<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Kajian Manajemen Islam</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/category/kajian-manajemen-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Program Kerja Sistematik Amal Islami Banyak di Kalangan Ummat Islam, Cukup Aneh Jika Ada Yang Mengomentari Usaha Da&#8217;wah Dan Tabligh</title>
		<link>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 04:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama&#8217;ah Tabligh &#8211; JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da&#8217;wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama&#8217;ah Tabligh &#8211; JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da&#8217;wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, 40 hari, 4 bulan, mana dalil khuruj, dsb.</p>
<p>Nampaknya komentar-komentar ini ada benarnya karena yang mengomentari itu adalah orang-orang yang berilmu. Tetapi kita cukup menyayangkan karena ketika memberikan komentar bahkan memberikan hukuman sebagai ahli bid&#8217;ah, pembuat syariat baru dsb, tidak memperhatikan secara menyeluruh dan sistematik. Kami tidak akan memberikan pandangan terhadap komentar-komentar itu, karena sudah cukup banyak dalam blog ini.</p>
<p><span id="more-449"></span>Kami ajak untuk melihat terhadap program kerja sistematik yang sebenarnya sudah cukup banyak di kalangan Ummat Islam, bahkan di kalangan salafi sendiri yang banyak mengomentari usaha da&#8217;wah dan tabligh. Coba kita perhatikan dengan baik:</p>
<ol>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam madrasah Islam dengan jumlah tahun belajarnya, misalkan S1, S2, S3 dsb. Dan program kerja sistematik itu dipergunakan untuk pendalaman Islam, misalkan hadist, syariah, tafsir dsb. Dan hal ini juga ada di Saudi arabia sana, dan banyak kalangan salafi yang mendapatkan gelar master ataupun Dr, dan bahkan professor.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam pengajian rutin mingguan, bulanan ataupun bahkan tahunan. Kalangan salafi sendiri sering mengadakan program tarbiyyah tahunan di madinah. Jelas dilakukannya juga secara sistematik, tidaklah mungkin acak-acakan.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam pengumpulan zakat kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak dilakukan di Indonesia. Dan lembaga zakat ummat begitu banyak dan berkembang. Tentunya hal ini dilakukan secara sistematik dan rapih.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan untuk program haji kaum muslimin, dan tentunya pemerintah sana menyiapkan program rutin itu dengan secara sistematik dan tidak asal-asalan. Dan sekarang banyak juga biro-biro perjalan haji dan Umrah, dan mungkin saja kalangan salafi sendiri membuatnya.</li>
</ol>
<p>usaha da&#8217;wah dan tabligh ini merupakan program kerja untuk kaum muslimin dengan berlandaskan pada amal-amal masjid. Dalam tulisan sebelumnya kami lampirkan potongan tulisan yang menceritakan begitu sistematik kerja dan pesan Nabi Muhammad SAW ketika menyuruh Shahabat ke masyarkat tertentu.</p>
<p>Jadi cobalah kita berpikir dengan baik, apakah tidak boleh rutin dan teratur menjalankan pengajian Islam? apakah bid&#8217;ah dengan keteraturan itu? apakah tidak boleh dilakukan waktu tertentu untuk pendalaman islam, misalkan 2 tahun dsb? Apakah bid&#8217;ah dengan keteraturan itu? Jelas semua itu tidak bid&#8217;ah, tetapi semuanya harus teratur. Dan yang teratur itu tentunya dilakukan secara rutin. Kalau kita bisa dzikir malam hari dengan auradnya, maka ketika tertidur, kita dibolehkan untuk mengulangnya terhadap aurad kita. Dan hal itu ada keterangannya.</p>
<p>Ummat islam tanpa ada program kerja yang sistematik, maka ummat Islam akan kacau dan tidak jelas arahnya. Program kerja sistematik dan rutin itu merupakan hal yang Sunnah, karena akhirnya kita bisa menunaikan hal-hal lainnya dengan baik pula. Dan cukup banyak dalil yang menjelaskan kita untuk hidup lebih teratur dan sistematik, dan bahkan Allah swt dan Rasulullah SAW sendiri mengajarkan untuk lebih hidup teratur dan rapi.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=449&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan mulai tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”?</title>
		<link>http://usahadawah.com/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 00:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jama'at tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[mudzakarah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[mujahadah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da&#8217;wah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh).</p>
