<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Khuruj</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/khuruj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 23:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengherankan jika Mengkritik Tatacara Usaha Da&#8217;wah</title>
		<link>http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 03:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da&#8217;wah yang dibangunnya.
Sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da&#8217;wah yang dibangunnya.</p>
<p>Sangat heran jika ada seorang mahasiswa muslim seenaknya belajar dan tidak mengikuti aturan atau tatacara prosedur yang ditetapkan di lingkungan sekolah yang dimilikinya. Atau juga akan bertambah heran jika seorang muslim yang mengambil program S2 atau S3 tidak mengikuti aturan tatacara yang ditetapkannya, dengan alasan yang terpenting adalah sekolah S2 dan menuntut Ilmu.</p>
<p><span id="more-299"></span>Ataupun juga seorang pedagang ataupun karyawan perusahaan tidak jelas apa yang dikerjakannya, karena yang terpenting adalah kerja dan datang ke tempat kerja. Jelas pola berpikir seperti ini sangat keliru dan perlu diluruskan dengan baik. Inilah salah satu kelemahan kaum muslimin saat ini, karena kita kaum muslimin tidak pernah mengelola satu aktifitasnya dengan lebih baik dari perjalanan waktunya.</p>
<p>Allah swt sendiri sering menjelaskan perihal keteraturan alam semesta ini yang tentunya Allah swt memperlihatkan dalam alam semesta ini terdapat aturan yang sistematik dan menyeluruh. Itulah Allah swt memberikan pengajaran untuk memperhatikan alam ini, dan memang yang mendapatkan pelajaran itu hanya sebagian orang saja.</p>
<p><strong>&#8220;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan lanjut dan bumi (seraya berkata), Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.&#8221; (QS Ali-Imran (3):190-191)</strong></p>
<p>Allah swt menjelaskan dengan sangat jelas perihal pertumbuhan manusia dari mulai pencampuran sperma dengan sel telur, terus daging, sampai terbentuk menjadi bayi. Allah swt menjelaskan pertumbuhan tersebut dengan sangat baik dan jelas. Jadi sudah sepatutnya kita kaum muslimin jika mempunyai program/kerja/aktifitas tentunya harus dikelola dengan baik dalam tatacaranya.</p>
<p>Oleh karena itu, kita kaum muslimin tentunya berkeinginan untuk mendapatkan penjelasan terlebih dahulu, sebelum kita ini memberikan kritik yang akhirnya memberikan ketidakpahaman hal itu sendiri secara menyeluruh. Seorang Ulama sekalipun  yang faqih dalam satu perkara / satu bidang Ilmu Islam, bukan berarti beliau ini menguasai dengan baik bidang lainnya. Tetapi kita tentunya tetap harus menghormati seluruh Ulama dengan baik, jika terjadi kekeliruan. Karena ada satu pesan Nabi kita Nabi Muhammad SAW bahwa tandanya beriman kepada Allah swt dan hari akhir adalah menghormati hak-haknya Ulama kita kaum muslimin.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini telah begitu sistematik proses yang dilakukannya mulai dari akan pergi/khuruj sampai ke pulang kembali ke rumah masing-masing. Semua aktifitas itu disusun dengan rapi dan sistematik untuk menghasilkan hasil yang terbaik pula. Tatacara dalam usaha da&#8217;wah ini merupakan keterpaduan ataupun himpunan pelajaran Al-Islam menjadi satu model gerakan untuk menampilkan Al-Islam itu sendiri. Jadi jangan dianggap bahwa tatacara itu tidak mempunyai landasan Al-Quran dan As-Sunnah.</p>
<p>Dan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sebenarnya sangat sederhana dan siapapun kaum muslimin tingkatan latar belakang, profesi, dan umur dapat mengikutinya dengan baik. Berbeda dengan tingkatan pendidikan dan kajian Islam, tidak semua latar belakang dan umur dapat mengikuti dengan baik. Oleh karena itu untuk memahami usaha da&#8217;wah dan tabligh ini kita sendiri perlu meluangkan waktu untuk khuruj/keluar dengan baik dan teratur.</p>
<p>Jadi bagi kami sangat mengherankan jika ada yang memberikan komentar ataupun kritik terhadap usaha da&#8217;wah ini dikarenakan tatacara dari usaha da&#8217;wah dan tabligh ini. Misalkan seperti waktu lama khuruj. Sudah sangat jelas bahwa waktu juga perlu dibuatkan keteraturan yang baik untuk mengelolanya. Karena orang yang mengikuti khuruj ini juga mempunyai hak dan tanggung jawab terhadap aktifitas-aktifitas lainnya yang perlu ditunaikan dengan baik pula. Bisa kita semua bayangkan jika  mendalami Al-Islam itu tidak diatur waktunya secara baik. Bisa tidak karuan hidup manusia jika tidak ada keteraturan dalam waktu itu.</p>
<p>Perihal waktu kami sudah jelaskan sebelumnya sebagai contoh. Kami sudah memberikan penjelasan bahwa semua kehidupan ini memerlukan keteraturan dengan baik. Dan Al-Quran dan As-Sunnah memperlihatkan itu dengan sangat jelas perihal kita perlu untuk menyusun segala aktifitas dengan keteraturan/tatacara yang baik.</p>
<p>Sehingga usaha da&#8217;wah dan tabligh yang telah menyusun tatacara/proses aktifitas da&#8217;wahnya itu merupakan hal yang ilmiyyah apakah secara dalil naqli ataupun dalil aqli. Dan <strong>tatacara aktifitas da&#8217;wah ini menjadi sebuah khazanah aktualisasi dari berbabagai sumber-sumber yang telah ditulis dalam kitab-kitab Para Ulama dulu</strong>. Dan bagi para penuntut ilmu, tentunya hal ini menjadi sebuah khazanah pendalaman yang menarik. Terimakasih.</p>
<p>(Insya Allah kami lanjut dalam bahasan lain)</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=299&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebagian Kaum Muslimin Selalu Berkomentar Pada Jumlah Hari Khuruj Usaha Da&#8217;wah, Tetapi Kerdil dalam Analisa dan Sintesa</title>
		<link>http://usahadawah.com/2010/01/16/sebagian-kaum-muslimin-selalu-berkomentar-pada-jumlah-hari-khuruj-usaha-dawah-tetapi-kerdil-dalam-analisa-dan-sintesa/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2010/01/16/sebagian-kaum-muslimin-selalu-berkomentar-pada-jumlah-hari-khuruj-usaha-dawah-tetapi-kerdil-dalam-analisa-dan-sintesa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[tertib da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Terlalu banyaknya sebagian kaum muslimin (baca: salafi) terhadap jumlah hari Khuruj Da&#8217;wah memberikan kerangka analisa dan sintesa yang terlalu kerdil dan mengkerdilkan pola berpikir kaum muslimin. Disinilah kita perlu membuka kerangka analisa dan sintesa yang lebih luas, agar kita tidak terjebak dalam kerangka yang mudah untuk membid&#8217;ahkan aktifitas kaum muslimin.
