Silaturahmi merupakan landasan utama KHURUJ

Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,

Ada sebagian kaum muslimin mengatakan bahwa Khuruj itu merupakan bid’ah, Khuruj itu tidak ada landasan al-quran dan as-sunnah, dsb. Kami (penulis tulisan ini) yang telah merasakan terjun dalam aktifitas Khuruj ini mempunyai pandangan yang berbeda dan juga secara teratur mengkaji Khuruj itu melalui sumber-sumber Para Ulama sebelumnya yang telah ada. Khuruj ini mempunyai landasan al-quran dan as-sunnah yang kuat.

Continue reading

Popularity: 9% [?]

Kaidah dan Landasan Bagi Juru Dakwah

Kepada Kaum Muslimin yang berbahagia,

Kami kopikan terhadap sebuah tulisan yang berada di : http://myquran.com/forum/showthread.php/19173-Kaidah-dan-Landasan-Bagi-Juru-Dakwah; dan kami telah memberikan beberapa tulisan singkat berkaitan dengan hal tulisan di bawah ini. Mudah-mudahan kami akan tulisan juga dalam situs ini secara berkala.

Yang ditulis dalam Al-Wajiiz fii ‘Aqiidatis-Salafish-Shaalih oleh Asy-Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdil-Hamiid Al-Atsariy, Intisari ‘Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (penerjemah : Farid bin Muhammad Bathathiy), Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. 2/1428 H
Continue reading

Popularity: 7% [?]

KHURUJ memberikan kerangka amaliyyah dan ilmiyyah berdasarkan Al-quran dan As-sunnah (1)

Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,

Sebagian kaum muslimin memberikan penilaian terhadap Khuruj ini yang biasa dilakukan usaha da’wah dan tabligh (orang menyebutnya sebagai Jama’ah Tabligh (JT)) sebagai perkara bid’ah dan bertentangan dengan al-quran dan as-sunnah.

Kami akan berikan beberapa tulisan secara berkala yang memperlihatkan “KHURUJ memberikan kerangka Amaliyyah dan Ilmiyyah berdasarkan pada Al-quran dan As-Sunnah”. Dan untuk mempelajari hal itu, maka tentunya kita perlu mempelajari dari dua sisi sumber yaitu “LANGSUNG TERJUN KHURUJ” dan “MENGGALI SUMBER DALIL”.

Dalam KHURUJ selalu menjaga musyawarah. Amal/kerja MUSYAWARAH merupakan aktifitas yang selalu dijaga ketika KHURUJ, dan hal ini mempunyai landasan sunnah Rasulullah SAW. Di bawah ini merupakan sebagian keterangan untuk hal itu:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA katanya: “Aku belum pernah melihat seorangpun yang paling sering bermusyawarah dengan para Shahabatnya selain Rasulullah SAW” (HR Tirmidzi, bab tentang musyawarah hadist 1714)

Dari Ali RA menceritakan, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah SA, “Wahai Rasulullah, jika kami menjumpai suatu urusan yang belum jelas mengenainya apakah diperintah atau dilarang, apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Musyawarahkanlah urusan itu dengan para fuqaha (orang-orang yang mendalam kefahaman agamanya) dan para ‘abidin (orang-orang sholeh), dan janganlah kalian memutuskan urusan itu dengan hanya mengikuti pendapat orang tertentu” (HR Thabrani dalam al-awsath, dan sanad-sanadnya dipercaya dari para perawi yang shahih, Majma’uz Zawaid I/428)

Dari Ibnu Abbas RA menceritakan: “Ketika turun ayat ayat ‘Bersmusyawarah engkau dengan mereka dalam segala urusan’. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya tidak memerlukan Musyawarah, tetapi Allah swt telah menjadikan musyawarah ini sebagai rahmat bagi ummatku. Oleh karena itusiapa saja di antara ummatku yang melakukan musyawarah, maka ia tidak akan kehilangan bimbingan (jalan yang lurus), sebaliknya barangsiapa di antara ummatku yang meninggalkan musyawarah, maka tidak akan hilang kesulitannya (yakni ia selalu dalam kesulitan)” (HR Baihaqi VI/76)

Sumber: Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (Hadist-Hadist Pilihan Enam Sifat Para Shahabat RA), Maulana Yusuf Rah, hal-753.

