<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Fatwa Salafi</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/fatwa-salafi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kabar Dusta dan Fitnah: Ahli Usaha dakwah dan tabligh menyembah kuburan di Markas Nizhamuddin</title>
		<link>http://usahadawah.com/kabar-dusta-dan-fitnah-ahli-usaha-dakwah-dan-tabligh-menyembah-kuburan-di-markas-nizhamuddin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/kabar-dusta-dan-fitnah-ahli-usaha-dakwah-dan-tabligh-menyembah-kuburan-di-markas-nizhamuddin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 13:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: http://tetesanhujan.wordpress.com/2008/12/01/kabar-dusta-dan-fitnah-ahli-usaha-dakwah-dan-tabligh-menyembah-kuburan-di-markas-nizhamuddin/
Mereka berkata, markas jamaah tabligh di India adalah tempat kemusyrikan, karena biasa memuja dan menyembah kuburan syaikh Nizhamuddin awliya
Fitnah para pembohong/ pendusta 
Tuduhan bahwa jamaah tabligh menyembah kubur di Nizhamuddin India adalah fitnah dan dusta. Hal ini pasti bohongnya, karena dari kalimat tuduhan tersebut dapat dipastikan bahwa si penuduh belum pernah mengunjungi Masjid Banglawali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: http://tetesanhujan.wordpress.com/2008/12/01/kabar-dusta-dan-fitnah-ahli-usaha-dakwah-dan-tabligh-menyembah-kuburan-di-markas-nizhamuddin/</p>
<p align="center"><em>Mereka berkata, markas jamaah tabligh di India adalah tempat kemusyrikan, karena biasa memuja dan menyembah kuburan syaikh Nizhamuddin awliya</em></p>
<p><strong>Fitnah para pembohong/ pendusta </strong></p>
<p>Tuduhan bahwa jamaah tabligh menyembah kubur di Nizhamuddin India adalah fitnah dan dusta. Hal ini pasti bohongnya, karena dari kalimat tuduhan tersebut dapat dipastikan bahwa si penuduh belum pernah mengunjungi Masjid Banglawali di kampung Nizhamuddin, New Delhi, India.</p>
<p><span id="more-221"></span>Berita atas tuduhan ini sangat menyesatkan banyak orang, sehingga ada sebagian orang yang mempercayainya begitu saja, dan memvonis bahwa jamaah dakwah dan tabligh memang telah melakukan kemusyrikan dan menyimpang dari akidah islam.</p>
<p>Namun bagi mereka yang sudah pernah hadir dan menyaksikan langsung hal ihwal dan keadaan disana yang sebenarnya, tentu mereka akan tertawa terbahak-bahak atas kebohongan yang sungguh nyata tersebut.</p>
<p>Seandainya para pendusta itu benar-benar telah hadir dan menyaksikan tempat yang benar, bukan ke tempat yang salah, pasti mereka akan menyesali bahwa apa yang mereka tuduhkan itu adalah salah sama sekali dan suatu fitnah yang besar.!!</p>
<p>Salah seorang tokoh senior sekaligus penanggung jawab usaha dakwah dan tabligh di Indonesia, pada suatu ketika bertemu dengan seorang ustadz yang menyinggung masalah ini. Ustadz tersebut langsung menuduh bahwa Jamaah tabligh telah melakukan kemusyrikan dengan menyembah kuburan di Nizhamudin, India.</p>
<p>Mendengar hal itu, maka orang tua dari jamaah tabligh ini berkata, &#8221; Dari mana bapak mendapatkan sumber berita itu?&#8221; Kemudian Ia menjawab, &#8220;Saya mendapatkannya dari sumber yang terpercaya.&#8221; Tokoh jamaah tabligh tersebut bertanya, &#8220;Apakah bapak sudah meneliti kebenaran berita itu?&#8221; Kemudian ustadz tersebut berkata, &#8220;Itu tidak perlu, karena saya mempercayai kebenaran berita itu&#8221;. Tokoh jamaah tabligh itupun menyahut, &#8220;Masya Alloh, hadits-hadits Nabi saw saja, bapak seleksi dengan ketat keshahihannya dan kedhaifannya, mengapa berita yang demikian palsu bapak telan bulat-bulat?!!&#8221;</p>
<p>Demikianlah yang terjadi. Dan hal ini menguatkan keyakinan, bahwa para penuduh yang menyatakan bahwa jamaah tabligh telah menyembah kuburan di Nizhamuddin awliya India, adalah para PENDUSTA/PEMFITNAH yang tidak pernah sama sekali meneliti maupun memeriksa kebenaran berita tersebut. Dan mereka hanya membenarkan tuduhan tersebut, hanya disebabkan tertutupnya hati dari kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<p>Oleh sebab itu, mari kita simak, bagaimana sebenarnya keadaan yang sesungguhnya mengenai tuduhan tersebut.</p>
<p><strong>Makam Syaikh Nizhamuddin Awliya</strong></p>
<p>Basti Nizhamuddin adalah nama sebuah kampung di kota Delhi, India. Basti bermakna kampung dalam bahasa Urdu. Didalamnya terdapat sebuat tempat penziarahan yang luas namun padat didatangi bukan hanya oleh kaum muslimin awam, namun juga oleh orang-orang hindu.</p>
<p>Disitulah kuburan/makam Syaikh Nizhamuddin Awliya, seorang waliyullah yang sangat terkenal. Beliau adalah seorang dai sekaligus pejuang besar yang telah banyak berjuang menegakkan islam di kawasan India dan Pakistan. Sayangnya, kuburan beliau dianggap oleh orang-orang jahil sebagai kuburan yang sangat bertuah dan keramat., sehingga sebagian mereka berkeyakinan akan mendapatkan keberkahan dari kuburan tersebut jika mereka menziarahinya.</p>
<p>Oleh sebab itu, tidak heran jika ditempat tersebut menjadi tempat yang ramai didatangi oleh berbagai kalangan manusia yang telah tertipu akidah mereka. Diantara mereka ada sebagian dari kalangan kaum muslimin dan sebagian lain-yang tidak kalah ramai-juga datang dari kalangan non muslim.</p>
<p>Tempat tersebut sangat jelas berbeda sama sekali dengan markas atau pusat perhimpunan Jamaah tabligh dari seluruh dunia, yaitu di kampung yang sama; Nizhamuddin tetapi di Masjid Banglawali, bukan di kuburan Syaikh Nizhamuddin Awliya.</p>
<p>Inilah yang telah banyak mengecoh orang-orang. Bagi anda yang baru pertama kali ke India pun biasanya akan terkecoh mengenai hal ini. Biasanya, sejak pintu keluar dari Air Port New Delhi, orang-orang hingga agen-agen perjalanan ataupun supir-supir angkutan (yaitu orang-orang hindu) sudah sangat akrab dengan rute tujuan Nizhamuddin Awliya. Anda cukup menyebutkan tujuan Basti Nizhamuddin awliya, maka mereka akan memahaminya bahwa anda akan berkunjung ke kubur syaikh nizhamuddin awliya tersebut.</p>
<p>Dan seandainya anda tidak mengenal tempat yang anda tuju mereka akan mengantarkannya ke tempat kuburan keramat syaikh nizhamuddin awliya, bukan ke tempat perhimpunan jamaah tabligh yang dimaksud, yaitu di Masjid Banglawali.</p>
<p>Inilah kekeliruan yang sangat merusak citra jamaah tabligh. Apabila tidak diluruskan maka akan menjadi finah yang keji dan persangkaan buruk secara umum.</p>
<p><em>(Sumber: Kupas tuntas jamaah tabligh jilid 2)</em></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=221&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/kabar-dusta-dan-fitnah-ahli-usaha-dakwah-dan-tabligh-menyembah-kuburan-di-markas-nizhamuddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Kedok Jemaah Tabligh bagian 2</title>
		<link>http://usahadawah.com/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 15:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Melepas Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/25/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/
SEKITAR MARKAZ NIZAMUDDIN
Nizamuddin merupakan Basti atau kampung di kota New Delhi. Sebagaimana Nabi-Nabi diutus seluruhnya di Ummul Qurro’ atau ibu kota, begitu pulalah Jemaah Tabligh membuat kerja dan mengendalikan gerakan diseluruh dunia dari Ibu Kota Negara India yang mayoritas beragama Hindu.
Bahkan mereka dihadirkan di tengah-tengah gencarnya kebencian kaum Hindu dan Sikh di India. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/25/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/</p>
<p><strong>SEKITAR MARKAZ NIZAMUDDIN</strong></p>
<p>Nizamuddin merupakan Basti atau kampung di kota New Delhi. Sebagaimana Nabi-Nabi diutus seluruhnya di Ummul Qurro’ atau ibu kota, begitu pulalah Jemaah Tabligh membuat kerja dan mengendalikan gerakan diseluruh dunia dari Ibu Kota Negara India yang mayoritas beragama Hindu.</p>
<p>Bahkan mereka dihadirkan di tengah-tengah gencarnya kebencian kaum Hindu dan Sikh di India. Tak jarang kekerasan fisik dilakukan oleh orang Hindu terhadap umat Islam lebih-lebih tatkala perpecahan India dan Pakistan. Jutaan umat Islam mati dibunuh di India. Tetapi terlihat banyak pertolongan Allah kepada Jemaah yang mubarok ini.</p>
<p><span id="more-25"></span>Mereka tetap eksis, di tengah gejolak negeri India dan hingar bingar kota New Delhi. Pada saat terjadi peperangan antara Pakistan dan India, Syaikh M Ilyas Rah A. tetap perintah jemaahnya tetap hidupkan amalan masjid, tak terkesan dengan peperangan tetapi kesan kepada amalan agama.</p>
<p>Markaz mereka terdiri dari 5 lantai, bangunannya tak besar. Di dalam bangunan masjid terlihat garis hijau terang pada plafon untuk menunjukkan bahwa bangunan asli Nizamuddin di zaman Syaikh Ilyas sangat kecil, lainnya merupakan perluasan masjid mengingat tak muat lagi menampung jemaah yang datang dari seluruh dunia.</p>
<p>Karena pelebaran itulah maka makam Syaikh Ilyas yang berada di belakang masjid akhirnya menempel dengan tembok masjid yang merupakan pembatas antara kuburan dengan masjid. Jika kita tidak bertanya dimana makam itu, maka kita tak akan tahu karena makam itu tak dapat dilihat langsung dari lantai dasar Karena tebalnya dinding pembatas dan tak adanya jendela antara kubur dengan masjid. Kita baru bisa lihat kalau kita naik ke atas lantai.</p>
<p>Di depan masjid ada lokasi kuburan orang tempatan, antara mihrab dengan lokasi kuburan dibatasi oleh jalan setapak sehingga tanah kuburan dengan masjid tidak bersatu. Karena padatnya kota New Delhi di depan pintu markaz ada pasar tradisional yang umumnya berdagang adalah orang India yang belum ambil kerja dakwah, terlihat dari kumis-kumis mereka yang tebal dan banyak yang cukur jenggot mereka.</p>
<p>Ruang bawah adalah dapur, tempat makan jemaah tempatan yang berasal dari India dan tempat wudhu dan sebagian tempat sholat bagi tempatan. Lantai dua merupakan ruang sholat dimana imam sholat berada di sana. Sholat lima waktu di Imami oleh Maulana Saad Al Kandahlawi, seorang yang faqih dalam ilmu agama. Lantai dua juga merupakan tempat makan foreign jemaat yang dari berbagai Negara, di sana mereka makan bersama para masayikh mereka di antaranya Maulana Zubair, Maulana Mustaqim, Maulana Daud, dan Maulana Yaqub.</p>
<p>Para tamu dari luar negeri beristirahat di lantai 3 terkadang jika penuh di lantai yang lebih atas lagi. Lantai 5 digunakan untuk menjemur pakaian. Tak ada tulisan apapun di dalam masjid kecuali penuntun arah seperti Istiqbal (tempat menerima tamu). Tulisan Tasykil untuk menunjukkan tempat mencatat nama ketika hendak keluar di jalan Allah. Tulisan Foreign untuk menunjukkan tamu, dsb yang semua petunjuk itu sebagai penunjuk arah bagi tamu yang baru pertama kali datang ke sana.</p>
<p>Tidak ada tulisan seperti yang dituduhkan oleh para PENDUSTA bahwa di markaz Nizamuddin ada tulisan sandi di pintu mereka berlambang surat Al Falaq, An Naas dan berbagai angka sandi. Masjid mereka bersih dari tulisan kaligrafi apapun. Di depan tembok masjid tertulis Banglawali Masjid yakni nama masjid yang menjadi markaz.</p>
<p>Jika kita bertanya tentang Masjid Nizamuddin maka orang akan mengantar kita ke masjid Nizamuddin yang merupakan makam Nuzamuddin Aulia seorang wali tanah Hindustan dimana orang di sekitar sana memuja-muja kuburan wali-wali dan beribadat kepada mereka. Letak masjid itu hanya beberapa ratus meter dari Markaz Tabligh yakni Banglawali Masjid.</p>
