<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Perkembangan Da&#8217;wah</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/category/manhaj-pilihanku/perkembangan-dawah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Musyawarah itu merupakan sunnah besar Nabi Muhammad SAW, malahan dipandang sebagai taklid buta karena Musyawarah sampai ke Nizamuddin</title>
		<link>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 06:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.
Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:
Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini  merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum  yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.
TAKLID BUTA ALA SUFI 
Salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:</p>
<blockquote><p>Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di <a href="http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html" target="_blank">http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html</a> Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini  merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum  yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.</p>
<p><strong>TAKLID BUTA ALA SUFI </strong></p>
<p>Salah satu ajaran Sufi yang  sangat populer ialah ketundukan mutlak kepada pemimpin atau guru, benar  ataupun salah perintah gurunya itu. Ali Wafa berkata, <em>“Murid yang sejati dalam berperilaku di hadapan syaikhnya, laksana mayat yang terbaring di hadapan petugas yang memandikannya.”</em> Al Ghazzali berkata, <em>“Hendaklah  ia ketahui, mengikuti kesalahan gurunya bila benar salah, lebih  bermanfaat daripada mengikuti pendapatnya, meski pendapatnya itu benar.”</em> (Ibid III/76).</p>
<p>Kelihatannya, prinsip taklid buta ini juga dipegang oleh Jama’ah Tabligh. Dalam buku <em>Hikmah Usaha Hidayat</em>, karangan Muhammad Yunus Suraji Panidi, hal. 102 disebutkan, <em>“Jama’ah  manapun yang datang dari luar negeri sekali pun, apabila mengusulkan  atau mengajukan sesuatu yang baru dalam hal kerja Tabligh ini, hendaklah  segera menghubungi Nizhamuddin (Markas Besar mereka di India), sebelum  menerima dan mengamalkan apapun usulan itu, walaupun kelihatan baik.”</em></p>
<p>Penanya: Abdul Halim Firhad<br />
Dijawab oleh: Abu Umair Muhammad Al Makassari (Alumni Ma’had Ilmi)</p></blockquote>
<p><span id="more-452"></span>Dan kami cek lagi ternyata tulisannya sudah tidak ada. Inilah akibatnya kalau menyebarkan pandangan dan selanjutnya menghapusnya, tanpa ada keterangan sama sekali. Maka akhirnya wacana ilmiyyah yang sering diusung kalangan salafi ini menjadi kacau balau, tidak karuan. Dan bahkan bisa-bisa menimbulkan fitnah yang tidak jelas, karena mereka begitu mudah memberikan pandanga dan selanjutnya menghapusnya.</p>
<p>Dan kami banyak mendapatkan tulisan-tulisan salafi yang memberikan pandangan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sudah dihapus. Apakah mereka sudah mulai menyadari dengan pandangan yang tidak tepat terhadap usaha da&#8217;wah?</p>
<p>Kami tidak dapat menghapus tulisan pandangan berimbang kami di blog kami ini, karena tulisan di atas itu kami dapatkan dari kalangan salafi. Hal ini untuk menjadi pelajaran bagi kita semua. Termasuk terhadap pandangan berimbang yang kami sampaikan terhadap salafi yang mempunyai pandangan di atas.</p>
<p>Salafi tidak menyadari bahwa salah satu sunnah besar itu adalah MUSYAWARAH. Untuk apa salafi-salafi itu memberikan pandangan bahwa kalangan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sebagai taklid buta, bahkan dipandang sebagai sufi baru segala dengan macam-macam dalilnya.</p>
<p><strong>Seharusnya salafi menyadari bahwa mulai sekarang kalangan salafi sendiri perlu banyak belajar MUSYAWARAH. Dalam tulisan sebelumnya, ada seorang alim dari saudi arabia yang sangat menekankan untuk memperkuat MUSYAWARAH. Dan tulisan itu disampaikan oleh madrasah imam Syafi&#8217;i. Coba saja cari di blog kami, karena kami copy terhadap tulisan yang sangat baik itu. </strong></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=452&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/musyawarah-itu-merupakan-sunnah-besar-nabi-muhammad-saw-malahan-dipandang-sebagai-taklid-buta-karena-musyawarah-sampai-ke-nizamuddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan dan Hikmah Dakwah di Taiwan</title>
		<link>http://usahadawah.com/perjalanan-dan-hikmah-dakwah-di-taiwan/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/perjalanan-dan-hikmah-dakwah-di-taiwan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah di Taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[Karguzari]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[Usahda Da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Abu Stabit Wrote:
http://usahadawah.wordpress.com/2007/09/11/9/#comment-324
Assalamu&#8217;alaikum
Sekedar berbagi pengalaman selama saya studi di negeri Taiwan. Alhamdulillah usaha dakwah juga sudah mulai dirintis di Taiwan. Di antara kaum muslim di sini ada juga beberapa sahabat kami yg berpemahaman salafy. Mereka ada taklim setiap malam minggu dan kami juga menghadiri taklim mereka, Alhamdulillah kami bisa sharing ilmu satu dengan yg lainnya.
Pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Stabit Wrote:</p>
<p>http://usahadawah.wordpress.com/2007/09/11/9/#comment-324</p>
<p><strong>Assalamu&#8217;alaikum</strong></p>
<p>Sekedar berbagi pengalaman selama saya studi di negeri Taiwan. Alhamdulillah usaha dakwah juga sudah mulai dirintis di Taiwan. Di antara kaum muslim di sini ada juga beberapa sahabat kami yg berpemahaman salafy. Mereka ada taklim setiap malam minggu dan kami juga menghadiri taklim mereka, Alhamdulillah kami bisa sharing ilmu satu dengan yg lainnya.</p>
<p>Pada awalnya ada salah satu sahabat dari afrika yg mengajak muzakarah/mengingatkan kami tentang aktivitas tabligh termasuk tentang buku Fadilah Amal yg kami pakai sebagai taklim harian di masjid. Alhamdulillah rekan2 seusaha menaggapinya dengan hikmah. Mereka hanya menjawab melalui istiqomah dalam amal. Finally, mereka akhirnya menyadari bahwa tidaklah mudah mengamalkan agama di tempat2 yg tidak ada suasana seperti Taiwan.</p>
<p><span id="more-102"></span>Kebanyakan muslim di Taiwan hanya mampu datang ke mesjid pd hari jumat (lebih banyak lagi yg tdk datang meski utk jumatan karena sulit ijin dari kantor/sibuk kerja). Sebagian yg masih ada kesadaran datang hari sabtu utk ikut taklim. Pada kondisi seperti itulah, para ustad pemberi taklim tsb melihat dgn mata kepala sendiri bahwa rekan2 yg aktif dalam usaha dakwah (orang bilang JT) datang setiap hari ke mesjid utk buat amal maqomi menghidupkan amalan mesjid. Mereka sangat respek kepada rekan2 (orang bilang karkun) karena mereka sendiri hanya dpt datang ke mesjid pad hari jumat (jumatan) dan sabtu (taklim).</p>
<p>Sekedar informasi bahwa di seantero Taiwan hanya ada 6 masjid. Dua di antaranya ada di Taipei dan rata2 kaum muslim di sini tinggal sangat jauh dari mesjid, ditambah kondisi kerja yg sangat sulit maka jadilah 1 atau 2 kali datang ke mesjid selama seminggu.</p>
<p>Di Hongkong kondisinya lebih baik. Berkat usaha dakwah sekarang tumbuh beberapa madrasah islam di sana. Berkat usaha dakwah pula kami ada link dgn umat islam di hongkong. Ramadhan tahun lalu mereka mengirim seorang hafiz utk memimpin shalat taraweh di mesjid kecil Taipei selama sebulan. Utk mesjid besar (Grand Mosque), imam shalat taraweh digilir bergantian antara local Chinese muslim, arab, Africa dll.</p>
<p>Saya sendiri tahun lalu pernah mengimami shalat taraweh di mesjid besar mewakili muslim Indonesia. Beberapa minggu lalu kami bertemu imam Islamic Center Hongkong utk bermusyawarah tentang aktivitas ramadhan di Taiwan. Keputusan musyawarah bahwa ramadhan tahun ini hongkong akan mengirim 2 hafiz quran utk menjadi imam di Taiwan. Subhanallah..my dear respected brothers and sisters..marilah kita saling menghormati dan menyayangi satu dengan yg lainnya sehingga kerjasama kita akan menjadi asbab hidayah bagi umat seluruh alam.</p>
<p>Sudah terbukti di seantero dunia bahwa usaha dakwah ini telah menghidupkan kembali amalan islam yg telah ditinggalkan umat. Banyak kaum muslimin yg tadinya menyembunyikan keislamannya mulai berani menampakkan identitasnya sebagai muslim</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum..</p>
<p>Abu Tsabit</p>
<p><strong>Abu Tsabit Wrote:</strong></p>
<p>Di kota Tainan (4 jam perjalanan dari Taipei) ada satu mesjid. Sayangnya mesjid ini hanya dibuka pada hari jumat utk shalat jumat. Apabila kami datang dari taipei utk khuruj atau kalau ada jamah foreign dan kami bawa ke mesjid tainan, maka hanya pada waktu itulah mesjid buka selain hari jumat. Karena tdk ada amalan mesjid, suatu hari selepas shalat jumat salah seorang jamaah di tainan didatangi 2 misionaris kristen menanyakan siapa pemilik mesjid dan mereka berniat membeli mesjid tsb. Subhanallah&#8230;kenapa ini terjadi ? Karena mesjid tdk hidup dgn amal. Ini patut menjadi kerisauan kita semua&#8230;</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=102&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/perjalanan-dan-hikmah-dakwah-di-taiwan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

