<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 23:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Beberapa pelajaran bagi para da&#8217;i dan kaum muslimin</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 01:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Sdr. dan Teman-Teman,
Kami dan juga kawan-kawan sekalian sangat berkeinginan ummat ini menjadi baik dan terus mengalami proses pertumbuhan menuju yang terbaik. Insya Allah, keadaan itu dapat terjadi dengan ijin Allah swt. Ada beberapa point yang perlu diperhatikan bersama, agar proses pertumbuhan akan menuju pada tingkatan yang diharapkan bersama untuk ummat Islam kita ini.
1. Kaum muslimin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. dan Teman-Teman,</p>
<p>Kami dan juga kawan-kawan sekalian sangat berkeinginan ummat ini menjadi baik dan terus mengalami proses pertumbuhan menuju yang terbaik. Insya Allah, keadaan itu dapat terjadi dengan ijin Allah swt. Ada beberapa point yang perlu diperhatikan bersama, agar proses pertumbuhan akan menuju pada tingkatan yang diharapkan bersama untuk ummat Islam kita ini.</p>
<p>1. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, apapun bentuknya, apakah itu tulisan, ucapan, ajakan langsung dsb, tetaplah untuk selalu berniat memperbaiki diri dan mengikuti amal-amal Al-Islam yang disampaikan tersebut.</p>
<p>2. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, apapun bentuknya, maka tetap menjaga kehormatan kaum muslimin, dengan tidak merendahkan, tidak meremehkan, bahkan tidak membuka aib dari kekurangan kaum muslimin sdr. kita yang lain.</p>
<p>3. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, terutama kalangan pemuda dan pemudi Islam, tetaplah berbaik sangka kepada Ulama-Ulama dan tidak meremehkan dan merendahkan, meskipun berbeda pandangan dengan kita sendiri dalam satu perkara.</p>
<p>4. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, terutama kalangan pemuda dan pemudi Islam, tetap berhubungan dengan Ulama untuk menuntut Ilmu dengan baik dan teratur; dan hormatilah guru-guru kita dengan baik.</p>
<p>5. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, tetaplah mengikuti majelis-majelis orang-orang sholeh dengan baik dan teratur. Kita perlu terbiasa berhubungan dengan orang-orang sholeh.</p>
<p>Insya Allah, ada jalan untuk kebaikan kaum muslimin.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=254&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa di Surga Ada Orang yang Bertatto?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/12/02/apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/12/02/apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 08:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-Kisah Tauladan]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[belajar da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[bertato]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah Allah swt]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[thobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: http://harapandiri.wordpress.com/2008/11/29/“-apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto”
Kenapa Allah swt hadirkan gelap! Agar kita tahu bahwa dengan terang segalanya akan terlihat jelas, lantas kenapa Allah swt hadirkan masa lalu yang suram dalam hidup kita ! agar kita sadar bahwa hidayah itu suatu yang mahal, yang Allah swt berikan kepada siapa saja yang mau membuka hati untuk perkara hidayah. Karena setiap orang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: http://harapandiri.wordpress.com/2008/11/29/“-apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto”</p>
