<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>APAKAH SALAFI-SALAFI WAHABI INI MENYADARI TIDAK BAHWA SEBAGIAN MEREKA TELAH MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN DENGAN JUDUL-JUDUL YANG MENGANDUNG FITNAH BUSUK ITU?</title>
		<link>http://usahadawah.com/apakah-salafi-salafi-wahabi-ini-menyadari-tidak-bahwa-sebagian-mereka-telah-membuat-kerusakan-dan-keburukan-di-tengah-tengah-kaum-muslimin-dengan-judul-judul-yang-mengandung-fitnah-busuk-itu/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/apakah-salafi-salafi-wahabi-ini-menyadari-tidak-bahwa-sebagian-mereka-telah-membuat-kerusakan-dan-keburukan-di-tengah-tengah-kaum-muslimin-dengan-judul-judul-yang-mengandung-fitnah-busuk-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Dear All,
Kami kira dengan adanya pandangan berimbang terutama berkaitan dengan judul-judul yang aneh yang dilontarkan sebagian salafi-wahabi, seperti di situs ini dengan judul :

http://ustadzaris.com/haji-ke-bangladesh
http://ustadzaris.com/telaah-kritis-utk-6-sifat-karkun-jt,
https://ibnuramadan.wordpress.com/2011/04/03/jt-berhaji-ke-bangladesh/
http://agusisdiyanto.wordpress.com/2010/10/14/jt-berhaji-ke-bangladesh/
dsb-dsb

yang sudah benar-benar salah besar, dan bahkan mengandung unsur fitnah busuk.
Sehingga timbul sebuah pertanyaan, APAKAH MEMANG SALAFI-WAHABI INI DITAKDIRKAN UNTUK MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN?, sehingga akhirnya terdapat auto-kritik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All,</p>
<p>Kami kira dengan adanya pandangan berimbang terutama berkaitan dengan judul-judul yang aneh yang dilontarkan sebagian salafi-wahabi, seperti di situs ini dengan judul :</p>
<ul>
<li>http://ustadzaris.com/haji-ke-bangladesh</li>
<li>http://ustadzaris.com/telaah-kritis-utk-6-sifat-karkun-jt,</li>
<li>https://ibnuramadan.wordpress.com/2011/04/03/jt-berhaji-ke-bangladesh/</li>
<li>http://agusisdiyanto.wordpress.com/2010/10/14/jt-berhaji-ke-bangladesh/</li>
<li>dsb-dsb</li>
</ul>
<p>yang <strong>sudah benar-benar salah besar, dan bahkan mengandung unsur fitnah busuk</strong>.</p>
<p>Sehingga timbul sebuah pertanyaan, APAKAH MEMANG SALAFI-WAHABI INI DITAKDIRKAN UNTUK MEMBUAT KERUSAKAN DAN KEBURUKAN DI TENGAH-TENGAH KAUM MUSLIMIN?, sehingga akhirnya terdapat auto-kritik ulama salafi-wahabi sendiri begitu keras. Dan judul-judul seperti ini begitu banyaknya tersebar di jaringan internet.</p>
<p>Apakah masih tidak cukup dengan auto-kritik itu? Atau memang sebagian salafi-wahabi ini berkeinginan terus-menerus membangun opini untuk merusak dan memperburuk keadaan kaum muslimin?</p>
<p>Apakah mereka salafi-wahabi ini tidak berpikir? Apakah ini yang sering dikatakan dengan fanatisme madzhab, dan mereka hanya mengikuti pandangan ulama mereka dengan buta pikiran, sehingga judulpun harus menampilkan dengan judul-judul berbau FITNAH BUSUK.</p>
<p>Thanks,</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=503&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/apakah-salafi-salafi-wahabi-ini-menyadari-tidak-bahwa-sebagian-mereka-telah-membuat-kerusakan-dan-keburukan-di-tengah-tengah-kaum-muslimin-dengan-judul-judul-yang-mengandung-fitnah-busuk-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah pendeta senior di Afrika Selatan Yang Masuk Islam bermimpi bertemu Rasulullah SAW</title>
		<link>http://usahadawah.com/kisah-pendeta-senior-di-afrika-selatan-yang-masuk-islam-bermimpi-bertemu-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/kisah-pendeta-senior-di-afrika-selatan-yang-masuk-islam-bermimpi-bertemu-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 01:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-Kisah Tauladan]]></category>
		<category><![CDATA[Bermimpi Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendeta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Kisah pendeta senior di Afrika Selatan Yang Masuk Islam bermimpi bertemu Rasulullah SAW
&#8220;Ya Tuhanku&#8230; Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku&#8230; sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu&#8230; Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran&#8230; manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku&#8230; jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan&#8230; tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah pendeta senior di Afrika Selatan Yang Masuk Islam bermimpi bertemu Rasulullah SAW</p>
<p>&#8220;Ya Tuhanku&#8230; Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku&#8230; sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu&#8230; Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran&#8230; manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku&#8230; jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan&#8230; tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar&#8230;</p>
<p>Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-&#8217;Alam al-Islami di sana.</p>
<p><span id="more-56"></span>Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.&#8217; Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.</p>
<p>Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, &#8220;Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?&#8221; ia tersenyum dan berkata, &#8220;Ya, tentu saja boleh.&#8221;</p>
<p>Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!</p>
<p>Sily berkata, &#8220;Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.</p>
<p>Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!</p>
<p>Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.&#8217; Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.</p>
<p>Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, &#8220;Bukankah anda seorang pendeta?&#8221; Aku jawab, &#8220;Benar.&#8221; Lantas ia bertanya kepadaku, &#8220;Siapa Tuhanmu?&#8221; Aku katakan, &#8220;Al-Masih.&#8221; Ia kembali berkata, &#8220;Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku&#8217;.&#8221; Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.</p>
<p>Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, &#8220;Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.&#8221; Aku katakan, &#8220;Kalau begitu, coba beri jawabannya!&#8221; Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.</p>
<p>Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.</p>
<p>Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, &#8220;Ya Tuhanku&#8230; Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku&#8230; sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu&#8230; Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran&#8230; manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku&#8230; jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan&#8230; tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar&#8230;&#8221; lantas akupun tertidur.</p>
<p>Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, &#8220;Wahai Ibrahim!&#8221; Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, &#8220;Kamu Ibrahim&#8230; kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?&#8221; Aku jawab, &#8220;Benar.&#8221; Ia berkata, &#8220;Lihat ke sebelah kananmu!&#8221; Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!&#8221; Lanjut lelaki itu.</p>
<p>Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.</p>
<p>Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.</p>
