Aktifitas dalam da’wah memerlukan proses perbaikan yang berkelanjutan untuk membentuk da’wah yang tertib.
Ini merupakan tulisan kami di: http://myquran.org/forum/index.php/topic,69802.msg2026195.html#msg2026195 (MYQURAN)
Dear All,
Kita kaum muslimin saat ini banyak sekali mengalami tekanan dari luar, bahkan kita sendiri mempunyai masalah-masalah dalam internal sendiri serta agenda perbaikan-perbaikan ke dalam ummat Islam sendiri. Bahkan dengan adanya jaringan Internet saat ini telah menunjukkan perbedaan-perbedaan kaum muslimin lebih terbuka, bahkan mengarah pada hubungan yang kurang harmonis di berbagai lapisan kaum muslimin.
Untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut tidak mudah dan jangan sekali-sekali ditentukan oleh umur kita sendiri, tetapi harus terus bergerak dan tentunya terarah. Al-quran dan juga ucapan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, termasuk juga kehidupannya bersama dengan para Shahabat RA telah memberikan cara-cara menjaga dan melakukan perbaikannya.
Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan di dalam diri kita sendiri dan juga kaum muslimin dapat terus terjadi, berkelanjutan dan tidak mengalami kemandegannya. Banyak sumber dan pelajaran dalam Al-quran sendiri dan juga As-Sunnah untuk selalu menjaga empat proses dalam kehidupan kita sendiri.
Popularity: 15% [?]
Da’wah itu memerlukan tertib, jika berkeinginan mendapatkan manfaat yang lebih besar daripada madhoratnya
Dear All,
Bid’ah dholalah, syrik dan macam-macam yang bertentangan dengan Al-Islam perlu dijelaskan dengan baik kepada kaum muslimin, tetapi menjelaskan dan menerangkan hal-hal tersebut memerlukan TERTIB. Tanpa adanya TERTIB maka kita kaum muslimin sendiri akan mendapatkan hal-hal yang kurang diinginkan. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan TERTIB ini dengan baik, dan beliau tidak hanya menjelaskan dengan kalimat-kalimat tetapi juga dengan bentuk-bentuk contoh yang bisa dipahami dengan baik.
Ada seorang badwi buang air kecil di dalam masjid Nabawi, bisa kita bayangkan bagaimana perasaan para Shahabat RA yang melihat itu. Tentunya mereka marah dan kesal, sehingga ada saja yang akan memukulnya. TETAPI Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad SAW, melarangnya bahkan beliau menyuruhnya membawa air untuk disiramkan. Itulah da’wah dan pengajaran tidak boleh kasar.
Popularity: 20% [?]
Recent Comments