<p>Kenapa Allah swt hadirkan gelap! Agar kita tahu bahwa dengan terang segalanya akan terlihat jelas, lantas kenapa Allah swt hadirkan masa lalu yang suram dalam hidup kita ! agar kita sadar bahwa hidayah itu suatu yang mahal, yang Allah swt berikan kepada siapa saja yang mau membuka hati untuk perkara hidayah. Karena setiap orang, ya setiap orang tanpa kecuali, lepas apakah dia seorang yang memiliki kepahaman agama yang tinggi atau hanya seorang ahli maksiat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh hidayah, tinggal seberapa jauh kita mau meraih dan mempertahankan hidayah tersebut.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu , Allah swt betul-betul telah &#8220;menampar&#8221; saya dalam artian yang sesungguhnya. Melalui<em> kepergian </em>seorang sahabat, Allah seakan ingin menunjukan bahwa hidayah dan surga bukan milik sekelompok orang, melainkan milik setiap orang yang dengan hati hancur datang kedepan pintu-Nya, berharap memperoleh kasih-Nya.</p>
<p><span id="more-219"></span>Betapa adilnya Allah dan betapa beruntungnya sahabat saya, karena Allah telah pilih dia kembali kepada-Nya dalam keadaan memperbaiki diri <em>dirumah-Nya</em> dalam balutan malam yang tenang, yang hanya Allah dan malaikat-Nya yang mengetahui bagaimana perjuangan almarhum sahabat saya meninggal dunia dalam pertobatannya.</p>
<p>Ketika pertama kali bertemu dengannya, saya memandang hanya dengan sebelah mata, iblis telah menguasai hati saya , sehingga perasaan lebih baik darinya yang waktu itu muncul, tapi keinginan untuk menjadi lebih baik yang datang dari hatinya menghantarkan dia pada pintu hidayah-Nya.</p>
<p>Pagi itu seperti bulan-bulan sebelumnya, saya dan beberapa teman mengadakan program perbaikan diri dengan cara beritikaf dimasjid sekitar tempat tinggal untuk <em>belajar dakwah</em>. Dan seperti biasa pula setiap pagi diadakan taklim pagi, dimana dibacakan kisah-kisah  para sahabat Nabi dan perbaikan cara membaca alqur&#8217;an.</p>
<p>Selama mejalani program taklim, mata saya seakan sulit diajak kompromi, begitu berat untuk di buka, bukan karena malam sebelumnya saya banyak melakukan sholat malam, melainkan begitu banyaknya dosa yang ada di diri saya sehingga  dalam majelis ilmu saya masih juga mengantuk. Seperti biasa setiap taklim pagi maka di buat jaulah taklim ( berkeliling di sekitar lingkungan masjid untuk mengajak orang duduk dalam majelis taklim ). Saya dan seorang teman mendapatkan tugas jaulah taklim. Dan garis nasib menghantarkan saya bertemu dengan sekelompok pemuda yang satu diantaranya menjadi sahabat saya. Beberapa orang dari pemuda itu mencoba pergi ketika melihat saya dan teman saya mendekat , mungkin mereka fikir kami kelompok Islam garis keras yang mencoba menggang<em>gu</em> <em>keasikan</em> mereka, tinggal seorang pemuda yang tetap berada di situ. Kami mencoba memperkenalkan diri dan menerangkan maksud tujuan kami datang menemui dirinya serta kami mengajak beliau sama-sama ke masjid untuk duduk dalam majelis taklim yang baru saja di mulai. Pemuda itu hanya diam, entah apa yang ada di benaknya, apakah dia berpikir saya dan teman saya hanyalah sekelompok orang yang mengganggu kesenangan dirinya atau entahlah mungkin hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.</p>
<p>Saya mulai aga kesal karena dirinya seperti tiada reaksi sama sekali, dia hanya tertunduk tanpa berani beradu pandang, beberapa saat sebelum kami undur diri untuk kembali ke masjid, tiba-tiba pemuda tersebut akhirnya buka suara, <strong><em>&#8221; Apa boleh orang bertatto ke masjid ?&#8221;</em></strong>, tanyanya waktu itu, lantas saya menjawab boleh asal dalam keadaan suci dari najis, siapa saja asalkan dia muslim boleh ke masjid. Dia hanya diam, saya seperti mendapatkan angin untuk terus berusaha agar dia mau ikut ke masjid, saya mulai bercerita banyak hal tentang kisah-kisah para sahabat nabi yang ketika masa jahiliyah begitu jahil , tapi setelah mereka bertaubat mereka menjadi ahli-hali surga.</p>
