<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Khawarij</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/khawarij/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 23:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Soal Jawab: Seputar Jamaah Tabligh, bagian-1</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/26/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-bagian-1/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/26/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 23:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-Jawab Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[ 
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama&#8217;ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas bersama. Kami tidak perlu menguraikan semua perkara dalam tulisan itu. Sebagiannya telah disampaikan dalam artikel-artikel dalam blog ini. Silahkan untuk diperhatikan dengan baik.
Syaikh Al Albani pernah ditanya tentang buku berjudul Zhahiratul Irja&#8217; Fil Fikr Islami, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama&#8217;ah Tabligh yang terdapat di <a href="http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html" target="_blank">http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html</a> Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas bersama. Kami tidak perlu menguraikan semua perkara dalam tulisan itu. Sebagiannya telah disampaikan dalam artikel-artikel dalam blog ini. Silahkan untuk diperhatikan dengan baik.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Syaikh Al Albani pernah ditanya tentang buku berjudul <em>Zhahiratul Irja&#8217; Fil Fikr Islami</em>, karangan Safar Al Hawali. Di dalamnya disebutkan tentang vonis kafir terhadap pelaku sebagian dosa besar. Beliau menjawab, <em>&#8220;Dahulu saya pernah melontarkan sebuah pendapat, kira-kira tiga puluh tahun yang lalu, ketika saya masih mengajar di Al Jami&#8217;ah (maksud Beliau Jami&#8217;ah Islamiyah Madinah An Nabawiyah). Dalam sebuah majelis yang besar, saya ditanya, bagaimana pandangan saya terhadap Jama&#8217;ah Tabligh. Ketika itu saya jawab: Shufi gaya baru. Sekarang terbetik dalam hatiku untuk mengomentari jama&#8217;ah yang muncul saat ini dan menyelisihi manhaj Salaf. Saya katakan -sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Adz Dzahabi, ‘Mereka telah menyelisihi Salaf dalam sejumlah persoalan manhaj,&#8217; maka saya sebut mereka ini: Khawarij gaya baru.&#8221;</em></span></p>
<p><strong>Haitan Wrote:</strong></p>
<p>Pandangan di atas merupakan pandangan seorang Ulama sekaliber Syeikh Al-Banni, yang tentunya mempunyai kerangka analisa dan sintesa itu sendiri yang menjadi latar belakanginya sendiri. Begitupun juga usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang yang menyebutnya sebagai jama&#8217;ah tabligh) merupakan hasil ijtihad yang cukup panjang dari proses analisa dan sintesa dari seorang Ulama, Maulana Ilyas. Mana yang benar dari kedua Ijtihad itu? Yang jelas bagi kita adalah Yang pertama sebagai &#8220;Penilai&#8221; dan yang kedua sebagai &#8220;Pelaksana&#8221;.</p>
<p><span id="more-85"></span>Apakah yang memberikan penilaian itu yang benar atau yang melaksanakan yang benar? Kedua hal itu akan dibuktikan nantinya di sisi Allah swt. Dan kami berharap kepada Allah swt mudah-mudahan keduanya  mendapatkan ampunan dan pahala yang baik disisi Allah swt.</p>
<p>Murid-murid dari &#8220;Penilai&#8221; akan terus menyampaikan penilaiannya kepada orang-orang yang mengikuti atau murid-murid dari &#8220;Pelaksana&#8221; itu sendiri. Dan hal ini terus dilakukan dengan semangat untuk menyebarkannya, dan kita semua mudah mendapatkannya. Meskipun yang disampaikan itu berulang-ulang dari sumber yang sama.  &#8220;Penilai&#8221; mengungkapkan bahwa &#8220;Pelaksana&#8221; menyalahi Manhaj Salaf, sehingga dikatakan sebagai &#8220;Khawarij Gaya Baru&#8221;.</p>
