<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Da&#8217;wah dan Tabligh</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/category/dawah-dan-tabligh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengubah Mental Pegawai dengan Khuruj</title>
		<link>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 11:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/</guid>
		<description><![CDATA[Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo,  Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju  masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan  kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.
Situasi  di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat  berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo,  Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju  masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan  kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.</p>
<p>Situasi  di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat  berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai Muslim. Tak hanya itu, di  kantor ini juga diwajibkan berjilbab bagi Muslimah, bisa mengaji, serta  khuruj (keluar wilayah untuk berdakwah dengan waktu yang telah  ditentukan). Semua itu tertuang dalam surat edaran Walikota Palopo  dengan nomor 450/160/Kesra/IV/2009, perihal Peningkatan Shalat Berjamaah  dan Kerjasama Dakwah dengan Jamaah Tabligh.</p>
<p><span id="more-469"></span>Tapi jangan salah,  semua ini bukan paksaan. Semuanya berjalan dengan kesadaran setelah para  pegawai mengikuti pesantren kilat yang diberi nama Bimbingan dan  Latihan Mental Spiritual. Hasil kerjasama Pemda Palopo dan Jamaah  Tabligh (JT).</p>
<p>Baso Sulaiman adalah orang di balik semua kegiatan  ini. Lelaki yang kini menjabat sebagai Kabag Kesra Kota Palopo itu  selalu melontarkan ide ini dalam setiap rapat di kalangan pejabat  daerah. Beragam tanggapan miring selalu ia terima, bahkan usulan itu  dianggap aneh dan mengada-ada. Tapi, Baso tak bergeming. “Padahal ini  bukan kepentingan saya, ini untuk perbaikan mental pegawai,” ujarnya.</p>
<p>Menurut  Baso, tak ada yang perlu dikhawatirkan jalinan kerjasama antara pemda  dan JT. “Bagi saya, tabligh hanya salah satu metode dakwah, dan inilah  cara saya untuk meningkatkan iman para pegawai,” ungkapnya singkat.</p>
<p>Ide  untuk mengangkat program ini, bukan tanpa alasan. Saat menjabat sebagai  Kepala Sub Bagian (Kasubag) Organisasi Kab. Luwu (2002), Baso nampak  gerah melihat banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang melanggar  syariat, tidak shalat, dan memiliki akhlak buruk. “Banyak PNS bermental  buruk; malas, tidak disiplin, tidak jujur, hingga ada yang main judi di  kantor,” kenang suami dari Siti Maemunah ini.</p>
<p>Baso semakin risau,  ketika melihat para pegawai yang sering datang terlambat, suka berbohong  dan tidak disiplin. “Bagaimana bangsa bisa berkembang, kalau mental  pegawai seperti ini,” tambahnya. Sementara menurut Baso, pelatihan  jenjang kepangkatan yang ada saat ini, seperti pelatihan Pra Jabatan dan  Latpim, hanya berada pada tataran pengembangan kognitif, intelektual  semata.</p>
<p>Sebenarnya, Baso bukan orang pemerintahan. Sebelum  menjabat sebagai Kasubag Organisasi di Luwu, yang sekarang menjadi Kota  Palopo, Baso adalah seorang guru. Lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG)  di Palopo (1981) ini, awalnya mengajar sebagai tenaga honorer di SD  Negeri Wawondula, Kab. Luwu.</p>
<p>Setahun menjadi guru honorer, barulah  kemudian Baso diangkat menjadi PNS. Ia dipercaya mengajar di SMP  Muhammadiyah Palopo. Berselang beberapa tahun kemudian, Baso diangkat  menjadi Kepala Sekolah di sekolah tersebut. Lebih dari 20 tahun lamanya  Baso mengajarkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan akhlakul karimah  pada SMP Muhammadiyah itu.</p>
<p>Angin segar berhembus bagi Baso, saat  otonomi daerah (2002) mulai berjalan. Ia dipindahkan ke Kantor Pemda  Luwu. Di tempatnya yang baru ini, ia beri amanah sebagai Kasubag  Organisasi. Begitu menjadi pejabat, Baso melihat banyak hal yang berbeda  dari apa yang dulu ia ajarkan sebagai guru.</p>
<p>Dengan dasar itulah,  Baso berpikir keras untuk mengubah mental buruk sebagian PNS yang digaji  oleh negara ini. Dengan pengalaman sebagai guru, Baso juga ingin  melihat nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan akhlak itu tertanam pada  jiwa seluruh PNS di Palopo. Bagi alumni Magister Ilmu Administrasi pada  STIA Yappan Jakarta (2006) ini, jika menginginkan masyarakat baik, maka  harus dimulai dari pemerintah. “Kalau pemerintah imannya baik,  masyarakat juga pasti akan baik,” ungkapnya singkat.<br />
Khuruj sampai Bangladesh</p>
<p>Tahun  2003, secara diam-diam Baso mencoba untuk mengadakan training mental  dan spiritual di kantornya, khusus untuk pegawai yang menjadi  bawahannya. Saat itu, Baso telah menjabat sebagai Kepala Bagian Kesatuan  Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kabag Kesbang Linmas). Dengan  memanfaatkan beberapa orang PNS di bawahnya, ia kemudian berinisiatif  melakukan ‘Pesantren Kilat’ sehari, materinya hanya seputar perbaikan  mental pegawai.</p>
<p>Perlahan tapi pasti, ia terus bergerilya berdakwah  di lingkup Pemda, agar semua PNS di Palopo berakhlak baik. Rencana  progam ini semakin mantap, setelah Baso mengikuti khuruj tiga hari  dengan JT (2005). Lulusan Universitas Cokroaminoto (1988) Palopo ini,  kemudian tertarik dengan metode dakwah JT yang banyak mengajarkan  seputar akidah dan akhlak.</p>
<p>Saat Suara Hidayatullah menjumpai Baso  di kantornya, ia baru saja tiba dari ijtima (pertemuan tahunan) dunia di  Serpong, Bogor, 18-20 Juli lalu. Ia aktif mengikuti khuruj tiga hari  setiap bulan. Ia juga pernah mengadakan perjalanan khuruj 15 hari ke  India, Pakistan dan Bangladesh (2007).</p>
<p>Pada 2006, Baso mengantongi  izin Walikota Palopo, HPA. Tanriajeng untuk mengadakan training  bimbingan mental spiritual. Maka jadilah sebuah pelatihan dan bimbingan  mental spiritual yang dikemas dengan pesantren kilat selama tiga hari  dengan 12 materi dari JT.</p>
<p>Hingga saat ini, dari sekitar 3.000-an  PNS di Pemda Palopo, lebih dari 800 PNS yang telah mengikuti kegiatan  tersebut. Untuk 2009 ini, kegiatan itu dibagi dalam dua angkatan, yang  setiap angkatan berjumlah sekitar 100 orang.</p>
<p>Menariknya, sejak  awal digulirkan hingga memasuki angkatan ke-4, kegiatan ini tidak  menggunakan dana dari pemerintah atau dana APBD. Untuk mengikuti  pelatihan tersebut, setiap pegawai dikenakan biaya Rp 50 ribu per hari.  “Dana tersebut hanya utuk biaya akomodasi, konsumsi dan transport  pemateri,” jelas Baso.<br />
“Kami hanya memerlukan legitimasi dari Pemkot,  tanda tangan Walikota bagi saya sudah cukup kuat untuk menjalankan  kegiatan ini,” jelas ayah dari Muh. Abdi Baso, Munanjat, Adi Saputra,  Ilmina, dan Hayyul Muttaqin ini.</p>
<p>Pelatihan tersebut, kini menjadi  bagian program Pemda Palopo. Pelatihan ini wajib diikuti oleh setiap  pegawai di semua jenjang. Sertifikat pelatihan ini pun menjadi salah  satu syarat kenaikan pangkat atau jenjang bagi PNS di kota Palopo.  Selain itu, para PNS pun harus pandai mengaji dan hapal surah-surah  pendek dalam al-Qur`an.<br />
