<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Surat Menyurat Da&#8217;wah</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/category/manhaj-pilihanku/surat-menyurat-dawah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Guru-Guru Kami</title>
		<link>http://usahadawah.com/guru-guru-kami/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/guru-guru-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 00:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Pak Nurim Submitted on 2010/03/11 at 11:42am:
kalo boleh tahu siapa guru pak haitan? saya ingin berguru juga pada beliau
Assalamu ‘alaikum  wr. wb.
Mudah-mudahan kebaikan dan rahmat dilimpahkan kepada kedua orangtua kita, kepada guru-guru kita, dan juga kepada kawan-kawan lama serta seluruh kaum muslimin lainnya. Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, karena kami belum banyak menunaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Pak Nurim Submitted on 2010/03/11 at 11:42am:</p>
<p>kalo boleh tahu siapa guru pak haitan? saya ingin berguru juga pada beliau</p></blockquote>
<p>Assalamu ‘alaikum  wr. wb.</p>
<p>Mudah-mudahan kebaikan dan rahmat dilimpahkan kepada kedua orangtua kita, kepada guru-guru kita, dan juga kepada kawan-kawan lama serta seluruh kaum muslimin lainnya. Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab, karena kami belum banyak menunaikan apa yang dipesankan guru-guru kami yang cukup banyak berhubungan ketika kami masih menjadi mahasiswa. Kami banyak berhubungan dengan kalangan ulama/ustadz di kota Bandung sebelum dan sesudah mengenal usaha da’wah.</p>
<p><span id="more-315"></span>Ustadz kami yang cukup kharismatik, apalagi banyak juga ulama/ustadz di kota Bandung juga yang mengetahui dengan baik. Beliau adalah KH Khair Affandi Rah, seorang pendiri pesanten Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, dan sekarang ini banyak muridnya yang mendirikan pesanren di beberapa kota di Indonesia. Beliau memberikan pelajaran perihal tauhid dan hati. Dan Nasehat yang kami ingat betul adalah kami dianjurkan mempelajari kitab Ibnu Rusyd Rah, Bidayatul Mujtahid, sebuah kitab yang membahas perbedaan pandangan di kalangan Ulama. Hal ini beliau menekankan untuk dapat memberikan wacana ke kalangan kaum muslimin, sehingga jangan sampai perihal furuiyyah menjadi perpecahan di kalangan Ummat Islam.</p>
<p>Ustadz tafsir Quran yang sangat tematik, beliau adalah KH Mukhtar Adam yang memimpin pesanren babussalam. Dan beliau banyak mengajarkan pola tafsir secara tematik-tematik, Quran bil Quran, dan juga bahasan dari Tafsir Ulama besar dulu. Beliau cukup aktif menulis. Dan kami tertarik dengan pola tematik-tematik Quran, karena akan lebih memudahkan proses belajar kita dalam memahami Al-quran.</p>
<p>Ustadz yang banyak bermudzakarah dalam perkara pergerakan Islam dan pemahaman Quran, beliau adalah Ustadz Muslim Zainuddin Rah. Beliau banyak memberikan mudzakarah perihal pergerakan Islam dan juga pendalaman Quran. Kami sering datang dan berkunjung ke beliau. Meskipun kami telah mengikuti usaha da’wah, ketika kami mahasiswa juga masih terus berhubungan. Sehingga membuka wacana pergerakan Islam yang cukup berkembang.</p>
<p>Yang terakhir beliau yang mengajarkan perihal Bahasa Arab dan tafsir, Ust. Djaja Dzakaria. Beliau ini yang mengajarkan bahasa arab, dan terus mendorong untuk terus belajar Al-Islam dengan baik. Dan beliau sering menekankan dengan baik bahwa akan sulit mendalami Al-Islam dari sumber-sumbernya, kecuali dengan bahasa Arab. Dan setelah sekian lama kami berhubungan dengan usaha da’wah, ternyata apa yang dinasehatkan beliau sangat benar. Itulah banyak hal yang kami dapatkan dalam kitab para Ulama perihal usaha da’wah ini.</p>
<p>Semua guru-guru kami selalu menasehati untuk terus mendalami Al-Islam dengan baik, karena sumber-sumber Al-Islam ini sebenarnya banyak tertulis dalam kitab-kitab dengan baik oleh para Ulama Dulu. Dan setelah kami berkenalan dengan usaha da’wah ini telah memberikan kerangka dalam banyak tematik-tematik pendalaman Al-Islam secara mudah untuk kami. Sehingga pesan dan nasehat guru kami telah banyak memberikan wawasan pendalaman terhadap usaha da’wah. Dua guru kami yang masih ada yaitu KH Mukhtar Adam dan KH Djaja Dzakaria.</p>
<p>Oleh karena itu, jika sdr. benar-benar berkeinginan mendalami Al-Islam dengan lebih baik dan secara dalam, maka terdapat dua pola yang cukup baik menurut pandnagan kami , yaitu :</p>
<p>a.	Pelajari Bahasa Arab dengan baik. Bahasa Arab menjadi alat yang sangat penting untuk mendalami Al-Islam dengan baik.</p>
<p>b.	Pelajari Al-Islam secara TEMATIK-TEMATIK, termasuk dengan Usaha Da’wah. Banyak Ulama telah memberikan contoh secara tematik, dan Jika kita pelajari dengan baik Usaha Da’wah ini memberikan Tematik-Tematik yang cukup baik. Ushul-Ushul Da’wah, Enam Prinsip (Baca: dikenal sebagai enam sifat shahabat Ra) dan Adab-Adab itu semuanya merupakan tematik-tematik yang sangat luas sebagai langkah awal.</p>
<p>Kita dapat bejalar ke banyak Ulama dengan baik di kota kita ataupun kota lainnya, jika kita mempunyai kemampuan bahasa Arab dengan baik. SEHINGGA KETIKA ada Ulama yang mengajarkan Tafsir, Hadist, Fiqh, dsb, TENTUNYA para Ulama ini mengajarkan dengan Tematik-Tematiknya secara Baik dan Juga biasanya Ulama ini juga menggunakan Kitab-Kitab Pilihannya yang diajarkan kepada kaum muslimin. Jadi kita tidak hanya sebagai PENDENGAR SAJA, tetapi kita lebih mendalami dengan baik karena kita mempunyai sarana bahasa arab itu. Dan bahkan mungkin kita akan senang bertemu dengan Ulama yang bersangkutan.</p>
<p>Guru-Guru kami selalu menekankan perihal bahasa Arab ini, sehingga di pesantren dulu teman-teman dan kami sering membuat pelatihan Bahasa Arab, dan terakhir sekitar tahun 2007, dan cukup banyak Mahasiswa yang belajar dan kebetulan yang mengajarnya adalah lulusan dari Pakistan, Maulana Ahsan, yang sebelumnya memang cukup lama di tempat kami.  Untuk kaum muslimin secara umum dalam Belajar Islam, yaitu :</p>
<p>1.	Kaum Muslimin mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dari Para Ulama, dan tidak dicatat, tidak diulang, tidak didalami kembali pengajaran-pengajaran tersebut.</p>
<p>2.	Kaum Muslimin mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dari Para Ulama, dan dicatat, diulang, didalami kembali pengajaran-pengajaran tersebut. Bahkan ada yang dihafal bagian-bagiannya, termasuk juga beberapa ayat dan hadist yang disampaikan itu.</p>
<p>3.	Kaum Muslimin mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dari Para Ulama, disamping (2) juga dipelajari dari sumber-sumber kitab yang menjadi pelajaran-pelajaran Ulama dikarenakan mempunyai kemampuan Bahasa Arab.</p>
<p>4.	Kaum Muslimin melakukan proses bacaan, penjelasan kitab-kitab Islam di depan para Ulama; sehingga Ulama yang bersangkutan dapat menjelaskan isinya dan juga mengetahui kemampuan murid-muridnya dengan baik.</p>
<p>Perihal No (4) jelas harus banyak duduk dengan para Ulama. Kami pribadi sangat berkeinginan melakukan no (4), hanya jelas untuk saat ini kami tidak dapat melakukan dengan baik karena banyak keterbatasan. Kami selalu berharap akan banyak kaum muslimin yang melakukan No (4), itulah kami pernah membuat pesantren untuk kalangan mahasiswa. TETAPI kami selalu menekankan kepada teman-teman lain, terutama kalangan muda dari usaha da’wah yang banyak berhubungan dengan kamu untuk dapat meningkatkan kemampuan bahasa arab, sehingga akan mudah melakukan no (3).</p>
<p>Jika sdr. tidak dapat melakukan no (4), maka lebih baik masuk ke No (3), sehingga sdr. perlu sungguh-sungguh mendalami bahasa arab dan akhirnya dapat bertemu banyak Ulama untuk mendalami Al-Islam secara TEMATIK, dan sisanya tentunya sdr. dapat mempelajari sendiri dan juga dengan teman-teman.</p>
<p>Kalaupun tidak bisa karena banyak keterbatasan, kita tetap harus berusaha berhubungan dengan Ulama untuk mendengarkan pengajaran-pengajaran Al-Islam dengan bak, dan kami secara pribadi sangat bersyukur berkenalan dengan usaha da’wah ini karena memberikan tematik-tematik (kurikulum&amp; Silabus) yang mudah dan juga terdapat dua aktifitas ta’lim yang sangat di dorong sebagai aktifitas awal yaitu ta’lim harian di rumah dan masjid.</p>
<p>Do’akan kami, mudah-mudahan kami dapat lagi menyiapkan pesantren kembali seperti yang telah kami buat di Bandung. Sedangkan kurikulum dan silabus, Alhamdulillah, telah cukup terus disiapkan melalui kitab-kitab Ulama yang dipilih. Pesantren ini sebagai “Madrasah Da’wah dan Islam” seperti yang tertulis di http://usahadawah.com. Dan Bahasa sebagai alat pendukung utamanya adalah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, sehingga akan memudahkan mempelajari kitab-kitab Ulama.</p>
<p>Mudah-mudahan memberikan hal yang diminta oleh Pak Nurim.</p>
<p>Terimakasih,</p>
<p>Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=315&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/guru-guru-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat-Menyurat Da&#8217;wah Dengan Abdul Qahhar</title>
		<link>http://usahadawah.com/surat-menyurat-dawah-dengan-abdul-qahhar/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/surat-menyurat-dawah-dengan-abdul-qahhar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 02:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Abdul Qahhar Wrote:
Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.
dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.
