APAKAH SALAFI-SALAFI WAHABI INI MENYADARI TIDAK BAHWA SEBAGIAN MEREKA TELAH MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN DENGAN JUDUL-JUDUL YANG MENGANDUNG FITNAH BUSUK ITU?
Dear All,
Kami kira dengan adanya pandangan berimbang terutama berkaitan dengan judul-judul yang aneh yang dilontarkan sebagian salafi-wahabi, seperti di situs ini dengan judul :
- http://ustadzaris.com/haji-ke-bangladesh
- http://ustadzaris.com/telaah-kritis-utk-6-sifat-karkun-jt,
- https://ibnuramadan.wordpress.com/2011/04/03/jt-berhaji-ke-bangladesh/
- http://agusisdiyanto.wordpress.com/2010/10/14/jt-berhaji-ke-bangladesh/
- dsb-dsb
yang sudah benar-benar salah besar, dan bahkan mengandung unsur fitnah busuk.
Sehingga timbul sebuah pertanyaan, APAKAH MEMANG SALAFI-WAHABI INI DITAKDIRKAN UNTUK MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN?, sehingga akhirnya terdapat auto-kritik ulama salafi-wahabi sendiri begitu keras. Dan judul-judul seperti ini begitu banyaknya tersebar di jaringan internet.
Apakah masih tidak cukup dengan auto-kritik itu? Atau memang sebagian salafi-wahabi ini berkeinginan terus-menerus membangun opini untuk merusak dan memperburuk keadaan kaum muslimin?
Apakah mereka salafi-wahabi ini tidak berpikir? Apakah ini yang sering dikatakan dengan fanatisme madzhab, dan mereka hanya mengikuti pandangan ulama mereka dengan buta pikiran, sehingga judulpun harus menampilkan dengan judul-judul berbau FITNAH BUSUK.
Thanks,
Popularity: 40% [?]
Kisah pendeta senior di Afrika Selatan Yang Masuk Islam bermimpi bertemu Rasulullah SAW
Kisah pendeta senior di Afrika Selatan Yang Masuk Islam bermimpi bertemu Rasulullah SAW
“Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…
Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.
Popularity: 67% [?]
Recent Comments