<p>Disinilah letak kekeliruan para pengeritik di mana mereka melihat Nizamuddin Masjid tempat pemujaan kubur. Penulis sendiri ketika berkunjung ke sana dan di bandara ditawarkan oleh pengemudi Reksa (bajaj) dengan teriakan Nizamuddin….Nizamuddin…Nizamuddin, maka ketika naik penulis dibawa ke Masjid Nizamuddin Aulia tempat pemuja kubur. Pakaian mereka dan jenggot serta atribut sama dengan jemaah tabligh. Sehingga banyak orang menyangka bahwa jemaah tabligh penyembah kubur, sehingga ucapan ini perlu TABAYYUN datang ke sana membuktikan langsung. Itulah sebabnya setiap jemaah diseru untuk pergi ke sana untuk menjawab sendiri tuduhan FITNAH yang menyebar.</p>
<p>Makanya tak ada jemaah tabligh yang goyang keyakinannya setelah ke sana walaupun di internet, buku-buku, majalah-majalah, yang mengkritik mereka habis-habisan tetapi keyakinan para tablighi tak goyah karena mereka telah melihat langsung KEBOHONGAN para PENDUSTA yang mengkritik mereka.</p>
<p><strong>MARKAZ REIWIND</strong></p>
<p>Reiwind ada di wilayah Lahore. Dari kota Lahore dengan bis kita akan sampai dalam waktu setengah jam ke sana. Markaz mampu menampung 20.000 jemaah setiap hari. Tampak setiap orang di dalamnya sibuk dengan amal. Tak ada perkara dunia yang dibicarakan.</p>
<p>Musyawarah agama dilakukan tiap hari sekitar 2 jam pada jam 8 atau jam 9 pagi. Sepuluh ribu orang dihantar keluar di jalan Allah setiap harinya baik dalam maupun ke luar negeri. Dalam pada itu juga 10.000 orang setiap hari masuk selesai bergerak keluar di jalan Allah. Suasana seperti shahabat Nabi dalam mempersiapkan Jihad akan tampak di sana.</p>
<p>Setiap subuh Masyaikh mereka yakni Syaikh Abdul Wahhab memberi ceramah pentingnya Usaha Atas Agama. Jam 10 diberikan bayan Nasihat bagi yang mau keluar di jalan Allah yang dinamakan Bayan Hidayah. Ada sepuluh halaqoh di dalam markaz setiap hari dan program markaz baru berakhir setelah jam 12 malam di musim panas dengan pembacaan kitab Hayatusshahabah.</p>
<p>Ada 6 amalan ijtimaiyyat dalam markaz, yakni :</p>
<p>1.      Musyawarah Harian</p>
<p>2.      Bayan Hidayah</p>
<p>3.      Taklim Ba’da Dzuhur</p>
<p>4.      Bayan Ba’da Ashar</p>
<p>5.      Kargozary (laporan perjalanan) selama keluar di jalan Allah</p>
<p>6.      Taklim Akhir</p>
<p>Para ulama di sana menekankan selalu hadir dalam majlis ijtimaiyyat amal, bahkan Syaikh Ihsan dalam ceramahnya selalu mengatakan : “Siapa yang tidak hadir dalam 6 amalan ijtimaiyyat markaz maka sebenarnya pada hakekatnya tak pernah datang ke Reiwind.</p>
<p>Jika memperhatikan markaz mereka di Reiwind kita akan tercengang dibuatnya, bagaimana tidak? Para tamu yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu orang setiap hari dijamu makan gratis dengan lauk pauk daging setiap hari 3 kali ditambah minum susu / cae (teh susu) atau yogurt setiap pagi dan sore. Belum lagi listrik mereka begitu banyak penggunaannya, untuk air mandi, cuci, dan minum. Air kran di sana terasa hangat di musim dingin dan terasa dingin di musim panas.</p>
<p>Ahli dunia akan berfikir bagaimana cara manajemennya? Padahal Reiwind bukanlah pabrik yang punya produksi yang bisa dijual untuk membiayai operasional. Di sana hanya kita temui orang yang sibuk fikirkan agama, suara dakwah antar mereka terdengar seperti lebah, orang bicara kebesaran Allah, saling senyum, salam, dan ikrom terlihat di sana.</p>
<p>Mungkin tak ada satu Negara yang sanggup buat seperti mereka dalam melayani tamu.</p>
<p><strong>MARKAZ KEBON JERUK INDONESIA</strong></p>
<p>Di Jalan Hayam Wuruk 83 di kelilingi oleh kesibukan kantor, toko, bahkan ada yang buka 24 jam. Maka di Masjid Kebon Jeruk hidup amalan masjid 24 jam. Kalau kita datang jam berapa saja maka istiqbal siap layani kita.</p>
<p>Masjid ini merupakan masjid tua yang dibangun oleh seorang Muslim Cina yang makamnya berada di samping kiri masjid jika kita masuk dari pintu belakang dan sebelah kanan masjid jika masuk dari pintu depan.</p>
<p>Makam ini tadinya ada di luar masjid tetapi karena kebutuhan jemaah yang sudah tidak ketampung lagi maka dilebarkan ke belakang. Sekarang makam itu dibatasi dinding antara masjid jadi seolah berada di luar masjid. Jika orang baru datang ke sana maka tak akan tahu kalau itu adalah makam.</p>
<p>Tak ada orang yang khusus ke sana untuk menziarahi makam itu, bahkan dilarang, karena makam dan masjid merupakan cagar budaya yang jadi asset pemerintah ibu kota. Bahkan banyak orang tabligh yang berasal dari daerah tak tahu kalau itu kuburan.</p>
<p>Bersambung….</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=25&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Kedok Jemaah Tabligh Bagian 1</title>
		<link>http://usahadawah.com/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 14:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Melepas Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Mengbongkar Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan Berimbang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mudah-mudahan Allah swt memberikan Rahmat, Ampunan dan LindunganNya kepada sdr. sekalian. Telah banyak pandangan yang berkaitan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh). Mudah-mudahan tulisan di bawah ini memberikan wacana atau juga pengetahuan baru bagi sdr. sekalian, dimana tulisan ini merupakan analisa dan juga pengamatan terhadap usaha da&#8217;wah.
Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Mudah-mudahan Allah swt memberikan Rahmat, Ampunan dan LindunganNya kepada sdr. sekalian. Telah banyak pandangan yang berkaitan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh). Mudah-mudahan tulisan di bawah ini memberikan wacana atau juga pengetahuan baru bagi sdr. sekalian, dimana tulisan ini merupakan analisa dan juga pengamatan terhadap usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Jika ada tulisan saat ini disebarkan melalui berbagai media, apakah itu internet dan lainnya, dengan judul yang sangat cukup sensasi yaitu &#8220;membongkar kedok jama&#8217;ah tabligh&#8221;.Dan sekarang kami suguhkan dengan judul yang hampir sama &#8220;Melepas Kedok Jama&#8217;ah Tabligh&#8221;.</p>
<p>Sdr. sekalian dapat mencermati kedua judul yang hampir bersamaan, dan kami secara jujur ini merupakan wacana yang baik untuk dipelajari. Yang satu memberikan kerangka kritik, dan yang lainnya memberikan keranga survey dan analisa. Silahkan untuk dicermati dengan baik dan buka lebar-lebar diri kita untuk mendapatkan berbagai kebaikan dari siapapun.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Pengelola Usaha Da&#8217;wah dan Tabligh</p>
<p><span id="more-21"></span>Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/25/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/</p>
<p>Risalah kecil yang disusun oleh : Abu Muhammad Fahim</p>
<p>KATA PENGANTAR</p>
<p>Sebagai seorang pengamat harokah di Indonesia, saya tertarik dengan ucapan pimpinan Jemaah Tabligh (istilah yang penulis pakai buat orang yang kerja dakwah di masjid Kebon Jeruk) di Indonesia, ketika seorang ustadz kritik jemaah tabligh. Beliau (almarhum) katakana : &#8220;Jangankan kerja tabligh, ‘kentut tabligh&#8217; saja anda tak paham.&#8221;</p>
<p>Setelah saya amati program yang diadakan yakni khuruj fi sabilillah ternyata kerja tabligh yang mereka buat seperti khazanah lautan yang tak habis jika digali.</p>
<p>Orang menyangka bahwa karang adalah lautan, air adalah lautan, ada yang menyatakan juga ikan, rumput laut, pasir, dsb. Padahal lautan adalah kumpulan dari itu semua secara menyeluruh.</p>
<p>Kebanyakan pencemooh jemaah tabligh hanya melihat sebagian dari kerja jemaah, sehingga terlihat kekurangan disana sini seperti anggapan mereka tentang bodohnya ahli jemaah dalam hal masail, hukum Islam, dsb. Kalaulah kita mau melek sedikit, membuka hati dan mau menerima kekurangan mereka, maka di balik itu ada suatu kekuatan yang akan menjadi harapan bagi kejayaan umat Islam.</p>
<p>Mereka tampil di permukaan, berjalan di tengah manusia dengan segala kekurangan, tetapi hati mereka tawajjuh kepada Allah SWT, sehingga Allah tampakkan bantuan-Nya ke atas mereka. Banyak negeri yang sudah didirikan markaz dakwah mereka, tak ada suatu kekuatan pun yang bisa membendung, mereka laksana air bah.</p>
<p>Islamisasi di segala bidang tak terlihat tetapi dapat dirasakan oleh umat. Mereka tak suka expose di media masa, hasil kerja mereka hanya untuk menyenangkan Allah dan Rasul Nya.</p>
<p>Dalam buku ini saya mencoba melepas sedikit tirai/kedok mereka yang masih tersembunyi di mata orang awam, agar mereka objektif menilai kelebihan dan kekurangan jemaah tabligh, dan tidak mendengar dari satu pihak yang memiliki hasad terhadap hasil kerja mereka.</p>
<p>Walaupun saya menyadari tak dapat menjelaskan itu semua secara gamblang karena perlu keseriusan dalam hal ini, juga penyertaan diri dalam program khuruj fi sabilillah bersama mereka, namun semoga saja dari sedikit apa yang saya ketahui ini dapat menjadi jembatan persatuan umat agar tidak saling mencaci dan mencari-cari kesalahan saudara muslim, sehingga hari demi hari kita sibuk memikirkan bekal kita untuk berjumpa dengan Allah SWT.</p>
<p>Dan akhirnya saya pun akui bahwa ‘kentut&#8217; tabligh saja saya tak tahu. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Catatan : Dalam buku ini saya gunakan nama Jemaah Tabligh untuk menyebut orang-orang ahli dakwah karena hal ini sudah masyhur di kalangan awam.</p>
<p><strong>MISTERI JEMAAH TABLIGH</strong></p>
<p>Tiba-tiba saja dunia heboh ketika menyaksikan di jalan-jalan, di kantor-kantor, tempat perbelanjaan, di pasar-pasar terlihat laki-laki berjenggot dan memakai gamis, celana di atas mata kaki berjalan dengan bebasnya, tak terkesan dengan suasana. Adat memakai kopiah bagi laki-laki dan bercadar bagi wanita mulai hidup di tengah-tengah masyarakat dan terasa tak tabu lagi. Ada apa gerangan ?</p>
<p>Pemandangan kontras terjadi di sekitar Masjid Jami&#8217; Kebin Jeruk yang menjadi pusat kegiatan seluruh Indonesia bagi satu jemaah yang dinamakan oleh kebanyakan orang jemaah tabligh. Di tengah hingar-bingarnya kota Jakarta dengan kehidupan malam yang berbau sex dan kriminal, ada kumpulan orang yang terlihat bergamis sopan, selalu tundukkan pandangan bahkan tak memandang sedikit pun kepada wanita-wanita yang lalu lalang dengan pakaian seronok.</p>
<p>Pemuda-pemuda yang biasa menghabiskan masanya dengan hura-hura terlihat begitu antusias dalam mengamalkan agama, orang kaya dengan mobil mewah terlihat tawadu&#8217; tak menampakkan kekayaannya. Padahal konon menurut mereka terkadang yang hadir dalam pertemuan mereka di malam jumat ada pejabat Negara, namun tidak terlihat perbedaan di antara mereka. Masya Allah&#8230;!</p>
<p><strong>ASAL USUL NAMA JEMAAH TABLIGH</strong></p>
<p>Nama Jemaah Tabligh sendiri sampai sekarang tak ada yang tahu dari mana asalnya. Karena orang tak akan temukan plang-plang nama di depan markaz mereka sebagaimana layaknya organisasi atau kelompok seperti secretariat AHMADIYYAH, LDII atau memiliki majalah atau bulletin yang menjadi Icon harakah seperti Hizbuttahrir, atau majalah Khilafah untuk Jemaah Khilafatul Muslim, majalah salafi untuk kajian salafi (termasuk assunnah, arrisalah, dsb) tak ada kop surat yang bersimbol &#8220;tabligh&#8221;, kaos, spanduk, selebaran, yang mempropagandakan kelompok. Misalnya bentuk partai.</p>
<p>Dan yang lebih menarik mereka tidak menarik dana dari manapun, tak ada rekening Bank yang mewakili mereka untuk di transfer sebagai dana perjuangan harokah lain. Kenyataan yang aneh mereka bisa pergi melalang buana ke seluruh dunia tanpa terkecuali, orang kaya, orang miskin, pejabat, petani, tukang somay, dll.</p>
