Marilah kita banyak mengisahkan cerita Para Shahabat RA!
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah swt yang telah banyak memberikan ni’mat kepada kita semua, terutama dengan ni’mat Iman dan Islam. Dan juga sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan juga kepada para shahabat RA yang telah memberikan pengorbanan untuk tersebarnya risalah Islam dan sampai kepada kita semua.
Tulisan ini terinspirasi dengan nasehat dari seorang ulama dan guru yang banyak memberikan pengaruh kepada penulis sendiri, yaitu Maulana Ilyas. Beliau memberikan nasehatnya dengan lugas dan tegas, “Janganlah menceritakan tentang aku, tetapi banyakkanlah bercerita tentang para Shahabat RA”. Ucapan yang sederhana tetapi mempunyai makna yang sangat dalam. Penulis sendiri pernah ditegur oleh seseorang dikarenakan penulis banyak bercerita tentang beliau itu dalam satu ceramah, “Kita bersyukur dengan kerja agama ini, dan beliaulah yang mengajarkan kepada kita, tetapi para Shahabat RA telah dinyatakan langsung oleh Allah swt, sebagai generasi yang diridhoiNya meskipun masih ada di dunia yang fana ini. Oleh karena itu kita mesti banyak-banyak menceritakan para shahabat RA itu”.
Popularity: 34% [?]
Kesabaran seorang istri Shahabat RA dan melahirkan anak-anak sholeh
Anas r.a. berkata: Terjadi putra Abu Thalhah sakit, maka ketika Abu Thalhah telah keluar (bepergian) mendadak matilah putranya. Kemudian Abu Thalhah kembali bertanya pada isterinya: Bagaimanakah keadaan putraku? Jawab Ummu Sulaim (ibu anak itu): Ia lebih tenang keadaanya dari semula. Kemudian dihidangkan makan, lalu Abu Thalhah makan, dan berhubungan dengan Ummu Sulaim.
Kemudian tatkala Abu Thalhah sudah merasa puas, berkata Umu Sulaim: Lurupilah anak itu (kuburkanlah anak itu). Kemudian pada pagi harinya Abu Thalhah pergi memberitahukan tentang halnya semalam pada Rasulullah. Nabipun bertanya: Pengantinankah kau semalam? Jawabnya: Ya. Maka sabda Nabi s.a.w. ALLAHUMMA BAARIK LAHUMAA. (Ya Allah berilah berkat pada kedua suami isteri itu).
Popularity: 36% [?]
Umar Minta Do’a Kepada Seorang Yang Berbakti Pada Ibunya Dari Yaman
Usair bin Amru berkata: Adalah umar bin alchotthab jika kedatangan rombongan orang-orang Yaman, bertnya kepada mereka: Adakah di antara kamu seorang bernama Uwais bin Aamir? Sehingga ketika ia bertemu bertanya: Engkau Uwais bin Aamir? Jawabnya: Ya. Engkau dari suku Murod dari Qoron? Jawabnya: Ya. Dahulunya engkau belang sekarang kemudian sembuh, hanya tinggal sebesar dirham? Jawabnya: Ya. Masih ada ibumu? Jawabnya: Ya. Berkata Umar: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Akan datang kepadamu seorang bernama Uwais bin Aamir bersama rombongan orang-orang Yaman, ia dari suku Murod dari Qoron, dahulunya ia belang, kemudian sembuh kecuali sebesar dirham, ia masih beribu dan sangat bakti pada ibunya, kalau ia menghendaki sesuatu oleh Allah tentu akan memberinya. Kalau dapat minta do’a istighfar padanya maka jangan kaulepaskan.
Popularity: 23% [?]
Anugrah Allah swt ketika seorang shahabat menjamu makanan saat perang khandaq
Djabir r.a. berkata: Pada waktu kami sedang menggali parit Khondaq, tiba-tiba ada tanah yang keras tidak dapat dipecahkan dengan kapak, sehingga kami datang memberitahukan kepada Nabi s.a.w. : Ada tanah keras tidak dapat kami pecahkan dengan kapak kami. Rasulullah s.a.w.bersabda: Saya sendiri akan turun, kemudian ia bangun dan mengganjal perutnya dengan batu, karena tiga hari tidak makan, kemudian Nabi s.a.w. memegang linggis dan memukul tanah itu, mendadak seketika itu juga hancur bagaikan debu yang dihamburkan.
Popularity: 21% [?]
Recent Comments