Amal/kerja MUSYAWARAH merupakan aktifitas yang selalu dijaga ketika KHURUJ, dan hal ini mempunyai landasan sunnah Rasulullah SAW. Di bawah ini merupakan sebagian keterangan untuk hal itu:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA katanya: “Aku belum pernah melihat seorangpun yang paling sering bermusyawarah dengan para Shahabatnya selain Rasulullah SAW” (HR Tirmidzi, bab tentang musyawarah hadist 1714)

Dari Ali RA menceritakan, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah SA, “Wahai Rasulullah, jika kami menjumpai suatu urusan yang belum jelas mengenainya apakah diperintah atau dilarang, apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Musyawarahkanlah urusan itu dengan para fuqaha (orang-orang yang mendalam kefahaman agamanya) dan para ‘abidin (orang-orang sholeh), dan janganlah kalian memutuskan urusan itu dengan hanya mengikuti pendapat orang tertentu” (HR Thabrani dalam al-awsath, dan sanad-sanadnya dipercaya dari para perawi yang shahih, Majma’uz Zawaid I/428)

Dari Ibnu Abbas RA menceritakan: “Ketika turun ayat ayat ‘Bersmusyawarah engkau dengan mereka dalam segala urusan’. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya tidak memerlukan Musyawarah, tetapi Allah swt telah menjadikan musyawarah ini sebagai rahmat bagi ummatku. Oleh karena itusiapa saja di antara ummatku yang melakukan musyawarah, maka ia tidak akan kehilangan bimbingan (jalan yang lurus), sebaliknya barangsiapa di antara ummatku yang meninggalkan musyawarah, maka tidak akan hilang kesulitannya (yakni ia selalu dalam kesulitan)” (HR Baihaqi VI/76)

Sumber: Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (Hadist-Hadist Pilihan Enam Sifat Para Shahabat RA), Maulana Yusuf Rah, hal-753.

Popularity: 11% [?]

Tidaklah tepat salafi berpandangan bahwa tulisan JT tidak ada satupun tulisan yang berlandasan Al-quran dan As-Sunnah berpahaman salafush sholeh

kepada Kaum muslimin yang berbahagia,

Kami mendapatkan bagian pandangan itu dari: http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/07/24/kritik-ijtima%E2%80%99-tahunan-jama%E2%80%99ah-tabligh

Tidaklah tepat sebagian salafi berpandangan bahwa tulisan JT tidak ada satupun tulisan yang berlandaskan Al-quran dan As-Sunnah berpahaman salafush sholeh. Pandangan salafi terhadap JT ini sangat berlebihan dan tidak tepat adanya. Kami yang mendalami kitab-kitab yang dipelajari secara ijtimaiyyah dalam program JT banyak memperlihatkan sumber-sumbernya dari para Ulama dulu, dan juga berlandaskan pada al-quran dan as-sunnah.

Dan pandangan ini bukan kira-kira atau mengarang semata, karena kami sendiri mempunyai sumber-sumber kitab-kitab para Ulama dulu yang cukup memadai, dalam bentuk hardcopy yang cukup banyak termasuk seluruh syarh kutubus sittah tentunya dan kitab-kitab tafsir Ulama yang biasanya dikatagorikan sebagai ibunya tafsir Sunnah Wal jama’ah, dan juga dalam bentuk softcopy yang biasa dikumpulkan dari sumber-sumber yang cukup baik.

Kalau dikatakan tidak ada satupun tulisan yang berlandaskan al-quran dan as-sunnah berpahaman salafush sholeh, maka jelas hal ini sangat berlebihan sekali. Karena kami menemukan beberapa bagiannya berasal dari para Ulama dulu juga. Semua kaum muslimin mempunyai pendalaman kurikulum dan silabus dalam madrasahnya, tentunya tidak akan semuanya sama tetapi setidaknya ada sebagiannya yang sama.

Di dalam buku fadhilah dzikir di sana terdapat cuplikan ringkasan fadhilah dzikir yang disusun dari Ulama Imam Ibnul Qoyyim Rah. Disamping juga terdapat bagian pendalaman yang secara khusus dan berulang-ulang dengan pelajaran dari kehidupan-kehidupan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.

Sehingga Tidaklah tepat salafi berpandangan bahwa tulisan JT tidak ada satupun tulisan yang berlandaskan Al-quran dan As-Sunnah berpahaman salafush sholeh. Tidaklah sederhana  mengatakan bahwa tulisan-tulisan kalangan Ulama yang telah lama dalam usaha da’wah dan tabligh ini tidak mempunyai rujukan-rujukan para Ulama salafush sholeh.

