<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Berita dan Pengumuman</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/category/berita-dan-pengumuman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengubah Mental Pegawai dengan Khuruj</title>
		<link>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 11:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/</guid>
		<description><![CDATA[Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo,  Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju  masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan  kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.
Situasi  di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat  berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo,  Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju  masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan  kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.</p>
<p>Situasi  di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat  berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai Muslim. Tak hanya itu, di  kantor ini juga diwajibkan berjilbab bagi Muslimah, bisa mengaji, serta  khuruj (keluar wilayah untuk berdakwah dengan waktu yang telah  ditentukan). Semua itu tertuang dalam surat edaran Walikota Palopo  dengan nomor 450/160/Kesra/IV/2009, perihal Peningkatan Shalat Berjamaah  dan Kerjasama Dakwah dengan Jamaah Tabligh.</p>
<p><span id="more-469"></span>Tapi jangan salah,  semua ini bukan paksaan. Semuanya berjalan dengan kesadaran setelah para  pegawai mengikuti pesantren kilat yang diberi nama Bimbingan dan  Latihan Mental Spiritual. Hasil kerjasama Pemda Palopo dan Jamaah  Tabligh (JT).</p>
<p>Baso Sulaiman adalah orang di balik semua kegiatan  ini. Lelaki yang kini menjabat sebagai Kabag Kesra Kota Palopo itu  selalu melontarkan ide ini dalam setiap rapat di kalangan pejabat  daerah. Beragam tanggapan miring selalu ia terima, bahkan usulan itu  dianggap aneh dan mengada-ada. Tapi, Baso tak bergeming. “Padahal ini  bukan kepentingan saya, ini untuk perbaikan mental pegawai,” ujarnya.</p>
<p>Menurut  Baso, tak ada yang perlu dikhawatirkan jalinan kerjasama antara pemda  dan JT. “Bagi saya, tabligh hanya salah satu metode dakwah, dan inilah  cara saya untuk meningkatkan iman para pegawai,” ungkapnya singkat.</p>
<p>Ide  untuk mengangkat program ini, bukan tanpa alasan. Saat menjabat sebagai  Kepala Sub Bagian (Kasubag) Organisasi Kab. Luwu (2002), Baso nampak  gerah melihat banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang melanggar  syariat, tidak shalat, dan memiliki akhlak buruk. “Banyak PNS bermental  buruk; malas, tidak disiplin, tidak jujur, hingga ada yang main judi di  kantor,” kenang suami dari Siti Maemunah ini.</p>
<p>Baso semakin risau,  ketika melihat para pegawai yang sering datang terlambat, suka berbohong  dan tidak disiplin. “Bagaimana bangsa bisa berkembang, kalau mental  pegawai seperti ini,” tambahnya. Sementara menurut Baso, pelatihan  jenjang kepangkatan yang ada saat ini, seperti pelatihan Pra Jabatan dan  Latpim, hanya berada pada tataran pengembangan kognitif, intelektual  semata.</p>
<p>Sebenarnya, Baso bukan orang pemerintahan. Sebelum  menjabat sebagai Kasubag Organisasi di Luwu, yang sekarang menjadi Kota  Palopo, Baso adalah seorang guru. Lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG)  di Palopo (1981) ini, awalnya mengajar sebagai tenaga honorer di SD  Negeri Wawondula, Kab. Luwu.</p>
<p>Setahun menjadi guru honorer, barulah  kemudian Baso diangkat menjadi PNS. Ia dipercaya mengajar di SMP  Muhammadiyah Palopo. Berselang beberapa tahun kemudian, Baso diangkat  menjadi Kepala Sekolah di sekolah tersebut. Lebih dari 20 tahun lamanya  Baso mengajarkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan akhlakul karimah  pada SMP Muhammadiyah itu.</p>
<p>Angin segar berhembus bagi Baso, saat  otonomi daerah (2002) mulai berjalan. Ia dipindahkan ke Kantor Pemda  Luwu. Di tempatnya yang baru ini, ia beri amanah sebagai Kasubag  Organisasi. Begitu menjadi pejabat, Baso melihat banyak hal yang berbeda  dari apa yang dulu ia ajarkan sebagai guru.</p>