<p>Seorang yang awam dari mereka jika ditanya tentang dari mana ia dapatkan dana? Mereka selalu katakana dari Allah..! Sumber dana mereka berasal dari kantong-kantong mereka sendiri karena mereka membuat tertib &#8220;berjuang di jalan Allah dengan harta dan diri sendiri.&#8221;</p>
<p>Sedangkan nama jemaah dinamakan oleh orang yang tak simpati kepada gerakan mereka bermacam-macam nama yang diberikan kepada mereka, ada yang menamakan JT (di Jakarta) tetapi di Palu namanya ‘musafir&#8217;. Di India dan Pakistan orang cukup katakan ‘jemaah&#8217; langsung paham kalau itu mereka. Ada juga yang katakan jemaah jenggot, jemaah sarung, jemaah kompor, jemaah sendalan, bahkan yang ekstrem mereka katakan jemaah pengangguran karena selalu berada di Masjid.</p>
<p>Tetapi orang-orang yang menjadi penanggung jawab jika ditanya tentang nama jemaah mereka, mereka akan cerita tentang syaikh besar mereka yakni Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah.A yang pernah mengatakan :</p>
<p><strong>&#8220;Jika saya disuruh menamakan Jemaah yang saya buat ini, maka akan saya namakan Jemaah Pergerakan Iman (Harakatul Iman), tetapi kita tak boleh menambah nama dalam Islam dengan nama.&#8221;</strong></p>
<p>Salah seorang ulama mereka Syaikh Maulana Jamil di dalam ceramahnya mengatakan : &#8220;Jangan mengatakan kita orang tabligh karena perkataan itu memecah belah umat Islam.&#8221;</p>
<p><strong>JEMAAH TABLIGH TIDAK MEMILIKI KARTU KEANGGOTAAN</strong></p>
<p>Jika seseorang diajak oleh mereka untuk keluar di jalan Allah yang disebut tasykil dalam istilah mereka, maka cukup mendaftarkan dirinya dengan mencatat nama di tim tasykil yang mereka tunjuk. Kemudian orang itu akan dimasukkan ke jemaah yang sudah di bentuk sekitar 10 orang atau lebih (jemaah minimal berjumlah 3-4 orang).</p>
<p>Di dalam jemaah ada orang yang sudah lama aktif dalam tabligh, ada yang baru, ada ustadz, bahkan terkadang Hafidz Al Quran.</p>
<p>Tidak ada kartu anggota yang diberikan kepada jemaah, sehingga tidak seperti organisasi yang memiliki kartu keanggotaan.</p>
<p>Pernah ada seorang yang ikut dengan mereka namun disebabkan kekecewaan terhadap oknum di dalam tabligh, maka orang itu katakan : Saya akan keluar dari Jemaah Tabligh. Maka mereka katakan : Bagaimana anda akan keluar dari Tabligh sedangkan anda tak pernah masuk tabligh, sebab di Tabligh tak ada keanggotaan.</p>
<p>Mereka beranggapan bahwa Tabligh bukanlah sebuah Nama Jemaah tetapi Tabligh adalah sebuah kerja yang harus dibuat oleh seluruh orang Islam tanpa terkecuali. Bahkan diantara mereka berkata : Kami di Tabligh bukan disuruh masuk tetapi di suruh keluar yakni keluar di jalan Allah.</p>
<p><strong>AQIDAH JEMAAH TABLIGH</strong></p>
<p>Aqidah Jemaah Tabligh adalah Ahlu Sunnah wal Jamaah, ini bisa dibuktikan dari ucapan para masyaikh mereka di Pakistan, di Indonesia bisa langsung ditanyakan kepada Kyai-Kyai yang sudah ambil bagian dalam kerja Dakwah ini.</p>
<p>Walaupun tidak mempropagandakan Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah dengan lafadz, namun bisa dibuktikan sbb:</p>
<p>1.      Di Pondok Pesantren mereka baik yang di Reiwind Pakistan atau di dalam negeri (Magelan dan Temboro misalnya) dikaji kitab Kutubussittah, artinya bukan seperti orang syiah yang anti Bukhari atau sebagian kelompok lain ‘menuhankan&#8217; Bukhari dan menafikan kitab Hadits yang lain).</p>
<p>2.      Di dalam kitab yang mereka baca secara Ijtima&#8217;I misalnya Fadhilah A&#8217;mal mengutip kisah semua sahabat tanpa membedakan.</p>
<p>3.      Ulama-ulama mereka menulis syarah Kutubussittah seperti Syarah Imam Abu Daud dan Imam Muslim (kitabnya beredar di India). Maulana Zakariya Rah. A menulis syarah Muatho&#8217; yakni kitab Auzajul Masalik.</p>
<p>4.      Tidak pernah mengatakan Al Quran adalah makhluk seperti kaum Mu&#8217;tazilah.</p>
<p>5.      Tidak ada pengkramatan kubur-kubur seperti Breelwie di India bahkan golongan penyembah kubur membenci mereka (penulis membuktikan sendiri melihat ketidaksukaan Breelwie kepada Jemaah Tabligh). Sementara isu fitnah yang mengatakan orang tabligh tawaf di kubur semuanya tidak betul. Wallahi..!</p>
<p>6.      Tak ada ajaran mereka tawaf di kubur. Kubur yang mana? Sedangkan di markaz Reiwind tidak ada kuburan satupun di sana. Wallahi!</p>
<p>7.      Tidak ada amalan dzikir-dzikir khusus atau wasilah terhadapa wali-wali / makhluk untuk sampai kepada Allah. Dapat dibuktikan&#8230; datanglah ke markaz mereka tak ada satupun ruangan khusus yang digunakan untuk amalan demikian, dan tak pernah diajarkan mereka bahkan mereka selalu berkata: &#8220;Makhluk adalah hijab antara hamba dengan Allah bukan sebagai wasilah&#8221;.</p>
<p>Uluhiyyah mereka lurus hanya beribadat kepada Allah SWT saja bahkan dalam ceramahnya Ulama mereka Syaikh Saad Al Kandahlawi telah katakan bahwa maksud ruku&#8217; dalam sholat adalah agar kita tak boleh menundukkan kepala kita kepada selain Allah SWT. Bahkan mereka katakan : Bahwa menundukkan kepala kepada orang lain adalah hakikat penyembahan.</p>
<p>Di Markaz Reiwind jika kita memberi salam sambil menunduk maka para ulama di sana akan marah.</p>
<p>Sedangkan Rububiyyah mereka tak bisa diragukan lagi mereka siap tinggalkan anak isteri karena keyakinan yang kuat bahwa Allah Ar Raziq (Maha Pemberi Rizqi). Mereka datang ke negeri kafir dengan mengandalkan kekuatan amal, yakin Allah yang berkuasa sedangkan makhluk tak bisa memberi manfaat dan mudharat tanpa izin Allah SWT terlihat dari ceramah-ceramah mereka tentang Qudratullah, Pertolongan Allah kepada para Nabi, shahabat, serta berbicara tentang ta&#8217;rif iman yang ada dalam Al Quran dan Al Hadits.</p>
<p>Justru orang-orang yang mengkritik aqidah Jemaah Tabligh ketika mereka diajak / tasykil : Ayo kita keluar di jalan Allah 4 bulan.!! Kebanyakan mereka menjawab. Hah..!! 4 bulan tinggalkan anak isteri, gak kerja, anak saya makan apa? Ini aqidah rububiyyah apaan???</p>
<p>&#8220;bersambung&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=21&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Muasal Adzan dan Iqomat Melalui Mimpi Shahabat dan Perihal Mimpi Maulana Ilyas</title>
		<link>http://usahadawah.com/asal-muasal-adzan-dan-iqomat-melalui-mimpi-shahabat-dan-perihal-mimpi-maulana-ilyas/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/asal-muasal-adzan-dan-iqomat-melalui-mimpi-shahabat-dan-perihal-mimpi-maulana-ilyas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 07:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebelumnya telah kami sampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan mimpi yang mana kami sampaikan hal tersebut setelah kami membaca seorang ulama salafi memberikan pandangan atau pernyataan yang berlebihan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini. Sdr. sekalian dapat membaca enam tulisan kami dalam blog ini juga.
Setelah kami sampaikan pandangan berimbang itu, terdapat beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Sebelumnya telah kami sampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan mimpi yang mana kami sampaikan hal tersebut <strong>setelah kami membaca seorang ulama salafi memberikan pandangan atau pernyataan yang berlebihan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini</strong>. Sdr. sekalian dapat membaca enam tulisan kami dalam blog ini juga.</p>
<p>Setelah kami sampaikan pandangan berimbang itu, terdapat beberapa komentar yang masuk ke dalam blog kami. Dan kami sampaikan juga di forum yang lebih terbuka. Kami sangat berharap mudzakarah tersebut memberikan keterbukaan bagi kaum muslimin, terutama juga untuk sebagian salafi yang sudah jauh dan banyak memberikan pernyataan sepihak terhadap usaha da&#8217;wah. Tetapi kami perlu berlapang dada perihal-perihal tersebut.</p>
<p><strong>Setelah tulisan ini, kami persilahkan kepada kaum muslimin untuk mengambil kesimpulan sendiri, termasuk juga teman-teman salafi sendiri.</strong> Apakah mimpi seperti Maulana Ilyas Rah itu seperti yang dituduhkan ulama salafi atau merupakan anugrah yang Allah swt berikan kepada seseorang? Sehingga kami tidak terlalu berdetail-detail lagi perihal itu, karena kami telah sampaikan hujah ataupun dalil penjelasan itu. Dan juga kami sudah sampaikan satu bab yang berkaitan dengan mimpi. Dan silahkan untuk dicari kitab tersebut dengan baik, kami dapatkan kitab tersebut di <a href="http://www.waqfeya.com/">http://www.waqfeya.com/</a>. Apakah salafi akan mengakuinya atau tidak? Kami serahkan perkara ini pada diri masing-masing. Dan kami tidak dapat memberikan hidayah kepada siapapun, dan hanya Allah swt tempat kita bergantung kita semua.</p>
<p><span id="more-136"></span><strong>Dan bagi kami sendiri yang terjun dalam usaha da&#8217;wah ini tidak terpengaruh dengan mimpi tersebut, karena yang terpenting bagi kami Islam telah mengajarkan bagaimana kita menyikapi mimpi itu sendiri. Dan pelajaran-pelajaran Islam lebih jelas menerangkan hal-hal yang berkaitan dalam aktifitas-aktifitas usaha da&#8217;wah itu sendiri, seperti silaturahmi, da&#8217;wah, belajar, mengajar, sholat, ‘itikaf, dzikir, musyawarah, pikir kaum muslimin, saling menghormati, adab-adab keseharian, musyawarah, dll. </strong></p>
<p>Dan kami telah sampaikan dalam tulisan sebelumnya, dengan adanya <strong>pernyataan sepihak sebagian Ulama Salafi</strong>, menjadikan kami pribadi terdorong untuk lebih mendalami uasaha da&#8217;wah ini lebih Ilmiyyah. <strong>Sehingga kami pribadi menjadi terbuka sendiri terhadap ucapan Maulana Ilyas Rah sendiri yang ringkas, &#8220;Bawalah Usaha Da&#8217;wah Dengan Ilmiyyah&#8221;</strong>. Kami berharap kepada Allah swt agar kami diistiqomahkan dalam kerja da&#8217;wah ini. Dengan begitu kami banyak ucapkan terimakasih terhadap ustadz salafi dan juga teman-teman salafi, dengan asbab salafi ini kami sendiri menjadi terbuka.</p>
<p>Tulisan ini menjelaskan sebuah mimpi yang dialami seorang shahabat tentang adzan dan iqomat. Mudah-mudahan kaum muslimin dapat memahami bahwa mimpi yang baik itu dapat diberikan pada siapapun. <strong>Kisah ini kami ambil dari satu Kitab Nailur Author Asy-Syaukani yang merupakan Kitab Syarh Kitab Al-Muntaqo Ibnu Thaimiyyah Rah</strong>. Kami dapatkan juga dari kitab Minhajul Muslim Syeikh Abu Bakar Al-jazairi.</p>
<p><em>&#8220;Dari Muhammad Bin Ishaq, dari Az-Zuhri, dari Sa&#8217;id Bin Musayyab, dari Abdullah Bin Zaid, ia berkata: Ketika Rasulullah SAW sudah menyetujui untuk dipukulnya lonceng, padahal sebenarnya beliau sendiri tidak menyukainya, karena menyerupai orang-orang Nashrani. </em></p>
<p><em>Pada suatu malam ketika aku tidur, tiba-tiba aku bermimpi. Ada seorang laki-laki yang mengenakan pakaian hijau, mengelilingi aku sedang ditangannya ada lonceng yang dibawanya. Lalu aku bertanya: Hai Hamba Allah! Apakah lonceng ini akan kamu jual? Ia menjawab: Akan kamu pergunakan untuk apa? Aku menjawab: Akan kupakai untuk memanggil orang untuk sholat. </em></p>
<p><em>Ia bertanya lagi: Maukah engkau, kutunjukkan yang lebih baik dari itu? Kau menjawab: Baiklah. Ia menjawab: Yaitu hendaklah engkau berkata:</em></p>
<p><em>ALLLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR</em></p>
<p><em>ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH, ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH</em></p>
<p><em>ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH</em></p>
<p><em>HAYYA ‘ALASH SHALAH, HAYYA ‘ALASH SHALAH</em></p>
<p><em>HAYYA ‘ALAL FALAH, HAYYA ‘ALAL FALAH</em></p>
<p><em>ALLLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR</em></p>
