Pandangan aneh dan berlebihan terhadap usaha da’wah dan tabligh karena beberapa hadist/keterangan
Kepada kaum muslimin yang berbahagia,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Para ulama terhadap satu perkara belum tentu mempunyai pandangan yang sama, dan hal ini sesuai dengan analisa dan sintesa (baca: ijtihad) yang dibangunnya oleh Ulama yang bersangkutan. Sama halnya dengan TINGKATAN hadist Rasulullah SAW belum tentu sama seluruh ulama terhadap tingkatan tersebut, disamping terdapat yang disepakati para Ulama sendiri.
Sebagian kaum muslimin (baca: salafi) selalu menyampaikan pandangan bahwa kitab fadhilah amal, Maulana Dzakaria Rah, mengajarkan hadits-hadist dhoif, maudhu, mungkar. Sehingga akhirnya dibuat satu kesimpulan bahwa usaha da’wah dan tabligh (baca: orang menyebutnya jama’ah tabligh) mengajarkan kesesatan. Satu pandangan dan kesimpulan yang terlalu gegabah dan tergesa-gesa.
Popularity: 53% [?]
Jangan hanya pandai berkomentar terhadap usaha da’wah, tetapi pelajari dengan teliti dan sistematik!
Sekarang telah tumbuh sebagian kalangan kaum muslimin (baca: salafi) yang hanya pandai berkomentar, dan bahkan asal-asalan membid’ahkan tanpa keinginan mendapatkan pandangan berimbang. Oleh karena itu coba kita semua mempelajari secara telit dan sistematika.
Dalam kaidah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah, adalah keyaqinan dalam hati, ikrar dengan lisan dan membuktikan dengan amal-amal sholeh. Dan Iman itu dapat meningkat dengan tetap menjaga amal sholeh, dan iman dapat menurun ketika menjalankan amal-amal maksyiat kepada Allah swt. Ini adalah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah.
Seorang yang berpikiran Sunnah Wal Jama’ah, tentunya harus berusaha, berpikir, dan melaksanakan bagaimana iman dapat meningkat dan menghindari dari iman yang menurun. Karena jika Iman terus menurun, artinya telah banyak amal-amal maksyiat dilaksanakan, sehingga akan menjadi sulit menjalankan amal-amal sholeh lainnya.
Popularity: 31% [?]
Kitab-Kitab Fadhilah Amal dan Hayatush Shahabat
Sebelumnya kami telah memberikan wacana atau pendalaman berkaitan dengan kurikulum dan juga silabus dalam pengajaran Fadhilah Amal dan juga Hayatus Shahabat. Dan kami berikan linknya di bawah ini:
- http://usahadawah.com/2009/02/28/kenapa-tidak-membaca-kitab-hadits-shohih-bukhari-dan-muslim/
- http://usahadawah.com/2009/02/28/kurikulum-pengajaran-melalui-ta%E2%80%99lim-fadhoil-amal-dan-hayatush-shahabat/
Sekarang mari kita sama-sama untuk melihat-lihat perihal Buku Fadhilah Amal dan juga Hayatush Shahabat yang cukup banyak dibaca di kalangan usaha da’wah dan tabligh ini. Pertama kali, perlu kami sampaikan kenapa Hayatush Shahabat menjadi salah satu pengajaran utama dalam usaha da’wah ini. Para Ulama dari jaman kapanpun sangat memahami bahwa kesuksesan dan kejayaan para Shahabat RA ini merupkan tauladan yang tidak dapat dipupus oleh jaman. Sehingga tidak heran banyak ulama sepanjang perjalanan kaum muslimin selalu menulis perihal kehidupan para Shahabat RA.
Popularity: 82% [?]
Kurikulum Pengajaran melalui ta’lim fadhoil amal dan hayatush Shahabat
Usaha da’wah dan tabligh merupakan satu bentuk pergerakan Islam yang cukup sangat dinamis di jaman sekarang ini. Tidak mungkin satu pergerakan tanpa mempunyai metodologi gerak secara ijtimaiyyah, termasuk juga kurikulum ataupun silabus pengajaran Al-Islam itu sendiri. Dan hal ini sudah menjadi hal yang umum dalam proses pengajaran memerlukan kurikulum dan silabus itu sendiri, dan dengan sendirinya akan juga berhubungan sumber-sumber buku yang menjadi bacaannya.