Sehingga untuk membuktikannya adalah pelajari saja rujukan-rujukan yang dipergunakanya, dengan hal itu siapapun dapat mempelajarinya dengan jelas. Maka kami sudah membuktikan sendiri, karena memang kami sendiri mempunyai sebagian rujukan kitab-kitab itu. Dan kami anjurkan kepada kaum muslimin untuk terbiasa meneliti dengan baik, dan tidak menggunakan kira-kira semata.

Popularity: 5% [?]

Khuruj merupakan salah satu ijtihad untuk perbaikan kaum muslimin dari sekian banyak ijtihad-ijtihad lainnya

Kepada Kaum Muslimin Yang Berbahagia,

Khuruj merupakan salah satu ijtihad untuk perbaikan kaum muslimin dari sekian banyak ijtihad-ijtihad lainnya. Jika kita mau berpikir sejenak saja, kita akan mendapatkan macam-macam ijtihad yang dilakukan para Ulama dan cendekia Kaum Muslimin bagaimana kaum muslimin ini mengalami perubahan atau perbaikan atau ishlah yang baik, dan tentunya berkelanjutan.

Kita semua kaum muslimin mengenal dengan namanya pesantren. Istilah pesantren tidak akan pernah kita temukan dalam kajian-kajian kitab Ulama ahli hadist, karena memang Pesantren itu merupakan istilah yang bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi berasal dari bahasa lain. Tetapi sekarang dipergunakan menjadi sebuah istilah tetap, bahkan kalau kita bercerita pesantren, maka tentunya hal itu berhubungan dengan Islam.

Pesantren merupakan tempat pengajaran, pendalaman dan pengkajian ilmu-ilmu Islam. Setiap orang yang masuk ke pesantren Islam, maka tentunya harus mengikuti aturan atau cara-cara yang diterapkan dalam pesantren yang bersangkutan. Tentunya para ustadz/Ulama yang membangun dan mengembangkan pesantren untuk menyusun aktifitas-aktifitas yang berlandaskan pada amal-amal Islam itu sendiri:

  • Semua santri diharuskan untuk selalu sholat wajib berjama’ah
  • Semua santri diharuskan mengikuti pelajaran/ceramah setelah sholat shubuh dan maghrib
  • Semua santri diharuskan mengikuti kelas-kelas yang sudah ditetapkan di jam-jam tertentu
  • Semua santri diharuskan mengikuti kurikulum dan silabus yang ditetapkan
  • Semua santri diharuskan mengikuti program atau bakti ke masyarakat sekitarnya
  • Santri-santri yang sudah mapan akan disuruh untuk menjadi khatib jum’at di masjid-masjid masyarakat
  • Sebelum masuk ke pesantren, biasanya terjadi serah terima antara orangtua dan ustadz di pesantren
  • dsb

Semua amal-amal di atas itu banyak sekali pelajarannya dalam a-quran dan as-sunnah. Meskipun istilah pesantren tidak ada dalam istilah hadist, tetapi mungkin hanya ada di Indonesi dan daratan Nusantara. Istilah ini sudah menjadi umum, dan tidak ada yang mempermasalahkannya kembali. Pesantren itu jelas merupakan ijtihad dari Ulama-Ulama dulu yang berada di tataran Nusantara untuk dapat memberikan pengajaran Islam dengan baik.

Kitapun mengenal dengan Universitas al-azhar, Universitas Ummul Quro dsb, tempat-tempat ini juga merupakan tempat belajar kaum muslimin dari berbagai lapisan dunia bahkan. Dan di dalamnya juga mempunyai aturan dan penelahaan terhadap pola pendidikan yang perlu dijalankannya.

Universitas-universitas Islam ini memberikan pendidikan berdasarkan tingkatan, ada tingkat Sarjana (S1), atau tingkat master (S2), dan bahkan tingkat Doktor (S3), serta pengajarnya juga menggunakan gelar Professor. Sekarang kita berpikir saja, apakah ada perihal S1, S2, S3 dan Professor itu dalam kajian kitab-kitab Islam dulu termasuk dalam hadist Rasulullah SAW.

