Archive

Archive for the ‘Pikir dan Analisa Manhaj’ Category

Kitab-Kitab Yang Banyak Dibaca Kalangan Ahli Da’wah dan Tabligh Membawa Kaum Muslimin Banyak Berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA

June 3rd, 2010 Haitan Rachman No comments

Terdapat tiga kitab yang disusun oleh para Ulama Da’wah yang banyak dibaca kalangan ahli usaha da’wah dan tabligh, yaitu :

(1) Kitab-kitab fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah. Terdapat kitab-kitab fadhilah amal yang disusun secara tematik oleh beliau, yaitu Kitab Fadhilah Sholat, Kitab Fadhilah Dzikir, Kitab Fadhilah Tabligh, Kitab Fadhilah Quran, Kitab Fadhilah Ramadhan, Kitab Fadhilah Shodaqah, Kitab Fadhilah Haji, Kitab Fadhilah Dagang, Fadhilah Janggut, Hikayat Kisah-Kisah Para Shahabat RA.

Kitab Fadhilah Amal yang cukup populer merupakan himpunan dari beberapa kitab fadhilah menjadi satu bundle, yaitu Kitab Fadhilah Sholat, Kitab Fadhilah Quran, Kitab Fadhilah Dzikir, Kitab Fadhilah Tabligh, Kitab Fadhilah Ramadhan dan Hikayat Kisah-Kisah Para Shahabat RA.

(2) Kitab Hayatush Shahabah, Maulana Yusuf Rah. Kitab ini terdiri dari 3 jilid tebal.

(3) Kitab Al-Hadistul Muntakhabah, Malauna Yusuf Rah. Kitab ini merupakan himpunan hadist-hadist pilihan untuk Enam Sifat Para Shahabat RA.

Read more…

Popularity: 18% [?]

Pikir Hidayah, Kasih, Sayang, Sombong, dan Dengki

March 27th, 2010 Haitan Rachman 6 comments

Kepada Kaum Muslimin yang Dimuliakan Allah swt,

Ada yang lupa dan luput dari Ummat Nabi Muhammad SAW sekarang ini, yaitu KASIH dan SAYANG. Dan dua hal ini yang akan berusaha dihancurkan oleh lawan-lawan kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak terbukti. Akhirnya hal kecil saja, bisa saling membunuh; atau hal yang banyak dibahas Ulama, bisa saling menghina.

KASIH dan SAYANG telah diangkat terhadap seorang manusia dari turunan Nabi Adam As, sehingga adiknya dibunuh dengan tangannya sendiri. Itulah kisah makhsyur, perihal QABIL dan HABIL. Dan kisah tertulis dengan baik dalam Al-quran.

Bagaimana KASIH dan SAYANG bisa hilang dalam ummat Nabi Muhamm SAW? Karena merasa SOMBONG dan DENGKI kepada kaum yang lain. Yang menjadi pembunuhan pertama terjadi di muka bumi, karena SOMBONG dan DENGKI terhadap yang lain.

Maka sekarang ini harus berusaha menghilang penyakit ini SOMBONG dan DENGKI, dan penyakit ini bisa kena pada siapa saja termasuk kalangan Ulama dan Ustadz sekalipun. Sehingga akhirnya bisa hilang KASIH dan SAYANG itu.

KASIH, SAYANG, SOMBONG dan DENGKI banyak sekali bahasannya dalam Al-quran dan As-Sunnah, kalimat-kalimat ringan untuk diucapkan, TETAPI berat untuk dijinjing kemana-mana dalam hidup ini.

Read more…

Popularity: 38% [?]

Guru-Guru Kami

March 16th, 2010 Haitan Rachman 3 comments

Pak Nurim Submitted on 2010/03/11 at 11:42am:

kalo boleh tahu siapa guru pak haitan? saya ingin berguru juga pada beliau

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Mudah-mudahan kebaikan dan rahmat dilimpahkan kepada kedua orangtua kita, kepada guru-guru kita, dan juga kepada kawan-kawan lama serta seluruh kaum muslimin lainnya. Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, karena kami belum banyak menunaikan apa yang dipesankan guru-guru kami yang cukup banyak berhubungan ketika kami masih menjadi mahasiswa. Kami banyak berhubungan dengan kalangan ulama/ustadz di kota Bandung sebelum dan sesudah mengenal usaha da’wah.

Read more…

Popularity: 38% [?]

Bagaimana kita menyikapi Internet?

March 7th, 2010 Haitan Rachman 10 comments

Author : nurim

E-mail : nisnurim@gmail.com

Comment:

Kepada sahabat-sahabatku semua. melalui media internet ini , alhamdulillahm, kita bisa berbagi ilmu, pengalaman, dll yang baik-baik. tapi dilubuk hati yang paling dalam ini muncul kekhawatiran yang amat sangat tentang pengaruh buruk internet. Karena melalui media internetlah, keburukan yang seburuk-buruknya tersebar ke seluruh dunia, sampai ke pelosok-pelosok (krn internet kan bisa lewat hp juga). Nah apa pandangan sahabat semua sebagai aktifis dakwah mengenai media internet ini dipandang dari segi manfaat dan mudhorotnya? Dan apa pandangan para ulama tabligh berkaitan dengan fenomena ini? Ada yang bisa memberikan pencerahan?