<p><em>LAA ILAAHA ILLALLAAH </em></p>
<p><em>Abdullah bin Zaid berkata: Kemudian ia mundur tidak seberapa jauh, dan berkata: Apabila engkau hendah iqomah, maka katakanlah:</em></p>
<p><em>ALLLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR</em></p>
<p><em>ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH</em></p>
<p><em>ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH</em></p>
<p><em>HAYYA ‘ALASH SHALAH</em></p>
<p><em>HAYYA ‘ALAL FALAH</em></p>
<p><em>QADQAAMATISH SHALAH, QADQAAMATISH SHALAH</em></p>
<p><em>ALLLAHU AKBAR</em></p>
<p><em>LAA ILAAHA ILLALLAAH </em></p>
<p><em>Abdullah bin Zaid berkata: Kemudian di waktu pagi aku datang kepada Rasulullah SAW untuk menceritakan kepadanya apa yang aku impikan itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya mimpi kamu itu adalah mimpi yang benar, Insya Allah. Kemudian Nabi memerintahkan adzan. Maka Bilal, Maula Abubakr, beradzan dengan lafal-lafal itu. Dan menyeru Rasulullah SAW untuk sholat.</em></p>
<p><em>Abdullah Bin Zaid berkata: Lalu Bilal datang kepada Nabi, kemudian memanggilnya pda suatu pagi untuk sholat subuh. Lalu Bilal mengeraskan suaranya dengan tinggi: ASH-SHALAATU KHAIRUM MINAN NAUUM. </em>Sa&#8217;id bin Musayyab berkata: Lalu lafal ini dimasukkan ke dalam bagian dari adzan untuk sholat subuh.&#8221; <em>(HR AHMAD)</em></p>
<p><em>&#8220;Dari Muhammad Bin Ishaq, dari Muhammad Bin Ibrahim At-Taimiy, dari Muhammad Bin Abdullah Bin Zaid, dari ayahnya, yang dikatakan dalam hadist tersebut: Maka tatkala di waktu pagi, aku datang kepada Rasulullah SAW, lalu aku ceritakan kepadanya apa yang kulihat itu. Maka Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ini adalah mimpi yang benar, Insya Allah. Berdirilah bersama Bilal dan sampaikanlah kepadanya apa yang kamu impikan itu, karena Bilal itu lebih keras suaranya daripada kamu. </em></p>
<p><em>Ia berkata: Lalu aku menemui Bilal dan saya sampaikan kepadanya apa yang aku impikan itu, dan Bilal pun lalu adzan dengan lafal-lafal itu. Ia berkata: Lalu ‘Ummar Ibnul Khatab mendengar yang demikian itu, sedang ia berada di rumahnya. Kemudian keluar sambil menyeret selendangnya, dan berkata: Demi Allah, Yang telah mengutus Engkau (Muhammad) dengan benar. Sungguh akupun telah mimpi, persis seperti yang ia impikan. Lalu Rasulullah SAW mengucapkan: ALHAMDULILLAH.&#8221; (HR Abu Dawud)</em></p>
<p><em>&#8220;Dari Timirdzi meriwayatkan bagian dari hadits tersebut dengan sanad ini, dan ia berkata: Hadits ini adalah Hasan Shohih&#8221; </em></p>
<p>Mudah-mudahan penjelasan mimpi Shahabat di atas memberikan wacana dan pengetahuan kepada kita semua, dan bermanfaat bagi kita semua.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=136&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/asal-muasal-adzan-dan-iqomat-melalui-mimpi-shahabat-dan-perihal-mimpi-maulana-ilyas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Berimbang Untuk Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi Terhadap Mimpi Maulana Ilyas (3)</title>
		<link>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-3/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 07:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[analisa mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami perlu sampaikan penjelasan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang berhubungan dengan mimpi sebagai arahan kepada kita semua. Dan kami persilahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk memperhatikannya, apalagi Kaum Salafi Wahabi selalu mendengung-dengungkan untuk kembali kepada Al-quran dan As-Sunnah. Kami akan sampaikan beberapa hadits yang tertulis dalam kitab Shohih Bukhari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kami perlu sampaikan penjelasan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang berhubungan dengan mimpi sebagai arahan kepada kita semua. Dan kami persilahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk memperhatikannya, apalagi Kaum Salafi Wahabi selalu mendengung-dengungkan untuk kembali kepada Al-quran dan As-Sunnah. Kami akan sampaikan beberapa hadits yang tertulis dalam kitab Shohih Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin, dan tim).</p>
<p><em>Dari Anas Bin Malik Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Mimpi baik yang dimimpikan orang sholeh, adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah&#8221; (No. 1847)</em></p>
<p><em>Dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri Ra sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Apabila seorang dari kamu bermimpi dengan mimpi yang disukainya, maka mimpi iitu dari Allah. Maka hendaklah dia memuji Allah karenanya dan boleh diceritakannya kepada orang lain. Tetapi apabila dia bermimpi selain itu, maka mimpi itu dari Syaithan. Sebab itu dia berlindung (kepada Allah) dari bahaya mimpi itu dan tidak usah diceritakannya kepada siapapun, karena mimpi tu tidak akan membahayakannya&#8221; (No. 1848)</em></p>
<p><em>Dari Abu Hurairah Ra berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Yang tinggal dari Nubuwah hanyalah Mubasysyirat. Mereka bertanya: &#8220;Apakah mubasysyirat itu?&#8221; Jawab Nabi : &#8220;Mimpi Yang Baik&#8221; (No. 1850)</em></p>
<p><em>Dari Anas RA katanya: Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Siapa yang bermimpi melihat aku di waktu tidur, sebenarnya dia melihat aku, karena Syaithan tidak bisa merupakan dirinya serupa aku. Mimpi orang beriman itu satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah&#8221; (No. 1851)</em></p>
<p><em>Dari Ibnu Ummar Ra, katanya: &#8220;Ada seorang laki-laki pada masa hidup Rasulullah SAW, apabila dia bermimpi diceritakannya kepada Rasulullah SAW. Maka saya mengharap-harap supaya bermimpi pula untuk saya ceritakan kepada Rasulullah SAW. Ketika itu aku masih muda, dan aku tidur di masjid waktu Rasulullah SAW masih hidup. Pada suatu ketika aku bermimpi, aku melihat dalam mimpiku itu seolah-olah dua malaikat datang kepadaku lalu keduanya membawaku ke neraka. </em></p>
<p><em>Di situ ada bangunan seperti sumur, mempunyai dua cabang dan di dalamnya banyak manusia yang saya kenal. Kataku: &#8220;Semoga Allah melindungiku dari neraka ini&#8221;. Maka datang malaikat yang lain, lalu berkata kepadaku: &#8220;Jangan takut!&#8221;. Mimpi ini aku ceritakan kepada Hafhah (istri Rasulullah SAW) lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah SAW. </em></p>
<p><em>Sabda Rasulullah SAW: &#8220;Abdullah Ibnu Ummar itu adalah seorang anak yang baik. Saya berharap supaya dia melakukan shalat malam&#8221;. Semenjak itu Abdullah selalu shalat mala. Ia tidur hanya sebentar. (No. 582)</em></p>
<p><span id="more-134"></span>Mimpi merupakan hal biasa untuk seseorang, tetapi akan memberikan semangat ibadah untuk orang tertentu dan ketika yang menjelaskannya adalah orang yang sangat berilmu, salah satunya adalah Abdullah bin Ummar RA. Sama halnya dengan Mimpi Maulana Ilyas itu, dan yang mana beliau menjelaskan bahwa mimpi itu bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam penjelasan itu. Sehingga beliau terus menetapkan gerakannya untuk lebih Istiqomah dengan kerjanya itu. BENAR atau TIDAK sebuah mimpi adalah setelah melewati WAKTU TERTENTU.</p>
<p>Sehingga mimpi seperti ini bagi Maulana Ilyas RH sendiri merupakan sesuatu hal yang perlu menjadi perhatiannya, karena hal ini jelas jarang terjadi bagi beliau sendiri. APALAGI PERKARA DA&#8217;WAH ini sudah menjadi perhatian beliau bertahun-tahun dalam kajian dan pendalamannya. Dan yang perlu kita pahami adalah beliau sendiri tidak membuat aturan atau hukum baru dalam Islam, tetapi beliau lebih menekankan kepada METODA atau CARA PENERAPAN da&#8217;wah Islam.</p>
<p>Dan beberapa ulama yang banyak berhubungan dengan beliau ini, tidak hanya mengandalkan pada mimpi itu saja. Beberapa KITAB yang dapat memperlihatkan seluk-beluk usaha da&#8217;wah ini secara sangat gamblang, yaitu Kitab HAYATUSH SHAHABAH dan Kitab AL-HADITSUL MUNTAKHOBAH yang disusun oleh Maulana Yusuf Rah sendiri, sebagai ulama dan juga pemimpin da&#8217;wah ini setelah Maulana Ilyas Rah.</p>
<p>Kami sendiri yang sudah cukup lama berhubungan dengan usaha da&#8217;wah ini, tidak PERLU dan HARUS MENGANDALKAN pada mimpi seseorang meskipun Ulama, seperti Maulana Ilyas, karena hal itu sebenarnya merupakan bentuk gambaran sesuatu hal ketika seseorang banyak mendalami atau memfokuskan pada hal yang berhubungan dengan hal tertentu itu. Sehingga kami sendiri LEBIH TERFOKUS pada pendalaman beliau, bukan pada mimpinya. Ini merupakan sesuatu yang lebih ILMIYYAH. Dan itu yang kami dapatkan dari nasehat Maulana Ilyas sendiri, agar MEMBAWA usaha da&#8217;wah ini dengan ILMIYYAH.</p>
<p>Apakah kita hanya terfokus pada kejadian aneh seseorang yang menemukan STETOSKOP, atau alat stetoskopnya itu. Padahal penemuan itu ditemukan secara KEBETULAN, ketika bermain-main dengan anak-anak kecil. Apakah kita hanya terfokus KEJADIAN LUCU ketika ditemukan hukum ARCHIMIDES, atau pada teorinya? Termasuk PROFESSOR KAMI dalam bidang kelistrikan, ketika menemukan formula yang sangat penting saat memasukkan benang pada lubang kancing. Apakah kita memfokuskan pada kejadiannya, atau pada teorinya? Masih banyak kejadian yang unik untuk bidang-bidang yang cukup fundamental. Disinilah kita harus bijak dan lebih ilmiyyah dalam berpikir.</p>
<p>PERKARA MIMPI sudah kami sampaikan dalam tiga tulisan yang berurutan. Apakah mimpi Maulana Ilyas sebagai BAGIAN NUBUWAH yang masih ada sesuai dengan penjelasan hadits-hadist shohih di atas? SEKALI LAGI, kami persilahkan kepada kaum muslimin untuk mempelajarinya dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada dilapangan pergerakan da&#8217;wah dan tabligh itu sendiri, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi. Dan kaum muslimin dapat MENILAI siapa yang KURANG TEPAT dan TERGESA-GESA dalam ANALISAnya apakah KAMI atau KAUM SALAFI WAHABI. Dan kami serahkan segalanya kepada Allah swt.</p>
<p>Apakah MAKNA ISI MIMPI BELIAU BERTENTANGAN dengan ISLAM? Maka kita dapat pelajari dengan baik melalui kitab-kitab besar kaum muslimin. Dalam jaman Internet ini, sekarang kaum muslimin terus memberikan kontribusinya. Salah satu yang kami kagumi adalah <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.altafsir.com/">www.altafsir.com</a></span> Dan kami telah mencoba mengumpulkan hal-hal yang berhubungan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh. Tentang tafsir Ali Imran (3): 110 kami simpan di dalam blog kami ini. Silahkan kaum muslimin untuk dapat mempelajarinya dengan baik, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi yang telah banyak memberikan pandangan analisa kritisnya terhadap mimpi Maulana Ilyas itu dan juga penafsiran ayat itu.</p>
<p>Apakah perlu kami bahas terhadap ISI MIMPI itu diBENCHMARK dengan kitab-kitab tafsir besar itu? Insya Allah, kami akan bahas dalam topik yang berbeda, agar kaum muslimin mendapatkan wacana baru, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=134&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Berimbang Untuk Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi Terhadap Mimpi Maulana Ilyas (2)</title>
		<link>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-2/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 07:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami sampaikan kembali beberapa mimpi yang terdapat dalam al-quran, dan kaum muslimin serta Kaum Salafi Wahabi dapat mempelajarinya dengan baik.