Siapa yang melakukan kajian terhadap pola pendidikan itu? Tentunya negara-negara lain yang telah mempunyai sistem filsafat pendidikan yang berbeda, dan hal itu lebih dikenal di dunia barat. Para Ulama kaum muslimin melakukan kajian dan akhirnya membuat Ijtihad terhadap pola-pola pendidikan itu, dan ada yang diadopsinya dengan baik. Dan banyak sekali Ulama bergelar DR dalam bidang fiqh, syariah, hadist dsb.

Bagaimana sekarang dengan Khuruj yang sekarang banyak dikomentari sebagai bid’ah dholalah oleh sebagian kaum muslimin? Khuruj merupakan salah satu metoda yang dihasilkan melalui ijtihad seorang Ulama juga. Tentunya penelitian-penelitian antara Khuruj, Pesantren, dan Universitas itu akan berbeda-beda polanya.

Semua Ulama sunnah Wal jama’ah sepakat bahwa Iman itu naik dan turun, bergantung pada amal-amal yang dijalankannya. Jika dalam suasana agama dan amal sholeh, tentunya Iman itu akan bertambah subur; tetapi begitupun sebaliknya jika dalam suasana amal-amal salah/maksyiat, maka tentunya Iman ini akan melemah.

Khuruj merupakan program usaha da’wah dan tabligh (orang menyebutnya JT) hasil dari kajian dan penelitian mendalam terhadap kisah-kisah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, dan tentunya juga tidak melepaskan dari sumber-sumber Ulama Sunnah Wal Jama’ah. Salah satunya seperti di atas, Iman itu bisa naik dan turun.

JIka dipelajari mendalam perihal Khuruj ini mulai dari tasykil, kemudian bayan hidayah (penjelasan sebelum keluar) sampai dengan bayan tangguh (penjelasan/ceramah sebelum pulang ke rumah masing-masing), seluruhnya banyak sekali amal-amal Islam di dalamnya yang disusun secara ijtimaiyyah; dan juga tentunya setiap pribadi akan berusaha melakukan untuk meningkatkan secara pribadi dalam amal-amal Islam, dan itu merupakan amal infirodhiyyah.

Kami tidak perlu menuliskan dalil-dalil yang lengkapnya, dan silahkan untuk mempelajari dengan baik terhadap amal-amal Islam yang biasa dilakukan ketika khuruj.

  1. Silaturahmi
  2. Da’wah
  3. Ta’lim wa ta’allum
  4. Sholat berjama’ah
  5. Dzikir pagi dan petang (diajarkan para masyaikh da’wah yang paling ringan dibandingkan dengan susunan Ulama lainnya dalam dzikir pagi dan petang berdasarkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW).
  6. Adab-adab harian
  7. halaqah quran
  8. Mudzakarah para Shahabat
  9. Khidmat kepada kaum muslimin
  10. Ta’at pada amir rombongan
  11. Musyawarah
  12. Bayan/ceramah umum
  13. dsb.

Begitu banyak amal-amal Islam yang dilakukan ketika Khuruj, menjadi satu kesatuan untuk melakukan perbaikan/ishlah pada diri orang-orang yang mengikutinya, dan tentunya juga kepada kaum muslimin yang didatanginya.

Sehingga cukup aneh rasanya Khuruj dianggap sebagai syariat baru ataupun bid’ah dholalah. Karena cara melakukan perbandingannya itu tidak tepat, atau tidak apple-to-apple, maka tentunya bisa salah secara besar dalam pengambilan kesimpulan itu.

Popularity: 6% [?]

Tidaklah tepat salafi berpandangan bahwa Khuruj JT bid’ah dholalah (1)

Kepada kaum muslimin yang berbahagia,

Tidaklah tepat salafi mempunyai pandangan bahwa Khuruj JT bid’ah dholalah. Kita dapat pelajari secara mendalam hal ini dengan kajian secara dalil naqli dan aqli untuk membuka wacana bahwa pandangan bahwa Khuruj JT bid’ah dholalah tidak tepat.

Perkara Khuruj ini merupakan perkara yang luas cakupannya, karena hal ini merupakan metoda sistematik yang dihasilkan dari melalui ijtihad panjang dari seorang Ulama. Sehingga kalau membuka dengan dalil-dalil, maka tentunya harus juga menggali terhadap semua aktifitas yang dilakukan dalam khuruj itu sendiri.

