Indahnya Mengikuti Para Shahabat RA
Indahnya mengikuti para Shahabat RA dengan baik, karena memang para Shahabat RA sebagai contoh generasi yang telah dibina oleh Rasulullah SAW. Generasi ini telah mendapatkan Ridho Allah swt dan Rasulullah SAW. SIAPAPUN kita, DARIMANAPUN kita, APAPUN TINGKATAN kita sangat dituntut untuk dapat meniru generasi para Shahabat RA.
Para Shahabat RA tidak semua hafidz quran, tidak semua hafidz hadist ribuan, TETAPI para Shahabat RA mempunyai keinginan dan terus dipegangnya untuk Ta’at kepada Allah swt dan Rasulullah SAW.
Abu Bakar RA tidak perlu banyak Ilmu untuk MULAI BERDA’WAH, setelah masuk Islam besoknya telah mengajak 5 orang untuk masuk Islam di depan Rasulullah SAW. Ummar RA baru juga masuk Islam, tetapi sudah berani mengetuk rumah musuh Ummat Islam saat itu, yaitu Abu Jahal. Untuk memberitahukan keislamanannya.
Ali RA juga masih kecil sudah menjadi DALIL DA”WAH ketika Abu Dzar RA yang belum masuk ingin bertemu Da’wah. Begitu juga Amar Bin Yasir RA belum banyak hafalan quran dan hadist, karena memang baru masuk Islam. Telah memberikan penjelasan kepada kedua orangtuanya ketika patung sembahan orangtuanya hancur, dan MENGAJAK ISlam.
ILMU, AMAL dan DA’WAH di jaman para shahabat RA bukan dahulu ILMU ditumpuk dahulu, tetapi CUKUP dengan jelas dan yakin meskipun sedikit sekali, maka para Shahabat RA sudah bisa menerjuni apa yang dicontohkan Rasulullah SAW, mereka para shahabat RA beramal dan berda’wah. MESKIPUN baru masuk Islam dan tidak banyak Ilmunya.
Apakah kita ingin seperti para Shahabat RA yang sudah mendapatkan janji Allah swt dan Rasulullah SAW? Maka ikutilah dan tirulah para Shahabat RA sesuai dengan kemampuan kita.
Kitab Hayatush Shahabat, Maulana Yusuf Rah, ataupun kisah-kisah para Shahabat, Maulana Dzakaria Rah, yang ditulis Ulama tentunya memberikan pandangan dan pemahaman kita terhadap kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.
Ataupun kita membaca kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi Rah, ataupun Fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah, dapat memberikan semangat dorongan untuk beramal dan berda’wah.
Tetantunya semua itu dalam rangka kita sendiri MELAKUKAN ISHLAH diri kita dan kaum muslimin di manapun berada. Dan dengan ini menjadi asbab hidayah di seluruh alam, dan boleh jadi banyak manusia lainnya masuk ke dalam agama yang mulia, Al-Islam.
Meskipun kita baru mengetahuii dan menyakininya satu ayat ataupun hadist Rasulullah SAW ataupun potongan hadist Rasulullah SAW, maka tetap kita perlu menyampaikan satu ayat, satu hadist ataupun potongan hadist itu. KARENA itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, (Ballighu ‘anni walau ayat) (HR Bukhari), dan itu pula dilakukan para Shahabat RA.
Maka kalau ada yang mengatakan bahwa HANYA SALAFI yang berada di jalan manhajnya para Shahabat RA, maka tentunya hal itu KELIRU BESAR. KARENA semua orang bisa mengikuti para Shahabat RA sesuai dengan kemampuan dan tingkatannya, dan kita juga bisa kalau memang kita mau untuk melakukan ISHLAH (memperbaiki diri) dan mengikuti para Shahabat RA. Insya Allah ….
Popularity: 20% [?]
Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da’wah dan menjadi asbab hidayah
Dear All,
Coba kita pelajari dengan baik kisah yang dijelaskan dalam Al-quran, perihal Burung Hud-Hud yang mempunyai peran dalam da’wah dan menjadi asbab hidayah.Kita tidak boleh menyepelekan peran kalangan kaum muslimin yang lemah atau belum banyak Ilmunya terjun dalam kerja da’wah ini. Kisah ini akan menjadi renungan kita semua, bagaimana burung bisa mempunyai peran dalam da’wah dan asbab Hidayah? Mudah-mudahan kita semua menjadi bagian dari asbab hidayah di seluruh alam.
Popularity: 37% [?]
‘Itikaf
Kepada kaum muslimin yang berbahagia,
Kami mengungkapkan perihal ‘itikaf, setelah ada sebagian kaum muslimin yang bertanya “Apakah Nabi juga mencontohkan i’tikaf 40 hari dan sebagainya ?”. Pertanyaan ini tentunya sangat berhubungan dengan kalangan ahli da’wah dan tabligh yang mempunyai program Khuruj (keluar) 40 hari, 3 hari, 4 bulan.