<p>Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, &#8220;Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.&#8221; Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.</p>
<p>Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, &#8220;Selamat datang ya Ibrahim!&#8221; Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, &#8220;Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah SWT untuk hamba-Nya yaitu Islam.&#8221; Aku katakan, &#8220;Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.&#8221; Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, &#8220;Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?&#8221; Ia berkata, &#8220;Benar.&#8221;</p>
<p>Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah SWT telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, &#8220;Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.&#8221; Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, &#8220;Demi Allah sesungguhnya Allah SWT telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.&#8221; Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.</p>
<p>Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.</p>
<p>Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, &#8220;Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.&#8221; Aku katakan, &#8220;Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.&#8221; Mereka semua terdiam.</p>
<p>Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, &#8220;Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.&#8221;</p>
<p>Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, &#8220;Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.&#8221; Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.</p>
<p>Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,&#8221; Sily mengakhiri kisahnya.</p>
<p>Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da&#8217;i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da&#8217;i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar&#8217;i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.</p>
<p>Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma&#8217;had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, &#8220;Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.&#8221;</p>
<p>Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu daerah&#8230; medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan di jalan Allah. Aku perhatikan wajahnya berubah dan pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini seakan-akan berbicara kepadaku, &#8220;Kalian manusia yang mempermainkan dakwah, tidakkah kalian perhatikan para mujahid di jalan Allah!&#8221;</p>
<p>Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal&#8230; kami berjalan lamban&#8230; kami telah tertipu dengan kehidupan dunia, sementara orang-orang yang seperti Da&#8217;i Ibrahim Sily, Da&#8217;i berbangsa Spanyol Ahmad Sa&#8217;id berkorban, berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya Rabb rahmatilah kami. (alsofwah)</p>
<p>(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakultas Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=56&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/kisah-pendeta-senior-di-afrika-selatan-yang-masuk-islam-bermimpi-bertemu-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TANGGUNG JAWAB DAKWAH</title>
		<link>http://usahadawah.com/tanggung-jawab-dakwah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/tanggung-jawab-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 23:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[1. DAKWAH TERHADAP DIRI SENDIRI DAN KELUARGA
Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah  dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia  dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak  mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan  selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS At-Tahrim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. DAKWAH TERHADAP DIRI SENDIRI DAN KELUARGA</p>
<p>Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah  dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia  dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak  mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan  selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS At-Tahrim 6)</p>
<p>Dalam ayat ini firman Allah ditujukan kepada orang-orang yang percaya  kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka,  menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia  dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah, dan  mengajarkan kepada keluarganya supaya taat dan patuh kepada perintah  Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka.</p>
<p><span id="more-480"></span>Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah  mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah SWT : “Dan  perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu  mengerjakannya” (QS. Taha 132).</p>
<p>Dan dijelaskan pula dengan firman-Nya : “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. (QS Asy Syu&#8217;ara&#8217; 214).</p>
<p>Diriwayatkan bahwa ketika ayat ke 6 ini turun, Umar berkata: &#8220;Wahai  Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga  kami?&#8221; Rasulullah SAW. menjawab: &#8220;Larang mereka mengerjakan apa yang  kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkanlah mereka melakukan apa  yang Allah memerintahkan kepadamu melakukannya. Begitulah caranya  meluputkan mereka dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang  kasar dan keras yang pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat,  mereka dikuasakan mengadakan penyiksaan di dalam neraka, tidak  mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan  mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah.</p>
<p>Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan, “Penjaganya adalah  para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras, kaku, tidak mengasihi  jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba</p>
<p>Ada yang mengatakan, para malaikat itu kasar ucapannya dan keras  perbuatannya. Ada yang berpendapat, malaikat tersebut sangat kasar dalam  menyiksa penduduk neraka, keras terhadap mereka. Bila dalam bahasa Arab  dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan  menguasainya dengan kuat, menyiksanya dengan berbagai macam siksaan.</p>
<p>Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jarak antara dua pundak  salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun.  Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat  pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70.000 manusia  ke dalam jurang Jahannam.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 18/218)</p>
<p>Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan  anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan  pengajaran kepada mereka, serta memberitahu mereka tentang perintah  Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali  bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan  terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya, baik  istri-istrinya, anak-anaknya, dan selain mereka dari orang-orang yang  berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya.</p>
<p>2. DAKWAH TERHADAP KAUM KERABAT DAN TETANGGA DEKAT</p>