<p>Kita dapat mempelajari konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan &#8220;Continuous Improvement&#8221;, seperti Business Process Reengineering (BPR), Total Quality Management (TQM), dan Benchmarking. Kesemuanya itu berasal dari orang-orang yang telah banyak menekuni bidang manajemen. Proses &#8220;4M Management&#8221; cukup berbeda dengan pendekatan-pendekatan di atas, meskipun ada kesamaan dalam beberapa halnya.</p>
<p>Proses inter-relasi ini merupakan proses dalam waktu yang cukup lama, BUKAN merupakan dalam satu atau dua tahun, kurang lebih sekitar sembilan tahun. Dan mungkin menjadi pertanyaan pula, bagaimana kami mendapatkan hal itu juga? Ini mungkin yang lebih unik. Dalam kesempatan ini kami berkeinginan untuk berbagi dengan sdr. sekalian.</p>
<p><span id="more-148"></span>Beberapa rombongan khuruj yang pertama kali bertemu sering atau banyak memberikan penekanan bahwa kita perlu banyak memperbaiki diri untuk lebih dapat mengikuti perintah Allah swt dan Sunnah Rasulullah SAW. Amalan-amalan harian banyak dimudzakarah secara intens seperti adab makan, adab tidur, adab keluar-masuk kamar kecil, dll, dan kami yang mengikuti rombongan benar-benar memberikan kesan lebih banyak melakukan muhasabah.</p>
<p>Memperbaiki diri dan selalu memperbaharui niyat memerlukan kesungguhan atau mujahadah yang berlanjutan terhadap diri kami dan juga ahli da&#8217;wah. Tanpa adanya mujahadah yang berkelanjutan, maka akan sulit bagi seseorang untuk dapat memperbaiki diri dan juga memperbaharui niyat. Allah swt menekankan bahwa barangsiapa yang mujahadah di jalan Allah swt, maka Allah swt akan memberikan hidayat kepada orang yang menjalankannya. Dan hal ini juga terungkap dengan baik melalui kisah yang dijelaskan oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, tentang seorang yang telah membunuh 99 orang dan sangat berkeinginan bertobat kepada Allah swt.</p>
<p>Dan kami bersyukur banyak bertemu dengan ahli-ahli da&#8217;wah yang banyak menimba pengalaman dan pelajaran dari para orang-orang yang telah lama terjun dalam usaha da&#8217;wah ini. Sehingga kami selalu diajak untuk selalu bermudzakarah tentang perihal apapun yang berhubungan dengan usaha da&#8217;wah dan tablih ini. Dan kadangkala teman-teman kami lama itu mengajak bermudzakarah berjam-jam. Sehingga kami mendapatkan proses ekplorasi terhadap usaha da&#8217;wah ini.</p>
<p>Untuk kerja da&#8217;wah dan tabligh ini sangat ditekankan untuk selalu bermusyawarah. Bahkan kami pernah diminta seseorang ahli da&#8217;wah yang cukup lama untuk dapat hadir musyawarah, meskipun hanya untuk duduk saja dan tidak memberikan pandangan ataupun usulannya. Sehingga tidak heran jika usaha da&#8217;wah dan tabligh ini menekankan ahli jama&#8217;ahnya untuk selalu bermusyawarah dengan baik.</p>
<p>Penekan-penekanan ini selalu kami ingat betul, sehingga akhirnya terpikirkan pada kami untuk menyusun inter-relasi dari empat proses itu ke dalam sebuah framework atau kerangka yang sangat khas. Dan tentunya kami sendiri melakukan kajian perbandingan dengan teori-teori yang berkembang di manajemen modern, seperti TQM.</p>
<p>4M yaitu Muhasabah (Evaluation), Mudzakarah (Exploration), Musyawarah (Decision), dan Mujahadah (Doing). Sehingga jika ke dalam bahasa Inggrisnya adalah E2D2. Sebagai contoh perbandingan, dalam manajemen lain, Planning lebih didahulukan. Sedangkan kami mendahulukan Muhajabah (Evaluation), dan Planning itu sendiri dimasukkan ke dalam Musyawarah (decision). Musyawarah merupakan langkah atau proses dimana diperlukan keputusan-keputusan yang sebenarnya merupakan rencana kerja yang harus dikerjakan.</p>
<p>Itulah sekelumit perjalanan tergambarnya &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221;. Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini telah memberikan satu inspirasi kerangka atau framework yang kami haturkan kepada kaum muslimin. Dan kerangka ini mudah-mudahan dapat dikembangkan dengan baik di masa depan.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=148&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waktu penerapan “4M Management for Continuous Improvement”</title>
		<link>http://usahadawah.com/waktu-penerapan-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/waktu-penerapan-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 23:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[4M]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[mudzakarah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[mujahadah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