Enam tahun kegiatan ini berjalan, baru tahun  2009 ini ia begitu merasakan manfaatnya. Saat ini, sudah sulit untuk  menemukan pegawai yang bolos, datang terlambat, atau hanya sekedar  datang ke kantor dan kemudian pulang. “Alhamdulillah, sekarang pegawai  sudah mulai disiplin, jujur, dan taat sama atasan,” jelas Baso.</p>
<p>Saat  ini, mulai dari polisi pamong praja, sopir, guru, kepala bagian, hingga  kepala dinas, serta asisten walikota wajib mengikuti kegiatan tersebut.  Selanjutnya, setiap tiga hari dalam sebulan, mereka dihimbau untuk  pergi khuruj ke masjid-masjid, guna mengajak masyarakat agar turut  shalat berjamah di masjid.</p>
<p>Saat wawancara dengan Suara  Hidayatullah, tiba-tiba Baso minta ijin. “Kita hentikan dulu wawancara,  urusan shalat jamaah masih lebih penting,” katanya sambil menyambar peci  di atas meja kerjanya. *Sarmadani/Suara Hidayatullah OKTOBER 2009</p>
<p>Sumber: http://majalah.hidayatullah.com/?p=610</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=469&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Mengikuti Para Shahabat RA</title>
		<link>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 01:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik,  karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah  dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah  swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN  TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat  RA.
Para Shahabat RA tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik,  karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah  dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah  swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN  TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat  RA.</p>
<p>Para Shahabat RA tidak semua hafidz quran, tidak semua  hafidz hadist ribuan, TETAPI para Shahabat RA mempunyai keinginan dan  terus dipegangnya untuk Ta&#8217;at kepada Allah swt dan Rasulullah SAW.</p>
<p>Abu  Bakar RA tidak perlu banyak Ilmu untuk MULAI BERDA&#8217;WAH, setelah masuk  Islam besoknya telah mengajak 5 orang untuk masuk Islam di depan  Rasulullah SAW. Ummar RA baru juga masuk Islam, tetapi sudah berani  mengetuk rumah musuh Ummat Islam saat itu, yaitu Abu Jahal. Untuk  memberitahukan keislamanannya.</p>
<p>Ali RA juga masih kecil sudah  menjadi DALIL DA&#8221;WAH ketika Abu Dzar RA yang belum masuk ingin bertemu  Da&#8217;wah. Begitu juga Amar Bin Yasir RA belum banyak hafalan quran dan  hadist, karena memang baru masuk Islam. Telah memberikan penjelasan  kepada kedua orangtuanya ketika patung sembahan orangtuanya hancur, dan  MENGAJAK ISlam.</p>
<p>ILMU, AMAL dan DA&#8217;WAH di jaman para shahabat RA  bukan dahulu ILMU ditumpuk dahulu, tetapi CUKUP dengan jelas dan yakin  meskipun sedikit sekali, maka para Shahabat RA sudah bisa menerjuni apa  yang dicontohkan Rasulullah SAW, mereka para shahabat RA beramal dan  berda&#8217;wah. MESKIPUN baru masuk Islam dan tidak banyak Ilmunya.</p>
<p>Apakah  kita ingin seperti para Shahabat RA yang sudah mendapatkan janji Allah  swt dan Rasulullah SAW? Maka ikutilah dan tirulah para Shahabat RA  sesuai dengan kemampuan kita.</p>
<p>Kitab Hayatush Shahabat, Maulana  Yusuf Rah, ataupun kisah-kisah para Shahabat, Maulana Dzakaria Rah, yang  ditulis Ulama tentunya memberikan pandangan dan pemahaman kita terhadap  kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.</p>
<p>Ataupun kita  membaca kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah, ataupun Fadhilah  Amal, Maulana Dzakaria Rah, dapat memberikan semangat dorongan untuk  beramal dan berda&#8217;wah.</p>
<p>Tetantunya semua itu dalam rangka kita  sendiri MELAKUKAN ISHLAH diri kita dan kaum muslimin di manapun berada.  Dan dengan ini menjadi asbab hidayah di seluruh alam, dan boleh jadi  banyak manusia lainnya masuk ke dalam agama yang mulia, Al-Islam.</p>
<p>Meskipun  kita baru mengetahuii dan menyakininya satu ayat ataupun hadist  Rasulullah SAW ataupun potongan hadist Rasulullah SAW, maka tetap kita  perlu menyampaikan satu ayat, satu hadist ataupun potongan hadist itu.  KARENA itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, (Ballighu &#8216;anni walau  ayat) (HR Bukhari), dan itu pula dilakukan para Shahabat RA.</p>
<p>Maka  kalau ada yang mengatakan bahwa HANYA SALAFI yang berada di jalan  manhajnya para Shahabat RA, maka tentunya hal itu KELIRU BESAR. KARENA  semua orang bisa mengikuti para Shahabat RA sesuai dengan kemampuan dan  tingkatannya, dan kita juga bisa kalau memang kita mau untuk melakukan  ISHLAH (memperbaiki diri) dan mengikuti para Shahabat RA. Insya Allah  &#8230;.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=464&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan menjadi asbab hidayah</title>
		<link>http://usahadawah.com/burung-hud-hud-yang-mempunyai-peran-dalam-dawah-dan-menjadi-asbab-hidayah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/burung-hud-hud-yang-mempunyai-peran-dalam-dawah-dan-menjadi-asbab-hidayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 00:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-Kisah Tauladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Dear All,
Coba kita pelajari dengan baik kisah yang dijelaskan dalam Al-quran, perihal Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan menjadi asbab hidayah.Kita tidak boleh menyepelekan peran kalangan kaum muslimin yang lemah atau belum banyak Ilmunya terjun dalam kerja da&#8217;wah ini. Kisah ini akan menjadi renungan kita semua, bagaimana burung bisa mempunyai peran dalam da&#8217;wah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All,</p>
<p>Coba kita pelajari dengan baik kisah yang dijelaskan dalam Al-quran, perihal Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan menjadi asbab hidayah.Kita tidak boleh menyepelekan peran kalangan kaum muslimin yang lemah atau belum banyak Ilmunya terjun dalam kerja da&#8217;wah ini. Kisah ini akan menjadi renungan kita semua, bagaimana burung bisa mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan asbab Hidayah? Mudah-mudahan kita semua menjadi bagian dari asbab hidayah di seluruh alam.</p>
<p><span id="more-461"></span></p>
<p><strong>(QS An Naml (27): 20-44)</strong></p>
<p>20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: &#8220;Mengapa aku tidak melihat hud-hud[1093], apakah dia termasuk yang tidak hadir.</p>
<p>21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.&#8221;</p>
<p>22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: &#8220;Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba[1094] suatu berita penting yang diyakini.</p>
<p>23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita[1095] yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.</p>
<p>24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,</p>
<p>25. agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi[1096] dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.</p>
<p>26. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai &#8216;Arsy yang besar.&#8221;</p>