<p>Akhirnya dirinya mau ikut ke masjid bersama kami, setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang saya pinjamkan ia duduk bersama kami mendengarkan taklim pagi, betapa gembiranya hati saya ketika akhirnya ia mau ikut ke masjid, tak ada kata-kata yang sebanding dengan perasaan saya pada waktu itu, mungkin hanya orang-orang yang pernah terjun langsung tahu bagaimana sulitnya berdakwah di tengah-tengah manusia untuk mengajak mereka kembali kepada Allah dan ketika satu diantara mereka mau kembali taat kepada Allah, rasanya dunia dan isinya tak sebanding dengan perasaan senang yang ada di diri kita.</p>
<p>Lepas bada zuhur, dirinya mendekati saya dan menanyakan apakah dirinya boleh bergabung dengan kami, dan tentu saja boleh karena dakwah adalah tugas setiap umat Islam tanpa kecuali, kalau hewan yang lebih rendah dari manusia boleh berdakwah bahkan di abadikan dalam alqur&#8217;an ( semut, burung hud-hud dll ) apalagi manusia yang mempunyai tugas sebagai khalifatullah di muka bumi jelas lebih boleh lagi untuk berdakwah. Dengan berdakwah Allah swt akan perbaiki diri kita seperti yang terjadi pada diri para Nabi dan sahabatnya dan hal tersebut yang juga akan terjadi pada diri setiap orang yang mengambil kerja dakwah sebagai jalan hidupnya.</p>
<p>Sepanjang hari ia hanya diam, mungkin proses hidayah sedang terjadi pada dirinya, dan lepas tengah malam, saya menemuinya sedang menangis berurai air mata di pojok mesjid, saya tak berani mendekat dan hanya melihat dari kejauhan. Pemandangan yang sangat indah, dimana pada pagi hari dirinya masih bermaksiat kepada Allah swt tapi pada malamnya ia sedang menangisi dosa-dosanya. Saya menjadi malu terhadap diri sendiri, seakan saya merindukan saat-saat seperti itu , dimana begitu nikmatnya melewati malam berdua dengan-Nya, bermunajad dihadapan-Nya dengan air mata dan hati yang hancur.</p>
<p>Beberapa bulan setelah kejadian itu saya tidak lagi bertemu dengan almarhum karena memang tempat tinggal dan kesibukan  kami yang tidak memungkinkan, tapi kami masih tetap berhubungan via telpon , sampai akhirnya 2 minggu yang lalu saya bertemu dengan dirinya di salah satu mesjid tua di kawasan kebun jeruk Jakarta Pusat.</p>
<p><em>&#8220;Ane mau belajar dakwah 40 hari &#8220;</em> ucapnya. Saya hanya bisa tersenyum bahagia mendengar penuturannya<em>. &#8221; Routenya kemana ? &#8220;</em> Tanya saya. <em>&#8220;Belum di putus, besok pagi selepas bayan subuh baru ketahuan routenya, karena ane gabung dengan jamaah yang lain&#8221;</em> jawabnya singkat. Sesaat kemudian dirinya bertanya hal yang sama seperti saat kami pertama kali bertemu. <em>&#8221; Apa di surga ada orang yang bertatto?&#8221;</em> tanyanya dengan aga ragu. Dan sekali lagi saya yang sombong , yang angkuh yang ahli maksiat tapi sok bersih menjawab dengan ringannya tanpa mencerna dan berpikir lebih jauh tentang pertanyaan Almarhum tersebut. <em>&#8220;Mana ada di surga orang yang bertatto , kalau di neraka banyak&#8221;</em>. Jawab saya, dan almarhum hanya tertunduk sedih, saya segera menyadari kesalahan saya dan meralat ucapan saya <em>&#8220;Tapi ente tenang aja kalau ente tetep buat dakwah , nanti ente juga akan masuk surga dan Allah sendiri yang akan menghapus tatto ente&#8221;.</em> Almarhum sahabat saya tersenyum bahagia dengan jawaban saya, senyum yang terakhir yang saya lihat, karena saya tidak akan pernah melihat senyumnya lagi, sebuah sms saya terima malam kemarin yang mengabarkan ia telah meninggal dunia ketika dirinya sedang berlajar berdakwah, islah diri, belajar menjadi hamba yang taat, belajar mencintai Allah swt dan Rasul-Nya.</p>
<p>Selepas bersilaturahmi bada isya almarhum pamit dengan amir jamaah untuk tidur lebih awal karena kondisi badannya yang kurang baik, dan mendekati subuh terlihat almarhum masih tertidur, dan ketika salah satu rekan mencoba membangunkannya ternyata almarhum telah tiada, pergi meninggalkan dunia untuk bertemu Allah swt bertemu dengan sosok yang dicintainya yaitu Rasulullah saw dan para sahabat-nya, meninggalkan dunia pada saat pertobatannya. Kematian yang indah, yang selalu saya rindukan, mati di jalan-Nya, mati ketika mencoba meraih cinta-Nya.</p>
