Author : nurim
E-mail : nisnurim@gmail.com
Comment:
Kepada sahabat-sahabatku semua. melalui media internet ini , alhamdulillahm, kita bisa berbagi ilmu, pengalaman, dll yang baik-baik. tapi dilubuk hati yang paling dalam ini muncul kekhawatiran yang amat sangat tentang pengaruh buruk internet. Karena melalui media internetlah, keburukan yang seburuk-buruknya tersebar ke seluruh dunia, sampai ke pelosok-pelosok (krn internet kan bisa lewat hp juga). Nah apa pandangan sahabat semua sebagai aktifis dakwah mengenai media internet ini dipandang dari segi manfaat dan mudhorotnya? Dan apa pandangan para ulama tabligh berkaitan dengan fenomena ini? Ada yang bisa memberikan pencerahan?
1. Pengantar
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,
Segala puji bagi Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan kepada kita semua, terutama dengan nikmat Iman dan Islam. Tiada yang lebih tinggi nikmat ini kecuali nikmat Iman dan Islam, serta kita dikenalkan terhadap usaha yang mulia yaitu usaha atas Iman dan Islam kita dan kaum muslimin. Sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, kekasih kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat RA, kepada para guru-guru kita, serta kepada kaum muslimin yang selalu berusaha mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW, termasuk kepada diri kita dan keluarga kita semua. Amiin.
Kita dapat berbagi pandangan terhadap apa yang disampaikan Pak Nurim. Mudah-mudahan berbagi pandangan ini memberikan manfaat bagi kita kaum muslimin. Dan kami mencoba memberikan pandangan terlebih dahulu, hal ini dikarenakan apa yang disampaikan itu masuk ke tempat kami, http://usahadawah.com. Dan kami persilahkan kepada kawan-kawan untuk sama-sama berbagi pandangan dengan hal itu.
Read more…
Popularity: 4% [?]
Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da’wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da’wah yang dibangunnya.
Sangat heran jika ada seorang mahasiswa muslim seenaknya belajar dan tidak mengikuti aturan atau tatacara prosedur yang ditetapkan di lingkungan sekolah yang dimilikinya. Atau juga akan bertambah heran jika seorang muslim yang mengambil program S2 atau S3 tidak mengikuti aturan tatacara yang ditetapkannya, dengan alasan yang terpenting adalah sekolah S2 dan menuntut Ilmu.
Read more…
Popularity: 51% [?]
Terlalu banyaknya sebagian kaum muslimin (baca: salafi) terhadap jumlah hari Khuruj Da’wah memberikan kerangka analisa dan sintesa yang terlalu kerdil dan mengkerdilkan pola berpikir kaum muslimin. Disinilah kita perlu membuka kerangka analisa dan sintesa yang lebih luas, agar kita tidak terjebak dalam kerangka yang mudah untuk membid’ahkan aktifitas kaum muslimin.
Usaha da’wah ini selalu berhubungan dengan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, oleh karena itu tentunya kita sendiri perlu banyak berhubungan dengan kisah-kisah itu dengan baik. Perihal waktu sebenarnya tidak merupakan hal yang kaku, tetapi setidaknya dengan adanya pola tertib/keteraturan itu akan lebih mudah bagi kaum muslimin sendiri. Para Ulama yang berkecimpung dalam usaha da’wah ini cukup banyak sebagai ahli hadist, oleh karena itu banyak di antaranya menulis syarh hadits hadist yang cukup tebal-tebal.
Perihal waktu itu banyak berhubungan dengan pesan Nabi kita Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan 10%, dan juga tentunya ada beberapa kisah yang berkaitan dengan 3 hari, 40 hari, 4 bulan. Memang kejadiannya sangat berbeda dan juga aktifitasnya berbeda, tetapi setidaknya pola itu dapat dipergunakan untuk ketertiban dan kemudahan bagi kaum muslimin. Karena meskipun berbeda dari aktifitasnya, tetapi mempunyai kedekatan dari proses penyebaran dan juga pengorbanan untuk agama kita yang mulia, Al-Islam. 3 hari kisah Khalid Bin Walid RA, 40 hari berkaitan kisah Ummar Bin Khatab RA, begitupun juga dengan 4 Bulan berkaitan dengan Ummar Bin Khatab RA. Silahkan untuk membuka lembaran kisah itu yang cukup menarik.