<p>27. Berkata Sulaiman: &#8220;Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.</p>
<p>28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan&#8221;</p>
<p>29. Berkata ia (Balqis): &#8220;Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.</p>
<p>30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: &#8220;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.</p>
<p>31. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.&#8221;</p>
<p>32. Berkata dia (Balqis): &#8220;Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).&#8221;</p>
<p>33. Mereka menjawab: &#8220;Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan</p>
<p>34. Dia berkata: &#8220;Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.</p>
<p>35. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.&#8221;</p>
<p>36. Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: &#8220;Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.</p>
<p>37. Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina.&#8221;</p>
<p>38. Berkata Sulaiman: &#8220;Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.&#8221;</p>
<p>39. Berkata &#8216;Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: &#8220;Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya</p>
<p>40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: &#8220;Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.&#8221; Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: &#8220;Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.&#8221;</p>
<p>41. Dia berkata: &#8220;Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya).&#8221;</p>
<p>42. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: &#8220;Serupa inikah singgasanamu?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya[1098] dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.&#8221;</p>
<p>43. Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.</p>
<p>44. Dikatakan kepadanya: &#8220;Masuklah ke dalam istana.&#8221; Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: &#8220;Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.&#8221; Berkatalah Balqis: &#8220;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam (QS An Naml (27): 20-44)</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=461&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/burung-hud-hud-yang-mempunyai-peran-dalam-dawah-dan-menjadi-asbab-hidayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musyawarah itu merupakan sunnah besar Nabi Muhammad SAW, malahan dipandang sebagai taklid buta karena Musyawarah sampai ke Nizamuddin</title>
		<link>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 06:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:
Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini  merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum  yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.
TAKLID BUTA ALA SUFI 
Salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:</p>
<blockquote><p>Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di <a href="http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html" target="_blank">http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html</a> Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini  merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum  yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.</p>
<p><strong>TAKLID BUTA ALA SUFI </strong></p>
<p>Salah satu ajaran Sufi yang  sangat populer ialah ketundukan mutlak kepada pemimpin atau guru, benar  ataupun salah perintah gurunya itu. Ali Wafa berkata, <em>“Murid yang sejati dalam berperilaku di hadapan syaikhnya, laksana mayat yang terbaring di hadapan petugas yang memandikannya.”</em> Al Ghazzali berkata, <em>“Hendaklah  ia ketahui, mengikuti kesalahan gurunya bila benar salah, lebih  bermanfaat daripada mengikuti pendapatnya, meski pendapatnya itu benar.”</em> (Ibid III/76).</p>
<p>Kelihatannya, prinsip taklid buta ini juga dipegang oleh Jama’ah Tabligh. Dalam buku <em>Hikmah Usaha Hidayat</em>, karangan Muhammad Yunus Suraji Panidi, hal. 102 disebutkan, <em>“Jama’ah  manapun yang datang dari luar negeri sekali pun, apabila mengusulkan  atau mengajukan sesuatu yang baru dalam hal kerja Tabligh ini, hendaklah  segera menghubungi Nizhamuddin (Markas Besar mereka di India), sebelum  menerima dan mengamalkan apapun usulan itu, walaupun kelihatan baik.”</em></p>
<p>Penanya: Abdul Halim Firhad<br />
Dijawab oleh: Abu Umair Muhammad Al Makassari (Alumni Ma’had Ilmi)</p></blockquote>
<p><span id="more-452"></span>Dan kami cek lagi ternyata tulisannya sudah tidak ada. Inilah akibatnya kalau menyebarkan pandangan dan selanjutnya menghapusnya, tanpa ada keterangan sama sekali. Maka akhirnya wacana ilmiyyah yang sering diusung kalangan salafi ini menjadi kacau balau, tidak karuan. Dan bahkan bisa-bisa menimbulkan fitnah yang tidak jelas, karena mereka begitu mudah memberikan pandanga dan selanjutnya menghapusnya.</p>
<p>Dan kami banyak mendapatkan tulisan-tulisan salafi yang memberikan pandangan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sudah dihapus. Apakah mereka sudah mulai menyadari dengan pandangan yang tidak tepat terhadap usaha da&#8217;wah?</p>
<p>Kami tidak dapat menghapus tulisan pandangan berimbang kami di blog kami ini, karena tulisan di atas itu kami dapatkan dari kalangan salafi. Hal ini untuk menjadi pelajaran bagi kita semua. Termasuk terhadap pandangan berimbang yang kami sampaikan terhadap salafi yang mempunyai pandangan di atas.</p>
<p>Salafi tidak menyadari bahwa salah satu sunnah besar itu adalah MUSYAWARAH. Untuk apa salafi-salafi itu memberikan pandangan bahwa kalangan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sebagai taklid buta, bahkan dipandang sebagai sufi baru segala dengan macam-macam dalilnya.</p>
<p><strong>Seharusnya salafi menyadari bahwa mulai sekarang kalangan salafi sendiri perlu banyak belajar MUSYAWARAH. Dalam tulisan sebelumnya, ada seorang alim dari saudi arabia yang sangat menekankan untuk memperkuat MUSYAWARAH. Dan tulisan itu disampaikan oleh madrasah imam Syafi&#8217;i. Coba saja cari di blog kami, karena kami copy terhadap tulisan yang sangat baik itu. </strong></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=452&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Kerja Sistematik Amal Islami Banyak di Kalangan Ummat Islam, Cukup Aneh Jika Ada Yang Mengomentari Usaha Da&#8217;wah Dan Tabligh</title>
		<link>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 04:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama&#8217;ah Tabligh &#8211; JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da&#8217;wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama&#8217;ah Tabligh &#8211; JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da&#8217;wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, 40 hari, 4 bulan, mana dalil khuruj, dsb.</p>
<p>Nampaknya komentar-komentar ini ada benarnya karena yang mengomentari itu adalah orang-orang yang berilmu. Tetapi kita cukup menyayangkan karena ketika memberikan komentar bahkan memberikan hukuman sebagai ahli bid&#8217;ah, pembuat syariat baru dsb, tidak memperhatikan secara menyeluruh dan sistematik. Kami tidak akan memberikan pandangan terhadap komentar-komentar itu, karena sudah cukup banyak dalam blog ini.</p>