Usaha da’wah ini selalu berhubungan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlalu banyaknya sebagian kaum muslimin (baca: salafi) terhadap jumlah hari Khuruj Da&#8217;wah memberikan kerangka analisa dan sintesa yang terlalu kerdil dan mengkerdilkan pola berpikir kaum muslimin. Disinilah kita perlu membuka kerangka analisa dan sintesa yang lebih luas, agar kita tidak terjebak dalam kerangka yang mudah untuk membid&#8217;ahkan aktifitas kaum muslimin.</p>
<p>Usaha da’wah ini selalu berhubungan dengan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, oleh karena itu tentunya kita sendiri perlu banyak berhubungan dengan kisah-kisah itu dengan baik. Perihal waktu sebenarnya tidak merupakan hal yang kaku, tetapi setidaknya dengan adanya pola tertib/keteraturan itu akan lebih mudah bagi kaum muslimin sendiri. Para Ulama yang berkecimpung dalam usaha da’wah ini cukup banyak sebagai ahli hadist, oleh karena itu banyak di antaranya menulis syarh hadits hadist yang cukup tebal-tebal.</p>
<p>Perihal waktu itu banyak berhubungan dengan pesan Nabi kita Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan 10%, dan juga tentunya ada beberapa kisah yang berkaitan dengan 3 hari, 40 hari, 4 bulan. Memang kejadiannya sangat berbeda dan juga aktifitasnya berbeda, tetapi setidaknya pola itu dapat dipergunakan untuk ketertiban dan kemudahan bagi kaum muslimin. Karena meskipun berbeda dari aktifitasnya, tetapi mempunyai kedekatan dari proses penyebaran dan juga pengorbanan untuk agama kita yang mulia, Al-Islam. 3 hari kisah Khalid Bin Walid RA, 40 hari berkaitan kisah Ummar Bin Khatab RA, begitupun juga dengan 4 Bulan berkaitan dengan Ummar Bin Khatab RA. Silahkan untuk membuka lembaran kisah itu yang cukup menarik.</p>
<p><span id="more-297"></span>Waktu khuruj ini tidak kaku, tetapi sangat fleksibel. Berbeda dengan sekolah SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dana S1,S2, S3 mempunyai batas bawah dan atas. Sedangkan khuruj ini lebih banyak tentunya akan lebih memberikan kesan kepada yang menjalankannya. Tetapi meskipun begitu harus tertib dan beraturan. Pola waktu untuk SD, SMP, SMA, S1, S2, S3 juga diadopsi dari dunia pendidikan barat, dan hal itu juga dipergunakan untuk pendidikan dan pengajaran bidang-bidang Islam. Padahal tidak ada waktu-waktu pendidikan itu di jaman Rasulullah SAW, Para Shahabat RA, tetapi memberikan manfaat dan memberikan kemudahan bagi penyusun kurikulum dan silabusnya secara bertingkat.</p>
<p>Jadi waktu 3 hari, 40 hari, 4 bulan, merupakan proses keteraturan untuk memberikan kemudahan, disamping juga dianalisa dan disintesa berdasarkan pada kaidah 10% yang menjadi pesan Nabi kita sendiri. Yang diharapkan tentunya akan meningkat terus, mungkin kita pernah mendengar bahwa ada yang mau menginfaqkan semuanya, tetapi akhirnya hanya 1/3 saja. Dan tentunya jika pengorbanan 1/3  ini dapat dilakukan cukup luar biasa pengaruhnya kepada dunia Islam. Sekarang saja baru dengan pola 10% sudah begitu besar pengaruhnya di dunia Eropa, bagaimana jika 1/3 waktu tentunya akan sangat berbeda pengaruhnya.</p>
<p>Oleh karena itu jangan antum semua terjebak dengan waktu atau lamanya, karena hal itu sudah menjadi hal umum dalam kehidupan kita agar lebih tertarur. Dan Allah swt sendiri dan Nabi kita Nabi Muhammad SAW sendiri mengajarkan kepada kita semua perihal waktu ini, hanya saja kita kurang memperhatikan dengan baik. Jadi perihal waktu itu untuk memudahkan, begitu juga dengan pesan 10% Nabi kita, serta juga pesan Ummar RA dengan 40 hari dan 4 bulan, semua untuk menjadi teratur hidup ini. Dan ini jelas diikuti para Ulama yang benar-benar faham dengan usaha da’wah ini. Jadi tidak asal copot saja hikmah yang dibangun itu, tetapi dengan segala pertimbangan mendalam apalagi mereka ini kebanyakan ahli hadist.</p>
<p>Lebih baik antum semua memperhatikan dengan baik terhadap aktifitas-aktifitas yang dilakukan ketika Khuruj. Ini lebih fundamental untuk diperhatikan dengan baik bagi kita kaum muslimin. Coba antum perhatikan definisi Iman dalam kerangka Sunnah Wal Jama’ah. Karena hal itu menjadi inti, dimana Iman itu akan meningkat atau menurun dikarenakan suasana agama itu sendiri. Sehingga semakin lama tentunya akan memberikan kesan yang lebih baik kepada setiap orang yang melakukan khuruj.</p>
<p>Tetapi juga kita sendiri jangan melupakan musuh yang akan terus menggoda kita, yaitu syeithan, dan tentunya dorongan nafsu kita sendiri yang mengarah pada hal-hal yang tidak sesuai. Itulah perlunya ketika khuruj itu mengikuti tertib-tertib dan ushul da’wah. Tanpa tertib dan ushul, maka syeithan dan nafsu akan sangat mudah masuk dalam proses ishlah/perbaikan diri kita dalam suasana agama, sehingga akhirnya tujuan yang hendak dicapai tidak dapat dicapai dengan baik.</p>
<p>Seluruh tertib dan ushul itu mempunyai landasan Al-quran dan/atau as-sunnah.  Seluruh tertib dan ushul ini dijalankan sebaik mungkin, tidak dalam bentuk dalil-dalil detail yang perlu dihafal. Dan untuk menjaga tertib dan ushul itu maka musyawarah menjadi landasan utama. Musyawarah dalam usaha da’wah merupakan hal yang sangat penting diperhatikan, sehingga agendanya sangat beragam dan tingkatan bahasannya. Musyawarah  sebenarnya membentuk pikir, kepahaman dan tanggung jawab terhadap da’wah Islam itu sendiri.</p>
<p>Perihal dalil-dalil detail yang berkaitan dengan tertib dan ushul, bagi kalangan alim-ulama dan juga penuntut ilmu biasanya mempunyai keinginan yang berbeda dengan kalangan umum. Sehingga kadangkala menghafal hadist yang begitu panjang, kami pernah mendengarkan satu hadist dalam Bahasa arab yang disampaikan dari orang Perancis turunan arab, mungkin kalau dituliskan Bahasa arabnya mungkin saja 2-3 halaman. Itu yang mempunyai jiwa thalab yang tinggi.</p>
<p>Lebih baik antum semua memperhatikan dengan aktifitas-aktifitas yang dilakukan ketika Khuruj. Ini lebih fundamental untuk diperhatikan dengan baik bagi kita kaum muslimin. Coba antum perhatikan definisi Iman dalam kerangka Sunnah Wal Jama’ah. Karena hal itu menjadi inti, dimana Iman itu akan meningkat atau menurun dikarenakan suasana agama itu sendiri.</p>
<p>Dalam hal ini banyak dalil berkaitan dengan aktifitas/kerja ketika khuruj yang kita dapat peroleh untuk menguatkan minat kita terhadap usaha da’wah dan tabligh ini, karena memang usaha da’wah ini untuk seluruh kaum muslimin. Dan jika sudah waktunya, amal ini akan kembali ke masjid Nabawi seperti mana kepala ular kembali ke kandangnya. Mungkin sdr. pernah mendengar satu hadist yang hampir sama dengan konteks dengan kalimat itu. Itulah sebenarnya yang akan terjadi dan akan dikembalikan.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=297&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2010/01/16/sebagian-kaum-muslimin-selalu-berkomentar-pada-jumlah-hari-khuruj-usaha-dawah-tetapi-kerdil-dalam-analisa-dan-sintesa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah KHURUJ ini merupakan KEMESTIAN bagi kaum muslimin?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/24/apakah-khuruj-ini-merupakan-kemestian-bagi-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/24/apakah-khuruj-ini-merupakan-kemestian-bagi-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 02:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaum Muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pertanyaan yang perlu mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan kaum muslimin. Khuruj saat ini sebuah &#8220;kebetulan&#8221; terangkat melalui usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh), yang mana memang Khuruj menjadi sebuah program/kerja yang tidak berubah meskipun sudah berjalan perjalanan da&#8217;wah ini selama hampir satu abad.
Mungkin saja kami mendapatkan kesempatan untuk berhubungan dengan kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pertanyaan yang perlu mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan kaum muslimin. Khuruj saat ini sebuah &#8220;kebetulan&#8221; terangkat melalui usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh), yang mana memang Khuruj menjadi sebuah program/kerja yang tidak berubah meskipun sudah berjalan perjalanan da&#8217;wah ini selama hampir satu abad.</p>
