<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; analisa mimpi</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/analisa-mimpi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pandangan Berimbang Untuk Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi Terhadap Mimpi Maulana Ilyas (3)</title>
		<link>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-3/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 07:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[analisa mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami perlu sampaikan penjelasan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang berhubungan dengan mimpi sebagai arahan kepada kita semua. Dan kami persilahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk memperhatikannya, apalagi Kaum Salafi Wahabi selalu mendengung-dengungkan untuk kembali kepada Al-quran dan As-Sunnah. Kami akan sampaikan beberapa hadits yang tertulis dalam kitab Shohih Bukhari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kami perlu sampaikan penjelasan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang berhubungan dengan mimpi sebagai arahan kepada kita semua. Dan kami persilahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk memperhatikannya, apalagi Kaum Salafi Wahabi selalu mendengung-dengungkan untuk kembali kepada Al-quran dan As-Sunnah. Kami akan sampaikan beberapa hadits yang tertulis dalam kitab Shohih Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin, dan tim).</p>
<p><em>Dari Anas Bin Malik Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Mimpi baik yang dimimpikan orang sholeh, adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah&#8221; (No. 1847)</em></p>
<p><em>Dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri Ra sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Apabila seorang dari kamu bermimpi dengan mimpi yang disukainya, maka mimpi iitu dari Allah. Maka hendaklah dia memuji Allah karenanya dan boleh diceritakannya kepada orang lain. Tetapi apabila dia bermimpi selain itu, maka mimpi itu dari Syaithan. Sebab itu dia berlindung (kepada Allah) dari bahaya mimpi itu dan tidak usah diceritakannya kepada siapapun, karena mimpi tu tidak akan membahayakannya&#8221; (No. 1848)</em></p>
<p><em>Dari Abu Hurairah Ra berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Yang tinggal dari Nubuwah hanyalah Mubasysyirat. Mereka bertanya: &#8220;Apakah mubasysyirat itu?&#8221; Jawab Nabi : &#8220;Mimpi Yang Baik&#8221; (No. 1850)</em></p>
<p><em>Dari Anas RA katanya: Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Siapa yang bermimpi melihat aku di waktu tidur, sebenarnya dia melihat aku, karena Syaithan tidak bisa merupakan dirinya serupa aku. Mimpi orang beriman itu satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah&#8221; (No. 1851)</em></p>
<p><em>Dari Ibnu Ummar Ra, katanya: &#8220;Ada seorang laki-laki pada masa hidup Rasulullah SAW, apabila dia bermimpi diceritakannya kepada Rasulullah SAW. Maka saya mengharap-harap supaya bermimpi pula untuk saya ceritakan kepada Rasulullah SAW. Ketika itu aku masih muda, dan aku tidur di masjid waktu Rasulullah SAW masih hidup. Pada suatu ketika aku bermimpi, aku melihat dalam mimpiku itu seolah-olah dua malaikat datang kepadaku lalu keduanya membawaku ke neraka. </em></p>
<p><em>Di situ ada bangunan seperti sumur, mempunyai dua cabang dan di dalamnya banyak manusia yang saya kenal. Kataku: &#8220;Semoga Allah melindungiku dari neraka ini&#8221;. Maka datang malaikat yang lain, lalu berkata kepadaku: &#8220;Jangan takut!&#8221;. Mimpi ini aku ceritakan kepada Hafhah (istri Rasulullah SAW) lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah SAW. </em></p>
<p><em>Sabda Rasulullah SAW: &#8220;Abdullah Ibnu Ummar itu adalah seorang anak yang baik. Saya berharap supaya dia melakukan shalat malam&#8221;. Semenjak itu Abdullah selalu shalat mala. Ia tidur hanya sebentar. (No. 582)</em></p>
