APAKAH SALAFI-SALAFI WAHABI INI MENYADARI TIDAK BAHWA SEBAGIAN MEREKA TELAH MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN DENGAN JUDUL-JUDUL YANG MENGANDUNG FITNAH BUSUK ITU?

Dear All,

Kami kira dengan adanya pandangan berimbang terutama berkaitan dengan judul-judul yang aneh yang dilontarkan sebagian salafi-wahabi, seperti di situs ini dengan judul :

  • http://ustadzaris.com/haji-ke-bangladesh
  • http://ustadzaris.com/telaah-kritis-utk-6-sifat-karkun-jt,
  • https://ibnuramadan.wordpress.com/2011/04/03/jt-berhaji-ke-bangladesh/
  • http://agusisdiyanto.wordpress.com/2010/10/14/jt-berhaji-ke-bangladesh/
  • dsb-dsb

yang sudah benar-benar salah besar, dan bahkan mengandung unsur fitnah busuk.

Sehingga timbul sebuah pertanyaan, APAKAH MEMANG SALAFI-WAHABI INI DITAKDIRKAN UNTUK MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN?, sehingga akhirnya terdapat auto-kritik ulama salafi-wahabi sendiri begitu keras. Dan judul-judul seperti ini begitu banyaknya tersebar di jaringan internet.

Apakah masih tidak cukup dengan auto-kritik itu? Atau memang sebagian salafi-wahabi ini berkeinginan terus-menerus membangun opini untuk merusak dan memperburuk keadaan kaum muslimin?

Apakah mereka salafi-wahabi ini tidak berpikir? Apakah ini yang sering dikatakan dengan fanatisme madzhab, dan mereka hanya mengikuti pandangan ulama mereka dengan buta pikiran, sehingga judulpun harus menampilkan dengan judul-judul berbau FITNAH BUSUK.

Thanks,

Popularity: 40% [?]

7 Responses to APAKAH SALAFI-SALAFI WAHABI INI MENYADARI TIDAK BAHWA SEBAGIAN MEREKA TELAH MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN DENGAN JUDUL-JUDUL YANG MENGANDUNG FITNAH BUSUK ITU?

  • Al Ghuroba:

    Ketika Rasulullah s.a.w berhasil mendidik umat Islam menjadi suatu bangsa yang berakhlak, beradab, sangat kuat bergantung kepada Tuhan, gagah, mampu menumbangkan kerajaan Roma dan Persia dan mampu memimpin tiga suku dunia, semua manusia kagum. Lebih-lebih lagi, umat Arab yang dididik dan dipimpin oleh Rasulullah itu asalnya hanyalah pengembala-pengembala kambing yang hidup berkabilah-kabilah di padang pasir, tidak berilmu, tidak pandai membaca dan menulis, tidak berperadaban dan tidak bijak seperti bangsa-bangsa lain.
    Berbeda dengan bangsa Yahudi. Selain mereka itu bangsa yang tertua di dunia dan mempunyai banyak ilmu dan pengalaman, mereka juga merasakan mereka itu bangsa yang terpilih. Kebanyakan para nabi dan rasul adalah dari kalangan bangsa mereka.
    Oleh karena itu, ketika Rasulullah s.a.w. diutus dari kalangan bangsa Arab, bangsa Yahudi sangat cemburu dan iri hati. Mereka takut dengan kekuatan umat Islam.
    Karena itulah kemudian mereka mengkaji apakah rahasia dan sebab utama yang menjadikan umat Islam jadi kuat. Mereka mencari tahu apa formula yang digunakan oleh Rasulullah untuk mendidik bangsa Arab yang sebegitu jahil dan lemah sehingga bisa menjadi suatu bangsa yang begitu gigih dan hebat. Mereka dapati bahwa Rasulullah telah mendidik bangsa Arab itu dengan (1)ketauhidan. Mereka (2)dikenalkan kepada Allah dan kepada Akhirat. (3)Hati-hati mereka di bersihkan daripada dunia dan dari segala sifat-sifat yang keji sehingga bangsa Arab yang dipimpin dan dididik oleh Rasulullah itu menjadi bangsa yang sangat cinta dan takut dengan Tuhan, sangat cinta akhirat dan sangat berkasih sayang di antara satu sama lain.
    Orang-orang Yahudi juga mendapati bahawa kekuatan umat Islam ketika itu bertolak daripada empat perkara seperti berikut:
    Taqwa
    Perpaduan
    Taat kepada Rasulullah
    Tawassul
    Oleh kerana iri hati, takut dan tidak redhanya bangsa Yahudi terhadap umat Islam, maka mereka mencari jalan dan merancang untuk merusakkan semua perkara yang menjadi asas kekuatan umat Islam ini. Supaya umat Islam menjadi lemah. Mereka berusaha sedaya upaya supaya keempat-empat perkara ini dienyahkan atau dihindarkan dari umat Islam. Mereka coba pisahkan umat Islam daripada keempat-empat sumber kekuatan ini. Mereka takut-takutkan umat Islam dari mempercayai dan mengamalkan perkara-perkara tersebut atas berbagai-bagai alasan. Taksublah, syiriklah, sesatlah, bukan dari ajaran Islamlah dan berbagai-bagai lagi. Padahal para sahabat sangat menghayati dan sangat mengamalkan perkara-perkara tersebut diatas. Kerana itulah para sahabat jadi hebat dan kuat dan ditakuti oleh musuh terutama Yahudi dan Nasrani.
    Mari kita lihat bagaimana Yahudi berusaha memisahkan dan menjauhkan umat Islam dari asas-asas kekuatan ini:
    1. TAQWA