<p>Terdapat tiga istilah yang terungkap yaitu &#8220;Manhaj&#8221;, &#8220;Manhaj Salaf&#8221;, dan &#8220;Khawarij&#8221;. Dari &#8220;Penilai&#8221; serta orang-orang yang mengikutinya serta murid-muridnya menjelaskan bahwa dirinyalah sebagai pengikut salaf, sedangkan yang lain tidak bermanhaj salaf. Tetapi ada juga dari &#8220;Pelaksana&#8221; serta orang-orang yang mengikutinya serta murid-muridnya menjelaskan bahwa kita perlu berusaha untuk mendapatkan nilai-nilai dari para Shahabat RA sebagai generasi salaf yang terjamin.</p>
<p>Mari kita ungkap sedikit perihal ketiga istilah itu dalam kesempatan ini. &#8220;Manhaj&#8221; merupakan sebuah pola kerangka yang menjadi pegangan seseorang, apakah untuk berpikir ataupun beramal. Jika kita menyebutkan &#8220;Manhaj Salaf&#8221;, maka kita juga tidak boleh menapikan perihal &#8220;Manhaj Khalaf&#8221;. &#8220;Manhaj Salaf&#8221; akan menghindari dari berusaha menginterpretasikannya, sedangkan &#8220;Manhaj Khalaf&#8221; berusaha menjelaskannya untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu terjadi. Misalkan dalam pengertian &#8220;Tangan Allah swt&#8221;, Manhaj Salaf berusaha tidak melakukan interpretasinya, sehingga apa adanya. Tetapi Manhaj Khalaf berusaha menjelaskannya, misalkan dengan makna &#8220;Kekuasaan Allah swt&#8221;. Manhaj Salaf lebih dekat dengan kepahaman para Shahabat, Tabi&#8217;in dan Tabi-Tabi&#8217;in.</p>
<p>&#8220;Khawarij&#8221; merupakan istilah yang muncul ketika di jaman Ali Bin Abi Thalib RA, yaitu ketika terjadi pertemuan antara kelompok Ali RA dan kelompok Muawiyyah RA yang mana kelompok Ali RA menerima tawaran permintaan kelompok Muawiyyah RA untuk melakukan perdamian. Sedangkan terdapat sebagian kaum muslimin yang berada di kelompok Ali tidak menerima perdamaian itu, dan selanjutnya kelompok ini mengkafirkan kaum muslimin lainnya yang tidak sepaham dengan mereka. Awalnya bermula dari politik, dan selanjutnya menyebar ke dalam kepahaman yang lainnya. Sehingga dianggap keluar dari Ijtimaiyyah Ummat Islam itu sendiri. Hanya saja di kalangan Shahabat RA sendiri tidak berani menyatakan sebagai kafir kepada mereka.</p>
<p>Dalam keadaan seperti ini, maka kita kaum muslimin dapat menilai sendiri terhadap nilai-nilai yang dibangunnya. Apakah hanya merupakan penilaian saja di masyarakat terhadap kaum muslimin lainnya yang berbeda dengan kepahamannya atau merupakan bentukan dari kerja atau amal yang terus merasuk ke dalam masyarakat kaum muslimin?</p>
<p>Apakah mungkin kita terus mengatakan bahwa kita sebagai pengikut Muhammad SAW dan juga Para Shahabat RA, sedangkan mengatakan bahwa kaum muslimin yang lainnya tidak mengikutinya. Kita tidak mungkin mengatakan seperti dalam sebuah syair yang mahsyur, &#8220;Mereka menyebut sebagai keluarga Laila, tetapi Laila sendiri tidak mengenalnya&#8221;. Oleh karena itu jawaban dari pertanyaan tersebut sebenarnya  dapat terlihat dari masyarakat kita kaum muslimin yang lebih membutuhkan nilai-nilai Al-Islam yang wujud secara jelas dalam kehidupan itu.</p>
<p>Sehingga kami menganjurkan kepada teman-teman salafi sebagai &#8220;Penilai&#8221; dan juga kepada teman-teman ahli da&#8217;wah sebagai &#8220;Pelaksana&#8221; untuk semuanya mewujudkan nilai-nilai rahmat Islam di masyarakat kaum muslimin. Silahkan berlomba dalam kebaikan di masyarakat sendiri, karena hal itu akan menjadi ladang yang utama di akherat.  Tidak hanya mengandalkan pada pengakuan ataupun penilaian semata. Karena timbangan yang besar itu bergantung pada iman dan amal sholeh itu sendiri.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=85&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/26/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