<p><span id="more-134"></span>Mimpi merupakan hal biasa untuk seseorang, tetapi akan memberikan semangat ibadah untuk orang tertentu dan ketika yang menjelaskannya adalah orang yang sangat berilmu, salah satunya adalah Abdullah bin Ummar RA. Sama halnya dengan Mimpi Maulana Ilyas itu, dan yang mana beliau menjelaskan bahwa mimpi itu bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam penjelasan itu. Sehingga beliau terus menetapkan gerakannya untuk lebih Istiqomah dengan kerjanya itu. BENAR atau TIDAK sebuah mimpi adalah setelah melewati WAKTU TERTENTU.</p>
<p>Sehingga mimpi seperti ini bagi Maulana Ilyas RH sendiri merupakan sesuatu hal yang perlu menjadi perhatiannya, karena hal ini jelas jarang terjadi bagi beliau sendiri. APALAGI PERKARA DA&#8217;WAH ini sudah menjadi perhatian beliau bertahun-tahun dalam kajian dan pendalamannya. Dan yang perlu kita pahami adalah beliau sendiri tidak membuat aturan atau hukum baru dalam Islam, tetapi beliau lebih menekankan kepada METODA atau CARA PENERAPAN da&#8217;wah Islam.</p>
<p>Dan beberapa ulama yang banyak berhubungan dengan beliau ini, tidak hanya mengandalkan pada mimpi itu saja. Beberapa KITAB yang dapat memperlihatkan seluk-beluk usaha da&#8217;wah ini secara sangat gamblang, yaitu Kitab HAYATUSH SHAHABAH dan Kitab AL-HADITSUL MUNTAKHOBAH yang disusun oleh Maulana Yusuf Rah sendiri, sebagai ulama dan juga pemimpin da&#8217;wah ini setelah Maulana Ilyas Rah.</p>
<p>Kami sendiri yang sudah cukup lama berhubungan dengan usaha da&#8217;wah ini, tidak PERLU dan HARUS MENGANDALKAN pada mimpi seseorang meskipun Ulama, seperti Maulana Ilyas, karena hal itu sebenarnya merupakan bentuk gambaran sesuatu hal ketika seseorang banyak mendalami atau memfokuskan pada hal yang berhubungan dengan hal tertentu itu. Sehingga kami sendiri LEBIH TERFOKUS pada pendalaman beliau, bukan pada mimpinya. Ini merupakan sesuatu yang lebih ILMIYYAH. Dan itu yang kami dapatkan dari nasehat Maulana Ilyas sendiri, agar MEMBAWA usaha da&#8217;wah ini dengan ILMIYYAH.</p>
<p>Apakah kita hanya terfokus pada kejadian aneh seseorang yang menemukan STETOSKOP, atau alat stetoskopnya itu. Padahal penemuan itu ditemukan secara KEBETULAN, ketika bermain-main dengan anak-anak kecil. Apakah kita hanya terfokus KEJADIAN LUCU ketika ditemukan hukum ARCHIMIDES, atau pada teorinya? Termasuk PROFESSOR KAMI dalam bidang kelistrikan, ketika menemukan formula yang sangat penting saat memasukkan benang pada lubang kancing. Apakah kita memfokuskan pada kejadiannya, atau pada teorinya? Masih banyak kejadian yang unik untuk bidang-bidang yang cukup fundamental. Disinilah kita harus bijak dan lebih ilmiyyah dalam berpikir.</p>
<p>PERKARA MIMPI sudah kami sampaikan dalam tiga tulisan yang berurutan. Apakah mimpi Maulana Ilyas sebagai BAGIAN NUBUWAH yang masih ada sesuai dengan penjelasan hadits-hadist shohih di atas? SEKALI LAGI, kami persilahkan kepada kaum muslimin untuk mempelajarinya dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada dilapangan pergerakan da&#8217;wah dan tabligh itu sendiri, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi. Dan kaum muslimin dapat MENILAI siapa yang KURANG TEPAT dan TERGESA-GESA dalam ANALISAnya apakah KAMI atau KAUM SALAFI WAHABI. Dan kami serahkan segalanya kepada Allah swt.</p>
<p>Apakah MAKNA ISI MIMPI BELIAU BERTENTANGAN dengan ISLAM? Maka kita dapat pelajari dengan baik melalui kitab-kitab besar kaum muslimin. Dalam jaman Internet ini, sekarang kaum muslimin terus memberikan kontribusinya. Salah satu yang kami kagumi adalah <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.altafsir.com/">www.altafsir.com</a></span> Dan kami telah mencoba mengumpulkan hal-hal yang berhubungan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh. Tentang tafsir Ali Imran (3): 110 kami simpan di dalam blog kami ini. Silahkan kaum muslimin untuk dapat mempelajarinya dengan baik, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi yang telah banyak memberikan pandangan analisa kritisnya terhadap mimpi Maulana Ilyas itu dan juga penafsiran ayat itu.</p>
<p>Apakah perlu kami bahas terhadap ISI MIMPI itu diBENCHMARK dengan kitab-kitab tafsir besar itu? Insya Allah, kami akan bahas dalam topik yang berbeda, agar kaum muslimin mendapatkan wacana baru, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=134&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