<p>Mungkin saja kami mendapatkan kesempatan untuk berhubungan dengan kerja Khuruj ini. Sehingga pertanyaan itu menjadi muncul untuk diungkap. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt, serta atas dorongan dari kedua orang tua yang mana dapat berhubungan dengan bidang ilmu lainnya dalam urusan dunia. Sebelum kami atau kita sama-sama untuk mengungkap sebuah kajian terhadap sumber Islam itu sendiri, kami perlu membawa kaum muslimin kepada alam untuk memanfaatkan dalil akal yang mana banyak dicontohkan dalam Al-quran dan juga hadits Rasulullah SAW. Kisah Nabi Ibrahim As merupakan kisah yang menarik untuk menjadi perhatian.</p>
<p><span id="more-62"></span>Dalam dunia yang sangat modern sekarang ini, sebenarnya tetap ada yang tidak mengalami perubahan mulai dari jaman Nabi Adam As, sampai ke manusia terakhir, yaitu perjalanan atau penyebaran barang ataupun manusia itu sendiri. Kita mengetahui bahwa hari ini Internet menjadi sarana komunikasi yang sangat gemilang dikembangkan manusia di abad ini. Tetapi tetap manusia makan di berbagai tempat, jika senang dengan mie goreng, maka tetap ada penjualnya yang mendatangkan mie goreng yang bersangkutan.</p>
<p>Tidak mungkin Mie Goreng dapat dikirimkan ke satu tempat melalui jaringan Internet. Memang dahulu pernah terjadi di jaman Nabi Sulaeman As, dimana seorang alim dapat memindahkan kerajaan Ratu Balqis dalam sekejap mata sesuai dari penjelasan Al-quran sendiri. Atau kisah di kalangan Shahabat RA sendiri, dimana gilingan gandum dapat berputar dan menghasilkan gandum, padahal di dalam gilingan itu tidak ada gandumnya. Ini merupakan barokah dari Allah swt. Dan bisa saja jika kita mempunyai iman dan amal sholeh seperti alim di jaman Nabi Sulaeman, dan seperti di jaman para Shahabat RA, mendapatkan barokah yang sama seperti beliau itu. Dan hal ini merupakan keputusan Allah swt sendiri sebagai bentuk penjelasan yang kongkrit terhadap &#8220;Kun Fayakun&#8221;.</p>
<p>Tetapi sebagai alam yang normal, maka tidak mungkin memindahkan Mie Goreng dalam sekejap mata. Atau misalkan kita mau menonton TV, tidak mungkin mendatangkan TV kecuali membeli, dan juga ada penjual yang mendatangkan TV ke toko yang bersangkutan.</p>
<p>Apakah kita mungkin dapat makan sayur-sayuran yang ada di pasar atau di supermarket tanpa keluar rumah? Bisa saja dimana ada orang yang mengirimkannya Sayur-sayuran itu ke depan rumah kita sendiri, dan hal ini terjadi. Tetapi tetap orang yang mengantarkan dan menyampaikannya, dan hal itu juga menunjukan keluar dari rumah itu sendiri.</p>
<p>Di atas hanya beberapa perkara saja yang diangkat, dan kita dapat memikirkan sendiri-sendiri perihal penyebaran atau distribusi itu. <strong>Banyak perkara di dunia memperlihatkan bahwa penyebaran atau distribusi barang ataupun manusia merupakan kunci (&#8220;KEY&#8221;) atau inti perputaran jaman itu sendiri</strong>, teknologi sendiri merupakan hasil dari penyebaran manusia itu sendiri. Banyak penemuan teknologi di Amerika sendiri dikembangkan oleh orang-orang yang bukan berasal dari Amerika, ada yang berasal dari India, Korea, China, bahkan dari Indonesia sendiri.</p>
<p>Sehingga dapat dibuat satu kesimpulan secara sunnatullah, tidak mungkin satu kemajuan diperoleh kecuali terjadi peryebaran atau distribusi manusia atau barang itu sendiri. Sama halnya dengan KEKUATAN UMMAT ISLAM, tidak mungkin ummat ini kuat kecuali ummat Islam ini sendiri melakukan proses penyebaran dan distribusi secara merata dengan membawa risalah agama dan menyebarkannya.</p>
<p>Dulu pernah terjadi, banyak orang-orang Arab dan timur tengah pergi ke Eropa sekitar tahun 1970-an.Hal ini juga merupakan penyebaran dan distribusi itu sendiri, tetapi tidak membawa risalah yang disampaikan ke masyarakat Eropa saat itu.</p>
<p>Mula-Mula ketika datang, muslimahnya menggunakan kerudung. Selanjutnya melihat wanita disana tidak, maka muslimah juga mencopot kerudungnya dan pakaian masih panjang sampai mata kaki. Kemudian muslimah juga mengetahui bahwa wanita di sana menggunakan celana pendek, maka mulai muslimah ini mengangkat celananya sampai lutut. Sampai akhirnya, banyak muslimah mulai berani hanya pakaian bikini di pantai-pantai, karena memang di saat itu banyak wanita eropa juga menggunakan pakaian bikini. Artinya meskipun berpergian ke eropa, tetapi karena tidak yang dibawa risalah agama, maka akhirnya perilakunya mengikuti masyarakat di sana.</p>
<p>Tetapi sekarang, silahkan perhatikan di Eropa. Seorang anak perempuan telah dirayu untuk meninggalkan kerudungnya oleh gurunya, tidak mau juga melepaskan kerudungnya. Sampai satu ketika, gurunya bertanya bagaimana supaya kerudungnya copot dari kepalanya. Maka dijawab dengan sederhana, itu sangat mudah sekali. Bagaimana caranya? Anak itu menjawab dengan tegas bahwa bisa mencopotnya dengan memenggal lehernya. Sekarang terjadi, bagaimana hal ini bisa terjadi? Itulah penyebaran dan distribusi muslimin dengan membawa risalah, sehingga masyarakat yang dikunjunginya mengalami perubahan.</p>
<p>Sehingga dapat dibuat satu kesimpulan kembali bahwa tidak mungkin ummat ini menjadi kuat dan terbaik seperti dinyatakan kecuali mau melakukan penyebaran dan distribusi kaum muslimin dengan risalahnya. Dan hal ini sangat sunnatullah. Jika kita baca berbagai tafsir, sebenarnya kita perlu banyak mencari dibalik penjelasan tafsir itu. Artinya bagaimana menuangkan penjelasan itu ke dalam kehidupan yang nyata?</p>
<p>Seperti mie goreng dan tv yang dibahas di atas, sudah jelas tidak mungkin mie goreng dan tv akan datang kerumah dengan sendirinya, kecuali ada penjualnya dan juga ada yang mengantarkannya dengan baik dan terjadwal juga. Sama halnya dengan ummat ini sendiri.</p>
<p>Bagaimana menjadi terbaik? Kecuali kaum muslimin mau menjalankan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar, serta dengan landasan iman. Tetapi bagaimana aktualnya? Apakah membuat ceramah-ceramah? Atau membuat buletin-buletin? Atau membuah majalah-majalah Islam? Di dalam berbagai tafsir sudah jelas, bahwa perkara itu jika &#8220;DIJADIKAN&#8221; atau &#8220;DITAMPILKAN&#8221; untuk memberikan manfaat banyak kepada manusia lainnya, bagaimana supaya bisa tampil itu. Apakah kita duduk-duduk? Apakah bincang-bincang melalui seminar?</p>
<p>Apakah mungkin mie goreng dan tv sampai ke rumah kita dengan duduk-duduk dari orang yang menjualnya? Jelas tidak mungkin, pemimpin perusahaan pembuat mie saja, perlu melakukan kontak dengan karyawannya. Bukan ketika diundang, ataupun melalui koran saja. Tetapi mereka juga bertemu langsung.</p>
<p>Dengan tulisan di atas untuk memberikan perhatian bahwa perkara penyebaran dan distribusi kaum muslimin yang membawa risalah itu sangat penting untuk digalakan di kalangan kaum muslimin. Kita tidak mungkin seperti para Shahabat RA, kita hanya meniru-niru saja dari sekian timbangan para Shahabat RA.</p>
<p>Mungkin banyak kaum muslimin bingung dengan perkara &#8220;KHURUJ&#8221;, karena seolah-olah hanya usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang menyebutnya sebagai jama&#8217;ah tabligh). Ini merupakan pandangan KELIRU, &#8220;KHURUJ&#8221; milik kita semua kaum muslimin. Risalah Islam ini perlu sampai ke berbagai lapisan masyarakat dunia, kita saat ini belum siap menyampaikan Islam ke kalangan di luar kaum muslimin. Kita saat ini baru belajar untuk bertemu dengan kaum muslimin yang lain untuk sama-sama mengembalikan kerja atau usaha dari da&#8217;wah ini hidup kembali di masyarakat kaum muslimin.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=62&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/24/apakah-khuruj-ini-merupakan-kemestian-bagi-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkara Khuruj dan Jumlah Hari</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/24/perkara-khuruj-dan-jumlah-hari/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/24/perkara-khuruj-dan-jumlah-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 01:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Perkara-II Rev 1.0 &#8211; 7 April 2007:
Banyak pandangan yang berhubungan terhadap khuruj fisabilillah (yang dikenal melalui usaha da&#8217;wah atau lebih dikenal sebagai Jama&#8217;ah Tabligh) dan juga jumlah hari yang dilakukannya, bahkan terdapat pandangan yang mengatakan bahwa khuruj fisabilillah dan jumlah-jumlah hari merupakan perkara Bid&#8217;ah yang tidak ada contohnya.
