<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Pandangan Berimbang</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/pandangan-berimbang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 02:53:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Melepas Kedok Jemaah Tabligh Bagian 1</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/11/18/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/11/18/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 14:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Melepas Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Mengbongkar Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan Berimbang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mudah-mudahan Allah swt memberikan Rahmat, Ampunan dan LindunganNya kepada sdr. sekalian. Telah banyak pandangan yang berkaitan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh). Mudah-mudahan tulisan di bawah ini memberikan wacana atau juga pengetahuan baru bagi sdr. sekalian, dimana tulisan ini merupakan analisa dan juga pengamatan terhadap usaha da&#8217;wah.
Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Mudah-mudahan Allah swt memberikan Rahmat, Ampunan dan LindunganNya kepada sdr. sekalian. Telah banyak pandangan yang berkaitan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh). Mudah-mudahan tulisan di bawah ini memberikan wacana atau juga pengetahuan baru bagi sdr. sekalian, dimana tulisan ini merupakan analisa dan juga pengamatan terhadap usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Jika ada tulisan saat ini disebarkan melalui berbagai media, apakah itu internet dan lainnya, dengan judul yang sangat cukup sensasi yaitu &#8220;membongkar kedok jama&#8217;ah tabligh&#8221;.Dan sekarang kami suguhkan dengan judul yang hampir sama &#8220;Melepas Kedok Jama&#8217;ah Tabligh&#8221;.</p>
<p>Sdr. sekalian dapat mencermati kedua judul yang hampir bersamaan, dan kami secara jujur ini merupakan wacana yang baik untuk dipelajari. Yang satu memberikan kerangka kritik, dan yang lainnya memberikan keranga survey dan analisa. Silahkan untuk dicermati dengan baik dan buka lebar-lebar diri kita untuk mendapatkan berbagai kebaikan dari siapapun.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Pengelola Usaha Da&#8217;wah dan Tabligh</p>
<p><span id="more-21"></span>Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/25/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/</p>
<p>Risalah kecil yang disusun oleh : Abu Muhammad Fahim</p>
<p>KATA PENGANTAR</p>
<p>Sebagai seorang pengamat harokah di Indonesia, saya tertarik dengan ucapan pimpinan Jemaah Tabligh (istilah yang penulis pakai buat orang yang kerja dakwah di masjid Kebon Jeruk) di Indonesia, ketika seorang ustadz kritik jemaah tabligh. Beliau (almarhum) katakana : &#8220;Jangankan kerja tabligh, ‘kentut tabligh&#8217; saja anda tak paham.&#8221;</p>
<p>Setelah saya amati program yang diadakan yakni khuruj fi sabilillah ternyata kerja tabligh yang mereka buat seperti khazanah lautan yang tak habis jika digali.</p>
<p>Orang menyangka bahwa karang adalah lautan, air adalah lautan, ada yang menyatakan juga ikan, rumput laut, pasir, dsb. Padahal lautan adalah kumpulan dari itu semua secara menyeluruh.</p>
<p>Kebanyakan pencemooh jemaah tabligh hanya melihat sebagian dari kerja jemaah, sehingga terlihat kekurangan disana sini seperti anggapan mereka tentang bodohnya ahli jemaah dalam hal masail, hukum Islam, dsb. Kalaulah kita mau melek sedikit, membuka hati dan mau menerima kekurangan mereka, maka di balik itu ada suatu kekuatan yang akan menjadi harapan bagi kejayaan umat Islam.</p>