rata-rata, sikap ahli tabligh yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abdul Qahhar Wrote:</p>
<p>Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.</p>
<p>dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.</p>
<p>rata-rata, sikap ahli tabligh yg tidak mahu membicarakan perihal isu dan tomahan ttg tabligh menjadikan org luar susah untuk menerima gerak kerja Tabligh ini.</p>
<p>setelah membaca blog ini, kebanyakkanya persoalan dalam diri saya telah terjawab berkenaan dengan perihal tabligh dari hukum syarak dan menjwab fatwa2 yang terlibat.</p>
<p>kami berharap pihak tuan dapat kembali aktif dlm blog ini untuk terus menerus memberikan kefahaman ttg JT ini sendiri.</p>
<p>harapan dari semua pihak agar semua jemaah dapat bersatu di atas nama Islam, dan berharap agar pimpinan tabligh turut mengesa ahli untuk belajar menerima bezanya jemaah Islam lain pula&#8230;</p>
<p>Maradhatillah</p>
<p><span id="more-260"></span>Sdr. Abdul Qadhar Yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p> 1. Para Ulama yang awal-awal terjun dalam usaha da&#8217;wah ini merupakan orang-orang yang hafidz dan juga alim dalam urusan ilmu hadits serta bidang ilmu Al-Islam lainnya. Maulana Ilyas Rah mengetahui juga perihal adanya pandangan kritis terhadap usaha da&#8217;wah ini, tetapi beliau tidak memberikan pandangan berimbang terhadap pandangan tersebut. Tentunya bagi beliau, apalagi yang mengangkat kembali usaha da&#8217;wah ini wujud, mempunyai pertimbangan-pertimbangannya.</p>
<p>Maulana Yusuf Rah juga mengetahui hal ini, beliau adalah seorang ahli hadist dan kita bisa mendapatkan karya beliau yang berkaitan dengan syarh hadist beliau yang dalam terhadap kitab hadits yang disusun Imam Thahawi Rah. Beliau sebagai orang alim, hafidz, dan juga penanggung jawab, serta juga penulis kitab, tentunya beliau perlu memberikan jawaban terhadap pandangan kritis, maka beliau menulis buku &#8220;Hayatush Shahabat&#8221;.</p>
<p>Kitab ini merupakan pensarian, terhadap topik-topik yang banyak diperbincangkan kaum muslimin terhadap usaha da&#8217;wah, sehinga beliau menjelaskan bahwa jika berkeinginan memahami usaha da&#8217;wah ini dengan baik maka hendaknya selalu berhubungan dengan sirah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA. Sirah-sirah ini tersebar dalam berbagai kitab, tidak hanya dalam kitab sirah itu sendiri. Bahkan dalam kitab hadist dan tafsir saja terdapat sirah.</p>
<p>Maulana Yusuf Rah mempersilahkan kepada siapapun, termasuk kepada kaum muslimin yang terlibat dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh sendiri, untuk menggali secara ILMIYYAH yang berkaitan dengan usaha da&#8217;wah. Dan kami sangat setuju dan senang, karena itu memberikan kelonggaran berpikir dan tidak menjadikan kaum muslimin yang terlibat sendiri menjadi katak dalam tempurung. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mendalami.</p>
<p>Artinya bagi kita sendiri, termasuk kami, perlu banyak memperlajari sirah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan para Shahabat RA. Allah swt dengan tegas dan jelas menjelaskan perihal ini, hanya saja kita kaum muslimin kurang memperhatikan dengan baik.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.&#8221; (QS Yusuf (2): 111)</p>
<p>Al-quran banyak sekali bercerita sirah, bahkan termasuk dialog yang penting antara Allah swt dengan para malaikat sendiri tercatat dengan baik, termasuk pembangkangan Iblish La&#8217;natullah.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">2. Sekarang ini sebenarnya telah banyak Ulama yang memberikan pandangan tertulis secara baik terhadap pandangan-pandangan yang tidak tepat, dan terdapat juga Ulama ini dari kalangan Ulama Arab sendiri. Bahkan kami telah mendapatkan beberapa tafsir ayat dari yang disampaikan dengan baik oleh seorang Dr. ahli tafsir, yang berkaitan dengan usaha da&#8217;wah ini. Penjelasan seperti ini disertai dengan perjalanan para Shahabat RA sendiri, sehingga beliau tetap mengikuti pola tafsir yang telah banyak ditulis para Ulama sebelumnya.</p>
<p>Tulisan-tulisan ini masih di kalangan masyarakat berbahasa Arab. Sehingga tentunya pertumbuhan ILMIYYAH ini akan terus tumbuh dengan sendiri. Karena sebenarnya sumber-sumber Al-Islam sudah begitu luas dan banyak yang ditulis para Ulama sebelumnya, seperti para Imam Mhadzab, para Imam Hadits, dsb.</p>
<p>Kami sering dinasehati sebelum mengenal usaha da&#8217;wah ini untuk selalu belajar Al-Islam. Itulah mungkin yang kami tidak pernah berhenti mencari dan mengkaji, apalagi para Ulama da&#8217;wah sering menekankan untuk meningkatkan ‘Jiwa Thalab&#8217;. Memang kami sendiri tidak mudah untuk mencari dalil dari sumber-sumber para Ulama yang berkaitan dengan usaha da&#8217;wah. Para Ulama da&#8217;wah tidak mau memberikan beban atau kesulitan terhadap kaum muslimin, sehingga dibuatlah pola yang sederhana dan setiap lapisan kaum muslimin dapat terlibat dengan baik.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">3. Kami bisa bayangkan bagaimana akan sulitnya kaum muslimin, jika para Ulama da&#8217;wah ini memberikan dalil-dalil secara detail. Jangan-jangan akan menyulitkan, dan akhirnya tidak produktif bagi kaum muslimin. Dan tentunya orang bijak akan melakukan yang bijak pula. Itulah yang kami senangi dan kagum. Dan kami temukan hal ini dari diri Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.</p>
<p>Dan bahkan kami temukan dari kitab-kitab para Ulama dulu, hanya saja kita kurang memperhatikannya. Sebagai contoh saja, Imam Nawawi Rah beliau ini banyak menulis kitab dengan baik. Kitab-kitab itu memperlihatkan tingkatan bagi kaum muslimin sendiri. Apakah semua orang dapat membaca syarh Imam Muslim dan juga Majmu fatwanya? Tetapi beliau menulisan Riyadhush Sholihin, semua orang akan mudah membacanya.</p>
<p>Bagi siapapun, termasuk ahli da&#8217;wah, yang mau mendalami dalil-dalilnya yang berkaitan usaha da&#8217;wah dan tabligh, maka perlu meniru dengan baik bagaimana para Shahabat RA ataupun para Imam dalam mencari Ilmu. Jangan hanya mau disuapi saja, tetapi carilah ilmu itu. Kita harus meniru seperti Ibnu Abbas Ra ketika mau mendapatkan satu hadist, sampai beliau harus menunggu berjam-jam di rumah shahabat dikarenakan seorang shahabat ini sedang tidur. Atau seperti Imam Muslim, bagaimana beliau mencari ilmu dari berbagai kalangan dan sumber tentunya.</p>
<p>Sehingga kami mengikuti pesan guru-guru kami untuk terus belajar, dan juga para ulama da&#8217;wah yaitu untuk meningkatkan ‘Jiwa Thalab&#8217;. Dengan begitu kami akan lebih leluasa, karena tentunya para Ulama da&#8217;wah, seperti Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dsb, bukanlah ulama yang hanya asal-asalan dalam menetapkan kaidah-pola, tanpa melihat dan mempelajari dari sumber-sumber Ulama sebelumnya. Apalagi keduanya terlahir dari keluarga yang 800 tahun tidak terputus keulamaan di keluarganya. Dan hal ini sangat luar biasa.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">4. Kalangan kaum muslimin, apakah itu Ulama, ustadz, ataupun penuntut ilmu, yang banyak memberikan pandangan kritis, bagi kami hal itu merupakan anugrah yang tidak terduga. Di sinilah kami banyak bersyukur. Kenapa? Kalangan kaum muslimin banyak mempelajari, menulis dan mensarikan kitab-kitab secara aktif, tentunya tidak akan lepas dari sumber-sumber para Ulama sebelumnya.</p>
<p>Sudah dijelaskan bahwa para Ulama da&#8217;wahpun tidak lepas sumber-sumber Ulama sebelumnya, dan mungkin saja mendapatkan sumber yang sama dan tentunya pasti. Misalkan para Ulama tidak mungkin melepaskan diri dari sumber seperti kitab Imam Bukhari, ataupun Imam Muslim, atau Imam Abu Daud. Sehingga secara automatis akan terangkat berbagai sumber dengan baik.</p>
<p>Mungkin sdr. akan mencari dalil perihal sholat Isyraq (yang biasa dilakukan sekitar jam 6-an), mecari dalil ini tidak mudah. Meskipun Maulana Dzakariya Rah menuliskan dalam kitab fadhilah amal, tetapi beliau hanya mensarikannya. Bisa sdr. bayangkan bagaimana kita mencarinya? Karena kalangan kaum muslimin ini aktif menulis, membaca dan mensarikan kitab para Ulama, maka dengan sendiri akan terbentuk dalam bentuk topik-topik dan index. Sehingga akan lebih mudah. Dan kami temukan penjelasannya dengan baik dari kalangan kaum muslimin yang mungkin masih tidak sreg dengan usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Atau jika sdr. membaca kitab shohih pilihan yang disusun Syeikh Al-Banni Rah, di bagian pertama hadist di bawah nomor 5. Di bagian itu terdapat keterangan perihal tegaknya Al-islam. Dan wujudnya itu akan masuk ke setiap rumah dan lorong. Kira-kira bagaimana mewujudkannya kalau begitu?</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">5. Dalam menghadapi perbedaan dengan kaum muslimin lainnya kita perlu saling menghormati, tidak perlu meremehkan, tidak perlu menghina, dan tidak perlu mencibirkannya. Itulah Ikramul Muslimin yang sering disampaikan. Tetapi kita harus mempunyai keteguhan dengan keputusan kita sendiri, bahkan kita perlu dapat menjelaskannya secara ILMIYYAH dan HIKMAH. Sehingga tentunya kaum muslimin yang mempunyai pandangan berbeda pandangan itu akan mendapatkan PANDANGAN BERIMBANG secara ilmiyyah dan hikmah.</p>
<p>Apa yang dipesan salah seorang guru kami (sebelum kami mengikuti usaha da&#8217;wah) bahwa banyak sekali perbedaan di kalangan kaum muslimin yang memungkinkan menuju pada perpecahan di kalangan ummat, maka kami dianjurkan mendalami kitabnya perbedaan madzhab yang ditulis Ulama dulu. Dari sisi kami melihat hal itu untuk berpikiran yang luas dan ilmiyyah, dan Maulana Dzakaria Rah menulis hanya dalam satu perkara yaitu wudhu saja sudah perbedaan sampai 60. Kenapa dalam ahli da&#8217;wah ditekankan untuk tidak membahas Khilafiyyah, karena tidak mudah untuk membahas itu dan tidak banyak orang yang mampu membahas itu. Kalau salah akan mengakibatkan pertentangan tajam di kalangan kaum muslimin.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">6. Kami sama seperti sdr. banyak bertanya terhadap usaha da&#8217;wah ini. Tetapi kita harus mempunyai ‘Jiwa Thalab&#8217; untuk mencari, membaca, mensarikan dari sumber-sumber Al-Islam yang telah ditulis para Ulama sebelumnya, dan tentunya kita juga perlu banyak bertemu dengan para Ulama sendiri. Tujuan kita bukan untuk mengajak dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh, TETAPI untuk mencari ilmu al-Islam yang dapat mengarahkan kehidupan kita mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW.</p>
