<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; ahli bid&#8217;ah</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/ahli-bidah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Salah Kaprah Terhadap Ucapan Salaf…</title>
		<link>http://usahadawah.com/salah-kaprah-terhadap-ucapan-salaf%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/salah-kaprah-terhadap-ucapan-salaf%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[ahli bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kaum Muslimin Yang Budiman,
Kami mendapatkan pandangan dalam satu Blog, tetapi yang lebih MENJADI PERHATIAN adalah &#8220;SEBAGIAN RIWAYAT TENTANG PERINGATAN PARA SALAF AGAR JANGAN DUDUK DAN BERGAUL DENGAN AHLI BID&#8217;AH&#8221;.
Jika kami yang memberikan pandangan berimbang selalu mendapatkan hal-hal yang kurang kembali. Oleh karena itu, kami nukilkan di bawah ini yang berasal dari Blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Kaum Muslimin Yang Budiman,</p>
<p>Kami mendapatkan pandangan dalam satu Blog, tetapi yang lebih MENJADI PERHATIAN adalah &#8220;<strong>SEBAGIAN RIWAYAT TENTANG PERINGATAN PARA SALAF AGAR JANGAN DUDUK DAN BERGAUL DENGAN AHLI BID&#8217;AH&#8221;.</strong></p>
<p>Jika kami yang memberikan pandangan berimbang selalu mendapatkan hal-hal yang kurang kembali. <strong>Oleh karena itu, kami nukilkan di bawah ini yang berasal dari Blog Salafi Wahabi lainnya, &#8220;SALAH KAPRAH TERHADAP UCAPAN SALAF&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- </strong></p>
<p><strong>SEBAGIAN RIWAYAT TENTANG PERINGATAN PARA SALAF AGAR JANGAN DUDUK DAN BERGAUL DENGAN AHLI BID&#8217;AH </strong><a href="http://alatsar.wordpress.com/2007/04/27/jamaah-tabligh-dalam-sorotan-tajam/">http://alatsar.wordpress.com/2007/04/27/jamaah-tabligh-dalam-sorotan-tajam/</a></p>
<p>Sebelum saya membawakan sebagian riwayat dari para salaf tentang larangan duduk dan bergaul dengan ahli bid&#8217;ah akan saya bawakan riwayat dari ibu kita Aisyah radhiyallahu ‘anha yang berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat: <em>&#8220;Dia yang menurunkan kepadamu al kitab. Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat (jelas) dan itu adalah induk kitab dan yang lainnya adalah mutasyabihat (samar)&#8221; hingga ayat: &#8220;Dan tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.&#8221; (Ali Imran: 7). Maka beliau bersabda: Bila kalian melihat orang-orang yang mencari-cari ayat-ayat yang mutasyabihat, maka merekalah yang disebutkan Allah dalam ayat ini dan berhati-hatilah terhadap mereka.</em> (HR. Bukhari dan yang lainnya).</p>
<p><span id="more-106"></span>Adapun dari atsar adalah ucapan Al Hasan dan Ibnu Sirin, keduanya berkata: <em>&#8220;Janganlah kalian duduk bersama para pengikut hawa nafsu, mendebat mereka dan jangan mendengar ucapan mereka.&#8221; </em>(Riwayat Ad Darimi dalam sunannya 1/110 dan Al Lalika`i dalam Syarh Ushul I&#8217;tiqad Ahlus sunnah wal jama&#8217;ah 1/133).</p>
<p>Abu Qilabah berkata: <em>&#8220;Jangan kalian duduk dan bergaul dengan ahlul bid&#8217;ah, karena aku merasa tidak aman kalau mereka akan membenamkan kalian dalam kesesatan dan mengaburkan kepada kalian banyak hal yang telah kalian ketahui.&#8221;</em> (Riwayat Ad Darimi 1/108 dan Al Lalika`i 1/134).</p>