    Dilalaikan umat Islam dengan amalan-amalan lahir semata-mata. Dicegah dan diharamkan hal-hal dan amalan-amalan yang berbentuk rohaniah, malahan disesatkan. Amahan-amalan tareqat yang banyak menjurus kepada membina roh, memperbaiki hati dan mendidik nafsu tidak digalakkan malahan dikatakan bukan dari ajaran Islam. Dikatakan semua itu hanya ciptaan orang-orang terkemudian dan dianggap bida’ah.
    Fahaman Wahabi banyak membawa isu seperti ini. Fahaman Wahabi sangat merusakkan ketaqwaan umat Islam. Fahaman Wahabi sangat menguntungkan musuh Islam. Memang fahaman Wahabi itu dicetuskan oleh Yahudi dan musuh-musuh Islam. Disamping Wahabi, inilah juga kerja para-para ulama yang dididik dan mendapat ijazah dan Ph.d ilmu Islam dari pusat-pusat pengajian di Barat dan Amerika yang guru-guru mereka sendiri tidak Islam.
    Akibatnya ibadah dan amalan umat Islam kini hanya tinggal yang lahir sahaja. Tidak ada rohnya. Solat tidak ada roh. Puasa tidak ada roh. Haji tidak ada roh. Baca Quran tidak ada roh. Semua amalan-amalan tersebut terputus dari Tuhan, tidak mendatangkan satupun kebaikan dan tidak dapat membina keinsanan umat Islam.
    Ibadah hanya untuk mengejar pahala dan fadhilat. Tuhan tidak ada dalam ibadah. Ibadah bukan lagi untuk mendapat rahmat, kasih sayang dan keampunan Tuhan. Tuhan dihilangkan dari ibadah umat Islam. Sehingga hati-hati umat Islam dipenuhi dengan berbagai sifat mazmumah. Nafsu menjadi liar dan rakus.
    Oleh kerana soal roh dikebelakangkan, maka agama Islam hanya tinggal akal. Segala hal dalam agama Islam hendak diselesaikan dan coba difahamkan dengan akal. Segala masalah umat Islam dirujuk kepada akal. Umat Islam tidak lagi merujuk kepada Tuhan dan tidak kembali lagi kepada Tuhan. Dalam ibadah dan kehidupan seharian, Tuhan ditinggal dan dilupakan. Hukum-hakam, perundangan, syariat, peraturan dan sistem yang Tuhan aturkan untuk manusia ditolak dan ditepikan. Semua itu diganti dengan sistem dan peraturan yang dicipta oleh akal manusia baik dalam bidang ekonomi, keuangan, pendidikan, perundangan dan sebagainya.
    2. PERPADUAN

