Mengubah Mental Pegawai dengan Khuruj
Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo, Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.
Situasi di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai Muslim. Tak hanya itu, di kantor ini juga diwajibkan berjilbab bagi Muslimah, bisa mengaji, serta khuruj (keluar wilayah untuk berdakwah dengan waktu yang telah ditentukan). Semua itu tertuang dalam surat edaran Walikota Palopo dengan nomor 450/160/Kesra/IV/2009, perihal Peningkatan Shalat Berjamaah dan Kerjasama Dakwah dengan Jamaah Tabligh.
Popularity: 33% [?]
Indahnya Mengikuti Para Shahabat RA
Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik, karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat RA.
Para Shahabat RA tidak semua hafidz quran, tidak semua hafidz hadist ribuan, TETAPI para Shahabat RA mempunyai keinginan dan terus dipegangnya untuk Ta’at kepada Allah swt dan Rasulullah SAW.
Abu Bakar RA tidak perlu banyak Ilmu untuk MULAI BERDA’WAH, setelah masuk Islam besoknya telah mengajak 5 orang untuk masuk Islam di depan Rasulullah SAW. Ummar RA baru juga masuk Islam, tetapi sudah berani mengetuk rumah musuh Ummat Islam saat itu, yaitu Abu Jahal. Untuk memberitahukan keislamanannya.
Ali RA juga masih kecil sudah menjadi DALIL DA”WAH ketika Abu Dzar RA yang belum masuk ingin bertemu Da’wah. Begitu juga Amar Bin Yasir RA belum banyak hafalan quran dan hadist, karena memang baru masuk Islam. Telah memberikan penjelasan kepada kedua orangtuanya ketika patung sembahan orangtuanya hancur, dan MENGAJAK ISlam.
ILMU, AMAL dan DA’WAH di jaman para shahabat RA bukan dahulu ILMU ditumpuk dahulu, tetapi CUKUP dengan jelas dan yakin meskipun sedikit sekali, maka para Shahabat RA sudah bisa menerjuni apa yang dicontohkan Rasulullah SAW, mereka para shahabat RA beramal dan berda’wah. MESKIPUN baru masuk Islam dan tidak banyak Ilmunya.
Apakah kita ingin seperti para Shahabat RA yang sudah mendapatkan janji Allah swt dan Rasulullah SAW? Maka ikutilah dan tirulah para Shahabat RA sesuai dengan kemampuan kita.
Kitab Hayatush Shahabat, Maulana Yusuf Rah, ataupun kisah-kisah para Shahabat, Maulana Dzakaria Rah, yang ditulis Ulama tentunya memberikan pandangan dan pemahaman kita terhadap kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.
Ataupun kita membaca kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah, ataupun Fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah, dapat memberikan semangat dorongan untuk beramal dan berda’wah.
Tetantunya semua itu dalam rangka kita sendiri MELAKUKAN ISHLAH diri kita dan kaum muslimin di manapun berada. Dan dengan ini menjadi asbab hidayah di seluruh alam, dan boleh jadi banyak manusia lainnya masuk ke dalam agama yang mulia, Al-Islam.
Meskipun kita baru mengetahuii dan menyakininya satu ayat ataupun hadist Rasulullah SAW ataupun potongan hadist Rasulullah SAW, maka tetap kita perlu menyampaikan satu ayat, satu hadist ataupun potongan hadist itu. KARENA itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, (Ballighu ‘anni walau ayat) (HR Bukhari), dan itu pula dilakukan para Shahabat RA.
Maka kalau ada yang mengatakan bahwa HANYA SALAFI yang berada di jalan manhajnya para Shahabat RA, maka tentunya hal itu KELIRU BESAR. KARENA semua orang bisa mengikuti para Shahabat RA sesuai dengan kemampuan dan tingkatannya, dan kita juga bisa kalau memang kita mau untuk melakukan ISHLAH (memperbaiki diri) dan mengikuti para Shahabat RA. Insya Allah ….
Popularity: 20% [?]
Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da’wah dan menjadi asbab hidayah
Dear All,
Coba kita pelajari dengan baik kisah yang dijelaskan dalam Al-quran, perihal Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da’wah dan menjadi asbab hidayah.Kita tidak boleh menyepelekan peran kalangan kaum muslimin yang lemah atau belum banyak Ilmunya terjun dalam kerja da’wah ini. Kisah ini akan menjadi renungan kita semua, bagaimana burung bisa mempunyai peran dalam da’wah dan asbab Hidayah? Mudah-mudahan kita semua menjadi bagian dari asbab hidayah di seluruh alam.
Popularity: 37% [?]
Musyawarah itu merupakan sunnah besar Nabi Muhammad SAW, malahan dipandang sebagai taklid buta karena Musyawarah sampai ke Nizamuddin
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:
Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.