Kisah Mimpi Firan dan Takwil Ahli Sihir
Mimpi itu akan menjadi sebuah malapetaka atau cobaan bagi masyarakat tertentu, jika KELIRU menghadapinya. Perhatikan mimpinya Raja Firaun. Al-quran menjelaskan mimpi dengan sangat baik sekali, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kami sampaikan kembali beberapa mimpi yang terdapat dalam al-quran, dan kaum muslimin serta Kaum Salafi Wahabi dapat mempelajarinya dengan baik.</p>
<p><em><strong>Kisah Mimpi Firan dan Takwil Ahli Sihir</strong></em></p>
<p>Mimpi itu akan menjadi sebuah malapetaka atau cobaan bagi masyarakat tertentu, jika KELIRU menghadapinya. Perhatikan mimpinya Raja Firaun. Al-quran menjelaskan mimpi dengan sangat baik sekali, dan kita kaum muslimin perlu mendapatkan pelajaran dalam kisah itu.</p>
<p><span id="more-132"></span><em><strong>Kisah Mimpi Nabi Ibrahim dan Keteguhan Ismail</strong></em></p>
<p>Mimpi seorang Nabi, seperti Nabi Ibrahim As, dapat memberikan keraguannya, karena mimpi itu berhubungan dengan hal-hal yang sangat fitrah seorang Bapak. Bisa kita bayangkan bagaimana ragunya seorang Bapak untuk melakukan itu. Dengan adanya KETEGASAN dan KETEGUHAN dari anaknya, Nabi Ismail itu, keputusan Bapaknya dapat dilakukan dengan baik.</p>
<p>Sekian lama beberapa tahun, bukan beberapa bulan atau bukan beberapa hari, meninggalkan KELUARGA untuk DA&#8217;WAH, bukan untuk DAGANG ataupun bukan untuk LIBURAN, tetapi untuk DA&#8217;WAH. Tetapi ketika DATANG perlu mengambil keputusan berat itu. Dan kisah ini akan terus diulang-ulang bagi kaum muslimin dan manusia sampai akhir jaman.</p>
<p>Silahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk sama-sama memperhatikan kisah-kisah mimpi yang dijelaskan dalam Al-quran.</p>
<ul>
<li>Ada mimpi seorang Raja yang ditakwilkan oleh Nabi Yusuf, dan akhirnya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di jaman itu. Padahal Raja ini bukan seorang Ulama atau Faqih dalam urusan agama.</li>
<li>Ada mimpi seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga sholeh, dan ditakwilkan oleh Bapaknya sendiri, Nabi Yaqub. Padahal mimpi ini dari seorang anak kecil, yang belum menjadi seorang yang penuh dengan ilmu.</li>
</ul>
<p>Coba perhatikan dengan baik dua hal di atas saja, mimpi itu memberikan manfaat jika benar penjelasannya, meskipun yang memimpikannya bukan orang yang penuh dengan ilmu. Sama halnya dengan mimpi Maulana Ilyas tersebut, kami persilahkan kepada kaum muslimin dan juga Kaum Salafi Wahabi untuk mempercayainya atau TIDAK. Tetapi kita semua sekarang MELIHAT SENDIRI pertumbuhan ummat Islam di Eropa karena usaha da&#8217;wah dan tabligh.</p>
<p>Bahkan kami sendiri menemukan berapa banyak kaum muslimin yang SUDAH LAMA MENINGGALKAN SHOLAT, dan kembali mau sholat lagi bahkan mau sholat berjama&#8217;ah, dan mengingatkan kaum muslimin lainnya. Malahan kita seharusnya MALU dan SEDIH terlalu lama membiarkan kaum muslimin dalam keadaan BERDOSA dan LUPA, karena kita selalu berkeinginan menyampaikan kalau kita diundang atau juga dijadwal.</p>
<p>Jelas hal ini merupakan taufiq dan hidayah bagi bagi kaum muslimin yang TELAH LUPA. Bukankah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, menjelaskan dalam satu penjelasannya.</p>
<p><em>Dari Abi Mas&#8217;ud Bin Amru Al-Anshary RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sama dengan yang mengerjakannya&#8221; (HR Muslim)</em></p>
<p>Sama halnya dengan mimpi-mimpi di atas, tidak mungkin diketahui apakah BENAR atau TIDAK perihal MAKNA MIMPI itu kecuali sesudah melewati batas waktu TERTENTU, dan mimpi-mimpi yang khas biasanya merupakan proses yang CUKUP PANJANG dari seseorang. Dan hasilnya bisa MALAPETAKA atau juga ANUGRAH. Perhatikan kisah mimpi Fir&#8217;aun ataupun juga mimpi Raja di jaman Nabi Yusuf.</p>
<p>Perhatikan dengan jelas oleh kita semua, termasuk Kaum Salafi Wahabi. Supaya kita TIDAK CEROBOH ketika menyampaikan pandangan analisa kritisnya. Jangan sampai kita semua termasuk ke dalam apa yang disampaikan oleh Nabi kita sendiri, dan hal ini diriwiyatkan oleh Imam Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin, dan tim) :</p>
<p><em>Dari Abdullah Bin Ummar Ra dari Muhammad SAW bersabda: &#8220;Orang Muslim adalah orang yang selamat semua orang muslim dari lidahnya dan tangannya. Dan orang yang hijrah adalah orang meninggalkan dari apa-apa yang Allah swt larang darinya&#8221; (No. <img src='http://usahadawah.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Oleh karena itu, BEBERAPA ULAMA yang terdahulu selalu mendapatkan penjelasan kadangkala melalui mimpi, bahkan Shahabat RA sendiri, misalkan Bilal RA bermimpi Nabi Muhammad SAW, dimana beliau meminta Bilal RA untuk datang ke Madinah. Dan ketika Bilal RA tiba di Madinah, beliau bertemu dengan cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hasan RA. Dan Hasan RA meminta adzan dikumandang untuk sholat berjama&#8217;ah ketika waktunya. Berderai air mata kaum muslimin mendengarnya, karena mereka mengetahui siapa yang adzan itu.</p>
<p>Itulah mimp-mimpi yang terdapat dalam Al-quran, oleh karena itu tidak heran kalau Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, memberikan arahan yang baik terhadap mimpi ini. Hal ini kita jangan sampai CEROBOH dengan perkara mimpi. Karena jika kita keliru terhadap perkara mimpi ini, kita akan dapat memperoleh MALAPETAKA atau ANUGRAH bergantung pada sikap kita dengan mimpi itu. Itulah KEINDAHAN ISLAM, perkara mimpi saja terdapat ARAHANnya dengan cukup detail.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=132&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Berimbang Untuk Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi Terhadap Mimpi Maulana Ilyas (1)</title>
		<link>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-1/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 07:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kaum Salafi Wahabi telah mencoba memberikan pandangan analisa kritis yang berhubungan dengan mimpi yang dialami seorang ulama, Maulana Ilyas Rah, yang berhubungan dengan pemahaman terhadap ayat Ali Imran (3): 110. Yang mana hal ini ada kaitannnya dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya dengan jama&#8217;ah tabligh). Mimpi ini sebenarnya dituliskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kaum Salafi Wahabi telah mencoba memberikan pandangan analisa kritis yang berhubungan dengan mimpi yang dialami seorang ulama, Maulana Ilyas Rah, yang berhubungan dengan pemahaman terhadap ayat Ali Imran (3): 110. Yang mana hal ini ada kaitannnya dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya dengan jama&#8217;ah tabligh). Mimpi ini sebenarnya dituliskan balik oleh seorang Ulama setelah mendengarkan perkara ini dari Maulana sendiri. Dan kami sendiri telah membacanya dengan baik.</p>
<p>Mari sama-sama ungkap dua hal utama dalam perkara mimpi ini, yaitu mimpi sendiri dan juga isi / konten dari mimpi itu sendiri. Kami sendiri mengajak kaum muslimin, terutama teman-teman ahli da&#8217;wah dan tabligh, tidak perlu gusar dengan pandangan Kaum Salafi Wahabi. Mungkin saja analisa kritis Kaum Salafi Wahabi ini dapat menjadikan kita sangat gusar karena pandangan Kaum Salafi Wahabi bahwa mimpi-mimpi seperti ini berasal dari Syaithan. Jika Kaum Salafi Wahabi beranggapan seperti itu, maka usaha da&#8217;wah dan tabligh sendiri sebagai bagian dari program syaithan. Sebuah pandangan yang SANGAT CEROBOH.</p>
<p><span id="more-130"></span>Kita kaum muslimin perlu berpegang terhadap sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, dan hal ini diriwiyatkan oleh Imam Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin, dan tim) :</p>
<p><em>Dari Abdullah Bin Ummar Ra dari Muhammad SAW bersabda: &#8220;Orang Muslim adalah orang yang selamat semua orang muslim dari lidahnya dan tangannya. Dan orang yang hijrah adalah orang meninggalkan dari apa-apa yang Allah swt larang darinya&#8221; (No. <img src='http://usahadawah.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Kita berlindung kepada Allah swt dari ucapan-ucapan dan juga analisa-analisa yang membangkitkan semangat amarah yang tidak pada tempatnya. Dalam tulisan sebelumnya, kami sudah menunjukkan KETIDAKAKURATAN INFORMASI ASAL Maulana Ilyas, sehingga pandangan-pandangan itu merupakan proses TERGESA-GESA menilai sesuatu. Dan kami TIDAK MENDAPATKAN KOREKSI INFORMASI YANG DISAMPAIKAN dari penulisnya. Sesuatu yang aneh jika Kaum Salafi Wahabi selalu mendengungkan ILMIYYAH, sedangkan hal kecil TIDAK DAPAT AKURAT. Jika penterjemah melakukan klarifikasi tentang data itu, hal ini tidak dapat dilakukan karena penterjemah tidak dapat melakukan atas nama penulis. DUNIA ILMIYYAH seperti BUKAN?</p>
<p>Kami akan mencoba menuliskan sumber-sumber yang dapat dipercaya, dan mudah-mudahan Kaum Salafi Wahabi dapat membacanya dengan baik juga, tidak hanya kata gurunya atau juga syeikhnya, tanpa mau membuka juga. Dan kita harus terima kebenaran itu datangnya darimana saja, meskipun dari Syeithan sekalipun. Kaum Salafi Wahabi telah menulis perkara bahwa kita perlu menerima kebenaran itu darimana saja. Dan hal ini dituilis dengan jelas dalam blognya, tetapi apakah akan menerima dari kaum muslimin lainnya, itu dipersilahkan kepada Kaum Salafi Sendiri dan juga kaum muslimin lainnya menilai.</p>
<p>Mari kita ungkap bersama yang berhubungan dengan perkara pertama, yaitu mimpi itu sendiri. Dan nantinya kita ungkap dengan isi mimpi itu sendiri. Yang diperhatikan adalah jika mimpi tersebut memberikan efek terhadap syariat utama lainnya, maka mimpi siapapun PERLU DITINGGALKAN. Misalkan seseorang bermimpi bahwa dia merupakan Nabi Baru sehingga Syariat Islam yang sekarang tidak berlaku, sampai tidak perlu sholat, maka jelas mimpi itu perlu PERLU DITINGGALKAN. Di bawah ini beberapa kisah yang berhubungan denga MIMPI dalam Al-quran, sebagai sumber utama kita.</p>
<p><em><strong>Kisah Mimpi Yusuf Ketika Masih Masih Kecil</strong></em></p>
<p><em>&#8220;</em><em>ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: &#8220;Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.&#8221;</em></p>
<p><em>Ayahnya berkata: &#8220;Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.&#8221;</em><em> (QS Yusuf (12): 4-5)</em></p>
<p>Kisah ini sangat menarik karena mimpi seorang anak, Yusuf ketika belum menjadi Nabi, dan ditakwilkan oleh Bapaknya sendiri, Nabi Yaqub As. Dalam dialog itu sebenarnya terdapat pelajaran yang berharga, dimana kita tidak dapat sembarangan menyampaikan mimpi kita. Mimpi seorang anak kecil tetapi karena memang dibina oleh seorang Bapak yang sholeh, maka mimpinya sendiri mempunyai makna sendiri.</p>
<p><em><strong>Kisah Mimpi Raja dan Takwil Nabi Yusuf As</strong></em></p>
<p><em>Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): &#8220;Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering.&#8221; Hai orang-orang yang terkemuka: &#8220;Terangkanlah kepadaku tentang ta&#8217;bir mimpiku itu jika kamu dapat mena&#8217;birkan mimpi.&#8221;</em></p>
<p><em>Mereka menjawab: &#8220;(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menta&#8217;birkan mimpi itu.&#8221;</em></p>
<p><em>Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: &#8220;Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena&#8217;birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).&#8221;</em></p>
<p><em>Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): &#8220;Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.&#8221;</em></p>
<p><em>Yusuf berkata: &#8220;Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.&#8221;</em></p>
<p><em>Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.</em></p>
<p><em>Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur.&#8221; </em><em>(QS Yusuf: 43-49)</em></p>
<p>Mimpi seseorang, termasuk mimpi seorang raja dianggap hal yang biasa bagi kebanyakan orang, tetapi ketika ditanyakan kepada Nabi Yusuf As, maka mimpi ini memberikan sebuah makna yang sangat penting bagi negeri yang bersangkutan. Disini ada sebuah pelajaran yang berharga bagi kita bahwa mimpi seseorang itu dapat mempunyai makna. Oleh karena itu Rasulullah SAW menjelaskannya dengan baik, supaya kita kaum muslimin tidak keliru dengan hal-hal yang berhubungan dengan mimpi. Oleh karena itu, kitab hadits seperti Imam Muslim menjelaskannya dengan cukup baik, termasuk adab-adab yang berhubungan mimpi itu.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=130&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-untuk-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-terhadap-mimpi-maulana-ilyas-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Berimbang ISI MIMPI Da’wah Terhadap Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi (3)</title>
		<link>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-3/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 06:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[khoiru ummah]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.