<p>Selamat jalan sahabat, di surga memang tiada akan ada pria bertatto , yang ada hanya pria tampan, yang suka miscall tengah malam untuk bangunin tahajud, yang suka bangun malam dan nangis kaya anak kecil, yang suka bikin gw kesel karena selalu berantakan kalau makan berjamaah, yang suka tiba-tiba batalin janji pada hal udah jauh-jauh hari dibuat. Kita memang gak akan pernah ketemu lagi di dunia, gak pernah bisa keluar masturah bareng, gak pernah akan bisa ke IPB ( India, Pakistan, Bangladesh ) berdua. Dan elo gak bisa baca blog gw lagi, pada hal elo pengen banget kita sama-sama hadir ijtima Bulan Juli nanti dan elo pengen banget ngerasin duduk di bawah tenda dan poto elo gw tampilin di blog jelek gw ini, tapi rasanya itu cuma mimpi, karena pastinya gak akan bisa terjadi. Sekarang elo dah tenang di sana, tugas elo di dunia dah selesai, tinggal gw yang masih gamang dengan jalan hidup sendiri.</p>
<p>Selamat jalan sahabat, semoga Allah selalu menjaga dan menerima tobat dirimu. Semoga kami yang di tinggalkan dapat memetik banyak pelajaran dari perjalanan hidupmu. Dan semoga Allah swt kekalkan kami dalam usaha dakwah, dakwah sebagai maksud hidup, hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah.</p>
<p>Alloh humma firlahu war hamhu wa afi&#8217;i wa&#8217;fuanhu. Amin.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=219&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/12/02/apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan mulai tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 00:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jama'at tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[mudzakarah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[mujahadah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da&#8217;wah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh).</p>
<p>Kita dapat mempelajari konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan &#8220;Continuous Improvement&#8221;, seperti Business Process Reengineering (BPR), Total Quality Management (TQM), dan Benchmarking. Kesemuanya itu berasal dari orang-orang yang telah banyak menekuni bidang manajemen. Proses &#8220;4M Management&#8221; cukup berbeda dengan pendekatan-pendekatan di atas, meskipun ada kesamaan dalam beberapa halnya.</p>
<p>Proses inter-relasi ini merupakan proses dalam waktu yang cukup lama, BUKAN merupakan dalam satu atau dua tahun, kurang lebih sekitar sembilan tahun. Dan mungkin menjadi pertanyaan pula, bagaimana kami mendapatkan hal itu juga? Ini mungkin yang lebih unik. Dalam kesempatan ini kami berkeinginan untuk berbagi dengan sdr. sekalian.</p>
<p><span id="more-148"></span>Beberapa rombongan khuruj yang pertama kali bertemu sering atau banyak memberikan penekanan bahwa kita perlu banyak memperbaiki diri untuk lebih dapat mengikuti perintah Allah swt dan Sunnah Rasulullah SAW. Amalan-amalan harian banyak dimudzakarah secara intens seperti adab makan, adab tidur, adab keluar-masuk kamar kecil, dll, dan kami yang mengikuti rombongan benar-benar memberikan kesan lebih banyak melakukan muhasabah.</p>
<p>Memperbaiki diri dan selalu memperbaharui niyat memerlukan kesungguhan atau mujahadah yang berlanjutan terhadap diri kami dan juga ahli da&#8217;wah. Tanpa adanya mujahadah yang berkelanjutan, maka akan sulit bagi seseorang untuk dapat memperbaiki diri dan juga memperbaharui niyat. Allah swt menekankan bahwa barangsiapa yang mujahadah di jalan Allah swt, maka Allah swt akan memberikan hidayat kepada orang yang menjalankannya. Dan hal ini juga terungkap dengan baik melalui kisah yang dijelaskan oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, tentang seorang yang telah membunuh 99 orang dan sangat berkeinginan bertobat kepada Allah swt.</p>