<p>Allah SWT berfirman : “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. (QS Asy Syu&#8217;ara&#8217; 214).</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan  menaikinya, lalu menyeru manusia untuk berkumpul. Maka orang-orang pun  berkumpul di sekitar beliau. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir  mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan  oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya, “Wahai Bani  Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat  kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari  balik bukit ini akan menyerang kalian. Adakah kalian akan membenarkan  aku?” Mereka serempak menjawab, “Iya.” Beliau melanjutkan, “Sungguh aku  memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih.” (HR Al-Bukhari  dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)</p>
<p>Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di  atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata,  “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib!  Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di  hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. (Adapun  di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian.” (HR.  Muslim)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas r.huma menceritakan, “Ketika Allah SWT. Menurun ayat :  Berilah peringatan kepada kaum keluargamu yang dekat.” (QS Asy Syu&#8217;ara&#8217;  214).</p>
<p>Maka Nabi SAW naik ke bukit Shafa dan berseru, “Hai manusia, Maka  orang-orang pun berkumpul (menyambut seruan) beliau, ada yang datang  sendiri dan ada yang mengutus wakil-wakilnya. Lalu Rasulullah SAW  menyeru, “Wahai Bani Abdil Muthalib, wahai Bani Fihir, wahai Bani anu,  Bani anu..! Bagaimana menurut kalian seandainya aku beritahukan pada  kalian bahwa di balik bukit ini ada pasukan musuh berkuda yang siap  menyerang kalian, apakah kalian mempercayai ucapku?” Mereka menjawab,  “Ya, (kami percaya).” Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku adalah pemberi  peringatan bagi kalian akan azab yang pedih.” Mendengar hal itu, Abu  Lahab langsung berkata, “Celakalah kamu sepanjang hari ini, apakah kamu  mengundang kami semua hanya untuk ini?” (Sebagai jawaban atas celaan Abu  Lahab ini), maka Allah ‘Azza wajalla menurunkan ayat :</p>
<p>“Celaka kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah ia.” (QS. Al Lahab ayat 1) (Hr. Ahmad V/17)</p>
<p>3. DAKWAH TERHADAP KAMPUNG ATAU DAERAH SEKITARNYA</p>
<p>Allah SWT berfirman : “dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah  Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan)  sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura  (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang  beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al  Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya”. (QS Al-An’am 92).</p>
<p>Sesudah itu Allah SWT. menjelaskan bahwa Alquran itu adalah kitab  yang bernilai tinggi, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. penutup para  Rasul. Kitab itu turun dari Allah seperti halnya Taurat yang diturunkan  kepada Musa a.s. Hanya saja Alquran itu mempunyai nilai-nilai yang lebih  sempurna karena Alquran itu berlaku abadi untuk sepanjang masa. Alquran  itu di samping sebagai petunjuk juga sebagai pembenar kitab-kitab yang  diturunkan sebelumnya dalam urusan tauhid, melenyapkan kemusyrikan dan  mengandung ajaran-ajaran pokok hukum syarak yang abadi yang tidak  berubah ubah sepanjang masa.</p>
<p>Juga sebagai pegangan bagi Rasulullah saw. untuk memperingatkan  umatnya, baik yang berada di Mekah atau di sekitar kota Mekah, ialah  orang-orang yang berada di seluruh penjuru bumi ini. Dimaksud dengan  orang-orang yang berada di sekitar kota Mekah, ialah orang-orang yang  berada di seluruh penjuru bumi, sesuai dengan pemahaman bahasa dan  pengertian ini ditegaskan sendiri oleh Allah SWT : “Alquran ini  diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu  dan kepada orang-orang yang sampai Alquran (kepadanya). (Q.S Al An&#8217;am  19)</p>
<p>Juga firman Allah SWT : Katakanlah, &#8220;Hai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. (Q.S Al A&#8217;raf 158)</p>
<p>Dan sabda Nabi SAW : Semua nabi itu diutus hanya kepada kaumnya saja,  sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia. (HR Bukhari dan Muslim dari  Jabir bin Abdullah (Sahih Bukhari jilid 1, 70)</p>
<p>Dalam pada itu Allah SWT. menjelaskan bahwa orang-orang yang percaya  akan terjadinya hari kiamat dan kehidupan di akhirat, sudah pasti mereka  percaya kepada Alquran, karena orang-orang yang percaya kepada  kehidupan akhirat itu percaya pula akan akibat yang diterima pada hari  itu. Itulah sebabnya maka mereka selalu mencari petunjuk-petunjuk yang  dapat menyelamatkan diri mereka di akhirat kelak. Petunjuk-petunjuk itu  terdapat dalam Alquran, maka mereka tentu akan mempercayai Alquran itu,  percaya pada Rasulullah saw. yang menerima kitab itu dan taat kepada  perintah-Nya, melaksanakan salat pada waktunya secara terus menerus.</p>
<p>Disebutkan salat dalam ayat ini, karena salat itu adalah tiang agama  dan pokok dari semua ibadah. Orang yang melaksanakan salat dengan  sebaik-baiknya adalah pertanda bahwa orang itu suka melaksanakan ibadah  lainnya serta dapat mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak melakukan  larangan larangan Allah.</p>
<p>Dalam ayat ini terdapat sindiran yang tegas yaitu adanya keingkaran  penduduk Mekah dan manusia-manusia yang mempunyai sikap seperti mereka  kepada Alquran dan menjelaskan bahwa mereka tidak mau menerima agama  Islam dan kerasulan Muhammad saw. adalah karena mereka tidak percaya  kepada kehidupan akhirat. Mereka merasa bahwa kehidupan hanya terjadi di  dunia saja.</p>
<p>4. DAKWAH ATAU TANGGUNG JAWAB MANUSIA SELURUH ALAM.</p>
<p>Allah SWT berfirman : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan  untuk seluruh manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari  yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman,  tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman,  dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”  (QS Ali Imran  110)</p>
<p>Ayat ini mengandung suatu dorongan kepada kaum mukminin supaya tetap  memelihara sifat-sifat utama itu dan supaya mereka tetap mempunyai  semangat yang tinggi.</p>
<p>Umat yang paling baik di dunia adalah umat yang mempunyai dua macam  sifat, yaitu mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran, dan  senantiasa beriman kepada Allah. Semua sifat itu telah dimiliki oleh  kaum muslimin di masa nabi dan telah menjadi darah daging dalam diri  mereka karena itu mereka menjadi kuat dan jaya. Dalam waktu yang singkat  mereka telah dapat menjadikan seluruh tanah Arab tunduk dan patuh di  bawah naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji  keadilan, padahal mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah belah  selalu berada dalam suasana kacau dan saling berperang antara sesama  mereka. Ini adalah berkat keteguhan iman. dan kepatuhan mereka  menjalankan ajaran agama dan berkat ketabahan dan keuletan mereka  menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Iman yang mendalam di  hati mereka selalu mendorong untuk berjihad dan berjuang untuk  menegakkan kebenaran dan keadilan sebagaimana tersebut dalam firman  Allah : &#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, hanyalah orang-orang  yang beriman kepada Allah dan rasul Nya. kemudian mereka tidak ragu-ragu  dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah,  mereka itulah orang-orang yang benar&#8221;. (QS. Al Hujurat 15)</p>