<p style="margin-left: 0in;">Tidak ada kesuksesan kecuali mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW. Dan itulah para Shahabat RA telah membuktikannya. Maka Maulana Yusuf Rah menjelaskan untuk memahami usaha da&#8217;wah ini untuk mempelajari sirah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, karena beliau-beliau ini yang sudah sukses dan dijamin kesuksesannya. Orang bijak dan berpikiran jauh tentunya akan memilih jalur dari orang-orang yang sukses sebelumnya.</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: &#8220;Ta&#8217;atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.&#8221; (QS Ali-Imran (3):31-32)</em></p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">7. Insya Allah, kami akan berbagi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Jika ada yang keliru, maka tegurlah kami. Jika ada yang baik, ambilah dan pelajari kembali. Yang benar itu dari Allah swt, dan yang keliru itu dari kelemahan dan kekurangan kami. Kami tidak mempunyai kemampuan memberikan kepahaman, hanya Allah swt yang memberikan kepahaman terhadap usaha da&#8217;wah ini. Dan kami masih jauh dan masih banyak belajar dengan usaha da&#8217;wah ini. Terimakasih</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=260&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/surat-menyurat-dawah-dengan-abdul-qahhar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Penutup (Kelima) Atas Pertanyaan Seorang Ibu</title>
		<link>http://usahadawah.com/surat-penutup-kelima-atas-pertanyaan-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/surat-penutup-kelima-atas-pertanyaan-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 02:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,
Wa&#8217;alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,
Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sangat menekankan pada mudzakarah dan musyawarah ketika sebelum mengambil takaza (mujahadah) dalam da&#8217;wah ini, karena usaha da&#8217;wah harus benar-benar tertib, tidak hanya mengandalkan semangat atau jasbah saja. Saya anjurkan kepada Ibu untuk selalu bermudzakarah dan musyawarah dalam apa saja dengan suami Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,<br />
Wa&#8217;alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sangat menekankan pada mudzakarah dan musyawarah ketika sebelum mengambil takaza (mujahadah) dalam da&#8217;wah ini, karena usaha da&#8217;wah harus benar-benar tertib, tidak hanya mengandalkan semangat atau jasbah saja. Saya anjurkan kepada Ibu untuk selalu bermudzakarah dan musyawarah dalam apa saja dengan suami Ibu sendiri, termasuk yang berhubungan dengan usaha da&#8217;wah. Hal ini untuk sama-sama membangun keluarga yang ahli dalam da&#8217;wah, seperti keluarga Nabi Ibrahim AS dan juga Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><span id="more-34"></span>Ibu bisa mengajukan program masturah kepada musyawarah melalui ahli keluarga Ibu sendiri dalam hal ini suami, untuk diadakan bayan masturah, di rumah Ibu sendiri atau di tempat yang sesuai keputusan musyawarah. Bayan ini dapat secara bergilir di rumah-rumah ahli da&#8217;wah ini, sesuai waktu kemampuan masing-masing tempatan. Program bayan seperti ini sangat membantu hubungan silaturahmi keluarga ahli-ahli da&#8217;wah, bahkan mungkin dapat menyampaikan usulan-usulan untuk disampaikan ke lingkungan musyawarah yang lebih besar.</p>
<p>Kita semua sekarang ini sedang belajar-belajar usaha da&#8217;wah ini, meskipun usaha da&#8217;wah ini sudah sampai ke berbagai lapisan dunia saat ini, tetapi itu baru tahap awal saja dan baru merupakan berkah dari da&#8217;wah itu sendiri. Saya mendapatkan ini dari seorang mufti yang telah terjun dalam usaha da&#8217;wah. Sehingga mudzakarah dan musyawarah sangat diperlukan untuk meningkatkan usaha da&#8217;wah itu sendiri, dan akan banyak lagi kaum muslimin yang mengambil bagian dalam usaha da&#8217;wah ini dan meratakan usaha da&#8217;wah ini ke seluruh belahan dunia ini.</p>
<p>Terimakasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan keluarga Ibu dan juga suami tetap dalam usaha da&#8217;wah ini dan dalam rahmat dan juga lindungan Allah swt. Banyak-banyaklah mudzakarah dan musyawarah dengan ahli keluarga Ibu dalam hal apapun, termasuk usaha da&#8217;wah. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan-tulisan saya.</p>
<p>Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=34&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/surat-penutup-kelima-atas-pertanyaan-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keempat Penjelasannya Perkara Usaha Da’wah Kaum Ibu</title>
		<link>http://usahadawah.com/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Bahasan anda yg tertulis pd Mudzakaroh 3,telah cukup banyak membantu kami u/ memahami banyak hal.Dan kami sngt bersyukur karenanya.Kalau saja anda tahu,sesungguhnya tanya jwb ini mempunyai pengaruh yg besar pd kehidupan pribadi kami.
Sebalumnya kami mohon maaf yg sebesar2nya atas pilihan2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bahasan anda yg tertulis pd Mudzakaroh 3,telah cukup banyak membantu kami u/ memahami banyak hal.Dan kami sngt bersyukur karenanya.Kalau saja anda tahu,sesungguhnya tanya jwb ini mempunyai pengaruh yg besar pd kehidupan pribadi kami.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebalumnya kami mohon maaf yg sebesar2nya atas pilihan2 kalimat kami pd pertanyaan kami yg terakhir tempo hari. Kami benar2 menyadari kelemahan diri kami dalam berkomunikasi,shg sering kalimat2 yg terlontar menjadi tdk tepat sprti yg kami maksud.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Anda benar.Setiap hamba-tidak peduli dia org arab ataupun org a&#8217;jam-dikenai kwjbn utk menegakkan&amp;menyebarkan agama ini.Dan setiap hamba mempunyai kesempatan yg sama utk dpt mnjd org yg bertaqwa&amp;memperoleh kasih sayang dr Allah SWT.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sesungguhnya pertanyaan kami pada email ‘Pertanyaan 2? tempo hari, lebih tertitik berat pd hal &#8220;menyerahkan suatu urusan kepada ahlinya&#8221;.</span></p>
<p><span id="more-31"></span><span style="color: #000080;">Beberapa contoh misalnya sprti :</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;">Rasulullah SAW memberikan scr khusus kpd Hudzaifah bin Al-Yaman RA ilmu ttg kemunafikan.Hal tsb krn beliau SAW memahami kelebihan karakter Hudzaifah RA a/ tepat utk memegang ilmu tsb.Shg diceritakan,Umar bin Khattab RA pd masa kekhalifahannya,setiap ada jenazah muslimin hendak disholatkan,dia terlbh dulu melihat pd Hudzaifah RA.Bila Hudzaifah tdk menyolatkannya,Umar pun urung.Krn Umar RA tahu bahwa Hudzaifah RA faham betul ttg karakter org munafik.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Pd saat sakit Rasulullah SAW menjelang kematian beliau,beliau tdk bisa sholat bersama2 kaum muslimin.Abu Bakr RA pun belum tiba.Manusia telah menunggu cukup lama.Umar RA pun maju utk mengimami sholat(dan tentu sj hal itu bkn krn kelancangannya,tp krn desakan seorg shahabat lain,yg Umar RA mengira itu a/ perintah Rasulullah).Ternyata Rasulullah marah&amp;tdk ridha kec Abu Bkr RA yg menjadi imam.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Rasulullah SAW memperingatkan muslimin akan datangnya sebuah kehancuran bila seorang perempuan dijadikan sbg pemimpin.Tentulah ini bukan krn hinanya kaum perempuan,tp krn posisi imam tidaklah cocok utk mrk.Dan bila itu dilanggar,mk akan timbul berbagai macam kerusakan.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Pasa sesaat stlh Rasulullah SAW wafat,di saat muslimin tengah terguncang krn berita kematian beliau,sebagian shahabat dr kalangan Anshar berkumpul di Tsaqifah Bani Sa&#8217;idah.Abu Bkr,Umar bin Khattab,&amp; bbrp shahabat lain dr kaum Muhajirin kemudian mendtngi mrk.Salah seorag pembicara Anshar RA berdiri.Stlh memuji Allah,dia berkata,&#8221;Amma ba&#8217;du,kami a/ dr kaum Anshar,pr penolong Allah,dan pioner2islam.Dan kalian wahai kaum muhajirin,a/ dr kalangan Nabi kami.Dan sesungguhnya telah muncul tanda2 kalian bahwa kalian akan turut mendominasi kami di sini,di tmp tinggal kami ini,&amp;akan mengambil alih kekuasaan dr kami&#8221;.Kemudian Abu Bakr RA berkata stlh memuji Allah,&#8221;Amma ba&#8217;du.Apapun mengenai kebaikan yg telah kalian sebut,maka benarlah adanya&amp;kalianlah orangnya.Namun org2 Arab hanya mengenal kabilah ini yakni Quraisy.Scr nasab,mrklah yg plng mulia di antara bangsa2 Arab.Demikian pula tmp tinggal mrk yg plng mulia drpd seluruhnya&#8230;&#8230;&#8230;dst hingga akhir riwayat.Adapun dlm lain riwayat,dikatakan : Stlh kaum Anshar berbicara,kemudian Abu Bakr RA mulai berbicara menyebutkan segala kebaikan org Anshar;tdklah segala kebaikan yg pernah disebut Rasulullah atas mrk,kec disebut seluruhnya o/Abu Bakr.Diantara perkataannya :&#8221;Kalian mengetahui bhw Rasulullah pernah bersabda,&#8221;<em>Andai saja manusia menempuh jalan di satu lembah sementara kaum Anshar menempuh satu jalan,maka pasti akan kutempuh jalan kaum Anshar</em>&#8220;.Dan engkau telah mengetahui wahai Sa&#8217;ad bhw Rasulullah pernah bersabda-saat itu kau sedang duduk-&#8221;<em>Sesungguhnya kaum Quraisylah yg plng berhak menjadi pemimpin.Kebaikan manusia akan mengikuti kebaikan yg ada pd mrk.Dan kejelekan manusia akan pula mengikuti kejelekan yg ada pd mrk</em>&#8220;.Maka Sa&#8217;ad bin Ubadah(salah seorng shahabat Anshar)berkata,&#8221;Engkau benar.Kami hanyalah wazir,dan kalianlah yg menjadi pemimpin&#8221;.Maka dibaiatlah Abu Bakr RA.Tentulah ini bukan ashobiyah.<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000080;">Kembali pd pertanyaan kami tempo hari.Kami mendengar ttg Tabligh.Kami mendengar ttg energi penyebarannya,luasnya jangkauannya,hasil2 perjuangannya.Di satu sisi kami sngt bersyukur.Di satu sisi yg lain,ada sebuah pertanyaan yg mengganjal.Kami berpikir,kalau ada suatu kaum yg bisa memikirkan&amp;mengurusi penyebaran agama ini sampai ke seluruh muka bumi ini,yg efeknya bisa sampai pd ke seluruh dunia, mk seharusnya itu a/ org2 Quraisy.Menurut kami,adalah sesuatu hal yg aneh bagi org2 yg mempelajari siroh,bila gerakan dakwah tsb berawal dr Kaum Hindi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tapi kemudian,nyata sekarang bagi kami bhw hal itu sdh tdk menjadi masalah. Saat pertama mengetahui bahwa Maulana Ilyas&amp;org2 yg disekelilingnya yg bergerak dlm da&#8217;wah ini a/ org Arab-kaum Quraisy pula-,kami menitikkan air mata kami.Ternyata Allah Yang Maha Tinggi menjawab kegelisahan kami dgn cara yg amat lembut.Segala puji bagi Allah,yg tidak menyelisihi janji.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bila gerakan dakwah&amp;penegakan agama ke slrh muka bumi ini diibaratkan sebuah peperangan,&amp;org2 yg ikut ambil bagian di dlmnya diibaratkan sebuah pasukan perang yg dikirim oleh Sang Raja, maka dlm pasukan tsb akan ada panglima2 perang,penasihat2 taktik peperangan,utusan2 bagi negeri yg dituju,para prajurit,para pandai besi u/mengurusi balistik,para penggembala hewan bagi makanan pasukan,dan lain sbgnya. Tentulah jbtn panglima dipegang o/ kaum Quraisy.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Semuanya pasti memperoleh gaji dr Sang Raja.Mulai dr panglima sampai pd jbtn yg plng remeh.Dan mrk tdk akan merugi.Apalagi bila Sang Rajanya a/ Allah Yang Maha Pengasih.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami a/ org a&#8217;jam.Dan kami rela urusan agama kami diserahkan pd org Quraisy.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami a/ org a&#8217;jam,dan bukan dr kalangan org2 yg berbobot.Barangkali dlm perang tsb Allah akan menempatkan kami pd posisi penggembala hewan.Kami rela.Dan kami akan berusaha sungguh2 utk menjadi penggembala hewan yg terbaik di hdpn Alloh SWT.Smg Allah memberi hidayah &amp;ampunan pd kami.Wallaahu a&#8217;lamu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pertanyaan 3.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami sngt ingin tahu apa bagian kami sbg perempuan.Bila anda tdk keberatan,ceritakanlah pd kami amalan2 masturot.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mohon maaf bila kami berbuat salah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jazaakallohu khoiron.<br />
