<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Manhaj Pilihanku</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/category/manhaj-pilihanku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Indahnya Mengikuti Para Shahabat RA</title>
		<link>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 01:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik,  karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah  dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah  swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN  TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat  RA.
Para Shahabat RA tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik,  karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah  dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah  swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN  TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat  RA.</p>
<p>Para Shahabat RA tidak semua hafidz quran, tidak semua  hafidz hadist ribuan, TETAPI para Shahabat RA mempunyai keinginan dan  terus dipegangnya untuk Ta&#8217;at kepada Allah swt dan Rasulullah SAW.</p>
<p>Abu  Bakar RA tidak perlu banyak Ilmu untuk MULAI BERDA&#8217;WAH, setelah masuk  Islam besoknya telah mengajak 5 orang untuk masuk Islam di depan  Rasulullah SAW. Ummar RA baru juga masuk Islam, tetapi sudah berani  mengetuk rumah musuh Ummat Islam saat itu, yaitu Abu Jahal. Untuk  memberitahukan keislamanannya.</p>
<p>Ali RA juga masih kecil sudah  menjadi DALIL DA&#8221;WAH ketika Abu Dzar RA yang belum masuk ingin bertemu  Da&#8217;wah. Begitu juga Amar Bin Yasir RA belum banyak hafalan quran dan  hadist, karena memang baru masuk Islam. Telah memberikan penjelasan  kepada kedua orangtuanya ketika patung sembahan orangtuanya hancur, dan  MENGAJAK ISlam.</p>
<p>ILMU, AMAL dan DA&#8217;WAH di jaman para shahabat RA  bukan dahulu ILMU ditumpuk dahulu, tetapi CUKUP dengan jelas dan yakin  meskipun sedikit sekali, maka para Shahabat RA sudah bisa menerjuni apa  yang dicontohkan Rasulullah SAW, mereka para shahabat RA beramal dan  berda&#8217;wah. MESKIPUN baru masuk Islam dan tidak banyak Ilmunya.</p>
<p>Apakah  kita ingin seperti para Shahabat RA yang sudah mendapatkan janji Allah  swt dan Rasulullah SAW? Maka ikutilah dan tirulah para Shahabat RA  sesuai dengan kemampuan kita.</p>
<p>Kitab Hayatush Shahabat, Maulana  Yusuf Rah, ataupun kisah-kisah para Shahabat, Maulana Dzakaria Rah, yang  ditulis Ulama tentunya memberikan pandangan dan pemahaman kita terhadap  kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.</p>
<p>Ataupun kita  membaca kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah, ataupun Fadhilah  Amal, Maulana Dzakaria Rah, dapat memberikan semangat dorongan untuk  beramal dan berda&#8217;wah.</p>
<p>Tetantunya semua itu dalam rangka kita  sendiri MELAKUKAN ISHLAH diri kita dan kaum muslimin di manapun berada.  Dan dengan ini menjadi asbab hidayah di seluruh alam, dan boleh jadi  banyak manusia lainnya masuk ke dalam agama yang mulia, Al-Islam.</p>
<p>Meskipun  kita baru mengetahuii dan menyakininya satu ayat ataupun hadist  Rasulullah SAW ataupun potongan hadist Rasulullah SAW, maka tetap kita  perlu menyampaikan satu ayat, satu hadist ataupun potongan hadist itu.  KARENA itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, (Ballighu &#8216;anni walau  ayat) (HR Bukhari), dan itu pula dilakukan para Shahabat RA.</p>
<p>Maka  kalau ada yang mengatakan bahwa HANYA SALAFI yang berada di jalan  manhajnya para Shahabat RA, maka tentunya hal itu KELIRU BESAR. KARENA  semua orang bisa mengikuti para Shahabat RA sesuai dengan kemampuan dan  tingkatannya, dan kita juga bisa kalau memang kita mau untuk melakukan  ISHLAH (memperbaiki diri) dan mengikuti para Shahabat RA. Insya Allah  &#8230;.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=464&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musyawarah itu merupakan sunnah besar Nabi Muhammad SAW, malahan dipandang sebagai taklid buta karena Musyawarah sampai ke Nizamuddin</title>
		<link>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 06:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:
Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini  merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum  yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.
TAKLID BUTA ALA SUFI 
Salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:</p>
<blockquote><p>Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di <a href="http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html" target="_blank">http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html</a> Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini  merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum  yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.</p>
<p><strong>TAKLID BUTA ALA SUFI </strong></p>
<p>Salah satu ajaran Sufi yang  sangat populer ialah ketundukan mutlak kepada pemimpin atau guru, benar  ataupun salah perintah gurunya itu. Ali Wafa berkata, <em>“Murid yang sejati dalam berperilaku di hadapan syaikhnya, laksana mayat yang terbaring di hadapan petugas yang memandikannya.”</em> Al Ghazzali berkata, <em>“Hendaklah  ia ketahui, mengikuti kesalahan gurunya bila benar salah, lebih  bermanfaat daripada mengikuti pendapatnya, meski pendapatnya itu benar.”</em> (Ibid III/76).</p>
<p>Kelihatannya, prinsip taklid buta ini juga dipegang oleh Jama’ah Tabligh. Dalam buku <em>Hikmah Usaha Hidayat</em>, karangan Muhammad Yunus Suraji Panidi, hal. 102 disebutkan, <em>“Jama’ah  manapun yang datang dari luar negeri sekali pun, apabila mengusulkan  atau mengajukan sesuatu yang baru dalam hal kerja Tabligh ini, hendaklah  segera menghubungi Nizhamuddin (Markas Besar mereka di India), sebelum  menerima dan mengamalkan apapun usulan itu, walaupun kelihatan baik.”</em></p>
<p>Penanya: Abdul Halim Firhad<br />
Dijawab oleh: Abu Umair Muhammad Al Makassari (Alumni Ma’had Ilmi)</p></blockquote>
<p><span id="more-452"></span>Dan kami cek lagi ternyata tulisannya sudah tidak ada. Inilah akibatnya kalau menyebarkan pandangan dan selanjutnya menghapusnya, tanpa ada keterangan sama sekali. Maka akhirnya wacana ilmiyyah yang sering diusung kalangan salafi ini menjadi kacau balau, tidak karuan. Dan bahkan bisa-bisa menimbulkan fitnah yang tidak jelas, karena mereka begitu mudah memberikan pandanga dan selanjutnya menghapusnya.</p>
<p>Dan kami banyak mendapatkan tulisan-tulisan salafi yang memberikan pandangan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sudah dihapus. Apakah mereka sudah mulai menyadari dengan pandangan yang tidak tepat terhadap usaha da&#8217;wah?</p>
<p>Kami tidak dapat menghapus tulisan pandangan berimbang kami di blog kami ini, karena tulisan di atas itu kami dapatkan dari kalangan salafi. Hal ini untuk menjadi pelajaran bagi kita semua. Termasuk terhadap pandangan berimbang yang kami sampaikan terhadap salafi yang mempunyai pandangan di atas.</p>
<p>Salafi tidak menyadari bahwa salah satu sunnah besar itu adalah MUSYAWARAH. Untuk apa salafi-salafi itu memberikan pandangan bahwa kalangan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sebagai taklid buta, bahkan dipandang sebagai sufi baru segala dengan macam-macam dalilnya.</p>
<p><strong>Seharusnya salafi menyadari bahwa mulai sekarang kalangan salafi sendiri perlu banyak belajar MUSYAWARAH. Dalam tulisan sebelumnya, ada seorang alim dari saudi arabia yang sangat menekankan untuk memperkuat MUSYAWARAH. Dan tulisan itu disampaikan oleh madrasah imam Syafi&#8217;i. Coba saja cari di blog kami, karena kami copy terhadap tulisan yang sangat baik itu. </strong></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=452&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Kerja Sistematik Amal Islami Banyak di Kalangan Ummat Islam, Cukup Aneh Jika Ada Yang Mengomentari Usaha Da&#8217;wah Dan Tabligh</title>
		<link>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 04:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama&#8217;ah Tabligh &#8211; JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da&#8217;wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama&#8217;ah Tabligh &#8211; JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da&#8217;wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, 40 hari, 4 bulan, mana dalil khuruj, dsb.</p>
<p>Nampaknya komentar-komentar ini ada benarnya karena yang mengomentari itu adalah orang-orang yang berilmu. Tetapi kita cukup menyayangkan karena ketika memberikan komentar bahkan memberikan hukuman sebagai ahli bid&#8217;ah, pembuat syariat baru dsb, tidak memperhatikan secara menyeluruh dan sistematik. Kami tidak akan memberikan pandangan terhadap komentar-komentar itu, karena sudah cukup banyak dalam blog ini.</p>
<p><span id="more-449"></span>Kami ajak untuk melihat terhadap program kerja sistematik yang sebenarnya sudah cukup banyak di kalangan Ummat Islam, bahkan di kalangan salafi sendiri yang banyak mengomentari usaha da&#8217;wah dan tabligh. Coba kita perhatikan dengan baik:</p>
<ol>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam madrasah Islam dengan jumlah tahun belajarnya, misalkan S1, S2, S3 dsb. Dan program kerja sistematik itu dipergunakan untuk pendalaman Islam, misalkan hadist, syariah, tafsir dsb. Dan hal ini juga ada di Saudi arabia sana, dan banyak kalangan salafi yang mendapatkan gelar master ataupun Dr, dan bahkan professor.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam pengajian rutin mingguan, bulanan ataupun bahkan tahunan. Kalangan salafi sendiri sering mengadakan program tarbiyyah tahunan di madinah. Jelas dilakukannya juga secara sistematik, tidaklah mungkin acak-acakan.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan dalam pengumpulan zakat kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak dilakukan di Indonesia. Dan lembaga zakat ummat begitu banyak dan berkembang. Tentunya hal ini dilakukan secara sistematik dan rapih.</li>
<li>Program kerja sistematik juga dilakukan untuk program haji kaum muslimin, dan tentunya pemerintah sana menyiapkan program rutin itu dengan secara sistematik dan tidak asal-asalan. Dan sekarang banyak juga biro-biro perjalan haji dan Umrah, dan mungkin saja kalangan salafi sendiri membuatnya.</li>
</ol>
<p>usaha da&#8217;wah dan tabligh ini merupakan program kerja untuk kaum muslimin dengan berlandaskan pada amal-amal masjid. Dalam tulisan sebelumnya kami lampirkan potongan tulisan yang menceritakan begitu sistematik kerja dan pesan Nabi Muhammad SAW ketika menyuruh Shahabat ke masyarkat tertentu.</p>
<p>Jadi cobalah kita berpikir dengan baik, apakah tidak boleh rutin dan teratur menjalankan pengajian Islam? apakah bid&#8217;ah dengan keteraturan itu? apakah tidak boleh dilakukan waktu tertentu untuk pendalaman islam, misalkan 2 tahun dsb? Apakah bid&#8217;ah dengan keteraturan itu? Jelas semua itu tidak bid&#8217;ah, tetapi semuanya harus teratur. Dan yang teratur itu tentunya dilakukan secara rutin. Kalau kita bisa dzikir malam hari dengan auradnya, maka ketika tertidur, kita dibolehkan untuk mengulangnya terhadap aurad kita. Dan hal itu ada keterangannya.</p>