TAKLID BUTA ALA SUFI
Salah satu ajaran Sufi yang sangat populer ialah ketundukan mutlak kepada pemimpin atau guru, benar ataupun salah perintah gurunya itu. Ali Wafa berkata, “Murid yang sejati dalam berperilaku di hadapan syaikhnya, laksana mayat yang terbaring di hadapan petugas yang memandikannya.” Al Ghazzali berkata, “Hendaklah ia ketahui, mengikuti kesalahan gurunya bila benar salah, lebih bermanfaat daripada mengikuti pendapatnya, meski pendapatnya itu benar.” (Ibid III/76).
Kelihatannya, prinsip taklid buta ini juga dipegang oleh Jama’ah Tabligh. Dalam buku Hikmah Usaha Hidayat, karangan Muhammad Yunus Suraji Panidi, hal. 102 disebutkan, “Jama’ah manapun yang datang dari luar negeri sekali pun, apabila mengusulkan atau mengajukan sesuatu yang baru dalam hal kerja Tabligh ini, hendaklah segera menghubungi Nizhamuddin (Markas Besar mereka di India), sebelum menerima dan mengamalkan apapun usulan itu, walaupun kelihatan baik.”
Penanya: Abdul Halim Firhad
Dijawab oleh: Abu Umair Muhammad Al Makassari (Alumni Ma’had Ilmi)
Popularity: 31% [?]
Program Kerja Sistematik Amal Islami Banyak di Kalangan Ummat Islam, Cukup Aneh Jika Ada Yang Mengomentari Usaha Da’wah Dan Tabligh
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da’wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama’ah Tabligh – JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da’wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, 40 hari, 4 bulan, mana dalil khuruj, dsb.
Nampaknya komentar-komentar ini ada benarnya karena yang mengomentari itu adalah orang-orang yang berilmu. Tetapi kita cukup menyayangkan karena ketika memberikan komentar bahkan memberikan hukuman sebagai ahli bid’ah, pembuat syariat baru dsb, tidak memperhatikan secara menyeluruh dan sistematik. Kami tidak akan memberikan pandangan terhadap komentar-komentar itu, karena sudah cukup banyak dalam blog ini.
Popularity: 27% [?]
Usaha da’wah dan tabligh memberikan program kerja sistematik untuk perbaikan
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Telah cukup lama kami memperhatikan kerja usaha da’wah dan tabligh ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam benak kami sendiri. Kenapa usaha da’wah dan tabligh yang sederhana ini bisa berkembang begitu pesat dan tersebar di seluruh dunia?
Jika kaum muslimin mau memperhatikan program kerja usaha da’wah dan tabligh dengan seksama dan teliti, kita akan mendapatkan proses kerja yang sistematik dan rapih. Dan semua program kerja ini dapat dilakukan oleh semua tingkatan dan latar belakang kaum muslimin.
Popularity: 18% [?]
Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah dan Program Kerja Sistematik
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Jumlah hari khuruj fisabilillah ini cukup banyak menjadi perhatian kaum muslimin, termasuk kalangan salafi di jaman sekarang ini. Dan bahkan sebagian salafi beranggapan bahwa kalangan ahli da’wah dan tabligh sebagai pelaku bid’ah ataupun pembuat syariat baru dalam Al-Islam dengan adanya program Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah.
Dan kami mendapatkan analisa dan sintesa yang beragam, dan Alhamdulillah ternyata ilmu-ilmu yang dipelajari kalangan ahli ilmu dapat dibagikan kepada kaum muslimin. Termasuk berkaitan dengan Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah ini. Banyak dalil yang disampaikan dari kalangan ahli ilmu ini tidak secara langsung berkaitan dengan Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah, tetapi setidaknya jumlah hari seperti 3 hari, 40 hari dan 4 bulan itu terdapat keterangan-keterangan yang cukup.
Usaha da’wah dan tabligh ini merupakan program kerja da’wah dan madrasah Islam untuk seluruh kaum muslimin. Tentunya program kerja ini harus sistematik dan rapih dalam menjalankannya. Sehingga urusan waktu atau lama program itu sendiri perlu diperhatikan dengan baik. Kita harus menyadari bahwa kita sebagai manusia tentunya mempunyai aktifitas lainnya dalam kehidupan. Sehingga dengan adanya program kerja yang diatur termasuk waktunya untuk seluruh kaum muslimin. Hal ini memberikan proses perbaikan ke dalam tubuh kaum muslimin lebih sistematik dan rapih.
Sehingga dengan adanya pengaturan waktu tentunya memberikan ruang yang baik untuk kehidupan kaum muslimin sendiri dalam hidupnya untuk menata perjalanan kebangkitan setiap pribadi muslim dengan baik. Tidaklah mungkin terjadi perbaikan yang baik dan sistematik, kalau tidak mempunyai program kerja yang sistematik dan waktu yang dikelola dengan baik.
Popularity: 19% [?]
Recent Comments