1. Pengantar

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kawan-kawan yang dimuliakan Allah swt,

Segala puji bagi Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan kepada kita semua, terutama dengan nikmat Iman dan Islam. Tiada yang lebih tinggi nikmat ini kecuali nikmat Iman dan Islam, serta kita dikenalkan terhadap usaha yang mulia yaitu usaha atas Iman dan Islam kita dan kaum muslimin. Sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, kekasih kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat RA, kepada para guru-guru kita, serta kepada kaum muslimin yang selalu berusaha mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW, termasuk kepada diri kita dan keluarga kita semua. Amiin.

Kita dapat berbagi pandangan terhadap apa yang disampaikan Pak Nurim. Mudah-mudahan berbagi pandangan ini memberikan manfaat bagi kita kaum muslimin. Dan kami mencoba memberikan pandangan terlebih dahulu, hal ini dikarenakan apa yang disampaikan itu masuk ke tempat kami, http://usahadawah.com. Dan kami persilahkan kepada kawan-kawan untuk sama-sama berbagi pandangan dengan hal itu.

Read more…

Popularity: 37% [?]

Categories: Pikir dan Analisa Manhaj Tags:

Mengherankan jika Mengkritik Tatacara Usaha Da’wah

January 16th, 2010 Haitan Rachman No comments

Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da’wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da’wah yang dibangunnya.

Sangat heran jika ada seorang mahasiswa muslim seenaknya belajar dan tidak mengikuti aturan atau tatacara prosedur yang ditetapkan di lingkungan sekolah yang dimilikinya. Atau juga akan bertambah heran jika seorang muslim yang mengambil program S2 atau S3 tidak mengikuti aturan tatacara yang ditetapkannya, dengan alasan yang terpenting adalah sekolah S2 dan menuntut Ilmu.

Read more…

Popularity: 67% [?]

Sebagian Kaum Muslimin Selalu Berkomentar Pada Jumlah Hari Khuruj Usaha Da’wah, Tetapi Kerdil dalam Analisa dan Sintesa

January 16th, 2010 Haitan Rachman 4 comments

Terlalu banyaknya sebagian kaum muslimin (baca: salafi) terhadap jumlah hari Khuruj Da’wah memberikan kerangka analisa dan sintesa yang terlalu kerdil dan mengkerdilkan pola berpikir kaum muslimin. Disinilah kita perlu membuka kerangka analisa dan sintesa yang lebih luas, agar kita tidak terjebak dalam kerangka yang mudah untuk membid’ahkan aktifitas kaum muslimin.

Usaha da’wah ini selalu berhubungan dengan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, oleh karena itu tentunya kita sendiri perlu banyak berhubungan dengan kisah-kisah itu dengan baik. Perihal waktu sebenarnya tidak merupakan hal yang kaku, tetapi setidaknya dengan adanya pola tertib/keteraturan itu akan lebih mudah bagi kaum muslimin sendiri. Para Ulama yang berkecimpung dalam usaha da’wah ini cukup banyak sebagai ahli hadist, oleh karena itu banyak di antaranya menulis syarh hadits hadist yang cukup tebal-tebal.

Perihal waktu itu banyak berhubungan dengan pesan Nabi kita Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan 10%, dan juga tentunya ada beberapa kisah yang berkaitan dengan 3 hari, 40 hari, 4 bulan. Memang kejadiannya sangat berbeda dan juga aktifitasnya berbeda, tetapi setidaknya pola itu dapat dipergunakan untuk ketertiban dan kemudahan bagi kaum muslimin. Karena meskipun berbeda dari aktifitasnya, tetapi mempunyai kedekatan dari proses penyebaran dan juga pengorbanan untuk agama kita yang mulia, Al-Islam. 3 hari kisah Khalid Bin Walid RA, 40 hari berkaitan kisah Ummar Bin Khatab RA, begitupun juga dengan 4 Bulan berkaitan dengan Ummar Bin Khatab RA. Silahkan untuk membuka lembaran kisah itu yang cukup menarik.

Read more…

Popularity: 40% [?]

Jangan hanya pandai berkomentar terhadap usaha da’wah, tetapi pelajari dengan teliti dan sistematik!

January 16th, 2010 Haitan Rachman 1 comment

Sekarang telah tumbuh sebagian kalangan kaum muslimin (baca: salafi) yang hanya pandai berkomentar, dan bahkan asal-asalan membid’ahkan tanpa keinginan mendapatkan pandangan berimbang. Oleh karena itu coba kita semua mempelajari secara telit dan sistematika.