<p>Ummat islam tanpa ada program kerja yang sistematik, maka ummat Islam akan kacau dan tidak jelas arahnya. Program kerja sistematik dan rutin itu merupakan hal yang Sunnah, karena akhirnya kita bisa menunaikan hal-hal lainnya dengan baik pula. Dan cukup banyak dalil yang menjelaskan kita untuk hidup lebih teratur dan sistematik, dan bahkan Allah swt dan Rasulullah SAW sendiri mengajarkan untuk lebih hidup teratur dan rapi.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=449&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/program-kerja-sistematik-amal-islami-banyak-di-kalangan-ummat-islam-cukup-aneh-jika-ada-yang-mengomentari-usaha-dawah-dan-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengkritisasi Enam Sifat Para Shahabat RA sama dengan melemahkan dan mengkaburkan keinginan kaum muslimin meniru para Shahabat RA</title>
		<link>http://usahadawah.com/mengkritisasi-enam-sifat-para-shahabat-ra-sama-dengan-melemahkan-dan-mengkaburkan-keinginan-kaum-muslimin-meniru-para-shahabat-ra/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/mengkritisasi-enam-sifat-para-shahabat-ra-sama-dengan-melemahkan-dan-mengkaburkan-keinginan-kaum-muslimin-meniru-para-shahabat-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 23:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin yang berbahagia,
Sekarang terdapat sebagian dari kaum muslimin memberikan kritisasi terhadap enam sifat para Shahabat RA yang banyak dipelajari kaum muslimin yang melibatkan diri dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh. Seperti tulisan di bawah ini:


http://ustadzaris.com/telaah-kritis-utk-6-sifat-karkun-jt
http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/11/05/telaah-kritis-untuk-6-sifat-karkun-jt/

Meskipun sudah mempelajari enam sifat para Shahabat RA dalam berbagai kegiatan atau aktifitas, apakah kaum muslimin yang melibatkan diri dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin yang berbahagia,</p>
<p>Sekarang terdapat sebagian dari kaum muslimin memberikan kritisasi terhadap enam sifat para Shahabat RA yang banyak dipelajari kaum muslimin yang melibatkan diri dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh. Seperti tulisan di bawah ini:<br />
<span id="more-416"></span></p>
<ol type="a">
<li><a href="http://ustadzaris.com/telaah-kritis-utk-6-sifat-karkun-jt">http://ustadzaris.com/telaah-kritis-utk-6-sifat-karkun-jt</a></li>
<li><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/11/05/telaah-kritis-untuk-6-sifat-karkun-jt/">http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/11/05/telaah-kritis-untuk-6-sifat-karkun-jt/</a></li>
</ol>
<p>Meskipun sudah mempelajari enam sifat para Shahabat RA dalam berbagai kegiatan atau aktifitas, apakah kaum muslimin yang melibatkan diri dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh (JT) telah mempunyai sifat-sifat para Shahabat RA? Masih memerlukan waktu, tenaga, pikiran (baca: berkorban dengan harta dan jiwa sendiri) dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan enam sifat para Shahabat RA.</p>
<p>Jika saat ini kita kaum muslimin telah mendapatkan sifat-sifat utama para Shahabat RA tersebut TENTUNYA kaum muslimin sudah mendapatkan keunggulan-keunggulan, tetapi buktinya sampai saat ini kita kaum muslimin masih lemah, malas, dimainkan musuh-musuhnya, tida kuat untuk mandiri, dsb.</p>
<p>Oleh karena itu kita kaum muslimin harus menyadari begitu pentingnya arah dan pelajaran terhadap sifat-sifat para Shahabat RA ini, sehingga kita kaum muslimin MENGETAHUI DENGAN JELAS terhadap perbaikan-perbaikan (ishlah) terhadap dirinya. Enam sifat para Shahabat RA ini sebagai cermin atau sebagai timbangan, sejauh mana sifat-sifat kita kaum muslimin dibandingkan dengan para Shahabat RA.</p>
<p>Para Shahabat RA telah mendapatkan ridhonya dan bahkan dijanjikan dengan surga Allah swt, sedangkan kita sekarang ini masih dalam perjalanan dan perjuangan untuk mendapatkan hal itu. <strong>Sehingga mengkritisasi enam sifat para Shahabat RA ini sama saja dengan melemahkan dan mengkaburkan kaum muslimin meniru para Shahabat RA.</strong></p>
<p>Kaum muslimin yang melibatkan diri dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh (JT) sekarang ini terus mempelajari enam sifat para Shahabat RA dan termasuk juga mengajarkannya kepada kaum musliminnya, agar sama-sama meniru dan mengikuti sifat-sifat utama para Shahabat RA.</p>
<p>Jika ada kekurangan dari kaum muslimin dengan sifat-sifat para Shahabat RA, karena memang kaum muslimin sedang berusaha mengikuti dan menirunya dengan baik. <strong>(Renungkan dengan ayat At-taubah (9):100</strong>).  Apakah salah mengikuti dan mengajarkan kembali para Shahabat RA?</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=416&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/mengkritisasi-enam-sifat-para-shahabat-ra-sama-dengan-melemahkan-dan-mengkaburkan-keinginan-kaum-muslimin-meniru-para-shahabat-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada sebagian kaum muslimin mengkritisasi enam sifat, tetapi melihat kekurangan dari kaum muslimin. Jelas kritisasi ini tidak jelas arahnya!</title>
		<link>http://usahadawah.com/ada-sebagian-kaum-muslimin-mengkritisasi-enam-sifat-tetapi-melihat-kekurangan-dari-kaum-muslimin-jelas-kritisasi-ini-tidak-jelas-arahnya/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/ada-sebagian-kaum-muslimin-mengkritisasi-enam-sifat-tetapi-melihat-kekurangan-dari-kaum-muslimin-jelas-kritisasi-ini-tidak-jelas-arahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 14:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,
Ada sebagian kaum muslimin mencoba untuk mengkritisasi enam sifat para Shahabat RA, tetapi melihat kekurangan dari kaum muslimin yang melibatkan diri dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh. Jelas kritisasi ini tidak jelas arahnya, apakah mengkritisasi enam sifat para Shahabat RA atau mengkritisasi kekurangan kaum muslimin.

http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/11/05/telaah-kritis-untuk-6-sifat-karkun-jt/#comment-867. Sekarang ini kaum muslimin berusaha mengkritisasi sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,</p>
<p>Ada sebagian kaum muslimin mencoba untuk mengkritisasi enam sifat para Shahabat RA, tetapi melihat kekurangan dari kaum muslimin yang melibatkan diri dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh. Jelas kritisasi ini tidak jelas arahnya, apakah mengkritisasi enam sifat para Shahabat RA atau mengkritisasi kekurangan kaum muslimin.<br />
<span id="more-411"></span></p>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/11/05/telaah-kritis-untuk-6-sifat-karkun-jt" target="_blank">http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/11/05/telaah-kritis-untuk-6-sifat-karkun-jt/#comment-867</a>. Sekarang ini kaum muslimin berusaha mengkritisasi sebuah kerangka, tetapi yang dikritisasinya adalah kekurangan dari kaum muslimin yang mengikuri kekurangan itu.</p>
<p><strong>Jelas kritisasi salah sasaran dan tidak jelas arahnya, apalagi judulnya saja enam sifat karkun. Sehingga pandangan itu bukan kritisasi terhadap enam sifat para shahabat RA yang banyak dipelajari, tetapi merupakan kritisasi terhadap kekurangan sebagian kaum muslimin yang terlibat dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh. </strong></p>
<p><strong>Manusia itu tidak lepas dari kekurangan, bahkan para Ulama sekalipun tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Tetapi yang perlu diusahakan adalah bagaimana mau terus memperbaiki diri yang berkelanjutan untuk bisa mencapai sifat-sifat seperti para Shahabat RA.<br />
</strong></p>
<p>Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini terus mengulang-ngulang pelajaran enam sifat para Shahabat RA, dan bahkan sebenarnya banyak sekali dalil-dalil al-quran dan as-sunnah untuk selalu mempelajari para Shahabat RA dan juga mengikutinya dengan baik. Meskipun hanya enam sifat yang dipelajari dalam sifat-sifat para Shahabat RA, ini menjadi modal untuk mendalami seluruh kehidupan para Shahabat RA yang sudah mendapatkan kejayaan dan ridho Allah swt.</p>
<p>Untuk enam sifat para Shahabat RA ini, silahkan untuk mendownload dan mempelajarinya.<a href="http://www.binatiih.com/go/mod.php?mod=book&amp;modfile=item&amp;itemid=19" target="_blank"> http://www.binatiih.com/go/mod.php?mod=book&amp;modfile=item&amp;itemid=19</a>, kitab ini merupakan hasil karya seorang alim dari Yordania. Dan masih banyak lagi Ulama mencoba menuliskan Enam Sifat Para Shahabat RA.</p>
<p>Dan kita sendiri dapat menyusun tulisan yang serupa dengan mengambil dari kitab-kitab Ulama dengan menjadikan Enam sifat para Shahabat RA sebagai kerangka silabusnya.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=411&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/ada-sebagian-kaum-muslimin-mengkritisasi-enam-sifat-tetapi-melihat-kekurangan-dari-kaum-muslimin-jelas-kritisasi-ini-tidak-jelas-arahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab-Kitab Yang Banyak Dibaca Kalangan Ahli Da&#8217;wah dan Tabligh Membawa Kaum Muslimin Banyak Berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA</title>
		<link>http://usahadawah.com/kitab-kitab-yang-banyak-dibaca-kalangan-ahli-dawah-dan-tabligh-membawa-kaum-muslimin-banyak-berhubungan-dengan-rasulullah-saw-dan-para-shahabat-ra/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/kitab-kitab-yang-banyak-dibaca-kalangan-ahli-dawah-dan-tabligh-membawa-kaum-muslimin-banyak-berhubungan-dengan-rasulullah-saw-dan-para-shahabat-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 14:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Referensi]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hayatush shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[kitab-kitab fadhilah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat tiga kitab yang disusun oleh para Ulama Da&#8217;wah yang banyak dibaca kalangan ahli usaha da&#8217;wah dan tabligh, yaitu :
(1) Kitab-kitab fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah. Terdapat kitab-kitab fadhilah amal yang disusun secara tematik oleh beliau, yaitu Kitab Fadhilah Sholat, Kitab Fadhilah Dzikir, Kitab Fadhilah Tabligh, Kitab Fadhilah Quran, Kitab Fadhilah Ramadhan, Kitab Fadhilah Shodaqah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdapat tiga kitab yang disusun oleh para Ulama Da&#8217;wah yang banyak dibaca kalangan ahli usaha da&#8217;wah dan tabligh, yaitu :</p>
<p>(1) Kitab-kitab fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah. Terdapat kitab-kitab fadhilah amal yang disusun secara tematik oleh beliau, yaitu Kitab Fadhilah Sholat, Kitab Fadhilah Dzikir, Kitab Fadhilah Tabligh, Kitab Fadhilah Quran, Kitab Fadhilah Ramadhan, Kitab Fadhilah Shodaqah, Kitab Fadhilah Haji, Kitab Fadhilah Dagang, Fadhilah Janggut, Hikayat Kisah-Kisah Para Shahabat RA.</p>
<p>Kitab Fadhilah Amal yang cukup populer merupakan himpunan dari beberapa kitab fadhilah menjadi satu bundle, yaitu Kitab Fadhilah Sholat, Kitab Fadhilah Quran, Kitab Fadhilah Dzikir, Kitab Fadhilah Tabligh, Kitab Fadhilah Ramadhan dan Hikayat Kisah-Kisah Para Shahabat RA.</p>
<p>(2) Kitab Hayatush Shahabah, Maulana Yusuf Rah. Kitab ini terdiri dari 3 jilid tebal.</p>