<p><span id="more-449"></span>Kami ajak untuk melihat terhadap program kerja sistematik yang sebenarnya sudah cukup banyak di kalangan Ummat Islam, bahkan di kalangan salafi sendiri yang banyak mengomentari usaha da&#8217;wah dan tabligh. Coba kita perhatikan dengan baik:</p>
<ol>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam madrasah Islam dengan jumlah tahun belajarnya, misalkan S1, S2, S3 dsb. Dan program kerja sistematik itu dipergunakan untuk pendalaman Islam, misalkan hadist, syariah, tafsir dsb. Dan hal ini juga ada di Saudi arabia sana, dan banyak kalangan salafi yang mendapatkan gelar master ataupun Dr, dan bahkan professor.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam pengajian rutin mingguan, bulanan ataupun bahkan tahunan. Kalangan salafi sendiri sering mengadakan program tarbiyyah tahunan di madinah. Jelas dilakukannya juga secara sistematik, tidaklah mungkin acak-acakan.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam pengumpulan zakat kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak dilakukan di Indonesia. Dan lembaga zakat ummat begitu banyak dan berkembang. Tentunya hal ini dilakukan secara sistematik dan rapih.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan untuk program haji kaum muslimin, dan tentunya pemerintah sana menyiapkan program rutin itu dengan secara sistematik dan tidak asal-asalan. Dan sekarang banyak juga biro-biro perjalan haji dan Umrah, dan mungkin saja kalangan salafi sendiri membuatnya.</li>
</ol>
<p>usaha da&#8217;wah dan tabligh ini merupakan program kerja untuk kaum muslimin dengan berlandaskan pada amal-amal masjid. Dalam tulisan sebelumnya kami lampirkan potongan tulisan yang menceritakan begitu sistematik kerja dan pesan Nabi Muhammad SAW ketika menyuruh Shahabat ke masyarkat tertentu.</p>
<p>Jadi cobalah kita berpikir dengan baik, apakah tidak boleh rutin dan teratur menjalankan pengajian Islam? apakah bid&#8217;ah dengan keteraturan itu? apakah tidak boleh dilakukan waktu tertentu untuk pendalaman islam, misalkan 2 tahun dsb? Apakah bid&#8217;ah dengan keteraturan itu? Jelas semua itu tidak bid&#8217;ah, tetapi semuanya harus teratur. Dan yang teratur itu tentunya dilakukan secara rutin. Kalau kita bisa dzikir malam hari dengan auradnya, maka ketika tertidur, kita dibolehkan untuk mengulangnya terhadap aurad kita. Dan hal itu ada keterangannya.</p>
<p>Ummat islam tanpa ada program kerja yang sistematik, maka ummat Islam akan kacau dan tidak jelas arahnya. Program kerja sistematik dan rutin itu merupakan hal yang Sunnah, karena akhirnya kita bisa menunaikan hal-hal lainnya dengan baik pula. Dan cukup banyak dalil yang menjelaskan kita untuk hidup lebih teratur dan sistematik, dan bahkan Allah swt dan Rasulullah SAW sendiri mengajarkan untuk lebih hidup teratur dan rapi.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=449&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha da&#8217;wah dan tabligh memberikan program kerja sistematik untuk perbaikan</title>
		<link>http://usahadawah.com/usaha-dawah-dan-tabligh-memberikan-program-kerja-sistematik-untuk-perbaikan/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/usaha-dawah-dan-tabligh-memberikan-program-kerja-sistematik-untuk-perbaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 01:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Telah cukup lama kami memperhatikan kerja usaha da&#8217;wah dan tabligh ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam benak kami sendiri. Kenapa usaha da&#8217;wah dan tabligh yang sederhana ini bisa berkembang begitu pesat dan tersebar di seluruh dunia?
Jika kaum muslimin mau memperhatikan program kerja usaha da&#8217;wah dan tabligh dengan seksama dan teliti, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Telah cukup lama kami memperhatikan kerja usaha da&#8217;wah dan tabligh ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam benak kami sendiri. Kenapa usaha da&#8217;wah dan tabligh yang sederhana ini bisa berkembang begitu pesat dan tersebar di seluruh dunia?</p>
<p>Jika kaum muslimin mau memperhatikan program kerja usaha da&#8217;wah dan tabligh dengan seksama dan teliti, kita akan mendapatkan proses kerja yang sistematik dan rapih. Dan semua program kerja ini dapat dilakukan oleh semua tingkatan dan latar belakang kaum muslimin.</p>
<p><span id="more-434"></span>Dan dimana-mana menjalankan program kerja ini sama, apakah di Indonesia, Malaysia, Thailand, Kepulauan Fiji, Amerika, Inggris, Jerman, Afrika Selata, Yaman, Yordan dsb. Semua program kerja yang dilakukannya sama, tidak ada perbedaan-perbedaan yang mencolok.</p>
<p>Kalau ada kelebihan satu sama lain, hal itu dikarenakan pengaruh dari pribadi-pribadi yang tumbuh. Mungkin di satu kawasan ada Umaranya yang terlibat, atau ada Ulama/alim yang terlibat. Tetapi secara keseluruh program kerjanya sama di mana-mana seluruh dunia ini.</p>
<p>Sehingga proses untuk menganalisa dan mensitesa kemajuan program kerja akan sangat mudah dilakukan. Kami yang banyak mendalami ilmu manajemen modern, kadangkala sering bertanya dalam diri kami sendiri. Bagaimana program kerja usaha untuk Ummat Islam ini bisa berlaku di mana-mana?</p>
<p>Sehingga kami sering berpesan kepada diri kami sendiri dan juga kawan-kawan, tetaplah memperhatikan dan melibatkan diri dalam program kerja usaha da&#8217;wah dan tabligh. Karena usaha da&#8217;wah dan tabligh telah memperlihatkan program kerja yang melibatkan begitu banyak sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA dalam aktifitasnya.</p>
<p><strong>Meskipun belum semuanya, tetapi sebagai awal bisa kita rasakan bagaimana pengaruh Sunnah-Sunnah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA dalam kehidupan kaum muslimin kalau sudah menjadi wujud. Sehingga bagaimana kalau seluruh amal Islam itu bisa wujud di tengah-tengah kaum muslimin? Mungkin bisa jadi, orang-orang di luar Islam dengan melihat amal-amalnya kaum muslimin bisa menjadi daya tariknya ke dalam Islam. Kapankah itu?</strong></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=434&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/usaha-dawah-dan-tabligh-memberikan-program-kerja-sistematik-untuk-perbaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah dan Program Kerja Sistematik</title>
		<link>http://usahadawah.com/jumlah-hari-khuruj-fisabilillah-dan-program-kerja-sistematik/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/jumlah-hari-khuruj-fisabilillah-dan-program-kerja-sistematik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 00:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Jumlah hari khuruj fisabilillah ini cukup banyak menjadi perhatian kaum muslimin, termasuk kalangan salafi di jaman sekarang ini. Dan bahkan sebagian salafi beranggapan bahwa kalangan ahli da&#8217;wah dan tabligh sebagai pelaku bid&#8217;ah ataupun pembuat syariat baru dalam Al-Islam dengan adanya program Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah.