<p>Mereka tampil di permukaan, berjalan di tengah manusia dengan segala kekurangan, tetapi hati mereka tawajjuh kepada Allah SWT, sehingga Allah tampakkan bantuan-Nya ke atas mereka. Banyak negeri yang sudah didirikan markaz dakwah mereka, tak ada suatu kekuatan pun yang bisa membendung, mereka laksana air bah.</p>
<p>Islamisasi di segala bidang tak terlihat tetapi dapat dirasakan oleh umat. Mereka tak suka expose di media masa, hasil kerja mereka hanya untuk menyenangkan Allah dan Rasul Nya.</p>
<p>Dalam buku ini saya mencoba melepas sedikit tirai/kedok mereka yang masih tersembunyi di mata orang awam, agar mereka objektif menilai kelebihan dan kekurangan jemaah tabligh, dan tidak mendengar dari satu pihak yang memiliki hasad terhadap hasil kerja mereka.</p>
<p>Walaupun saya menyadari tak dapat menjelaskan itu semua secara gamblang karena perlu keseriusan dalam hal ini, juga penyertaan diri dalam program khuruj fi sabilillah bersama mereka, namun semoga saja dari sedikit apa yang saya ketahui ini dapat menjadi jembatan persatuan umat agar tidak saling mencaci dan mencari-cari kesalahan saudara muslim, sehingga hari demi hari kita sibuk memikirkan bekal kita untuk berjumpa dengan Allah SWT.</p>
<p>Dan akhirnya saya pun akui bahwa ‘kentut&#8217; tabligh saja saya tak tahu. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Catatan : Dalam buku ini saya gunakan nama Jemaah Tabligh untuk menyebut orang-orang ahli dakwah karena hal ini sudah masyhur di kalangan awam.</p>
<p><strong>MISTERI JEMAAH TABLIGH</strong></p>
<p>Tiba-tiba saja dunia heboh ketika menyaksikan di jalan-jalan, di kantor-kantor, tempat perbelanjaan, di pasar-pasar terlihat laki-laki berjenggot dan memakai gamis, celana di atas mata kaki berjalan dengan bebasnya, tak terkesan dengan suasana. Adat memakai kopiah bagi laki-laki dan bercadar bagi wanita mulai hidup di tengah-tengah masyarakat dan terasa tak tabu lagi. Ada apa gerangan ?</p>
<p>Pemandangan kontras terjadi di sekitar Masjid Jami&#8217; Kebin Jeruk yang menjadi pusat kegiatan seluruh Indonesia bagi satu jemaah yang dinamakan oleh kebanyakan orang jemaah tabligh. Di tengah hingar-bingarnya kota Jakarta dengan kehidupan malam yang berbau sex dan kriminal, ada kumpulan orang yang terlihat bergamis sopan, selalu tundukkan pandangan bahkan tak memandang sedikit pun kepada wanita-wanita yang lalu lalang dengan pakaian seronok.</p>
<p>Pemuda-pemuda yang biasa menghabiskan masanya dengan hura-hura terlihat begitu antusias dalam mengamalkan agama, orang kaya dengan mobil mewah terlihat tawadu&#8217; tak menampakkan kekayaannya. Padahal konon menurut mereka terkadang yang hadir dalam pertemuan mereka di malam jumat ada pejabat Negara, namun tidak terlihat perbedaan di antara mereka. Masya Allah&#8230;!</p>
<p><strong>ASAL USUL NAMA JEMAAH TABLIGH</strong></p>
<p>Nama Jemaah Tabligh sendiri sampai sekarang tak ada yang tahu dari mana asalnya. Karena orang tak akan temukan plang-plang nama di depan markaz mereka sebagaimana layaknya organisasi atau kelompok seperti secretariat AHMADIYYAH, LDII atau memiliki majalah atau bulletin yang menjadi Icon harakah seperti Hizbuttahrir, atau majalah Khilafah untuk Jemaah Khilafatul Muslim, majalah salafi untuk kajian salafi (termasuk assunnah, arrisalah, dsb) tak ada kop surat yang bersimbol &#8220;tabligh&#8221;, kaos, spanduk, selebaran, yang mempropagandakan kelompok. Misalnya bentuk partai.</p>