<p>(3) Kitab Al-Hadistul Muntakhabah, Malauna Yusuf Rah. Kitab ini merupakan himpunan hadist-hadist pilihan untuk Enam Sifat Para Shahabat RA.</p>
<p><span id="more-323"></span>Kitab-Kitab Fadhilah Amal merupakan himpunan fadhilah dengan terdapat penjelasan atau syarh dari Maulana Dzakaria Rah. Sedangkan Kitab Hayatush Shahabah dan Kitab  Al-Hadistul Muntakhabah, Malauna Yusuf Rah, merupakan himpunan hadist-hadist pilihan yang saling terkait.</p>
<p>Sekian lama kami membuka kitab-kitab tersebut serta juga berhubungan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini, kami mendapatkan para Ulama yang telah lama terjun dan banyak korban dengan kerja-kerja da&#8217;wah, seperti Maulana Ilyas Rah, Maulana Yusuf Rah, Maulana Dzakaria Rah, Maulana Inamul Hasan Rah, Maulana Manzur Noomani Rah, Maulana Hasan Ali Nadwi Rah, dsb.</p>
<p>Beliau-beliau ini dalam catatan sejarah atau autobiographinya banyak berhubungan pendalaman dengan kitab-kitab Hadist Rasulullah SAW, dan bahkan banyak menulis kitab-kitab yang berhubungan dengan hadits Rasulullah SAW. Kitab-kitab yang kami sebutkan di atas itu merupakan salah satu buktinya.</p>
<p>Masih banyak kitab-kitab hadist dan juga syarhnya yang ditulis para Ulama-Ulama tersebut, hanya saja tidak menjadi Ijtima&#8217;iyyah dalam Kerja Da&#8217;wah. Bahkan terdapat kitab-kitab yang disusun para Ulama-Ulama itu, seperti syarh kitab Imam Bukhari Rah, Syarh Kitab Al-muwatha Imam Malik Rah, Syarh Kitab Hadist Imam Thawawi Rah, Syarh Kitab Imam Abu Dawud Rah, dsb. Hanya saja kitab-kitab ini tidak menjadi Ijtima&#8217;iyyah dalam kerja da&#8217;wah dan tabligh.</p>
<p>Tetapi yang menarik dan perlu menjadi perhatian bagi kaum muslimin adalah para Ulama-Ulama yang telah terjun dan korban dalam kerja-kerja da&#8217;wah ini mengarahkan kaum muslimin untuk lebih memperhatikan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA. Dan sekarang Kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah, merupakan kitab ijtima&#8217;iyyah dalam kerja da&#8217;wah juga terutama di kalangan Arab.</p>
<p>Dengan pendalaman yang dalam terhadap Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA ini, Six Point (Enam Sifat) yang sering diulang-ulang tersebut menjadi awal untuk memberikan dorongan terhadap jiwa-jiwa kaum muslimin. Maulana Yusuf Rah telah menyusun Kitab Al-Hadistul Muntakhabah, yang merupakan hadist-hadist pilihan terhadap Six Point (Enam Sifat).</p>
<p>Dengan hal ini mudah-mudahan kaum muslimin akan banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, yang mana sebenarnya hal ini juga menjadi perhatian dari para Ulama dari jaman ke jaman terhadap Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA.</p>
<p>Kitab-kitab yang kami sebutkan di atas Kitab Riyadhush Sholihin Imam Nawawi Rah, Kitab-Kitab fadhilah Amal Maulana Dzakaria Rah, Kitab Hayatush Shahabah Maulana Yusuf Rah, Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (six point) Maulana Yusuf Rah, membawa kaum muslimin untuk banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.</p>
<p>Ini merupakan awal yang baik untuk seluruh kaum muslimin dalam berbagai lapisan dan tingkatan, dan mudah-mudahan akan banyak lagi kaum muslimin terdorong mendalami bahasan-bahasan para Ulama yang berkaitan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA ini. Hanya memang tidak semua kaum muslimin akan mempunyai kemampuan yang sama.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah telah memberikan jalan yang mudah untuk menarik seluruh kaum muslimin, dalam berbagai tingkatan dan latar belakang, untuk banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, melalui amal maqomi, ushul-ushul da&#8217;wah, kitab, latihan khuruj, mudzakarah enam sifat, dsb.</p>
<p>Berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA ini tidak hanya dalam bentuk wacana-wacana saja, tetapi harus menjadi latihan-latihan praktis dalam kehidupan kaum muslimin dan hal ini akan lebih membumikan lagi dalam kehidupan kaum muslimin.</p>
<p>Insya Allah, kami lanjutkan dalam tulisan &#8220;Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (six point) Maulana Yusuf Rah&#8221;.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=323&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/kitab-kitab-yang-banyak-dibaca-kalangan-ahli-dawah-dan-tabligh-membawa-kaum-muslimin-banyak-berhubungan-dengan-rasulullah-saw-dan-para-shahabat-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pikir Hidayah, Kasih, Sayang, Sombong, dan Dengki</title>
		<link>http://usahadawah.com/pikir-hidayah-kasih-sayang-sombong-dan-dengki/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pikir-hidayah-kasih-sayang-sombong-dan-dengki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 00:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir Hidayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin yang Dimuliakan Allah swt,
Ada yang lupa dan luput dari Ummat Nabi Muhammad SAW sekarang ini, yaitu KASIH dan SAYANG. Dan dua hal ini yang akan berusaha dihancurkan oleh lawan-lawan kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak terbukti. Akhirnya hal kecil saja, bisa saling membunuh; atau hal yang banyak dibahas Ulama, bisa saling menghina.
KASIH [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin yang Dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Ada yang lupa dan luput dari Ummat Nabi Muhammad SAW sekarang ini, yaitu KASIH dan SAYANG. Dan dua hal ini yang akan berusaha dihancurkan oleh lawan-lawan kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak terbukti. Akhirnya hal kecil saja, bisa saling membunuh; atau hal yang banyak dibahas Ulama, bisa saling menghina.</p>
<p>KASIH dan SAYANG telah diangkat terhadap seorang manusia dari turunan Nabi Adam As, sehingga adiknya dibunuh dengan tangannya sendiri. Itulah kisah makhsyur, perihal QABIL dan HABIL. Dan kisah tertulis dengan baik dalam Al-quran.</p>
<p>Bagaimana KASIH dan SAYANG bisa hilang dalam ummat Nabi Muhamm SAW? Karena merasa SOMBONG dan DENGKI kepada kaum yang lain. Yang menjadi pembunuhan pertama terjadi di muka bumi, karena SOMBONG dan DENGKI terhadap yang lain.</p>
<p>Maka sekarang ini harus berusaha menghilang penyakit ini SOMBONG dan DENGKI, dan penyakit ini bisa kena pada siapa saja termasuk kalangan Ulama dan Ustadz sekalipun. Sehingga akhirnya bisa hilang KASIH dan SAYANG itu.</p>
<p>KASIH, SAYANG, SOMBONG dan DENGKI banyak sekali bahasannya dalam Al-quran dan As-Sunnah, kalimat-kalimat ringan untuk diucapkan, TETAPI berat untuk dijinjing kemana-mana dalam hidup ini.</p>
<p><span id="more-321"></span>Banyak di antara kita membahas perihal SOMBONG dan DENGKI melalui kitab-kitab tebal yang ditulis para Ulama tetapi seperti tidak ada hasilnya. Kenapa bisa begitu? SOMBONG biasanya muncul ketika berhadapan dengan orang yang berada di bawah pandangan kita, apakah itu karena hartanya, ilmunya, prestasinya, keberaniannya, dsb. Sedangkan DENGKI biasanya muncul ketika kita berhadapan dengan orang yang dapat menyamai atau melebihi pandangan kita, apakah itu karena hartanya, ilmunya, prestasinya, keberaniannya, dsb.</p>
<p>Untuk menghilang SOMBONG dan DENGKI dalam diri kita, maka itulah harus dengan KASIH dan SAYANG. dua kata inipun ringan diucapkan, tetapi sulit untuk diwujudkan dalam kehidupan kaum muslimin. Untuk mendapatkan KASIH dan SAYANG ini dalam diri kita, maka kita kaum muslimin harus berusaha mempunyai PIKIR HIDAYAH.</p>
<p>HIDAYAH merupakan keputusan Allah swt dan kehendakNYA. Maka kita harus mempunyai PIKIR HIDAYAH ini, sehingga apapun kita akan berusaha menjadi ASBAB HIDAYAH. dan hal ini akan menumbuhkan KASIH dan SAYANG dalam jiwa. Kata KASIH dan SAYANG merupakan dua kata yang sangat erat dengan kalimat BASMALAH yang berkaitan dengan Allah swt.</p>
<p>Banyak manusia dari dulu sampai sekarang tetapi Allah swt terus memberikan rejekiNYA, bagaimana kufurnya Firaun La&#8217;natullah. Tidak dimatikan langsung saja ketika mengaku sebagai Rab. Tetapi masih diberikan kesempatan beberapa kali, dan bahkan yang disuruhNYA adalah kekasihNYA sendiri Musa As dan Harun As. Dan ini tentunya merupakan pengorbanan yang besar dilakukan.</p>
<p>Jadi tidaklah mungkin KASIH dan SAYANG muncul dalam tubuh ummat Islam, tanpa adanya pengorbanan besar dengan jiwa dan harta sendiri. Tidaklah mungkin KASIH dan SAYANG ini muncul di tubuh Ummat, hanya dengan membahas-bahas kitab. Karena kata-kata ini sangat sederhana, KASIH dan SAYANG. Maka untuk mendapatkan itu, kaum muslimin harus berani berkorban dengan berlatih.</p>
<p>Pernah kami mendengar seorang Alim mencuci kamar mandi/wc sebelum menunaikan sholat malam di salah satu masjid, ada lagi kisah seorang pejabat tinggi di kepolisian dimarahi tukang ojek ketika mengajaknya ke masjid, seorang Alim besar berkhidmat kepada seorang tukang sereh, kisah seorang da&#8217;i mengajak makan anak-anak sekolahan, seorang Doktor menyediakan makan untuk orang-orang umum, dsb.</p>
<p>Semua hal itu untuk menumbuhkan KASIH dan SAYANG dalam tubuh Ummat Nabi Muhammad SAW. Dan hal itu dilakukan karena ada satu keinginan besar agar HIDAYAH Allah swt turun ke kaum muslimin lainnya dan ummat manusia secara umumnya, sehingga bersedia mereka berkorban apapun yang dilakukan dengan KASIH dan SAYANG. Itulah PIKIR HIDAYAH.</p>
<p>PIKIR HIDAYAH ini akan membentuk Ijtima&#8217;iyyah di tubuh kaum muslimin, karena pikir ini merupakan PUNCAK dari segala macam-macam Pikir-Pikir kaum muslimin yang ada. Dan Ijtima&#8217;iyyah itu di tubuh kaum muslimin hanya dapat dibangun dengan KASIH dan SAYANG, bukan dengan SOMBONG dan DENGKI.</p>
<p>Tanpa adanya PIKIR HIDAYAH maka akan sulit kaum muslimin MENGUNGGULI musuh-musuhnya di muka bumi, bahkan akan sulit MENGHINDARI dari trik-trik musuh-musuh kaum muslimin.</p>
<p>Semua khidmat pada Ummat Nabi Muhammad SAW perlu kita saling menghormati, dan satu sama lain itu akan memberikan peran bagi kaum muslimin. Dan tentunya perlu ada perakat untuk semua kaum muslimin di berbagai lapisan di manapun berada bahkan akan menarik ummat lain dekat dan masuk ke dalam pangkuan Al-Islam, dan PIKIR HIDAYAH itu yang perlu dibangun, dan dapat menumbuhkan KASIH dan SAYANG.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=321&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pikir-hidayah-kasih-sayang-sombong-dan-dengki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Da&#8217;wah dan Aksi Demo</title>
		<link>http://usahadawah.com/usaha-dawah-dan-aksi-demo/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/usaha-dawah-dan-aksi-demo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 00:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Demo]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/2010/03/27/analisa-dan-sintesa-terhadap-usaha-dawah-dan-aksi-demo/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Terdapat pandangan kami pribadi terhadap aksi demo dan usaha da&#8217;wah, dan juga kami tuliskan sebelumnya di  myquran (http://myquran.com/forum/showthread.php/6876-Menyikapi-pemerintah-yang-dzolim-dengan-demo/page12), setelah ada yang berusaha menghubungkan perihal demo dengan usaha da’wah.
Dibawah ini kami berikan pandangan kami pribadi (baca: bukan ijtima’iyyah) untuk membuka wacana analisa dan sintesa bersama.