<p>Dan kami bersyukur banyak bertemu dengan ahli-ahli da&#8217;wah yang banyak menimba pengalaman dan pelajaran dari para orang-orang yang telah lama terjun dalam usaha da&#8217;wah ini. Sehingga kami selalu diajak untuk selalu bermudzakarah tentang perihal apapun yang berhubungan dengan usaha da&#8217;wah dan tablih ini. Dan kadangkala teman-teman kami lama itu mengajak bermudzakarah berjam-jam. Sehingga kami mendapatkan proses ekplorasi terhadap usaha da&#8217;wah ini.</p>
<p>Untuk kerja da&#8217;wah dan tabligh ini sangat ditekankan untuk selalu bermusyawarah. Bahkan kami pernah diminta seseorang ahli da&#8217;wah yang cukup lama untuk dapat hadir musyawarah, meskipun hanya untuk duduk saja dan tidak memberikan pandangan ataupun usulannya. Sehingga tidak heran jika usaha da&#8217;wah dan tabligh ini menekankan ahli jama&#8217;ahnya untuk selalu bermusyawarah dengan baik.</p>
<p>Penekan-penekanan ini selalu kami ingat betul, sehingga akhirnya terpikirkan pada kami untuk menyusun inter-relasi dari empat proses itu ke dalam sebuah framework atau kerangka yang sangat khas. Dan tentunya kami sendiri melakukan kajian perbandingan dengan teori-teori yang berkembang di manajemen modern, seperti TQM.</p>
<p>4M yaitu Muhasabah (Evaluation), Mudzakarah (Exploration), Musyawarah (Decision), dan Mujahadah (Doing). Sehingga jika ke dalam bahasa Inggrisnya adalah E2D2. Sebagai contoh perbandingan, dalam manajemen lain, Planning lebih didahulukan. Sedangkan kami mendahulukan Muhajabah (Evaluation), dan Planning itu sendiri dimasukkan ke dalam Musyawarah (decision). Musyawarah merupakan langkah atau proses dimana diperlukan keputusan-keputusan yang sebenarnya merupakan rencana kerja yang harus dikerjakan.</p>
<p>Itulah sekelumit perjalanan tergambarnya &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221;. Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini telah memberikan satu inspirasi kerangka atau framework yang kami haturkan kepada kaum muslimin. Dan kerangka ini mudah-mudahan dapat dikembangkan dengan baik di masa depan.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=148&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waktu penerapan “4M Management for Continuous Improvement”</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/10/10/waktu-penerapan-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/10/10/waktu-penerapan-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 23:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[4M]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[mudzakarah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[mujahadah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
&#8220;4M Management&#8221; merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan &#8220;4M Management&#8221; menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>&#8220;4M Management&#8221; merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan &#8220;4M Management&#8221; menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt telah melihat proses &#8220;4M&#8221; ini dalam kehidupan kaum muslimin, yang kebetulan telah wujud dengan baik dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh.</p>
<p>Semua dari kita pasti mempunyai keinginan ataupun cita-cita yang hendak dicapainya dengan baik, termasuk juga para pelajar atau mahasiswa. Cita-cita lebih merupakan keinginan jangka panjang yang sebenarnya merupakan target hendak dicapai. Misalkan seorang pelajar berkeinginan menjadi seorang programmer yang ahli atau juga seorang akuntan yang cukup berkualitas. Cita-cita ini tidak mungkin diperoleh melalui proses yang sebentar, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama.</p>