Dan kami mendapatkan analisa dan sintesa yang beragam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Jumlah hari khuruj fisabilillah ini cukup banyak menjadi perhatian kaum muslimin, termasuk kalangan salafi di jaman sekarang ini. Dan bahkan sebagian salafi beranggapan bahwa kalangan ahli da&#8217;wah dan tabligh sebagai pelaku bid&#8217;ah ataupun pembuat syariat baru dalam Al-Islam dengan adanya program Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah.</p>
<p>Dan kami mendapatkan analisa dan sintesa yang beragam, dan Alhamdulillah ternyata ilmu-ilmu yang dipelajari kalangan ahli ilmu dapat dibagikan kepada kaum muslimin. Termasuk berkaitan dengan Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah ini. Banyak dalil yang disampaikan dari kalangan ahli ilmu ini tidak secara langsung berkaitan dengan Jumlah Hari Khuruj Fisabilillah, tetapi setidaknya jumlah hari seperti 3 hari, 40 hari dan 4 bulan itu terdapat keterangan-keterangan yang cukup.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini merupakan program kerja da&#8217;wah dan madrasah Islam untuk seluruh kaum muslimin. Tentunya program kerja ini harus sistematik dan rapih dalam menjalankannya. Sehingga urusan waktu atau lama program itu sendiri perlu diperhatikan dengan baik. Kita harus menyadari bahwa kita sebagai manusia tentunya mempunyai aktifitas lainnya dalam kehidupan. Sehingga dengan adanya program kerja yang diatur termasuk waktunya untuk seluruh kaum muslimin. Hal ini memberikan proses perbaikan ke dalam tubuh kaum muslimin lebih sistematik dan rapih.</p>
<p>Sehingga dengan adanya pengaturan waktu tentunya memberikan ruang yang baik untuk kehidupan kaum muslimin sendiri dalam hidupnya untuk menata perjalanan kebangkitan setiap pribadi muslim dengan baik. Tidaklah mungkin terjadi perbaikan yang baik dan sistematik, kalau tidak mempunyai program kerja yang sistematik dan waktu yang dikelola dengan baik.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=432&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/jumlah-hari-khuruj-fisabilillah-dan-program-kerja-sistematik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika kaum muslimin berkeinginan bersatu padu seluruh dunia, maka KHURUJ-lah kaum muslimin di berbagai lapisan dan tingkatan.</title>
		<link>http://usahadawah.com/jika-kaum-muslimin-berkeinginan-bersatu-padu-seluruh-dunia-maka-khuruj-lah-kaum-muslimin-di-berbagai-lapisan-dan-tingkatan/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/jika-kaum-muslimin-berkeinginan-bersatu-padu-seluruh-dunia-maka-khuruj-lah-kaum-muslimin-di-berbagai-lapisan-dan-tingkatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 01:48:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,
Tidaklah mungkin kaum muslimin bisa bersatu padu dan menata persatuannya, kecuali kaum muslimin memperhatikan silaturahmi dengan baik. Jadi jika kita berkeinginan kaum muslimin bisa bersatu padu dengan baik, maka tentunya kita sendiri harus bersungguh-sungguh untuk menjaga silaturahmi di antara kaum muslimin lainnya, mulai dari tingkatan kecil sampai besar.
Adalah sebuah mimpi saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,</p>
<p>Tidaklah mungkin kaum muslimin bisa bersatu padu dan menata persatuannya, kecuali kaum muslimin memperhatikan silaturahmi dengan baik. Jadi jika kita berkeinginan kaum muslimin bisa bersatu padu dengan baik, maka tentunya kita sendiri harus bersungguh-sungguh untuk menjaga silaturahmi di antara kaum muslimin lainnya, mulai dari tingkatan kecil sampai besar.</p>
<p><span id="more-391"></span>Adalah sebuah mimpi saja jika kita kaum muslimin berkeinginan bersatu padu di seluruh dunia ini atau bahkan kita di Indonesia sendiri, jika kita ini tidak pernah memperhatikan silaturahmi di antara kaum muslimin di seluruh dunia ataupun di Indonesia. Dan KHURUJ merupakan salah satu bentuk silaturahmi yang telah mendunia sekarang ini. Adakah lagi program silaturahmi yang sudah mendunia saat ini?</p>
<p>Jika silaturahmi telah berjalan, maka sudah menjadi hukum alam untuk berkeinginan berkumpul kembali untuk menyambungkan silaturahmi yang telah dibangun. Begitupun juga sekarang ini setelah KHURUJ, maka tidak heran ada pertemuan besar untuk bersilaturahmi kembali dan terus mengeluarkan kembali KHURUJ untuk bersilaturahmi. Hal ini sudah menjadi hukum yang berlaku umum dalam kehidupan manapun akan terjadi seperti itu.</p>
<p>Oleh karena itu, jika kita kaum muslimin berkeinginan bersatu padu di seluruh dunia, maka tidak ada jalan lain yaitu KHURUJ-lah (bersilaturahmi ) kaum muslimin ke seluruh alam dan sebarkan salam di antara kaum muslimin yang dikenal ataupun belum dikenalnya di seluruh dunia ini. Dengan KHURUJ kaum muslimin bisa belajar dan mengajar satu sama lain apakah di antara rombongan yang KHURUJ, dan juga yang dikunjunginya.</p>
<p>Silahkan tanya kepada para Ulama kaum muslimin manapun, apakah mungkin kaum muslimin bisa bersatu padu tanpa adanya Silaturahmi? Sampai kapanpun tidak akan pernah wujud persatuan kaum muslimin dari berbagai lapisan, berbagai tingkatan, berbagai suku, berbagai madzhab, berbagai pergerakan, dsb, kecuali dengan Silaturahmi. Ini sudah menjadi sebuah hukum yang berlaku.</p>
<p>Dan salah satu program silaturahmi yang sudah mendunia adalah KHURUJ yang diprogramkan usaha da&#8217;wah dan tabligh, maka tentunya kita yang mempunyai berpikiran jernih kita perlu mengambil program KHURUJ dengan tidak meninggalkan program khidmat kita lainnya untuk agama ini yang sudah kita lakukan seperti madrasah Islam, yayasan Islam dsb.</p>
<p>KHURUJ ini kita perlu ambil dan aktualkan dalam masyarakat kaum muslimin, termasuk di Indonesia, jika kita kaum muslimin berkeinginan menata kembali kebersamaan dan persatuan kaum muslimin di seluruh alam ini.</p>
<p>Kami (penulis tulisan ini) selalu mengkaji bagaimana kaum muslimin bisa bersatu padu, apakah mungkin dengan partai politik, apakah mungkin dengan yayasan, apakah mungkin dengan madrasah, apakah mungkin dengan ekonomi Islam, apakah mungkin dengan konferensi? Kami mendapatkan kesimpulan bahwa tidaklah mungkin dibangun persatuan dan kertepaduan kaum muslimin dengan hal itu, karena perkara-perkara itu merupakan perkara infirodhi yang sesuai dengan minat dan fokus masing-masing.</p>
<p>Keterpaduan dan persatuan itu dapat dibangun melalui Silaturahmi meskipun berbeda-beda fokus dan minat dari setiap kaum muslimin, dan program Silaturahmi itu salah satunya yang sudah wujud secara mendunia adalah KHURUJ. Maka kami melihat bahwa inilah jalan untuk menata kembali persatuan dan kertepaduan kaum muslimin di berbagai lapisan dan tingkatan sekarang ini. Jika ada jalan/program lain yang dapat menata persatuan dan kertepaduan seluruh kaum muslimin, silahkan infokan kepada kami! Sehingga kami dapat mempelajarinya dengan baik pula.</p>
<p>KHURUJ-lah kaum muslimin di berbagai lapisan dan tingkatan untuk membangun dan menata keterpaduan dan kerbesamaan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Kami (penulis tulisan ini) selalu berniat untuk dapat melakukan KHURUJ. Kami yang menulis berniat KHURUJ, bagaimana dengan sdr. Sekalian? Insya Allah.</p>
<p>Terimakasih,</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=391&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/jika-kaum-muslimin-berkeinginan-bersatu-padu-seluruh-dunia-maka-khuruj-lah-kaum-muslimin-di-berbagai-lapisan-dan-tingkatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaidah dan Landasan Bagi Juru Dakwah</title>
		<link>http://usahadawah.com/kaidah-dan-landasan-bagi-juru-dakwah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/kaidah-dan-landasan-bagi-juru-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 02:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin yang berbahagia,
Kami kopikan terhadap sebuah tulisan yang berada di : http://myquran.com/forum/showthread.php/19173-Kaidah-dan-Landasan-Bagi-Juru-Dakwah; dan kami telah memberikan beberapa tulisan singkat berkaitan dengan hal tulisan di bawah ini. Mudah-mudahan kami akan tulisan juga dalam situs ini secara berkala.