<p>Dengan dasar itulah,  Baso berpikir keras untuk mengubah mental buruk sebagian PNS yang digaji  oleh negara ini. Dengan pengalaman sebagai guru, Baso juga ingin  melihat nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan akhlak itu tertanam pada  jiwa seluruh PNS di Palopo. Bagi alumni Magister Ilmu Administrasi pada  STIA Yappan Jakarta (2006) ini, jika menginginkan masyarakat baik, maka  harus dimulai dari pemerintah. “Kalau pemerintah imannya baik,  masyarakat juga pasti akan baik,” ungkapnya singkat.<br />
Khuruj sampai Bangladesh</p>
<p>Tahun  2003, secara diam-diam Baso mencoba untuk mengadakan training mental  dan spiritual di kantornya, khusus untuk pegawai yang menjadi  bawahannya. Saat itu, Baso telah menjabat sebagai Kepala Bagian Kesatuan  Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kabag Kesbang Linmas). Dengan  memanfaatkan beberapa orang PNS di bawahnya, ia kemudian berinisiatif  melakukan ‘Pesantren Kilat’ sehari, materinya hanya seputar perbaikan  mental pegawai.</p>
<p>Perlahan tapi pasti, ia terus bergerilya berdakwah  di lingkup Pemda, agar semua PNS di Palopo berakhlak baik. Rencana  progam ini semakin mantap, setelah Baso mengikuti khuruj tiga hari  dengan JT (2005). Lulusan Universitas Cokroaminoto (1988) Palopo ini,  kemudian tertarik dengan metode dakwah JT yang banyak mengajarkan  seputar akidah dan akhlak.</p>
<p>Saat Suara Hidayatullah menjumpai Baso  di kantornya, ia baru saja tiba dari ijtima (pertemuan tahunan) dunia di  Serpong, Bogor, 18-20 Juli lalu. Ia aktif mengikuti khuruj tiga hari  setiap bulan. Ia juga pernah mengadakan perjalanan khuruj 15 hari ke  India, Pakistan dan Bangladesh (2007).</p>
<p>Pada 2006, Baso mengantongi  izin Walikota Palopo, HPA. Tanriajeng untuk mengadakan training  bimbingan mental spiritual. Maka jadilah sebuah pelatihan dan bimbingan  mental spiritual yang dikemas dengan pesantren kilat selama tiga hari  dengan 12 materi dari JT.</p>
<p>Hingga saat ini, dari sekitar 3.000-an  PNS di Pemda Palopo, lebih dari 800 PNS yang telah mengikuti kegiatan  tersebut. Untuk 2009 ini, kegiatan itu dibagi dalam dua angkatan, yang  setiap angkatan berjumlah sekitar 100 orang.</p>
<p>Menariknya, sejak  awal digulirkan hingga memasuki angkatan ke-4, kegiatan ini tidak  menggunakan dana dari pemerintah atau dana APBD. Untuk mengikuti  pelatihan tersebut, setiap pegawai dikenakan biaya Rp 50 ribu per hari.  “Dana tersebut hanya utuk biaya akomodasi, konsumsi dan transport  pemateri,” jelas Baso.<br />
“Kami hanya memerlukan legitimasi dari Pemkot,  tanda tangan Walikota bagi saya sudah cukup kuat untuk menjalankan  kegiatan ini,” jelas ayah dari Muh. Abdi Baso, Munanjat, Adi Saputra,  Ilmina, dan Hayyul Muttaqin ini.</p>
<p>Pelatihan tersebut, kini menjadi  bagian program Pemda Palopo. Pelatihan ini wajib diikuti oleh setiap  pegawai di semua jenjang. Sertifikat pelatihan ini pun menjadi salah  satu syarat kenaikan pangkat atau jenjang bagi PNS di kota Palopo.  Selain itu, para PNS pun harus pandai mengaji dan hapal surah-surah  pendek dalam al-Qur`an.<br />
Enam tahun kegiatan ini berjalan, baru tahun  2009 ini ia begitu merasakan manfaatnya. Saat ini, sudah sulit untuk  menemukan pegawai yang bolos, datang terlambat, atau hanya sekedar  datang ke kantor dan kemudian pulang. “Alhamdulillah, sekarang pegawai  sudah mulai disiplin, jujur, dan taat sama atasan,” jelas Baso.</p>
<p>Saat  ini, mulai dari polisi pamong praja, sopir, guru, kepala bagian, hingga  kepala dinas, serta asisten walikota wajib mengikuti kegiatan tersebut.  Selanjutnya, setiap tiga hari dalam sebulan, mereka dihimbau untuk  pergi khuruj ke masjid-masjid, guna mengajak masyarakat agar turut  shalat berjamah di masjid.</p>
<p>Saat wawancara dengan Suara  Hidayatullah, tiba-tiba Baso minta ijin. “Kita hentikan dulu wawancara,  urusan shalat jamaah masih lebih penting,” katanya sambil menyambar peci  di atas meja kerjanya. *Sarmadani/Suara Hidayatullah OKTOBER 2009</p>