    Untuk memusnahkan kekuatan ini, bangsa Yahudi melahirkan berbagai ideologi dan isme-isme. Oleh itu, di kalangan sesama Islam, ada orang Islam yang berfahaman sosialis, nasionalis, kapitalis, demokrasi, bahkan ada orang Islam yang berfahaman komunis.
    Dengan fahaman yang berbeda-beda ini, maka umat Islam berpecah kepada berbagai-bagai golongan, kumpulan dan partai mengikut fahaman mereka masing-masing. Fahaman-fahaman ini lebih kuat mencengkram individu-individu tersebut dari agama Islam itu sendiri sehingga agama Islam yang mereka sama-sama anuti jadi kecil dan lemah dan tidak mampu untuk menyatupadukan mereka. Umat Islam lebih berideologi daripada beragama. Ideologi mereka mengatasi agama mereka.
    Dalam sistem demokrasi pula, diwujudkan sistem politik kepartaian. Maka umat Islam berpecah lagi ke dalam berbagai-bagai partai mengikut fahaman partai mereka masing-masing. Atas landasan demokrasi, mereka merebut kuasa pemerintahan. Mereka langsung berpecah kerana tidak sehaluan dan demi untuk menjaga kepentingan partai masing-masing. Ada partai yang bersifat nasionalis, sosialis, liberalis, buruh dan sebagainya. Orang Islam yang ada semangat untuk memperjuangkan Islam juga turut terpedaya dan terlibat dalam sistem demokrasi dan politik kepartaian anjuran Yahudi ini yang bertujuan untuk melemah, memecah dan memusnahkan perpaduan umat Islam dengan membentuk partai demokrasi Islam.
    3. TAAT KEPADA RASULULLAH S.A.W.

    Di zaman ini, kerana Rasulullah sudah tidak ada lagi bersama kita, oleh karena itu bisalah kita samakan ketaatan ini dengan ketaatan kepada guru, terutama guru mursyid laitu guru yang mengajar, mendidik, membimbing dan memimpin kita. Dalam Islam, perlu ada guru mursyid yang memimpin. Guru dan pemimpin perlu untuk mengikat murid-murid. Islam pula mewajibkan murid taat kepada guru.
    Yahudi sangat berusaha memusnahkan hubungan murid dengan guru ini. Mereka coba putuskan. Apa yang diistilahkan sebagai ketaatan oleh Islam, mereka namakan taksub atau taksub yang buta tuli. Ketaatan yang dituntut oleh Islam dengan tujuan supaya hubungan antara murid dan guru menjadi kuat dan mudah untuk murid dididik dan dipimpin, diselewengkan dan dikatakan taksub yang bahaya karena guru mungkin menyalahgunakan murid untuk tujuan peribadi dan duniawi. Mereka menyangka guru mursyid itu seperti mereka juga yang tergila-gila akan dunia ini. Mereka coba cacatkan akhlak dan peribadi guru. Mereka guna lidah ulama-ulama yang berkepentingan dan yang gila dunia untuk tujuan ini. Ulama-ulama inilah yang membuat berisik di surat kabar dan media massa.
    4. TAWASSUL