Akan sulit diuraikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Terdapat pandangan kami pribadi terhadap aksi demo dan usaha da&#8217;wah, dan juga kami tuliskan sebelumnya di  myquran (<a href="http://myquran.com/forum/showthread.php/6876-Menyikapi-pemerintah-yang-dzolim-dengan-demo/page12">http://myquran.com/forum/showthread.php/6876-Menyikapi-pemerintah-yang-dzolim-dengan-demo/page12</a>), setelah ada yang berusaha menghubungkan perihal demo dengan usaha da’wah.</p>
<p>Dibawah ini kami berikan pandangan kami pribadi (baca: bukan ijtima’iyyah) untuk membuka wacana analisa dan sintesa bersama.</p>
<p>Akan sulit diuraikan perihal aksi demo dan usaha da&#8217;wah, karena untuk dapat menjawab hal itu maka sebenarnya kaum muslimin perlu mengetahui dengan baik perihal pikir, tertib, ushul, adab, Iman dan Amal Sholeh, Sifat para Shahabat RA, korban, dsb yang dibangun dalam usaha da&#8217;wah itu sendiri. Ketidakpahaman terhadap hal-hal itu, maka biasanya sebagian kaum muslimin itu menduga-duga terhadap usaha da&#8217;wah. Yang namanya menduga-duga bisa saja tepat atau tidak tepat.</p>
<p><span id="more-318"></span>Usaha da’wah selalu terdapat &#8220;tasykil&#8221; yang tujuannya mengajak langsung kaum muslimin untuk terjun dan merasakan langsung dengan usaha da&#8217;wah ini, apakah itu 3 hari, 40 hari, 4 bulan dsb.</p>
<p>Dan kadangkala sering menyampaikan kalimat, “kalau ingin memahami ini kerja, maka coba saja Khuruj dengan waktu yang ada. Insya Allah nanti akan mengerti ini”. Sama seperti orang diajari teori berenang, tetapi tidak pernah belajar berenang langsung. Sampai kapanpun orang yang diajari berenang dan belum berlatih berenang langsung, tidak akan merasakan apa yang disampaikannya itu.</p>
<p>Kami tidak pernah mendengar ataupun mudzakarah perihal demo dari kalangan Ulama usaha da&#8217;wah. Usaha da&#8217;wah tidak dapat DIBANDINGKAN APPLE-TO-APPLE dengan aksi demo itu, karena tentunya mempunyai sasaran dan bentukan yang berbeda. Kalaupun kalangan usaha da&#8217;wah secara ijtima&#8217;iyyah tidak melakukannya, tetapi belum tentu secara personal-personal mungkin saja ada yang mengikuti aksi demo itu.</p>
<p>Aksi demo ini mempunyai keunikan, kadangkala satu perkara ditanggapi dengan AKSI DEMO oleh kalangan-A, tentunya hal ini sesuai dengan analisa dan sintesa kalangan-A. Tetapi perkara yang sama ditanggapi TIDAK ADA AKSI DEMO oleh kalangan B, tentunya hal ini sesuai dengan analisa dan sintesa kalangan-B sendiri. Tetapi ada kalanya ditanggapi AKSI DEMO sama-sama oleh kalangan-A dan Kalangan-B, tentunya sesuai dengan analisa dan sintesanya masing-masing. Dan hal itu kita dapat perhatikan dengan beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Bahkan mungkin saja ada satu perkara yang begitu tinggi Aksi Demonya oleh masyarakat lainnya, tetapi kalangan tertentu tidak muncul sama sekali untuk melakukan AKSI DEMOnya. Tetapi ketika ada satu kaitan yang berada jauh dari tempat kita, dan begitu semangat melakukan AKSI DEMO. Itulah keunikan-keunikan yang terjadi dengan Aksi Demo, artinya di dalamnya ada kepentingan-kepentingan untuk menjaga kepentingan-kepentingan itu.</p>
<p>Perihal Palestina yang sekarang ini, seharusnya kita perlu banyak belajar dari Ummar Bin Khatab RA. Jika ada orang berkeinginan membuat perahu, tentunya kita harus belajar dari orang yang ahli membuat perahu. Tidaklah mungkin kita membuat perahu, tetapi kita belajar dari ahli bangunan. Di myquran sebelumnya, kami telah memberitahukan bahwa kejadian tahun 2009 akan terulang di waktu akan datang. Dan ternyata benar tahun 2010 sudah terulang lagi. Dan jika kalangan Israel ini keluar dahulu, di waktu akan datang akan datang lagi dengan pola yang sama. Begitulah perilaku Bangsa Israel itu. Dan memang sifat mereka itu sudah dikenal dengan baik dalam Al-quran.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah ini tidak memandang apakah seseorang aktif di partai atau tidak, sehingga bisa saja ada orang Golkar, orang PKS, orang PDI, orang bukan anggota partai (baca: kami) dsb. Bisa dibayangkan kalau usaha da&#8217;wah ini mendorong aksi demo dan kebetulan berbenturan dengan partai tertentu, maka yang ada menjadi masalah terhadap da&#8217;wah Islam itu sendiri. Dan menimbulkan polemik yang luas, ketika rombongan da&#8217;wah Islam ini datang ke tempat-tempat akan ditolak karena urusan dunia. Jelas ini akan menjadi kerugian bagi kaum muslimin juga.</p>
<p>Yang kita mau adalah bagaimana ISLAM dapat memberikan KESAN dan PESAN kepada seluruh masyarakat kita, sehingga di manapun dia berada akan selalu membawa KEBENARAN dan HIKMAH di lingkungannya. Sudah jelas ujungnya, kalau tidak mendapatkan hidayah Allah swt maka CELAKA, dan kalau mendapatkan hidayah Allah swt maka SUKSES.</p>
<p>PIKIR HIDAYAH merupakan satu hal yang sangat ditekankan, bagaimana Hidayah Allah swt tersebar ke seluruh alam. Sehingga tidak heran jika banyak rombongan disebarkan ke berbagai negara, dan dengan ijin Allah swt banyak kaum muslimin yang telah jauh dengan Al-Islam banyak di antaranya banyak yang kembali ke pangkuan Islam. Dan bahkan banyak orang di luar Islam masuk ke dalam Islam, bagaimana seorang mafia di Italia, dan masuk Islam kemudian belajar Islam serta da’wah. Pulang ke Italia begitu aktif mengajak kawan-kawannya masuk ke dalam Islam, dan cukup banyak yang masuk ke dalam Islam.</p>
<p>Ini salah satu kisah yang dikisahkan oleh seorang Ulama Saudi Arabia, dan juga dikutip di Al-softwah. <a href="http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkisah&amp;id=103">http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkisah&amp;id=103</a>, dan kami sendiri senang dengan kisah ini. Dan sekarang pertumbuhan di Islam di Afrika Selatan begitu besar, dan mereka yang banyak menyebarkan Islam di seluruh Afrika sekarang ini.  Inilah hasil-hasil dari PIKIR HIDAYAH, dan tentunya PIKIR HIDAYAH ini harus merata di tubuh kaum muslimin, sehingga akan tumbuh masyarakat Islami itu sendiri di berbagai lapisan dan berbagai belahan dunia.</p>
<p>Urusan-urusan dalam tubuh kaum muslimin sangat banyak dan luas macamnya, dan kemungkinan banyak perkara/urusan yang tidak pernah ada dalam kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA sendiri, misalkan aksi demo, bentuk negara, politik kepartaian, bank, dsb.</p>
<p>Dan tidak mungkin semua amal-amal Islam itu wujud di tengah-tengah kaum muslimin, KECUALI dengan HIDAYAH Allah swt. Kemenangan kaum muslimin di badar, itu karena bantuan Allah swt. Kenapa di perang Hunain bisa kalah? Bukankah jumlahnya lebih besar dan lengkap, bukankah di sana ada Nabi yang mulia dan para Shahabat RA? Tetapi kenapa bisa kalah dalam perang Hunain di awalnya? Karena para Shahabat merasa BANGGA dengan jumlah. Nampaknya kecil, TETAPI di sisi Allah swt hal itu SANGAT BESAR. Kisah perang Hunain tercatat dengan baik.</p>
<p>Sehingga usaha da’wah tidak dapat begitu saja dilibatkan atau dibandingkan aksi demo yang mempunyai analisa dan sintesa yang beragam, meskipun dijalankan oleh kaum muslimin sekalipun. Jika ada kaum muslimin yang mempunyai analisa dan sintesa untuk melakukan Aksi demo, silahkan hal itu dilakukan dengan baik dan tertib, tidak mengganggu aktifitas masyarakat lainnya (baca: dan mungkin saja ada secara personal kalangan usaha da’wah yang mengikuti aksi demo, tetapi perkara infirodhiyyah).</p>
<p>Tetapi semua kaum muslimin harus mempunyai PIKIR HIDAYAH dan RAHMATAN LIL’ALAMIN agar Islam ini dapat wujud di seluruh alam, tentunya di tempat kita sendiri. Serta tidak lupa dengan AMAL-AMAL MASJID, karena Masjid itu yang dibangun oleh Rasulullah SAW setelah HIJRAH untuk memadukan kaum Muhajirin dan Anshor, sehingga Islam dapat terpancar ke berbagai lapisan dan negeri. Tanpa adanya AMAL-AMAL MASJID, maka jangan berharap kita kaum muslimin mendapatkan kemenangan dan keunggulan. Tidaklah mungkin kemenangan dan pertumbuhan, kecuali meniru dari orang-orang yang pernah berhasil untuk mencapai itu.</p>
<p>Tidaklah dapat melaksanakan hal-hal itu kecuali mempunyai NIAT ISHLAH DIRI, dan berusaha mencapai dan memiliki SIFAT-SIFAT PARA SHAHABAT RA, dan untuk itulah kita perlu banyak korban dengan HARTA dan JIWA kita sendiri.</p>
<p>Mudah-mudahan dapat dicerna sebuah wacana analisa dan sintesa terhadap Usaha da’wah dan Aksi Demo.</p>
<p>Terimakasih,</p>
<p>Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=318&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/usaha-dawah-dan-aksi-demo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru-Guru Kami</title>
		<link>http://usahadawah.com/guru-guru-kami/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/guru-guru-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 00:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Pak Nurim Submitted on 2010/03/11 at 11:42am:
kalo boleh tahu siapa guru pak haitan? saya ingin berguru juga pada beliau
Assalamu ‘alaikum  wr. wb.