Sahallallohu&#8217;alaa muhammad.<br />
Walhamdulillahirobbil&#8217;aalamiin.<br />
Wassalaamu&#8217;alaikum wa rohmatulloh</span></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,<br />
Wa&#8217;alaimus salam warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Terimakasih banyak Ibu sudah membaca tulisan-tulisan dengan seksama, mudah-mudahan dapat memahami usaha da&#8217;wah ini (orang lebih mengenal sebagai Jama&#8217;ah Tabligh), dan juga dapat mendukung suami Ibu untuk tetap dalam usaha da&#8217;wah. Sebelum saya menjelaskan pertanyaan yang terakhir, terlebih dahulu saya mengulangi beberapa hal yang cukup penting untuk mengingatkan kembali tentang hal itu.</p>
<p>Kaum Ibu mempunyai peran sangat penting bagi pertumbuhan usaha da&#8217;wah. Oleh karena itu para ulama yang telah lama berkecimpung dalam usaha da&#8217;wah sangat menekankan untuk melibatkan keluarganya dalam usaha da&#8217;wah ini. Sehingga ketika sedang lemah dalam amal sholeh dan da&#8217;wah, maka istrinyalah yang pertama kali merayu dan mendorong untuk tetap menjaga iman dan amal sholeh, dan juga semangat dalam usaha da&#8217;wah, sesuai dengan apa yang dipesan oleh Allah swt:</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa1.png" alt="092707-2134-suratkeempa1.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)<br />
</em></p>
<p>Dan yang perlu selalu diingat oleh kita semua sebagai kaum muslimin, apakah itu laki-laki atau perempuan, bahwa Iman dan Amal Sholeh sebagai tolak ukur dari rahmat yang diberikan Allah swt kepada kita. Jika kita kaum muslimin saat ini belum mencapai seperti yang telah dicapai oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan juga Para Shahabat RA, hal ini menunjukkan bahwa Iman dan Amal Sholeh kita masih jauh dari harapan itu. Sehingga kita kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu berusaha meningkatkan Iman dan Amal Sholeh secara berkelanjutan.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa2.png" alt="092707-2134-suratkeempa2.png" /></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan <strong>Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik<sup><br />
</sup></strong>dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&#8221; (QS An-Nahl: 97)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa3.png" alt="092707-2134-suratkeempa3.png" /></p>
<p><em>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, <strong>pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi</strong>, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&#8221; (QS Al-&#8217;Araf: 96)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa4.png" alt="092707-2134-suratkeempa4.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa <strong>Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi</strong>, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam <strong>ketakutan menjadi aman sentausa</strong>. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221; (QS An-Nuur: 55)<br />
</em></p>
<p>Dan masih banyak lagi fadhilah-fadhilah dari Iman dan Amal Sholeh yang dijelaskan Allah swt dalam Al-quran, begitupun juga dalam hadist-hadist Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><strong>Usaha Masturah<br />
</strong></p>
<p>Usaha masturah merupakan usaha untuk memberikan kepahaman kepada kaum ibu atau perempuan tugas untuk saling membantu dalam usaha da&#8217;wah dan juga membangun keluarganya para da&#8217;i di masa depan. Tidak ada amalan khusus dalam usaha masturah sebenarnya, karena pada prinsipnya adalah amalan-amalan Islam yang perlu dihidupkan dengan baik dalam lingkungan kaum Ibu dan juga keluarga.</p>
<p><em>Ta&#8217;lim harian</em> di rumah merupakan program yang sangat penting bagi keluarga muslim. Saat ini program ini sangat berkurangan, dan sangat sedikit rumah kaum muslimin mengadakan ta&#8217;lim harian. Ta&#8217;lim harian yang perlu sering dilakukan adalah ta&#8217;lim fadhilah amal. Ta&#8217;lim ini akan memberikan dorongan kepada anggota keluarga untuk selalu menjaga amal-amal sholeh, seperti sholat, dzikir, puasa, da&#8217;wah, silaturahmi, akhlaq, menuntut ilmu, mengikuti para shahabat, ikram kepada kaum muslimin dll. Sedangkan untuk ta&#8217;lim masyail (terutama dengan kaifiyyat amal) dapat mengikutinya dari pelajaran para ustadz atau ustadzah yang dipercaya kita.</p>
<p><em>Baca quran harian</em> merupakan sesuatu yang sangat baik, dan ini perlu dilakukan bersama keluarga. Bahkan beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dengan usaha da&#8217;wah, sudah banyak anggota keluarga yang mulai menekankan untuk banyak hafidz quran di rumahnya. Sehingga biasanya orangtua yang sudah memahami usaha da&#8217;wah ini mendorong keluarganya sendiri untuk banyak hafalan quran dan juga hafalan hadits. Saya pernah bertemu dengan seorang ahli da&#8217;wah dari srilangka, beliau menjelaskan bahwa anaknya hafidz quran dan juga pelaku bisnis, dan juga anak perempuannya juga hafidz.</p>
<p>Biasanya diadakan <em>bayan masturah</em>, agar kaum ibu banyak yang memahami usaha da&#8217;wah ini dan mendorong suaminya dan juga anggota keluarga lainnya untuk dapat terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Di beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dalam usaha da&#8217;wah ini, bayan masturah ini diadakan secara teratur dan rapi, bahkan kadangkala pertemuan-pertemuan itu juga dipergunakan untuk proses pengajaran Ilmu masyail (terutama fiqh Islam) kepada kaum Ibu oleh para ustadzah yang memahami ilmu masyail dan juga paham dengan usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Dan kadangkala juga pengajaran baca quran atau halaqah quran sendiri. Sehingga pertemuan ini tidak hanya mendengarkan bayan yang dibawakan oleh Ahli Da&#8217;wah. Pada program <em>bayan masturah</em> ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga ahli da&#8217;wah, tetapi juga dapat diikuti kaum Ibu tetangga rumah dimana ada bayan masturah, atau kaum muslimah lainnya. Dan yang terpenting dapat diperhatikan adab-adabnya dengan baik.</p>
<p>Disamping hal tersebut, kadangkala dikeluarkan <em>rombongan khusus masturah</em>, artinya dikirimkan rombongan da&#8217;wah bersama istri-istri ahli da&#8217;wah. Aktifitas rombongan ini sama dengan rombongan yang tanpa istri, hanya saja ada program-program khusus masturah ketika di tempat yang dituju, seperti bayan masturah, program ta&#8217;lim wa ta&#8217;allum khusus muslimah di daerah itu, program halaqah quran, dll. Dan Alhamdulillah, dengan ijin Allah swt, rombongan ini terus meningkat kualitasnya dan juga jumlahnya.</p>
<p><strong>Tugas Da&#8217;wah tidak hanya untuk kaum laki-laki<br />
</strong></p>
<p>Untuk hal di atas, kita semua kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu memperhatikan tugas atau kerja yang dapat meningkatkan iman dan amal sholeh di lingkungan kaum muslimi. Dan kerja ini perlu saling bantu-membantu, apalagi di dalam satu keluarga. Allah swt menjelaskan dengan tegas tentang hal itu, dan para shahabiyyah RA telah menunjukkan hal-hal itu dengan baik, seperti Siti Khadijah RA, Siti Fathimah RA, Siti Aisyah RA, dan masih banyak lagi.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa5.png" alt="092707-2134-suratkeempa5.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221; (QS At-Taubah: 71)<br />
</em></p>
<p>Sehingga dengan jelas bahwa usaha masturah adalah membantu kerja da&#8217;wah ini dengan baik. Seorang Istri akan selalu menjaga usaha da&#8217;wah yang diemban oleh suaminya dengan baik. Bahkan usaha masturah dapat memberikan pengaruh yang sangat kuat untuk melahirkan para da&#8217;i di masa depan. Sehingga seorang Bapak dapat mendorong kepada anaknya sebagai da&#8217;i, seperti mana ucapan Lukman kepada anaknya.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa6.png" alt="092707-2134-suratkeempa6.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).&#8221; (QS Lukman: 31)<br />
</em></p>
<p>Dan usaha da&#8217;wah merupakan tanggung jawab kita semua, termasuk anak-anak kita sendiri. Untuk itu marilah kita mantapkan untuk mendorong suami dan juga anak-anak terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Dorong lagi dan lagi, sampai kita semua tidak ada lagi.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa7.png" alt="092707-2134-suratkeempa7.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: &#8220;Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa&#8221; (QS Al ‘Araaf: 164)<br />
</em></p>
<p>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini, Ibu dapat mendorong suami untuk terlibat dan tetap dalam usaha da&#8217;wah dan juga dengan keluarga lainnya.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=31&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Ketiga Penjelasannya Kenapa Usaha Da’wah Bukan dari Arab</title>
		<link>http://usahadawah.com/surat-ketiga-penjelasannya-kenapa-usaha-da%e2%80%99wah-bukan-dari-arab/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/surat-ketiga-penjelasannya-kenapa-usaha-da%e2%80%99wah-bukan-dari-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[iman dan amal sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[surat-menurat]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Silahkan anda forward tanya jwb ini kpd siapapun anda inginkan,dgn nama&#38;email yg tersamar.
