Tidaklah tepat pandangan salafi bahwa JT berhaji ke Bangladesh

Kepada Kaum Muslimin Yang berbahagia,

Tidaklah tepat pandangan salafi bahwa JT berhaji ke Bangladesh. Sebuah tuduhan yang sangat berlebihan kepada kaum muslimin lainnya. Seperti yang dituliskan dalam beberapa blog salafi, seperti dalam blog di bawah ini:

  1. http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/10/14/jt-berhaji-ke-bangladesh/
  2. http://ustadzaris.com/haji-ke-bangladesh

Begitu banyak ayat-ayat al-quran yang berkaitan dengan menyampaikan pandangan ataupun berita. Tentunya hal itu perlu dipelajari dengan seksama dan teliti, sebelum menghukumi kaum muslimin lainnya. Bukankah kita sama-sama beriman dengan ayat-ayat Al-quran yang menjelaskan bagaimana kita diharuskan meneliti berita dengan baik dan tidak mudah untuk merendahkan kaum muslimin lainnya.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al-Hujurat: 6)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al-hujurat: 11)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat:12)

Siapapun bisa khilaf, karena manusia biasa. Tetapi kita tidak dapat membuat generalisasi satu kekeliruan terhadap kaum muslimin lainnya. Bukankah mengetahui bahwa banyak kaum muslimin sekarang yang buta huruf dengan al-quran, jahil dengan al-islam, tidak mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA? Apakah dengan hal-hal kurang di kalangan Ummat Islam, terus kita mengatakan bahwa Islam adalah salah.

Jelas tidak begitu kita kaum muslimin menyusun kesimpulan terhadap satu perkara. Misalkan yang lainnya. Atau ada seorang bapak yang jahat, apakah kita akan katakan bahwa anaknya pasti jahat. Ataupun sebaliknya ada seorang bapak baik, apakah kita akan katakan bahwa anaknya pasti baik. Banyak kisah-kisah di Jaman Rasulullah SAW anaknya sholeh, tetapi bapaknya tidak sholeh.

Termasuk juga terhadap usaha da’wah dan tabligh (orang menyebutnya JT), tidaklah begitu mudah untuk menyimpulkan bahwa JT berhaji ke Bangladesh. Mudah-mudahan orang yang menuduhnya mendapatkan rahmat dan ampunan Allah swt, termasuk juga orang-orang yang menyebarkannya.

Disamping hal itu, kita kaum muslimin sudah diajari dengan baik perihal sebuah berita dan juga menyebarkannya seperti dalam ayat di atas. Apakah ucapan-ucapan sebagian kalangan ahli da’wah dan tabligh ini ada daftar referensinya? Apakah ucapan-ucapan itu merupakan ucapan yang jelas sanad dan riwayatnya?

Kami tidak dapat memberikan pandangan secara keseluruhan terhadap tulisan di atas, karena pandangan salafi bahwa JT berhaji ke bangladesh hanya merupakan tuduhan keji semata. Karena banyak kawan-kawan kami sendiri pergi ke haji, dan mereka ini bertemu di masjidil harom. Dan tentunya ada dorongan untuk bisa ke Haji di Makkah seperti melalui kitabnya fadhilah Haji.

Mari kita sama-sama memperhatikan kembali ayat di bawah ini:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat:12)

Popularity: 5% [?]

Tidaklah tepat pandangan/fatwa salafi bahwa pertemuan tahunan dipandang sebagai menentang syariat Allah swt dan Rasulullah SAW

Kepada Kaum Muslimin Yang berbahagia,

Tidaklah tepat pandangan/fatwa salafi bahwa pertemuan tahunan yang biasa dilakukan kalangan JT sebagai bentuk menentang syariat Allah swt dan Rasulullah SAW. Seperti yang dituliskan dalam beberapa blog salafi, seperti dalam blog di bawah ini:

  1. http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/07/24/kritik-ijtima%E2%80%99-tahunan-jama%E2%80%99ah-tabligh
  2. http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/07/24/kritik-ijtima%E2%80%99-tahunan-jama%E2%80%99ah-tabligh/

Kita kaum muslimin sangat memahami bahwa membuat hal-hal yang bertentangan dengan Islam, tentunya merupakan sebuah dosa/kesalahan. Tetapi sebelum kita memberikan pandangan/hukum terhadap hal-hal tersebut apakah bertentangan dengan Islam atau tidak, maka kita kaum muslimin diharuskan mempelajari perkara tersebut dengan baik, seksama dan teliti.