Saudara-saudara,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami sebagai bagian dari kaum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkara-II Rev 1.0 &#8211; 7 April 2007:</p>
<p>Banyak pandangan yang berhubungan terhadap khuruj fisabilillah (yang dikenal melalui usaha da&#8217;wah atau lebih dikenal sebagai Jama&#8217;ah Tabligh) dan juga jumlah hari yang dilakukannya, bahkan terdapat pandangan yang mengatakan bahwa khuruj fisabilillah dan jumlah-jumlah hari merupakan perkara Bid&#8217;ah yang tidak ada contohnya.</p>
<p>Saudara-saudara,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kami sebagai bagian dari kaum muslimin tetap menghormati para ulama salafi yang menyampaikan pandangan-pandangan tidak tepat terhadap usaha da&#8217;wah yang berhubungan dengan metoda yang dilakukan dalam usaha da&#8217;wah itu sendiri. Tulisan ini merupakan bahasan terhadap perkara ini, dan kami berusaha untuk tidak langsung pada Ulama salafi tertentu. Sehingga rasa hormat kami dapat kami pertahankan terhadap kaum muslimin, apalagi terhadap para ulama atau ustadz.</p>
<p><span id="more-58"></span>Sebelum kita sama-sama menelaah terhadap pandangan yang menjelaskan bahwa khuruj fisabilillah dan jumlah harinya sebagai perkara bid&#8217;ah atau bukan. Marilah kita telah terlebih dahulu sama-sama memperhatikan beberapa firman Allah swt dan juga sabda Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang kepentingan dan keutamaan amal da&#8217;wah ini.</p>
<p><em>&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik&#8221; (QS 3:110)<br />
</em></p>
<p>Ayat di atas menjelaskan bahwa kita kaum muslimin sebagai ummat terbaik jika menunaikan syarat-syaratnya yaitu beramar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar. Hari ini kita sangat lemah di berbagai kehidupan karena kita belum tampil seluruhnya untuk menunjukkan bawa kita sebagai manusia terbaik yang tampil dan memberikan manfaat kepada manusia lainnya. Oleh karena itu jika kita ingin menjadi ummat terbaik kembali kita harus tampil sebagai pembawa kebenaran tidak hanya dalam tulisan, tetapi dalam ucapan, hati dan juga amalan kehidupan itu sendiri, sehingga kaum lain akan melihat terhadap kebenaran dan keberkahan Islam itu sendiri dalam bentuk yang nyata.</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.&#8221; (QS 12:108)<br />
</em></p>
<p>Ayat di atas menjelaskan bahwa pengikut Nabi Muhammad SAW merupakan kaum da&#8217;i, dan hal ini dibuktikan oleh para shahabat RA semuanya, tidak ada dari mereka ini yang tidak tampil sebagai da&#8217;i. Dan amal da&#8217;wah yang dilakukan saat itu sangat orisionil atau alami, sehingga dialog-dialog da&#8217;wah yang terjadi merupakan pelajaran yang sangat berharga kepada kita semua. Kisah dialog Amar Bin Yasir RA dengan kedua orangtuanya sangat mengagumkan kita saat ini, karena merupakan dialog yang sangat mudah dan jelas ketika patung sesembahan orangtuanya hancur jatuh ke tanah.</p>
<p>Amal da&#8217;wah yang sangat orisionil dan alami ini sudah mulai jarang dilakukan oleh kaum muslimin, meskipun ada tetapi hanya jumlahnya sangat sedikit. Amal da&#8217;wah ini memerlukan pengorbanan waktu dan pikiran, karena terjadi komunikasi yang interaktif dan dinamis antara da&#8217;i itu sendiri dengan orang yang dida&#8217;wahinya. Dan kadangkala amal da&#8217;wah seperti ini memerlukan kesabaran yang tinggi, karena boleh jadi akan mendapatkan kata-kata atau ucapan-ucapan yang tidak tepat.</p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&#8221;. (QS 9: 71)<br />
</em></p>
<p>Ayat ini menjelaskan untuk saling tolong-menolong atau bahu-membahu dalam amar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar. Da&#8217;wah merupakan tugas yang sangat mulia dan juga berat. Sehingga sudah sepantasnya untuk saling membantu. Dan juga kita perlu memahami bahwa kadangkala ketika kita terjun dalam lapangan da&#8217;wah ini seringkali mengalami penurunan atau bahkan juga kesalahan. Sehingga kita sendiri harus saling menasehati satu sama lain dalam perjuanan yang panjang ini.</p>
<p><em>&#8220;Abu Abdurrahman (Zaid) bin Khalid Al-Juhaini RA berkata: bahwasanya Rasulullah SAW berkata: Siapa yang menyediakan keperluan orang yang akan berjuang fisabilillah, berarti ia telah berjuang. Dan siapa yang menjagakan hak-hak orang yang sedang berjuang dengan baik, berarti ia telah ikut berjuang&#8221; (HR Bukhari, Muslim)<br />
</em></p>
<p>Rasulullah SAW sangat menekankan kepada kita kaum muslimin untuk saling membantu dalam perjuangan Islam ini, meskipun kita tidak mampu ikut serta, tetapi menyiapkan keperluan perjuangan atau juga menjaga hak-hak orang berjuang, kita sendiri dianggap sebagai bagian perjuangan itu.</p>
<p>Oleh karena itu meskipun orang itu hanya bisa membantu memasak atau membelikan makanan ketika menjalankan usaha da&#8217;wah atau khuruj fisabilillah, maka tetap orang ini sedang dalam berjuang sekalipun orang tidak sangat dalam tentang Islam karena pada prinsipnya adalah sedang belajar kepada orang yang lebih mengetahui dan membantunya. Inya Allah, perkara ini akan dibahas dalam tulisannya.</p>
<p>Dan masih banyak lagi sabda Rasulullh SAW yang menjelaskan kepentingan dan perkara yang berhubungan dengan amal da&#8217;wah ini. Sehingga kita semua perlu memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dengan hal ini. Termasuk juga dengan orang-orang yang mengambil usaha da&#8217;wah saat ini, sebagai bentuk perwujudan kesungguhan terhadap amal da&#8217;wah dan disamping juga untuk memperbaiki diri dan melatihan kebiasaan yang baik ketika khuruj fisabilillah.</p>
<p><strong>Sarana dan Metoda Da&#8217;wah<br />
</strong></p>
<p>Di atas kita sudah sama-sama memperhatikan kepentingan dan juga keutamaan amal da&#8217;wah ini. Untuk mewujudkan amal da&#8217;wah ini kita membangun cara atau metoda sesuai dengan kepahaman kita sendiri. Sarana komunikasi dan media cetak dipergunakan untuk mendukung amal da&#8217;wah ini, termasuk juga para ulama salafi dan juga teman-teman salafi saat ini memanfaatkan sarana Internet, brosur kecil, majalah, radio untuk menyampaikan amal da&#8217;wah ini. Dan kita sekarang ini sudah mengetahui banyak terhadap sumber-sumber para salafi saat ini melalui Internet, brosur kecil majalah ataupun radio.</p>
<p>Internet, Radio, sarana lainnya tidak ada di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, bahkan tidak ada di jaman generasi sesudahnya. Dan jika ditanyakan apakah sarana ini bid&#8217;ah karena tidak ada dijaman itu? Maka akan dijawab dengan jelas sekali bahwa sarana itu semuanya memberikan manfaat yang banyak terhadap penyebaran Islam, dan hal itu tidak merupakan syariat baru. Sehingga perkara penggunaan sarana komunikasi untuk penyebaran Islam bukan merupakan bid&#8217;ah.</p>
<p>Kira-kira apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA untuk menyampaikan da&#8217;wahnya itu. Metoda atau cara penyampaian Islam di jaman itu sangat orisinil, bahkan jika dipelajari semua sejarah para Nabi dan Rasul maka metoda ini tidak berubah. Nabi Muhammad SAW menyampaikan Islam ini dengan cara bertemu langsung dengan orang yang dida&#8217;wahinya. Begitupun dengan para Shahabat RA ketika menyebarkan Islam.</p>
<p>Agama Islam ini sampai ke Indonesia di jaman dahulu melalui cara apa? Apakah dikirimkan brosur-brosur atau majalah-majalah? Tidak ada satupun yang melakukan itu, tetapi kaum muslimin sendiri yang perlu datang dan berkunjung sampai ke Indonesia. Dan selanjutnya adalah melalui buku atau catatan-catatan untuk proses pengajaran Islam itu sendiri.</p>
<p>Sama halnya dengan khuruj fisabilillah sebagai sarana da&#8217;wah ini. Khuruj fisabilillah lebih menekankan pada sifat orisinilitas kerja itu sendiri, dimana kita bertemu langsung dengan kaum muslimin yang lain untuk saling mengingatkan. Sehingga sangat jelas sekali bahwa penyebaran Islam melalui khuruj fisabilillah atau silaturahmi yang dilakukan oleh orang-orang usaha da&#8217;wah juga tidak merupakan bid&#8217;ah. Bahkan metoda da&#8217;wah secara silaturahmi atau khuruj fisabilillah sangat fundamental dan orisinil terhadap penyebaran Islam itu sendiri. Silaturahmi sangat dianjurkan oleh Islam sendiri.</p>
<p>Disamping hal itu khuruj fisabilillah memberikan banyak manfaat kepada orang-orang yang mengikutinya. Orang-orang yang lebih faqih dalam agama dapat memberikan penjelasan-penjelasan Islam kepada yang belum paham dengan baik dalam rombongan itu. Orang-orang yang sedang belajar Islam dapat berlatih dengan amal-amal Islam. Sehingga ketika kembali ke rumah masing-masing, mereka dapat terus memegang amal Islam dan juga dapat mempunyai dorongan untuk belajar lagi tentang Islam kepada ulama atau ustadz yang disekitarnya. Dan juga khuruj fisabilillah juga dapat memberikan manfaat kepada kaum muslimin yang didatanginya untuk mendorong memakmurkan masjid-masjid yang dikunjunginya.</p>
<p>Para ulama salafi dan juga teman-teman salafi menyatakan bahwa usaha da&#8217;wah atau metoda tabligh ini tidak ada di jaman salaf atau juga para ulama khalaf, sehingga beliau-beliau ini menyatakan bahwa khuruj fisabilillah ini adalah Bid&#8217;ah. Padahal sudah sangat jelas sekali bahwa Silaturahmi atau khuruj Fisabilillah merupakan metoda untuk menyampaikan Islam itu sendiri kepada manusia itu sendiri, sama halnya dengan sarana yang sekarang dipergunakan oleh ulama salafi dan juga teman-teman salafi seperti Internet dan Radio.</p>
