<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; silaturahmi</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/silaturahmi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 23:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Beberapa pelajaran bagi para da&#8217;i dan kaum muslimin</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 01:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Sdr. dan Teman-Teman,
Kami dan juga kawan-kawan sekalian sangat berkeinginan ummat ini menjadi baik dan terus mengalami proses pertumbuhan menuju yang terbaik. Insya Allah, keadaan itu dapat terjadi dengan ijin Allah swt. Ada beberapa point yang perlu diperhatikan bersama, agar proses pertumbuhan akan menuju pada tingkatan yang diharapkan bersama untuk ummat Islam kita ini.
1. Kaum muslimin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. dan Teman-Teman,</p>
<p>Kami dan juga kawan-kawan sekalian sangat berkeinginan ummat ini menjadi baik dan terus mengalami proses pertumbuhan menuju yang terbaik. Insya Allah, keadaan itu dapat terjadi dengan ijin Allah swt. Ada beberapa point yang perlu diperhatikan bersama, agar proses pertumbuhan akan menuju pada tingkatan yang diharapkan bersama untuk ummat Islam kita ini.</p>
<p>1. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, apapun bentuknya, apakah itu tulisan, ucapan, ajakan langsung dsb, tetaplah untuk selalu berniat memperbaiki diri dan mengikuti amal-amal Al-Islam yang disampaikan tersebut.</p>
<p>2. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, apapun bentuknya, maka tetap menjaga kehormatan kaum muslimin, dengan tidak merendahkan, tidak meremehkan, bahkan tidak membuka aib dari kekurangan kaum muslimin sdr. kita yang lain.</p>
<p>3. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, terutama kalangan pemuda dan pemudi Islam, tetaplah berbaik sangka kepada Ulama-Ulama dan tidak meremehkan dan merendahkan, meskipun berbeda pandangan dengan kita sendiri dalam satu perkara.</p>
<p>4. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, terutama kalangan pemuda dan pemudi Islam, tetap berhubungan dengan Ulama untuk menuntut Ilmu dengan baik dan teratur; dan hormatilah guru-guru kita dengan baik.</p>
<p>5. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, tetaplah mengikuti majelis-majelis orang-orang sholeh dengan baik dan teratur. Kita perlu terbiasa berhubungan dengan orang-orang sholeh.</p>
<p>Insya Allah, ada jalan untuk kebaikan kaum muslimin.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=254&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuan Da’wah</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/25/tujuan-da%e2%80%99wah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/25/tujuan-da%e2%80%99wah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 00:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[rahmatan lil'alamin]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[tarbiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan Da&#8217;wah
Apa tujuan da&#8217;wah atau juga sasaran Da&#8217;wah? Pertanyaan ini sering disampaikan oleh kalangan Tarbiyyah. Ketika kami masih mahasiswa sering pertanyaan ini disampaikan dari kalangan tarbiyyah. Dan jika pertanyaan seperti ini tidak dijawab seringkali memberikan kerangka yang menggambarkan bahwa usaha da&#8217;wah ini tidak jelas kerjanya. Oleh karena itu mari kita mudzakarah bersama perihal sasaran da&#8217;wah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tujuan Da&#8217;wah</strong></p>
<p>Apa tujuan da&#8217;wah atau juga sasaran Da&#8217;wah? Pertanyaan ini sering disampaikan oleh kalangan Tarbiyyah. Ketika kami masih mahasiswa sering pertanyaan ini disampaikan dari kalangan tarbiyyah. Dan jika pertanyaan seperti ini tidak dijawab seringkali memberikan kerangka yang menggambarkan bahwa usaha da&#8217;wah ini tidak jelas kerjanya. Oleh karena itu mari kita mudzakarah bersama perihal sasaran da&#8217;wah ini, dan kami tuliskan apa yang kami pelajari selama terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Mudah-mudahan ini memberikan wacana bagi kaum muslimin, termasuk juga bagi teman-teman pergerakan Islam lainnya dan juga teman-teman ahli da&#8217;wah sendiri.</p>
<p>Tujuan merupakan sebuah harapan yang kita capai ketika menjalankan sebuah aktifitas. Dan tujuan ini dapat dikatagorikan menjadi tujuan jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang. Tetapi ada kalanya orang membagi menjadi tujuan secara umum, dan tujuan secara khusus. Kita sebagai kaum muslimin yang telah mengingatkan diri dan berusaha menjadi bagian dari da&#8217;I Allah swt, apakah itu mengingatkan kaum muslimin sendiri atau juga mengajak kaum yang lainnya. Seharusnya mengetahui apa tujuan kita melakukan aktifitas da&#8217;wah itu sendiri.</p>
<p><span id="more-80"></span>Dan bagi kaum muslimin yang berkeinginan berhubungan tujuan ini, maka sebaiknya untuk dapat terlibat secara berkesinambungan dengan usaha da&#8217;wah ini sendiri. Karena sepengetahuan kami tujuan-tujuan da&#8217;wah ini sering kali disampaikan dalam bentuk bayan, targhib dan juga zihin. Dan hampir semua yang terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini menyampaikannya secara berulang-ulang, meskipun hal itu tidak dinyatakan sebagai tujuan da&#8217;wah itu sendiri. Karena hal itu menjadi tujuan dari semua kaum muslimin itu sendiri, dan perkara itu menjadi hal mutlak bagi kaum muslimin sendiri untuk dipahami.</p>