Kami lanjutkan kembali pandangan berimbang ISI MIMPI terhadap Analisa kritis Kaum Salafi Wahabi yang banyak disebarkan melalui tulisan-tulisan ataupun juga Internet. Tulisan di bawah ini yang diserbakan sebagai lanjutannya.
d) Sedangkan tafsir ( [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,</p>
<p>Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.</p>
<p>Kami lanjutkan kembali pandangan berimbang ISI MIMPI terhadap Analisa kritis Kaum Salafi Wahabi yang banyak disebarkan melalui tulisan-tulisan ataupun juga Internet. Tulisan di bawah ini yang diserbakan sebagai lanjutannya.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">d) Sedangkan tafsir <strong>( ???)</strong><strong> </strong>khusus untuk bangsa arab saja dan <strong>( ?????)</strong><strong> </strong>untuk orang-orang selain bangsa arab, ini adalah penafsiran yang tidak pernah aku (Syaikh Ahmad Yahya, pent) lihat dari generasi terbaik ummat ini, bahkan <em>khithob</em> (ayat ini, pent) adalah kepada seluruh ummat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, baik bangsa arab maupun bangsa selain arab.</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Berkata Abdullah bin ‘Abas:</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color: #ff0000;"><strong>&#8221; ?? ????? ?????? ?? ??? ?????? ???? ????????? &#8220;</strong></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>&#8220;Mereka adalah orang-orang yang berhijrah dari Makkah dan syahid di Badr dan Hudaibiyyah&#8221;</em> (HR. Ahmad 1/272; An-Nasa&#8217;I dalam At-Tafsir 1/319 no. 92; Ath-Thabariy dalam Tafsirnya 7/110; Ibn Abi Haatim no. 1157; Ibn Abi Syaibah 12/155; Ath-Thabraniy dalam Al-Kabiir no. 12303; Al-Haakim 2/294 ia berkata:&#8221;Shahih menurut syarat Imam Muslim dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Berkata Al-Hafiz (Ibn Hajar, pent) dalam Al-Fath 8/225:&#8221;Sanadnya bagus&#8221;)</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Berkata ‘Umar ibn Al-Khothob:</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color: #ff0000;"><strong>&#8221; ?? ??? ????? ??? ????? &#8220;</strong></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>&#8220;Barangsiapa yang melakukan apa-apa yang mereka lakukan maka ia seperti mereka&#8221;</em>2)</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Dan dalam hadits Shahih Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color: #ff0000;"><strong>(( ??? ????? ???? ?? ????? ?????? ?? ????? ??????&#8230;))</strong></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>&#8220;Sebaik-baiknya manusia adalah pada masaku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya&#8230;&#8221;</em> (HR. Bukhori no. 4557; Ath-Thabraniy 4/29-30; Ibn Abi Haatim no. 1161; Al-Haakim dalam Al-Mustadrok 4/84. Hadits ini dishahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Lihat Tafsir Ibn Katsir 1/392).</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Berkata Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholiy hafizahullah:&#8221;Dan yang benar terhadap tafsir ayat:<strong> {??????? ?????? ???????&#8230; }</strong><strong> </strong>adalah umum untuk seluruh ummat di setiap masa.3 dan 4)</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><br />
Catatan Kaki:</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">1) Lihat <em>Al-Mauridul ‘Adzbul Zulal</em>, hal: 250-251. Oleh: Syaikh Ahmad Yahya dan juga Jama&#8217;ah Tabligh, hal: 14. Oleh: Miyan Muhammad Aslam.</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">2) Lihat Ad-Durul Mantsur 2/293.</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">3) Lihat Tuhfatul Ahwadzi 8/353.</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">4) Dinukil dari kitab Al-Mauridul ‘Adzbul Zulal, hal: 265-268 dengan diringkas.</span></p>
<p><span id="more-127"></span>Kaum Muslimin,</p>
<p>Di bawah ini merupakan point lanjutan dari isi mimpi yang dituliskan Maulana Manzoor Numani. Dan kami persilahkan Kaum Muslimin lainnya untuk memperhatikannya, termasuk juga kaum Salafi Wahabi.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">(3) Dalam <strong>?????????? ?????????</strong><strong> </strong>maksud <strong>?????????</strong><strong> </strong>bukanlah ORANG-ORANG ARAB tetapi ORANG-ORANG AJAM (BUKAN ARAB). Jadi maksud dari <strong>??????? ?????? ???????</strong><strong> </strong>adalah <strong>ORANG-ORANG ARAB</strong> dan maksud <strong>?????????</strong><strong> </strong>adalah <strong>BUKAN ARAB</strong>.</span></p>
<p>Mari kita ungkap hal ini dengan baik, jangan sampai keliru memahaminya seolah-olah penjelasan di atas menyalahi pandangan ulama sebelumnya, atau bahkan Nabi Muhammad SAW dan juga para Shahabat RA seperti yang dijelaskan oleh Kaum Salafi Wahabi. Dan untuk jelasnya kami akan tulisankan kembali seluruhnya tulisan dari Maulana Manzoor Numani itu. Dan kami ingatkan untuk memperhatikan dengan baik, jangan sampai karena tergesa-gesa kita tidak dapat memahaminya dengan baik.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Maulana Ilyas menjelaskan: &#8220;Cara Tabligh inipun dikasyafkan kepada saya dalam mimpi penjelasan firman Allah swt:</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color: #0000ff;"><strong>{??????? ?????? ??????? ?????????? ????????? ??????????? ?????????????? ???????????? ???? ?????????? ????????????? ???????? ?????? ????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ?????? ????????? ?????????????? ?????????????? ?????????????} (110) ???? ?? ?????</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">(1) Telah <strong>DINAMPAKKAN </strong>dalam mimpi saya bahwa : &#8220;Kamu <strong>SEPERTI</strong> Para Nabi ditampilkan untuk manusia&#8221; dan maksud ini telah diterangkan dalam dengan kata <strong>??????????</strong><strong> </strong>sebagai <strong>ISYARAT </strong>bahwa tetap di satu tempat untuk <strong>KERJA INI</strong> (<strong>DA&#8217;WAH</strong>) tidak dapat dijalankan dengan baik tetapi perlu <strong>KELUAR MERATA-RATA TEMPAT</strong>. Tugas kamu adalah Amar Ma&#8217;ruf Nahi mungkar.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">(2) Sesudah itu dilanjutkan dengan kata <strong>????????????? ????????</strong><strong> </strong>maksudnya adalah dengan Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar <strong>IMAN</strong><strong>AKAN MENINGKAT</strong>. Jadi janganlah berniat <strong>HANYA UNTUK ORANG</strong> lain, tetapi berniatlah untuk <strong>MANFAAT SENDIRI</strong>. kamu sendiri</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">(3) Dalam <strong>?????????? ?????????</strong><strong> </strong>maksud <strong>?????????</strong><strong> </strong>bukanlah ORANG-ORANG ARAB tetapi ORANG-ORANG AJAM (BUKAN ARAB). Jadi maksud dari <strong>??????? ?????? ???????</strong><strong> </strong>adalah <strong>ORANG-ORANG ARAB</strong> dan maksud <strong>?????????</strong><strong> </strong>adalah <strong>BUKAN ARAB</strong>.</span></p>
<p>Mari kita perhatikan secara MENYELURUH. Perhatikan (1) dengan baik, di bagian tersebut dijelaskan bahwa ini merupakan proses GAMBARAN sebuah KEJADIAN, perhatikan di kalimat ini &#8220;<strong>DINAMPAKKAN </strong>dalam mimpi saya &#8230;&#8221;. Sangat jelas merupakan GAMBARAN terhadap suatu kejadian, dan beliau, Maulana Ilyas, perlu mengambil keputusan tentang kerja da&#8217;wah ini jika memang sangat berkeinginan Islam ini MERATA-RATA TEMPAT.</p>
<p>Di dalam (3), sangat jelas bahwa GAMBARAN itu terhadap KEJADIAN DI JAMAN NABI dan PARA SHAHABAT itu . Siapa Nabi dan para Shahabat itu? Atau dimana mereka berada di jaman itu? Nabi dan Para Shahabat RA berada di ARAB, dan mayoritas ORANG ARAB. Dan sangat jelas apa yang dijelaskan oleh Ibu Abbas RA itu. Kami tuliskan dari Kaum Salafi Wahabi tentang ucapan beliau itu.</p>
<p>Berkata Abdullah bin ‘Abas:</p>
<p dir="rtl"><strong>&#8221; ?? ????? ?????? ?? ??? ?????? ???? ????????? &#8220;</strong></p>
<p><em>&#8220;Mereka adalah orang-orang yang berhijrah dari Makkah dan syahid di Badr dan Hudaibiyyah&#8221;</em> (HR. Ahmad 1/272; An-Nasa&#8217;I dalam At-Tafsir 1/319 no. 92; Ath-Thabariy dalam Tafsirnya 7/110; Ibn Abi Haatim no. 1157; Ibn Abi Syaibah 12/155; Ath-Thabraniy dalam Al-Kabiir no. 12303; Al-Haakim 2/294 ia berkata:&#8221;Shahih menurut syarat Imam Muslim dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Berkata Al-Hafiz (Ibn Hajar, pent) dalam Al-Fath 8/225:&#8221;Sanadnya bagus&#8221;)</p>
<p>Dan dalam hadits Shahih Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p dir="rtl"><strong>(( ??? ????? ???? ?? ????? ?????? ?? ????? ??????&#8230;))</strong></p>
<p><em>&#8220;Sebaik-baiknya manusia adalah pada masaku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya&#8230;&#8221;</em> (HR. Bukhori no. 4557; Ath-Thabraniy 4/29-30; Ibn Abi Haatim no. 1161; Al-Haakim dalam Al-Mustadrok 4/84. Hadits ini dishahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Lihat Tafsir Ibn Katsir 1/392).</p>
<p>Selanjutnya apakah Para Shahabat RA setelah Futuh Mekkah diam diri terus di tataran ARAB, bahkan sebelum FUTUH MEKKAH? JELAS TIDAK, mereka bertebaran ke belahan lainnya untuk menyebarkan agama ini. Kami persilahkan untuk membaca kisah-kisah Para Shahabat menyebarkan Islam ke berbagai lapisan belahan, dan jangan lupa kadangkala mereka perlu rela dengan harta dan jiwa mereka sendiri.</p>
<p>Oleh karena itu apa yang dijelasn itu, sebenarnya merupakan MODEL atau GAMBARAN terhadap hal itu yang perlu dicontoh dengan baik. Sehingga kita harus membaca penjelasan itu melalui (1), (2), dan (3) tidak SEPOTONG-SEPOTONG, agar tidak KELIRU dalam ANALISA dan SINTESA ketika akan mengambil sikap. Maulana Ilyas Rah bukan orang Arab, tetapi berasal dari belahan India sana. Jika penjelasn di atas keliru membacanya, seharusnya Maulana Ilyas tidak dapat menjalankan Da&#8217;wah ini karena beliau merupakan bagian orang di luar Arab sendiri.</p>
<p>TETAPI kali lagi ini MODEL atau GAMBARAN terhadap jaman itu, dan kita dapat seperti jaman Shahabat jika kita sendiri menjalankannya.  Kami berasal dari satu kota di Indonesia, Bandung, dan bersyukur dapat berkenalan dengan usaha da&#8217;wah ini. Oleh karena itu, perhatikan ucapan dari Ummar Ibnu Khatab RA.</p>
<p>Berkata ‘Umar ibn Al-Khothob:</p>
<p dir="rtl"><strong>&#8221; ?? ??? ????? ??? ????? &#8220;</strong></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang melakukan apa-apa yang mereka lakukan maka ia seperti mereka&#8221;</em>2).</p>
<p>Kami persilahkan untuk menrasakan bagaimana dengan KHURUJ ini. Jika ada yang mempunyai aktifitas keislaman lainnya, silahkan lanjutkan dan kembangkan dengan baik. Jika ada yang berkhidmat melalui madrasah-madrasah Islam, silahkan lanjutkan dan tumbuhan madrasah itu dengan baik. Jika ada yang berkhidmat untuk Ummat melalui jalur Politik, silahkan lanjutkan penghidmatan itu. Jika ada yang berkhidmat untuk pertumbuhan ekonomi Ummat, silahkan lanjutkan penghidmatan itu. Jika ada yang berkhidmat untuk pengembangan teknologi bagi Ummat, silahkan pikirkan dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>Kami tidak mengajak agar semuanya DIHENTIKAN atau TIDAK PERLU DIPERHATIKAN. Bukan seperti itu, tetapi ambillah usaha KHURUJ ini, agar memberikan SUASANA BARU ke dalamnya. Kita kaum muslimin akan saling bertemu dengan berbagai lapisan, karakter, keilmuan, madzhab dll. Insya Allah, nantinya kita akan mudah untuk bersama melalui MUDZAKARAH dan MUSYAWARAH yang lebih TERBUKA.</p>
<p>Apakah ANALISA Kami KELIRU atau Kaum Salafi Wahabi yang KELIRU.  Kaum Muslimin dapat mempelajari tulisan-tulisan kami, silahkan untuk dapat dipelajari dengan baik. Kami serahkan semuanya kepada Allah swt. Allah swt tempat kita meminta, dan juga tempat bergantung. Mudah-mudahan semua amal kita diterima oleh Allah swt.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman<br />
<a href="http://haitanrachman.wordpress.com/">http://haitanrachman.wordpress.com</a></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=127&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Berimbang ISI MIMPI Da’wah Terhadap Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi (2)</title>
		<link>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-2/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 06:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.