<p>Jadi ada dua syarat untuk menjadi sebaik-baik umat di dunia,  sebagaimana diterangkan dalam ayat ini, pertama iman yang kuat dan;  kedua menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Maka setiap umat  yang memiliki kedua sifat ini pasti umat itu jaya dan mulia dan apabila  kedua hal itu diabaikan dan tidak diperdulikan lagi, maka tidak dapat  disesalkan bila umat itu jatuh ke lembah kemelaratan.</p>
<p>Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Ahli Kitab itu jika beriman  tentulah itu lebih baik bagi mereka. Tetapi sedikit sekali di antara  mereka yang beriman seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya, dan  kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik tidak mau beriman.  mereka percaya kepada sebagian kitab dan kafir kepada sebagiannya yang  lain, atau mereka percaya kepada sebagian Rasul seperti Musa dan Isa dan  kafir kepada Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Ibnu katsir mengatakan ayat ini mengandung makna umum mencakup semua  ummat ini dalam setiap generasinya dan sebaik-baik generasi mereka ialah  orang-orang yang Rasulullah SAW diutus dikalangan mereka, kemudian  orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka.</p>
<p>Makna ayat ini sama dengan makna ayat lain :</p>
<p>Allah SWT berfirman : “dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu  (umat Islam), umat yang adil dan pilihan” (QS. Al Baqarah 143)</p>
<p>Bagaimana caranya mengamalkan ayat-ayat tersebut ?</p>
<p>1. Untuk diri sendiri dan keluarga salah satu usahanya yaitu kita buat ta&#8217;lim dirumah</p>
<p>2. Untuk kaum kerabat dan tetangga dekat silahturahmi, Jaulah untuk saling mengingatkan</p>
<p>3. Untuk kampung sekitar atau kota sekitar maka waktunya kami sediakan minimal 3 hari setiap bulan</p>
<p>4. Kemudian yang terakhir untuk seluruh manusia ini tentunya sangat  berat karena jumlah manusia lebih dari 6 milliar, maka dengan kelemahan  kami alim ulama telah ajak keluar dalam waktu yang agak lama yaitu 40  hari dan atau 4 bulan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Memang  seumur hidup belum tentu bisa mendatangi semua orang, tetapi Insya  Allah dengan niat untuk mendatangi seluruh manusia kemudian mengajak  orang yang lain buat usaha yang sama maka Allah akan terima niat kita,  sebagaimana Rasulullah SAW diutus untuk seluruh umat sampai hari  terakhir yang Allah kehendaki namun umur beliau hanya 63 tahun, tapi  Allah terima usaha yang dilakukan Rasulullah SAW sehingga usaha ini  masih akan berlanjut sampai hari terakhir yang Allah kehendaki. Jadi  usaha da&#8217;wah rasulullah yang dilakukan ini bukan hanya 3 hari, 40 hari  atau 4 bulan saja, tapi setiap hari dan seumur hidup kita untuk dakwah  dan dakwah menjadi maksud hidup.</p>
<blockquote><p>Sumber: Oleh Sdr.Mahodum Hsb, <a href="http://www.facebook.com/home.php?sk=group_210119202331448&amp;view=doc&amp;id=212522125424489" target="_blank">http://www.facebook.com/home.php?sk=group_210119202331448&amp;view=doc&amp;id=212522125424489</a></p>
<div><a><br />
</a></div>
</blockquote>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=480&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/tanggung-jawab-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaum Muslim Perlunya Meniru Para Shahabat RA</title>
		<link>http://usahadawah.com/kaum-muslim-perlunya-meniru-para-shahabat-ra/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/kaum-muslim-perlunya-meniru-para-shahabat-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 02:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan oleh Abu Nu&#8217;aim,
Abdullah ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma berkata:
&#8220;Barangsiapa  yang ingin meniru, hendaklah ia meniru perjalanan orang yang sudah  mati, yaitu perjalanan para sahabat Nabi Muhammad SAW, karena mereka itu  adalah sebaik-baik ummat ini, dan sebersih-bersihnya hati,  sedalam-dalamnya ilmu pengetahuan, dan seringan-ringannya penanggungan.  Mereka itu adalah suatu kaum yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan oleh Abu Nu&#8217;aim,<br />
Abdullah ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma berkata:<br />
&#8220;Barangsiapa  yang ingin meniru, hendaklah ia meniru perjalanan orang yang sudah  mati, yaitu perjalanan para sahabat Nabi Muhammad SAW, karena mereka itu  adalah sebaik-baik ummat ini, dan sebersih-bersihnya hati,  sedalam-dalamnya ilmu pengetahuan, dan seringan-ringannya penanggungan.  Mereka itu adalah suatu kaum yang telah dipilih Allah untuk menjadi para  sahabat NabiNya SAW dan bekerja untuk menyebarkan agamaNya. Karena itu,  hendaklah kamu mencontohi kelakuan mereka dan ikut perjalanan mereka.  Mereka itulah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang berdiri di atas jalan  lurus, demi Allah yang memiliki Ka&#8217;bah!&#8221;<br />
(Hilyatul-Auliya&#8217; 1:305)</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=477&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/kaum-muslim-perlunya-meniru-para-shahabat-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan terlalu BANYAK MENGOMENTARI atau MENILAI usaha da&#8217;wah dan tabligh</title>
		<link>http://usahadawah.com/jangan-terlalu-banyak-mengomentari-atau-menilai-usaha-dawah-dan-tabligh/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/jangan-terlalu-banyak-mengomentari-atau-menilai-usaha-dawah-dan-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 05:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[@salafi-salafi,
Jangan terlalu BANYAK MENGOMENTARI atau MENILAI  usaha da&#8217;wah dan tabligh &#8230; Kalau ketika ada yang mengajak ILMIYYAH  untuk BERBAGI PANDANGAN. Malahan menyuruh balik untuk ketemu  ustadz-ustadz salafi. Ini merupakan pola berpikir yang tidak  jelas untuk dibangun, karena MEMBIARKAN DIRI untuk BERKOMENTAR, tetapi  ketika diajak untuk ILMIYYAH, malahan tidak berani bertanggung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>@salafi-salafi,</p>
<p>Jangan terlalu BANYAK MENGOMENTARI atau MENILAI  usaha da&#8217;wah dan tabligh &#8230; Kalau ketika ada yang mengajak ILMIYYAH  untuk BERBAGI PANDANGAN. Malahan menyuruh balik untuk ketemu  ustadz-ustadz salafi. Ini merupakan pola berpikir yang tidak  jelas untuk dibangun, karena MEMBIARKAN DIRI untuk BERKOMENTAR, tetapi  ketika diajak untuk ILMIYYAH, malahan tidak berani bertanggung jawab  atau bahkan lari.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=474&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/jangan-terlalu-banyak-mengomentari-atau-menilai-usaha-dawah-dan-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa salafi setengah-setengah dalam menyampaikan keterangan hadist?</title>
		<link>http://usahadawah.com/kenapa-salafi-setengah-setengah-dalam-menyampaikan-keterangan-hadist/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/kenapa-salafi-setengah-setengah-dalam-menyampaikan-keterangan-hadist/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 13:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[TETAPI ketika meminta kami untuk bermudzakarah perihal usaha da&#8217;wah ini, MAKA tentunya hal itu cukup aneh dari pandangan kami. KARENA begitu banyak sebagian salafi menyebarkan pandangan-pandangan KONTRA terhadap usaha da&#8217;wah di situs-situs salafi, TETAPI malahan kami diminta untuk berkunjung.
