-Kitab Fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah,

(2) Kitab Hayatush Shahabat RA, Maulana Yusuf Rah,

(3) Kitab Al-hadistul Muntakhabah, Maulana Yusuf Rah,

(4) Kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah,

Memudahkan banyak lapisan dan beragam kaum muslimin untuk banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA in. Ditambah dengan adab-adab Islam, Mudzakarah Enam Sifat, Ushul-Ushul Da’wah yang kebanyakannya hal itu tidak dituliskan ke dalam buku-buku yang dibaca secara Ijtima’iyyah, tetapi dalam bentuk mudzakarah-mudzakarah yang mudah dipahami dan langsung dipraktekan, sehingga menambah kemudahan dalam pengajaran Al-Islam itu.

Dan tentunya bagi sebagian kalangan kaum muslimin yang mempunyai semangat mencari Ilmu dan mendalaminya, akan mencari dan mempelajari melalui kitab-kitab lainnya untuk mendukung dan meningkatkan kepahaman terhadap adab-adab Islam, Enam Sifat, Ushul-Ushul Da’wah; misalkan saja seperti kitab-kitab yang kami sebutkan dalam tulisan sebelumnya  “Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (six point) Maulana Yusuf Rah dan Enam Sifat Para Shahabat RA, sebuah proses pengajaran awal dan konsisten untuk membuka lebih luas terhadap pengajaran Islam”.
Sehingga usaha da’wah telah memberikan jalan yang sangat mudah, sistematik, efisien, efektif, kurikulum yang konsisten bagi kaum muslimin untuk banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA. Dan hal ini dilakukan secara Ijtima’iyyah di seluruh dunia, sehingga pengaruhnya akan berdampak seluruh dunia juga.

Akan sangat sulit dan bahkan tidak efisien bagi kebanyakan/mayoritas kaum muslimin dengan menggunakan kurikulum yang luas, mendalam dan melebar, karena kemampuan dan tingkatan kaum muslimin sendiri berbeda-beda. Sehingga akan sulit fokus, konsisten dalam pendalamannya.

Inilah yang kami dapatkan ketika kami sendiri berhubungan dengan pengembangan madrasah Islam bahwa menyusun dan menetapkan buku/kitab yang dibaca secara Ijtimai’yyah itu tidak mudah, jika berkeinginan berlaku untuk seluruh lapisan kaum muslimin di seluruh dunia. Dan Usaha da’wah telah membuktikannya, dan sekarang buku-buku tersebut banyak dibaca kalangan kaum muslimin di seluruh dunia, setelah begitu tersebarnya usaha da’wah ini.

(1) Kitab-Kitab Fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah,

(2) Kitab Hayatush Shahabat RA, Maulana Yusuf Rah,

(3) Kitab Al-hadistul Muntakhabah, Maulana Yusuf Rah,

(4) Kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah,

Sekarang ini kaum muslimin mengadakan pengajian-pengajian di masjid-masjid, hanya saja kurikulum dan silabus itu kadangkala beragam. Dan memang sudah waktunya masjid-masjid kaum muslimin, khususnya di Indonesia, untuk dapat membacakan buku-buku Islam secara Ijtima’iyyah, artinya yang dapat di dengarkan secara masyarakat luas di masjid-masjid. Tanpa adanya proses Ijtima’iyyah dalam pengajaran, maka akhirnya terbentuk dalam pulau-pulau pendalaman. Tidak adanya satu kerangka yang sama.

Sedangkan untuk pendalaman-pendalaman khusus, maka tentunya masjid-masjid juga perlu membuka kelas-kelas secara bertingkat, sehingga akan menghasilkan para Ulama atau ustadz di masa depannya. Kaum muslimin perlu adanya kelas Umum dan Kelas Khusus di masjid-masjid. Dan usaha da’wah telah memberikan sarana mudah untuk membentuk kelas Umum melalui kitabnya yang telah banyak dibacanya. Itulah perlunya Ta’lim Masjid harian.