<p>Sumber: http://majalah.hidayatullah.com/?p=610</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=469&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Unik Sebarkan Kebenaran ISlam Dalam 40 Hari</title>
		<link>http://usahadawah.com/cara-unik-sebarkan-kebenaran-islam-dalam-40-hari/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/cara-unik-sebarkan-kebenaran-islam-dalam-40-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 01:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[40 Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 12 Februari 2009 07:08    
Chilla, sebuah acara perjalanan dakwah melintasi seluruh bagian dunia telah menjadi salah satu penyebar Islam dengan cara damai. (SuaraMedia News)
DHAKA (SuaraMedia) &#8211; Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mohammed Fauzia selalu mempersiapkan diri untuk melaksanakan &#8220;Chilla&#8221;, sebuah ritual perjalanan dakwah ke seluruh bagian dunia untuk menyebarkan agama Islam.
&#8220;Saya lakukan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 12 Februari 2009 07:08 <a title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=350,menubar=yes,resizable=yes'); return false;" href="http://www.suaramedia.com/component/mailto/?tmpl=component&amp;link=aHR0cDovL3d3dy5zdWFyYW1lZGlhLmNvbS9iZXJpdGEtZHVuaWEvZHVuaWEtaXNsYW0vNDE5MC1jYXJhLXVuaWstc2ViYXJrYW4ta2ViZW5hcmFuLWlzbGFtLWRhbGFtLTQwLWhhcmkuaHRtbA%3D%3D"><img src="http://www.suaramedia.com/templates/suaramedia_white/images/emailButton.png" alt="E-mail" /></a> <a title="Cetak" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow" href="http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/4190-cara-unik-sebarkan-kebenaran-islam-dalam-40-hari.html?tmpl=component&amp;print=1&amp;layout=default&amp;page="><img src="http://www.suaramedia.com/templates/suaramedia_white/images/printButton.png" alt="Cetak" /></a> <a title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow" href="http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/4190-cara-unik-sebarkan-kebenaran-islam-dalam-40-hari.pdf"><img src="http://www.suaramedia.com/templates/suaramedia_white/images/pdf_button.png" alt="PDF" /></a> <img title="Chilla, sebuah acara perjalanan dakwah melintasi seluruh bagian dunia telah menjadi salah satu penyebar Islam dengan cara damai. (SuaraMedia News)" src="http://www.suaramedia.com/eng/images/stories/islam/chilla.gif" alt="Chilla, sebuah acara perjalanan dakwah melintasi seluruh bagian dunia telah menjadi salah satu penyebar Islam dengan cara damai. (SuaraMedia News)" align="left" /></p>
<p>Chilla, sebuah acara perjalanan dakwah melintasi seluruh bagian dunia telah menjadi salah satu penyebar Islam dengan cara damai. (SuaraMedia News)</p>
<p>DHAKA (SuaraMedia) &#8211; Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mohammed Fauzia selalu mempersiapkan diri untuk melaksanakan &#8220;Chilla&#8221;, sebuah ritual perjalanan dakwah ke seluruh bagian dunia untuk menyebarkan agama Islam.</p>
<p>&#8220;Saya lakukan yang terbaik taip tahunnya dengan mengikuti Chilla dan membawa Islam melintasi dunia&#8221;, kata ahli teknik asal Malaysia tersebut.</p>
<p>Moahmmed, juga turut berpartisipasi dalam Chilla, yang diadopsi dari bahasa Persia &#8220;Chihli&#8221; yang berarti empat puluh, sebuah perjalanan dakwah yang telah dilaksanakan selama lebih dari 15 tahun.</p>
<p>&#8220;Saya telah pergi ke beberapa negara seperti Australia, Pakistan, Thailand, dan India&#8221;, kenangnya.</p>
<p><span id="more-228"></span>Dua tokoh tersebut juga turut berkumpul bersama dengan ribuan Muslim lainnya dalam festival <a title="Biswa Ijtema: Pemersatu Muslim Datang Dari Bangladesh" href="http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/3824-biswa-ijtema-pemersatu-muslim-datang-dari-bangladesh.html" target="_blank"><strong>Bishwa Ijtima</strong></a> yang diadakan di Dhaka bulan lalu dan diselenggarakan oleh Tablig-e-Jamaat, sebuah kelompok Muslim non-politik Internasional.</p>
<p>Festival selama tiga hari tersebut, dihadiri sekitar 10.000 Muslim dari 108 negara, bertujuan mengembangkan Islam di seluruh dunia serta memperkuat hubungan Muslim antar negara.</p>