Apa yang tertulis bebas dan tersebar di kalangan Ummat Islam? Maka tentunya juga membuka wacana ILMU dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TETAPI ketika meminta kami untuk bermudzakarah perihal usaha da&#8217;wah ini, MAKA tentunya hal itu cukup aneh dari pandangan kami. KARENA begitu banyak sebagian salafi menyebarkan pandangan-pandangan KONTRA terhadap usaha da&#8217;wah di situs-situs salafi, TETAPI malahan kami diminta untuk berkunjung.</p>
<p>Apa yang tertulis bebas dan tersebar di kalangan Ummat Islam? Maka tentunya juga membuka wacana ILMU dan ILMIYYAH secara terbuka juga di kalangan Ummat Islam melalui sarana yang sama pula. Itulah APPLE-TO-APPLE communication untuk membuka wacana berimbang.</p>
<p>Ada kawan-kawan salafi meminta kami untuk memperhatikan tulisan yang berada di bawah ini.</p>
<p><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2008/07/05/kitab-fadhail-al-amal-dalam-timbangan-as-sunnah/">http://alqiyamah.wordpress.com/2008/07/05/kitab-fadhail-al-amal-dalam-timbangan-as-sunnah/</a></p>
<blockquote><p>Ketika Adam telah berbuat dosa, ia pun mengangkat kepalanya ke atas langit kemudian berdoa: “Aku meminta kepada-Mu berkat wasilah Muhammad, ampunilah dosaku.” Maka Allah berfirman kepadanya: “Siapakah Muhammad (yang engkau maksud)?” Maka Adam menjawab: “Maha berkah nama-Mu ketika engkau menciptakan aku, akupun mengangkat kepalaku melihat Arsy-Mu, dan ternyata di situ tertulis: Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah. Maka akupun mengetahui bahwa tidak seorang pun yang lebih agung kedudukannya di sisi-Mu dari orang yang telah engkau jadikan namanya bersama dengan nama-Mu.” Maka Allah berfirman kepadanya: “Wahai Adam, sesungguhnya dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu, kalaulah bukan karena dia, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu.”</p>
<p>Hadits ini diterjemahkan begitu saja tanpa menerjemahkan takhrij hadits yang disebutkan Al-Kandahlawi. Dia berkata setelah itu: “Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir, Al-Hakim, Abu Nu’aim, Al-Baihaqi yang keduanya dalam kitab Ad-Dala`il, Ibnu ‘Asakir dalam Ad-Durr, dan dalam Majma’ Az-Zawa`id (disebutkan): Diriwayatkan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan Ash-Shaghir, dan dalam (sanad)-nya ada yang tidak aku kenal. Aku berkata: Dan dikuatkan yang lainnya berupa hadits yang masyhur: “Kalau bukan karena engkau, aku tidak menciptakan jagad raya ini”, Al-Qari berkata dalam Al-Maudhu’at: “Hadits ini palsu.”</p></blockquote>
<p>Tulisan di atas merupakan sebagian tulisan yang terdapat pada situs itu. Kami mengetahui betul bahwa memang penjelasan hadist itu TIDAK DITERJEMAHKAN oleh penterjemahnya, TENTUNYA si penterjemah  mempunyai pertimbangan-pertimbangannya. (Baca: kami sempat bertemu dengan salah seorang penterjemahnya, dan kami sampaikan agar diterjemahkan dicetakan baru. Mudah-mudahan saja diterjemahkan di centakan barunya)</p>
<p>Kami kembali terhadap terjemahan yang dilakukan seperti dalam tulisan itu. (baca: tulisan situs banyak tersebar). Terjemahan tulisan itu DIPOTONG TIDAK DITERJEMAHKAN SESUAI DENGAN SUMBERNYA, Kitab Fadhoil Dzikir, Maulana Dzakaria Rah.</p>
<p>Silahkan kepada kaum muslimin untuk mempelajari Kitab Fadhoil, Maulana Dzakaria Rah, dalam kitab fadhilah Dzikir dengan hadits itu. Dan apa yang kami tuliskan itu akan ditemukan bahwa memang sebagian textnya itu TIDAK DITEJEMAHKAN oleh salafi yang bersangkutan.</p>
<p>Silahkan untuk dicermati …</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=471&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/kenapa-salafi-setengah-setengah-dalam-menyampaikan-keterangan-hadist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Mental Pegawai dengan Khuruj</title>
		<link>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 11:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita dan Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/</guid>
		<description><![CDATA[Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo,  Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju  masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan  kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.
Situasi  di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat  berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adzan shalat Dhuhur berkumandang dari masjid di kantor Walikota Palopo,  Sulawesi Selatan, siang itu. Hampir seluruh pegawai bergegas menuju  masjid untuk menunaikan shalat. Sebagian pegawai pria lengkap dengan  kopiahnya, sementara pegawai wanita lengkap dengan busana Muslimah.</p>
<p>Situasi  di atas adalah pemandangan sehari-hari di kantor tersebut. Shalat  berjamaah diharuskan bagi seluruh pegawai Muslim. Tak hanya itu, di  kantor ini juga diwajibkan berjilbab bagi Muslimah, bisa mengaji, serta  khuruj (keluar wilayah untuk berdakwah dengan waktu yang telah  ditentukan). Semua itu tertuang dalam surat edaran Walikota Palopo  dengan nomor 450/160/Kesra/IV/2009, perihal Peningkatan Shalat Berjamaah  dan Kerjasama Dakwah dengan Jamaah Tabligh.</p>
<p><span id="more-469"></span>Tapi jangan salah,  semua ini bukan paksaan. Semuanya berjalan dengan kesadaran setelah para  pegawai mengikuti pesantren kilat yang diberi nama Bimbingan dan  Latihan Mental Spiritual. Hasil kerjasama Pemda Palopo dan Jamaah  Tabligh (JT).</p>
<p>Baso Sulaiman adalah orang di balik semua kegiatan  ini. Lelaki yang kini menjabat sebagai Kabag Kesra Kota Palopo itu  selalu melontarkan ide ini dalam setiap rapat di kalangan pejabat  daerah. Beragam tanggapan miring selalu ia terima, bahkan usulan itu  dianggap aneh dan mengada-ada. Tapi, Baso tak bergeming. “Padahal ini  bukan kepentingan saya, ini untuk perbaikan mental pegawai,” ujarnya.</p>
<p>Menurut  Baso, tak ada yang perlu dikhawatirkan jalinan kerjasama antara pemda  dan JT. “Bagi saya, tabligh hanya salah satu metode dakwah, dan inilah  cara saya untuk meningkatkan iman para pegawai,” ungkapnya singkat.</p>
<p>Ide  untuk mengangkat program ini, bukan tanpa alasan. Saat menjabat sebagai  Kepala Sub Bagian (Kasubag) Organisasi Kab. Luwu (2002), Baso nampak  gerah melihat banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang melanggar  syariat, tidak shalat, dan memiliki akhlak buruk. “Banyak PNS bermental  buruk; malas, tidak disiplin, tidak jujur, hingga ada yang main judi di  kantor,” kenang suami dari Siti Maemunah ini.</p>