    Tawassul adalah wasilah. Rasulullah S.A.W adalah wasilah bagi semua orang soleh dan orang mukmin. Tawassul adalah kelebihan yang Allah karuniakan kepada umat Islam. Orang awam bisa berdoa dengan perantaraan dan berkat Rasul dan orang-orang yang soleh dan bertaqwa. Doa seperti ini cepat makbul. Ini adalah satu dari kekuatan umat Islam. Yahudi berusaha menyesatkan tawassul ini. Dikatakan tawassul itu syirik kerana meminta kepada makhluk dan tidak meminta langsung kepada Allah. Ini supaya umat Islam takut dengan tawassul padahal ia adalah sumber kekuatan umat Islam. Mereka sembunyikan hakikat bahwa tawassul itu tetap meminta dari Tuhan, hanya diperkuatkan permintaan itu dengan berkat orang-orang soleh dan bertaqwa yang mereka itu sangat hampir dengan Tuhan.
    Sangat licik orang Yahudi. Mereka tidak berusaha ke arah semua ini secara terus-menerus atau terang-terangan. Secara terus-menerus dan terang-terangan tidak akan mendatangkan apa-apa kesan kerana umat Islam akan curiga dan berwaspada terhadap angkara Yahudi ini. Mereka lakukannya secara halus. Mereka gunakan orang-orang Islam sendiri yang mereka pengaruhi untuk membuat kerja-kerja ini terutama yang mempunyai ilmu dan kuasa. Bak kata pepatah Melayu, “hendak tebang pokok kayu, kenalah minta tolong pada kayu.” Walaupun mata kapak itu besi tetapi hulunya kayu. Hendak musnahkan umat Islam, mesti gunakan orang Islam.
    Betapa kini ramai umat Islam, khususnya di kalangan ulama, yang mendapat ilmu mereka dari guru Yahudi dan Nasrani terutama di beberapa universitas di Amerika dan Eropa. Guru-guru Yahudi dan Nasrani ini hafal Quran dan puluhan ribu hadits, tetapi tidak beriman dan tidak Islam. Mereka siram ulama-ulama ini dengan ilmu Islam yang tidak ada roh, yang menyeleweng, yang sudah tercemar, yang mustakmal dan mutannajis. Mudah saja kaum Yahudi melakukan perkara ini karena para ulama yang belajar dengan mereka bukan ikhlas belajar karena Allah. Mereka hanya maukan ijazah. Mereka belajar ilmu agama karena hendak memburu dunia. Mereka mau jabatan dan pangkat. Dunia lebih mereka cintai dari Islam dan Tuhan. Mereka ini cinta dunia dan takut mati. Kalau tidak, masakan mereka mau belajar Islam dengan orang kafir. Bukan saja ilmunya tidak berkat, malahan ia digunakan pula untuk merusak dan melemahkan Islam.
    Kita mesti kembali kepada keempat-empat perkara yang menjadi tonggak kekuatan umat Islam ini. Kita mesti kembali kepada Taqwa. Kita mesti kembali Bersatu dan Berpadu. Kita mesti kembali taat kepada Rasulullah SAW dan guru-guru yang mereka adalah warisatul Anbiya {pewaris Nabi}. Kita mesti kembali kepada tawassul.
    Kita mesti tentang habis-habisan segala usaha Yahudi untuk memisahkan umat Islam dari sumber-sumber kekuatan ini. Kita sudah tahu rahasia mereka. Kita sudah tahu tipu muslihatmereka. Kita sudah kenal siapa dalang dan perpanjangan tangan mereka.
    Yahudi takut Islam kuat. Yahudi takut Islam gagah. Kita sudah tahu perkara-perkara yang kita perlu untuk membuatkan kita kuat dan gagah.

  • Saya hanya mau menyampaikan asas dakwah yang Allah SWT firmankan dalam Kitab Suci-Nya surat Ali ‘Imran : 159 yang artinya kurang lebih : Maka berkat rahmat Allah-lah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, niscaya mereka menjauhkan diri dari sekitarmu ….”.
    Begitu pula banyak hadis-hadis Rasulullah SAW yang yang memerintahkan kita agar berakhlaq mulia dan di jauhkan dari fitnah dan prasangka buruk terhada saudara sesama manusia, terutama terhadap sesama muslim yang berakibat bisa menimbulkan perpecahan. Diantaranya Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya ” Cukuplah sesorang dianggap pendusta apabila ia menyampaikan (menyebar-luaskan) berita dari setiap apa yang ia dengar “. (HR. Muslim)
    Demikianlah Rasulullah SAW berwasiat dalam salah satu mafhum hadisnya
    ” Jauhilah sifat buruk sangka, karena buruk sangka merupakan sedusta-dustanya perkataan. Janganlah kalian saling mencari kesalahan orang lain, jangan saling membenci, jangan saling mendengki dan jangan saling membelakangi. Dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmizi).
    Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW memperingatkan kepada kita yang mafhumnya ” Mencaci seorang muslim merupakan perbuatan fasik (durhaka), dan memeranginya (baik kata-kata maupun fisik) merupakan kekufuran “. (HR. Syaikhan melalui Ibnu Mas’ud RA).