<p>Dengan penjelasan ringkas ini, maka pandangan yang menyatakan bahwa metoda khuruj fisabilillah sebagai bid&#8217;ah karena tidak ada di jaman itu, merupakan yang tidak tepat dan tidak benar. Karena da&#8217;wah dengan melalui sarana khuruj atau silaturahmi merupakan sebuah cara atau metoda untuk menyampaikan penyebaran Islam itu sendiri, dan disamping itu juga silaturahmi sendiri merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh Islam sendiri.</p>
<p><strong>Lama waktu Khuruj<br />
</strong></p>
<p>Saat ini kita akan sangat mudah mendapatkan pandangan ulama salafi di Internet atau majalah bahwa waktu lama khuruj fi sabilillah 3 hari, 40 hari dan 4 bulan di anggap sebagai bid&#8217;ah, dikarenakan tidak ada di jaman Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA, bahkan generasi para ulama sesudahnya. Kerangka yang dipergunakannya selalu karena tidak ada di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, maka dikatakan sebagai Bid&#8217;ah. Jelas kerangka ini tidak dapat membangun kerangka berpikir kaum muslimin secara lebih jernih.</p>
<p>Kita sudah sepakat bahwa amal da&#8217;wah merupakan amalan Islam yang sangat penting dan fundamental untuk kebangkitan dan pertumbuhan ummat Islam sendiri. Hanya saja kadangkala metoda dan cara sesuai dengan perkembangan ummat Islam itu sendiri. Untuk memberikan penjelasan bahwa pandangan tentang jumlah hari untuk da&#8217;wah dikatakan sebagai bid&#8217;ah merupakan pandangan yang tidak tepat. Kami akan berikan contoh yang sederhana saja.</p>
<p>Beberapa ulama salafi atau juga kaum muslimin saat ini banyak yang mengikuti program S1, S2 dan S3 untuk mendalami agama kita ini, Al-Islam, di perguruan tinggi atau universitas yang cukup berbobot di dunia, seperti Universitas Islam di Saudi Arabia dan Mesir. Bahkan beberapa ulama salafi sendiri mendapatkan gelar DR dalam bidang keislaman di universitas-universitas itu.</p>
<p>Pola pendidikan S1, S2, S3 mempunyai waktu lama pendidikan yang sudah teratur sesuai dengan pengelolaannya masing-masing universitas, misalnya untuk S1 selama 5 tahun, S2 selama 2 tahun, S3 selama 3 tahun. Pola pendidikan ini tidak ada di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA untuk mendalami Al-Islam ini, bahkan tidak ada di jaman para ulama beberapa generasi sesudahnya.</p>
<p>Pola pendidikan S1, S2, S3 merupakan pola pendidikan yang dikembangkan di dunia barat untuk mendalami satu bidang tertentu. Kita tidak dapat mengatakan bahwa karena tidak ada di jaman Rasulullah SAW dan para shahabat RA merupakan perkara bid&#8217;ah, sama halnya terhadap pola pendidikan S1, S2, dan S3 yang dipergukan untuk proses belajar-mengajar dalam keislaman.</p>
<p>Pola khuruj fisabilillah dengan waktu yang ditetapkan apakah 3 hari, 40 hari atau 4 bulan atau waktu yang sesuai dengan kemampuan merupakan pola pengelolaan untuk memudahkan bagi kita kaum muslimin. Sama halnya dengan pendidikan S1, S2 dan S3 tadi. Oleh karena itu, kita juga tidak dapat mengatakan proses lama khuruj fisabilillah sebagai bid&#8217;ah atau bertentangan dengan syariat Islam itu sendiri, karena proses ini merupakan proses pengelolaan terhadap amal da&#8217;wah itu sendiri. Sama halnya dengan pengelolaan S1, S2, dan S3 sebagai sarana pengelolaan pengajaran Islam itu sendiri.</p>
<p>Rasulullah SAW dan para Shahabat RA mempunyai pengorbanan yang luar biasa untuk menyebarkan dan membangun Islam itu sendiri. Kisah Rasulullah SAW pergi ke Thoif. Kisah Musyaib Bin Umair RA menyebarkan Islam di Madinah sebelum hijrah. Disamping itu para shahabat RA kadangkala dikirim oleh Rasulullah SAW untuk menyampaikan Islam ke tempat lain, dan beliau-beliau ini meninggalkan keluarga untuk menyampaikan Islam ini tidak dibatasi waktu, karena saat itu kaum muslimin mempunyai kekuatan dan keteguhan yang sangat baik.</p>
<p>Para ulama yang mendalami usaha da&#8217;wah ini sangat memahami bahwa perbedaan kemampuan kaum muslimin saat ini dengan kaum muslimin di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Saat ini kaum muslimin sangat lemah untuk belajar Islam, bahkan sangat terpengaruh dengan kecintaan dunia yang melingkunginya. Oleh karena para ulama menyusun pola waktunya dalam bentuk yang lebih standar dan mudah dilakukannya. Kisah-kisah di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA memberikan banyak pelajaran tentang hal ini.</p>
<p>Pandangan beberapa ulama salafi dan teman-teman salafi terhadap lama waktu 3 hari, 40 hari atau 4 bulan dalam khuruj fisabilillah sebagai bid&#8217;ah atau bahkan disebutkan sebagai syariat baru, merupakan pandangan yang tidak tepat.</p>
<p>Kami cukup lama mendalami usaha da&#8217;wah ini tidak hanya terlibat ke dalam aktifitasnya, tetapi juga kami berusaha mencari pendalaman terhadap usaha da&#8217;wah ini. Sehingga beberapa pandangan yang tidak tepat dilontarkan terhadap usaha da&#8217;wa ini, kami cobakan berikan penjelasan untuk saling membangun kaum muslimin di masa depan.</p>
<p>Kami sampaikan perkara ini agar kita semua memahaminya, bahwa beberapa ulama dan juga teman-teman salafi yang mempunyai pandangan dengan metoda khuruj fisabilillah yang saat ini sudah tersebar ke seluruh dunia sebagai perkara bid&#8217;ah merupakan pandangan yang tidak tepat dan keliru. Dan kami berikan alasan logis terhadap hal ini. Tetapi kita semua harus saling menghormati di lingkungan kaum muslimin.</p>
<p>Dan tulisan ini bukan untuk saling berbantah-bantahan, tetapi untuk saling membangun kaum muslimin di masa depan. Sehingga jika terdapat kalimat yang lancang dan tidak hormat kepada kaum muslimin terutama terhadap para ulama dan penuntut ilmu, kami mohon maaf kepada semuanya. Dan kami menganjurkan kepada teman-teman salafi untuk membawakan tulisan kami ini kepada para ulama atau ustadz salafi.</p>
<p>Insya Allah, kami akan sampaikan kembali beberapa perkara untuk diketahui oleh kaum muslimin. Terimakasih atas perhatiannya, mudah-mudahan pandangan hal ini memberikan manfaat.</p>
<p>Wassalamu ‘alaikum wr. Wb.<br />
Haitan Rachman<br />
<a href="mailto:haitan_rachman@yahoo.com"></a><a href="http://haitan.jamrud.com/"><br />
</a></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=58&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/24/perkara-khuruj-dan-jumlah-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Penutup (Kelima) Atas Pertanyaan Seorang Ibu</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/23/surat-penutup-kelima-atas-pertanyaan-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/23/surat-penutup-kelima-atas-pertanyaan-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 02:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,
Wa&#8217;alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,
Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sangat menekankan pada mudzakarah dan musyawarah ketika sebelum mengambil takaza (mujahadah) dalam da&#8217;wah ini, karena usaha da&#8217;wah harus benar-benar tertib, tidak hanya mengandalkan semangat atau jasbah saja. Saya anjurkan kepada Ibu untuk selalu bermudzakarah dan musyawarah dalam apa saja dengan suami Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,<br />
Wa&#8217;alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sangat menekankan pada mudzakarah dan musyawarah ketika sebelum mengambil takaza (mujahadah) dalam da&#8217;wah ini, karena usaha da&#8217;wah harus benar-benar tertib, tidak hanya mengandalkan semangat atau jasbah saja. Saya anjurkan kepada Ibu untuk selalu bermudzakarah dan musyawarah dalam apa saja dengan suami Ibu sendiri, termasuk yang berhubungan dengan usaha da&#8217;wah. Hal ini untuk sama-sama membangun keluarga yang ahli dalam da&#8217;wah, seperti keluarga Nabi Ibrahim AS dan juga Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><span id="more-34"></span>Ibu bisa mengajukan program masturah kepada musyawarah melalui ahli keluarga Ibu sendiri dalam hal ini suami, untuk diadakan bayan masturah, di rumah Ibu sendiri atau di tempat yang sesuai keputusan musyawarah. Bayan ini dapat secara bergilir di rumah-rumah ahli da&#8217;wah ini, sesuai waktu kemampuan masing-masing tempatan. Program bayan seperti ini sangat membantu hubungan silaturahmi keluarga ahli-ahli da&#8217;wah, bahkan mungkin dapat menyampaikan usulan-usulan untuk disampaikan ke lingkungan musyawarah yang lebih besar.</p>
<p>Kita semua sekarang ini sedang belajar-belajar usaha da&#8217;wah ini, meskipun usaha da&#8217;wah ini sudah sampai ke berbagai lapisan dunia saat ini, tetapi itu baru tahap awal saja dan baru merupakan berkah dari da&#8217;wah itu sendiri. Saya mendapatkan ini dari seorang mufti yang telah terjun dalam usaha da&#8217;wah. Sehingga mudzakarah dan musyawarah sangat diperlukan untuk meningkatkan usaha da&#8217;wah itu sendiri, dan akan banyak lagi kaum muslimin yang mengambil bagian dalam usaha da&#8217;wah ini dan meratakan usaha da&#8217;wah ini ke seluruh belahan dunia ini.</p>
<p>Terimakasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan keluarga Ibu dan juga suami tetap dalam usaha da&#8217;wah ini dan dalam rahmat dan juga lindungan Allah swt. Banyak-banyaklah mudzakarah dan musyawarah dengan ahli keluarga Ibu dalam hal apapun, termasuk usaha da&#8217;wah. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan-tulisan saya.</p>
<p>Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=34&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/23/surat-penutup-kelima-atas-pertanyaan-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keempat Penjelasannya Perkara Usaha Da’wah Kaum Ibu</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Bahasan anda yg tertulis pd Mudzakaroh 3,telah cukup banyak membantu kami u/ memahami banyak hal.Dan kami sngt bersyukur karenanya.Kalau saja anda tahu,sesungguhnya tanya jwb ini mempunyai pengaruh yg besar pd kehidupan pribadi kami.