Pertemuan tahunan itu merupakan sebuah kebaikan bagi kaum muslimin seluruh dunia dan juga berbagai lapisan, suku dan ras untuk saling kenal-mengenal dengan baik. Bukankah Allah swt sendiri mengatakan bahwa diciptakan berbagai suku, ras dan bangsa ini untuk saling kenal mengenal.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)

Pertemuan tahunan di Bangladesh merupakan pertemuan besar dan seluruh dunia bisa melihat dan berdatangan ke tempat yang luar biasa jumlahnya bagi kaum muslimin. Apakah karena jumlahnya besar sekali, selanjutnya dikatakan bertentangan dengan syariat agama Allah swt dan Sunnah Rasulullah SAW? Apakah karena diatur pola pertemuannya dan juga jadwalnya dimusyawarahkan dengan baik, selanjutnya dikatakan bertentangan dengan syariat Allah swt dan Sunnah Rasulullah SAW?

Bukan karena jumlah dan waktunya yang diatur sebuah pertemuan itu bertentangan dengan syariat Allah swt dan sunnah Rasulullah SAW. Sebuah pertemuan bertentangan dengan syariat Allah swt dan juga sunnah Rasulullah SAW, jika di dalamnya banyak hal yang bertentangan dengan Al-Islam.

Sedangkan dalam pertemuan itu kaum muslimin bisa saling kenal mengenal satu sama lain yang berbagai kulit dan ras, ada yang kuning, ada yang hitam, ada kemerah-merahan. Semua suku dan ras kaum muslimin dari berbagai bangsa mempunyai pikir dan risau bagaimana Ummat Islam ini mendapatkan kejayaan dunia dan akherat.

Mereka satu sama lain bisa belajar mengajar perihal agama, dan satu sama lain untuk mempunyai niat lagi silaturahmi ke kampung-kampung kaum muslimin lainnya. Apakah hal itu tidak dianjurkan oleh Islam? Begitu banyak dalil al-quran dan as-sunnah untuk melakukan belajar dan mengajar di kalangan kaum muslimin.

Bukankah Allah swt dan Rasulullah SAW sendiri yang mengajarkan agar kita banyak berdo’a untuk mendapat kejayaan dunia dan akherat. Bagaimana kita akan mendapatkan kejayaan di dunia dan di akherat? Itulah Iman dan Amal Sholeh. Apakah salah kalau kaum muslimin dalam pertemuan itu membahas perihal IMan dan Amal Sholeh? Bukankah Allah swt begitu banyak menjelaskan perihal Iman dan Amal Sholeh dalam Al-quran.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguh-nya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl: 97)

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(QS: Al-’Araaf: 96)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.”(QS: Yunus: 9)

“Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.“(QS: Al-Ankabut: 7)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,“(QS: Al-Anfal: 2)

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS: An-Nur: 55)

Jadi tidaklah tepat pandangan/fatwa salafi terhadap usaha da’wah dan tabligh yang menlakukan pertemuan tahunan itu. Seharusnya salafi-salafi ini bangga dan mendorong kaum muslimin untuk sama-sama untuk saling kenal-mengenal di seluruh dunia. Tetapi wujud dan bisa dilihat dalam kehidupan kaum muslimin. Bukankah Allah swt menjelaskan perihal persaudaraan itu:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (Al-Hujurat: 10)

Popularity: 4% [?]

Bagaimana dengan Da’wah ke Kalangan Non-Kaum Muslimin?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Tulisan di bawah ini merupakan pandangan terhadap pertanyaan yang disampaikan melalui blog kami:

Sdr. Zahari bertanya: “ana mau tanya,, kenapa jamaah tabligh melarang da’wah ke non Islam??
klo jawaban blum waktuny.. truz kapan waktunya tiba…??
wass..”

Ini pertanyaan sebenarnya tidak perlu ditanyakan hanya ke kalangan ahli da’wah dan tabligh saja, tetapi kepada kaum muslimin lainnya, termasuk dengan Sdr. Zahari yang bertanya kepada kami. Apakah sudah kaum muslimin menjalankan da’wah Islam kepada Non-Kaum Muslimin?