    Saudara-saudara kita yang menamakan diri kelompok salafi/wahabi ini disayangkan tidak mengamalkan akhlak salafus shaleh. Merasa benar sendiri, selalu berprasangka buruk, mencaci dan mengkafirkan saudaranya sesama muslim, menganggap orang lain sesama muslim sesat, berdakwah dengan kasar dll dll. Yang mengherankan mereka banyak melakukan kajian-kajian ilmu fikih, tapi tidak membuat mereka berakhlak mulia seperti yang di contohkan Rasulullah SAW, para sahabat RA dan para shalafus-shaleh. Kemudian akhlak siapa yang mereka contoh. Ada seorang ulama berkata, kalau kita hanya belajarnya ilmu fikih saja, maka pertama-tama yang akan lahir dari sifat orang tersebut adalah akan ditampakkan kepadanya hanya kesalahan-kesalahan orang lain saja. Sebaliknya apabila kita disamping ilmu fikih,juga mempelajari ilmu fadzailul amal, maka disamping sifat gemar meningkatkan amal, akan ditampakkan kepada kita kebaikan-kebaikan orang lain. Shaddaqta ya syaikh !

  • Omar Salim:

    Setahu saya.. website2 yg anda sebutkan di atas tidaklah bermaksud menebar fitnah maupun adu domba. Tetapi justru menasehati kaum muslimin agar tidak terjerumus dakwah yang menyimpang dari ajaran Rasulullah. Agar kaum muslimin terhindar dari gerakan jamaah tablig. Mari kita kembali mempelajari Islam sesuai yg diajarkan Rasulullah.

  • Haitan Rachman:

    Sdr. Omar Salim,

    Itu pandangan anda, sedangkan pandangan saya adalah situs-situs menyebarkan fitnah-fitnah kepada kaum muslimin.

    Banyak kalangan da’wah tabligh ini yang pergi ke haji baitullah, dan bahkan di kitab fadhilah haji maulana dzakaria rah saja dijelaskan bahwa haji itu pergi ke baitullah di mekah, bukan ke bangladesh.

    Kami ini muslim yang meyaqini rukun islam, sekarang ada yang mengatakan bahwa hajinya JT ke bangladesh, maka jelas merupakan fitnah besar yang tidak ada alasannya.

    Untuk apa menasehati ummat Islam lainnya, sedangkan dengan cara memberikan fitnah kepada kaum muslimin lainnya. Apakah untuk membuat kaum muslimin tidak suka dengan kerja da’wah tabligh, harus melalui pembohongan publik kepada kaum muslimin melalui fitnah-fitnah yang konyol?

    Terimakasih,

  • rina:

    iya saya pernah berkomentar di website tersebut untuk mengingatkan mereka terhadap hati-hati menyebarkan kabar bisa menjadi fitnah namun komentar saya dimoderasi :( tidak ditampilakan, yang ditampilkan hanya komentar2 yang mendukung pendapat di website tersebut, padahal bahasa saya sopan

  • Teguh Muda Abdillah:

    Saya pikir judul ini betul adanya, saya sendiripun risau dengan kondisi fitnah menfitnah yang sudah berpuluh tahun lamanya dan bahkan lebih gencar publikasinya ketika era teknologi makin mudah.

    Saya pernah membaca hadist bahwa dalam perkara ijtihad/fatwa jika ijtihadnya benar akan mujtahid tsb mendapatkan 2 pahala dan jika salah mendapatkan 1 pahala.

    Sebagai contoh adalah fatwa haram dan bidahnya khuruj ala tabligh dari ulama2 dan kemudian di ikuti oleh para pengikutnya. Bahkan para pengikutnya sudah jauh melebihi fatwanya dari ulamanya.
    Asbab fatwa ditambah iklan, selebaran, tulisan2 dan anjuran2 pengikutnya maka dampaknya luar biasa bagi jutaan orang2 yang ingin khuruj serta orang2 yang tidak khuruj.
    Padahal fatwa tsb masih perlu di kaji dan di tabayuni.
    Akibat fatwa tsb maka:
    Orang menjadi ikut mengharamkan khuruj, ragu2, meninggalkan khuruj, dan bahkan menentang, menghalangi dan mengusir orang yang sedang khuruj.
    Padahal di dalam khuruj ada banyak amal agama yang sangat sangat penting bagi pelaku khuruj dan umat pada umumya.
    Khuruj sendiri adalah sarana bagi siapa saja untuk buat amal sebanyak banyaknya :
    1. Imaniyah
    2. Islah/Taubat
    3. Taklim
    4. Ibadat
    5. Ikromul muslimin
    6. Belajar korban harta dan diri
    7. Menghidupkan masjid, pesantren dan amalan2 di rumah
    8. Belajar dakwah
    9. Perbaikan keluarga, kampung dan seluruh alam
    10. Mengislamkan kaum kafir
    dan ribuan manfaat lainya.