Sebalumnya kami mohon maaf yg sebesar2nya atas pilihan2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bahasan anda yg tertulis pd Mudzakaroh 3,telah cukup banyak membantu kami u/ memahami banyak hal.Dan kami sngt bersyukur karenanya.Kalau saja anda tahu,sesungguhnya tanya jwb ini mempunyai pengaruh yg besar pd kehidupan pribadi kami.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebalumnya kami mohon maaf yg sebesar2nya atas pilihan2 kalimat kami pd pertanyaan kami yg terakhir tempo hari. Kami benar2 menyadari kelemahan diri kami dalam berkomunikasi,shg sering kalimat2 yg terlontar menjadi tdk tepat sprti yg kami maksud.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Anda benar.Setiap hamba-tidak peduli dia org arab ataupun org a&#8217;jam-dikenai kwjbn utk menegakkan&amp;menyebarkan agama ini.Dan setiap hamba mempunyai kesempatan yg sama utk dpt mnjd org yg bertaqwa&amp;memperoleh kasih sayang dr Allah SWT.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sesungguhnya pertanyaan kami pada email ‘Pertanyaan 2? tempo hari, lebih tertitik berat pd hal &#8220;menyerahkan suatu urusan kepada ahlinya&#8221;.</span></p>
<p><span id="more-31"></span><span style="color: #000080;">Beberapa contoh misalnya sprti :</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;">Rasulullah SAW memberikan scr khusus kpd Hudzaifah bin Al-Yaman RA ilmu ttg kemunafikan.Hal tsb krn beliau SAW memahami kelebihan karakter Hudzaifah RA a/ tepat utk memegang ilmu tsb.Shg diceritakan,Umar bin Khattab RA pd masa kekhalifahannya,setiap ada jenazah muslimin hendak disholatkan,dia terlbh dulu melihat pd Hudzaifah RA.Bila Hudzaifah tdk menyolatkannya,Umar pun urung.Krn Umar RA tahu bahwa Hudzaifah RA faham betul ttg karakter org munafik.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Pd saat sakit Rasulullah SAW menjelang kematian beliau,beliau tdk bisa sholat bersama2 kaum muslimin.Abu Bakr RA pun belum tiba.Manusia telah menunggu cukup lama.Umar RA pun maju utk mengimami sholat(dan tentu sj hal itu bkn krn kelancangannya,tp krn desakan seorg shahabat lain,yg Umar RA mengira itu a/ perintah Rasulullah).Ternyata Rasulullah marah&amp;tdk ridha kec Abu Bkr RA yg menjadi imam.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Rasulullah SAW memperingatkan muslimin akan datangnya sebuah kehancuran bila seorang perempuan dijadikan sbg pemimpin.Tentulah ini bukan krn hinanya kaum perempuan,tp krn posisi imam tidaklah cocok utk mrk.Dan bila itu dilanggar,mk akan timbul berbagai macam kerusakan.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Pasa sesaat stlh Rasulullah SAW wafat,di saat muslimin tengah terguncang krn berita kematian beliau,sebagian shahabat dr kalangan Anshar berkumpul di Tsaqifah Bani Sa&#8217;idah.Abu Bkr,Umar bin Khattab,&amp; bbrp shahabat lain dr kaum Muhajirin kemudian mendtngi mrk.Salah seorag pembicara Anshar RA berdiri.Stlh memuji Allah,dia berkata,&#8221;Amma ba&#8217;du,kami a/ dr kaum Anshar,pr penolong Allah,dan pioner2islam.Dan kalian wahai kaum muhajirin,a/ dr kalangan Nabi kami.Dan sesungguhnya telah muncul tanda2 kalian bahwa kalian akan turut mendominasi kami di sini,di tmp tinggal kami ini,&amp;akan mengambil alih kekuasaan dr kami&#8221;.Kemudian Abu Bakr RA berkata stlh memuji Allah,&#8221;Amma ba&#8217;du.Apapun mengenai kebaikan yg telah kalian sebut,maka benarlah adanya&amp;kalianlah orangnya.Namun org2 Arab hanya mengenal kabilah ini yakni Quraisy.Scr nasab,mrklah yg plng mulia di antara bangsa2 Arab.Demikian pula tmp tinggal mrk yg plng mulia drpd seluruhnya&#8230;&#8230;&#8230;dst hingga akhir riwayat.Adapun dlm lain riwayat,dikatakan : Stlh kaum Anshar berbicara,kemudian Abu Bakr RA mulai berbicara menyebutkan segala kebaikan org Anshar;tdklah segala kebaikan yg pernah disebut Rasulullah atas mrk,kec disebut seluruhnya o/Abu Bakr.Diantara perkataannya :&#8221;Kalian mengetahui bhw Rasulullah pernah bersabda,&#8221;<em>Andai saja manusia menempuh jalan di satu lembah sementara kaum Anshar menempuh satu jalan,maka pasti akan kutempuh jalan kaum Anshar</em>&#8220;.Dan engkau telah mengetahui wahai Sa&#8217;ad bhw Rasulullah pernah bersabda-saat itu kau sedang duduk-&#8221;<em>Sesungguhnya kaum Quraisylah yg plng berhak menjadi pemimpin.Kebaikan manusia akan mengikuti kebaikan yg ada pd mrk.Dan kejelekan manusia akan pula mengikuti kejelekan yg ada pd mrk</em>&#8220;.Maka Sa&#8217;ad bin Ubadah(salah seorng shahabat Anshar)berkata,&#8221;Engkau benar.Kami hanyalah wazir,dan kalianlah yg menjadi pemimpin&#8221;.Maka dibaiatlah Abu Bakr RA.Tentulah ini bukan ashobiyah.<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000080;">Kembali pd pertanyaan kami tempo hari.Kami mendengar ttg Tabligh.Kami mendengar ttg energi penyebarannya,luasnya jangkauannya,hasil2 perjuangannya.Di satu sisi kami sngt bersyukur.Di satu sisi yg lain,ada sebuah pertanyaan yg mengganjal.Kami berpikir,kalau ada suatu kaum yg bisa memikirkan&amp;mengurusi penyebaran agama ini sampai ke seluruh muka bumi ini,yg efeknya bisa sampai pd ke seluruh dunia, mk seharusnya itu a/ org2 Quraisy.Menurut kami,adalah sesuatu hal yg aneh bagi org2 yg mempelajari siroh,bila gerakan dakwah tsb berawal dr Kaum Hindi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tapi kemudian,nyata sekarang bagi kami bhw hal itu sdh tdk menjadi masalah. Saat pertama mengetahui bahwa Maulana Ilyas&amp;org2 yg disekelilingnya yg bergerak dlm da&#8217;wah ini a/ org Arab-kaum Quraisy pula-,kami menitikkan air mata kami.Ternyata Allah Yang Maha Tinggi menjawab kegelisahan kami dgn cara yg amat lembut.Segala puji bagi Allah,yg tidak menyelisihi janji.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bila gerakan dakwah&amp;penegakan agama ke slrh muka bumi ini diibaratkan sebuah peperangan,&amp;org2 yg ikut ambil bagian di dlmnya diibaratkan sebuah pasukan perang yg dikirim oleh Sang Raja, maka dlm pasukan tsb akan ada panglima2 perang,penasihat2 taktik peperangan,utusan2 bagi negeri yg dituju,para prajurit,para pandai besi u/mengurusi balistik,para penggembala hewan bagi makanan pasukan,dan lain sbgnya. Tentulah jbtn panglima dipegang o/ kaum Quraisy.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Semuanya pasti memperoleh gaji dr Sang Raja.Mulai dr panglima sampai pd jbtn yg plng remeh.Dan mrk tdk akan merugi.Apalagi bila Sang Rajanya a/ Allah Yang Maha Pengasih.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami a/ org a&#8217;jam.Dan kami rela urusan agama kami diserahkan pd org Quraisy.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami a/ org a&#8217;jam,dan bukan dr kalangan org2 yg berbobot.Barangkali dlm perang tsb Allah akan menempatkan kami pd posisi penggembala hewan.Kami rela.Dan kami akan berusaha sungguh2 utk menjadi penggembala hewan yg terbaik di hdpn Alloh SWT.Smg Allah memberi hidayah &amp;ampunan pd kami.Wallaahu a&#8217;lamu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pertanyaan 3.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami sngt ingin tahu apa bagian kami sbg perempuan.Bila anda tdk keberatan,ceritakanlah pd kami amalan2 masturot.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mohon maaf bila kami berbuat salah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jazaakallohu khoiron.<br />
Sahallallohu&#8217;alaa muhammad.<br />
Walhamdulillahirobbil&#8217;aalamiin.<br />
Wassalaamu&#8217;alaikum wa rohmatulloh</span></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,<br />
Wa&#8217;alaimus salam warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Terimakasih banyak Ibu sudah membaca tulisan-tulisan dengan seksama, mudah-mudahan dapat memahami usaha da&#8217;wah ini (orang lebih mengenal sebagai Jama&#8217;ah Tabligh), dan juga dapat mendukung suami Ibu untuk tetap dalam usaha da&#8217;wah. Sebelum saya menjelaskan pertanyaan yang terakhir, terlebih dahulu saya mengulangi beberapa hal yang cukup penting untuk mengingatkan kembali tentang hal itu.</p>
<p>Kaum Ibu mempunyai peran sangat penting bagi pertumbuhan usaha da&#8217;wah. Oleh karena itu para ulama yang telah lama berkecimpung dalam usaha da&#8217;wah sangat menekankan untuk melibatkan keluarganya dalam usaha da&#8217;wah ini. Sehingga ketika sedang lemah dalam amal sholeh dan da&#8217;wah, maka istrinyalah yang pertama kali merayu dan mendorong untuk tetap menjaga iman dan amal sholeh, dan juga semangat dalam usaha da&#8217;wah, sesuai dengan apa yang dipesan oleh Allah swt:</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa1.png" alt="092707-2134-suratkeempa1.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)<br />
</em></p>