Bila boleh, sy akan lanjutkan pd pertanyaan kedua.
Pertanyaan ini muncul dr seseorg yg tdk mengetahui Al-Qur&#8217;an&#38;As sunnah kecuali hanya sngt sedikit.Dia bahkan tdk hafal satupun hadits dr Rosululloh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Silahkan anda forward tanya jwb ini kpd siapapun anda inginkan,dgn nama&amp;email yg tersamar.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bila boleh, sy akan lanjutkan pd pertanyaan kedua.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pertanyaan ini muncul dr seseorg yg tdk mengetahui Al-Qur&#8217;an&amp;As sunnah kecuali hanya sngt sedikit.Dia bahkan tdk hafal satupun hadits dr Rosululloh SAW.Hanya saja selama ini dia berusaha untuk memahami Din ini dgn logika2nya yg sederhana.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dia mendengar bahwa bangsa Arob adalah bangsa yg memiliki karakter yg terbaik diantara bangsa2 lainnya yg ada.(Dgn modal sebesar ini,mrk bisa menjadi manusia2 terbaik dimuka bumi ini,bila mrk gunakan modal tsb utk kebaikan.Sebaliknya, mrk pun bisa menjadi manusia2 yg plng buruk yg pernah ada,bila mrk gunakan karakter mrk ini utk kejahatan.Wallohu a&#8217;lamu).</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;">Alloh Yang Maha Pengasih tlh memilih dari kalangan mrk,sbg manusia terbaik. Yaitu Muhammad SAW.Dari suku Quroish,suku terbaik bangsa Arob.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Alloh Yang Maha Melihat juga telah memilih orang2 yg terbaik yg pernah ada sepanjang usia bumi ini(di luar pr nabi&amp;rosul) utk menemani rosulNya dlm mengemban tugas da&#8217;wah beliau ke seluruh alam.Mereka adalah para shahabat rodhiyalloohu ‘anhum ‘ajma&#8217;in.Dan sebagian besar dari mrk adl org2 Arob.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Sepeninggal rosululloh SAW,4 kekholifahan utama yg diakui sbg masa2 penting penyebaran Al-Islam di muka bumi,yg didlmnya dijunjung tinggi Al-Qur&#8217;an&amp;sunnah2 rosululloh dgn sepenuh kemurnian pun di pegang oleh org2 Arob.(Abu Bakr Assiddiq,Umar bin Khottob,Utsman bin Affan,Ali bin Abu Tholib rodhiyalloohu ‘anhum).<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Nabi SAW menjanjikan akan dtngnya sebuah masa dimana bumi akan dipenuhi dgn keadilan sbgmn ia pernah dipenuhi dgn keburukan, oleh seseorg yg Alloh akan memperbaikinya dlm 1 malam, yg akan didukung oleh seluruh muslimin, yg berasal dr keturunan rosululloh SAW, bernama sama dgn beliau SAW, berayah dgn nama yg sama dgn ayah beliau SAW.Dan dia adalah org Quroish.<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000080;">Dengan segala hormat kami kpd semua hamba2 Alloh yg telah berusaha dgn sungguh2 utk menyebarkan agama Alloh,yg mengorbankan harta&amp;jiwa mrk demi tegaknya agama ini dgn hanya berharap pd kemuliaan di sisi Alloh semata, kami benar2 tdk bermaksud u/ merendahkan/meninggikan sebagian di atas sebagian yg lain.Hanya saja kami benar2 bertanya utk mendptkan kebenaran yg nyata di tengah zaman yg penuh dgn kabut sprti skrng ini.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">1. Apabila ini adalah jalan menuju jama&#8217;ah muslimin yg dijanjikan o/ Rosululloh SAW,mengapakah gerakan da&#8217;wah ini munculnya dr kalangan org2 ‘ajam,&amp;bukannya dr org2 Arob?</span></p>
<p><span id="more-29"></span>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,</p>
<p>Wa&#8217;alaimus salam warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kaum muslimin sangat berkeinginan untuk mendapatkan kemenangan seperti yang telah dicapai oleh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA. Seperti mana Allah swt menjelaskannya dalam firmanNya dengan sangat jelas, dan di jaman itu kaum muslimin mendapatkan hal itu dengan baik sekali, dikarenakan <strong>Iman dan Amal Sholeh</strong> yang dimilikinya.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga1.png" alt="092607-1400-suratketiga1.png" /></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik<strong><sup><br />
</sup></strong>dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&#8221; (QS An-Nahl: 97)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga2.png" alt="092607-1400-suratketiga2.png" /></p>
<p>&#8220;<em>Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&#8221; (QS Al-&#8217;Araf: 96)</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga3.png" alt="092607-1400-suratketiga3.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221; (QS An-Nuur: 55)<br />
</em></p>
<p>Oleh karena itu, kita semua kaum muslimin perlu meningkatkan iman dan amal sholehnya dengan sungguh-sungguh. Dan untuk hal ini, Allah swt tidak memandang apakah ia seorang arab atau bukan. Shahabat Nabi, Salman Al-farisi RA bukan orang arab, tetapi beliau seorang ajam. Beliaulah seorang shahabat yang mengusulkan taktik perang khandaq, dan Allah swt merekamnya ke dalam al-quran.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga4.png" alt="092607-1400-suratketiga4.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa &#8211; bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&#8221; (QS Al-Hujurat: 13)<br />
</em></p>
<p>Awal usaha da&#8217;wah ini dari Rasulullah SAW dan juga para shahabat RA, sehingga Islam tersebar ke seluruh seantero dunia. Dan akhirnya juga sampai juga ke negara India, Indonesia, Cina dll. Dan proses penyebaran Islam di jaman awal itu, tidak melalui perantara alat-alat komunikasi atau brosur-brosur seperti di jaman kita, tetapi beliau-beliau ini meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan Islam. Sehingga proses penyebaran seperti ini akan memberikan kontak dan hubungan kekeluargaan yang semakin kuat. Dan menurut beberapa catatan sejarah, bahwa Maulana Ilyas sendiri merupakan turunan dari Arab, yaitu dari Abu Bakar RA. Begitupun juga Maulana Hasan Ali Nadwi merupakan turunan dari keluarga Ali RA.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang Arablah yang pertama menyebarkan Islam ke seantero dunia ini, tetapi jangan lupa juga orang-orang Arab juga yang menentang Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, ketika di Thoif atau juga seperti Abu Jahal. Sehingga pada dasarnya, usaha da&#8217;wah ini juga akan terus bergulir ke tataran arab. Dan sekarang sudah mulai banyak ulama dan juga kaum muslimin dari tataran Arab yang terlibat dalam usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Ummar RA ketika menjelaskan ayat QS 3:110 sangat jelas, bahwa siapapun dia, apakah orang ajam atau arab, jika mengamalkan apa yang di ayat tersebut, maka dia juga akan mendapatkan tingkatan itu sendiri. Beliau, Ummar RA, menjelaskan bahwa ayat itu tidak menggunakan &#8220;antum&#8221;, tetapi &#8220;kuntum&#8221;, jika &#8220;antum&#8221; mempunyai makna hanya para shahabat saja, sedangkan &#8220;kuntum&#8221; mempunyai makna siapa saja yang mengamalkannya dengan baik, apakah orang arab atau ajam, mendapatkan penyebutan yang sama sebagai &#8220;ummat yang terbaik&#8221;.</p>
<p>Dengan da&#8217;wah ini, orang-orang arab yang berada di negeri-negeri yang tidak ada pengajaran Islamnya, banyak yang sudah kembali kepada Islam. Sehingga da&#8217;wah ini telah kembali ke tangan kaum muslimin orang Arab lagi, Insya Allah mereka akan lebih gigih lagi dalam kerja da&#8217;wah ini. Beberapa puluh tahun yang lalu, muslimah-muslimah dari arab yang tadinya berkerudung bahkan berhijab pergi ke eropa. Karena pengaruh lingkungan yang kuat, karena tidak ada peran da&#8217;wah, maka mulai membuka kerundungnya, tetapi masih menggunakan baju yang panjang ke bawah.</p>
<p>Karena melihat kebebasan wanita-wanita Eropa, maka mulai dikurangi lagi tingginya, akhirnya sampai di atas lutut. Dan terus berlanjutnya, sampai akhirnya yang tadi berkerundung atau berhijab, sudah berani hanya memakai pakaian renang ala eropa. Begitulah da&#8217;wah ditinggalkan oleh orang-orang arab beberapa tahun di Eropa. Setelah kedatangan usaha da&#8217;wah di eropa ini, mulai kembali mereka kembali ke Islam. Dan di eropa sudah banyak lagi muslimah-muslimah arab yang menggunakan kerudung dan hijabnya.</p>
<p>Bahkan ada satu ulama arab bertemu dengan pemuda arab di rewind, yang berkeinginan umrah lagi ke Mekkah. Tetapi semua pelajaran agamanya sudah lupa semuanya. Ulama ini sangat terharu. Dan diajarkan kembali cara Umrah. Jadi pemuda Islam yang ada di Amerika, sudah mulai aktif kembali dalam da&#8217;wah.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah terus bergerak, termasuk ke daratan Arab. Mudah-mudahan di masa akan datang kaum muslimin di sana mulai bangkit dan menyebarkan kembali agama ini ke seantero dunia dengan harta dan jiwa sendiri.</p>
<p><span style="color: #000080;">2. Apakah ini krn ketidakmampuan akal kami&amp;buramnya mata hati kami shg kami belum bisa melihat apakah gerakan da&#8217;wah ini juga akan bermuara pd sebuah momen kedatangan Al Mahdi?</span></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,</p>
<p>Kita sebagai sunnah wal jama&#8217;ah memahami tentang kedatangan Imam Mahdi ini. Apakah usaha da&#8217;wah ini bermuara pada kedatangan Imam Mahdi? Itu merupakan hal yang menjadi rencana Allah swt sendiri. Tetapi kita sebagai muslim tidak boleh hanya menunggu kedatangan Imam Mahdi, meskipun keadaan kaum muslimin seperti sekarang ini.</p>
