Pandangan Berimbang Untuk Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi Terhadap Mimpi Maulana Ilyas (3)
Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami perlu sampaikan penjelasan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang berhubungan dengan mimpi sebagai arahan kepada kita semua. Dan kami persilahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk memperhatikannya, apalagi Kaum Salafi Wahabi selalu mendengung-dengungkan untuk kembali kepada Al-quran dan As-Sunnah. Kami akan sampaikan beberapa hadits yang tertulis dalam kitab Shohih Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin, dan tim).
Dari Anas Bin Malik Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi baik yang dimimpikan orang sholeh, adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah” (No. 1847)
Dari Abu Sa’id al-Khudri Ra sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang dari kamu bermimpi dengan mimpi yang disukainya, maka mimpi iitu dari Allah. Maka hendaklah dia memuji Allah karenanya dan boleh diceritakannya kepada orang lain. Tetapi apabila dia bermimpi selain itu, maka mimpi itu dari Syaithan. Sebab itu dia berlindung (kepada Allah) dari bahaya mimpi itu dan tidak usah diceritakannya kepada siapapun, karena mimpi tu tidak akan membahayakannya” (No. 1848)
Dari Abu Hurairah Ra berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Yang tinggal dari Nubuwah hanyalah Mubasysyirat. Mereka bertanya: “Apakah mubasysyirat itu?” Jawab Nabi : “Mimpi Yang Baik” (No. 1850)
Dari Anas RA katanya: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang bermimpi melihat aku di waktu tidur, sebenarnya dia melihat aku, karena Syaithan tidak bisa merupakan dirinya serupa aku. Mimpi orang beriman itu satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah” (No. 1851)
Dari Ibnu Ummar Ra, katanya: “Ada seorang laki-laki pada masa hidup Rasulullah SAW, apabila dia bermimpi diceritakannya kepada Rasulullah SAW. Maka saya mengharap-harap supaya bermimpi pula untuk saya ceritakan kepada Rasulullah SAW. Ketika itu aku masih muda, dan aku tidur di masjid waktu Rasulullah SAW masih hidup. Pada suatu ketika aku bermimpi, aku melihat dalam mimpiku itu seolah-olah dua malaikat datang kepadaku lalu keduanya membawaku ke neraka.
Di situ ada bangunan seperti sumur, mempunyai dua cabang dan di dalamnya banyak manusia yang saya kenal. Kataku: “Semoga Allah melindungiku dari neraka ini”. Maka datang malaikat yang lain, lalu berkata kepadaku: “Jangan takut!”. Mimpi ini aku ceritakan kepada Hafhah (istri Rasulullah SAW) lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah SAW.
Sabda Rasulullah SAW: “Abdullah Ibnu Ummar itu adalah seorang anak yang baik. Saya berharap supaya dia melakukan shalat malam”. Semenjak itu Abdullah selalu shalat mala. Ia tidur hanya sebentar. (No. 582)
Popularity: 16% [?]
Recent Comments