Yang ditulis dalam Al-Wajiiz fii ‘Aqiidatis-Salafish-Shaalih oleh Asy-Syaikh ‘Abdullah  bin  ‘Abdil-Hamiid Al-Atsariy, Intisari ‘Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin yang berbahagia,</p>
<p>Kami kopikan terhadap sebuah tulisan yang berada di : http://myquran.com/forum/showthread.php/19173-Kaidah-dan-Landasan-Bagi-Juru-Dakwah; dan kami telah memberikan beberapa tulisan singkat berkaitan dengan hal tulisan di bawah ini. Mudah-mudahan kami akan tulisan juga dalam situs ini secara berkala.</p>
<p>Yang ditulis dalam Al-Wajiiz fii ‘Aqiidatis-Salafish-Shaalih oleh Asy-Syaikh ‘Abdullah  bin  ‘Abdil-Hamiid Al-Atsariy, Intisari ‘Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah   (penerjemah : Farid bin Muhammad Bathathiy), Pustaka Imam Asy-Syafi’i,   Cet. 2/1428 H<br />
<span id="more-386"></span></p>
<blockquote><p>1. Ketahuilah bahwa dakwah kepada Allah ta’ala merupakan jalan  keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. ‘Sungguh seseorang yang  diberikan hidayah oleh Allah melalui jalan kamu lebih baik bagimu  daripada onta merah (pilihan)’. Pahala akan diperoleh hanya dengan  berdakwah, tidak terkait dengan respon (objek dakwah). &lt;span&gt;Juru  dakwah tidak dituntut untuk merealisasikan kemenangan agama Islam karena  hal ini adalah urusan Allah dan berada di tangan-Nya. Akan tetapi, juru  dakwah dituntut untuk mencurahkan segala kemampuannya dalam  berdakwah&lt;/span&gt;. Bagi juru dakwah, mempersiapkan diri merupakan  syarat. Pertolongan Allah merupakan janji. Sementara dakwah merupakan  salah satu bentuk jihad. Oleh karena itu, terdapat titik temu antara  berdakwah dan jihad dalam tujuan dan hasil.</p>
<p>2. Menegaskan dan  memperdalam manhaj As-Salafush-Shaalih yang tertuang dalam manhaj  Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, yang terkenal dengan wasathiyyah  (pertengahan), syumuliyyah (universal), i’tidal (moderat), serta jauh  dari ifrath (berlebihan) dan tafrith (melalaikan). Landasannya adalah  ilmu syar’iy yang konsisten terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah yang  shahih. Landasan inilah yang memelihara dari ketergelinciran – dengan  anugerah Allah – dan memberikan cahaya bagi orang yang bertekad bulat  untuk berjalan di atas jalan para Nabi.</p>
<p>3. Berupaya mewujudkan  Jama’atul-Muslimin (jama’ah kaum muslimin) dan menyatukan kalimat mereka  di atas kebenaran, yang bersumber dari manhaj yang menyatakan :  “Kalimatut-Tahiid (Laa ilaha illallaah) merupakan pokok untuk menyatukan  barisan (???? ??????? ???? ????? ??????)”. Selain itu, menjauhkan diri  dari segala sesuatu yang dapat memecah-belah kelompok-kelompok Islam  pada saat ini seperti tahazzub (berpartai-partai) yang tercela, yang  mencerai-beraikan barisan kaum muslimin, bahkan menjauhkan antara hati  mereka. Pemahaman yang benar bagi setiap jama’ah dakwah yang mengajak  kepada jalan Allah adalah jama’ah dari kaum muslimin (jama’atun  minal-muslimiin), bukan Jama’ah Kaum Muslimin  (Jama’atul-Muslimiin).&lt;span&gt;&lt;/span&gt;</p>
<p>4.  &lt;span&gt;Loyalitas itu wajib untuk agama bukan untuk para tokoh.  Sebab, kebenaran akan kekal sedangkan tokoh akan wafat&lt;/span&gt;.  Kenalilah kebenaran itu, niscaya engkau akan mengenal penganutnya.</p>
<p>5.  Menyeru untuk saling tolong-menolong dan (menyeru) kepada segala  sesuatu yang dapat mewujudkannya serta menjauhi dari khilaf  (perselisihan) dan dari segala sesuatu yang dapat menyebabkan khilaf  tersebut. Hendaknya satu sama lain harus tolong-menolong dan  nasihat-menasihati dalam hal yang kita perselisihkan selama hal tersebut  dalam masalah khilafiyyah dengan tanpa saling membenci.  &lt;span&gt;Prinsip yang harus ditegakkan di antara kelompok-kelompok  Islam adalah saling bekerjasama dan bersatu. Jika hal tersebut tidak  dapat diwujudkan, hendaknya senantiasa tolong-menolong. Jika itu juga  tidak dapat diwujudkan, hendaknya hidup damai dan berdampingan. Jika itu  pun juga tidak, maka pilihan yang keempat adalah  kebinasaan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;</p>
<p>6.  &lt;span&gt;&lt;/span&gt;Tidak fanatik terhadap jama’ah yang dianutnya.  &lt;span&gt;Bersikap menyambut apapun upaya yang terpuji yang telah  diberikan oleh orang lain, selama sesuai dengan syari’at lagi jauh dari  ifrath dan tafrith&lt;/span&gt;.</p>
<p>7. Perselisihan dalam masalah  furu’ (cabang-cabang) syari’at menuntut sikap lapang dada dan dialog,  bukan permusuhan dan pembunuhan.</p>
<p>8. Melakukan introspeksi, koreksi yang kontinu, dan evaluasi yang berkesinambungan.</p>
<p>9.  Belajar adab berselisih pendapat dan memperdalam dasar-dasar diskusi,  serta menyatakan bahwa kedua-duanya penting dan perlu sehingga harus  dimiliki sarananya.</p>
<p>10. Jauh dari sikap memvonis secara umum dan  berhati-hati dalam masalah ini, serta jauh dari sikap tidak adil dalam  menghukumi setiap pribadi. Termasuk keadilan adalah menghukumi  berdasarkan makna-makna (yang tersirat), bukan dari yang tersurat</p>
<p>11.  Membedakan antara tujuan dan sarana. Misalnya : Dakwah adalah tujuan;  sedangkan pergerakan, jama’ah, markaz, dan lain-lain merupakan  sarana.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;</p>
<p>12. &lt;span&gt;Teguh dalam tujuan dan fleksibel dalam sarana berdakwah sesuai dengan yang diperbolehkan syari’at&lt;/span&gt;.</p>
<p>13.  Memperhatikan masalah prioritas dan menyusun segala sesuatu secara  berurutan sesuai dengan kepentingannya. Jika ada suatu masalah sekunder,  maka harus memperhatikan waktu, tempat, dan kondisi yang tepat.</p>
<p>14.  Tukar-menukar pengalaman di antara juru dakwah adalah hal yang penting –  di samping itu, dapat membangun bangunan berdasarkan pengalaman orang  lain. Seorang juru dakwah hendaknya jangan memulai dakwahnya dari nol.  Bukanlah dia orang yang pertama tampil berkhidmah kepada agama ini dan  juga bukan orang yang terakhir. Sebab, sekali-kali tidak akan ada orang  yang tidak perlu nasihat dan petunjuk, juga tidak akan ada orang yang  memonopoli seluruh kebenaran atau sebaliknya.</p>