<p>Yahya bin Abi Katsir berkata: <em>&#8220;Kalau engkau berpapasan dengan Ahli bid&#8217;ah di satu jalan, maka carilah jalan lain.&#8221;</em> (Riwayat Al Lalika`i 1/1137).</p>
<p>Abdullah bin Al Mubarak berkata: <em>&#8220;Hendaklah majlismu bersama orang-orang miskin dan janganlah engkau bermajlis dengan Ahlul bid&#8217;ah.&#8221;</em> (Al Lalika`i 1/137).</p>
<p>Al Fudhail bin ‘Iyadh berkata: <em>&#8220;Siapa yang didatangi oleh seseorang dan meminta pendapatnya tapi dia malah menyuruh orang yang datang itu untuk mendatangi Ahli bid&#8217;ah, berarti dia telah menipu Islam. Hati-hati, jangan mendatangi Ahli bid&#8217;ah, karena mereka menghalangi kalian dari kebenaran.&#8221;</em> (Al Lalika`i 1/137).</p>
<p>Beliau berkata juga: <em>&#8220;Jangan engkau duduk bersama Ahlul bid&#8217;ah, karena aku takut laknat Allah turun kepadamu.&#8221; </em>(Al Lalika`i 1/137).</p>
<p>Beliau berkata lagi: <em>&#8220;Aku menemui manusia yang baik-baik, mereka semua adalah Ahlus sunnah dan mereka melarang bergaul dengan ahlul bid&#8217;ah.&#8221;</em> (Al Lalika`i 1/138).</p>
<p>Ibrahim bin Maisarah berkata: &#8220;Siapa yang menghormati Ahli bid&#8217;ah, berarti dia telah membantu untuk menghancurkan Islam.&#8221; (Al Lalika`i 1/139).</p>
<p>Al Hasan Al Bashri berkata: <em>&#8220;Melaknat Ahlul bid&#8217;ah dan orang fasiq karena kefasikannya bukan termasuk ghibah.&#8221;</em> (Al Lalika`i 1/140).</p>
<p>Ada seseorang bertanya kepada Sa&#8217;id bin Jubair tentang sesuatu tapi dia tidak menjawabnya. Ada yang menanyakan tentang sikapnya itu kepadanya, maka dia mengatakan: &#8220;Dia (si penanya) adalah Azayisyan (dalam bahasa Persia yang berarti dari mereka, yaitu dari ahlul bid&#8217;ah).&#8221; (Ad Darimi 1/109).</p>
<p>Mujaddid abad 20, syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam risalahnya kepada penduduk Qashim yang berisi tentang aqidahnya: &#8220;Dan saya berpendapat bahwa ahlul bid&#8217;ah harus diisolir dan dijauhi hingga mereka bertaubat.&#8221; (Rasa`ilusy Syakhshiyyah hal. 11 yang berisi kumpulan karangan-karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang dikumpulkan oleh Universitas Al Imam Muhammad bin Su&#8217;ud Al Islamiyyah).</p>
<p>Dan riwayat-riwayat tentang hal itu banyak sekali, maka dimana kedudukan orang-orang yang menyuruh para pemuda muslim dan orang awam yang mereka tidak memiliki ilmu untuk bergaul dengan jama&#8217;ah Tabligh dan mengambil ilmu dari mereka (padahal kelompok ini adalah ahlul bid&#8217;ah, -pent). Di mana kedudukan mereka di hadapan nash-nash (keteranga-keterangan) ini.</p>
<p>Hendaklah mereka takut kepada Allah karena para pemuda ini agamanya akan menjadi kabur dan hendaklah takut kepada ayat Allah yang berbunyi (yang artinya):<em>&#8220;Hendaklah mereka memikul dosa-dosa mereka secara sempurna dan dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak tahu sedikitpun bahwa mereka disesatkan. Ingatlah, amat buruk sekali apa yang mereka pikul itu.&#8221;</em> (An Nahl: 25).</p>
<p>(Waqafat hal. 17-41 dengan beberapa ringkasan)</p>