<p>Kita sebagai muslim perlu bangkit dengan amal kita sendiri, oleh karena itu Allah swt memberikan al-quran sebagai cahaya di muka bumi ini, begitupun juga dengan Rasulullah SAW sebagai contohan dan tauladan yang sempurna. Dan para shahabat RA sebagai masyarakat yang dibina oleh kedua sumber itu dengan baik.</p>
<p>Allah swt menjelaskan karakter orang-orang mu&#8217;min dengan jelas dan mudah dipahami dalam QS 23:1-11. Begitupun Allah swt menjelaskan ciri-ciri orang bertaqwa QS 2:1-5. Dan Allah swt menjelaskan orang-orang yang munafik dan ingkar dengan jelas dan mudah dipahami juga QS 2:6-19. Atau Rasulullah SAW menjelaskan tentang sifat-sifat orang munafiq yang sangat populer tiga cirinya. Dan masih banyak lagi penjelasan yang bersumber dari dua sumber itu.</p>
<p>Dengan hal itu sebenarnya yang diperlukan kita terus berusaha meningkatkan iman dan amal sholeh kita sebagai kewajiban sebagai seorang muslim. Dan da&#8217;wah memainkan peran yang sangat penting, karena da&#8217;wah inilah yang akan menjaga kita dan keluarga kita sendiri dari iman dan amal sholeh yang berkalanjutan.</p>
<p><span style="color: #000080;">3. Apakah para ‘ulama yg mulia,yg ikhlas merendahkan dirinya dihdpn Alloh Yang Maha Tinggi,yg bergerak dlm usaha da&#8217;wah ini juga mengarahkan pandangannya ke tanah Arob,dgn berharap-harap cemas menunggu bilakah datang panggilan untuk berjihad bersama-sama dgn orang yg telah Rosululloh janjikan?</span></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,</p>
<p>Usaha da&#8217;wah ini terus bergerak, dan sudah banyak saudara-saudara kita yang berasal dari tataran arab. Bahkan orang-orang arab yang telah lama meninggalkan amalan agama yang ada di Eropa dan juga America, telah banyak kembali ke pangkuan Islam. Dan mereka aktif dalam usaha da&#8217;wah ini.</p>
<p>Tetapi meskipun begitu, banyak lagi usaha-usaha dari orang-orang yang tidak sedang dengan Islam untuk berusaha menghancurkan ummat Islam ini. Sesuai dengan penjelasan Allah swt sendiri. <em><br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga5.png" alt="092607-1400-suratketiga5.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu&#8221;. (Al-Baqarah: 120)<br />
</em></p>
<p>Kenapa hal ini, dikarenakan pertumbuhan Islam sangat pesat di benua eropa dan juga amerika. Dan kaum muslimin di sana tidak segan-segan menampilkan karakter dan juga ciri sebagai seorang Muslim. Ada seorang ustadz jarang sekali memakai tutup kepala dan juga gamis, satu ketika beliau menjadi Imam masjid di USA, dan setelah bertemu dengan usaha da&#8217;wah ini. Beliau sekarang menggunakan tutup kepala dan juga gamis, dikarenakan banyak yang kulit putih sudah menampakan keislamannya, padahal di negara yang sangat sedikit jumlah Ummat Islamnya.</p>
<p>Saya secara pribadi tidak pernah cemas tidak bertemu dengan Imam Mahdi, karena itu bukan menjadi tujuan utama sebagai seorang muslim. Bahkan mungkin saja pada saat itu tantangannya lebih besar dibandingkan sekarang ini. Sehingga lebih baik kita fokuskan untuk saling menjaga dan menasehati, agar terbebas dari api neraka. Seperti yang Allah swt sampaikan dalam al-quran.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga6.png" alt="092607-1400-suratketiga6.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)<br />
</em></p>
<p>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=29&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/surat-ketiga-penjelasannya-kenapa-usaha-da%e2%80%99wah-bukan-dari-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Kedua Penjelasan Nama Jama’ah dan Perbedaan</title>
		<link>http://usahadawah.com/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Jwbn dr anda tlh sy terima pd tgl 13 jan ‘07,dan tlh bbrp kali sy baca&#38;coba untuk fahami.Terima ksh sy sampaikan pd anda atas kesediaannya u/ memperhatikan pertanyaan2 dr sy.Smg Alloh Yang Maha Pemurah menganggapnya sbg amal sholeh&#38;menjaganya sampai di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jwbn dr anda tlh sy terima pd tgl 13 jan ‘07,dan tlh bbrp kali sy baca&amp;coba untuk fahami.Terima ksh sy sampaikan pd anda atas kesediaannya u/ memperhatikan pertanyaan2 dr sy.Smg Alloh Yang Maha Pemurah menganggapnya sbg amal sholeh&amp;menjaganya sampai di yaumil hisab.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Masukan2 anda ttg Tabligh tsb sngt berguna bg sy dlm usaha u/ lbh mengenal usaha da&#8217;wah tsb di atas.(Sy dengar, gerakan da&#8217;wah ini sbnrnya tak bernama&amp;tak berlembaga.&#8221;Jama&#8217;ah Tabligh&#8221; adl nama pemberian dr org2.Betulkah?)</span></p>
<p><span id="more-27"></span><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Terimakasih jawaban saya itu sudah dibaca dan ditelaah. Nama-nama itu dikarenakan dengan karakternya, ada yang memberinama Jama&#8217;ah Tabligh, dikarenakan aktifitasnya banyak tabligh; ada yang memberinama Jama&#8217;ah Khuruj, dikarenakan aktifitasnya banyak khuruj ke masjid-masjid; ada yang memberinama Jama&#8217;ah Silaturahmi, dikarenakan aktifitasnya banyak silaturahmi; ada yang memberi nama Jama&#8217;ah Da&#8217;wah, dikarenakan aktifitasnya banyak berda&#8217;wah.<br />
</em></p>
<p><em>Nama itu banyak diberikan oleh kaum muslimin yang melihat aktifitas-aktifitasnya, dan mungkin untuk memudahkan bagi kaum muslimin untuk mengetahui saudaranya sendiri yang aktif dalam hal itu. Tetapi jika sudah mulai terlibat ke dalamnya, kaum muslimin mulai menyadari bahwa penamaan itu tidak secara khusus atau yang dilembagakan.<br />
</em></p>
<p><span style="color: #000080;">Sesungguhnya,upaya sy mencari tahu ttg Tabligh ini tak lepas dari 2 kekhawatiran besar thd diri sy sendiri, yaitu  :</span></p>
<p><span style="color: #000080;">1. Adanya 72 golongan dlm islam yg akan msk neraka,yg nabi SAW telah peringatkan.Sy khawatir sy akan masuk pd slh 1 diantaranya,hanya krn ketergesa2an&amp;ketdkcermatan sy dlm melihat.Na&#8217;uudzubillaahi mindzaalik.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">2. Satu golongan yg tersisa, yg selalu berpegang teguh pd kitabulloh&amp;sunnah rosululloh,yg tak takut celaan org2 yg mencela,Nabi janjikan akan tetap ada sampai sesaat sblm kiamat ditegakkan.Jadi, saat ini golongan itu benar2 ada.Hanya saja sy belum bisa melihatnya krn kelemahan diri sy sndr.Yg sy khawatir, jangan2 sbnrnya jalan menuju firqoh najjiyah tsb selama ini telah terpampang di dpn mata sy,tanpa sy menyadarinya,shg sy sndr yg merugi krn tdk ikut ambil bagian di dlmnya.</span></p>
<p><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Saya sering mendapatkan tentang perkara hal ini. Dan saya sangat senang jika Ibu sangat kuatir tidak termasuk dalam ummat yang selamat, sama hal dengan saya. Setelah saya mendalami usaha da&#8217;wah ini, saya belajar-belajar merasakan pikir, risau dan juga harapan dari Nabi Muhammad SAW. Saya secara pribadi masih jauh dari harapan tentang hal ini. Dan para ulama yang sudah lama dalam usaha ini, sering menekankan tentang pikir dan risaunya Nabi kit, Nabi Muhammad SAW.<br />
</em></p>
<p><em>Saya mendapatkan satu ayat al-quran yang menjelaskan tentang kerisauan ini dengan sangat jelas dijelaskan oleh Allah swt sendiri.<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1338-suratkeduap1.png" alt="092607-1338-suratkeduap1.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin&#8221; (QS At-Taubah:128)<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, saya sekarang melihat hadist diatas sebagai sebuah kerisauan beliau, sehingga dari awal beliau mengingatkan hal itu. Agar semuanya berhati-hati dan juga tidak terlena dengan tanggung jawab utamanya yaitu sebagai para da&#8217;i yang akan selalu mengingatkan satu sama lain. Allah swt menjelaskan dengan sangat tegas dalam surat 103:1-3.<br />
</em></p>
<p><em>Jika kita perhatikan dengan baik, sebenarnya saling mengingatkan juga merupakan amal sholeh, tetapi apa hikmahnya dibalik Allah swt mengulang lagi penekanan itu. Ternyata yang dapat membangkitkan kembali iman dan amal sholeh kepada seseorang adalah tugas da&#8217;i itu. Tidak mungkin seseorang kembali kepada Islam kecuali diingatkan dan diajak. Ini sudah menjadi kaidah umum dan sangat alami.<br />
</em></p>
<p><em> Tetapi syeitan dan juga musuh-musuh islam tidak akan pernah ridho dengan ketentraman dan juga keberhasilan ummat ini. Oleh karena itu berbagai cara masuk ke dalam ummat ini agar mengalami kerusakan. Allah swt mengingatkan hal ini dengan jelas dan tegas.<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1338-suratkeduap2.png" alt="092607-1338-suratkeduap2.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu&#8221;. (Al-Baqarah: 120)<br />
</em></p>
<p><em>Kisah aus-khajraj merupakan jelas sekali bahwa usaha itu masuk ke dalam tubuh ummat Islam, pada saat Rasulullah SAW masih hidup. Dan Allah swt merekamnya ke dalam firmanNya, yaitu QS 3:100-105. Tetapi dengan tampilnya Nabi sebagai pemberi peringatan, maka keduanya kembali lagi ke dalam pangkuan Islam.<br />
</em></p>
