<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; sifat shahabat</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/sifat-shahabat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 23:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>6 (enam) sifat shahabat dalam usaha dakwah dan tabligh: : perlu mendapatkan perhatian kaum muslimin termasuk para Ulama (bagian-2)</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/27/6-enam-sifat-shahabat-dalam-usaha-dakwah-dan-tabligh-perlu-mendapatkan-perhatian-kaum-muslimin-termasuk-para-ulama-bagian-2/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/27/6-enam-sifat-shahabat-dalam-usaha-dakwah-dan-tabligh-perlu-mendapatkan-perhatian-kaum-muslimin-termasuk-para-ulama-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 15:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[sifat shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[six point]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Bagian kedua:
5.       Kenapa perlu dibangun 6 (enam) sifat Shahabat itu? Karena sama saja dengan meninggalkan perkara lainnya dalam Islam itu sendiri, bagaimana dengan rukun Islam lainnya. Itulah pandangan yang disampaikan, bahkan beberapa tahun yang silam ketika kami masih mahasiswa dari kalangan pergerakan Islam seperti itu. 6 (enam) sifat hakekat merupakan bagian dari sifat hakekat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bagian kedua:</strong></p>
<p>5.       Kenapa perlu dibangun 6 (enam) sifat Shahabat itu? Karena sama saja dengan meninggalkan perkara lainnya dalam Islam itu sendiri, bagaimana dengan rukun Islam lainnya. Itulah pandangan yang disampaikan, bahkan beberapa tahun yang silam ketika kami masih mahasiswa dari kalangan pergerakan Islam seperti itu. <strong>6 (enam) sifat hakekat merupakan bagian dari sifat hakekat yang dimiliki para Shahabat,</strong> apakah kita menolak bahwa para Shahabat itu memiliki sifat hakekat iman kepada Allah swt dan Rasulullah SAW? Atau para Shahabat itu memilihi sifat hakekat Sholat Khusyu? Jelas kita tidak menolaknya, dan kita temukan semuanya dalam banyak kisah di kalangan Shahabat itu sendiri.</p>
<p><span id="more-92"></span>6.       Mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apakah kita bisa mendapatkan semua sifat yang hakiki Al-Islam yang terdapat dalam sumber kita, Al-Quran dan As-Sunnah, seperti para Shahabat RA. <strong>Tidak mungkin kita mendapatkan sifat-sifat secara keseluruhan dalam waktu bersamaan, kecuali kita mendapatkan secara bertahap dan berkelanjutan. Dan kita sendiri perlu memberikan perhatian serius pada awal yang dijadikan sebagai landasan untuk mendapatkan sifat-sifat hakiki secara keseluruhan. Tidak mungkin kita dapat membaca, kecuali kita mengenal abjad dahulu. </strong>Itulah kenapa kita perlu memberikan perhatian pada sifat hakekat pada enam.</p>
<p>7.       Pendalaman terhadap 6 (enam) sifat hakekat ini akan terus berkembang sesuai dengan ilmu dan kepahaman yang dimiliki setiap kaum muslimin itu sendiri. Para Ulama yang mempunyai Ilmu dan kepahaman akan dapat menjelaskan sifat hakekat ini luas dan mendalam, sehingga kami sendiri sering mendengar bayan-bayan dan juga penjelasan yang berbeda-beda. <strong>Sebenarnya pendalaman yang tidak membosankan tersebut dalam penjelasan itu, bukan dikarenakan orangnya, tetapi dikarenakan sumber Islam itu sangat luas dan dalam, dan satu hal dengan hal itu sangat berhubungan dan berkaitan.</strong></p>
<p>8.       Jika kita bersedia mengumpulkan tulisan para Ulama dulu dan mengkompilasi terhadap 6 (enam) sifat hakiki para Shahabat RA ini, maka kita akan mendapatkan berjilid-jilid kitab yang mendalam  terhadap hal itu. Maulana Yusuf menyusun kumpulan ayat dan juga hadist yang berhubungan dengan 6 (enam) sifat Shahabat RA ini, Al-Muntakhabatul Ahadits.</p>
<p>9.       Bagaimana dengan ilmu fiqh atau pendalaman kaifiyyah dalam amal itu sendiri? Kenapa tidak diajarkan perihal tatacara sholat, wudhu, ilmu dsb, padahal itu sangat mendukung untuk mendapatkan sifat hakekat itu. Mari kita perhatikan bersama, agar kita tidak terjebak dengan penilaian sepihak. Jika kita bahas hal-hal lain yang berhubungan dengan kaifiyyah, maka kita akan mendapatkan bahasan-bahasan perkara yang berbeda dari kalangan Ulama sendiri. Misalkan dari perkara Wudhu atau Sholat, banyak ulama yang berbeda dalam perkara furuiyyah, seperti sholat tarraweh, atau juga dalam perkara qunut, ataupun juga perkara adzan jum&#8217;at, atau juga penggunaan hadits dhoif untuk fahdoil amal, dsb. Oleh karena itu, enam (6) sifat membahas pada hakikinya, bukan pada bahasan yang berbedanya. Karena dalam hal itu dapat kita bahas dalam waktu dan suasana yang berbeda, misalkan madrasah, pesantren dsb. Jika kita membahas perkara-perkara furuiyyah secara terbuka dan tidak hikmah, maka yang ada bahasan yang dapat menimbulkan hal-hal yang kurang baik di lingkungan masyarakat Islam itu sendiri.</p>