Kami lanjutkan kembali pandangan berimbang ISI MIMPI terhadap Analisa kritis Kaum Salafi Wahabi yang banyak disebarkan melalui tulisan-tulisan ataupun juga Internet. Tulisan di bawah ini yang diserbakan sebagai lanjutannya.
c) Dan perkataannya:&#8221; Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,</p>
<p>Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.</p>
<p>Kami lanjutkan kembali pandangan berimbang ISI MIMPI terhadap Analisa kritis Kaum Salafi Wahabi yang banyak disebarkan melalui tulisan-tulisan ataupun juga Internet. Tulisan di bawah ini yang diserbakan sebagai lanjutannya.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">c) Dan perkataannya:<em>&#8221; Dan iman akan bertambah dengan <strong>khuruj..</strong>&#8220;</em>. Pernyataan ini juga tidak benar, karena iman akan bertambah dengan keta&#8217;atan apabila menetapi syarat-syarat diterimanya suatu amal. Karena syarat diterimanya suatu amal adalah <strong>ikhlash </strong>dan <strong>benar </strong>dengan apa-apa yang disyari&#8217;atkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta&#8217;ala berfirman:</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color: #ff0000;"><strong>{????????? ??????? ????????? ?????????? ????? &#8230;} (76) ???? ????</strong></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>&#8220;Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunju&#8230;&#8221;</em> (QS. Maryam: 76).</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Membaca Al-Qur&#8217;an dengan mentadaburinya, membaca As-Sunnah (Al-Hadits, pent) dengan tujuan untuk memahami Ad-Dien, berdzikir dengan dzikir-dzikir yang masyru&#8217;, melakukan sholat sunnah, shodaqoh, shaum dan lain sebagainya semuanya ini merupakan wasilah bertambahnya iman. Bertambahnya iman bukan karena khuruj.</span></p>
<p>Kaum Muslimin,</p>
<p><span id="more-125"></span>Di bawah ini merupakan point lanjutan dari isi mimpi yang dituliskan Maulana Manzoor Numani. Dan kami persilahkan Kaum Muslimin lainnya untuk memperhatikannya, termasuk juga kaum Salafi Wahabi.</p>
<p>(2) Sesudah itu dilanjutkan dengan kata <strong>????????????? ????????</strong><strong> </strong>maksudnya adalah dengan Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar <strong>IMAN</strong><strong>AKAN MENINGKAT</strong>. Jadi janganlah berniat <strong>HANYA UNTUK ORANG</strong> lain, tetapi berniatlah untuk <strong>MANFAAT SENDIRI</strong>.</p>
<p>Sebelumnya, marilah kita perhatikan beberapa hadits yang sering kita dengar dari guru ngaji atau ustadz kita dan mungkin kita telah mengajarkannya kepada lainnya juga.</p>
<p><em>Dari Sa&#8217;id Al-Khudri RA berkata: &#8220;Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka cegahlah dengan lidahnya, dan jika tidak mampu juga, maka cegahlah dengan hatinya (yakni merasa benci dalam hati tehadap kemungkaran) dan ituadalah selemah-lemah Iman&#8217;&#8221; (HR Muslim)</em></p>
<p><em>Dari Urs Bin ‘Amirah Ra, berkata bahwa Rasulullah SAW berdabda: &#8220;Sesuguhnya Allah tidak akan mengazab masyarakat banyak disebabkan amal (kejahatan) segelintir orang, sehingga segelintir orang iitu melakukan sesuatu kejahatan yang sebenarnya dapat dicegah oleh masyarakat banyak, tetapi mereka tidak berusaha mencegahnya. Ketika terjadi demikian, maka Allah swt mengambil keputusan untuk membinasakan semuanya, masyarakat banyak dan segelintir itu&#8221; (HR Thabrani dan sanad-sanadnya tsiqat, Majma&#8217;uz Zawaa&#8217;id)</em></p>
<p><em>Dari Hudzaifah Bin Al-Yaman RA, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: &#8220;Demi Dzat yang Jiwaku dalam gemgaman-Nya! Kalian harus menyuruh pada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar, atau jika tidak, Allah swt mengirimkan pada kalian azab dariNya, kemudian kalian berdo&#8217;a (meminta pertolongan dariNya), tetapi Dia tidak menerima do&#8217;a kalian&#8221; (HR Tirmidzi, katanya ini hadits hasan).</em></p>
<p>Di atas hanya sebagian kecil tentang PENTINGnya Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar agar sungguh-sungguh dilakukan dalam lingkungan kaum muslimin. Dengan adanya Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar ini dijalankan dengan baik, maka amalan kebaikan itu akan datang, tetapi jika tidak dijalankan dengan baik, maka amalan kebaikan itu akan hilang perlahan-lahan. Amalan kebaikan seperti sholat berjama&#8217;ah, berdzikir, baca quran, shodaqah dll akan wujud dalam kehidupan kaum Muslimin, jika tidak dilakukan, maka amalan kebaikan ini akan digantikan dengan amalan yang tidak baik dalam lingkungan kaum muslimin.</p>
<p>Jangan lupa Kaum Muslimin BESAR dan TERSEBAR di SELURUH DUNIA. Dan bahkan tinggal nama saja, sedangkan amalannya sudah tidak ada. TERUS BAGAIMANA CARANYA bertemu dengan kaum muslimin ini? Apakah hanya mengandalkan MEDIA-MEDIA yang ada sekarang, karena sudah CANGGIH anggapannya. Kita kaum muslimin sudah diajari dengan baik oleh guru-guru kita, bahwa jika amalan jelek dikerjakan maka sedikit-demi-sedikit akan timbul noda HITAM, dan akan terus MENUTUPI HATINYA, dan akan sulit diberikan pelajaran untuk ini.</p>
<p>SALAH SATU MEDIA yang belum terpakai dengan baik dan LUAS adalah BERTEMU DENGAN LANGSUNG, FACE-to-FACE. Meskipun amalan ini sudah banyak HADITSnya dan CONTOHnya tetapi belum menjadi amalan yang MEMASYARAKAT dalam kehidupan kaum muslimin, baru hari-hari tertentu saja seperti Hari Raya Fitri.</p>
<p>Kalau KHURUJ adalah ISTILAH PROGRAM untuk melakukan Amalan AMAR MA&#8217;RUF NAHI MUNGKAR Agara lebih MERATA-RATA TEMPAT , apakah KHURUJ dapat meningkatkan Iman juga yang menjalankannya. SANGAT JELAS dapat meningkatkan IMAN.</p>
<p>Kaum Salafi Wahabi sendiri sudah menjelaskan amalan-amalan yang dapat meningkatkan IMAN. Apakah ketika orang yang KHURUJ melakukan seperti bertamasya, rileks-rileks, santai-santai. SANGAT KELIRU pandangan seperti ini. Tetapi Lebih banyak ke dalam DIRInya sendiri. INGIN BUKTI. Mari kita perhatikan bersama dengan baik.</p>
<p>Orang KHURUJ akan mengajak di sekitar masjid untuk sama-sama mengerjakan Sholat berjama&#8217;ah. Mereka akan datang berkunjung silaturahmi ke masyarakat di sekitar masjid itu. Mereka mengajak masyarakat untuk datang ke masjid masyarakat sendiri. SIAPA yang pertama dengan jelas ke MASJID untuk sholat Berjama&#8217;ah? Jelas orang yang KHURUJ yang akan pergi ke Masjid itu untuk sholat, baru diikuti oleh masyarakat yang diajak itu.</p>
<p>Selanjutnya Masyarakat diajak untuk sama-sama mendengarkan hadits-hadits Rasulullah SAW. Siapa yang pertama kali mendengarkan hadits-hadist itu? Jelas orang yang khuruj terlebih dahulu untuk mendengarkannya, karena mereka sedang ada di masjid. BEGITU SEMUAnya terjadi secara AMAL dan JELAS, sehingga tidak heran kalau KHURUJ itu dapat meningkatkan IMAN. Bahkan sebelum keluar dari rumah saja perlu disiapkan persiapan yang tidak ringan, memberi pesan dan nasehat kepada keluarga agar tetap istiqomah menjaga amalan agama ini, dan saling mendo&#8217;akan.</p>
<p>Dan Jelas bahwa do&#8217;a dan saling menasehati itu meningkatkan Iman, dan akhirnya KHURUJ sendiri akan meningatkan IMAN. KHURUJ akan membentuk setiap orang untuk tetap berusaha teguh dengan amalan Islam itu sendiri, yang mana akhirnya amalan itu sendiri yang memberikan KESANnya. Hal ini dikarenakan terbina secara langsung dalam AMAL dalam waktu dimana orang dapat meluang waktunya.</p>
<p><strong><em>Mudah-mudahan kami dapat ISTIQOMAH dengan KHURUJ ini. Do&#8217;akan kami untuk hal ini. Insya Allah, jika Allah mengijinkan kami akan menulis sebuah buku bagaimana pentingnya KHURUJ untuk kaum muslimin, tidak hanya urusan perkara agama, tetapi juga untuk USAHA DUNIA atau BISNIS sekalipun, bahkan termasuk kalangan PARA PEMIMPINnya.</em></strong></p>
<p>Cara DA&#8217;WAH melalui pendekatan AMAL LANGSUNG ini sangat kurang diperhatikan dengan baik di kalangan kaum muslimin, karena kita di jaman ini terlalu didominasi MEDIA-MEDIA yang lebih menunjukkan bentukan CERAMAH sebagai sesuatu yang BENTUKAN dari DA&#8217;WAH. Kami ingin tunjukan semua contoh sederhana bagi kaum muslimin, termasuk juga untuk Kaum Salafi Wahabi. Sehingga kadangkala lupa terhadap yang JELAS di depan mata kita sendiri.</p>
<p>MISALKAN: TEMAN-TEMAN kita di masjid sangat berkeinginan ada pengajian tafsir oleh seorang ustadz yang ahli dalam bidang itu. Kemudian mereka berkumpul dan bermusyawarah untuk menuntukan langkah-langkahnya. Salah satunya adalah berkunjung ke setiap rumah di sekitar masjid untuk menyampaikan PENGUMUMAN SURAT KECIL. Dan pada waktu yang sudah ditentukan, TEMAN-TEMAN kita sekali lagi mengingatkan kaum muslimin yang kebetulan bertemu ketika akan sholat berjamaah. SIAPA YANG MENJADI PELAKU DA&#8217;WAH PERTAMA? Apakah TEMAN-TEMAN kita atau USTADZ Ahli Tafsir itu? Dan apakah TEMAN-TEMAN KITA itu akan ke masjid ketika mengingatkan masyarakat? JELAS Pelaku da&#8217;wah yang pertama adalah TEMAN-TEMAN kita terlebih dahulu, dan Teman-teman kita juga ke masjid untuk mendengarkan ceramah dari Ustadz Ahli Tafsir ini. INI merupakan DA&#8217;WAH AMAL. Mudah bukan.</p>
<p>Sehingga kita yang terjun dalam Da&#8217;wah perlu memahami untuk selalu niat kebaikan ke dalam DIRI SENDIRI, disamping untuk kaum yang lainnya. Oleh karena itu dengan adanya tulisan pandangan kritis dari Kaum Salafi Wahabi itu, kami persilahkan yang lainnya untuk mempelajarinya kembali. Apakah ANALISA Kami KELIRU atau Kaum Salafi Wahabi yang KELIRU. Kami serahkan semuanya kepada Allah swt.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=125&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Berimbang ISI MIMPI Da’wah Terhadap Analisa Kritis Kaum Salafi Wahabi (1)</title>
		<link>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-1/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 14:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Amar Ma'ruf Nahi Mungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Khaira Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.