Para Ulama dulu sebenarnya telah berusaha menyusun dan mengajarkan kepada murid-muridnya, dan masih ada yang terus berkelanjutan sekarang ini. Misalkan saja pengajaran Kitab Imam Bukhari, masih ada sekarang ini pengajaran Kitab tersebut yang berhubungan sampai ke Imam Bukharinya sendiri. Tetapi hal itu sangat jarang.

Mudah-mudahan Ta’lim Umum Harian dan juga Ta’lim Khusus di masjid-masjid kaum muslimin akan tambah tumbuh, dan untuk hal itu perlu banyak belajar khuruj lagi dan lagi. Supaya kita kaum muslimin menambah satu pandangan bahwa Masjid ini merupakan sarana yang paling.

Para penulis kitab yang kami sebutkan di atas itu termasuk dari Ulama-Ulama yang belajar sampai ke Ulama-Ulama sebelumnya. Dan kami pernah mendapatkan satu teman yang lama tinggal di pesantren kami, ketika belajar kitab Imam Tirmidzi di Pakistan ternyata sampai juga ke Imam Tirmidzi Rah.  Mudah-mudahan akan banyak lagi kaum muslimin seperti Para Ulama itu dan juga teman kami yang belajarnya sampai ke Imam yang pertama.

Para Penulis kitab di atas tentunya berkeinginan bagaimana kaum muslimin ini dapat berhubungan dengan nasehat-nasehat Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA, tentunya juga mengamalkannya dalam kehidupan kaum muslimin tidak hanya sebagai wacana. Maka tentunya diperlukan satu jalan atau pendekatan, yaitu kurikulum yang fokus, sistematik, konsisten yang dapat dijadikan sebagai awal perjalanan dalam proses pendalaman Al-Islam.

Para Ulama yang berkecimpung dalam usaha da’wah, serta juga memiliki kepakaran dalam Al-Islam, maka terbentuklah keranka pengajaran Al-Islam yang fokus, konsisten, tidak terlalu melebar, mudah, yang dapat melibatkan semua lapisan dan tingkatan kaum muslimin dan tersebar di seluruh dunia.

Dengan harapan dari waktu ke waktu akan tumbuh kalangan Ulama, alim, ustadz dsb yang dapat memberikan pengajaran Al-Islam. Dan kami pernah mendapatkan berita dari Muslim Inggris sekitar tahun tahun 1990-an, bahwa di Inggris hampir tiap tahun dikirimnya 1.000 hafidz untuk menjadi Imam di Bulan Ramadhan. Artinya pertumbuhan itu ada, dan bahkan jumlah kaum muslimin serta juga masjid terus bertambah.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk menjaga dua kali Ta’lim Harian, satu di masjid kita dan satu di rumah kita, terhadap pengajaran Al-Islam terhadap kitab-kitab Ijtima’iyyah:

(1) Kitab-Kitab Fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah,

(2) Kitab Hayatush Shahabat RA, Maulana Yusuf Rah,

(3) Kitab Al-hadistul Muntakhabah, Maulana Yusuf Rah,

(4) Kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah,

Dan jika ada kesempatan, maka biasakanlah untuk membaca sendiri kitab-kitab itu, dan juga menambah lagi dari tulisan-tulisan dari Ulama lainnya, Insya Allah, kami akan tuliskan kitab-kitab yang cukup bagus untuk dipelajari. Dan juga berusaha menghafal sebagiannya, semangat menghafal Al-quran dan As-Sunnah telah banyak dijelaskan para Ulama, termasuk dalam kitab fadhilah Quran Maulana Dzakaria Rah.

Insya Allah, kami lanjutkan dalam tulisan “Seberapa banyak kita membaca lembaran-lembaran kitab Ijtima’iyyah dalam ta’lim harian”.

Popularity: 16% [?]

Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.