Pendalaman DALIL terhadap Da’wah yang TERTIB tentunya memerlukan proses-proses perbaikan yang terus-menerus dan berkelanjutan
Dear All,
Da’wah Islam merupakan amal Islam yang sangat fundamental untuk diperhatikan dengan baik dan seksama, sehingga tentunya menjalankan da’wah Islam itu tidaklah asal-asalan tetapi perlu dijalankan dengan Tertib. Dan untuk menjaga ataupun membentuk da’wah Islam yang tertib tentunya juga memerlukan satu pendekatan yang baik pula. Artinya perlu proses-proses yang mendorong untuk pembentukan da’wah Islam yang tertib itu.
Da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghujat ataupun meremehkan sebagian kaum muslimin lainnya, bahkan juga kepada ummat-ummat lainnya. Begitupun juga da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghasilkan saling berbantahan di antara pelaku da’wah itu sendiri. Tetapi kita harus menyadari bahwa manusia itu tetap manusia, artinya kekhilafan itu pasti datang, begitupun dengan kami sendiri.
Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan dalam aktifitas da’wah Islam dapat mencapai TERTIB yang lebih dari waktu ke waktu tentunya.
Popularity: 25% [?]
Aktifitas dalam da’wah memerlukan proses perbaikan yang berkelanjutan untuk membentuk da’wah yang tertib.
Ini merupakan tulisan kami di: http://myquran.org/forum/index.php/topic,69802.msg2026195.html#msg2026195 (MYQURAN)
Dear All,
Kita kaum muslimin saat ini banyak sekali mengalami tekanan dari luar, bahkan kita sendiri mempunyai masalah-masalah dalam internal sendiri serta agenda perbaikan-perbaikan ke dalam ummat Islam sendiri. Bahkan dengan adanya jaringan Internet saat ini telah menunjukkan perbedaan-perbedaan kaum muslimin lebih terbuka, bahkan mengarah pada hubungan yang kurang harmonis di berbagai lapisan kaum muslimin.
Untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut tidak mudah dan jangan sekali-sekali ditentukan oleh umur kita sendiri, tetapi harus terus bergerak dan tentunya terarah. Al-quran dan juga ucapan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, termasuk juga kehidupannya bersama dengan para Shahabat RA telah memberikan cara-cara menjaga dan melakukan perbaikannya.
Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan di dalam diri kita sendiri dan juga kaum muslimin dapat terus terjadi, berkelanjutan dan tidak mengalami kemandegannya. Banyak sumber dan pelajaran dalam Al-quran sendiri dan juga As-Sunnah untuk selalu menjaga empat proses dalam kehidupan kita sendiri.
Popularity: 15% [?]
Kapan mulai tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”?
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi “4M Management for Continuous Improvement” ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da’wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama’ah tabligh).
Kita dapat mempelajari konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan “Continuous Improvement”, seperti Business Process Reengineering (BPR), Total Quality Management (TQM), dan Benchmarking. Kesemuanya itu berasal dari orang-orang yang telah banyak menekuni bidang manajemen. Proses “4M Management” cukup berbeda dengan pendekatan-pendekatan di atas, meskipun ada kesamaan dalam beberapa halnya.
Proses inter-relasi ini merupakan proses dalam waktu yang cukup lama, BUKAN merupakan dalam satu atau dua tahun, kurang lebih sekitar sembilan tahun. Dan mungkin menjadi pertanyaan pula, bagaimana kami mendapatkan hal itu juga? Ini mungkin yang lebih unik. Dalam kesempatan ini kami berkeinginan untuk berbagi dengan sdr. sekalian.
Popularity: 17% [?]
Waktu penerapan “4M Management for Continuous Improvement”
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
“4M Management” merupakan kerangka proses untuk mendorong proses perbaikan atau peningkatan (improvement) yang terus-menerus berkelanjutan. Sehingga penerapan “4M Management” menjadi proses yang menyatu ke dalam aktifitas kehidupan kita, apakah kita sebagai keluarga ataupun juga kita sebagai karyawan dan pimpinan sebuah perusahaan atau organisasi umumnya, termasuk juga organisasi pemerintahan di Indonesia. Kami sangat bersyukur kepada Allah swt telah melihat proses “4M” ini dalam kehidupan kaum muslimin, yang kebetulan telah wujud dengan baik dalam usaha da’wah dan tabligh.
Semua dari kita pasti mempunyai keinginan ataupun cita-cita yang hendak dicapainya dengan baik, termasuk juga para pelajar atau mahasiswa. Cita-cita lebih merupakan keinginan jangka panjang yang sebenarnya merupakan target hendak dicapai. Misalkan seorang pelajar berkeinginan menjadi seorang programmer yang ahli atau juga seorang akuntan yang cukup berkualitas. Cita-cita ini tidak mungkin diperoleh melalui proses yang sebentar, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama.
Atau misalkan seorang Ibu berkeinginan anaknya menjadi seorang hafidz Quran, tidak mungkin diperoleh melalui waktu yang singkat tetapi memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu cita-cita merupakan target yang hendak dicapai oleh seseorang di waktu yang akan datang. Untuk mencapai ini maka diperlukan program dan juga aktifitas yang berkelanjutan dan juga terarah. Bagaimana seorang pelajar menjadi programmer yang baik, jika hanya mengandalkan pada buku ataupun hanya berangan-angan. Tetapi dia harus berlatih, dan juga mencoba hal-hal yang diperlukan untuk mendukung rencana itu.
Popularity: 15% [?]
Empat Proses Untuk Kita Semua: Pelajaran Berharga dari Kalangan Para Shahabat Generasi Salafush Sholeh
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kita kaum muslimin saat ini banyak sekali mengalami tekanan dari luar, bahkan kita sendiri mempunyai masalah-masalah dalam internal sendiri serta agenda perbaikan-perbaikan ke dalam ummat Islam sendiri. Bahkan dengan adanya jaringan Internet saat ini telah menunjukkan perbedaan-perbedaan kaum muslimin lebih terbuka, bahkan mengarah pada hubungan yang kurang harmonis di berbagai lapisan kaum muslimin.
Untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut tidak mudah dan jangan sekali-sekali ditentukan oleh umur kita sendiri, tetapi harus terus bergerak dan tentunya terarah. Al-quran dan juga ucapan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, termasuk juga kehidupannya bersama dengan para Shahabat RA telah memberikan cara-cara menjaga dan melakukan perbaikannya.
Popularity: 6% [?]
Recent Comments