<p>Dan yang lebih menarik mereka tidak menarik dana dari manapun, tak ada rekening Bank yang mewakili mereka untuk di transfer sebagai dana perjuangan harokah lain. Kenyataan yang aneh mereka bisa pergi melalang buana ke seluruh dunia tanpa terkecuali, orang kaya, orang miskin, pejabat, petani, tukang somay, dll.</p>
<p>Seorang yang awam dari mereka jika ditanya tentang dari mana ia dapatkan dana? Mereka selalu katakana dari Allah..! Sumber dana mereka berasal dari kantong-kantong mereka sendiri karena mereka membuat tertib &#8220;berjuang di jalan Allah dengan harta dan diri sendiri.&#8221;</p>
<p>Sedangkan nama jemaah dinamakan oleh orang yang tak simpati kepada gerakan mereka bermacam-macam nama yang diberikan kepada mereka, ada yang menamakan JT (di Jakarta) tetapi di Palu namanya ‘musafir&#8217;. Di India dan Pakistan orang cukup katakan ‘jemaah&#8217; langsung paham kalau itu mereka. Ada juga yang katakan jemaah jenggot, jemaah sarung, jemaah kompor, jemaah sendalan, bahkan yang ekstrem mereka katakan jemaah pengangguran karena selalu berada di Masjid.</p>
<p>Tetapi orang-orang yang menjadi penanggung jawab jika ditanya tentang nama jemaah mereka, mereka akan cerita tentang syaikh besar mereka yakni Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah.A yang pernah mengatakan :</p>
<p><strong>&#8220;Jika saya disuruh menamakan Jemaah yang saya buat ini, maka akan saya namakan Jemaah Pergerakan Iman (Harakatul Iman), tetapi kita tak boleh menambah nama dalam Islam dengan nama.&#8221;</strong></p>
<p>Salah seorang ulama mereka Syaikh Maulana Jamil di dalam ceramahnya mengatakan : &#8220;Jangan mengatakan kita orang tabligh karena perkataan itu memecah belah umat Islam.&#8221;</p>
<p><strong>JEMAAH TABLIGH TIDAK MEMILIKI KARTU KEANGGOTAAN</strong></p>
<p>Jika seseorang diajak oleh mereka untuk keluar di jalan Allah yang disebut tasykil dalam istilah mereka, maka cukup mendaftarkan dirinya dengan mencatat nama di tim tasykil yang mereka tunjuk. Kemudian orang itu akan dimasukkan ke jemaah yang sudah di bentuk sekitar 10 orang atau lebih (jemaah minimal berjumlah 3-4 orang).</p>
<p>Di dalam jemaah ada orang yang sudah lama aktif dalam tabligh, ada yang baru, ada ustadz, bahkan terkadang Hafidz Al Quran.</p>
<p>Tidak ada kartu anggota yang diberikan kepada jemaah, sehingga tidak seperti organisasi yang memiliki kartu keanggotaan.</p>
<p>Pernah ada seorang yang ikut dengan mereka namun disebabkan kekecewaan terhadap oknum di dalam tabligh, maka orang itu katakan : Saya akan keluar dari Jemaah Tabligh. Maka mereka katakan : Bagaimana anda akan keluar dari Tabligh sedangkan anda tak pernah masuk tabligh, sebab di Tabligh tak ada keanggotaan.</p>
<p>Mereka beranggapan bahwa Tabligh bukanlah sebuah Nama Jemaah tetapi Tabligh adalah sebuah kerja yang harus dibuat oleh seluruh orang Islam tanpa terkecuali. Bahkan diantara mereka berkata : Kami di Tabligh bukan disuruh masuk tetapi di suruh keluar yakni keluar di jalan Allah.</p>
<p><strong>AQIDAH JEMAAH TABLIGH</strong></p>
<p>Aqidah Jemaah Tabligh adalah Ahlu Sunnah wal Jamaah, ini bisa dibuktikan dari ucapan para masyaikh mereka di Pakistan, di Indonesia bisa langsung ditanyakan kepada Kyai-Kyai yang sudah ambil bagian dalam kerja Dakwah ini.</p>
<p>Walaupun tidak mempropagandakan Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah dengan lafadz, namun bisa dibuktikan sbb:</p>
<p>1.      Di Pondok Pesantren mereka baik yang di Reiwind Pakistan atau di dalam negeri (Magelan dan Temboro misalnya) dikaji kitab Kutubussittah, artinya bukan seperti orang syiah yang anti Bukhari atau sebagian kelompok lain ‘menuhankan&#8217; Bukhari dan menafikan kitab Hadits yang lain).</p>