<p>Dan yang perlu selalu diingat oleh kita semua sebagai kaum muslimin, apakah itu laki-laki atau perempuan, bahwa Iman dan Amal Sholeh sebagai tolak ukur dari rahmat yang diberikan Allah swt kepada kita. Jika kita kaum muslimin saat ini belum mencapai seperti yang telah dicapai oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan juga Para Shahabat RA, hal ini menunjukkan bahwa Iman dan Amal Sholeh kita masih jauh dari harapan itu. Sehingga kita kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu berusaha meningkatkan Iman dan Amal Sholeh secara berkelanjutan.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa2.png" alt="092707-2134-suratkeempa2.png" /></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan <strong>Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik<sup><br />
</sup></strong>dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&#8221; (QS An-Nahl: 97)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa3.png" alt="092707-2134-suratkeempa3.png" /></p>
<p><em>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, <strong>pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi</strong>, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&#8221; (QS Al-&#8217;Araf: 96)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa4.png" alt="092707-2134-suratkeempa4.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa <strong>Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi</strong>, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam <strong>ketakutan menjadi aman sentausa</strong>. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221; (QS An-Nuur: 55)<br />
</em></p>
<p>Dan masih banyak lagi fadhilah-fadhilah dari Iman dan Amal Sholeh yang dijelaskan Allah swt dalam Al-quran, begitupun juga dalam hadist-hadist Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><strong>Usaha Masturah<br />
</strong></p>
<p>Usaha masturah merupakan usaha untuk memberikan kepahaman kepada kaum ibu atau perempuan tugas untuk saling membantu dalam usaha da&#8217;wah dan juga membangun keluarganya para da&#8217;i di masa depan. Tidak ada amalan khusus dalam usaha masturah sebenarnya, karena pada prinsipnya adalah amalan-amalan Islam yang perlu dihidupkan dengan baik dalam lingkungan kaum Ibu dan juga keluarga.</p>
<p><em>Ta&#8217;lim harian</em> di rumah merupakan program yang sangat penting bagi keluarga muslim. Saat ini program ini sangat berkurangan, dan sangat sedikit rumah kaum muslimin mengadakan ta&#8217;lim harian. Ta&#8217;lim harian yang perlu sering dilakukan adalah ta&#8217;lim fadhilah amal. Ta&#8217;lim ini akan memberikan dorongan kepada anggota keluarga untuk selalu menjaga amal-amal sholeh, seperti sholat, dzikir, puasa, da&#8217;wah, silaturahmi, akhlaq, menuntut ilmu, mengikuti para shahabat, ikram kepada kaum muslimin dll. Sedangkan untuk ta&#8217;lim masyail (terutama dengan kaifiyyat amal) dapat mengikutinya dari pelajaran para ustadz atau ustadzah yang dipercaya kita.</p>
<p><em>Baca quran harian</em> merupakan sesuatu yang sangat baik, dan ini perlu dilakukan bersama keluarga. Bahkan beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dengan usaha da&#8217;wah, sudah banyak anggota keluarga yang mulai menekankan untuk banyak hafidz quran di rumahnya. Sehingga biasanya orangtua yang sudah memahami usaha da&#8217;wah ini mendorong keluarganya sendiri untuk banyak hafalan quran dan juga hafalan hadits. Saya pernah bertemu dengan seorang ahli da&#8217;wah dari srilangka, beliau menjelaskan bahwa anaknya hafidz quran dan juga pelaku bisnis, dan juga anak perempuannya juga hafidz.</p>
<p>Biasanya diadakan <em>bayan masturah</em>, agar kaum ibu banyak yang memahami usaha da&#8217;wah ini dan mendorong suaminya dan juga anggota keluarga lainnya untuk dapat terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Di beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dalam usaha da&#8217;wah ini, bayan masturah ini diadakan secara teratur dan rapi, bahkan kadangkala pertemuan-pertemuan itu juga dipergunakan untuk proses pengajaran Ilmu masyail (terutama fiqh Islam) kepada kaum Ibu oleh para ustadzah yang memahami ilmu masyail dan juga paham dengan usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Dan kadangkala juga pengajaran baca quran atau halaqah quran sendiri. Sehingga pertemuan ini tidak hanya mendengarkan bayan yang dibawakan oleh Ahli Da&#8217;wah. Pada program <em>bayan masturah</em> ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga ahli da&#8217;wah, tetapi juga dapat diikuti kaum Ibu tetangga rumah dimana ada bayan masturah, atau kaum muslimah lainnya. Dan yang terpenting dapat diperhatikan adab-adabnya dengan baik.</p>
<p>Disamping hal tersebut, kadangkala dikeluarkan <em>rombongan khusus masturah</em>, artinya dikirimkan rombongan da&#8217;wah bersama istri-istri ahli da&#8217;wah. Aktifitas rombongan ini sama dengan rombongan yang tanpa istri, hanya saja ada program-program khusus masturah ketika di tempat yang dituju, seperti bayan masturah, program ta&#8217;lim wa ta&#8217;allum khusus muslimah di daerah itu, program halaqah quran, dll. Dan Alhamdulillah, dengan ijin Allah swt, rombongan ini terus meningkat kualitasnya dan juga jumlahnya.</p>
<p><strong>Tugas Da&#8217;wah tidak hanya untuk kaum laki-laki<br />
</strong></p>
<p>Untuk hal di atas, kita semua kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu memperhatikan tugas atau kerja yang dapat meningkatkan iman dan amal sholeh di lingkungan kaum muslimi. Dan kerja ini perlu saling bantu-membantu, apalagi di dalam satu keluarga. Allah swt menjelaskan dengan tegas tentang hal itu, dan para shahabiyyah RA telah menunjukkan hal-hal itu dengan baik, seperti Siti Khadijah RA, Siti Fathimah RA, Siti Aisyah RA, dan masih banyak lagi.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa5.png" alt="092707-2134-suratkeempa5.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221; (QS At-Taubah: 71)<br />
</em></p>
<p>Sehingga dengan jelas bahwa usaha masturah adalah membantu kerja da&#8217;wah ini dengan baik. Seorang Istri akan selalu menjaga usaha da&#8217;wah yang diemban oleh suaminya dengan baik. Bahkan usaha masturah dapat memberikan pengaruh yang sangat kuat untuk melahirkan para da&#8217;i di masa depan. Sehingga seorang Bapak dapat mendorong kepada anaknya sebagai da&#8217;i, seperti mana ucapan Lukman kepada anaknya.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa6.png" alt="092707-2134-suratkeempa6.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).&#8221; (QS Lukman: 31)<br />
</em></p>
<p>Dan usaha da&#8217;wah merupakan tanggung jawab kita semua, termasuk anak-anak kita sendiri. Untuk itu marilah kita mantapkan untuk mendorong suami dan juga anak-anak terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Dorong lagi dan lagi, sampai kita semua tidak ada lagi.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa7.png" alt="092707-2134-suratkeempa7.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: &#8220;Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa&#8221; (QS Al ‘Araaf: 164)<br />
</em></p>
<p>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini, Ibu dapat mendorong suami untuk terlibat dan tetap dalam usaha da&#8217;wah dan juga dengan keluarga lainnya.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=31&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Kedua Penjelasan Nama Jama’ah dan Perbedaan</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Jwbn dr anda tlh sy terima pd tgl 13 jan ‘07,dan tlh bbrp kali sy baca&#38;coba untuk fahami.Terima ksh sy sampaikan pd anda atas kesediaannya u/ memperhatikan pertanyaan2 dr sy.Smg Alloh Yang Maha Pemurah menganggapnya sbg amal sholeh&#38;menjaganya sampai di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jwbn dr anda tlh sy terima pd tgl 13 jan ‘07,dan tlh bbrp kali sy baca&amp;coba untuk fahami.Terima ksh sy sampaikan pd anda atas kesediaannya u/ memperhatikan pertanyaan2 dr sy.Smg Alloh Yang Maha Pemurah menganggapnya sbg amal sholeh&amp;menjaganya sampai di yaumil hisab.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Masukan2 anda ttg Tabligh tsb sngt berguna bg sy dlm usaha u/ lbh mengenal usaha da&#8217;wah tsb di atas.(Sy dengar, gerakan da&#8217;wah ini sbnrnya tak bernama&amp;tak berlembaga.&#8221;Jama&#8217;ah Tabligh&#8221; adl nama pemberian dr org2.Betulkah?)</span></p>