&#8220;4M Management&#8221; merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan &#8220;4M Management&#8221; menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>&#8220;4M Management&#8221; merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan &#8220;4M Management&#8221; menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt telah melihat proses &#8220;4M&#8221; ini dalam kehidupan kaum muslimin, yang kebetulan telah wujud dengan baik dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh.</p>
<p>Semua dari kita pasti mempunyai keinginan ataupun cita-cita yang hendak dicapainya dengan baik, termasuk juga para pelajar atau mahasiswa. Cita-cita lebih merupakan keinginan jangka panjang yang sebenarnya merupakan target hendak dicapai. Misalkan seorang pelajar berkeinginan menjadi seorang programmer yang ahli atau juga seorang akuntan yang cukup berkualitas. Cita-cita ini tidak mungkin diperoleh melalui proses yang sebentar, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama.</p>
<p>Atau misalkan seorang Ibu berkeinginan anaknya menjadi seorang hafidz Quran, tidak mungkin diperoleh melalui waktu yang singkat tetapi memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu cita-cita merupakan target yang hendak dicapai oleh seseorang di waktu yang akan datang. Untuk mencapai ini maka diperlukan program dan juga aktifitas yang berkelanjutan dan juga terarah. Bagaimana seorang pelajar menjadi programmer yang baik, jika hanya mengandalkan pada buku ataupun hanya berangan-angan. Tetapi dia harus berlatih, dan juga mencoba hal-hal yang diperlukan untuk mendukung rencana itu.</p>
<p><span id="more-146"></span>&#8220;4M Management&#8221; perlu diterapkan untuk tahunan, bulanan, mingguan bahkan harian. Artinya kita perlu menerapkan &#8220;4M Management&#8221; ke dalam cita-cita kita, terhadap program kita, terhadap aktifitas ke seharian kita, apakah semuanya telah saling selaras (Alignment) untuk mencapai cita-cita yang kita tetapkan.</p>
<p>Mari kita sama-sama perhatikan dalam sebuah contoh yang sederha, misalkan seorang ibu berkeinginan anaknya menjadi seorang hafidz quran dan juga alim. Sebuah keinginan yang perlu mendapatkan dorongan dari semua pihak.</p>
<p><strong>4M Jangka Panjang:</strong></p>
<p>M1, seorang ibu mendapatkan bahwa anaknya belum hafidz, dan ibu ini berkeinginan agar anaknya menjadi seorang hafidz dan alim. Untuk hal ini, Ibu perlu melakukan mudzakarah dengan suaminya dengan baik.</p>
<p>M2, seorang Ibu dan suaminya melakukan mudzakarah melalui bincang-bincang kecil. Misalkan si Ibu mengajukan keinginannya terhadap anak itu menjadi seorang hafidz dan alim. Dan suaminya memberikan pandangan-pandangannya misalkan biayanya, waktunya, bahkan mungkin saja tempat belajarnya.</p>
<p>M3, Ibu dan Bapak ini melakukan musyawarah terhadap hal-hal yang diajukan itu, dan diberikan keputusan adalah perlu dikirim ke satu madrasah Islam yang sudah ditetapkannya.</p>
<p>M4, Ibu dan Bapaknya menyediakan waktu, biaya dan keperluannya untuk mengirimkan anaknya ke pesantren atau madrasah Islam yang ditetapkan itu.</p>
<p>Apakah Ibu dan Bapak ini membiarkan anaknya begitu saja di madrasah itu? Jelas Ibu dan Bapak perlu melakukan kembali 4M yang lebih berjangka pendek terhadap anak itu.</p>
<p><strong>4M Bulanan</strong></p>
<p>M1, Ibu dan Bapak ingin mendapatkan laporan dari madrasah yang bersangkutan terhadap kemajuan anaknya di pesantren itu. Setiap laporan maka dibuatlah pertimbangan bersama.</p>
<p>M2, laporan-laporan yang disampaikan itu akan memberikan pemahaman terhadap kemajuan-kemajuan anaknya di pesantren itu. Misalkan ada sesuatu yang kurang diinginkan, maka keduanya membahasnya dengan baik.</p>
<p>M3, pembahasan-pembahasan itu perlu dilakukan keputusan-keputusan. Dan boleh jadi keputusan-keputusan memerlukan waktu dan tenaga masing-masing, atau bahkan mungkin saja keputusan yang dibuat adalah perlu keduanya sholat tahajud untuk meminta dan memohon rahmat Allah swt untuk anaknya itu.</p>
<p>M4, hasil keputusan bahasan itu perlu dilaksanakan dengan baik.</p>
<p>Dan seterusnya, sehingga &#8220;4M&#8221; menjadi satu proses yang menjadi kebiasaan yang baik ke dalam setiap individu kaum muslimin. Insya Allah, kita ungkap dalam hal lainnya di lain waktu.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=146&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/waktu-penerapan-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visualisasi “4M Management for Continuous Improvement”</title>
		<link>http://usahadawah.com/visualisasi-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/visualisasi-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 02:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami sebelumnya telah menyampaikan proses-proses yang sebaiknya kita kaum muslimin berikan perhatian yang cukup baik. 