Mudah-mudahan kebaikan dan rahmat dilimpahkan kepada kedua orangtua kita, kepada guru-guru kita, dan juga kepada kawan-kawan lama serta seluruh kaum muslimin lainnya. Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, karena kami belum banyak menunaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Pak Nurim Submitted on 2010/03/11 at 11:42am:</p>
<p>kalo boleh tahu siapa guru pak haitan? saya ingin berguru juga pada beliau</p></blockquote>
<p>Assalamu ‘alaikum  wr. wb.</p>
<p>Mudah-mudahan kebaikan dan rahmat dilimpahkan kepada kedua orangtua kita, kepada guru-guru kita, dan juga kepada kawan-kawan lama serta seluruh kaum muslimin lainnya. Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, karena kami belum banyak menunaikan apa yang dipesankan guru-guru kami yang cukup banyak berhubungan ketika kami masih menjadi mahasiswa. Kami banyak berhubungan dengan kalangan ulama/ustadz di kota Bandung sebelum dan sesudah mengenal usaha da’wah.</p>
<p><span id="more-315"></span>Ustadz kami yang cukup kharismatik, apalagi banyak juga ulama/ustadz di kota Bandung juga yang mengetahui dengan baik. Beliau adalah KH Khair Affandi Rah, seorang pendiri pesanten Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, dan sekarang ini banyak muridnya yang mendirikan pesanren di beberapa kota di Indonesia. Beliau memberikan pelajaran perihal tauhid dan hati. Dan Nasehat yang kami ingat betul adalah kami dianjurkan mempelajari kitab Ibnu Rusyd Rah, Bidayatul Mujtahid, sebuah kitab yang membahas perbedaan pandangan di kalangan Ulama. Hal ini beliau menekankan untuk dapat memberikan wacana ke kalangan kaum muslimin, sehingga jangan sampai perihal furuiyyah menjadi perpecahan di kalangan Ummat Islam.</p>
<p>Ustadz tafsir Quran yang sangat tematik, beliau adalah KH Mukhtar Adam yang memimpin pesanren babussalam. Dan beliau banyak mengajarkan pola tafsir secara tematik-tematik, Quran bil Quran, dan juga bahasan dari Tafsir Ulama besar dulu. Beliau cukup aktif menulis. Dan kami tertarik dengan pola tematik-tematik Quran, karena akan lebih memudahkan proses belajar kita dalam memahami Al-quran.</p>
<p>Ustadz yang banyak bermudzakarah dalam perkara pergerakan Islam dan pemahaman Quran, beliau adalah Ustadz Muslim Zainuddin Rah. Beliau banyak memberikan mudzakarah perihal pergerakan Islam dan juga pendalaman Quran. Kami sering datang dan berkunjung ke beliau. Meskipun kami telah mengikuti usaha da’wah, ketika kami mahasiswa juga masih terus berhubungan. Sehingga membuka wacana pergerakan Islam yang cukup berkembang.</p>
<p>Yang terakhir beliau yang mengajarkan perihal Bahasa Arab dan tafsir, Ust. Djaja Dzakaria. Beliau ini yang mengajarkan bahasa arab, dan terus mendorong untuk terus belajar Al-Islam dengan baik. Dan beliau sering menekankan dengan baik bahwa akan sulit mendalami Al-Islam dari sumber-sumbernya, kecuali dengan bahasa Arab. Dan setelah sekian lama kami berhubungan dengan usaha da’wah, ternyata apa yang dinasehatkan beliau sangat benar. Itulah banyak hal yang kami dapatkan dalam kitab para Ulama perihal usaha da’wah ini.</p>
<p>Semua guru-guru kami selalu menasehati untuk terus mendalami Al-Islam dengan baik, karena sumber-sumber Al-Islam ini sebenarnya banyak tertulis dalam kitab-kitab dengan baik oleh para Ulama Dulu. Dan setelah kami berkenalan dengan usaha da’wah ini telah memberikan kerangka dalam banyak tematik-tematik pendalaman Al-Islam secara mudah untuk kami. Sehingga pesan dan nasehat guru kami telah banyak memberikan wawasan pendalaman terhadap usaha da’wah. Dua guru kami yang masih ada yaitu KH Mukhtar Adam dan KH Djaja Dzakaria.</p>
<p>Oleh karena itu, jika sdr. benar-benar berkeinginan mendalami Al-Islam dengan lebih baik dan secara dalam, maka terdapat dua pola yang cukup baik menurut pandnagan kami , yaitu :</p>
<p>a.	Pelajari Bahasa Arab dengan baik. Bahasa Arab menjadi alat yang sangat penting untuk mendalami Al-Islam dengan baik.</p>
<p>b.	Pelajari Al-Islam secara TEMATIK-TEMATIK, termasuk dengan Usaha Da’wah. Banyak Ulama telah memberikan contoh secara tematik, dan Jika kita pelajari dengan baik Usaha Da’wah ini memberikan Tematik-Tematik yang cukup baik. Ushul-Ushul Da’wah, Enam Prinsip (Baca: dikenal sebagai enam sifat shahabat Ra) dan Adab-Adab itu semuanya merupakan tematik-tematik yang sangat luas sebagai langkah awal.</p>
<p>Kita dapat bejalar ke banyak Ulama dengan baik di kota kita ataupun kota lainnya, jika kita mempunyai kemampuan bahasa Arab dengan baik. SEHINGGA KETIKA ada Ulama yang mengajarkan Tafsir, Hadist, Fiqh, dsb, TENTUNYA para Ulama ini mengajarkan dengan Tematik-Tematiknya secara Baik dan Juga biasanya Ulama ini juga menggunakan Kitab-Kitab Pilihannya yang diajarkan kepada kaum muslimin. Jadi kita tidak hanya sebagai PENDENGAR SAJA, tetapi kita lebih mendalami dengan baik karena kita mempunyai sarana bahasa arab itu. Dan bahkan mungkin kita akan senang bertemu dengan Ulama yang bersangkutan.</p>
<p>Guru-Guru kami selalu menekankan perihal bahasa Arab ini, sehingga di pesantren dulu teman-teman dan kami sering membuat pelatihan Bahasa Arab, dan terakhir sekitar tahun 2007, dan cukup banyak Mahasiswa yang belajar dan kebetulan yang mengajarnya adalah lulusan dari Pakistan, Maulana Ahsan, yang sebelumnya memang cukup lama di tempat kami.  Untuk kaum muslimin secara umum dalam Belajar Islam, yaitu :</p>
<p>1.	Kaum Muslimin mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dari Para Ulama, dan tidak dicatat, tidak diulang, tidak didalami kembali pengajaran-pengajaran tersebut.</p>
<p>2.	Kaum Muslimin mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dari Para Ulama, dan dicatat, diulang, didalami kembali pengajaran-pengajaran tersebut. Bahkan ada yang dihafal bagian-bagiannya, termasuk juga beberapa ayat dan hadist yang disampaikan itu.</p>
<p>3.	Kaum Muslimin mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dari Para Ulama, disamping (2) juga dipelajari dari sumber-sumber kitab yang menjadi pelajaran-pelajaran Ulama dikarenakan mempunyai kemampuan Bahasa Arab.</p>
<p>4.	Kaum Muslimin melakukan proses bacaan, penjelasan kitab-kitab Islam di depan para Ulama; sehingga Ulama yang bersangkutan dapat menjelaskan isinya dan juga mengetahui kemampuan murid-muridnya dengan baik.</p>
<p>Perihal No (4) jelas harus banyak duduk dengan para Ulama. Kami pribadi sangat berkeinginan melakukan no (4), hanya jelas untuk saat ini kami tidak dapat melakukan dengan baik karena banyak keterbatasan. Kami selalu berharap akan banyak kaum muslimin yang melakukan No (4), itulah kami pernah membuat pesantren untuk kalangan mahasiswa. TETAPI kami selalu menekankan kepada teman-teman lain, terutama kalangan muda dari usaha da’wah yang banyak berhubungan dengan kamu untuk dapat meningkatkan kemampuan bahasa arab, sehingga akan mudah melakukan no (3).</p>
<p>Jika sdr. tidak dapat melakukan no (4), maka lebih baik masuk ke No (3), sehingga sdr. perlu sungguh-sungguh mendalami bahasa arab dan akhirnya dapat bertemu banyak Ulama untuk mendalami Al-Islam secara TEMATIK, dan sisanya tentunya sdr. dapat mempelajari sendiri dan juga dengan teman-teman.</p>
<p>Kalaupun tidak bisa karena banyak keterbatasan, kita tetap harus berusaha berhubungan dengan Ulama untuk mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dengan bak, dan kami secara pribadi sangat bersyukur berkenalan dengan usaha da’wah ini karena memberikan tematik-tematik (kurikulum&amp; Silabus) yang mudah dan juga terdapat dua aktifitas ta’lim yang sangat di dorong sebagai aktifitas awal yaitu ta’lim harian di rumah dan masjid.</p>
<p>Do’akan kami, mudah-mudahan kami dapat lagi menyiapkan pesantren kembali seperti yang telah kami buat di Bandung. Sedangkan kurikulum dan silabus, Alhamdulillah, telah cukup terus disiapkan melalui kitab-kitab Ulama yang dipilih. Pesantren ini sebagai “Madrasah Da’wah dan Islam” seperti yang tertulis di http://usahadawah.com. Dan Bahasa sebagai alat pendukung utamanya adalah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, sehingga akan memudahkan mempelajari kitab-kitab Ulama.</p>
<p>Mudah-mudahan memberikan hal yang diminta oleh Pak Nurim.</p>
<p>Terimakasih,</p>
<p>Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=315&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/guru-guru-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana kita menyikapi Internet?</title>
		<link>http://usahadawah.com/bagaimana-kita-menyikapi-internet/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/bagaimana-kita-menyikapi-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 02:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Author : nurim
E-mail : nisnurim@gmail.com
Comment:
Kepada sahabat-sahabatku semua. melalui media internet ini , alhamdulillahm, kita bisa berbagi ilmu, pengalaman, dll yang baik-baik. tapi dilubuk hati yang paling dalam ini muncul kekhawatiran yang amat sangat tentang pengaruh buruk internet. Karena melalui media internetlah, keburukan yang seburuk-buruknya tersebar ke seluruh dunia, sampai ke pelosok-pelosok (krn internet kan bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Author : nurim</p>
<p>E-mail : nisnurim@gmail.com</p>
<p>Comment:</p>
<p>Kepada sahabat-sahabatku semua. melalui media internet ini , alhamdulillahm, kita bisa berbagi ilmu, pengalaman, dll yang baik-baik. tapi dilubuk hati yang paling dalam ini muncul kekhawatiran yang amat sangat tentang pengaruh buruk internet. Karena melalui media internetlah, keburukan yang seburuk-buruknya tersebar ke seluruh dunia, sampai ke pelosok-pelosok (krn internet kan bisa lewat hp juga). Nah apa pandangan sahabat semua sebagai aktifis dakwah mengenai media internet ini dipandang dari segi manfaat dan mudhorotnya? Dan apa pandangan para ulama tabligh berkaitan dengan fenomena ini? Ada yang bisa memberikan pencerahan?</p></blockquote>
<p><strong>1.	Pengantar</strong></p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Segala puji bagi Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan kepada kita semua, terutama dengan nikmat Iman dan Islam. Tiada yang lebih tinggi nikmat ini kecuali nikmat Iman dan Islam, serta kita dikenalkan terhadap usaha yang mulia yaitu usaha atas Iman dan Islam kita dan kaum muslimin. Sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, kekasih kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat RA, kepada para guru-guru kita, serta kepada kaum muslimin yang selalu berusaha mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW, termasuk kepada diri kita dan keluarga kita semua. Amiin.</p>
<p>Kita dapat berbagi pandangan terhadap apa yang disampaikan Pak Nurim. Mudah-mudahan berbagi pandangan ini memberikan manfaat bagi kita kaum muslimin. Dan kami mencoba memberikan pandangan terlebih dahulu, hal ini dikarenakan apa yang disampaikan itu masuk ke tempat kami, http://usahadawah.com. Dan kami persilahkan kepada kawan-kawan untuk sama-sama berbagi pandangan dengan hal itu.</p>