<p>Setelah festival tersebut, ratusan dari Muslim yang datang berkumpul di Masjid Kakrail di Daka untuk melakukan Chilla.</p>
<p>Para partisan yang dibagi dalam beberapa kelompok, terdiri dari 10-20 orang, dan perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih 40 hari.<img title="Mohammed says that since joining da`wah missions he had seen many people finding solace in Islam. (IOL photo)" src="http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?blobcol=urldata&amp;blobheader=image%2Fjpeg&amp;blobkey=id&amp;blobtable=MungoBlobs&amp;blobwhere=1234174606091&amp;ssbinary=true" alt="" width="160" height="188" /></p>
<p>&#8220;Setiap Muslim memiliki andil dalam berdakwah&#8221;, kata Erfan Ibrahim, seorang guru asal Afrika Selatan yang turut bergabung dalam Chilla.</p>
<p>Didirikan pada 1920an oleh seorang Ulama India, Tablig-e-Jamaat adalah kelompok Muslim non-politik Internasional.</p>
<p>Kelompok tersebut berpusat di New Delhi dan telah memiliki cabang di sekitar 80 negara.</p>
<p>&#8220;Kami telah menyebarkan dakwah dan perdamaian dunia bersama Tablig-e-Jamaat&#8221;, kata seorang wirausahawan asal Pakistan yang menjadi perwakilan dari negaranya.</p>
<p>&#8220;Kami sangat bahagia dan bangga menjadi bagian dari ini semua.&#8221;</p>
<p>Para partisan Chilla mengatakan misi dakwah yang mereka lakukan membawa hal positif bagi diri mereka.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya salah satu tujuan utama kami dalam misi ini adalah untuk memperbaiki diri kami sendiri&#8221;, Abdul Jamal dari Malaysia menuturkan.</p>
<p>Wirausahawan asal Pakistan juga menyetujui hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Muslim seharusnya memperbaiki diri mereka sendiri sebelum membawa perubahan bagi orang lain.&#8221;</p>
<p>Untuk beberapa lainnya, perjalanan tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan kebenaran tentang Islam.<img src="http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?blobcol=urldata&amp;blobheader=image%2Fjpeg&amp;blobkey=id&amp;blobtable=MungoBlobs&amp;blobwhere=1234174606045&amp;ssbinary=true" alt="" width="161" height="188" /></p>
<p>&#8220;Kami akan menyebarkan Islam ke seluruh dunia&#8221;, kata Mohammed.</p>
<p>Dia menuturkan sejak pertama kali mengikuti dakwah tersebut, dia telah banyak melihat orang di seluruh dunia menemukan ketenangan dalam Islam.</p>
<p>Abdur Rahman dari Rusia, yakin bahwa perjalanan dakwah tersebut juga mampu menghapus citra kurang baik yang disebarkan beberapa pihak non-Islam.</p>
<p>Dia menegaskan bahwa di negaranya, Chilla cukup berpengaruh besar, dengan lebih dari 200 orang menjadi Muallaf tiap tahunnya.</p>
<p>&#8220;Pemikiran Rusia&#8221; telah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir, kata seorang pelajar berusia 17 tahun yang juga menghadiri Bishwa Ijtima.</p>
<p>&#8220;Tidak sedikit dari penduduk Rusia yang berpikir Islam dalah agama yang berhubungan dengan terorisme dan Muslim adalah pembunuh. Namun kini, mereka mengetahui bahwa Islam mengajarkan Muslim untuk menjadi orang-orang yang cinta damai. (iol) dikutip oleh <a href="http://www.suaramedia.com/undefined/">http://www.suaramedia.com</a></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=228&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/cara-unik-sebarkan-kebenaran-islam-dalam-40-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Madrasah Da&#8217;wah dan Islam</title>
		<link>http://usahadawah.com/madrasah-dawah-dan-islam/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/madrasah-dawah-dan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 02:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqhud Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[tarbiyyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kepada Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt,
Segala puji bagi Allah swt yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita semua, nikmat Iman dan Islam. Sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada junjungan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat RA, dan juga kepada kita kaum muslimin sebagai pengikutnya.