<p>Baso semakin risau,  ketika melihat para pegawai yang sering datang terlambat, suka berbohong  dan tidak disiplin. “Bagaimana bangsa bisa berkembang, kalau mental  pegawai seperti ini,” tambahnya. Sementara menurut Baso, pelatihan  jenjang kepangkatan yang ada saat ini, seperti pelatihan Pra Jabatan dan  Latpim, hanya berada pada tataran pengembangan kognitif, intelektual  semata.</p>
<p>Sebenarnya, Baso bukan orang pemerintahan. Sebelum  menjabat sebagai Kasubag Organisasi di Luwu, yang sekarang menjadi Kota  Palopo, Baso adalah seorang guru. Lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG)  di Palopo (1981) ini, awalnya mengajar sebagai tenaga honorer di SD  Negeri Wawondula, Kab. Luwu.</p>
<p>Setahun menjadi guru honorer, barulah  kemudian Baso diangkat menjadi PNS. Ia dipercaya mengajar di SMP  Muhammadiyah Palopo. Berselang beberapa tahun kemudian, Baso diangkat  menjadi Kepala Sekolah di sekolah tersebut. Lebih dari 20 tahun lamanya  Baso mengajarkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan akhlakul karimah  pada SMP Muhammadiyah itu.</p>
<p>Angin segar berhembus bagi Baso, saat  otonomi daerah (2002) mulai berjalan. Ia dipindahkan ke Kantor Pemda  Luwu. Di tempatnya yang baru ini, ia beri amanah sebagai Kasubag  Organisasi. Begitu menjadi pejabat, Baso melihat banyak hal yang berbeda  dari apa yang dulu ia ajarkan sebagai guru.</p>
<p>Dengan dasar itulah,  Baso berpikir keras untuk mengubah mental buruk sebagian PNS yang digaji  oleh negara ini. Dengan pengalaman sebagai guru, Baso juga ingin  melihat nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan akhlak itu tertanam pada  jiwa seluruh PNS di Palopo. Bagi alumni Magister Ilmu Administrasi pada  STIA Yappan Jakarta (2006) ini, jika menginginkan masyarakat baik, maka  harus dimulai dari pemerintah. “Kalau pemerintah imannya baik,  masyarakat juga pasti akan baik,” ungkapnya singkat.<br />
Khuruj sampai Bangladesh</p>
<p>Tahun  2003, secara diam-diam Baso mencoba untuk mengadakan training mental  dan spiritual di kantornya, khusus untuk pegawai yang menjadi  bawahannya. Saat itu, Baso telah menjabat sebagai Kepala Bagian Kesatuan  Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kabag Kesbang Linmas). Dengan  memanfaatkan beberapa orang PNS di bawahnya, ia kemudian berinisiatif  melakukan ‘Pesantren Kilat’ sehari, materinya hanya seputar perbaikan  mental pegawai.</p>
<p>Perlahan tapi pasti, ia terus bergerilya berdakwah  di lingkup Pemda, agar semua PNS di Palopo berakhlak baik. Rencana  progam ini semakin mantap, setelah Baso mengikuti khuruj tiga hari  dengan JT (2005). Lulusan Universitas Cokroaminoto (1988) Palopo ini,  kemudian tertarik dengan metode dakwah JT yang banyak mengajarkan  seputar akidah dan akhlak.</p>
<p>Saat Suara Hidayatullah menjumpai Baso  di kantornya, ia baru saja tiba dari ijtima (pertemuan tahunan) dunia di  Serpong, Bogor, 18-20 Juli lalu. Ia aktif mengikuti khuruj tiga hari  setiap bulan. Ia juga pernah mengadakan perjalanan khuruj 15 hari ke  India, Pakistan dan Bangladesh (2007).</p>
<p>Pada 2006, Baso mengantongi  izin Walikota Palopo, HPA. Tanriajeng untuk mengadakan training  bimbingan mental spiritual. Maka jadilah sebuah pelatihan dan bimbingan  mental spiritual yang dikemas dengan pesantren kilat selama tiga hari  dengan 12 materi dari JT.</p>
<p>Hingga saat ini, dari sekitar 3.000-an  PNS di Pemda Palopo, lebih dari 800 PNS yang telah mengikuti kegiatan  tersebut. Untuk 2009 ini, kegiatan itu dibagi dalam dua angkatan, yang  setiap angkatan berjumlah sekitar 100 orang.</p>
<p>Menariknya, sejak  awal digulirkan hingga memasuki angkatan ke-4, kegiatan ini tidak  menggunakan dana dari pemerintah atau dana APBD. Untuk mengikuti  pelatihan tersebut, setiap pegawai dikenakan biaya Rp 50 ribu per hari.  “Dana tersebut hanya utuk biaya akomodasi, konsumsi dan transport  pemateri,” jelas Baso.<br />
“Kami hanya memerlukan legitimasi dari Pemkot,  tanda tangan Walikota bagi saya sudah cukup kuat untuk menjalankan  kegiatan ini,” jelas ayah dari Muh. Abdi Baso, Munanjat, Adi Saputra,  Ilmina, dan Hayyul Muttaqin ini.</p>
<p>Pelatihan tersebut, kini menjadi  bagian program Pemda Palopo. Pelatihan ini wajib diikuti oleh setiap  pegawai di semua jenjang. Sertifikat pelatihan ini pun menjadi salah  satu syarat kenaikan pangkat atau jenjang bagi PNS di kota Palopo.  Selain itu, para PNS pun harus pandai mengaji dan hapal surah-surah  pendek dalam al-Qur`an.<br />
Enam tahun kegiatan ini berjalan, baru tahun  2009 ini ia begitu merasakan manfaatnya. Saat ini, sudah sulit untuk  menemukan pegawai yang bolos, datang terlambat, atau hanya sekedar  datang ke kantor dan kemudian pulang. “Alhamdulillah, sekarang pegawai  sudah mulai disiplin, jujur, dan taat sama atasan,” jelas Baso.</p>
<p>Saat  ini, mulai dari polisi pamong praja, sopir, guru, kepala bagian, hingga  kepala dinas, serta asisten walikota wajib mengikuti kegiatan tersebut.  Selanjutnya, setiap tiga hari dalam sebulan, mereka dihimbau untuk  pergi khuruj ke masjid-masjid, guna mengajak masyarakat agar turut  shalat berjamah di masjid.</p>
<p>Saat wawancara dengan Suara  Hidayatullah, tiba-tiba Baso minta ijin. “Kita hentikan dulu wawancara,  urusan shalat jamaah masih lebih penting,” katanya sambil menyambar peci  di atas meja kerjanya. *Sarmadani/Suara Hidayatullah OKTOBER 2009</p>
<p>Sumber: http://majalah.hidayatullah.com/?p=610</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=469&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/mengubah-mental-pegawai-dengan-khuruj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Mengikuti Para Shahabat RA</title>
		<link>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 01:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik,  karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah  dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah  swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN  TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat  RA.