Alhamdulillah sekarang ini telah banyak orang yang diluar Islam telah masuk Islam dikarenakan asbab dari kalangan ahli da’wah dan tabligh. Apakah itu di Eropa, di Amerika, di Australia, di Afrika, dsb. Bahkan kami mendapatkan berita ribuan manusia di Afrika masuk Islam diasbabkan jam’ah yang sedang bergerak dari Afrika menuju ke Palentina.

Kami pernah bertemu dengan seorang Doktor yang bergerak dalam bidang Human Resource di Malaysia, karena kebetulan kami sedang mengambil pendidikan.  Tetapi dengan asbab beliau banyak orang masuk Islam di Malaysia sana, tidak hanya 1-2 orang saja, tetapi puluhan.

Begitupun juga di Amerika, telah ada orang Yahudi masuk Islam dan bahkan sekarang ini dia aktif dalam kerja da’wah dan tabligh. Dan informasi disampaikan seorang DR tokoh pergerakan Islam, yang sekarang menjadi PKS. Dan tertulis dalam blognya.Kami juga pernah bertemu dengan seorang mu’allaf dan yang boleh kita kagum adalah adiknya saja akan menjadi hafidzah.

Dan begitupun juga dengan di Thailand, banyak orang masuk Islam. Banyak kalangan biksu melihat-lihat kalau ada program ijtima’i nasional. Dan dengan hanya melihat saja, Allah swt berikan hidayah kepada mereka. Dan itu bukan 1-2 orang, tetapi cukup banyak. Bahkan teman bercerita ketika ke Thailand, banyak orang yang gundul sedang belajar sholat. Mereka adalah kalangan biksu budha yang baru masuk Islam. Di Eropa, di Amerika, banyak yang menjadi imam masjid, dan tentunya banyak yang bertanya tentang Islam.

Artinya tidak melarang da’wah kepada non-Muslim, tetapi sebaiknya perbaiki dahulu diri kita dan juga kaum muslimin lainnya dengan Iman dan Amal Sholeh. Dan untuk memperbaiki diri kita dan juga kaum muslimin maka tentunya harus dengan mujahadah. Dengan banyaknya perubahan dalam diri kaum muslimin, maka orang-orang Non-Muslim banyak yang tertarik dengan Islam.

Silahkan untuk dicermati …

Popularity: 9% [?]

Usaha Da’wah memberikan jalan yang mudah untuk menarik kaum muslimin dalam berbagai lapisan dan latar belakang untuk banyak berhubungan dengan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA

Kisah-Kisah Rasulullah dan Para Shahabat RA, Enam Sifat Para Shahabat RA, Adab-Adab Islam, Fadhilah-Fadhilah Amal yang banyak diutarakan, dibacakan dan dilatihkan langsung dalam usaha da’wah, tidak hanya sebagai wacana-ke-wacana telah membuka kesempatan kaum muslimin untuk lebih berdekatan dengan lautan nasehat Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA yang telah banyak ditulis para Ulama.

Continue reading

Popularity: 14% [?]

Kitab Al-Hadistul Muntakhabah (six point) Maulana Yusuf Rah dan Enam Sifat Para Shahabat RA, sebuah proses pengajaran awal dan konsisten untuk membuka lebih luas terhadap pengajaran Islam

Dalam tulisan sebelumnya “Kitab-Kitab Yang Banyak Dibaca Kalangan Ahli Da’wah dan Tabligh Membawa Kaum Muslimin Banyak Berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA”, telah beberapa kitab yang banyak dibaca dan dipelajari kalangan usaha da’wah. Hal ini untuk mulai banyak mengajak kaum muslimin berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA.

Salah satu kitabnya adalah Kitab Al-hadistul Muntakhabah Maulana Yusuf Rah, yang mana kitab ini merupakan kitab yang mengandung hadist-hadist pilihan yang berkaitan dengan six point (enam sifat). Setalah lama berhubungan dengan usaha da’wah, serta buku-buku bacaan ijtima’iyyah dalam kerja da’wah, yaitu  Kitab Riyadhush Sholihin Imam Nawawi Rah Fadhilah Amal Maulana Dzakaria Rah dan Kitab Hayatush Shahabah Maulana Yusuf Rah.