<p><span id="more-310"></span>Untuk membuka wacana itu maka tentunya kita perlu mengetahui karakteristik dari usaha da’wah dan juga media internet itu sendiri. Secara singkat kami sebutkan terlebih dahulu beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam usaha da’wah ini, (1) usaha da’wah ini sangat menekankan pengorbanan (2) usaha da’wah ini menekankan untuk selalu berniat memperbaiki diri dengan Iman dan amal sholeh (3) usaha da’wah sangat menekankan bertemu langsung dengan ummat manusia (4) usaha da’wah sangat menekankan pada kerja ijtima’iyyah dan musyawarah (5) usaha da’wah sangat menekan pada kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA (6) Usaha da’wah ini sangat menekankan pada kerja/amal masjid maqomi dan Khuruj (7) Usaha da’wah ini menakankan untuk menjaga hati kaum muslimin melalui ikramul muslimin (8) usaha da’wah ini sangat menekankan untuk TERTIB dan HIKMAH dalam kehidupan kaum muslimin melalui adab dan akhlaq Islam.</p>
<p>Kami sebutkan sebagian saja, tetapi sebenarnya masih banyak karakter dari usaha da’wah ini dan semuanya mempunyai landasan Al-Quran dan As-Sunnah. Bagaimana dengan karakteristik Internet itu sendiri, (1) Internet merupakan sarana komunikasi global dan berbagi pengetahuan/informasi (2) Internet dapat memadukan antara suara, tulisan, video, gambar (3) Internet merupakan sarana terbarukan, setelah sarana komunikasi lainnya (4) Internet memberikan komunikasi yang TIDAK LANGSUNG BERTEMU (5) Internet membuka komunikas bebas, tanpa terdapat batas-batas sosial yang membatasinya. (6) Internet merekam semua tulisan yang disebarkan apakah itu baik ataupun buruk</p>
<p>Sebelum kami mengungkap perihal Usaha da’wah dan Internet. Sebelumnya kami mengajak kawan-kawan terlebih dahulu untuk memperhatikan beberapa hal utama berkaitan dengan usaha da’wah, yang mana kadangkala kita sendiri kurang memperhatikan dengan baik. Hal ini untuk lebih mengingatkan diri kami sendiri yang lemah ini. Sedangkan untuk perihal “Usaha da’wah dan Internet” kami tuliskan di bagian akhir.</p>
<p><strong>2.	Usaha Da’wah dan Kehidupan Para Shahabat RA</strong></p>
<p>Kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Kita bersyukur dikenalkan dengan usaha da’wah ini, tidak terkecuali dengan kami sendiri yang lemah ini. Usaha da’wah ini telah memberikan satu kerangka yang sangat fundamental bagi kita sebagai muslimin yaitu Kepentingan Iman dan Amal Sholeh, Kejayaan dan Kesuksesan itu bergantung sejauh mana kita mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW. Serta kita diajari perihal satu masyarakat yang telah mendapatkan kesuksesan yaitu para Shahabat RA. Para Shahabat RA masih hidup di kala itu, tetapi para Shahabat RA telah mendapatkan keridhoan Allah swt.</p>
<p>Dan kita masih berusaha untuk mendapatkan ridho Allah swt, dan para Ulama/Masyaikh dalam usaha da’wah ini selalu MENEKANKAN kepada kita semua untuk mempunyai niat selalu memperbaiki diri dan mencapai seperti para Shahabat RA. Para Shahabat RA merupakan satu masyarakat yang mencapai kejayaan, dan kita tentunya berusaha mengikuti masyarakat yang sukses itu. Dan para Shahabat RA itu selalu berusaha mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW.</p>
<p>Maulana Ilyas Rah selalu menekankan kita untuk berhubungan dengan kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, begitupun juga dengan Maulana Yusuf Rah. Beliau, Maulana Yusuf Rah, menjelaskan bahwa untuk memahami tertib dan ushul usaha da’wah ini, maka tentunya harus selalu berhubungan dengan kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Dan beliau telah menulis kitab hayatush shahabat yang mudah dipelajari oleh kita kaum muslimin.</p>
<p>Sehingga tentunya bagi kita semua untuk selalu berhubungan dengan kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Kita dapat merasakan langsung dengan hal ini, sehingga (1) ta’lim akhir di waktu malam markaz ta’lim kisah-kisah Rasulullah SAW dan Shahabat RA, (2) ketika keluar sendiri di waktu malam kita sendiri mendengarkan ta’lim kisah-kisah Rasulullah SAW dan Shahabat RA, (3) ketika keluar/khuruj kita diulang-ulang perihal enam sifat shahabat saat bayan subuh, (4) ketika khuruj juga di waktu ta’lim pagi, untuk mengulang-ngulang sifat para Shahabat. Begitupun juga dengan ta’lim di masjid kita ataupun rumah kita.</p>
<p>Kita benar-benar diajak untuk memperhatikan kehidupan dari sebuah generasi yang telah mencapai kesuksesan di dunia dan di akherat, sehingga jika meminta do’a agar mendapat kebaikan di dunia dan akherat, SEBENARNYA kita berkeinginan berusaha seperti para Shahabat RA. Begitupun juga dengan bacaan al-fatihah minimal 17x/hari, di ayat terakhirnya sebenarnya kita meminta jalan dari orang-orang yang diberi nikmat, tentunya Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.</p>
<p>Mudah-mudahan kita selalu berusaha mempelajari kisah-kisah kehidupan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA. Maulana Dzakaria Rah menulis dengan hikayat para Shahabat RA, dan ini merupakan kitab yang mudah dipelajari oleh kaum muslimin. Maulana Yusuf Rah menulis kitab Hayatush Shahabat yang memperlihatkan sumber-sumber ilmiyyah terhadap kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat.</p>
<p>Dua kitab ini sangat mudah dipelajari oleh kaum muslimin, karena kitab-kitab disusun mengikuti kisah-kisah sesuai bab utamanya. Disamping masih banyak buku/kitab yang ditulis para Ulama lainnya dengan pendekatan dan sistematik penulisan yang berbeda. Dan kita dapat memilih buku-buku itu sebagai bahan tambahan untuk kita.</p>
<p><strong>3.	Usaha Da’wah dan Ulama-Ulama Tempatan Kita</strong></p>
<p>Kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Usaha da’wah telah memberikan kerangka kesuksesan dan kejayaan di dunia dan di akherat, yaitu Iman dan Amal Sholeh, serta ditunjukan pada satu masyarakat yang telah mencapai kesuksesan di dunia dan di akherat, yaitu Para Shahabat RA. Kejayaan dan kesuksesan para Shahabat RA yang dibina oleh Rasulullah SAW, dikarenakan para Shahabat RA ini mengikuti perintah Allah swt dan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupannya.</p>
<p>Dan untuk mengikuti perintah Allah swt dan Sunnah Rasulullah SAW, kita tentunya memerlukan Ilmu itu sendiri. Dan usaha da’wah begitu sering menekankan perihal Ilmu ini, dan dipadukan dengan dzikir. Sehingga usaha da’wah selalu menjelaskan kepentingan dan keutamaan perihal “Ilmu Ma’adz Dzikir”. Dan kita selalu mengulang-ngulang perihal “Ilmu Ma’Adz Dzikir” ini. Para Ulama/masyaikh yang telah dalam usaha da’wah ini selalu menekankan perihal ‘Ilmu Ma’adz Dzikir”.</p>
<p>Dan beliau-beliau ini juga mengajarkan kepada kita untuk dapat menimba Ilmu kepada Ulama-Ulama tempatan kita. Bahkan kita sendiri sering mengulang-ngulang untuk dapat menimba Ilmu kepada Ulama-Ulama tempatan kita, apakah ketika mudzakarah enam sifat shahabat, apakah ketika bayan tangguh dsb. Hanya saja kadangkala kita lupa dan mempunyai jiwa malas untuk bertemu dan belajar kepada para Ulama-Ulama tempatan kita.</p>
<p>Ulama-ulama tempatan kita ini mempunyai tingkatan dan kemampuan berbeda-beda, sehingga kita dapat belajar dari banyak Ulama. Dengan Ulama yang satu, kita dapat belajar tajwid. Dengan Ulama yang kedua, kita dapat belajar perihal hadist. Dengan Ulama yang ketiga, kita dapat belajar tafsir quran. Dsb. Sehingga kita dapat berhubungan dengan Ulama-Ulama kita yang cukup banyak. DAN KITA dapat mengaturnya sendiri, mungkin tahap pertama kita belajar Tajwid sampai selesai, kemudian kita belajar Ilmu bahasa Arab sampai selesai, dsb. ATAU kita belajar pelajaran-pelajaran syarh kitab tertentu, seperti syarh kitab Riyadhush Sholihin, atau tematik tafsir Ibnu Katsir (Baca: Sesuai topik-topiknya).</p>
<p>Mungkin untuk MAYORITAS kaum muslimin lebih baik belajar dengan Syarh-Syarh Kitab Ulama Dulu atau Tematik-tematik dari Ulama Dulu; karena pengajaran seperti ini akan MEMUDAHKAN bagi kaum muslimin untuk mengetahui dengan baik perihal Islam dan langsung beramal Islam. Dan banyak Ulama dulu menyusun secara tema-tema secara sistematik. Disamping kita juga mudah untuk menghafal beberapa bagiannya. HANYA untuk kalangan yang benar-benar mau belajar dan mendalami secara serius, maka sebaiknya mengikuti madrasah-madrasah Islam dengan baik karena mempunyai kurikulum dan silabus yang, termasuk bahasa Arab.</p>
<p>Dan untuk hal ini, kita yang perlu aktif mencari pelajaran-pelajaran tersebut. Karena sampai saat ini sangat sedikit sekali pengajian-pengajian syarh-syarh kitab Ulama dulu dan juga tematik-tematiknya. Mudah-mudahan di waktu akan datang banyak Ulama/Ustadz yang membuka pengajian-pengajin dari Syarh-Syarh Kitab Ulama Dulu. Atau mungkin kawan-kawan sendiri di waktu akan datang menjadi alim/ustadz untuk mengajarkan hal ini di mohala-mohala (Baca: masjid) secara berurutan.</p>
<p>Kita bersyukur dikenalkan dengan kitab Fadhilah Amal Maulana Dzakaria Rah, Hayatush Shahabat Maulana Yusuf Rah, Al-muntakhabah Maulana Yusuf Rah dan Riyadhush Sholihin Imam Nawawi Rah, yang dibaca dan dipelajari secara ijtimaiyyah. Artinya kita sudah mempunyai ta’lim rutin di rumah dan masjid kita. INI MERUPAKAN AWAL bagi kaum muslimin, termasuk kita. UNTUK MEMBIASAKAN ta’lim harian di dua tempat, yaitu rumah sendiri dan masjid di dekat rumah kita.</p>
<p>Dengan adanya pesan ataupun nasehat dari para masyaikh ataupun kawan-kawan senior kita untuk dapat belajar ke Ulama-Ulama tempatan kita. Karena tentunya beberapa hal ta’lim lainnya tidak ditetapkan sebagai Ijtima’iyyah. Karena kalau dijadikan sebagai aktifitas ijtima’iyyah, jelas hal itu akan banyak memberatkan kita sendiri apalagi memerlukan pengetahuan dan kepahaman yang lebih. Misalkan Tajwid Quran, Bahasa Arab, Syarh Riyadhush Sholihin, Fiqh Islam, Tafsir Quran dsb.</p>
<p>Sehingga kita harus berINISIATIF untuk dapat belajar kepada Ulama-Ulama kita untuk memahami Al-Islam dengan baik. Sehingga TUJUAN UTAMA dari IJTIMA’IYYAH itu sendiri untuk seluruh kaum muslimin DAPAT DIWUJUDKAN juga dengan baik. Dan kita akan banyak berhubungan dengan Ulama-Ulama kita sendiri. Inilah salah satu pesan yang kurang diperhatikan kita, termasuk kami yang lemah ini. Dan hal ini dapat menjadi SARANA untuk MENGHIDARI TA’ASHUB dan juga dapat MENGHORMATI ulama-ulama kita sendiri dengan baik.</p>
<p>PERPECAHAN kaum muslimin itu dikarenakan TA’ASHUB kepada dirinya sendiri, merasa bangga dengan dirinya dan meremehkan kepada kaum muslimin lainnya.  Sehingga para Masyaikh usaha da’wah mengajarkan kepada kita untuk banyak belajar kepada ulama-ulama tempatan kita. Sehingga usaha da’wah ini yang mana sebenarnya landasannya SILATURAHMI dan MASJID akan sangat mudah dipahami dengan baik oleh para Ulama sendiri.</p>
<p>Dan kita datang ke Ulama tempatan kita, bukan untuk kita mengajak beliau-beliau kepada usaha da’wah. Tetapi tujuannya untuk kita melanjutkan dan menjaga niat kita sendiri yaitu MEMPERBAIKI diri kita, sehingga amal-amal kita akan lebih dekat kepada apa yang menjadi tujuan kita sendiri yaitu mengikuti perintah Allah swt dan juga Rasulullah SAW dalam kehidupan kita 24 jam, 7 hari. Itulah yang selalu ditekankan, apakah ketika bayan markaz, apakah ketika keluar/khuruj, apakah ketika taqrir, dsb. Kita berlomba 100% kehidupan kita mengikuti perintah Allah swt dan sunnah Rasulullah SAW.</p>