<p>10.       Bahasan sifat hakiki enam itu lebih mengarah pada individu, sehingga hal ini menjadi perhatian semua kalangan itu sendiri, termasuk dari kalangan ulama sendiri. Beberapa ulama besar seperti Syiekh Hasan Hudhaibi dan juga Syeikh Al-Banni  pernah menyatakan dengan tegas, bahwa tegakan Islam dalam diri kita maka Islam akan tegak di duni ini. Jika kita kaum muslimin berkeinginan menegakan Islam dalam diri kita, maka kita harus mempunyai fokus terhadap sifat hakiki yang perlu dicapai dengan baik oleh setiap orang. Dan hal ini perlu disampaikan terus-menerus secara berkelanjutan, apakah itu di rumah, di masjid, di tempat kerja, dan di mana saja kita memungkinkan untuk menyampaikannya.</p>
<p>11.       Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini bukan merupakan kerja hanya untuk para Ulama atau faqih dan urusan agama, tetapi setiap kaum muslimin dari berbagai lapisan dapat terlibat dalam kerja ini. Islam tidak hanya untuk satu tempat, tetapi untuk rahmatan lil&#8217;alamin. Oleh karena itu kita perlu banyak belajar dan juga menyebarkannya ke berbagai lapisan di seluruh tempat di muka bumi ini.</p>
<p>Itulah 6 (enam) sifat para Shahabat, sebagai langkah awal Alif, Ba, Ta dari perjalanan kaum muslimin itu sendiri. Mudah-mudahan hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW sendiri yang diriwiyatkan oleh Imim Tirmidzi:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kamu meninggalkan 10% dari apa yang diperintahkan maka kamu akan hancur, di masa akan datang jika mereka mengamalkan 10% dari apa yang diperintahkan, maka mereka akan jaya&#8221;.</p>
<p>Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi kami yang lemah ini dan kaum muslimin lainnya. Amiin. Jangan sungkan-sungkan untuk kontak kami, jika ada yang perlu disampaikan.</p>
<p>Terimakasih</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=92&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/27/6-enam-sifat-shahabat-dalam-usaha-dakwah-dan-tabligh-perlu-mendapatkan-perhatian-kaum-muslimin-termasuk-para-ulama-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 (enam) sifat shahabat dalam usaha dakwah dan tabligh: perlu mendapatkan perhatian kaum muslimin termasuk para Ulama (bagian-1)</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/27/6-enam-sifat-shahabat-dalam-usaha-dakwah-dan-tabligh-perlu-mendapatkan-perhatian-kaum-muslimin-termasuk-para-ulama-bagian-1/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/27/6-enam-sifat-shahabat-dalam-usaha-dakwah-dan-tabligh-perlu-mendapatkan-perhatian-kaum-muslimin-termasuk-para-ulama-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 15:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[6 sifat shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[sifat shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Perkara 6 (enam) sifat Shahabat yang banyak dimudzakarahkan ataupun dibayankan dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh (Baca: orang menyebutnya sebagai Jama&#8217;ah Tabligh) dipandang oleh sebagian kalangan kaum muslimin, karena tidak ada di kalangan Shahabat RA dan juga ulama salaf, atau bahkan menyepelekannya. Pandangan seperti ini jelas memberikan kerangka yang tidak dapat memberikan kerangka untuk kebaikan kaum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkara 6 (enam) sifat Shahabat yang banyak dimudzakarahkan ataupun dibayankan dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh (Baca: orang menyebutnya sebagai Jama&#8217;ah Tabligh) dipandang oleh sebagian kalangan kaum muslimin, karena tidak ada di kalangan Shahabat RA dan juga ulama salaf, atau bahkan menyepelekannya. Pandangan seperti ini jelas memberikan kerangka yang tidak dapat memberikan kerangka untuk kebaikan kaum muslimin, karena hanya mengandalkan pernyataan sepihak tanpa adanya keseimbangan untuk saling menelaah terhadap sebuah ijtihad. Dan akhirnya kaum muslimin akan mendapatkan pola berpikir yang sempit untuk membangun Ummat Islam itu sendiri.</p>