<p><span id="more-27"></span><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Terimakasih jawaban saya itu sudah dibaca dan ditelaah. Nama-nama itu dikarenakan dengan karakternya, ada yang memberinama Jama&#8217;ah Tabligh, dikarenakan aktifitasnya banyak tabligh; ada yang memberinama Jama&#8217;ah Khuruj, dikarenakan aktifitasnya banyak khuruj ke masjid-masjid; ada yang memberinama Jama&#8217;ah Silaturahmi, dikarenakan aktifitasnya banyak silaturahmi; ada yang memberi nama Jama&#8217;ah Da&#8217;wah, dikarenakan aktifitasnya banyak berda&#8217;wah.<br />
</em></p>
<p><em>Nama itu banyak diberikan oleh kaum muslimin yang melihat aktifitas-aktifitasnya, dan mungkin untuk memudahkan bagi kaum muslimin untuk mengetahui saudaranya sendiri yang aktif dalam hal itu. Tetapi jika sudah mulai terlibat ke dalamnya, kaum muslimin mulai menyadari bahwa penamaan itu tidak secara khusus atau yang dilembagakan.<br />
</em></p>
<p><span style="color: #000080;">Sesungguhnya,upaya sy mencari tahu ttg Tabligh ini tak lepas dari 2 kekhawatiran besar thd diri sy sendiri, yaitu  :</span></p>
<p><span style="color: #000080;">1. Adanya 72 golongan dlm islam yg akan msk neraka,yg nabi SAW telah peringatkan.Sy khawatir sy akan masuk pd slh 1 diantaranya,hanya krn ketergesa2an&amp;ketdkcermatan sy dlm melihat.Na&#8217;uudzubillaahi mindzaalik.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">2. Satu golongan yg tersisa, yg selalu berpegang teguh pd kitabulloh&amp;sunnah rosululloh,yg tak takut celaan org2 yg mencela,Nabi janjikan akan tetap ada sampai sesaat sblm kiamat ditegakkan.Jadi, saat ini golongan itu benar2 ada.Hanya saja sy belum bisa melihatnya krn kelemahan diri sy sndr.Yg sy khawatir, jangan2 sbnrnya jalan menuju firqoh najjiyah tsb selama ini telah terpampang di dpn mata sy,tanpa sy menyadarinya,shg sy sndr yg merugi krn tdk ikut ambil bagian di dlmnya.</span></p>
<p><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Saya sering mendapatkan tentang perkara hal ini. Dan saya sangat senang jika Ibu sangat kuatir tidak termasuk dalam ummat yang selamat, sama hal dengan saya. Setelah saya mendalami usaha da&#8217;wah ini, saya belajar-belajar merasakan pikir, risau dan juga harapan dari Nabi Muhammad SAW. Saya secara pribadi masih jauh dari harapan tentang hal ini. Dan para ulama yang sudah lama dalam usaha ini, sering menekankan tentang pikir dan risaunya Nabi kit, Nabi Muhammad SAW.<br />
</em></p>
<p><em>Saya mendapatkan satu ayat al-quran yang menjelaskan tentang kerisauan ini dengan sangat jelas dijelaskan oleh Allah swt sendiri.<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1338-suratkeduap1.png" alt="092607-1338-suratkeduap1.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin&#8221; (QS At-Taubah:128)<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, saya sekarang melihat hadist diatas sebagai sebuah kerisauan beliau, sehingga dari awal beliau mengingatkan hal itu. Agar semuanya berhati-hati dan juga tidak terlena dengan tanggung jawab utamanya yaitu sebagai para da&#8217;i yang akan selalu mengingatkan satu sama lain. Allah swt menjelaskan dengan sangat tegas dalam surat 103:1-3.<br />
</em></p>
<p><em>Jika kita perhatikan dengan baik, sebenarnya saling mengingatkan juga merupakan amal sholeh, tetapi apa hikmahnya dibalik Allah swt mengulang lagi penekanan itu. Ternyata yang dapat membangkitkan kembali iman dan amal sholeh kepada seseorang adalah tugas da&#8217;i itu. Tidak mungkin seseorang kembali kepada Islam kecuali diingatkan dan diajak. Ini sudah menjadi kaidah umum dan sangat alami.<br />
</em></p>
<p><em> Tetapi syeitan dan juga musuh-musuh islam tidak akan pernah ridho dengan ketentraman dan juga keberhasilan ummat ini. Oleh karena itu berbagai cara masuk ke dalam ummat ini agar mengalami kerusakan. Allah swt mengingatkan hal ini dengan jelas dan tegas.<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1338-suratkeduap2.png" alt="092607-1338-suratkeduap2.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu&#8221;. (Al-Baqarah: 120)<br />
</em></p>
<p><em>Kisah aus-khajraj merupakan jelas sekali bahwa usaha itu masuk ke dalam tubuh ummat Islam, pada saat Rasulullah SAW masih hidup. Dan Allah swt merekamnya ke dalam firmanNya, yaitu QS 3:100-105. Tetapi dengan tampilnya Nabi sebagai pemberi peringatan, maka keduanya kembali lagi ke dalam pangkuan Islam.<br />
</em></p>
<p><em>Ketika Rasulullah SAW meninggalkan alam yang fana ini, maka bermunculan pandangan-pandangan yang keluar dari jalur Islam, seperti mengaku Nabi baru, tidak mau membayar zakat. Setelah dapat diselesaikan dengan baik, muncul kembali pandangan-pandangan yang keluar jalur Islam, seperti pandangan-pandangan rasionalis yang sangat membahayakan Ummat Islam, dan ini juga setelah masuknya pandangan-pandangan filsafat eropa ke dalam dunia Islam.<br />
</em></p>
<p><em>Jadi sangat jelas sekali syeitan dan juga musuh-musuh Islam akan melakukan perusakan-perusakan terhadap Islam dengan berbagai jalan, sehingga ummat Islam mengalami banyak perubahan dalam pola berpikir terhadap Islamnya sendiri. Dan saat ini dimana kaum muslimin sudah sangat lemah, lebih banyak lagi pandangan-pandangan yang keliru dan lebih sangat membahayakan, seperti pandangan segala-galanya uang; sholat tidak perlu dilakukan, yang penting sadar saja; semua agama sama, dan kita bisa beribadah sama-sama; ada yang mengaku Nabi baru; yang hebat dan modern itu dari dunia barat, maka tinggalkan ajaran Islam yang kuno ini; ajaran islam perlu dilakukan perombakan; dsb.<br />
</em></p>
<p><em>Banyak sekali pandangan-pandangan yang keliru di lingkungan kaum muslimin, silahkan perhatikan di rumah kita, di lingkungan tetangga kita, di tempat kerja kita, di pasar atau tempat pembelanjaan, di koran-koran atau majalah, di telivisi, dimana-mana saja. Oleh karena itu, setelah saya mengikuti usaha da&#8217;wah, saya mencoba memahami hadist itu sebagai warning dan juga pikir, agar banyak lagi kaum muslimin yang kembali kepada Islam. Sehingga bukan sebagai sarana untuk saling menyalahkan ataupun juga meremehkan kaum muslimin yang lain. Orang sakit harus dibawa ke dokter atau ke rumah sakit, bukan dimarah-marahi; orang tidak tahu harus dibawa kepada orang alim, bukan dikucilkan dan dibuang.<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, dengan adanya pandangan-pandangan yang berkembang terhadap hadist di atas, bagi saya adalah bukan urusan soal klaim-klaiman, tetapi sejauh mana kita mengikuti contoh-contoh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA dalam kehidupan ini. Dan bagaimana menumbuhkan pikir agar banyak lagi kaum muslimin kembali ke dalam pangkuan Islam, dan akhirnya menyebarkan Islam ke seantero dunia dan menjadi kuat kembali seperti semula.<br />
</em></p>
<p><em>Dan jika ada perbedaan-perbedaan, maka kita sangat diajarkan untuk saling bermudzakarah dan musyawarah tentang hal ini. Dan sampai saat ini, dua hal yang sebenarnya menjadi langkah untuk saling memperbaiki jarang sekali dilakukan oleh kaum muslimin.<br />
</em></p>
<p><em>Dan dari kajian yang saya lakukan, mudzakarah dan musyawarah merupakan langkah yang dapat diterapkan di mana-mana, dan bahkan karena kedua hal ini tidak ada maka masalah sudah mulai bermunculan, bahkan banyak keluarga yang broken-home karena kurangnya harmonis dalam komunikasi atau kedua hal itu.<br />
</em></p>
<p><span style="color: #003366;">Kembali pd pertanyaan sy ttg menonjolnya pribadi Maulana Ilyas.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Jadi sebenarnya, beliau Maulana Ilyas&amp;org2 yg terlibat dlm Tabligh yg betul2 faham akan esensi gerakan da&#8217;wah tsb,berusaha dgn sungguh2 u/ membawa umat ini kpd teladan nabi SAW dan pr shahabat rodhiyallohu ‘anhum ‘ajma&#8217;in.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sedangkan efek penonjolan satu/bbrp karakter pribadi dlm Tabligh diatas pribadi2 pr shohabat RA adalah sebuah penyimpangan yg sebenarnya tdk mereka kehendaki. Benarkah demikian?</span></p>
<p><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Insya Allah, melalui mudzakarah dan musyawarah hal itu akan terus berkurangan. Yang terlibat ini sangat beragam karakter dan latar belakangnya. Sangat berbeda dengan yang kumpulnya hanya para pelajar atau juga mantan para pelajar saja, atau para terpelajar.<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, mudzakarah dan musyawarah yang cukup baik akan terus mengurangi hal-hal itu dengan alamiah. Dan saya secara pribadi melihat itu dengan baik prosesnya, meskipun memerlukan waktu.<br />
</em></p>
<p><em>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya.<br />
</em></p>
<p><em>Wassalamu ‘alaikum wr. wb.<br />
Haitan Rachman<br />
<a href="http://shahabat.wordpress.com/"><br />
</a></em></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=27&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