Kami yang sempat berhubungan perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum dan silabus, serta juga ma’had Islam sendiri, maka kurikulum dan silabus mempunyai peran yang cukup penting untuk mencapai tujuan yang hendak dicapainya dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk usaha da’wah dan tabligh, begitupun juga kami kira dengan ma’had atau madrasah Islam lainnya.
Popularity: 15% [?]
Kenapa Tidak Membaca Kitab Hadits Shohih Bukhari dan Muslim?
Di kalangan penuntut ilmu sering muncul pertanyaan ataupun bahkan pernyataan kenapa tidak saja menggunakan kitab hadits bukhari dan muslim daripada menggunakan kitab fadhoil amal. Apalagi kedua kitab ini mempunyai bobot yang cukup tinggi. Para ulama sangat kenal benar dengan kedua kitab ini, dan merupakan sumber rujukan yang tidak ada taranya. Kedua kitab ini juga merupakan rujukan dari kitab fadhoil amal sendiri. Kami pribadi mempunyai kedua kitab itu serta juga syarahnya yang disusun oleh Ulama yang sangat dikenal, seperti Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Asqolani.
Kita kadangkala kurang memperhatikan pandangan-pandangan lain ketika kita memberikan pandangan ataupun pernyataan itu. Oleh karena itu sebaiknya kaum muslimin, terutama kalangan penuntut ilmu, dapat juga memperhatikan pandangan terhadap satu perkara, sehingga kaum muslimin terhindari dari penilaian-penilain yang kurang tepat, bahkan terhindar dari perkara meremehkan dan merendahkan kaum muslimin lainnya.
Popularity: 16% [?]
Alloh SWT menyembunyikan 6 perkara didalam 6 perkara/keadaan
Sumber :http://tetesanhujan.wordpress.com/2008/11/24/alloh-swt-menyembunyikan-6-perkara-didalam-6-perkarakeadaan/
Dari umar rhu, Sesungguhnya Alloh Ta’ala menyembunyikan 6 perkara di dalam 6 perkara/keadaan:
1. Alloh menyembunyikan ridhoNya didalam suatu ketaatan, diantara berbagai ketaatan, agar manusia bersungguh-sungguh di seluruh perbuatan ketaatan, dengan harapan bertemu dengan keridhoaan Alloh Ta’ala
Maka tidak diperbolehkan bagi kita meremehkan suatu perbuatan taat, walaupun sangat kecil, karena sesungguhnya bisa jadi keridhoaan Alloh Ta’ala ada pada ketaatan kecil itu.
2. Alloh menyembunyikan marah-Nya didalam suatu maksiat, diantara berbagai perbuatan maksiat, agar manusia menjauihinya, karena khawatir terjerumus didalamnya.
Maka seseorang tidak diperbolehkan meremehkan maksiat, meskipun sangat halus, karena sesungguhnya ia tidak tahu bahwasanya kadangkala didalam perbuatan itu terdapat kemarahan Alloh Ta’ala.
Popularity: 8% [?]
Syarat-syarat ilmu
Sumber: http://tetesanhujan.wordpress.com/2008/11/24/syarat-syarat-ilmu/
Salah seorang ulama bersyair,
Belajarlah jika keadaanmu bukan orang yang berilmu..karena tiada ilmu kecuali di sisi pencari pelajaran…
Syarat-sayarat ilmu sebagaimana pendapat imam an nawawi ada 8:
1) Syarat pertama adalah mengamalkan segala yang diketahuinya
Anas rhu berkata, ” Ulama cita-citanya untuk memperhatikan, sedangkan orang-orang bodoh cita-citanya adalah meriwayatkan (menceritakan). 1)
2) Syarat kedua menyebarkan Ilmu
Allah Ta’ala berfirman:….Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka (At-taubah:122)
Popularity: 8% [?]
Recent Comments