<p><strong>Jika kami yang memberikan PANDANGAN BERIMBANG selalu mendapatkan hal-hal yang kurang tepat kembali. Oleh karena itu, kami nukilkan di bawah ini yang berasal dari Blog Salafi Wahabi lainnya.</strong></p>
<p><strong>&#8220;SALAH KAPRAH TERHADAP UCAPAN SALAF&#8221;. </strong><a href="http://abusalma.wordpress.com/2007/11/06/salah-kaprah-terhadap-ucapan-salaf/">http://abusalma.wordpress.com/2007/11/06/salah-kaprah-terhadap-ucapan-salaf/</a></p>
<p>Seringkali kita mendengar atau membaca ucapan-ucapan hikmah ulama salaf, terutama yang berkaitan dengan pensikapan terhadap ahli bid&#8217;ah. Misalnya :</p>
<p align="justify">Al-Imam Al-Fudhail bin Iyyadh berkata :</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Siapa yang duduk dengan ahli bid&#8217;ah maka berhati-hatilah darinya dan siapa yang duduk dengan ahli bid&#8217;ah tidak akan diberi Al- Hikmah. Dan saya ingin jika antara saya dan ahli bid&#8217;ah ada benteng dari besi yang kokoh. Dan saya makan di samping yahudi dan nashrani lebih saya sukai daripada makan di sebelah ahli bid&#8217;ah</em>.&#8221; (Al Lâlikâ`i 4/638 nomor 1149)</p>
<p align="justify">Al-Imam Hanbal bin Ishaq berkata, saya mendengar Abu Abdillah (Imam Ahmad) berkata :</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Tidak pantas seseorang itu bersikap ramah kepada ahli bid&#8217;ah, duduk dan bergaul dengan mereka</em>.&#8221; (Al-Ibânah 2/475 nomor 495)</p>
<p align="justify">Al-Imam Al Barbahary berkata :</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Apabila tampak bagimu satu perkara bid&#8217;ah pada seseorang maka jauhilah dia sebab sesungguhnya yang dia sembunyikan darimu jauh lebih banyak dari yang dia tampakkan</em>.&#8221; (Syarhus Sunnah 123 nomor 148)</p>
<p align="justify">Dan masih banyak lainnya&#8230;</p>
<p align="justify">Sungguh ucapan para imam di atas adalah ucapan hikmah dan haq, sebagai upaya untuk menjaga kemurnian agama umat. Namun, suatu hal penting yang patut dicatat di sini adalah : ucapan para imam tersebut akan menjadi hikmah apabila ditempatkan pada proporsi dan tempatnya, sebab diantara makna hikmah adalah : <em>wadh&#8217;u asy-Syai` fil mahallihi</em> (menempatkan sesuatu pada tempatnya). Sesuatu yang tidak ditempatkan pada tempatnya adalah sia-sia, bahkan dapat memadharatkan.</p>
<p align="justify">Ironinya, betapa sering kita lihat sebagian pemuda dan sahabat kita, yang dibakar oleh semangat tanpa ilmu, menerapkan ucapan para ulama salaf dengan serampangan dan asal-asalan. Ketika bertemu dengan saudaranya seislam ia tidak mau salam maupun menjawab salam, tidak mau senyum, bersikap kaku lagi keras, dan sifat-sifat buruk lainnya. Anehnya, ketika ditanyakan sebab mereka melakukan ini, mereka menjawab bahwa mereka sedang menerapkan ucapan ulama salaf untuk menjauhi ahli bid&#8217;ah dan bersikap keras terhadap mereka.</p>