Kami mengajak kaum muslimin termasuk Kaum Salafi Wahabi untuk sama-sama FOKUS dan ANALISA terhadap tulisan yang disampaikan di bawah ini. Kita di jaman ini belum adanya satu badan dari berbagai lapisan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,</p>
<p>Sholawat dan Salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada Para Shahabat RA, kepada kaum muslimin seluruhnya.</p>
<p>Kami mengajak kaum muslimin termasuk Kaum Salafi Wahabi untuk sama-sama FOKUS dan ANALISA terhadap tulisan yang disampaikan di bawah ini. Kita di jaman ini belum adanya satu badan dari berbagai lapisan untuk kaum muslimin, sehingga kita kaum muslimin kalau ada permasalahan jarang sekali melakukan MUDZAKARAH, apalagi MUSYAWARAH. Sehingga kadangkala AKSIOMA ataupun PERNYATAAN disampaikan tidak adanya Pandangan Berimbang, dan pola begini seperti kaum yang berbeda sudah menjadi Hak Bersalah, sedang yang menyapaikan Hak Berbenar. Tulisan yang sebelumnya, tidak hanya untuk Kaum Salafi Wahabi, tetapi juga untuk lainnya, sehingga kita lebih berhati-hati. PERADABAN UMMAT ISLAM ini bukan milik KITA SEMUA. Apakah kita MAU? Kami persilahkan kepada kaum muslimin sendiri.</p>
<p><span id="more-123"></span>Oleh karena itu, marilah kita tumbuhkan dalam diri kita mulai saat ini, terbiasa untuk MUHASABAH, sering menilai diri sehingga kita akan lebih berhati-hati dalam segala hal, terbiasa untuk MUDZAKARAH, sering melakukan pandangan TERBUKA dengan kaum muslimin lainnya sehingga kita dapat memahami kerangka lainnya, terbiasa untuk MUSYAWARAH, sering melakukan berembuk untuk mencari jawaban masalah bersama untuk kaum muslimin sehingga kita terbiasa kerja untuk bersama, dan terbiasa untuk MUJAHADAH, sering melakukan kerja AMAL BERSAMA sehingga kita tidak hanya meningkatkan wacana dan pandangan.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">Berkata Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmiy hafizahullah Ta&#8217;ala ketika mengomentari pernyataan di atas:</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">a) Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an tidak dapat ditafsirkan oleh orang-orang yang sedang tidur, sesungguhnya hal ini merupakan salah satu penafsiran Al-Kasyf dari para pengikut shufiyyah yang mana hal ini berasal dari Syaithon.</span></p>
<p>Dalam tulisan sebelumnya, kami telah memberikan pandangan berimbang terhadap pandangan Kaum Salafi Wahabi yang berhubungan dengan MIMPI seperti yang dalam tulisan di atas. Dan kami persilahkan kaum muslimin sendiri untuk mempelajarinya dengan baik terhadap perkara tersebut. Dan sesuai penjelasan sebelumnya kami akan memberikan pandangan tentang ISI MIMPIi itu sendiri. Tetapi sebelumnya, kita perlu FOKUS terhadap tulisan yang disampaikan oleh Maulana Manzoor Numani tentang perkara isi mimpi Maulana Ilyas itu, sehingga kita tidak KELIRU dalam memberikan pandangannya.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">b) Perkataannya:<em>&#8221; Dan hal itu tidak dapat terwujud dengan tetap tinggal disatu tempat..&#8221;</em>. Ini adalah perkataan bathil. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Makkah dan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Ad-Dar&#8217;iyyah. Barangsiapa yang membuka madrosah dan mengajarkan ilmu kepada menusia maka ia telah menegakkan/mewujudkan dakwah di atas tangannya apabila ia melakukannya dengan ikhlash dan menasehati (ummat, pent) walaupun ia tinggal disuatu tempat.</span></p>
<p>Di atas bagian lainnya yang disampaikan dan disebarluaskan oleh Kaum Salafi Wahabi yang berhubungan dengan mimpi itu. Kami akan berikan pandangan terhadap hal di atas untuk lebih kita TERBUKA WACANA kita semua. Tetapi sebelumnya, mari kita perhatikan hal itu dalam buku yang disusun oleh Maulana Manzoor Numani, yaitu kitab Malfudhat. Di bawah ini penjelasannya kami akan TANDA TIGA bagian UTAMA untuk diperhatikan.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Maulana Ilyas menjelaskan: &#8220;Cara Tabligh inipun dikasyafkan kepada saya dalam mimpi penjelasan firman Allah swt:</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color: #0000ff;"><strong>{??????? ?????? ??????? ?????????? ????????? ??????????? ?????????????? ???????????? ???? ?????????? ????????????? ???????? ?????? ????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ?????? ????????? ?????????????? ?????????????? ?????????????} (110) ???? ?? ?????</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">(1) Telah <strong>DINAMPAKKAN </strong>dalam mimpi saya bahwa : &#8220;Kamu <strong>SEPERTI</strong> Para Nabi ditampilkan untuk manusia&#8221; dan maksud ini telah diterangkan dalam dengan kata <strong>??????????</strong><strong> </strong>sebagai <strong>ISYARAT </strong>bahwa tetap di satu tempat untuk <strong>KERJA INI</strong> (<strong>DA&#8217;WAH</strong>) tidak dapat dijalankan dengan baik tetapi perlu <strong>KELUAR MERATA-RATA TEMPAT</strong>. Tugas kamu adalah Amar Ma&#8217;ruf Nahi mungkar.</span></p>
<p>Kaum Muslimin yang berbahagia,</p>
<p>Kami persilahkan kaum muslimin untuk banyak membaca kisah-kisah Para Nabi, para Shahabat RA, dan juga para Ulama Salafush Sholeh yang dulu, serta banyak BERSILATURAHMI dengan para Ulama Sepuh di tataran Nusantara. Sehingga kami tidak akan sampaikan DALIL-DALIL dalam tulisan ini, karena semuanya banyak bahasan dalam kisah-kisah itu.</p>
<p>Perhatikan dengan baik kalimat di atas dan juga pandangan kritis dari Kaum Salafi Wahabi yang saat ini disebarkan dalam Blognya. <strong>DINAMPAKKAN</strong> merupakan sebuah gambaran terhadap sebuah FOKUS tertentu dimana seseorang sedang FOKUS pada hal yang KHUSUS. Kami sudah berikan contohnya di tulisan lainnya, bahwa hal ini sudah lumpah dan alamiah. Sehingga hal itu akan menjadi INTEGRASI ELEMEN-ELEMEN INFORMASI untuk mendapatkan sebuah KESIMPULAN.</p>
<p>&#8220;Kamu <strong>SEPERTI</strong> Para Nabi ditampilkan untuk manusia&#8221; Sebuah penjelasan yang umum dan semua kita sendiri mengetahui bahwa Ulama itu sebagai PEWARIS PARA NABI. Artinya ucapan ini sebenarnya berlaku untuk semua Ulama yang selalu teguh untuk mengajarkan agama ini kepada manusia di mana saja.</p>
<p>&#8220;kata <strong>??????????</strong><strong> </strong>sebagai <strong>ISYARAT&#8221; </strong>ini merupakan TANDA / SINYAL / PETUNJUK bahwa kerja da&#8217;wah ini tidak mungkin tersebar kecuali KELUAR MERATA-RATA. KERJA DA&#8217;WAH ini sebagai bentuk pengajaran Islam kepada kaum muslimin ataupun juga kepada manusia lainnya. Artinya tidak mungkin pengajaran itu tersebar kecuali MENYEBARKANNYA MERATA-RATA TEMPAT. Apakah ini bertentangan dengan ISLAM? PERKARA INI merupakan hal yang biasa dilakukan kalangan para Ulama.</p>
<p>Coba RENUNGKAN dan Perhatikan dengan sebuah PESANTREN BESAR di Jawa Timur, PESANTREN GONTOR. Apakah pesantren itu terwujud dengan sendirinya? Apakah pendiri pesantren itu kelahiran daerah tempatan? Apakah daerah itu daerah yang mudah untuk menyampaikan agama Islam ini?</p>
<p>Silahkan tanyakan kepada Para Ulama di kalangan Indonesia yang sepuh, terutama beliau-beliau ini adalah pendiri-pendiri awalun sebuah pesantren. Atau silahkan pertanyaan dengan sebuah pesantren besar di Pasuruan? Apakah berdiri dengan sendirinya? Atau merupakan sebuah proses perjalanan panjang seseorang untuk mendirikannya? Beberapa Ulama yang mengetahui murid-muridnya dalam hal kemampuan dan kekuatannya, biasanya beliau-beliau menyuruh diantara murid-muridnya untuk melakukan yang sama seperti Ulama yang bersangkutan. Ingin mengetahui hal ini? Silahkan lakukan penelitian dengan baik.</p>
<p>Sebelum kami kenal dengan usaha da&#8217;wah ini, kami bersyukur pada Allah swt, telah dapat bertemu dengan beberapa Ulama yang kuat pengorbanannya, dan NAMPAK dengan jelas proses PEMBUATAN MERATA KERJA itu. Dan hasilnya merupakan keputusan Allah swt. Maulana Ilyas mendapatkan Kerja ini untuk semua ummat ini, apakah itu dokter, apakah itu ulama, apakah itu pelajar, apakah itu santri, apakah anak-anak yang akan baligh, apakah itu pengusaha, apakah orang miskin dll. Silahkan untuk sama-sama mengerjakan KERJA DA&#8217;WAH ini sebagai tanggung jawab bersama.</p>
<p>Bagaimana dengan pandangan Kaum Salafi Wahabi di atas itu? Coba perhatikan kembali dengan baik dan seksama. Nabi kita kerja da&#8217;wah ini tidak hanya di Mekkah, tetapi juga ke Thaif, juga ke Madinah, dan juga Shahabat sendiri dikirim ke Yaman, ke Andalusia, ke Parsi, ke Rome, dll. Apakah para Shahabat RA meninggal dunia di Mekkah semuanya? Jelas TIDAK. Dan bahkan jika tidak dilakukan kerja da&#8217;wah seperti itu, maka dapat diperkirakan ISLAM tidak sampai ke tataran NUSANTARA. Bagaimana Islam bisa tersebar di TATARAN NUSANTARA? Apakah orang Hindu datang ke rumah orang Islam untuk belajar Islam? Salah besar jika kita beranggapan orang hindu mau belajar Islam, tanpa adanya ajakan terlebih dahulu ke dalam ISLAM.</p>
<p>Coba perhatikan kembali kata &#8220;<strong>KELUAR MERATA-RATA TEMPAT&#8221;</strong>. Indonesia merupakan negara Kepulauan yang sangat luas. Jadi yang diharapkan adalah MERATA-RATA TEMPAT, semua lapisan akan mengambil bagian untuk saling menasehati, dari manapun orang itu berasal. Dan sekarang kita bersyukur Islam sangat tumbuh di Eropa. Sehingga penyampaian Maulana Ilyas itu tidak ada sesuatu yang ANEH, karena Para Ulama Sepuh bahkan Shahabat juga menyebarkan Islam dengan KELUAR MERATA-RATA juga. SIAPA yang KELIRU, apakah KAMI atau KAUM SALAFI WAHABI dalam hal ini? Silahkan kepada kaum muslimin dan juga Kaum Salafi Wahabi untuk menilainya sendiri. Kami bertawakal dan menyerahkan kepada Allah swt terhadap hal itu.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=123&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/pandangan-berimbang-isi-mimpi-da%e2%80%99wah-terhadap-analisa-kritis-kaum-salafi-wahabi-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