<p>Dan jika ada sebagian Ulama yang menyampaikan pandangannya yang kurang tepat terhadap usaha da’wah, maka kita tetap ikram kepada beliau-beliau ini. Dan mungkin ketika terlalu banyak yang bersifat doktrin dengan menggunakan dalil-dalil, maka sebaiknya kita tetap hormat kepada Ulama yang bersangkutan dan kita tetap menjalankan usaha da’wah ini dengan baik. Insya Allah di waktu akan datang akan memberikan kepahamannya.</p>
<p><strong>4.	Ijtima’iyyah dan Infirodhiyyah</strong></p>
<p>Kawan-Kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Usaha da’wah ini memberikan pengajaran lainnya untuk dapat membedakan antara Ijtima’iyyah dan Infirodhiyyah. Kita tentunya perlu berusaha menjaga amal-amal Ijtima’iyyah dalam kerja da’wah ini, tetapi juga usaha da’wah ini tidak mengajarkan untuk meninggalkan perkara infirodhiyyah. Sehingga jika kita banyak bermudzakarah tentunya kita akan mendapatkan gambaran yang baik perihal kedua hal tersebut.</p>
<p>Jika ada kawan-kawan mengajak kami perihal ekonomi, kami tentunya cukup senang untuk membahasnya. TETAPI ketika ada keinginan bermudzakarah ekonomi secara ijtima’iyyah ke dalam usaha da’wah ini, kami tentunya tidak menerima hal itu. Ekonomi ini sangat beragam bentuknya dan kebijakannya, dan tidak semua kaum muslimin memahami perihal ekonomi ini. TETAPI usaha da’wah ini merupakan usaha untuk semua kaum muslimin, bukan untuk kalangan tertentu saja. Sama halnya dengan perkara politik.</p>
<p>Maulana Yusuf Rah menjelaskan dalam bayan terakhir hidup beliau (baca: 3 hari sebelum meninggal dunia). Usaha da’wah ini merupakan kerja atas tanah, sedangkan usaha lainnya atas pohon. Artinya semua perkara infirodhiyyah tersebut akan subur dengan baik dalam tanah yang subur juga. Tetapi usaha atas tanah tidak dapat mengantikan usaha atas pohon, begitupun sebaliknya usaha atas pohon tidak dapat menggantikan usaha atas tanah.</p>
<p>Usaha da’wah ini merupakan usaha menyeluruh seluruh kaum muslimin, siapapun dapat melibatkan diri dalam usaha da’wah ini, apakah itu pejabat, apakah itu ulama, apakah itu pelajar, apakah itu berkulit hitam, apakah itu dokter, apakah itu petani, apakah itu pedagang dsb. Semua kaum muslimin dapat melibatkan diri dalam usaha da’wah ini. Sehingga seorang dokter tidak dapat mengajak-ngajak seluruh kaum muslimin untuk membahas kesehatan, tetapi ajaklah kalangan yang sangat terampil dan paham dalam kesehatan dan kedokteran.</p>
<p>Usaha da’wah ini karena mengajarkan perkara-perkara ijtima’iyyah, maka dengan secara tidak langsung dapat diterapkan dalam lingkungan infirodhiyyah. Kita perlu ta’at amir ketika khuruj, sebenarnya hal ini juga dapat diterapkan dalam aktifitas di kantor kita sendiri, tidak mungkin aktifitas kita berjalan dengan baik kecuali memang terdapat kepatuhan kepada pimpinan di tempat kerja kita ataupun mengajarkan anak buah kita untuk mematuhi apa yang ditetapkan dalam lingkungan kerja kita. Sehingga teamwork dapat terjaga dengan baik</p>
<p>Kita juga perlu menjaga ikramul muslimin (memuliakan kaum muslimin). Di manapun kita berada, apakah di tempat kerja, apakah di masjid kita, apakah di rumah kita, dsb. Kita tentunya harus juga memuliakan kaum muslimin lainnya. Kita tidak dibenarkan untuk membuka aib masyarakat kita, ataupun membuka aib tempat kerja kita, dsb. Sehingga hubungan kita dengan kaum muslimin lainnya menjadi cukup baik.</p>
<p>Kita juga tidak dibenarkan asal-asalan membahas perkara khilafiyyah, artinya perkara ini jika dibahas di sembarang tempat maka tentunya hasilnya juga kurang baik. Apalagi kalau kita sendiri tidak mengerti dengan baik perkara khilafiyyah yang dibahas itu. Tentunya jika serampangan, maka akan menghasilkan kontra produktif di kalangan ummat Islam.</p>
<p>Dan cukup banyak perkara-perkara yang diajarkan dalam tertib dan ushul usaha da’wah, hal tersebut agar kita kaum muslimin menjadi muslim YANG TERTIB dan HIKMAH dalam kehidupan kita sebagai muslimin. Menjadi muslim YANG TERTIB dan HIKMAH ini tidaklah mudah, sehingga perlu banyak berlatih lagi dan lagi. Dan kita bersyukur diajarinya tidak hanya dalam bentuk TEORI-TEORI, tetapi dalam bentuk AKTUALISASI NYATA. Adab makan, adab tidur, adab masjid, adab khususi, adab jaulah, dsb, semua hal tersebut agar kita menjadi TERTIB dan HIKMAH dalam hidup ini.</p>
<p>Sehingga kita harus benar-benar bisa membedakan antara Ijtima’iyyah dan Infirodhiyyah dengan baik. Jangan sampai aktifitas sendiri merusak aktifitas ijtima’iyyah, ataupun sebaliknya. Oleh karena itu tidak heran kalau akan khuruj lama diperlukan tafaqud dengan baik. Tentunya kerja Ijtima’iyyah jangan sampai merusak keperluan infirodhiyyah, karena  akhirnya dapat menimbulkan fitnah terhadap usaha da’wah itu sendiri. Dan hal ini harus dihindari.</p>
<p>Oleh karena itu kita semua memang dituntut akhirnya untuk LEBIH TERTIB dan HIKMAH, jangan sampai akhirnya kita kurang hikmah dalam menasehati kepada kawan-kawan kita sehingga melupakan tanggung jawab infirodhiyyah, dan akhirnya menimbulkan Fitnah terhadap usaha da’wah ini. Begitupun juga karena kurang tertib dan hikmah pula, akhirnya banyak juga kaum muslimin ataupun kawan-kawan lainnya menjadi kurang bersemangat dengan usaha da’wah Ijtima’iyyah.</p>
<p><strong>5.	Usaha da’wah dan Tulis-Menulis</strong></p>
<p>Kawan-Kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Pada saat awal-awal sekali Maulana Ilyas Rah dalam perjalanan usaha da’wah ini pernah melarang kalangan ahli da’wah menulis perihal usaha da’wah, TETAPI selanjutnya beliau membolehkan tulis-menulis perihal usaha da’wah. Dan siapapun boleh menulis perihal usaha da’wah, tetapi beliau selalu menekankan untuk selalu meminta nasehat dari kalangan senior-senior yang terjun dalam usaha da’wah ini. Hal ini agar jangan sampai kita melakukan pandangan tidak tepat terhadap usaha da’wah, sehingga merusaka dari Ijtima’iyyah itu sendiri.</p>
<p>Maulana Ilyas Rah menjelaskan bahwa hal itu dilakukan seperti mana beliau mengikuti Rasulullah SAW melarang menulis hadist Rasulullah SAW karena dikuatirkan akan bercampur dengan Al-Quran, apalagi terdapat hadist qudsi. Dan ketika usaha da’wah ini sudah mulai nampak dan banyak kaum muslimin melibatkan diri, dan bahkan Ulama-ulama di jamannya telah banyak melibatkan diri. Maka beliau membolehkannya, karena jika diawal-awal dibolehkan dengan menulis maka dikuatirkan usaha da’wah ini akan menjadi tulisan-tulisan semata, sedangkan AKTUALISASInya tidak terjadi dan tidak membumi di lingkungan kaum muslimin.</p>
<p>Meskipun beliau membolehkan penulisan perihal usaha da’wah itu, tetapi tidak banyak yang menulis perihal usaha da’wah ini. Kitab Fadhilah Amal yang disusun Maulana Dzakaria Rah sendiri merupakan dorongan dari Maulana Ilyas Rah sendiri, disamping ada juga Ulama lainnya seperti Kitab Fadhilah Quran. Dan tidak banyak kitab bacaan yang menjadi bahan secara Ijtimaiyyah, boleh jadi kitab fadhilah amal Maulana Dzakaria Rah, kitab hayatush shahabat Maulana Yusuf Rah, Kitab Al-muntakhabah Maulana Yusuf, serta Kitab Riyadhush Sholihin Imam Nawawi Rah.</p>
<p>Sedangkan tulisan lainnya meskipun berhubungan dengan usaha da’wah bukanlah bahan bacaan secara ijtima’iyyah. Terdapat satu kitab yang diSupervisi langsung oleh Maulana Ilyas Rah, yaitu Kitab Al-mafudhat Maulana Ilyas Rah yang disusun oleh Maulana Noomani Rah. Kitab ini saja tidak menjadi bacaan Ijtima’iyyah, meskipun menurut informasi yang kami peroleh para masyaikh banyak mempelajari kitab ini dengan baik.</p>
<p>Buku Malfudhat Maulana Ilyas Rah buku nasehat-nasehat beliau berkaitan dengan usaha da’wah. Sekarang ini sudah mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Boleh jadi akan banyak para Ulama dan penuntut ilmu yang mendalami nasehat-nasehat beliau dalam buku ini di waktu akan datang, karena tidak dapat dipungkiri usaha da’wah ini telah tersebar secara global dan mendunia sekali. Buku ini sangat memperlihatkan PIKIR dan RISAU BELIAU. Dan memang untuk membacanya perlu perlahan-lahan dan berulang-ulang.</p>
<p>Dan sekarang telah banyak yang menulis perihal usaha da’wah, termasuk kalangan ulama dari Timur Tengah. Dan bahkan telah ada ulama yang memberikan pandangan berimbang ketika terdapat pandangan yang kurang tepat terhadap usaha da’wah yang banyak dilontarkan kaum muslimin lainnya, begitupun di Indonesia sendiri telah banyak yang menulis perihal usaha da’wah ini. Buku-buku itu bukan merupakan bacaan ijtima’iyyah, sehingga dipersilahkan bagi ahli da’wah kaum muslimin untuk mempelajarinya di waktu luang.</p>
<p>Para Ulama/masyaikh da’wah ini di nizamuddin sendiri banyak juga menulis kitab-kitab Islam, dan mungkin sangat tebal dan ilmiyyah. Misalkan beberapa kitab yang disusun oleh Maulana Dzakaria Rah perihal syarh judul dari kitab Imam Bukhari, Maulana Yusuf Rah syarh kitab Imam Thahawi Rah, Maulana Dzakaria Rah juga syarh dengan Kitab Al-Muwatha Imam Malik Rah, termasuk juga dengan Maulana Inamul Hasan Rah, Mulana Noomani Rah, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Dan kami sendiri mendapatkan seri da’wah tabligh ini yang ditulis kalangan alim dan hafidz dari ahli da’wah dari Yordan dan juga dari Madinah. Yang khusus dari Yordan, beliau memberikan pengantar bahwa seri bukunya itu meminta nasehat dari para masyaikh da’wah di markaz da’wah dunia. Dan kalau kita pelajari dengan baik, apa yang sering dimudzakarahkan dalam enam sifat semuanya ada di sana. Memang dulu ada yang menulis dengan baik sekali perkara enam sifat itu, yaitu Maulana Ishaq Ilahi Rah.</p>
<p>Kami pribadi sendiri berkeinginan dengan topik-topik secara tematik yang sering diungkapkan dalam usaha da’wah ini, hanya saja kami belum menyempatkan secara serius perihal itu. Mudah-mudahan di waktu akan datang kami meluangkan waktu untuk menulis hal ini. Kami tidaklah menulis seperti para Ulama menulis, tetapi kami akan berusaha merangkai apa yang ditulis para ulama dulu terhadap tema-tema yang banyak muncul dalam usaha da’wah ini.</p>
<p>Sehingga yang HARUS DIPERHATIKAN oleh kita adalah tetap untuk menjaga Ijtima’iyyah secara TERTIB, USHUL dan HIKMAH. Hal ini jangan sampai tulisan-tulisan kita ini memberikan fitnah terhadap usaha da’wah yang mulia. Mudah-mudahan kita semua MEMPERHATIKAN TERTIB, USHUL dan HIKMAH dalam tulisan-tulisan kita dalam bentuk apapun, apakah dalam bentuk buku ataupun dalam bentuk tulisan di Internet. Sebenarnya TERTIB, USHUL dam HIKMAH itu berasal dari al-quran dan as-sunnah itu sendiri, dan pada akhirnya tulisan-tulisan itu jangan sampai bertentangan dengan al-quran dan as-sunnah itu sendiri.</p>
<p><strong>6.	Usaha da’wah dan Amal Maqomi</strong></p>
<p>Kawan-Kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Amal maqomi di masjid kita terdapat lima hal aktifitas utama yaitu (1) 2x ta’lim harian, di masjid 1x dan di rumah 1x (2) 2x jaulah mingguan, di masjid sendiri dan di masjid tetangga, (3) 2,5 jam harian, khususi kepada kaum muslimin dan amal masjid lainnya (4) musyawarah harian di masjid sendiri, (5) 3 hari khuruj fisabilillah di kota sendiri.</p>