<p>Atau misalkan seorang Ibu berkeinginan anaknya menjadi seorang hafidz Quran, tidak mungkin diperoleh melalui waktu yang singkat tetapi memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu cita-cita merupakan target yang hendak dicapai oleh seseorang di waktu yang akan datang. Untuk mencapai ini maka diperlukan program dan juga aktifitas yang berkelanjutan dan juga terarah. Bagaimana seorang pelajar menjadi programmer yang baik, jika hanya mengandalkan pada buku ataupun hanya berangan-angan. Tetapi dia harus berlatih, dan juga mencoba hal-hal yang diperlukan untuk mendukung rencana itu.</p>
<p><span id="more-146"></span>&#8220;4M Management&#8221; perlu diterapkan untuk tahunan, bulanan, mingguan bahkan harian. Artinya kita perlu menerapkan &#8220;4M Management&#8221; ke dalam cita-cita kita, terhadap program kita, terhadap aktifitas ke seharian kita, apakah semuanya telah saling selaras (Alignment) untuk mencapai cita-cita yang kita tetapkan.</p>
<p>Mari kita sama-sama perhatikan dalam sebuah contoh yang sederha, misalkan seorang ibu berkeinginan anaknya menjadi seorang hafidz quran dan juga alim. Sebuah keinginan yang perlu mendapatkan dorongan dari semua pihak.</p>
<p><strong>4M Jangka Panjang:</strong></p>
<p>M1, seorang ibu mendapatkan bahwa anaknya belum hafidz, dan ibu ini berkeinginan agar anaknya menjadi seorang hafidz dan alim. Untuk hal ini, Ibu perlu melakukan mudzakarah dengan suaminya dengan baik.</p>
<p>M2, seorang Ibu dan suaminya melakukan mudzakarah melalui bincang-bincang kecil. Misalkan si Ibu mengajukan keinginannya terhadap anak itu menjadi seorang hafidz dan alim. Dan suaminya memberikan pandangan-pandangannya misalkan biayanya, waktunya, bahkan mungkin saja tempat belajarnya.</p>
<p>M3, Ibu dan Bapak ini melakukan musyawarah terhadap hal-hal yang diajukan itu, dan diberikan keputusan adalah perlu dikirim ke satu madrasah Islam yang sudah ditetapkannya.</p>
<p>M4, Ibu dan Bapaknya menyediakan waktu, biaya dan keperluannya untuk mengirimkan anaknya ke pesantren atau madrasah Islam yang ditetapkan itu.</p>
<p>Apakah Ibu dan Bapak ini membiarkan anaknya begitu saja di madrasah itu? Jelas Ibu dan Bapak perlu melakukan kembali 4M yang lebih berjangka pendek terhadap anak itu.</p>
<p><strong>4M Bulanan</strong></p>
<p>M1, Ibu dan Bapak ingin mendapatkan laporan dari madrasah yang bersangkutan terhadap kemajuan anaknya di pesantren itu. Setiap laporan maka dibuatlah pertimbangan bersama.</p>
<p>M2, laporan-laporan yang disampaikan itu akan memberikan pemahaman terhadap kemajuan-kemajuan anaknya di pesantren itu. Misalkan ada sesuatu yang kurang diinginkan, maka keduanya membahasnya dengan baik.</p>
<p>M3, pembahasan-pembahasan itu perlu dilakukan keputusan-keputusan. Dan boleh jadi keputusan-keputusan memerlukan waktu dan tenaga masing-masing, atau bahkan mungkin saja keputusan yang dibuat adalah perlu keduanya sholat tahajud untuk meminta dan memohon rahmat Allah swt untuk anaknya itu.</p>
<p>M4, hasil keputusan bahasan itu perlu dilaksanakan dengan baik.</p>
<p>Dan seterusnya, sehingga &#8220;4M&#8221; menjadi satu proses yang menjadi kebiasaan yang baik ke dalam setiap individu kaum muslimin. Insya Allah, kita ungkap dalam hal lainnya di lain waktu.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=146&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/10/10/waktu-penerapan-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visualisasi “4M Management for Continuous Improvement”</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/10/09/visualisasi-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/10/09/visualisasi-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 02:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami sebelumnya telah menyampaikan proses-proses yang sebaiknya kita kaum muslimin berikan perhatian yang cukup baik. 