Continue reading

Popularity: 16% [?]

Kitab-Kitab Yang Banyak Dibaca Kalangan Ahli Da’wah dan Tabligh Membawa Kaum Muslimin Banyak Berhubungan dengan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA

Terdapat tiga kitab yang disusun oleh para Ulama Da’wah yang banyak dibaca kalangan ahli usaha da’wah dan tabligh, yaitu :

(1) Kitab-kitab fadhilah Amal, Maulana Dzakaria Rah. Terdapat kitab-kitab fadhilah amal yang disusun secara tematik oleh beliau, yaitu Kitab Fadhilah Sholat, Kitab Fadhilah Dzikir, Kitab Fadhilah Tabligh, Kitab Fadhilah Quran, Kitab Fadhilah Ramadhan, Kitab Fadhilah Shodaqah, Kitab Fadhilah Haji, Kitab Fadhilah Dagang, Fadhilah Janggut, Hikayat Kisah-Kisah Para Shahabat RA.

Kitab Fadhilah Amal yang cukup populer merupakan himpunan dari beberapa kitab fadhilah menjadi satu bundle, yaitu Kitab Fadhilah Sholat, Kitab Fadhilah Quran, Kitab Fadhilah Dzikir, Kitab Fadhilah Tabligh, Kitab Fadhilah Ramadhan dan Hikayat Kisah-Kisah Para Shahabat RA.

(2) Kitab Hayatush Shahabah, Maulana Yusuf Rah. Kitab ini terdiri dari 3 jilid tebal.

(3) Kitab Al-Hadistul Muntakhabah, Malauna Yusuf Rah. Kitab ini merupakan himpunan hadist-hadist pilihan untuk Enam Sifat Para Shahabat RA.

Continue reading

Popularity: 26% [?]

Pikir Hidayah, Kasih, Sayang, Sombong, dan Dengki

Kepada Kaum Muslimin yang Dimuliakan Allah swt,

Ada yang lupa dan luput dari Ummat Nabi Muhammad SAW sekarang ini, yaitu KASIH dan SAYANG. Dan dua hal ini yang akan berusaha dihancurkan oleh lawan-lawan kaum muslimin, dan sekarang sudah banyak terbukti. Akhirnya hal kecil saja, bisa saling membunuh; atau hal yang banyak dibahas Ulama, bisa saling menghina.

KASIH dan SAYANG telah diangkat terhadap seorang manusia dari turunan Nabi Adam As, sehingga adiknya dibunuh dengan tangannya sendiri. Itulah kisah makhsyur, perihal QABIL dan HABIL. Dan kisah tertulis dengan baik dalam Al-quran.

Bagaimana KASIH dan SAYANG bisa hilang dalam ummat Nabi Muhamm SAW? Karena merasa SOMBONG dan DENGKI kepada kaum yang lain. Yang menjadi pembunuhan pertama terjadi di muka bumi, karena SOMBONG dan DENGKI terhadap yang lain.

Maka sekarang ini harus berusaha menghilang penyakit ini SOMBONG dan DENGKI, dan penyakit ini bisa kena pada siapa saja termasuk kalangan Ulama dan Ustadz sekalipun. Sehingga akhirnya bisa hilang KASIH dan SAYANG itu.

KASIH, SAYANG, SOMBONG dan DENGKI banyak sekali bahasannya dalam Al-quran dan As-Sunnah, kalimat-kalimat ringan untuk diucapkan, TETAPI berat untuk dijinjing kemana-mana dalam hidup ini.

Continue reading

Popularity: 31% [?]

Page 5 of 20« First...345671020...Last »

PENGUMUMAN FACEBOOK

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"

Kami telah menambah fasilitas "Madrasah Da'wah dan Islam" melalui Jejaring Social Facebook. sdr. sekalian dapat berbagi dan pendalaman berkaitan dengan usaha da'wah dan Al-Islam.

Kita dapat mendalami bersama perihal Islam, dan juga hal-hal yang banyak disampaikan terhadap usaha da'wah dan kaum muslimin lainnya oleh sebagian salafi. Atau kalangan salafi dapat menyampaikan pandangan-pandangannya lebih lengkap dan ilmiyyah.

Silahkan untuk bergabung

FACEBOOK "MADRASAH DA'WAH DAN ISLAM"