<p align="justify">Parahnya lagi, terhadap sesama ahlus sunnah, mereka halalkan <em>ghîbah</em> (menggunjing) dengan alasan <em>tahdzîr </em>(memperingatkan dari kesesatan), mereka halalkan <em>muqôtho&#8217;ah </em>(pemboikotan) dengan alasan <em>hajr </em>(isolir), mereka halalkan sikap keras dan bengis dengan alasan <em>tabdî&#8217; </em>(menvonis bid&#8217;ah) terhadap <em>hizbî mubtadi&#8217;</em>!? Mereka sibukkan diri dengan <em>tatabbu&#8217; al-Aktho&#8217;</em> (mencari-cari kesalahan) dengan alasan <em>jarh wa ta&#8217;dîl</em>!? Ketika ditanya, maka jawaban yang meluncur adalah : &#8220;<em>Bertetangga dengan yahudi dan nashrani lebih aku sukai daripada bertetangga dengan pengekor hawa nafsu (ahli bid&#8217;ah) karena ini menyebabkan hatiku berpenyakit</em>.&#8221; (Ucapan Imam Abu Musa dalam Al-Ibânah 2/468 nomor 469) dan ucapan semisal&#8230;</p>
<p align="justify">Akhirnya syiar mereka terhadap siapa saja yang menyelisihi mereka adalah :</p>
<p align="center">?????? ???????? ????? ??????? ???????? ???????? ????? ??????????</p>
<p align="center"><em>Tidak ada nasab pada hari ini dan tidak pula hubungan persahabatan</em></p>
<p align="center"><em>Perpecahan benar-benar telah melebar atas keretakan yang ada</em></p>
<p align="justify">Al-Ustadz Abu Sumayyah, ‘Abdur Ra&#8217;?f Muhammad <em>hafizhahullahu </em>mengabarkan : Setelah menyelesaikan ibadah ‘Umrah dengan keluargaku pada hari Kamis malam, 5 Juli 2007, saya menghadiri <em>durus</em> (pelajaran) Fadhîlatusy Syaikh Shâlih bin Muhammad al-Luhaidân <em>hafizhahullahu</em> (ketua Mahkamah Tinggi Agama Arab Saudi) di al-Haram al-Makki pada hari Jum&#8217;at Juli 2007 ba&#8217;da sholat Maghrib. Syaikh ketika itu menyampaikan ceramah yang bermanfaat tentang rukun Islam, kemudian diikuti sesi tanya jawab. Syaikh ditanya dalam salah satu sesi :</p>
<p align="justify">&#8220;Apa pandangan anda terhadap beberapa pemuda yang menggunakan ucapan para salaf berkenaan tentang <em>hajr </em>dan <em>tahdzîr</em> terhadap ahli bid&#8217;ah, dalam rangka untuk menjustifikasi (membenarkan) <em>hajr</em> dan <em>tahdzîr</em> mereka terhadap ahli sunnah, yang memiliki beberapa perbedaan dalam beberapa masalah dengan mereka (yang tidak melibatkan perbuatan bid&#8217;ah) atau di dalam suatu perkara yang ada <em>ikhtilâf</em> pendapat di dalamnya?&#8221;</p>
<p align="justify">Syaikh menjawab :</p>
<p align="justify">&#8220;Pemahaman ini tidak benar dan seorang thôlibul ‘ilmi tidak boleh mengikuti cara seperti ini di dalam berhubungan dengan orang-orang yang berbeda dengannya. Perbuatan ini disebabkan oleh karena kesesatan dan kejâhilan para pemuda ini. Allôhu a&#8217;lam&#8221; [http://madeenah.com]</p>
<p align="justify">Sungguh benar apa yang dinyatakan oleh Fadhîlatusy Syaikh Shâlih bin Muhammad al-Luhaidân <em>hafizhahullâhu</em>, bahwa tindakan seperti itu bukanlah tindakan para <em>thôlibul ‘ilmi</em>, namun tidak lebih tindakan dari para pemuda yang <em>jâhil</em> namun bersikap <em>muta&#8217;âlim </em>(sok berilmu) !!! Dan sikap seperti ini sungguhlah jauh dari sifat dan hakikat salaf. [Masalah hakikat dan sifat salaf, akan saya turunkan tersendiri dari buku al-‘Allâmah asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hâdi al-Madkholî yang berjudul "<em>Quth?f min Nu'?tis Salaf</em>", semoga Allôh memudahkannya].</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=106&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/salah-kaprah-terhadap-ucapan-salaf%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