Para Shahabat RA tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik,  karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah  dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah  swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN  TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat  RA.</p>
<p>Para Shahabat RA tidak semua hafidz quran, tidak semua  hafidz hadist ribuan, TETAPI para Shahabat RA mempunyai keinginan dan  terus dipegangnya untuk Ta&#8217;at kepada Allah swt dan Rasulullah SAW.</p>
<p>Abu  Bakar RA tidak perlu banyak Ilmu untuk MULAI BERDA&#8217;WAH, setelah masuk  Islam besoknya telah mengajak 5 orang untuk masuk Islam di depan  Rasulullah SAW. Ummar RA baru juga masuk Islam, tetapi sudah berani  mengetuk rumah musuh Ummat Islam saat itu, yaitu Abu Jahal. Untuk  memberitahukan keislamanannya.</p>
<p>Ali RA juga masih kecil sudah  menjadi DALIL DA&#8221;WAH ketika Abu Dzar RA yang belum masuk ingin bertemu  Da&#8217;wah. Begitu juga Amar Bin Yasir RA belum banyak hafalan quran dan  hadist, karena memang baru masuk Islam. Telah memberikan penjelasan  kepada kedua orangtuanya ketika patung sembahan orangtuanya hancur, dan  MENGAJAK ISlam.</p>
<p>ILMU, AMAL dan DA&#8217;WAH di jaman para shahabat RA  bukan dahulu ILMU ditumpuk dahulu, tetapi CUKUP dengan jelas dan yakin  meskipun sedikit sekali, maka para Shahabat RA sudah bisa menerjuni apa  yang dicontohkan Rasulullah SAW, mereka para shahabat RA beramal dan  berda&#8217;wah. MESKIPUN baru masuk Islam dan tidak banyak Ilmunya.</p>
<p>Apakah  kita ingin seperti para Shahabat RA yang sudah mendapatkan janji Allah  swt dan Rasulullah SAW? Maka ikutilah dan tirulah para Shahabat RA  sesuai dengan kemampuan kita.</p>
<p>Kitab Hayatush Shahabat, Maulana  Yusuf Rah, ataupun kisah-kisah para Shahabat, Maulana Dzakaria Rah, yang  ditulis Ulama tentunya memberikan pandangan dan pemahaman kita terhadap  kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.</p>
<p>Ataupun kita  membaca kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah, ataupun Fadhilah  Amal, Maulana Dzakaria Rah, dapat memberikan semangat dorongan untuk  beramal dan berda&#8217;wah.</p>
<p>Tetantunya semua itu dalam rangka kita  sendiri MELAKUKAN ISHLAH diri kita dan kaum muslimin di manapun berada.  Dan dengan ini menjadi asbab hidayah di seluruh alam, dan boleh jadi  banyak manusia lainnya masuk ke dalam agama yang mulia, Al-Islam.</p>
<p>Meskipun  kita baru mengetahuii dan menyakininya satu ayat ataupun hadist  Rasulullah SAW ataupun potongan hadist Rasulullah SAW, maka tetap kita  perlu menyampaikan satu ayat, satu hadist ataupun potongan hadist itu.  KARENA itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, (Ballighu &#8216;anni walau  ayat) (HR Bukhari), dan itu pula dilakukan para Shahabat RA.</p>
<p>Maka  kalau ada yang mengatakan bahwa HANYA SALAFI yang berada di jalan  manhajnya para Shahabat RA, maka tentunya hal itu KELIRU BESAR. KARENA  semua orang bisa mengikuti para Shahabat RA sesuai dengan kemampuan dan  tingkatannya, dan kita juga bisa kalau memang kita mau untuk melakukan  ISHLAH (memperbaiki diri) dan mengikuti para Shahabat RA. Insya Allah  &#8230;.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=464&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/indahnya-mengikuti-para-shahabat-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan menjadi asbab hidayah</title>
		<link>http://usahadawah.com/burung-hud-hud-yang-mempunyai-peran-dalam-dawah-dan-menjadi-asbab-hidayah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/burung-hud-hud-yang-mempunyai-peran-dalam-dawah-dan-menjadi-asbab-hidayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 00:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-Kisah Tauladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Dear All,
Coba kita pelajari dengan baik kisah yang dijelaskan dalam Al-quran, perihal Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan menjadi asbab hidayah.Kita tidak boleh menyepelekan peran kalangan kaum muslimin yang lemah atau belum banyak Ilmunya terjun dalam kerja da&#8217;wah ini. Kisah ini akan menjadi renungan kita semua, bagaimana burung bisa mempunyai peran dalam da&#8217;wah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All,</p>
<p>Coba kita pelajari dengan baik kisah yang dijelaskan dalam Al-quran, perihal Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan menjadi asbab hidayah.Kita tidak boleh menyepelekan peran kalangan kaum muslimin yang lemah atau belum banyak Ilmunya terjun dalam kerja da&#8217;wah ini. Kisah ini akan menjadi renungan kita semua, bagaimana burung bisa mempunyai peran dalam da&#8217;wah dan asbab Hidayah? Mudah-mudahan kita semua menjadi bagian dari asbab hidayah di seluruh alam.</p>
<p><span id="more-461"></span></p>
<p><strong>(QS An Naml (27): 20-44)</strong></p>
<p>20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: &#8220;Mengapa aku tidak melihat hud-hud[1093], apakah dia termasuk yang tidak hadir.</p>
<p>21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.&#8221;</p>
<p>22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: &#8220;Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba[1094] suatu berita penting yang diyakini.</p>
<p>23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita[1095] yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.</p>
<p>24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,</p>
<p>25. agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi[1096] dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.</p>
<p>26. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai &#8216;Arsy yang besar.&#8221;</p>
<p>27. Berkata Sulaiman: &#8220;Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.</p>
<p>28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan&#8221;</p>
<p>29. Berkata ia (Balqis): &#8220;Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.</p>
<p>30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: &#8220;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.</p>
<p>31. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.&#8221;</p>
<p>32. Berkata dia (Balqis): &#8220;Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).&#8221;</p>
<p>33. Mereka menjawab: &#8220;Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan</p>
<p>34. Dia berkata: &#8220;Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.</p>
<p>35. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.&#8221;</p>
<p>36. Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: &#8220;Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.</p>
<p>37. Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina.&#8221;</p>
<p>38. Berkata Sulaiman: &#8220;Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.&#8221;</p>
<p>39. Berkata &#8216;Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: &#8220;Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya</p>
<p>40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: &#8220;Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.&#8221; Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: &#8220;Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.&#8221;</p>
<p>41. Dia berkata: &#8220;Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya).&#8221;</p>
<p>42. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: &#8220;Serupa inikah singgasanamu?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya[1098] dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.&#8221;</p>
<p>43. Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.</p>
<p>44. Dikatakan kepadanya: &#8220;Masuklah ke dalam istana.&#8221; Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: &#8220;Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.&#8221; Berkatalah Balqis: &#8220;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam (QS An Naml (27): 20-44)</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=461&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/burung-hud-hud-yang-mempunyai-peran-dalam-dawah-dan-menjadi-asbab-hidayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Itikaf</title>
		<link>http://usahadawah.com/itikaf/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/itikaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 02:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Kepada kaum muslimin yang berbahagia,
Kami mengungkapkan perihal &#8216;itikaf, setelah ada sebagian kaum muslimin yang bertanya &#8220;Apakah Nabi juga mencontohkan i&#8217;tikaf 40 hari dan sebagainya ?&#8221;. Pertanyaan ini tentunya sangat berhubungan dengan kalangan ahli da&#8217;wah dan tabligh yang mempunyai program Khuruj (keluar) 40 hari, 3 hari, 4 bulan.