<p>15. Menghormati  para ulama umat yang dikenal dengan konsistensinya terhadap ‘As-Sunnah  dan ‘aqidah yang benar, mengambil ilmu darinya, menghormatinya, tidak  bersikap sombong padanya, menjaga kehormatannya, tidak meragukan niat  baiknya, tidak fanatik kepadanya, dan tidak menuduh mereka. Sebab,  setiap ulama ada benar dan salahnya. Kesalahan dari ulama tersebut  ditolak, tanpa mengurangi kehormatan dan kedudukannya, selama dia  seorang mujtahid.</p>
<p>16. Berbaik sangka kepada kaum muslimin dan  membawa perkataannya kepada pengertian yang terbaik serta menutup cacat  mereka, tanpa melalaikan untuk memberikan keterangan/penjelasan  (nasihat) kepada orang yang bersangkutan.</p>
<p>17. Jika kebaikan  seseorang lebih banyak, janganlah disebut kejelekannya, kecuali jika ada  maslahatnya. Jika kejelekannya lebih banyak, janganlah kebaikannya  disebut, karena takut menjadikan rancu perkaranya bagi orang awam.</p>
<p>18.  Menggunakan kata-kata yang syar’i karena lebih tepat dan sesuai, serta  menjauhi kata-kata asing dan pelik. Seperti menggunakan musyawarah  (syuuraa), bukan demokrasi.</p>
<p>19. Sikap yang benar atas  madzhab-madzhab fiqh adalah bahwasannya madzhab-madzhab tersebut  merupakan kekayaan fiqh yang agung. Oleh sebab itu, wajib bagi kita  mempelajarinya, mengambil manfaat darinya, dan tidak fanatik serta  menolaknya secara keseluruhan. Hendaknya kita menjauhi pendapat yang  lemah dan mengambil yang haq dan benar menurut tuntunan Al-Qur’an dan  As-Sunnah dengan pemahaman as-salafush-shaalih.</p>
<p>20. Menetapkan  sikap yang benar terhadap dunia Barat dan peradabannya, yaitu dengan  mengambil manfaat dan ilmu pengetahuan empiris sesuai dengan  kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan agama kita yang agung ini.</p>
<p>21. Mengakui urgensi musyawarah dalam berdakwah dan keharusan juru dakwah mempelajari tentang fiqh musyawarah.</p>
<p>22. Suri tauladan yang baik. Seorang juru dakwah merupakan cerminan dan contoh hidup dalam misi dakwahnya.</p>
<p>23.  Mengikuti metode hikmah dan nasihat yang baik serta menjadikan firman  Allah berikut ini sebagai neraca dalam berdakwah dan himah untuk  diikuti. ????? ????? ??????? ??????? ????????????? ???????????????  ??????????? ????????????? ????????? ???? ???????? “Serulah (manusia)  kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah  mereka dengan cara yang baik” [QS. An-Nahl : 125].</p>
<p>24. Berhias  diri dengan kesabaran, karena itu merupakan sifat dari para Nabi dan  utusan Allah serta penunjang keberhasilan dalam  dakwahnya.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;</p>
<p>25. &lt;span&gt;Jauh dari  tasyaddud (mempersulit/keras) dan berhati-hati dari penyakit tasyaddud  dan akibatnya yang negatif&lt;/span&gt;. Selain itu, berbuat kemudahan  dan lemah-lembut dalam batas-batas yang diperbolehkan oleh syari’at.</p>
<p>26.  Seorang muslim selalu mencari kebenaran. Keberanian mengatakan  kebenaran sangat dibutuhkan dalam berdakwah. &lt;span&gt;Jika engkau  lemah untuk mengatakan yang benar, maka janganlah mengatakan yang  bathil&lt;/span&gt;.</p>
<p>27. Berhati-hati terhadap futur (patah  semangat) dan hasilnya yang negatif, serta tidak lalai dalam mempelajari  sebab dan solusinya.</p>
<p>28. Waspada terhadap segala isu (kabar  angin) dan tidak menyebarkannya. Selain itu, waspada terhadap hal-hal  negatif yang ditimbulkannya pada masyarakat Islam.</p>
<p>29. Barometer  keistimewaan seseorang adalah taqwa dan amal shalih, serta  mengesampingkan segala fanatisme jahiliyyah; seperti fanatisme daerah,  keluarga, kelompok, maupun jama’ah.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;</p>
<p>30.  &lt;span&gt;Manhaj (metode) yang afdlal dalam berdakwah adalah memulai  dengan mengemukakan hakekat Islam dan manhajnya, bukan mendatangkan  syubhat lalu membantahnya&lt;/span&gt;. Kemudian, memberikan kepada  manusia neraca kebenaran, mengajak mereka pada pokok-pokok agama, dan  berbicara menurut kemampuan akal pikiran mereka. Mengetahui celah untuk  memasuki jiwa mereka merupakan pintu masuk untuk memberikan hidayah  kepada mereka.</p>
<p>31. Para juru dakwah dan pergerakan Islam  hendaknya senantiasa berpegang teguh kepada syari’at Allah ta’ala,  bersungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan, meminta pertolongan kepada  Allah ta’ala, serta meyakini bahwa Allah-lah yang membimbing dan  mengarahkan perjalanan dakwah. Dia-lah yang akan melimpahkan taufiq bagi  para da’i. Sesungguhnya agama dan segala urusan hanya milik Allah  ta’ala.</p>
<p>Itulah beberapa kaidah dan landasan dalam  berdakwah yang merupakan buah pengalaman kebanyakan ulama dan juru  dakwah. Semoga ada manfaatnya. Wallaahu a’lam bish-shawwaab</p>
<p>Sumber  : Al-Wajiiz fii ‘Aqiidatis-Salafish-Shaalih oleh Asy-Syaikh ‘Abdullah  bin ‘Abdil-Hamiid Al-Atsariy, Intisari ‘Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah  (penerjemah : Farid bin Muhammad Bathathiy), Pustaka Imam Asy-Syafi’i,  Cet. 2/1428 H</p></blockquote>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=386&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/kaidah-dan-landasan-bagi-juru-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KHURUJ memberikan kerangka amaliyyah dan ilmiyyah berdasarkan Al-quran dan As-sunnah (1)</title>
		<link>http://usahadawah.com/khuruj-memberikan-kerangka-amaliyyah-dan-ilmiyyah-berdasarkan-al-quran-dan-as-sunnah-1/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/khuruj-memberikan-kerangka-amaliyyah-dan-ilmiyyah-berdasarkan-al-quran-dan-as-sunnah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 02:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,
Sebagian kaum muslimin memberikan penilaian terhadap Khuruj ini yang biasa dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya sebagai Jama&#8217;ah Tabligh (JT)) sebagai perkara bid&#8217;ah dan bertentangan dengan al-quran dan as-sunnah.