Read more…
Popularity: 36% [?]
Sekarang telah tumbuh sebagian kalangan kaum muslimin (baca: salafi) yang hanya pandai berkomentar, dan bahkan asal-asalan membid’ahkan tanpa keinginan mendapatkan pandangan berimbang. Oleh karena itu coba kita semua mempelajari secara telit dan sistematika.
Dalam kaidah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah, adalah keyaqinan dalam hati, ikrar dengan lisan dan membuktikan dengan amal-amal sholeh. Dan Iman itu dapat meningkat dengan tetap menjaga amal sholeh, dan iman dapat menurun ketika menjalankan amal-amal maksyiat kepada Allah swt. Ini adalah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah.
Seorang yang berpikiran Sunnah Wal Jama’ah, tentunya harus berusaha, berpikir, dan melaksanakan bagaimana iman dapat meningkat dan menghindari dari iman yang menurun. Karena jika Iman terus menurun, artinya telah banyak amal-amal maksyiat dilaksanakan, sehingga akan menjadi sulit menjalankan amal-amal sholeh lainnya.
Read more…
Popularity: 37% [?]
Perbedaan (ikhtilaf) merupakan perkara yang pasti terjadi dalam kehidupan manusia, ketika manusia memandang satu perkara. Tentunya untuk menghadapi perbedaan ini memerlukan satu hikmah tersendiri, tanpa adanya hikmah maka perbedaan itu akan mengakibatkan perpecahan (tafarruq). Dalam Ushul usaha da’wah dan tabligh menjelaskan perkara yang tidak boleh disentuh, yaitu tidak menyentuh khilafiyyah.
Apakah kerangka da’wah dan tabligh ini hanya asal-asalan saja perihal perkara “tidak menyentuh khilafiyyah”. Kami sebelum berkenalan dengan usaha da’wah dan tabligh, sering dinasehati guru-guru kami sendiri untuk berhati-hati dalam perihal khilafiyyah ini. Kalau memang tidak tahu, jangan masuk dalam lingkungan khilafiyyah. Karena akan menimbulkan perpecahan (tafarruq). Seorang guru sepuh kami memberitahukan untuk banyak mempelajari perihal kitab “Bidayatul Mujtahid”, susunan Imam Ibnu Rusd Rah. Beliau menjelaskan bahwa banyak perbedaan, yang biasanya menimbulkan perpecahan di kalangan orang yang tidak mengerti.
Read more…
Popularity: 28% [?]
Tahdzir itu memberikan peringatan kepada kaum muslimin pada satu keadaan atau perkara, TETAPI tetap HARUS TERTIB. Kalau Tahdzir TIDAK TERTIB dan bahkan GHULUW, maka hasilnya juga TIDAK TERTIB. Itulah yang banyak terjadi sekarang ini di kalangan kaum muslimin sendiri, bahkan di dalam kalangan internal sebagian kaum muslimin tersebut (baca: Salafi). Sehingga akhirnya memunculkan kontra-produktif dan tidak-harmonis.
Perihal Ghibah yang diperbolehkan itu, silahkan buka inti sari Ihiya Ulumuddin, “Mensucikan Jiwa”, Syeikh Sa’id Hawwa Rah. Dalam buku ini perkara ini diuraikan dengan mudah dan jelas. Oleh karena itu, para Imam dulu, seperti Imam Al-Ghazali Rah, selalu memperhatikan perihal TERTIB. Dan semua perkara TERTIB itu tentunya berlandaskan pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Read more…
Popularity: 27% [?]
Dear All,
Da’wah Islam merupakan amal Islam yang sangat fundamental untuk diperhatikan dengan baik dan seksama, sehingga tentunya menjalankan da’wah Islam itu tidaklah asal-asalan tetapi perlu dijalankan dengan Tertib. Dan untuk menjaga ataupun membentuk da’wah Islam yang tertib tentunya juga memerlukan satu pendekatan yang baik pula. Artinya perlu proses-proses yang mendorong untuk pembentukan da’wah Islam yang tertib itu.