<p><em>Ketika Rasulullah SAW meninggalkan alam yang fana ini, maka bermunculan pandangan-pandangan yang keluar dari jalur Islam, seperti mengaku Nabi baru, tidak mau membayar zakat. Setelah dapat diselesaikan dengan baik, muncul kembali pandangan-pandangan yang keluar jalur Islam, seperti pandangan-pandangan rasionalis yang sangat membahayakan Ummat Islam, dan ini juga setelah masuknya pandangan-pandangan filsafat eropa ke dalam dunia Islam.<br />
</em></p>
<p><em>Jadi sangat jelas sekali syeitan dan juga musuh-musuh Islam akan melakukan perusakan-perusakan terhadap Islam dengan berbagai jalan, sehingga ummat Islam mengalami banyak perubahan dalam pola berpikir terhadap Islamnya sendiri. Dan saat ini dimana kaum muslimin sudah sangat lemah, lebih banyak lagi pandangan-pandangan yang keliru dan lebih sangat membahayakan, seperti pandangan segala-galanya uang; sholat tidak perlu dilakukan, yang penting sadar saja; semua agama sama, dan kita bisa beribadah sama-sama; ada yang mengaku Nabi baru; yang hebat dan modern itu dari dunia barat, maka tinggalkan ajaran Islam yang kuno ini; ajaran islam perlu dilakukan perombakan; dsb.<br />
</em></p>
<p><em>Banyak sekali pandangan-pandangan yang keliru di lingkungan kaum muslimin, silahkan perhatikan di rumah kita, di lingkungan tetangga kita, di tempat kerja kita, di pasar atau tempat pembelanjaan, di koran-koran atau majalah, di telivisi, dimana-mana saja. Oleh karena itu, setelah saya mengikuti usaha da&#8217;wah, saya mencoba memahami hadist itu sebagai warning dan juga pikir, agar banyak lagi kaum muslimin yang kembali kepada Islam. Sehingga bukan sebagai sarana untuk saling menyalahkan ataupun juga meremehkan kaum muslimin yang lain. Orang sakit harus dibawa ke dokter atau ke rumah sakit, bukan dimarah-marahi; orang tidak tahu harus dibawa kepada orang alim, bukan dikucilkan dan dibuang.<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, dengan adanya pandangan-pandangan yang berkembang terhadap hadist di atas, bagi saya adalah bukan urusan soal klaim-klaiman, tetapi sejauh mana kita mengikuti contoh-contoh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA dalam kehidupan ini. Dan bagaimana menumbuhkan pikir agar banyak lagi kaum muslimin kembali ke dalam pangkuan Islam, dan akhirnya menyebarkan Islam ke seantero dunia dan menjadi kuat kembali seperti semula.<br />
</em></p>
<p><em>Dan jika ada perbedaan-perbedaan, maka kita sangat diajarkan untuk saling bermudzakarah dan musyawarah tentang hal ini. Dan sampai saat ini, dua hal yang sebenarnya menjadi langkah untuk saling memperbaiki jarang sekali dilakukan oleh kaum muslimin.<br />
</em></p>
<p><em>Dan dari kajian yang saya lakukan, mudzakarah dan musyawarah merupakan langkah yang dapat diterapkan di mana-mana, dan bahkan karena kedua hal ini tidak ada maka masalah sudah mulai bermunculan, bahkan banyak keluarga yang broken-home karena kurangnya harmonis dalam komunikasi atau kedua hal itu.<br />
</em></p>
<p><span style="color: #003366;">Kembali pd pertanyaan sy ttg menonjolnya pribadi Maulana Ilyas.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Jadi sebenarnya, beliau Maulana Ilyas&amp;org2 yg terlibat dlm Tabligh yg betul2 faham akan esensi gerakan da&#8217;wah tsb,berusaha dgn sungguh2 u/ membawa umat ini kpd teladan nabi SAW dan pr shahabat rodhiyallohu ‘anhum ‘ajma&#8217;in.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sedangkan efek penonjolan satu/bbrp karakter pribadi dlm Tabligh diatas pribadi2 pr shohabat RA adalah sebuah penyimpangan yg sebenarnya tdk mereka kehendaki. Benarkah demikian?</span></p>
<p><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Insya Allah, melalui mudzakarah dan musyawarah hal itu akan terus berkurangan. Yang terlibat ini sangat beragam karakter dan latar belakangnya. Sangat berbeda dengan yang kumpulnya hanya para pelajar atau juga mantan para pelajar saja, atau para terpelajar.<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, mudzakarah dan musyawarah yang cukup baik akan terus mengurangi hal-hal itu dengan alamiah. Dan saya secara pribadi melihat itu dengan baik prosesnya, meskipun memerlukan waktu.<br />
</em></p>
<p><em>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya.<br />
</em></p>
<p><em>Wassalamu ‘alaikum wr. wb.<br />
Haitan Rachman<br />
<a href="http://shahabat.wordpress.com/"><br />
</a></em></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=27&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Pertama Atas Pertanyaan Seorang Ibu Tentang Usaha Da’wah</title>
		<link>http://usahadawah.com/surat-pertama-atas-pertanyaan-seorang-ibu-tentang-usaha-da%e2%80%99wah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/surat-pertama-atas-pertanyaan-seorang-ibu-tentang-usaha-da%e2%80%99wah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 03:20:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[ta'lim]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan di bawah ini merupakan penjelasan terhadap pertanyaan yang disampaikan seorang Ibu dalam hal usaha da&#8217;wah (orang lebih mengenal sebagai Jama&#8217;ah Tabligh).

Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah swt,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Keinginan yang Ibu sampaikan melalui email sebelumnya merupakan keinginan yang sangat mendasar bagi kita kaum muslimin, termasuk saya sendiri. Dimana kita sangat didorong untuk mengikuti Rasulullah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tulisan di bawah ini merupakan penjelasan terhadap pertanyaan yang disampaikan seorang Ibu dalam hal usaha da&#8217;wah (orang lebih mengenal sebagai Jama&#8217;ah Tabligh).<br />
</em></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah swt,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Keinginan yang Ibu sampaikan melalui email sebelumnya merupakan keinginan yang sangat mendasar bagi kita kaum muslimin, termasuk saya sendiri. Dimana kita sangat didorong untuk mengikuti Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA, sesuai dengan penjelasan Allah swt sendiri dan juga Nabi Kita, Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><span id="more-7"></span>Usaha da&#8217;wah dan silaturahmi yang dikenal oleh kalangan kaum muslimin sebagai jama&#8217;ah tabligh sangat menekankan hal itu. Dan sekarang ini usaha da&#8217;wah telah memberikan pengaruh yang luas tidak hanya di negara-negara yang mayoritas kaum muslimin, tetapi juga negara-negara lain, seperti Eropa dan Amerika.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah ini sangat ditekankan kepada dua kerja utama yaitu Khuruj dan Nushroh, dan setiap masjid yang sudah masuk sangat ditekankan kepada kerja maqomi yang mempunyai landasan pada usaha tadi, yaitu khuruj dan nushroh. Kerja Maqomi sangat penting untuk diperhatikan bagi ahli da&#8217;wah sendiri, karena pengorbanan melalui Khuruj dan juga Nushroh harus kembali ke kerja Maqomi tadi. Artinya masjid kaum muslim perlu aktif dengan Khuruj dan juga Nushroh. Dan saat ini kerja Maqomi terdiri dari lima bagian utama:</p>
<ol>
<li>Ta&#8217;lim harian, dua kali, di masjid dan di rumah</li>
<li>Jaulah/silaturahmi Pertama, di masjid sendiri</li>
<li>Jaulah/silaturahmi Kedua, di masjid tetangga</li>
<li>Musyawarah harian di masjid</li>
<li>Khuruj 3 hari/keluar, ditargetkan keluar rombongan sendiri dari masjid sendiri</li>
</ol>
<p>Secara umum Ta&#8217;lim harian ini adalah tentang fadhilah amal, karena semua kaum muslimin bisa saling mendorong dalam amal-amal, seperti sholat, dzikir, da&#8217;wah, shahabat, puasa, sedekah, akhlaq, dsb.</p>
<p>Ilmu yang lainnya sangat dianjurkan belajar kepada para ulama/ustadz yang ada di sekitar kita, seperti tajwid quran, tatacara sholat, tatacara puasa, tatacara sedekah, bahasa arab, tafsir, ilmu hadist dll. Dan bagi masjid yang mempunyai kemampuan dapat melakukan sendiri hal itu, tetapi dari pantuan saya sendiri sangat sedikit terhadap kemampuan ini. Sehingga mungkin salah satu solusinya adalah madrasah-madrasah.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah ini sebenarnya banyak dilakukan di jaman dahulu, para shahabat RA, dan generasi selanjutnya, hanya saja bentuk dan pengelolaannya yang berbeda. Misalkan, kalau dahulu menyebarkan Islam ke daerah yang belum ada kaum muslimin, sedangkan sekarang sambil mengingatkan saudaranya sendiri dan juga berlatih untuk beramal Islam di daerah kaum muslimin, seperti dzikir pagi petang, sholat berjamaah, baca quran, silaturahmi, memuliakan kaum muslimin yang lain, apakah yang tua dan muda, bersabar ketika ada kesulitan atau gangguan; kalau dulu tidak dibatasi waktu, sekarang dibatasi waktu karena kemampuannya jelas sangat berbeda; dan banyak lagi pelajaran yang diperoleh ketika Khuruj dan Nushroh.</p>