Untuk selanjutnya, Usahadawah.Com, sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Kepada Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Segala puji bagi Allah swt yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita semua, nikmat Iman dan Islam. Sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada junjungan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat RA, dan juga kepada kita kaum muslimin sebagai pengikutnya.</p>
<p>Untuk selanjutnya, Usahadawah.Com, sebagai Madrasah Da&#8217;wah dan Islam, dengan harapan situs ini menjadi sarana untuk menimba pendalaman da&#8217;wah (Fiqhud Da&#8217;wah) dan juga pelajaran-pelajaran Islam (Tarbiyyah Islam). Situs ini berawal dengan http://usahadawah.wordpress.com, yang lebih menekankan pada pandangan berimbang terhadap hal-hal yang berkaitan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh.</p>
<p><span id="more-173"></span>Dan sebagai informasi, mulai tanggal 25 Oktober 2008, akan dibuka kembali Tarbiyyah Islam dengan kajian dengan bahasa Arab sebagai sumbernya di tempat kami yang dulunya adalah pesantren mahasiswa. Sasaran yang hendak dicapai adalah Mendalami Sumber-Sumber Da&#8217;wah dan Islam dan meningkatkan kedalaman Bahasa Arabnya. Dengan harapan mudah-mudahan dengan kegiatan ini mendorong kembali terwujudnya pesantren kader da&#8217;wah dan Islam.</p>
<p>Dengan senang hati kami sampaikan bahwa terwujudnya dua pesantren hafidz dan Alim Al-quran di kota Bandung melalui beberapa teman yang sempat dikirim dari pesantren kami ke Pakistan untuk belajar Hadits, Alim dan Hafidz Quran. Itu yang menjadikan kami sangat senang dan bersyukur kepada Allah swt dengan terwujudnya pesantren-pesantren itu. Karena ketika kami tutup sementara pesantren kami sendiri setelah mengirimkan beberapa teman, dalam benak kami terpikirkan Insya Allah setelah sekitar 7-8 tahun kemudian akan ada pesantren yang dibangun teman-teman yang lebih faqih dan alim. Teman-teman dikirim ke Pakistan untuk belajar tahun 1994-an.</p>
<p>Dan dengan ijin Allah swt, terwujudlah pesantren-pesantren itu. Dan hal itu juga berkat teman-teman ahli da&#8217;wah sendiri, dan kami sendiri tidak terlibat dengan pesantren-pesantren itu. Itulah yang menjadikan kami senang dan banyak bersyukur kepada Allah swt. Mungkin tanpa adanya usaha da&#8217;wah dan tabligh, keinginan membentuk pesantren dan mengirim itu mungkin tidak ada, karena kami dan keluarga kami bukan dari keluarga pesantren.</p>
<p>Dengan adanya usahadawah.com dan juga aktifitas tarbiyyah Islam setiap sabtu malam (malam minggu) di tempat kami, akan lagi wujud pesantren yang sempat ada dan juga rencana yang sempat tertulis. Kami sering menjelaskan pada teman-teman, mimpi itu tidak harus kita melihatnya ketika masih hidup, tetapi biarkan generasi lain yang melihatnya dan kita melihatnya di akherat nanti.</p>
<p>Jika ada teman-teman di Bandung, silahkan untuk datang ke tempat kami setiap hari Sabtu Malam (malam minggu) untuk sama-sama mendalami fiqhud da&#8217;wah dan Tarbiyyah Islam setelah mengerjakan sholat maghrib. Kita sebarkan da&#8217;wah ke seluruh kota, seluruh negeri dan alam, sehingga kita terbebas dari tuntutan yang menjerat kita, dikarenakan kita tidak menda&#8217;wahkan agama ini ke tempat lain.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman<br />
http://usahadawa.com (Madrasah Da&#8217;wah dan Islam)<br />
<a href="http://jamrud.com" target="_blank">http://jamrud.com</a> (Jamrud.NEWS, Berita-Berita Indonesia Jamrud Katulistiwa)</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=173&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/madrasah-dawah-dan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