Apakah proses-proses itu yang terdapat dalam tulisan itu dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita, misalkan dalam aktifitas belajar, aktifitas bisnis, aktifitas berkerja, aktifitas berkeluarga, atau bahkan aktifitas memimpin sebuah organisasi atau perusahaan? Kita kaum muslimin sebenarnya perlu melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kami sebelumnya telah menyampaikan proses-proses yang sebaiknya kita kaum muslimin berikan perhatian yang cukup baik. <a href="http://usahadawah.wordpress.com/2007/10/28/empat-proses-untuk-kita-semua-pelajaran-berharga-dari-kalangan-para-shahabat-generasi-salafush-sholeh/"></a></p>
<p>Apakah proses-proses itu yang terdapat dalam tulisan itu dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita, misalkan dalam aktifitas belajar, aktifitas bisnis, aktifitas berkerja, aktifitas berkeluarga, atau bahkan aktifitas memimpin sebuah organisasi atau perusahaan? Kita kaum muslimin sebenarnya perlu melakukan kajian atau riset yang berkelanjutan untuk dapat memahami proses-proses itu dengan baik untuk dapat diterapkan dalam aktifitas-aktifitas itu.</p>
<p>Keempat proses ini telah ada dalam ajaran agama kita dengan baik, bahkan para Ulama terdahulu telah banyak menjelaskan perkara-perkara dengan baik. Hanya mungkin saja proses-proses ini tidak dalam satu relasi yang saling berkaitan dalam satu visualisasi yang lebih mudah dipahami. Kami sampaikan dalam tulisan pengantar ini untuk menampilkan gambar tersebut lebih mudah, dan kerangka itu diberinama sebagai &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221;.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2008/01/4m-management1.gif?w=505&amp;h=392" alt="4M" width="505" height="392" /></p>
<p><span id="more-142"></span>Proses-proses tersebut dalam &#8220;4M Management&#8221; mengarahkan kita untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan (improvement) yang berkelanjutan, sehingga kita akan selalu mengikuti apa yang sering kita dengar sebagai seorang muslim yaitu</p>
<p><strong>kita rugi, jika hari ini sama dengan hari kemarin; </strong></p>
<p><strong>kita celaka, jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin; dan </strong></p>
<p><strong>kita beruntung, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin. </strong></p>
<p>Apakah &#8220;4M Management&#8221; dapat diterapkan dalam lingkungan kaum muslimin, termasuk dalam aktifitas-aktifitas keislaman atau organisasi ummat Islam? Kita dapat mencobakannya dengan baik, dan proses-proses ini sebenarnya perlu dilakukan eksplorasi yang lebih mendalam, termasuk juga terhadap adab-adab atau ajaran-ajaran Islam yang telah banyak dijelaskan oleh para Ulama dulu.</p>
<p>Misalkan saja, jika kita pelajari cara menyampaikan pandangan ketika bermudzakarah, maka sebaiknya kita mendengarkan pandangan teman kita yang sedang berbicara atau tidak diperkenankan memotongnya apalagi meremehkannya. Dan hal ini jelas dari akhlaq Islam, dan cukup banyak dalil dan juga sumber untuk hal ini.</p>
<p>Oleh karena itu, selamat untuk mempelajari &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; dan juga dapat meningkatkan pendalamannya serta dapat menerapkannya dengan baik.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=142&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/visualisasi-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