<p>2.      Di dalam kitab yang mereka baca secara Ijtima&#8217;I misalnya Fadhilah A&#8217;mal mengutip kisah semua sahabat tanpa membedakan.</p>
<p>3.      Ulama-ulama mereka menulis syarah Kutubussittah seperti Syarah Imam Abu Daud dan Imam Muslim (kitabnya beredar di India). Maulana Zakariya Rah. A menulis syarah Muatho&#8217; yakni kitab Auzajul Masalik.</p>
<p>4.      Tidak pernah mengatakan Al Quran adalah makhluk seperti kaum Mu&#8217;tazilah.</p>
<p>5.      Tidak ada pengkramatan kubur-kubur seperti Breelwie di India bahkan golongan penyembah kubur membenci mereka (penulis membuktikan sendiri melihat ketidaksukaan Breelwie kepada Jemaah Tabligh). Sementara isu fitnah yang mengatakan orang tabligh tawaf di kubur semuanya tidak betul. Wallahi..!</p>
<p>6.      Tak ada ajaran mereka tawaf di kubur. Kubur yang mana? Sedangkan di markaz Reiwind tidak ada kuburan satupun di sana. Wallahi!</p>
<p>7.      Tidak ada amalan dzikir-dzikir khusus atau wasilah terhadapa wali-wali / makhluk untuk sampai kepada Allah. Dapat dibuktikan&#8230; datanglah ke markaz mereka tak ada satupun ruangan khusus yang digunakan untuk amalan demikian, dan tak pernah diajarkan mereka bahkan mereka selalu berkata: &#8220;Makhluk adalah hijab antara hamba dengan Allah bukan sebagai wasilah&#8221;.</p>
<p>Uluhiyyah mereka lurus hanya beribadat kepada Allah SWT saja bahkan dalam ceramahnya Ulama mereka Syaikh Saad Al Kandahlawi telah katakan bahwa maksud ruku&#8217; dalam sholat adalah agar kita tak boleh menundukkan kepala kita kepada selain Allah SWT. Bahkan mereka katakan : Bahwa menundukkan kepala kepada orang lain adalah hakikat penyembahan.</p>
<p>Di Markaz Reiwind jika kita memberi salam sambil menunduk maka para ulama di sana akan marah.</p>
<p>Sedangkan Rububiyyah mereka tak bisa diragukan lagi mereka siap tinggalkan anak isteri karena keyakinan yang kuat bahwa Allah Ar Raziq (Maha Pemberi Rizqi). Mereka datang ke negeri kafir dengan mengandalkan kekuatan amal, yakin Allah yang berkuasa sedangkan makhluk tak bisa memberi manfaat dan mudharat tanpa izin Allah SWT terlihat dari ceramah-ceramah mereka tentang Qudratullah, Pertolongan Allah kepada para Nabi, shahabat, serta berbicara tentang ta&#8217;rif iman yang ada dalam Al Quran dan Al Hadits.</p>
<p>Justru orang-orang yang mengkritik aqidah Jemaah Tabligh ketika mereka diajak / tasykil : Ayo kita keluar di jalan Allah 4 bulan.!! Kebanyakan mereka menjawab. Hah..!! 4 bulan tinggalkan anak isteri, gak kerja, anak saya makan apa? Ini aqidah rububiyyah apaan???</p>
<p>&#8220;bersambung&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=21&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/11/18/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membiasakan Pandangan Berimbang Terhadap Pandangan Kaum Salafi</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/24/membiasakan-pandangan-berimbang-terhadap-pandangan-kaum-salafi/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/24/membiasakan-pandangan-berimbang-terhadap-pandangan-kaum-salafi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 22:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan Berimbang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Kaum Muslimin Yang dimuliakan Allah swt,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami telah cukup lama berkenalan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh), dan kaum muslimin sendiri dapat memperhatikan terhadap pergerakan usaha da&#8217;wah ini, apakah mungkin melalui teman, atau juga melalui saudaranya sendiri, atau juga dapat melihat aktifitasnya di masjid-masjid yang dijalankan programnya.
Saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Kaum Muslimin Yang dimuliakan Allah swt,<br />
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kami telah cukup lama berkenalan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh), dan kaum muslimin sendiri dapat memperhatikan terhadap pergerakan usaha da&#8217;wah ini, apakah mungkin melalui teman, atau juga melalui saudaranya sendiri, atau juga dapat melihat aktifitasnya di masjid-masjid yang dijalankan programnya.</p>
<p>Saat ini Kaum Salafi Wahabi adalah kaum yang banyak memberikan pandangan-pandangan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini dalam berbagai tulisan, apakah itu dalam Internet ataupun tulisan yang telah dicetak. Kita akan sangat mudah menggunakan searching Internet, seperti Google, untuk mengetahui hal itu semua. Banyak Web Blogging yang ditulis dari Kaum Salafi Wahabi, dan kami tidak perlu mencatatnya di dalam halaman ini.</p>
<p><span id="more-66"></span>Kami yang telah cukup lama berkenalan tentunya sangat berkeinginan menyampaikan pandangan berimbang terhadap pandangan-pandangan dari Kaum Salafi Wahabi ini. Tetapi sebenarnya kaum muslimin sendiri dapat mempelajarinya masing-masing terhadap pandangan-pandangan dari Kaum Salafi Wahabi ini. Dan tentunya kaum muslimin sendiri dapat menimbang, dapat menganalisa, dan terakhir dapat mengambil keputusannya.</p>
<p>Kaum Salafi Wahabi tentunya menyampaikan pandangan itu mempunyai latar belakang ataupun juga mempunyai kerangka analisa yang dipegangnya. Dan tentunya kerangka analisa ini sebenarnya TIDAK HANYA terhadap Usaha Da&#8217;wah dan Tabligh, tetapi juga pada PERKARA-PERKARA LAIN yang terdapat di kalangan kaum muslimin. Kami tidak perlu menyampaikannya dalam tulisan ini. Kaum Salafi Wahabi selalu mengatakan bahwa analisa kritisnya menggunakan kaidah yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Kami secara pribadi sangat senang untuk dapat bermudzakarah dengan Kaum Salafi Wahabi ini dalam perkara apapun, TIDAK HANYA urusan da&#8217;wah dan tabligh saja. Karena dengan begitu, kita akan mendapatkan SEJAUH MANA kerangka yang dipegangnya itu. HANYA SAJA kadangkala yang disampaikan menggunakan data atau informasi yang tidak tepat.</p>
<p>Sebagai contoh, ada seorang ulama Salafi menyampaikan bahwa Maulana Ilyas dari Bangladesh. Ini merupakan KESALAHAN FATAL informasi, apalagi seorang ulama yang menyampaikannya. Meskipun si penerjemahnya menjelaskan maksudnya adalah India. Dengan hal kecil saja memperlihatkan ketidak-akuratan, maka untuk ha-hal yang lebih besar perlu dilakukan pandangan berimbang terhadap Kaum Salafi Wahabi ini.</p>
<p>Kami mengajak kaum muslimin untuk mempelajari ulang semua pandangan yang disampaikan oleh Kaum Salafi Wahabi ini melalui pandangan berimbang, tidak hanya dalam perkara yang berhubungan Usaha Da&#8217;wah dan Tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh) TETAPI juga perkara-perkara lainnya. Jangan sampai kita di masa depan ketika membangun PERADABAN UMMAT ISLAM tidak saling mengetahui keranga analisa dari berbagai lapisan, termasuk dari Kaum Salafi Wahabi. Karena boleh jadi dari satu kaum tertentu, MUSUH-MUSUH ISLAM akan menejang dan merusak PERADABAN UMMAT ISLAM yang akan dibangun.</p>
<p>Marilah kita bermudzakarah untuk saling mengenal satu sama lain, termasuk dengan Kaum Salafi Wahabi sekarang. PERADABAN UMMAT ISLAM milik kita semua.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Moh. Haitan Rachman<br />
<span style="text-decoration: underline;"><a href="http://haitanrachman.wordpress.com/">http://haitanrachman.wordpress.com</a></span></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=66&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/24/membiasakan-pandangan-berimbang-terhadap-pandangan-kaum-salafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengantar Pandangan Berimbang</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/08/24/pengantar-pandangan-berimbang/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/08/24/pengantar-pandangan-berimbang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 01:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan Berimbang]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah swt yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita semua, diantaranya nikmat yang sangat besar yaitu nikmat Iman dan Islam. Tiada agama yang diridhoi Allah swt kecuali Islam. Sholat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabatnya, serta kepada pengikutnya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah swt yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita semua, diantaranya nikmat yang sangat besar yaitu nikmat Iman dan Islam. Tiada agama yang diridhoi Allah swt kecuali Islam. Sholat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabatnya, serta kepada pengikutnya yang setia sampai akhir jaman.</p>