Kami akan berikan beberapa tulisan secara berkala yang memperlihatkan &#8220;KHURUJ memberikan kerangka Amaliyyah dan Ilmiyyah berdasarkan pada Al-quran dan As-Sunnah&#8221;. Dan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,</p>
<p>Sebagian kaum muslimin memberikan penilaian terhadap Khuruj ini yang biasa dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya sebagai Jama&#8217;ah Tabligh (JT)) sebagai perkara bid&#8217;ah dan bertentangan dengan al-quran dan as-sunnah.</p>
<p>Kami akan berikan beberapa tulisan secara berkala yang memperlihatkan &#8220;KHURUJ memberikan kerangka Amaliyyah dan Ilmiyyah berdasarkan pada Al-quran dan As-Sunnah&#8221;. Dan untuk mempelajari hal itu, maka tentunya kita perlu mempelajari dari dua sisi sumber yaitu &#8220;LANGSUNG TERJUN KHURUJ&#8221; dan &#8220;MENGGALI SUMBER DALIL&#8221;.</p>
<p><strong>Dalam KHURUJ selalu menjaga musyawarah. </strong>Amal/kerja MUSYAWARAH merupakan aktifitas yang selalu dijaga ketika KHURUJ, dan hal ini mempunyai landasan sunnah Rasulullah SAW. Di bawah ini merupakan sebagian keterangan untuk hal itu:</p>
<blockquote><p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA katanya: &#8220;Aku belum pernah melihat seorangpun yang paling sering bermusyawarah dengan para Shahabatnya selain Rasulullah SAW&#8221; (HR Tirmidzi, bab tentang musyawarah hadist 1714)</p>
<p>Dari Ali RA menceritakan, &#8220;Aku pernah bertanya pada Rasulullah SA, &#8220;Wahai Rasulullah, jika kami menjumpai suatu urusan yang belum jelas mengenainya apakah diperintah atau dilarang, apa yang engkau perintahkan kepada kami?&#8221; Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Musyawarahkanlah urusan itu dengan para fuqaha (orang-orang yang mendalam kefahaman agamanya) dan para &#8216;abidin (orang-orang sholeh), dan janganlah kalian memutuskan urusan itu dengan hanya mengikuti pendapat orang tertentu&#8221; (HR Thabrani dalam al-awsath, dan sanad-sanadnya dipercaya dari para perawi yang shahih, Majma&#8217;uz Zawaid I/428)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas RA menceritakan: &#8220;Ketika turun ayat ayat &#8216;Bersmusyawarah engkau dengan mereka dalam segala urusan&#8217;. Maka Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah dan RasulNya tidak memerlukan Musyawarah, tetapi Allah swt telah menjadikan musyawarah ini sebagai rahmat bagi ummatku. Oleh karena itusiapa saja di antara ummatku yang melakukan musyawarah, maka ia tidak akan kehilangan bimbingan (jalan yang lurus), sebaliknya barangsiapa di antara ummatku yang meninggalkan musyawarah, maka tidak akan hilang kesulitannya (yakni ia selalu dalam kesulitan)&#8221; (HR Baihaqi VI/76)</p>
<p>Sumber: Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (Hadist-Hadist Pilihan Enam Sifat Para Shahabat RA), Maulana Yusuf Rah, hal-753.</p></blockquote>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 80px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><strong>Amal/kerja MUSYAWARAH merupakan aktifitas yang selalu dijaga ketika KHURUJ, dan hal ini mempunyai landasan sunnah Rasulullah SAW</strong>. Di bawah ini merupakan sebagian keterangan untuk hal itu:</p>
<p><strong>Diriwayatkan  dari Abu Hurairah RA katanya: &#8220;Aku belum pernah melihat seorangpun yang  paling sering bermusyawarah dengan para Shahabatnya selain Rasulullah  SAW&#8221; (HR Tirmidzi, bab tentang musyawarah hadist 1714)</p>
<p>Dari Ali  RA menceritakan, &#8220;Aku pernah bertanya pada Rasulullah SA, &#8220;Wahai  Rasulullah, jika kami menjumpai suatu urusan yang belum jelas  mengenainya apakah diperintah atau dilarang, apa yang engkau perintahkan  kepada kami?&#8221; Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Musyawarahkanlah urusan itu  dengan para fuqaha (orang-orang yang mendalam kefahaman agamanya) dan  para &#8216;abidin (orang-orang sholeh), dan janganlah kalian memutuskan  urusan itu dengan hanya mengikuti pendapat orang tertentu&#8221; (HR Thabrani  dalam al-awsath, dan sanad-sanadnya dipercaya dari para perawi yang  shahih, Majma&#8217;uz Zawaid I/428)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas RA menceritakan:  &#8220;Ketika turun ayat ayat &#8216;Bersmusyawarah engkau dengan mereka dalam  segala urusan&#8217;. Maka Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah dan  RasulNya tidak memerlukan Musyawarah, tetapi Allah swt telah menjadikan  musyawarah ini sebagai rahmat bagi ummatku. Oleh karena itusiapa saja di  antara ummatku yang melakukan musyawarah, maka ia tidak akan kehilangan  bimbingan (jalan yang lurus), sebaliknya barangsiapa di antara ummatku  yang meninggalkan musyawarah, maka tidak akan hilang kesulitannya (yakni  ia selalu dalam kesulitan)&#8221; (HR Baihaqi VI/76)</p>
<p>Sumber:<span style="color: red;"> Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (Hadist-Hadist Pilihan Enam Sifat Para Shahabat RA), Maulana Yusuf Rah, hal-753</span>.</strong></div>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=384&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/khuruj-memberikan-kerangka-amaliyyah-dan-ilmiyyah-berdasarkan-al-quran-dan-as-sunnah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

