Menurut Jamaah Tabligh, khuruj itu kewajiban bukan? Kalau dakwah, oke lah kewajiban setiap mukmin. Tapi metode khuruj ini kewajiban bukan?
Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan di myQuran:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,62873.msg1900611.html#msg1900611
Sdr. dan kawan-kawan,
Da’wah merupakan tanggung jawab kaum muslimin, dan metoda untuk menjalankan da’wah ini beragam untuk dilakukan. Tentunya orang-orang yang mempunyai akal dan berpikiran akan bertanya-tanya kenapa jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA bisa tersebar ke berbagai lapisan dan daerah, padahal di jaman itu tidak ada media seperti yang sekarang, tidak ada TV, tidak internet, tidak ada radio? Kenapa di jaman itu bisa tersebar dengan luas, padahal juga jika dilihat di jaman itu awalnya sangat lemah dan jumlahnya sedikit? Kenapa hal itu terjadi?
Popularity: 100% [?]
Kenapa pusat usaha da’wah di India, tidak di Arab?
Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan, dan kami mencoba berbagi pandangan dengan sdr. sekalian.
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Mari kita ungkap lebih dalam perihal pertanyaan ini, dan kita jangan termasuk seperti bani Israil yang menanyakan kenapa Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman itu terlahir dari Arab tidak dari bani Israil. Pertanyaan ini terlontar sangat wajar karena banyak Nabi lahir di kalangan bani israil, dan memang dari turunan Nabi Ishak As ini sangat banyak Nabi. Sedangkan dari Nabi Ismail As hanya satu Nabi saja, yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman.
Ummat Islam ini bukan hanya berada di arab, tetapi sudah sangat tersebar ke berbagai negara. Semua sejarah mencatat dengan baik perihal da’wah Abi Waqash RA sampai ke negera Cina. Atau kisah-kisah lainnya. Kita bisa bayangkan dengan pikiran yang normal, tanpa ada pesawat atau kendaran yang sangat hebat saat itu, tetapi kaum muslimin telah menembus negara-negara untuk menyampaikan agama Islam yang mulia ini. Jika kita perhatikan daratan yang ditempuh, gunung yang tinggi dan suhu yang dingin, tetapi mereka terus bergerak ke negara-negara jauh. Kira-kira SEMANGAT APA yang menjadikan mereka berani meninggal tanah air dengan waktu yang sangat panjang itu. Hal ini bisa terjadi karena PIKIR yang menghujam ke dalam diri mereka seperti mana PIKIR NABI untuk menyebarkan Islam ke seluruh daerah dan tempat. Apa PIKIR NABI itu? Allah swt dengan jelas dan lugas menjelaskan pikir dan kerisauan beliau itu dalam ayat Al-quran sendiri.
Popularity: 63% [?]
Salah Kaprah Terhadap Ucapan Salaf…
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kaum Muslimin Yang Budiman,
Kami mendapatkan pandangan dalam satu Blog, tetapi yang lebih MENJADI PERHATIAN adalah “SEBAGIAN RIWAYAT TENTANG PERINGATAN PARA SALAF AGAR JANGAN DUDUK DAN BERGAUL DENGAN AHLI BID’AH”.
Jika kami yang memberikan pandangan berimbang selalu mendapatkan hal-hal yang kurang kembali. Oleh karena itu, kami nukilkan di bawah ini yang berasal dari Blog Salafi Wahabi lainnya, “SALAH KAPRAH TERHADAP UCAPAN SALAF”
————————-
SEBAGIAN RIWAYAT TENTANG PERINGATAN PARA SALAF AGAR JANGAN DUDUK DAN BERGAUL DENGAN AHLI BID’AH http://alatsar.wordpress.com/2007/04/27/jamaah-tabligh-dalam-sorotan-tajam/
Sebelum saya membawakan sebagian riwayat dari para salaf tentang larangan duduk dan bergaul dengan ahli bid’ah akan saya bawakan riwayat dari ibu kita Aisyah radhiyallahu ‘anha yang berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat: “Dia yang menurunkan kepadamu al kitab. Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat (jelas) dan itu adalah induk kitab dan yang lainnya adalah mutasyabihat (samar)” hingga ayat: “Dan tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.” (Ali Imran: 7). Maka beliau bersabda: Bila kalian melihat orang-orang yang mencari-cari ayat-ayat yang mutasyabihat, maka merekalah yang disebutkan Allah dalam ayat ini dan berhati-hatilah terhadap mereka. (HR. Bukhari dan yang lainnya).
Popularity: 16% [?]
Questions Regarding Jama’ah Tabligh
Questions Regarding Jama’ah TablighSumber : http://www.albalagh.net/qa/tablighqa.shtml
Q 1.) For an ordinary Muslim (a businessman, a laborer, a farmer, a professional, etc.) who is not associated with a religious organization, is it Fard, Wajib, or Mustahab to go out for three or forty days, etc. with Jama’ah Tabligh?
A 1.) Dawah (inviting people to Islam) and Tabligh (conveying the Message) is a collective responsibility of the whole Ummah and an act of great reward as it has been declared a distinguishing characteristic of this Ummah by the Qur’an.[See Albaqarah 2:104, 110. Yusuf 12:108. Hamim Al Sajjdah 41:33]Dawah falls in two categories: Continue reading
Popularity: 13% [?]
Soal Jawab: Seputar Jamaah Tabligh, bagian-1
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas bersama. Kami tidak perlu menguraikan semua perkara dalam tulisan itu. Sebagiannya telah disampaikan dalam artikel-artikel dalam blog ini. Silahkan untuk diperhatikan dengan baik.
Syaikh Al Albani pernah ditanya tentang buku berjudul Zhahiratul Irja’ Fil Fikr Islami, karangan Safar Al Hawali. Di dalamnya disebutkan tentang vonis kafir terhadap pelaku sebagian dosa besar. Beliau menjawab, “Dahulu saya pernah melontarkan sebuah pendapat, kira-kira tiga puluh tahun yang lalu, ketika saya masih mengajar di Al Jami’ah (maksud Beliau Jami’ah Islamiyah Madinah An Nabawiyah). Dalam sebuah majelis yang besar, saya ditanya, bagaimana pandangan saya terhadap Jama’ah Tabligh. Ketika itu saya jawab: Shufi gaya baru. Sekarang terbetik dalam hatiku untuk mengomentari jama’ah yang muncul saat ini dan menyelisihi manhaj Salaf. Saya katakan -sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Adz Dzahabi, ‘Mereka telah menyelisihi Salaf dalam sejumlah persoalan manhaj,’ maka saya sebut mereka ini: Khawarij gaya baru.”
Haitan Wrote:
Pandangan di atas merupakan pandangan seorang Ulama sekaliber Syeikh Al-Banni, yang tentunya mempunyai kerangka analisa dan sintesa itu sendiri yang menjadi latar belakanginya sendiri. Begitupun juga usaha da’wah dan tabligh (orang yang menyebutnya sebagai jama’ah tabligh) merupakan hasil ijtihad yang cukup panjang dari proses analisa dan sintesa dari seorang Ulama, Maulana Ilyas. Mana yang benar dari kedua Ijtihad itu? Yang jelas bagi kita adalah Yang pertama sebagai “Penilai” dan yang kedua sebagai “Pelaksana”.
Popularity: 15% [?]
Recent Comments