Mereka adalah Ulama Salaf Sesungguhnya
Artikel masuk: http://usahadawah.wordpress.com/2007/12/12/salah-kaprah-terhadap-ucapan-salaf/#comment-366
Mereka adalah Ulama Salaf Sesungguhnya
August 19, 2008 – 10:29 am
Oleh : A Dani Permana
Dari Hisyam bin Hasan, bahwasannya Al Hasan ditanya tentang sholat dibelakang pelaku bid’ah, Hasan berkata, “Shalatlah di belakangnya, dan dosa bid’ahnya menjadi tanggungannya sendiri.”[1]
Ubaidillah bin Adi bin Khiyar mengatakan bahwa dia datang kepada Utsman bin Affan sewaktu ia dikepung, dan berkata kepadanya, “Engkau adalah pemimpin seluruh kaum muslimin, dan kami telah melihat apa yang menimpamu. Kami shalat diimami oleh imam penyebar fitnah, dan kami merasa prihatin.” Utsman berkata, “Shalat adalah amal terbaik dari segala amal yang dilakukan manusia. Karena itu, pada waktu orang-orang melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, maka lakukanlah kebaikan bersama mereka. Pada waktu mereka melakukan perbuatan-perbuatan buruk, maka hindarilah perbuatan-perbuatan buruk itu.” [2]
Popularity: 12% [?]
Jenis-Jenis Kitab Hadits
(Saringan dan adaptasi dari “Muqaddimah Lami` al-Darari Ala Jami` al-Bukhari” karangan Maulana Muhammad Zakaria al-Kandahlawi oleh Ust Muhammad Hanief Awang Yahya dan Hakim-eze)
Sumber: http://www.darulkautsar.com/penghadis/kitabhadis.htm
Berikut adalah 29 jenis kitab hadis:
1) Jami’/ jawami’
2) Sunan/ ahkam
3) Mathani/ musnad
4) Ma’ajim/ mu’jam
5) Masyikhat
6) Ajza’/ rasail
7) Arbainat
8] Afrad dan Gharaaib
9) Mustadrak
10) Mustakhraj
11) ‘ilal
12) Atraf
13) Tarajim
14) Ta’aliq
15) Taghrib wa tarhib
16) Mursalsalat
17) Tsulasiyyat
18) Al-amali
19) Zawaid
20) Al-Mukhtasarat
21) Takharij
22) Syarhul atsar
23) Asbab nuzul hadis
24) At-tartib
25) At-Ta’liq
26) Al-Mawdhu`at
27) Al-ma’thurat
28) an-Nasikh wal Mansukh
29) Mutasyabih/ Musykil hadis
Popularity: 24% [?]
Shaykh al-Hadith Muhammad Zakariyya Kandhlawi
Sumber: http://www.whitethreadpress.com/authors/shaykh_zakariyya.htm
In the last century, India has undoubtedly become an important center for the study of hadith, and the scholars of India have become well-known for their passion for religious knowledge. Upon them ended the era of leadership in teaching hadiths, codification of the special fields (funun) of hadith, and commentary upon its texts (mutun). Such was their mastery of this science that Muhammad Rashid Rida mentions in the introduction of his book Miftah Kunuz al-Sunna, “Were it not for the superb attention to detail in the science of hadith displayed by our brothers, the scholars of India in the present era, this science would have withered away in the eastern cities. And, indeed, mastery of this science has been waning in Egypt and Syria since the tenth century ah.” There is no doubt that Shaykh Muhammad Zakariyya was among the most distinguished hadith scholars of India and a great contributor in service of the Sunna. He was given the honorary title of Shaykh al-Hadith, or “Great Scholar of Hadith,” by his teacher, Shaykh Khalil Ahmad Saharanpuri, who recognized his deep insight, clear-sightedness, and extensive knowledge of hadith and related sciences.
Popularity: 10% [?]
Recent Comments