Da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghujat ataupun meremehkan sebagian kaum muslimin lainnya, bahkan juga kepada ummat-ummat lainnya. Begitupun juga da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghasilkan saling berbantahan di antara pelaku da’wah itu sendiri. Tetapi kita harus menyadari bahwa manusia itu tetap manusia, artinya kekhilafan itu pasti datang, begitupun dengan kami sendiri.
Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan dalam aktifitas da’wah Islam dapat mencapai TERTIB yang lebih dari waktu ke waktu tentunya.
Read more…
Popularity: 35% [?]
Dear all,
Kalau kita terbiasa untuk saling berkomentar dalam satu perkara, dari kerangka yang berbeda, dimana yang satu menilai dari apa yang “dilihat” dan yang satu menilai dari apa yang “dirasakan dan diterjuni”, dan jika terus ’saling-berkomentar’ ini terbangun di kalangan ummat Islam; maka tidak pernah wujud apa yang disebutkan dalam ayat al-quran “saling menasehati dalam al-Haq dan saling menasehati dalam kesabaran”.
Tentunya bagi yang kaum muslimin muslim dari apa yang ‘dilihat’ saja, sebaiknya untuk lebih mengetahui lebih baik, dan kalau ada kekurangannya dari apa yang ‘diliha’ maka sebaiknya terjun dan berikan nasehat secara baik dan hikmah. Tidaklah mungkin menasehati apa yang ‘dilihat’ itu disampaikan dalam forum ini, TETAPI sebaiknya menyampaikan pada orang yang terdapat kekeliruan atau kekhilafan dari yang bersangkutan. Bukankah kita sering membaca al-quran dan as-sunnah?
Read more…
Popularity: 29% [?]
Ini merupakan tulisan kami di:http://myquran.org/forum/index.php/topic,69802.msg2028248.html#msg2028248 (MYQURAN)
Da’wah itu perlu TERTIB, karena Allah swt dan Rasulullah SAW yang meminta hal itu dengan baik. Tidak ada alasan bagi kita untuk menolaknya, sehingga kita tentunya perlu berusaha mengikuti apa yang dinasehatkan Allah swt dan Rasulullah SAW. Kekhilafan atau kekurangan kita kaum muslimin dalam menjalankan da’wah yang TERTIB ini tidak menjadikan kendur ataupun lemah dalam kerja da’wah dengan baik.
Tetapi sebaliknya kita perlu berusaha untuk saling memperbaiki dalam hal ini, sehingga tentunya dari waktu ke waktu menunjukan hal yang lebih produktif dan harmonis, bukan sebaliknya kontra-produktif dan tidak-harmonis di antara kaum muslimin yang menerjuni lapangan kerja da’wah ini. Tujuan da’wah itu mengajak diri kita dan yang diajak untuk ta’at kepada Allah swt dan Rasulullah SAW.
Read more…
Popularity: 32% [?]
Ini merupakan tulisan kami di: http://myquran.org/forum/index.php/topic,69802.msg2026195.html#msg2026195 (MYQURAN)
Dear All,
Kita kaum muslimin saat ini banyak sekali mengalami tekanan dari luar, bahkan kita sendiri mempunyai masalah-masalah dalam internal sendiri serta agenda perbaikan-perbaikan ke dalam ummat Islam sendiri. Bahkan dengan adanya jaringan Internet saat ini telah menunjukkan perbedaan-perbedaan kaum muslimin lebih terbuka, bahkan mengarah pada hubungan yang kurang harmonis di berbagai lapisan kaum muslimin.
Untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut tidak mudah dan jangan sekali-sekali ditentukan oleh umur kita sendiri, tetapi harus terus bergerak dan tentunya terarah. Al-quran dan juga ucapan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, termasuk juga kehidupannya bersama dengan para Shahabat RA telah memberikan cara-cara menjaga dan melakukan perbaikannya.
Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan di dalam diri kita sendiri dan juga kaum muslimin dapat terus terjadi, berkelanjutan dan tidak mengalami kemandegannya. Banyak sumber dan pelajaran dalam Al-quran sendiri dan juga As-Sunnah untuk selalu menjaga empat proses dalam kehidupan kita sendiri.
Read more…
Popularity: 28% [?]
Recent Comments