Apakah proses-proses itu yang terdapat dalam tulisan itu dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita, misalkan dalam aktifitas belajar, aktifitas bisnis, aktifitas berkerja, aktifitas berkeluarga, atau bahkan aktifitas memimpin sebuah organisasi atau perusahaan? Kita kaum muslimin sebenarnya perlu melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kami sebelumnya telah menyampaikan proses-proses yang sebaiknya kita kaum muslimin berikan perhatian yang cukup baik. <a href="http://usahadawah.wordpress.com/2007/10/28/empat-proses-untuk-kita-semua-pelajaran-berharga-dari-kalangan-para-shahabat-generasi-salafush-sholeh/"></a></p>
<p>Apakah proses-proses itu yang terdapat dalam tulisan itu dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita, misalkan dalam aktifitas belajar, aktifitas bisnis, aktifitas berkerja, aktifitas berkeluarga, atau bahkan aktifitas memimpin sebuah organisasi atau perusahaan? Kita kaum muslimin sebenarnya perlu melakukan kajian atau riset yang berkelanjutan untuk dapat memahami proses-proses itu dengan baik untuk dapat diterapkan dalam aktifitas-aktifitas itu.</p>
<p>Keempat proses ini telah ada dalam ajaran agama kita dengan baik, bahkan para Ulama terdahulu telah banyak menjelaskan perkara-perkara dengan baik. Hanya mungkin saja proses-proses ini tidak dalam satu relasi yang saling berkaitan dalam satu visualisasi yang lebih mudah dipahami. Kami sampaikan dalam tulisan pengantar ini untuk menampilkan gambar tersebut lebih mudah, dan kerangka itu diberinama sebagai &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221;.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2008/01/4m-management1.gif?w=505&amp;h=392" alt="4M" width="505" height="392" /></p>
<p><span id="more-142"></span>Proses-proses tersebut dalam &#8220;4M Management&#8221; mengarahkan kita untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan (improvement) yang berkelanjutan, sehingga kita akan selalu mengikuti apa yang sering kita dengar sebagai seorang muslim yaitu</p>
<p><strong>kita rugi, jika hari ini sama dengan hari kemarin; </strong></p>
<p><strong>kita celaka, jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin; dan </strong></p>
<p><strong>kita beruntung, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin. </strong></p>
<p>Apakah &#8220;4M Management&#8221; dapat diterapkan dalam lingkungan kaum muslimin, termasuk dalam aktifitas-aktifitas keislaman atau organisasi ummat Islam? Kita dapat mencobakannya dengan baik, dan proses-proses ini sebenarnya perlu dilakukan eksplorasi yang lebih mendalam, termasuk juga terhadap adab-adab atau ajaran-ajaran Islam yang telah banyak dijelaskan oleh para Ulama dulu.</p>
<p>Misalkan saja, jika kita pelajari cara menyampaikan pandangan ketika bermudzakarah, maka sebaiknya kita mendengarkan pandangan teman kita yang sedang berbicara atau tidak diperkenankan memotongnya apalagi meremehkannya. Dan hal ini jelas dari akhlaq Islam, dan cukup banyak dalil dan juga sumber untuk hal ini.</p>
<p>Oleh karena itu, selamat untuk mempelajari &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; dan juga dapat meningkatkan pendalamannya serta dapat menerapkannya dengan baik.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=142&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/10/09/visualisasi-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