Apa tujuannya mereka bertanya seperti itu? Apakah mereka berkeinginan mengatakan bahwa keluar 40 hari ini bertentangan dengan syariat Islam dan bid’ah, karena tidak ada dalilnya yang jelas atau tidak ada penjelasan yang mendukungnya dengan jelas pula? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka sebaiknya kita mempelajari bahasan apa itu ‘Itikaf? Apakah ‘itikaf hanya bulan ramadhan? Apakah ‘itikaf itu HANYA 10 hari saja? Atau bisa 1 hari, 1 jam bahkan beberapa menit?
Popularity: 24% [?]
Musyawarah itu merupakan sunnah besar Nabi Muhammad SAW, malahan dipandang sebagai taklid buta karena Musyawarah sampai ke Nizamuddin
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Kami sempat memberikan pandangan berimbang pada tulisan di bawah ini:
Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.
TAKLID BUTA ALA SUFI
Salah satu ajaran Sufi yang sangat populer ialah ketundukan mutlak kepada pemimpin atau guru, benar ataupun salah perintah gurunya itu. Ali Wafa berkata, “Murid yang sejati dalam berperilaku di hadapan syaikhnya, laksana mayat yang terbaring di hadapan petugas yang memandikannya.” Al Ghazzali berkata, “Hendaklah ia ketahui, mengikuti kesalahan gurunya bila benar salah, lebih bermanfaat daripada mengikuti pendapatnya, meski pendapatnya itu benar.” (Ibid III/76).
Kelihatannya, prinsip taklid buta ini juga dipegang oleh Jama’ah Tabligh. Dalam buku Hikmah Usaha Hidayat, karangan Muhammad Yunus Suraji Panidi, hal. 102 disebutkan, “Jama’ah manapun yang datang dari luar negeri sekali pun, apabila mengusulkan atau mengajukan sesuatu yang baru dalam hal kerja Tabligh ini, hendaklah segera menghubungi Nizhamuddin (Markas Besar mereka di India), sebelum menerima dan mengamalkan apapun usulan itu, walaupun kelihatan baik.”
Penanya: Abdul Halim Firhad
Dijawab oleh: Abu Umair Muhammad Al Makassari (Alumni Ma’had Ilmi)
Popularity: 31% [?]
Program Kerja Sistematik Amal Islami Banyak di Kalangan Ummat Islam, Cukup Aneh Jika Ada Yang Mengomentari Usaha Da’wah Dan Tabligh
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Program kerja sistematik amal Islami telah banyak di kalangan ummat Islam, sehingga cukup aneh jika ada yang mengomentari terhadap program kerja sistematik yang dilakukan usaha da’wah dan tabligh (orang menyebutnya Jama’ah Tabligh – JT). Sebagian kalangan salafi begitu bersemangat mengomentari perihal program kerja sistematik usaha da’wah dan tabligh, mana dalil 3 hari, 40 hari, 4 bulan, mana dalil khuruj, dsb.
Nampaknya komentar-komentar ini ada benarnya karena yang mengomentari itu adalah orang-orang yang berilmu. Tetapi kita cukup menyayangkan karena ketika memberikan komentar bahkan memberikan hukuman sebagai ahli bid’ah, pembuat syariat baru dsb, tidak memperhatikan secara menyeluruh dan sistematik. Kami tidak akan memberikan pandangan terhadap komentar-komentar itu, karena sudah cukup banyak dalam blog ini.
Popularity: 27% [?]
Perhatikan Empat Amal Masjid
Sehingga ahli da’wah dan tabligh ketika khuruj apakah 3 hari, 40 hari, 4 bulan, selalu dipesankan untuk mengajak pikir ke orang tempatan untuk menghidupkan empat amal maqomi masjid, karena memang hal itu ada pesan dan nasehat Rasulullah SAWnya.
Sebuah estafet kerja untuk kebaikan seluruh kaum muslimin di muka bumi, serta juga ummat manusia. Itulah bukti dari Rahmatan Lil ‘alamiin.
Popularity: 7% [?]
Usaha da’wah dan tabligh memberikan program kerja sistematik secara amali
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Usaha da’wah dan tabligh ini memberikan program kerja sistematik rapih secara amali, tidak hanya dalam teori semata. Bagaimana mungkin dapat memberikan perbaikan-perbaikan secara berkelanjutan kalau hanya dalam bentuk teori (baca: penjelasan-penjelasan) semata?
Penjelasan-penjelasan sangat diperlukan untuk menambah kepahaman terhadap satu perkara, tetapi tanpa adanya bentuk amal-amal yang dapat dirasakan untuk proses perbaikan itu, maka dengan sendirinya penjelasan-penjelasan itu tidak dapat memberikan perbaikan-perbaikan itu.
Popularity: 6% [?]

Recent Comments