Archive

Posts Tagged ‘Komentar Fatwa Salafi’

Soal Jawab: Seputar Jamaah Tabligh, bagian-2

September 26th, 2008 Haitan Rachman 3 comments

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tulisan yang disampaikan Soal-Jawab Jama’ah Tabligh yang terdapat di http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html Cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Bagian yang kopikan ini merupakan bahasan yang sangat menarik, bahkan terdapat satu kaidah umum yang telah dilupakan oleh kaum muslimin.

TAKLID BUTA ALA SUFI

Salah satu ajaran Sufi yang sangat populer ialah ketundukan mutlak kepada pemimpin atau guru, benar ataupun salah perintah gurunya itu. Ali Wafa berkata, “Murid yang sejati dalam berperilaku di hadapan syaikhnya, laksana mayat yang terbaring di hadapan petugas yang memandikannya.” Al Ghazzali berkata, “Hendaklah ia ketahui, mengikuti kesalahan gurunya bila benar salah, lebih bermanfaat daripada mengikuti pendapatnya, meski pendapatnya itu benar.” (Ibid III/76).

Kelihatannya, prinsip taklid buta ini juga dipegang oleh Jama’ah Tabligh. Dalam buku Hikmah Usaha Hidayat, karangan Muhammad Yunus Suraji Panidi, hal. 102 disebutkan, “Jama’ah manapun yang datang dari luar negeri sekali pun, apabila mengusulkan atau mengajukan sesuatu yang baru dalam hal kerja Tabligh ini, hendaklah segera menghubungi Nizhamuddin (Markas Besar mereka di India), sebelum menerima dan mengamalkan apapun usulan itu, walaupun kelihatan baik.”

Penanya: Abdul Halim Firhad
Dijawab oleh: Abu Umair Muhammad Al Makassari (Alumni Ma’had Ilmi)

Haitan Wrote:

Tulisan di atas cukup menarik untuk dibahas, dan Insya Allah, kita akan mendapatkan hal yang menarik untuk sama-sama kita cermati bersama. Paragraph pertama merupakan pola kerja pengajaran/tarbiyyah, sedangkan paragrah yang kedua merupakan pola kerja ijtimaiyyah. Sehingga keduanya tidak ada hubungan sama sekali yang signifikan, apalagi dibuat sebuah kesimpulan untuk menilai. Mari kita ungkap perkara paragrap yang kedua bersama-sama.

Read more…

Popularity: 9% [?]