Archive

Archive for the ‘Kisah-Kisah Tauladan’ Category

Kitab-Kitab Fadhilah Amal dan Hayatush Shahabat

March 12th, 2009 Haitan Rachman 16 comments

Sebelumnya kami telah memberikan wacana atau pendalaman berkaitan dengan kurikulum dan juga silabus dalam pengajaran Fadhilah Amal dan juga Hayatus Shahabat. Dan kami berikan linknya di bawah ini:

Sekarang mari kita sama-sama untuk melihat-lihat perihal Buku Fadhilah Amal dan juga Hayatush Shahabat yang cukup banyak dibaca di kalangan usaha da’wah dan tabligh ini. Pertama kali, perlu kami sampaikan kenapa Hayatush Shahabat menjadi salah satu pengajaran utama dalam usaha da’wah ini. Para Ulama dari jaman kapanpun sangat memahami bahwa kesuksesan dan kejayaan para Shahabat RA ini merupkan tauladan yang tidak dapat dipupus oleh jaman. Sehingga tidak heran banyak ulama sepanjang perjalanan kaum muslimin selalu menulis perihal kehidupan para Shahabat RA.

Read more…

Popularity: 78% [?]

Apa di Surga Ada Orang yang Bertatto?

December 2nd, 2008 Haitan Rachman 5 comments

Sumber: http://harapandiri.wordpress.com/2008/11/29/“-apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto”

Kenapa Allah swt hadirkan gelap! Agar kita tahu bahwa dengan terang segalanya akan terlihat jelas, lantas kenapa Allah swt hadirkan masa lalu yang suram dalam hidup kita ! agar kita sadar bahwa hidayah itu suatu yang mahal, yang Allah swt berikan kepada siapa saja yang mau membuka hati untuk perkara hidayah. Karena setiap orang, ya setiap orang tanpa kecuali, lepas apakah dia seorang yang memiliki kepahaman agama yang tinggi atau hanya seorang ahli maksiat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh hidayah, tinggal seberapa jauh kita mau meraih dan mempertahankan hidayah tersebut.

Beberapa waktu yang lalu , Allah swt betul-betul telah “menampar” saya dalam artian yang sesungguhnya. Melalui kepergian seorang sahabat, Allah seakan ingin menunjukan bahwa hidayah dan surga bukan milik sekelompok orang, melainkan milik setiap orang yang dengan hati hancur datang kedepan pintu-Nya, berharap memperoleh kasih-Nya.

Read more…

Popularity: 30% [?]

Marilah kita banyak mengisahkan cerita Para Shahabat RA!

October 31st, 2008 Haitan Rachman 2 comments

Pendahuluan

Segala puji bagi Allah swt yang telah banyak memberikan ni’mat kepada kita semua, terutama dengan ni’mat Iman dan Islam. Dan juga sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan juga kepada para shahabat RA yang telah memberikan pengorbanan untuk tersebarnya risalah Islam dan sampai kepada kita semua.

Tulisan ini terinspirasi dengan nasehat dari seorang ulama dan guru yang banyak memberikan pengaruh kepada penulis sendiri, yaitu Maulana Ilyas. Beliau memberikan nasehatnya dengan lugas dan tegas, “Janganlah menceritakan tentang aku, tetapi banyakkanlah bercerita tentang para Shahabat RA”. Ucapan yang sederhana tetapi mempunyai makna yang sangat dalam. Penulis sendiri pernah ditegur oleh seseorang dikarenakan penulis banyak bercerita tentang beliau itu dalam satu ceramah, “Kita bersyukur dengan kerja agama ini, dan beliaulah yang mengajarkan kepada kita, tetapi para Shahabat RA telah dinyatakan langsung oleh Allah swt, sebagai generasi yang diridhoiNya meskipun masih ada di dunia yang fana ini. Oleh karena itu kita mesti banyak-banyak menceritakan para shahabat RA itu”.

Read more…

Popularity: 26% [?]

Bertobatnya seseorang yang telah membunuh 99 nyawa manusia

October 29th, 2008 Haitan Rachman 2 comments

Abu Said (Sa’ad bin Malik bin Sinan) Alkhudry berkata: Bersabda Nabi SAW: Dahulu pada ummat-ummat yang terdahulu, terjadi seorang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa, kemudian ia ingin bertobat, maka mencari seorang alim, dan ditunjukkan pada seorang pendeta, maka ia bertanya: Bahwa ia telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa, apakah ada jalan untuk bertobat? Jawab pendeta: Tidak ada. Maka segera dibunuh pendeta itu, sehingga genap seratus orang yang telah dibunuhnya.

Read more…

Popularity: 23% [?]

Kesabaran seorang istri Shahabat RA dan melahirkan anak-anak sholeh

October 29th, 2008 Haitan Rachman 1 comment

Anas r.a. berkata: Terjadi putra Abu Thalhah sakit, maka ketika Abu Thalhah telah keluar (bepergian) mendadak matilah putranya. Kemudian Abu Thalhah kembali bertanya pada isterinya: Bagaimanakah keadaan putra­ku? Jawab Ummu Sulaim (ibu anak itu): Ia lebih tenang keadaanya dari semula. Kemudian dihidangkan makan, lalu Abu Thalhah makan, dan berhubungan dengan Ummu Sulaim.

Kemudian tatkala Abu Thalhah sudah merasa puas, berkata Umu Sulaim: Lurupilah anak itu (kuburkanlah anak itu). Ke­mudian pada pagi harinya Abu Thalhah pergi memberi­tahukan tentang halnya semalam pada Rasulullah. Nabipun bertanya: Pengantinankah kau semalam? Jawabnya: Ya. Ma­ka sabda Nabi s.a.w. ALLAHUMMA BAARIK LAHUMAA. (Ya Allah berilah berkat pada kedua suami isteri itu).