<p>6 (enam) sifat Shahabat merupakan hasil ijtihad yang dilakukan terhadap berbagai sumber-sumber Islam itu sendiri. Sehingga yang perlu dipahami oleh kaum muslimin adalah bagaimana dan kenapa ijtihad ini muncul. Seharusnya kita tidak terbiasa untuk memberikan kerangka pandangan memvonis atatupun menilai dengan tanpa adanya kajian mendalam terhadap ijtihad itu sendiri.</p>
<p><span id="more-90"></span>Apakah penyusunan kitab hadist yang dilakukan para Ulama dulu sama semua? Apakah hal itu juga dilakukan oleh Para Shahabat RA? Apakah ada tingkatan belajar S1,S2 dan S3 untuk kajian Islam di jaman Ulama dulu dan juga Para Shahabat RA? Kita semua mengetahui bahwa hal itu tidak ada, tetapi semuanya merupakan hasil Ijtihad yang dilakukan oleh orang yang mempunyai kemampuan terhadap berbagai sumber yang didalaminya. Meskipun hal tersebut tidak ada, tetapi ijtihad itu sendiri mempunyai sumber-sumber yang dapat menjadikan sebagai landasannya.</p>
<p>Jadi seharusnya sebagian kaum muslimin untuk dapat mengkaji terhadap Ijtihad itu lebih mendalam. Telah ada sebagian kaum muslimin yang masuk ke dalam tempat kami dan menyampaikan hal-hal seperti di atas. Sehingga kami perlu menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui bersama untuk meningkatkan jiwa tholab kita dan juga kaum muslimin.</p>
<p>Mari kita sama-sama ungkap terhadap 6 (enam) sifat Shahabat dari kajian kerangka analisa dan sintesa terhadap Ijtihad itu, tidak dari perkara isinya. Sehingga kita berusaha untuk memahami kenapa 6 (enam) sifat ini perlu diajarkan di kalangan seluruh kaum muslimin, bahkan di kalangan para Ulama sendiri.</p>
<p>1. Pendekatan Analisa dan Sintesa merupakan pendekatan modern yang saat ini sangat berkembang di berbagai negara. Analisa merupakan proses penguraian terhadap sesuatu masalah, dan sintesa menyusun kembali untuk menyelesaikan masalah. <strong>Sebenarnya pendekatan ini telah ada di jaman para Shahabat RA serta para Ulama Salafush sholeh terdahulu, hanya saja kita kaum muslimin kurang dapat mengkodifikasi kan menjadi sebuah Ilmu</strong>. Kemungkinan kaum muslimin mulai kendur setelah kaum muslimin mengalami kekalahan dalam peperangan Tartar, dan juga banyaknya negara kaum muslimin di jajah oleh bangsa lain. Sehingga semangat untuk melakukan kodifikasi terhadap ilmu itu sangat lemah di kalangan Ummat Islam itu sendiri. Tetapi bukan berarti kita akan terus dalam kondisi seperti ini, sehingga marilah kita terbiasa untuk meningkatkan pendalaman.</p>
<p>2. 6 (enam) sifat Shahabat merupakan pendalaman pada hakekat sifat yang dimiliki di generasi para Shahabat RA. Para Shahabat RA merupakan generasi yang telah mendapatkan pengakuan dari Allah swt, meskipun mereka sendiri masih berada di muka bumi. Dalam hal ini banyak ayat Al-quran dan juga hadist yang menjelaskan ini, seperti yang dinyatakan dalam QS At-Taubah (9): 100.</p>
<p>&#8220;orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar&#8221; (QS At-Taubah (9): 100)</p>
<p>3. Hakekat bukan berarti gambaran. Mari kita lihat dua barang yang serupa, tetapi sangat berbeda. Mungkin kita sering mendapatkan bentuk dari kayu yang berbentuk pisang atau gambar pisang. Dan kita juga sering makan pisang tentunya. Apa yang berbeda dari kedua barang itu. Yang satu merupakan gambaran dari pisang, sedangkan yang kedua merupakan pisang sebenarnya. Itulah hakekat. Tidak mungkin para Shahabat RA mendapatkan pengakuan dari Allah swt, kecuali mereka sendiri mempunyai sifat yang sebenarnya menjadi maksud Allah swt sendiri.</p>
<p>4. Apakah para Shahabat RA hanya mempunyai 6 (enam) sifat Shahabat yang sering dimudzakarahkan dan juga dibayankan itu? Para Shahabat ini mempunyai sifat yang banyak, semakin kita banyak membaca Al-quran dan sunnah Rasulullah SAW, maka kita akan banyak mendapatkan sifat-sifat hakekat itu dalam diri para Shahabat RA. Dan kita sendiri akan mendapatkan 6 (enam) sifat shahabat ini dalam sumber Al-quran dan juga As-Sunnah.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=90&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/27/6-enam-sifat-shahabat-dalam-usaha-dakwah-dan-tabligh-perlu-mendapatkan-perhatian-kaum-muslimin-termasuk-para-ulama-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