Dalam kaidah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah, adalah keyaqinan dalam hati, ikrar dengan lisan dan membuktikan dengan amal-amal sholeh. Dan Iman itu dapat meningkat dengan tetap menjaga amal sholeh, dan iman dapat menurun ketika menjalankan amal-amal maksyiat kepada Allah swt. Ini adalah Iman yang dipahami Sunnah Wal Jama’ah.

Seorang yang berpikiran Sunnah Wal Jama’ah, tentunya harus berusaha, berpikir, dan melaksanakan bagaimana iman dapat meningkat dan menghindari dari iman yang menurun. Karena jika Iman terus menurun, artinya telah banyak amal-amal maksyiat dilaksanakan, sehingga akan menjadi sulit menjalankan amal-amal sholeh lainnya.

Read more…

Popularity: 40% [?]

Bagaimana Kita Membahas Perihal Khilafiyyah dan Usaha Da’wah Memberikan Kerangka Sistematik

January 15th, 2010 Haitan Rachman 1 comment

Perbedaan (ikhtilaf) merupakan perkara yang pasti terjadi dalam kehidupan manusia, ketika manusia memandang satu perkara. Tentunya untuk menghadapi perbedaan ini memerlukan satu hikmah tersendiri, tanpa adanya hikmah maka perbedaan itu akan mengakibatkan perpecahan (tafarruq). Dalam Ushul usaha da’wah dan tabligh menjelaskan perkara yang tidak boleh disentuh, yaitu tidak menyentuh khilafiyyah.

Apakah kerangka da’wah dan tabligh ini hanya asal-asalan saja perihal perkara “tidak menyentuh khilafiyyah”. Kami sebelum berkenalan dengan usaha da’wah dan tabligh, sering dinasehati guru-guru kami sendiri untuk berhati-hati dalam perihal khilafiyyah ini. Kalau memang tidak tahu, jangan masuk dalam lingkungan khilafiyyah. Karena akan menimbulkan perpecahan (tafarruq). Seorang guru sepuh kami memberitahukan untuk banyak mempelajari perihal kitab “Bidayatul Mujtahid”, susunan Imam Ibnu Rusd Rah. Beliau menjelaskan bahwa banyak perbedaan, yang biasanya menimbulkan perpecahan di kalangan orang yang tidak mengerti.

Read more…

Popularity: 29% [?]

Tahdzir itu pelu TERTIB, Tahdzir yang GHULUW akan banyak memberikan mudharatnya

January 12th, 2010 Haitan Rachman No comments

Tahdzir itu memberikan peringatan kepada kaum muslimin pada satu keadaan atau perkara, TETAPI tetap HARUS TERTIB. Kalau Tahdzir TIDAK TERTIB dan bahkan GHULUW, maka hasilnya juga TIDAK TERTIB. Itulah yang banyak terjadi sekarang ini di kalangan kaum muslimin sendiri, bahkan di dalam kalangan internal sebagian kaum muslimin tersebut (baca: Salafi). Sehingga akhirnya memunculkan kontra-produktif dan tidak-harmonis.

Perihal Ghibah yang diperbolehkan itu, silahkan buka inti sari Ihiya Ulumuddin, “Mensucikan Jiwa”, Syeikh Sa’id Hawwa Rah. Dalam buku ini perkara ini diuraikan dengan mudah dan jelas. Oleh karena itu, para Imam dulu, seperti Imam Al-Ghazali Rah, selalu memperhatikan perihal TERTIB. Dan semua perkara TERTIB itu tentunya berlandaskan pada Al-Quran dan As-Sunnah.

Read more…

Popularity: 20% [?]

Pendalaman DALIL terhadap Da’wah yang TERTIB tentunya memerlukan proses-proses perbaikan yang terus-menerus dan berkelanjutan

January 12th, 2010 Haitan Rachman No comments

Dear All,

Da’wah Islam merupakan amal Islam yang sangat fundamental untuk diperhatikan dengan baik dan seksama, sehingga tentunya menjalankan da’wah Islam itu tidaklah asal-asalan tetapi perlu dijalankan dengan Tertib. Dan untuk menjaga ataupun membentuk da’wah Islam yang tertib tentunya juga memerlukan satu pendekatan yang baik pula. Artinya perlu proses-proses yang mendorong untuk pembentukan da’wah Islam yang tertib itu.

Da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghujat ataupun meremehkan sebagian kaum muslimin lainnya, bahkan juga kepada ummat-ummat lainnya. Begitupun juga da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghasilkan saling berbantahan di antara pelaku da’wah itu sendiri. Tetapi kita harus menyadari bahwa manusia itu tetap manusia, artinya kekhilafan itu pasti datang, begitupun dengan kami sendiri.

Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan dalam aktifitas da’wah Islam dapat mencapai TERTIB yang lebih dari waktu ke waktu tentunya.

Read more…

Popularity: 36% [?]