    Bisa di bayangkan seandainya gara2 fatwa haram perkara khuruj tsb maka jutaan orang terhalang dari mendapatkan kesempatan untuk perkara2 yang sangat penting bagi seorang muslim seperti diatas.

    Pertanyaanya adalah jika ijtihad/fatwa tsb salah maka bagaimana nasib para pengikut fatwa salah tsb? Apakah mendapat 1 pahala pula, tidak berdosa/berdosa atau dosanya di timpakan ke ahli fatwa tsb?

  • Adit:

    Saudara sekalian yang menamakan dirinya salafy, saya memiliki dua orang teman:

    1.seorang teman lama yang saat bertemu bergelimang maksiat dan jauh dari agama, bergaul sebulan lebih dengan saya sampai kemudian mendapat hidayah dan menyadari kekeliruannya kemudian berusaha meninggalkan kemaksiatannya, alhamdulillah, kemudian dia bergabung dengan pengajian salafy sehingga lama tidak berjumpa, suatu saat saya berjumpa lagi dengannya dengan melihat perubahan yang banyak tidak lagi maksiat tetapi dengan ibadah dan pengetahuannya tentang agama, hanya satu yang membuat saya sedih, setelah shalat berjamaah, dia langsung bilang masih banyak yang salah dalam shalat , kemudian dengan emosi mulai mencaci maki beberapa saudara muslim yang saya rasa dari beberapa perkataannya menjurus kepada fitnah, apa yang terjadi dalam masa menghilangnya dia dan pelajaran apa yang didapat sehingga apa yang keluar dari lidahnya sangat mengerikan.

    Kalau mau flash back dimana sebelumnya saya selalu berbuat baik terhadap dia sambil sesekali menasihati dengan lembut saat dia bergelimang dengan maksiat sampai Allah memudahkan dia mendapat petunjuk untuk memperbaiki kesalahannya dan meninggalkan perbuatan buruknya, tidak mencaci makinya, menghinanya, tetapi sekarang dia setelah mendapat ilmu dari pengajian salafy outputnya seperti itu tidak mau mengajak dengan hikmah malah marah2 (dia berbuat ini karena telah belajar ilmu pengetahuan).

    2.Ada lagi saya kenal seseorang yg dikenal juga dalam kesesatannya, kemudian mendapat petunjuk untuk meninggalkan kemaksiatannya kemudian belajar kepada ulama yang dikenal aktif di jamaah tabligh, kemudian ikut program pendidikan dengan metode khuruj, yang sering dianggap oleh orang yang mengaku salafy tidak berilmu dsb outputnya kembali bergaul kepada teman2nya saat dalam kemaksiatan menasihati mereka dengan hikmah sampai akhirnya mereka meninggalkan kemaksiatannya kemudian menjadi ahli belajar ilmu, menghafal alqur’an ahli ibadah, baik kepada orang tua, memuliakan ulama, semangat dalam kebaikan, (mereka berbuat ini karena telah belajar ilmu pengetahuan)

    kisah NYATA !

    jangan sampaiu gara2 orang – orang yang mengaku salafy ini membuat banyak orang yg serupa dengan teman saya yang kedua menjadi terhalang dari berubah menjadi baik

Leave a Reply

PENGUMUMAN FACEBOOK

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"

Kami telah menambah fasilitas "Madrasah Da'wah dan Islam" melalui Jejaring Social Facebook. sdr. sekalian dapat berbagi dan pendalaman berkaitan dengan usaha da'wah dan Al-Islam.

Kita dapat mendalami bersama perihal Islam, dan juga hal-hal yang banyak disampaikan terhadap usaha da'wah dan kaum muslimin lainnya oleh sebagian salafi. Atau kalangan salafi dapat menyampaikan pandangan-pandangannya lebih lengkap dan ilmiyyah.

Silahkan untuk bergabung

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"