Apa tujuannya mereka bertanya seperti itu? Apakah mereka berkeinginan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada kaum muslimin yang berbahagia,</p>
<p>Kami mengungkapkan perihal &#8216;itikaf, setelah ada sebagian kaum muslimin yang bertanya &#8220;Apakah Nabi juga mencontohkan i&#8217;tikaf 40 hari dan sebagainya ?&#8221;. Pertanyaan ini tentunya sangat berhubungan dengan kalangan ahli da&#8217;wah dan tabligh yang mempunyai program Khuruj (keluar) 40 hari, 3 hari, 4 bulan.</p>
<p>Apa tujuannya mereka bertanya seperti itu? Apakah mereka berkeinginan mengatakan bahwa keluar 40 hari ini bertentangan dengan syariat Islam dan bid&#8217;ah, karena tidak ada dalilnya yang jelas atau tidak ada penjelasan yang mendukungnya dengan jelas pula? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka sebaiknya kita mempelajari bahasan apa itu &#8216;Itikaf? Apakah &#8216;itikaf hanya bulan ramadhan? Apakah &#8216;itikaf itu HANYA 10 hari saja? Atau bisa 1 hari, 1 jam bahkan beberapa menit?</p>
<p><span id="more-456"></span>Kami daftar beberapa link situs yang cukup baik untuk dipelahari perihal &#8216;itikaf ini, termasuk dari kalangan salafi sendiri supaya menjadi jelas adanya perihal &#8216;itikaf itu.</p>
<p>1. <a href="http://www.ikadi.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=121:keutamaan-dan-adab-itikaf&amp;amp;catid=41:tafakkur&amp;amp;Itemid=72" target="_blank">http://www.ikadi.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=121:keutamaan-dan-adab-itikaf&amp;amp;catid=41:tafakkur&amp;amp;Itemid=72</a><br />
2. <a href="http://www.al-ikhwan.net/fiqh-itikaf-72/" target="_blank">http://www.al-ikhwan.net/fiqh-itikaf-72/</a><br />
3. <a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html" target="_blank">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/lailatul-qadar-dan-itikaf.html</a><br />
4. <a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/waktu-iktikaf.htm" target="_blank">http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/waktu-iktikaf.htm</a><br />
5. <a href="http://www.dakwatuna.com/2010/panduan-itikaf/" target="_blank">http://www.dakwatuna.com/2010/panduan-itikaf/</a></p>
<p>Kita dapat mempelajari dari beberapa situs di atas, kita akan mendapatkan penjelasan bahwa &#8216;itikaf ini merupakan menetapnya di dalam masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Mungkin kita kaum muslimin mengenal &#8216;itikaf itu HANYA ketika bulan ramadhan, padahal kita sendiri dapat melakukan &#8216;itikaf kapan saja dengan jumlah waktu yang disesuaikan. &#8216;itikaf di bulan Ramadhan itu merupakan amal yang makhsyur, tetapi Rasulullah SAW sendiri pernah melakukan &#8216;itikaf 10 hari di bulan syawal.</p>
<p>Ketika kalangan yang sedang khuruj 40 hari, tidak terus-menerus tinggal di dalam masjid, karena ada program silaturahmi khususi untuk kalangan khas, jaulah (silaturahmi keliling masjid) umumi ketika akan ada ceramah perihal iman dan amal sholeh, ataupun jaulah ta&#8217;lim. Artinya tidak secara penuh di dalamnya, bahkan kadangkala mengunjungi orang sakit.</p>
<p>Oleh karena itu ketika di dalam masjid perlu diniatkan untuk &#8216;itikaf, termasuk di dalamnya aktifitas bayan, taqrir, mudzakarah, bayan, ta&#8217;lim, ataupun dzikir pagi petang ataupun sholat-sholat sunnah dan baca quran lainnya. &#8216;itikaf di bulan ramadhan itu merupakan &#8216;itikaf yang sangat khusus, tetapi ada penjelasan lainnya dibolehkan &#8216;itikaf tidak hanya di bulan ramadhan dengan jumlah waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya.</p>
<p><strong>Sama halnya dengan orang yang sedang khuruj 40 hari, tidak menjadi masalah dan bukan merupakan hal yang bertentang dengan syariat Islam ketika menjalankan khuruj dan juga &#8216;itikaf selama itu, meskipun sebenar-sebenarnya terpotong-potong &#8216;itikafnya karena ada program keluar dari masjid itu untuk silaturahmi. Silaturahmi dan menunaikan hajat kaum muslimin itu lebih utama da&#8217;ri &#8216;itikaf itu sendiri.<br />
</strong></p>
<p><strong>Silahkan pelajari perihal &#8216;itikaf itu, dan salah satunya ada dari kalangan salafi sendiri yang kami pergunakan. Karena pada intinya tidak ada masalah. </strong></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=456&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/itikaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