Read more…

Popularity: 28% [?]

Umar Minta Do’a Kepada Seorang Yang Berbakti Pada Ibunya Dari Yaman

October 28th, 2008 Haitan Rachman No comments

Usair bin Amru berkata: Adalah umar bin alchotthab jika kedatangan rombongan orang-orang Yaman, bertnya kepada mereka: Adakah di antara kamu seorang bernama Uwais bin Aamir? Sehingga ketika ia bertemu bertanya: Engkau Uwais bin Aamir? Jawabnya:  Ya. Engkau dari suku Murod dari Qoron? Jawabnya: Ya. Dahulunya engkau belang sekarang kemudian sembuh, hanya tinggal sebesar dirham? Jawabnya: Ya. Masih ada ibumu?  Jawabnya: Ya. Berkata Umar: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Akan datang kepadamu seorang bernama Uwais bin Aamir bersama rombongan orang-orang Yaman, ia dari suku Murod dari Qoron, dahulunya ia belang, kemudian sembuh kecuali sebesar dirham, ia masih beribu dan sangat bakti pada ibunya, kalau ia menghendaki sesuatu oleh Allah tentu akan memberinya. Kalau dapat minta do’a istighfar padanya maka jangan kaulepaskan.

Read more…

Popularity: 26% [?]

Ketabahan seseorang untuk mempertahankan keimanannya

October 27th, 2008 Haitan Rachman No comments

Shuhaib r.a. berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w.: Da­hulu ada seorang raja yang mempunyai seorang ahli sihir, maka ketika telah tua, ia berkata kepada raja: Kini aku telah tua, karena itu kirimlah padaku seorang pemuda yang dapat mempelajari ilmu sihir, supaya dapat menggantikan kedudukankudi sisi raja, jika saya telah meninggal dunia. Ma­ka raja memilih seorang permuda untuk belajar ilmu sihir kepada ahli sihir itu.

Dan kebetulan di jalan yang dilalui pe­muda itu, ada seorang Rahib; maka tertariklah ia kepada Rahib itu, maka ia duduk mendengarkan ajaran-ajarannya, dan merasa puas pada ajaran Rahib itu hingga terlambat datang ke tempat Sahir itu, dan ia dipukul oleh Sahir itu.

Read more…

Popularity: 25% [?]

Categories: Kisah-Kisah Tauladan Tags:

Anugrah Allah swt ketika seorang shahabat menjamu makanan saat perang khandaq

October 27th, 2008 Haitan Rachman 1 comment

Djabir r.a. berkata: Pada waktu kami sedang menggali parit Khondaq, tiba-tiba ada tanah yang keras tidak dapat dipecahkan dengan kapak, sehingga kami datang memberitahukan kepada Nabi s.a.w. : Ada tanah keras tidak dapat kami pecahkan dengan kapak kami. Rasulullah s.a.w.bersabda: Saya sendiri akan turun, kemudian ia bangun dan mengganjal perutnya dengan batu, karena tiga hari tidak makan, kemudian Nabi s.a.w. memegang linggis dan memukul tanah itu, mendadak seketika itu juga hancur bagaikan debu yang dihamburkan.

Read more…

Popularity: 26% [?]

Fitnah Untuk Juraiz

October 19th, 2008 Haitan Rachman No comments

Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi s.a.w.: Tiada yang dapat bicara ketika bayi kecuali tiga orang, yaitu Isa bin Maryam, dan anak yang membebaskan djuraidj. Djuraidj seorang ahli ibadat yang membuat suatu sauma’ah (biara) untuk ibadatnya, maka pada suatu hari ibunya datang memanggil padanya sedang ia lagi sembahyang, maka ia berkata: Tuhanku, itulah ibuku, dan kini saya sedang sembahyang, maka ia melanjutkan sembahyangnya sehingga pulanglah ibunya, kemudian esok harinya ibunya datang kembal di waktu Djuraidj sedang sembahyang, sehingga tidak menyambut panggilan ibunya, kemudian datang ketiga kalinya sedang Djuraidj bersembahyang, maka ia memanggil: Hai Djuraidj! tetapi Djuraidj tidak dapat menyambut ibunya hanya berdo’a: Tuhanku, itulah ibuku, dan ini sembahyangku.

Read more…

Popularity: 22% [?]

Categories: Kisah-Kisah Tauladan Tags:

Keyaqinan Nabi Muhammad SAW ketika diancam musuh dengan pedang

October 19th, 2008 Haitan Rachman 1 comment

Dari bir r.a. ketika ia pergi bersama Nabi S.A.W. dalam perang Dzatirriqa ke arah Najed, kemudian ketika kembali terpaksa berhenti pada suatu hutan yang banyak pohon duri dan di situ Rasulullah berteduh di bawah po­hon, dan menggantungkan pedang di atas pohon itu, kemu­dian kata Djabir: Ketika kami telah tidur tiba?tiba terde­ngarlah Rasulullah S.A.W. memanggil kami, sedang di sisi Nabi ada seorang Badwi, maka bersabda Nabi: Orang ini telah meng­hunus pedangku pada waktu saya tidur, hingga saya terpe­ranjat bangun dan melihat pedang terhunus di tangannya lalu ia berkata: Siapakah yang dapat mempertahankan kau dari seranganku ini? Jawabku: Allah. Diucapkan yang demikian itu berulang sampai tiga kali. Kemudian Nabi duduk dan tidak membalas pada orang itu.  (Buchary, Muslim).

Read more…

Popularity: 23% [?]