<p>Banyak teman-teman saya, dan juga mungkin suami Ibu sendiri menjelaskan tentang pengalaman-pengalaman dan hal-hal yang cukup bernuasa karomah. Hal ini sebenarnya tidak ada masalah, bahkan itu merupakan anugrah bagi seseorang. Karena setiap amal ibadah yang dilakukan secara ikhlash dan juga sungguh-sungguh, Allah swt memberikan anugrah asbab amal itu tidak hanya di akherat, tetapi juga di dunia juga. Oleh karena Allah swt memberitahukan terhadap dua karakter manusia utama, yaitu Kekasih Allah swt dan juga Kekasih Syeitan. Banyak para ulama menulis tentang hal ini.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika banyak teman-teman saya dan mungkin suami Ibu menceritakan pengalaman-pengalamannya dan bahkan ada hal-hal yang berbau karomah, saya berharap teman-teman itu menjadi Kekasih Allah swt. Oleh karena itu, banyak kaum muslimin bingung dengan usaha da&#8217;wah, karena kadangkala ada orang miskin bisa khuruj ke luar negeri, bahkan malahan akhirnya ke Haji. Dan saya sendiri kadangkala senyum-senyum dengan kejadian itu, karena memang tidak mungkin kalau hanya mengandalkan pola pikir saya. Tetapi Allah swt mempunyai keputusanNYA dengan baik.</p>
<p>Dengan Ijin Allah swt, di Inggris akan dibangun masjid terbesar di eropa dipinggir areal olimpiade yang mereka bangun di masa depan. Dan itu dibangun oleh orang-orang ahli da&#8217;wah, bahkan kaum muslimin di Inggris sudah mempunyai target untuk dapat mengirim 1000 hafidz untuk dapat dikirim ke masjid-masjid di Eropa, itu saya dapatkan 10 tahun yang lalu. Ini mungkin tidak logis, tetapi sudah menjadi kenyataan. Bahkan saya mendapatkan 7 professor teknik, 5 professornya hafidz Quran dan ada sebagiannya fasih bahasa Arab. Ini juga merupakan anugrah asbab usaha da&#8217;wah ini. Bahkan teman saya sendiri, anaknya pandai tetapi sudah hafidz 10 Juz, dan juga teman muda saya, hampir hafidz, padahal dia calon Insinyur. Murid saya, lulusan SD, mempunyai cita-cita yang cukup besar, berkeinginan anak-anaknya menjadi hafidz dan alim di masa depan. Oleh karena itu, perubahan itu tidak dilakukan melalui doktrin-doktrin, tetapi hal-hal yang lumrah karena amal dan do&#8217;a saja.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan Maulana Ilyas RH?<br />
</strong></p>
<p>Maulana Ilyas RH adalah orang yang mengangkat kembali khuruj dan nushroh itu, karena beliau sangat berkeinginan kaum muslimin untuk dapat mengikuti Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, secara praktek, tidak hanya dalam tulisan-tulisan saja. Dan untuk hal ini kedua-duanya harus dapat dilakukan oleh seluruh kaum muslimin, apakah itu pandai atau masih jahil, apakah itu kaya atau miskin, apakah pengusaha atau pelajar, apakah ulama atau bukan, dsb. Dan beliau sangat sungguh-sungguh untuk mendalami hal ini, dan dilanjutkan oleh Maulana Yusuf RH, dan Maulana Yusuf RH inilah yang menyusun seluruh kisah yang sangat erat dengan usaha da&#8217;wah dan nushroh ke dalam satu kitab yang cukup tebal, yaitu Hayatush Shohabah. Begitupun juga dengan Maulana Dzakaria RH.</p>
<p>Ketika saya mengikuti usaha da&#8217;wah ini, selalu mendengarkan kisah-kisah para shahabat RA sebagai landasan kerangka pikir yang ditekankan. Dan saya mempunyai pengalaman khusus tentang ini, dulu ketika memberikan semangat di masjid dan banyak sekali perkataan-perkataan dari Maulana Ilyas RH disampaikan, saya ditegur oleh ahli da&#8217;wah yang lebih senior, saat itu saya masih mahasiswa. Beliau jelaskan bahwa kita bersyukur mengenal usaha da&#8217;wah ini, tetapi kita harus banyak menceritakan para shahabat RA, karena usaha da&#8217;wah ada di sana. Para Shahabat sudah dijaman masuk surga, sedangkan Maulana Ilyas RH tidak ada jaminan sama sekali.</p>
<p>Dan Maulana Ilyas RH telah menjelaskan hal ini dengan tegas, bahwa banyak-banyak ceritakan para Shahabat RA, dan jangan banyak ceritakan tentang saya. Ulama selevel Maulana Nomani dan juga Maulana Hasan Ali Nadwi (temannya Sayyid Qutb Rah), tidak berani menuliskan tentang Maulana Ilyas RH, karena pesannya Maulana Ilyas itu. Setelah sekian lama Maulana Ilyas RH meninggal dunia, baru kedua ulama itu berkeinginan sekali menulis karena dorongan kecintaan beliau berdua kepada Maulana Ilyas RH sebagai ulama yang dapat memberikan pengaruh besar. Akhirnya ulama berdua itu memutuskan untuk menuliskan, tetapi beliau berdua tidak langsung menulis, karena sangat segan terhadap keluarga Maulana Ilyas RH yang memang berasal dari keluarga para ulama, apalagi ada ulama besar yang menjadi pendorong usaha da&#8217;wah seperti maulana Yusuf RH.</p>
<p>Akhirnya beliau berdua mengajukan usulan kepada keluarga Maulana Ilyas RH bermusyawarah tentang hal itu. Akhirnya diputuskan bahwa boleh menceritakan Beliau, tetapi jangan pribadi Maulana Ilyas RH melainkan aktifitas da&#8217;wah yang beliau lakukan sendiri. Dan buku itu sudah diterbitkan, dan saya sendiri sering membacanya, karena ada pesan-pesan sebagai pendorong untuk mendalami kisah-kisah para Shahabat RA.</p>
<p>Saya tidak mengetahui lagi buku tentang Maulana Ilyas RH, selain yang ditulis oleh Maulana Nomani dan Maulana Hasan Ali Nadwi, dan itupun setelah melalui musyawarah dengan keluarga Maulana Ilyas sendiri.</p>
<p>Dan saya mendapatkan tulisan lain, tetapi itu berhubungan dengan Maulana Dzakaria RH, dan banyak diceritakan tentang amalan beliau yang sangat berkeinginan mengikuti Nabi Muhammad SAW, yang beliau sangat hormati. Dan tulisan itupun, ditulis murid beliau yang dekat. Hal ini bukan karena mau mengagungkan beliau, tetapi sangat cintanya kepada beliau yang telah banyak berkorban untuk agama, untuk menjelaskan beberapa hal yang selalu dipegang oleh Maulana Dzakaria RH, agar menjadi pelajaran bagi kaum muslimin di masa depan.</p>
<p>Dan saya tidak menemukan kembali buku-buku autobiographi lainnya. Karena lebih ditekankan pada kisah shahabat SAW, seperti yang saya jelaskan sebelumnya. Ada beberapa penulis yang menuliskan tentang usaha da&#8217;wah ini sampai cukup mendetail, dan penulisnya adalah ahli-ahli da&#8217;wah dari Indonesia sendiri. Tetapi tulisan-tulisan hanya untuk memudahkan saja.</p>
<p><strong>Bagaimana nasehat saya untuk Ibu?<br />
</strong></p>
<p>Usaha da&#8217;wah ini terbagi secara umum yaitu usaha umum, usaha masthuroh dan usaha pelajar. Usaha Masthurah dan Pelajar dipisahkan agar jangan sampai tercampur, karena usaha ini mempunyai sasaran yang berbeda.</p>
<p>Satu keluarga sebenarnya terbagi ke dalam tiga bagian utama yaitu Suami (bapak), Istri (Ibu), dan Anak. Di sinilah usaha da&#8217;wah ini dibagi dengan baik. Agar Maqomi lebih teratur dan terarah dalam proses pertumbuhan dan perbaikan kaum musliminnya.</p>
<p>Istri merupakan ibu rumah tangga yang sangat penting untuk membina keluarga, karena anak-anak sangat dekat kepada Istri/Ibunya dibandingkan dengan suami/bapaknya. Perhatikan kisah Nabi Nuh As dan Nabi Ibrahim As.</p>
<p>Nabi Nuh As sebagai Nabi mengajak kaumnya untuk beribadah, tetapi anaknya tidak mengikuti bapaknya untuk taat kepada Allah swt, tetapi malahan sombong dan angkuh bahwa dia bakal selamat kalau naik terus ke atas gunung. Hal ini karena Ibunya tidak sungguh-sungguh mendidik anaknya, karena Ibunya (istri Nabi Nuh As) tidak terlibat langsung dengan da&#8217;wah Nabi Nuh As sendiri.</p>
<p>Bagaimana dengan Istri Nabi Ibrahim As? Dari beliau akhirnya akan lahir para Nabi, dan juga Nabi Ismail As sebagai moyangnya Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Siti Hajar sangat erat dengan Nabi Ismail As, dan terlibat mendukung da&#8217;wah yang diemban oleh Nabi Ibrahim As, oleh karena itu Siti Hajar rela ditinggalkan di padang pasir dikarenakan Nabi Ibrahmi As ada tugas da&#8217;wah ke daerah yang jauh. Disinilah Siti Hajar mendukung da&#8217;wah dari Nabi Ibrahim, dan terlibat. Sehingga Nai Ismail menjadi pemuda yang tabah dan juga shabar.</p>
<p>Jadi Usaha Masthuroh adalah untuk membangun keluarga yang saling membantu satu sama lain untuk da&#8217;wah ini. Oleh karena itu para ibu juga perlu mengetahui bagaimana cara-cara musyawarah, ta&#8217;lim dsb, sehingga dapat diajarkan kepada anak-anaknya, dimana ketika tidak ada suami di rumah mungkin sibuk urusan dunia ketika pergi ke kantor atau juga pergi keluar kota; bahkan sedang khuruj, istri dapat terlibat dalam usaha da&#8217;wah di rumah dengan anak-anaknya. Sehingga keluarga menjadi pendorong dari da&#8217;i-da&#8217;i di masa depan.</p>
<p>Usaha pelajar lebih unik, karena motonya &#8220;The First and The Best&#8221;, jadilah pelajari yang PERTAMA dan TERBAIK. Sehingga para pelajar sangat ditekankan untuk belajar dengan baik, dan menjadi yang pertama dan terbaik dalam segala hal.</p>
<p>Dan jika usaha da&#8217;wah sudah sampai ke rumah, maka Bapak dan Ibu bisa memahami bahwa anak-anaknya harus berusaha menjadi anak yang terbaik, dan juga menjadi da&#8217;i untuk agama ini. Jadi nasehat saya untuk Ibu, dan ini juga saya sendiri dan juga keluarga saya, jadilah Ibu yang mendukung da&#8217;wah dan juga mendorong suami tetap dalam da&#8217;wah, dan mendidik anak-anak menjadi para da&#8217;I di waktu akan datang.</p>
<p><strong>Penutup<br />
</strong></p>
<p>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya.</p>
<p>Wassalamu ‘alaikum wr. wb.<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=7&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/surat-pertama-atas-pertanyaan-seorang-ibu-tentang-usaha-da%e2%80%99wah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

