Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da’wah dan menjadi asbab hidayah

Dear All,

Coba kita pelajari dengan baik kisah yang dijelaskan dalam Al-quran, perihal Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da’wah dan menjadi asbab hidayah.Kita tidak boleh menyepelekan peran kalangan kaum muslimin yang lemah atau belum banyak Ilmunya terjun dalam kerja da’wah ini. Kisah ini akan menjadi renungan kita semua, bagaimana burung bisa mempunyai peran dalam da’wah dan asbab Hidayah? Mudah-mudahan kita semua menjadi bagian dari asbab hidayah di seluruh alam.

(QS An Naml (27): 20-44)

20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud[1093], apakah dia termasuk yang tidak hadir.

21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”

22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba[1094] suatu berita penting yang diyakini.

23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita[1095] yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

25. agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi[1096] dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

26. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar.”

27. Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

29. Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

31. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

32. Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).”

33. Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan

34. Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

35. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.”

36. Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

37. Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina.”

38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya

40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

41. Dia berkata: “Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya).”

42. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya[1098] dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.”

43. Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

44. Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.” Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam (QS An Naml (27): 20-44)

Popularity: 39% [?]

4 Responses to Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da’wah dan menjadi asbab hidayah

  • Hamid Barkowi:

    Untuk pak Haitan yg telah memasang fotonya baik diketahui maupun tidak ttg pengharamannya gambar mahluk bernyawa, berikut hadits mengenai hal tsb semoga bisa di amalkan

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Siapa yang membuat sebuah gambar (makhluk hidup) di dunia, ia akan dibebani untuk meniupkan ruh kepada gambar tersebut pada hari kiamat, padahal ia tidak bisa meniupkannya.” [HR. Bukhari no. 5963, Muslim no. 5507]

    “Semua tukang gambar itu di NERAKA. Allah memberi jiwa/ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di NERAKA JAHANNAM.” [HR. Muslim no. 5506]

    Padahal kita sudah berdakwah tetapi hal yg menjerumuskan kita ke NERAKA kita tdk mengetahuinya, naudzubillahi min dzalik
    Takutlah kpd Allah dan hanya kepada-Nya lah kita memohon perlindungan
    Semoga bermanfaat utk saudaraku

  • Haitan Rachman:

    Sdr. Hamid,

    Terimakasih sdr. telah datang ke tempat kami.

    (1) Pemahaman terhadap hadist itu telah banyak dijelaskan para Ulama, dan mempunyai beberapa perbedaan memandang. TERMASUK dengan photo.

    (2) Kalau memang anda tidak setuju dengan photo dan bahkan mengharamkannya. Silahkan saja itu keputusan anda sendiri.

    (3) TETAPI dengan adanya keputusan anda itu, tentunya mempunyai konsekuensinya. MAKA anda tidak perlu mempunyai KTP, tidak perlu mempunyai Izajah, tidak perlu pergi ke Sekolah, tidak perlu mempunyai Passport, tidak perlu mempunyai kartu menikah, dsb. KARENA semua dokumen-dokumen itu MEMERLUKAN photo.

    (4) Wordpress, FB, dsb. sangat menekankan perihal profil personal, artinya supaya JELAS terhadap siapa yang menulis. ITU saja alasan yang kami pasangkan photo, seperti kami presentasi di salah satu perusahaan juga di photo, atau ketika mengisi di UII juga di photo untuk mengetahui siapa saja yang belajar dan siapa yang mengajarnya.

    (5) Beberapa Ulama salafi sendiri mempunyai pandangan yang berbeda pula. Cobalah berpikiran yang wajar dan biasa, dan tidak perlu berlebihan.

    (6) DAN menggambar dan membuat photo sangat berbeda, dan juga perlu jelas dahulu apa tujuannya. Jangan pernah ada seorang salafi sampai berkata kepada kami “syukurlah salafi tidak bekerja dalam bidang itu”. Ini diucapkan ketika kami kasih tahu bahwa “Ada pekerjaan yang juga harus menggambar wajah, yang tujuannya untuk keperluan PENELITIAN kriminal yang mana pelakunya tidak ada photonya yang terambil, tetapi melalui ciri-ciri tertentu dan selanjutnya DIGAMBARKAN”. Sangat sederhana sekali pola berpikir salafi kalau begitu.

    (7) Belum lagi photo yang dihasilkan untuk keperluan berita, ataupun hasil CCTV untuk penelitian. Masih banyak lagi yang akhirnya menggunakan photo, oleh karena itu harus berpikir luas dan tidak mudah memahami hanya secara tekstual saja.

  • Assalamu’alaikum..

    Ijin share ya pak..

    Hmm yang masalah foto itu, ana pernah dengar dari kajian salaf, katanya kalau foto ga pa2.. Soalnya mengambil gambar dengan kamera tidak sama dengan menggambar (yang dilakukan oleh pelukis), sedangkan menurut kajian yang saya dengar itu, yang dimaksud menggambar dari hadist diatas adalah menggambar (yang dilakukan oleh pelukis)..

    Wallahua’lam

    Terimakasih atas sharenya.

  • Kang Peyi:

    Pak Hamid saya do’akan cepat pergi Hajji/ Umrah dan silahkan cek di tiap-tiap hotel di KSA ada foto2 besar terpampang kadang 2 atau 3 biji. Kalau foto nggak boleh bagaimana dengan video yang justru lebih atractive. Apa ulama2 di KSA nggak tahu?

Leave a Reply

PENGUMUMAN FACEBOOK

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"

Kami telah menambah fasilitas "Madrasah Da'wah dan Islam" melalui Jejaring Social Facebook. sdr. sekalian dapat berbagi dan pendalaman berkaitan dengan usaha da'wah dan Al-Islam.

Kita dapat mendalami bersama perihal Islam, dan juga hal-hal yang banyak disampaikan terhadap usaha da'wah dan kaum muslimin lainnya oleh sebagian salafi. Atau kalangan salafi dapat menyampaikan pandangan-pandangannya lebih lengkap dan ilmiyyah.

Silahkan untuk bergabung

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"