<p>Saat ini banyak kaum muslimin, bahkan para Ulama dan cerdik pandai, memberikan pandangan yang kadangkala kurang tepat terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh (dikenal sebagai jama&#8217;ah tabligh). Pandangan-pandangan tersebut dapat dibaca oleh kalangan kaum muslimin, apakah melalui media cetak atau elektronik. Pandangan-pandangan tersebut sebagiannya telah kami tahu sebelum banyaknya pandangan seperti sekarang ini. Kami yang telah lama terjun dalam kajian, pendalaman dan juga terlibat langsung dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh, terdorong untuk menyampaikan pandangan berimbang agar kita semua mendapatkan wacana baru.</p>
<p><span id="more-52"></span>Tetapi kami akan mengajak kaum muslimin terhadap hal-hal fundamental yang kurang menjadi perhatian dari kebanyakan kaum muslimin, tidak pada perkara-perkara secara langsung yang disampaikan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh itu. Sehingga tulisan ini akan memberikan wacana kepada kaum muslimin sendiri, apakah yang telah aktif dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh; atau juga kaum muslimin yang telah terlibat dan kemudian berhenti; atau juga kaum muslimin yang terjun dalam pergerakan Islam lainnya; atau juga kaum muslimin yang kurang berkenan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini, serta kaum muslimin secara umumnya.</p>
<p>Kenapa kami menulis hal ini? Bukan karena kami telah terjun ke dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh cukup lama, tetapi kami mengajak kaum muslimin untuk memberikan perhatian serius terhadap hal-hal fundamental yang sangat alami dan natural, yang mana hal ini kurang banyak diperhatikan oleh kaum muslimin. Usaha da&#8217;wah dan tabligh telah banyak memberikan inspirasi dan motivasi kepada kami sendiri untuk mendalami hal ini, dan telah banyak perkara yang sangat unik dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh telah memberikan dorongan kepada kami sendiri untuk lebih serius mendalami usaha da&#8217;wah dan tabligh, dan memberikan dorongan untuk lebih menuangkan secara sistematik dan ilmiah.</p>
<p>Setelah sekian lama kami mendalami usaha da&#8217;wah dan tabligh, serta tidak pernah berhenti untuk mempelajari sumber-sumber Islam yang telah ditulis para ulama terdahulu, kami akhirnya mencoba menuliskan hal-hal penting untuk dipelajari bersama di kalangan kaum muslimin sendiri.</p>
<p>Inpirasi dan motivasi telah memberikan dorongan pada kami, Insya Allah, untuk menyusun topik-topik secara tematik dari sumber-sumber ulama terdahulu, apakah melalui kitab tafsir dan juga syarh hadits Rasulullah SAW. Mudah-mudahan topik-topik tematik ini dapat menambah pengetahuan dan kepahaman terhadap agama kita sendiri, dan tentunya juga hal-hal yang kami tuliskan secara berkala terhadap perkara-perkara khas yang seharusnya menjadi perhatian serius kaum muslimin.</p>
<p>Kepada kaum muslimin yang membaca tulisan kami ini, jangan sungkan-sungkan untuk memberikan pandangannya. Yang terpenting kami mengajak kaum muslimin, terutama para ustadz atau juga cerdik pandai, untuk tidak mudah memberikan analisa atau pandangan terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh tanpa adanya terlebih dahulu sama-sama mendalami, mengkaji bersama ke dalam usaha ini. Dan semua pandangan yang ditulis ini bukanlah mewakili pandangan dari usaha da&#8217;wah dan tabligh, tetapi merupakan pandangan dan analisa kami pribadi.</p>
<p>Mudah-mudahan tulisan singkat ini memberikan kepahaman terhadap hal-hal yang telah hilang, dan sekarang ini usaha da&#8217;wah dan tabligh telah mencoba menampilkan perkara yang natural dan alami. Sehingga kami mengharapkan kaum muslimin mulai memperhatikan perkara-perkara yang natural dan alami yang sebenarnya telah banyak ditulis dengan baik dalam sumber-sumber Islam. Dan kita kaum muslimin terhindar dari perkara yang tidak diketahui dengan baik, tanpa sebuah analisa yang sangat mendalam. Agama kita sangat menekankan untuk dapat mempelajari sesuatu dengan sungguh-sungguh, sehingga kita sendiri terbebas dari kerugian di masa depan.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Mohamad Haitan Rachman<br />
Email: <a href="mailto:haitan.rachman@gmail.com">haitan.rachman@gmail.com</a></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=52&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/08/24/pengantar-pandangan-berimbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