<p>Sedangkan Amal masjid itu secara umum adalah Da’wah; Ta’lim Wa Ta’allum; Ibadah Dzikir; dan Khidmat. Jika dilihat dari lima amal maqomi, artinya hal tersebut baru merupakan BAGIAN DARI AMAL MASJID itu sendiri. Sehingga jangan dianggal bahwa amal maqomi itu sudah menyeluruh, tetapi baru merupakan bagian saja dari amal masjid. Dan tentunya perlu DIPIKIRKAN bagaimana atau sarana apa saja yang dapat menumbuhkan 5 Amal Maqomi itu.</p>
<p>Usaha da’wah ini menekankan perihal ta’lim harian dari fadhilah amal, artinya masih terbuka perihal ta’lim lainnya. Kenapa usaha da’wah ini tidak membuat aktifitas-aktifitas lainnya? Karena perkara itu harus dibangun di masyarakat yang bersangkutan, dan juga memerlukan kepahaman dan pengetahuan ilmu itu sendiri dengan baik. Tidak mungkin semua orang dapat mengajar kitab tafsir ataupun fiqh Islam. Oleh karena itu, jika diperlukan kita dapat mudzakarah ataupun musyawarah dengan kaum muslimin tempatan untuk melaksanakan aktifitas ta’lim lainnya.</p>
<p>SEHINGGA mungkin saja di waktu akan datang setiap masjid mempunyai madrasah sendiri yang dapat mengajarkan perihal ilmu lainnya secara teratur dan mempunyai kurikulum dan silabus yang baik. TETAPI ta’lim fadhilah amal dan kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA tetap perlu dijalankan dengan baik pula, sehingga kaum muslimin akan mempunyai semangat terhadap amal-amal Islam itu sendiri.</p>
<p>Hafalan Ayat-Ayat Quran (Baca; Surat ataupun piliha), Hafalan hadist-hadist pilihan, Hafalan Do’a, atau seperti yang kami jelaskan sebelumnya dalam bahasan “Usaha da’wah dan Ulama-Ulama Tempatan”. Kita juga dapat membuka ta’lim syarh Riyadhush Sholihin, ataupun Tafsir dsb. Sehingga hal –hal ini akan menjadi PENDORONG terhadap amal-amal maqomi itu sendiri. BIASANYA ILMU akan menjadi salah satu PENDORONG yang cukup kuat untuk memberikan kerangkan aktifitas kerja yang kita jalankan.</p>
<p>Disamping memang juga perlu terbiasa dengan Dzikir, baca Quran, Sholat malam bersama di masjid sendiri, ataupun bahkan buka puasa bersama, dsb, hal-hal seperti ini menjadi PENDORONG juga untuk dapat menjalankan kerja-kerja amal maqomi kita.</p>
<p>(1) 2x ta’lim harian, di masjid 1x dan di rumah 1x (2) 2x jaulah mingguan, di masjid sendiri dan di masjid tetangga, (3) 2,5 jam harian, khususi kepada kaum muslimin dan amal masjid lainnya (4) musyawarah harian di masjid sendiri, (5) 3 hari khuruj fisabilillah di kota sendiri. Lima kerja ini yang perlu kita TUNTASKAN SECARA SEMPURNA. Dan jangan lupa dengan hal-hal lainnya yang dapat mendukung aktifitas kita, apakah ketika di maqomi ataupun Khuruj.</p>
<p>Jika banyak anak-anak muda ataupun siapapun yang banyak hafalan quran, hadits dan do’a dan bahkan ucapana Ulama dan mereka-mereka ini keluar/khuruj, maka tentunya akan dapat memberikan kesan yang baik terhadap kaum muslimin lainnya, ketika bayan magrib, bayan shubuh, taqrir, dsb. Kami mempunyai niat untuk menyusun hafalan itu yang mana memang hal itu untuk kami sendiri dan keluarga kami juga. Mudah-mudahan dapat disebarkan dengan baik nantinya. SEBENARNYA SUDAH TERSEDIA melalui kitab-kitab Ulama dulu, hanya saja mungkin kita merasakan terlalu berat padahal masih bisa dipilih-pilih oleh kita.</p>
<p>5 Amal maqomi kita semua berusaha menyempurnakannya dengan baik, TETAPI kita perlu juga menyiapkan diri kita untuk dapat memberikan KESAN YANG BAIK dengan ILMU, IBADAH, AKHLAQ, MUAMALAT. Sehingga tidak lagi muncul kalimat-kalimat yang kurang baik terhadap usaha da’wah ini.</p>
<p>Maulana Ilyas Rah pernah menjelaskan dalam kitab Malfudhotnya, bahwa jama’ah rombongan khuruj yang baik itu terdapat dua orang yang perlu membawa rombongan dengan baik, yaitu Amir Rombongan yang dapat mengelola jama’ah dengan baik, dan Ulama yang dapat memberikan bimbingan ketika sedang keluar. Mudah-mudahan di waktu akan datang SETIAP ROMBONGAN keluar akan ada ulamanya, dan hal itu terjadi melalui MASJID SENDIRI.</p>
<p>Sehingga memang peran MAQOMI itu sangat penting untuk kerja-kerja da’wah ini.</p>
<p><strong>7.	Usaha da’wah dan Internet</strong></p>
<p>Kawan-Kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Internet ini telah memberikan manfaat banyak bagi kaum muslimin dan ummat manusia, TETAPI juga Internet menjadi sarana global yang LUAR BIASA terjadi penyebaran maksyiat kepada Allah swt dan Rasulullah SAW. Facebook misalnya, beberapa waktu lalu begitu gencar perihal hal-hal yang merugikan banyak manusia. Apapun bentuk sarananya SEBENARNYA bergantung dari orang yang memanfaatkannya.</p>
<p>Telepon juga bisa menjadi sarana yang tidak benar, kalau orang yang mempunyai niat yang tidak benar. Dan banyak lagi sarana-sarana bermanfaat untuk kehidupan manusia, TETAPI akhirnya menjadi tidak benar penggunaannya. Misalkan kasus ATM yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga banyak orang merasakan kehilangan uangnya dari bank. Kita tidak dapat mengatakan bahwa ATM itu tidak bermanfaat, karena ada pencurian melalui ATM. Sama hal dengan Internet juga.</p>
<p>Usaha Da’wah ini sudah jelas tujuannya yaitu MENGEMBALIKAN kesadaran terhadap kesuksesan dan kejayaan di dunia dan akherat dengan IMAN dan AMAL SHOLEH. Sehingga aktifitasnya itu melalui proses langsung dan aktualisasi langsung, karena orang yang menjalankan usaha da’wah dan juga melibatkan kaum muslimin lainnya dalam usaha da’wah ini untuk lebih memahami tujuan utama itu, KEJAYAAN itu bergantung sejauh mana kita mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW.</p>
<p>Inilah yang selalu ditekankan berulang-ulang, bahkan kita juga diminta untuk menjaga niat kita yaitu memperbaiki diri. Oleh karena itu, usaha da’wah ini dilakukan secara langsung, memerlukan pengorbanan, ijtima’iyyah, dsb. Dengan harapan, Mudah-mudahan Allah swt memberikan rahmat dan kemudahan kepada kita untuk menjadi Muslim yang baik dan sholeh, dan juga kepada kaum muslimin lainnya serta ummat manusia lainnya. Alhamdulillah, kita sendiri melihat hal itu dan mendengar perkembangannya.</p>
<p>Internet merupakan sarana, bisa dipergunakan untuk kebaikan ataupun maksyiat. Artinya bergantung kepada ORANGNYA yang menggunakan dan memanfaatkan Internet itu. Sekarang telah banyak  Ulama ataupun penuntut Ilmu Kaum Muslimin menyebarkan pelajaran-pelajaran Islam melalui Internet. Kita bersyukur bahwa Ulama/ustadz dan juga penunut Ilmu itu merupakan orang-orang baik yang memanfaatkan sarana Internet untuk kebaikan.</p>
<p>BERAPA BANYAK Ulama/Ustadz/Penuntut Ilmu DIBANDINGKAN dengan Ummat Manusia dalam menggunakan Internet? Coba bandingkan! SANGAT KECIL SEKALI rationya. Oleh karena itu, usaha da’wah TIDAK AKAN MENGGUNAKAN sarana internet untuk sarana ijtima’iyyah, karena hal itu hanya berlaku untuk kalangan tertentu saja dalam menyebarkan Islam kepada kaum muslimin lainnya. Kalau ada yang menggunakan internet untuk perkara usaha da’wah, hal itu bukan merupakan aktifitas ijtimaiyyah. Dan tentunya ketika berbagi perihal usaha da’wah di Internet, maka tentunya perlu diperhatikan TERTIB, USHUL, dan HIKMAH itu yang banyak diajarkan para masyaikh/Ulama/kalangan sepuh dalam usaha da’wah ini. Sehingga isinya tidak bertentangan dengan kaidah ijtima’iyyah itu sendiri.</p>
<p>YANG Dikuatirkan itu adalah banyaknya tulisan yang akhirnya berbeda dengan Tertib, Ushul dan Hikmah Ijtima’iyyah itu sendiri. Internet ini sangat berbeda dengan menulis buku, karena kalau menulis buku biasanya orang sudah dikenal terhadap kemampuannya dan pengetahuannya, sedangkan Internet BEBAS dan tidak membeda-bedakan hal itu, apalagi setelah ada facebook, blogging dsb. Inilah yang kami rasa kita harus berhati-hati dan tentunya diri kita masing-masing perlu terus mendalami usaha da’wah dan juga Al-Islam dengan baik.</p>
<p>Ada dua hal lainnya yang memang KAMI SENDIRI KUATIR dengan memanfaatkan internet yang berkaitan dengan usaha da’wah.</p>
<p>Pertama, dapat meningkatkan PERDEBATAN-PERDEBATAN di kalangan kaum muslimin. Karena tentunya banyak juga orang yang kurang senang dengan usaha da’wah ini menyebarkannya melalui Internet, Email dsb. Dan akhirnya menimbulkan kontra-produtif di antara kaum muslimin. DAN KITA sendiri akhirnya terfokus pada masalah-masalah itu yang banyak dilontarkan orang yang belum paham. Sehingga kita tersita waktu untuk hal-hal yang kontra-prodktif.</p>
<p>Kedua, dapat meningkatkan “DAYA CIUM” dari musuh-musuh Islam terhadap usaha da’wah Islam ini. Siapa orang yang senang dengan keberhasilan-keberhasilan musuhnya? Tidak ada yang senang dengan keberhasilan-keberhasilan dari musuhnya, bahkan orang-orang munafiq di dalam tubuh kaum musliminpun tidak akan senang dengan keberhasilan kaum muslimin sendiri. Sehingga menlontarkan kalimat-kalimat yang memancing.</p>
<p>Beberapa situs yang berkaitan dengan usaha da’wah ini telah banyak, bahkan dikelola secara baik oleh kalangan terpelajar. http://binatiih.com. Merupakan situs bahasa Arab yang kami sering berkunjung ke sana dan banyak pandangan-pandangan Ulama situs itu. Bahkan kami mendapatkan penjelasan seorang ahli tafsir di timur tengah, ketika menjelaskan satu ayat yang berkaitan dengan amal maqomi, rumah dan masjid kita. Disamping ada informasi buku-buku bahasa arab perihal usaha da’wah.</p>
<p><strong>8.	Kesimpulan</strong></p>
<p>Kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Usaha da’wah ini akan terus  berjalan, kita bukan mencari MAKHSYUR tetapi mencari MAQBUL. Sekarang ini usaha da’wah yang senyap awalnya ini SUDAH TERBUKA luas di seluruh dunia secara global, bahkan banyak berita internasional berkaitan dengan usaha da’wah ini disebarkan oleh pencari berita dari berbagai media cetak dan elektronik.</p>
<p>Pertemuan Ijtima’ dunia yang melibatkan jutaan kaum muslimin TENTUNYA mengundang banyak pihak, dan berita ini tersebar dengan luas dalam media cetak dan elektronik. PEMBANGUNAN masjid termegah dan terbesar di Inggris, jelas mengundang perhatian seluruh dunia. Karena pembangunan ini selesainya akan bersamaan dengan OLIMPIADE 2012 di Inggris.</p>
<p>Meskipun sarana Internet merupakan kegiatan infirodhiyyah, maka tetap kita menggunakannya secara baik dan ketika berhubungan dengan usaha da’wah. Maka perhatikan dengan baik TERTIB, USHUL, dan HIKMAH usaha da’wah. Agar kita tidak menjadi sebab muncul fitnah dalam tubuh kaum muslimin, tetapi memberikan hal-hal yang baik.</p>
<p>Sama halnya dengan aktifitas infirodhiyyah lainnya, seperti bekerja, sekolah, mengajar, berdagang dsb, kita harus melakukannya secara baik pula. Agar hal itu tidak menjadi fitnah terhadap usaha da&#8217;wah ini. Dari sekian banyak kejadian yang kami hadapi dan juga dapatkan secara informasi langsung dan tidak langsung, maka aktifitas infirodhiyyah ini sangat banyak memberikan kesan kepada usaha da&#8217;wah ini. Begitupun sebaliknya, sehingga kita memang dituntut untuk TERTIB dan HIKMAH dalam kedua hal itu.</p>
<p>Dan juga TERUSLAH BANYAK BELAJAR AL-ISLAM, sehingga kita dapat menjalankan kehidupan ini dengan landasan Al-Islam.</p>
<p>Terimakasih atas perhatiannya, dan jangan sungkan-sungkan untuk kontak kami jika ada yang perlu disampaikan.</p>
<p>Wasasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Mohamad Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=310&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/bagaimana-kita-menyikapi-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

