Archive

Archive for the ‘Da'wah dan Tabligh’ Category

Pandangan aneh dan berlebihan terhadap usaha da’wah dan tabligh karena beberapa hadist/keterangan

February 19th, 2010 Haitan Rachman 1 comment

Kepada kaum muslimin yang berbahagia,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama terhadap satu perkara belum tentu mempunyai pandangan yang sama, dan hal ini sesuai dengan analisa dan sintesa (baca: ijtihad) yang dibangunnya oleh Ulama yang bersangkutan. Sama halnya dengan TINGKATAN hadist Rasulullah SAW belum tentu sama seluruh ulama terhadap tingkatan tersebut, disamping terdapat yang disepakati para Ulama sendiri.

Sebagian kaum muslimin (baca: salafi) selalu menyampaikan pandangan bahwa kitab fadhilah amal, Maulana Dzakaria Rah, mengajarkan hadits-hadist dhoif, maudhu, mungkar. Sehingga akhirnya dibuat satu kesimpulan bahwa usaha da’wah dan tabligh (baca: orang menyebutnya jama’ah tabligh) mengajarkan kesesatan. Satu pandangan dan kesimpulan yang terlalu gegabah dan tergesa-gesa.

Read more…

Popularity: 24% [?]

Categories: Analisa Hadits, Da'wah dan Tabligh Tags:

Mengherankan jika Mengkritik Tatacara Usaha Da’wah

January 16th, 2010 Haitan Rachman No comments

Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da’wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da’wah yang dibangunnya.

Sangat heran jika ada seorang mahasiswa muslim seenaknya belajar dan tidak mengikuti aturan atau tatacara prosedur yang ditetapkan di lingkungan sekolah yang dimilikinya. Atau juga akan bertambah heran jika seorang muslim yang mengambil program S2 atau S3 tidak mengikuti aturan tatacara yang ditetapkannya, dengan alasan yang terpenting adalah sekolah S2 dan menuntut Ilmu.

Read more…

Popularity: 52% [?]

Pendalaman DALIL terhadap Da’wah yang TERTIB tentunya memerlukan proses-proses perbaikan yang terus-menerus dan berkelanjutan

January 12th, 2010 Haitan Rachman No comments

Dear All,

Da’wah Islam merupakan amal Islam yang sangat fundamental untuk diperhatikan dengan baik dan seksama, sehingga tentunya menjalankan da’wah Islam itu tidaklah asal-asalan tetapi perlu dijalankan dengan Tertib. Dan untuk menjaga ataupun membentuk da’wah Islam yang tertib tentunya juga memerlukan satu pendekatan yang baik pula. Artinya perlu proses-proses yang mendorong untuk pembentukan da’wah Islam yang tertib itu.

Da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghujat ataupun meremehkan sebagian kaum muslimin lainnya, bahkan juga kepada ummat-ummat lainnya. Begitupun juga da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghasilkan saling berbantahan di antara pelaku da’wah itu sendiri. Tetapi kita harus menyadari bahwa manusia itu tetap manusia, artinya kekhilafan itu pasti datang, begitupun dengan kami sendiri.

Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan dalam aktifitas da’wah Islam dapat mencapai TERTIB yang lebih dari waktu ke waktu tentunya.

Read more…

Popularity: 36% [?]

Kenapa Da’wah itu perlu TERTIB?

January 11th, 2010 Haitan Rachman No comments

Ini merupakan tulisan kami di:http://myquran.org/forum/index.php/topic,69802.msg2028248.html#msg2028248 (MYQURAN)

Da’wah itu perlu TERTIB, karena Allah swt dan Rasulullah SAW yang meminta hal itu dengan baik. Tidak ada alasan bagi kita untuk menolaknya, sehingga kita tentunya perlu berusaha mengikuti apa yang dinasehatkan Allah swt dan Rasulullah SAW. Kekhilafan atau kekurangan kita kaum muslimin dalam menjalankan da’wah yang TERTIB ini tidak menjadikan kendur ataupun lemah dalam kerja da’wah dengan baik.

Tetapi sebaliknya kita  perlu berusaha untuk saling memperbaiki dalam hal ini, sehingga tentunya dari waktu ke waktu menunjukan hal yang lebih produktif dan harmonis, bukan sebaliknya kontra-produktif dan tidak-harmonis di antara kaum muslimin yang menerjuni lapangan kerja da’wah ini. Tujuan da’wah itu mengajak diri kita dan yang diajak untuk ta’at kepada Allah swt dan Rasulullah SAW.

Read more…

Popularity: 32% [?]

Aktifitas dalam da’wah memerlukan proses perbaikan yang berkelanjutan untuk membentuk da’wah yang tertib.

January 11th, 2010 Haitan Rachman No comments

Ini merupakan tulisan kami di: http://myquran.org/forum/index.php/topic,69802.msg2026195.html#msg2026195 (MYQURAN)

Dear All,

Kita kaum muslimin saat ini banyak sekali mengalami tekanan dari luar, bahkan kita sendiri mempunyai masalah-masalah dalam internal sendiri serta agenda perbaikan-perbaikan ke dalam ummat Islam sendiri. Bahkan dengan adanya jaringan Internet saat ini telah menunjukkan perbedaan-perbedaan kaum muslimin lebih terbuka, bahkan mengarah pada hubungan yang kurang harmonis di berbagai lapisan kaum muslimin.

Untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut tidak mudah dan jangan sekali-sekali ditentukan oleh umur kita sendiri, tetapi harus terus bergerak dan tentunya terarah. Al-quran dan juga ucapan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, termasuk juga kehidupannya bersama dengan para Shahabat RA telah memberikan cara-cara menjaga dan melakukan perbaikannya.

Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan di dalam diri kita sendiri dan juga kaum muslimin dapat terus terjadi, berkelanjutan dan tidak mengalami kemandegannya. Banyak sumber dan pelajaran dalam Al-quran sendiri dan juga As-Sunnah untuk selalu menjaga empat proses dalam kehidupan kita sendiri.

Read more…

Popularity: 28% [?]

Da’wah itu memerlukan tertib, jika berkeinginan mendapatkan manfaat yang lebih besar daripada madhoratnya

January 11th, 2010 Haitan Rachman No comments

Dear All,

Bid’ah dholalah, syrik dan macam-macam yang bertentangan dengan Al-Islam perlu dijelaskan dengan baik kepada kaum muslimin, tetapi menjelaskan dan menerangkan hal-hal tersebut memerlukan TERTIB. Tanpa adanya TERTIB maka kita kaum muslimin sendiri akan mendapatkan hal-hal yang kurang diinginkan. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan TERTIB ini dengan baik, dan beliau tidak hanya menjelaskan dengan kalimat-kalimat tetapi juga dengan bentuk-bentuk contoh yang bisa dipahami dengan baik.

Ada seorang badwi buang air kecil di dalam masjid Nabawi, bisa kita bayangkan bagaimana perasaan para Shahabat RA yang melihat itu. Tentunya mereka marah dan kesal, sehingga ada saja yang akan memukulnya. TETAPI Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad SAW, melarangnya bahkan beliau menyuruhnya membawa air untuk disiramkan. Itulah da’wah dan pengajaran tidak boleh kasar.

Read more…

Popularity: 23% [?]