Khuruj merupakan kesatuan banyak sekali amal-amal Islam yang ditujukan untuk meningkatkan semangat amal-amal Islam pada diri kaum muslimin yang mendalaminya secara baik. Dalam kaidah aqidah sunnah Wal jama’ah bahwa amal-amal sholeh itu dapat meningkatkan Iman, dan perbuatan maksyiat dapat menurunkan Iman. Sehingga suasana amal-amal sholeh yang disusun ketika khuruj dapat meningkatkan Iman.

Sehingga tidak heran, baru keluar 3 hari saja bisa memberikan pengaruh besar. Oleh karena itu, tentunya kaum muslimin yang mengikuti program khuruj sebaiknya untuk mengikuti tertib dan ushul dengan baik, untuk mendapatkan hasil yang baik itu.

Kami akan sampaikan dalil-dalil yang menunjukan terhadap amal-amal yang biasa dilakukan ketika khuruj. Dan semua amal-amal itu mempunyai landasan syariat yang kuat. Allah swt menekankan perihal Musyawarah, dan ketika Khuruj Musyawarah sudah menjadi satu keharusan untuk dilakukan.

Allah swt menekankan perihal Belajar dan Mengajar (ta’lim wa ta’allum) Ilmu, dan ketika Khuruj ini dilakukan beberapa pengajaran, tentunya sesuai dengan kurikulum dan silabus yang sudah ditetapkan; seperti halaqah quran, ta’lim fadhilah amal, ta’lim hayatush shahabat, mudzakarh enam sifat shahabat RA, ushul-ushul da’wah, adab-adab harian, adab-adab da’wah dsb.

Allah swt menekankan untuk silaturahmi kepada kaum muslimin lainnya, dan begitupun juga dengan Rasulullah SAW. tentunya silaturahmi ini bentuknya, seperti silaturahmi Ulama, silaturahmi qudama, silaturahmi penulis, silaturahmi sesepuh kampung, silaturahmi masyarakat umum.

Popularity: 6% [?]

Tidaklah tepat pandangan salafi bahwa JT tidak mempunyai landasan Al-quran dan As-Sunnah

Kepada kaum muslimin yang berbahagia,

Tidaklah tepat pandangan salafi bahwa JT tidak mempunyai landasan Al-quran dan As-sunnah. Bagaimana kalangan JT bisa sholat wajib, kalau tidak mempunyai landasan al-quran dan as-sunnah? Bagaimana kalangan JT bisa puasa di bulan ramadhan, kalau tidak mempunyai landasan al-quran dan as-sunnah? Bagaimana kalangan JT bisa semangat dengan da’wahnya, kalau tidak mempunyai landasan al-quran dan as-sunnah?

Banyak sekali amal-amal Islam dilakukan kalangan JT, dan hal itu mempunyai landasan Al-quran dan As-Sunnah Rasulullah SAW. Kenapa mereka tidak pernah memperhatikan amal-amal Islam yang dilakukan kalangan JT? Bukankah semua amal-amal itu ada landasan Al-quran dan As-Sunnah. Jadi pandangan salafi yang menyatakan bahwa JT Tidak mempunyai landasan Al-quran dan As-sunnah merupakan pandangan keliru.

  1. Silaturahmi
  2. Da’wah Ilallah
  3. Tholabul Ilmi
  4. Halaqah Quran
  5. Amir rombongan
  6. Adab-adab Islam
  7. Membicarakan Para Shahabat RA
  8. Memakmurkan masjid
  9. dsb

Apakah hal di atas tidak ada dalil-dalil al-quran dan as-sunnah? Salafi sendiri mengetahui semua perkara di atas mempunyai landasan al-quran dan as-sunnah yang kuat. Sehingga pandangan salafi bahwa JT tidak mempunyai landasan al-quran dan as-sunnah, maka pandangan ini jelas-jelas keliru dan tidak mempunyai analisa yang kuat.

Popularity: 14% [?]

Page 4 of 20« First...234561020...Last »

PENGUMUMAN FACEBOOK

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"

Kami telah menambah fasilitas "Madrasah Da'wah dan Islam" melalui Jejaring Social Facebook. sdr. sekalian dapat berbagi dan pendalaman berkaitan dengan usaha da'wah dan Al-Islam.

Kita dapat mendalami bersama perihal Islam, dan juga hal-hal yang banyak disampaikan terhadap usaha da'wah dan kaum muslimin lainnya oleh sebagian salafi. Atau kalangan salafi dapat menyampaikan pandangan-pandangannya lebih lengkap dan ilmiyyah.

Silahkan untuk bergabung

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"