<p>Kami mengajak kaum muslimin untuk memahami Tujuan Umum Da&#8217;wah yang perlu ditekankan kepada kaum muslimin yaitu Kesuksesan dunia dan akherat dapat dicapai melalui ketaatan kepada Allah swt dan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Dan hal ini menjadi inti dari da&#8217;wah itu sendiri. Perhatikan beberapa ayat di bawah ini:</p>
<p><em>&#8220;Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa&#8221; (QS Al-Baqarah (2): 21)</em></p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk&#8221; (QS Al-‘Araf (7): 158)</em></p>
<p><em> &#8220;Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah Termasuk orang-orang musyrik&#8221;. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.&#8221; (Al-An&#8217;am: (6): 161-162)</em></p>
<p><em> &#8220;Dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat.&#8221; (QS Ali-Imran (3): 132)</em></p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. &#8220;Kami mendengar, dan Kami patuh&#8221;. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan&#8221; (QS An-Nuur (24): 51-52)</em></p>
<p><em> &#8220;dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&#8221;. (QS Lukman (31): 13)</em></p>
<p>Selanjutnya kami mengajak kaum muslimin untuk memahami terhadap tujuan atau sasaran khusus dari kerja da&#8217;wah ini, dan sebenarnya perkara dari tujuan ini seharus menjadi bagian seluruh kaum muslimin. Menjadi perhatian, menjadi pikiran, dan juga menjadi rencana bersama kaum muslimin.</p>
<p><strong>1.       Kita hendaknya berusaha untuk menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari maksiyat kepada Allah swt. Sehingga kita dan keluarga terbebas dari api neraka Allah swt, dan masuk ke dalam surge Allah swt.  Jangan diri kita menjadi bagian orang yang merugi, tetapi menjadi bagian yang mendapatkan kejayaan di dunia yang hasanah dan juga akherat yang hasanah, sepertimana para Shahabat RA.</strong></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)</em></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar&#8221; (QS At-Taubah (9): 100)</em></p>
<p><em>&#8220;Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kebakhilan dan berusia lanjut yang tidak kuat. Dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka dan fitnah ketika hidup dan mati&#8221; (HR &#8211; Bukhari-Muslim)</em></p>
<p><strong>2.       Kita hendaknya berusaha meningkatkan pertumbuhan kebersamaan atau ukhuwah di antara kaum muslimin, semua kaum muslimin bersedia untuk saling mernghormati. Para Shahabat RA telah menunjukkannya dengan sangat baik dalam kehidupan mereka, dan semuanya tercatat dengan baik dalam lembaran-lembaran sejarah yang sangat bermanfaat bagi ummat Islam di kemudian hari.</strong></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat&#8221; (QS Al-Hujurat (49): 10)</em></p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri&#8221; (QS Lukman (31): 18)</em></p>
<p><em>&#8220;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk&#8221; (QS Ali-Imran (3): 103)</em></p>
<p><em>&#8220;Dari ‘Ubadah bin Shamit RA meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersadba: &#8220;Bukan dari golongan ummatku orang tidak menghormati orang yang telah tua, tidak menyayangi anak muda, dan tidak mengetahui haknya orang ‘alim kami (tidak memuliakan ulama)&#8221; (HR. Ahmad dan Thabrani dalam al-kabiir, dan isnadnya hasan &#8211; Majma&#8217;uz Zawaa&#8217;id I/338) [1]</em></p>
<p><strong>3.       Kita hendaknya berusaha menanamkan kembali kepada kaum muslimin sebagai ummat terbaik melalui kerja-kerja da&#8217;wah, amar ma&#8217;ruf nahi mungkar. Itulah yang banyak dipesankan oleh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA. Ummar RA telah menjelaskan bahwa jika berkeinginan menjadi ummat terbaik, maka hendaknya mengikuti syarat-syaratnya.</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar[1]; merekalah orang-orang yang beruntung&#8221; (QS Ali-Imran (3): 104)</em></p>
<p><em>&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.&#8221; (QS Ali-Imran (3): 110)</em></p>
<p><em>[1] Ma&#8217;ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.</em></p>
<p><strong>4.       Kita bukanlah ummat untuk satu jaman atau satu area, tetapi kita ummat dari seorang Nabi, Nabi Muhammad SAW, yang mempunyai tugas sebagai rahmatan lil&#8217;alamin.</strong></p>
<p>&#8220;<em>Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmi&#8221; (QS At-Taubah:128)</em></p>
<p><em>&#8220;Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam&#8221; (QS Al-Anbiyaa: 107)</em></p>
<p>Tujuan dan sasaran umum dari da&#8217;wah yang diatas merupakan perkara Am, oleh karena itu usaha da&#8217;wah sendiri merupakan kerja Am bagi kaum muslimin. Sehingga kerja ini dapat melibatkan berbagai lapisan yang terdapat dalam kalangan kaum muslimin, apakah itu orang kaya, apakah itu orang miskin, apakah itu pedagang, apakah itu anggota partai Islam atau bukan, apakah itu kaum muslimin yang tidak berpartai secara langsung, apakah itu ulama, apakah itu santri atau pelajar, apakah itu tua atau muda, apakah itu professor atau mahasiswa sekalipun, apakah itu pengusaha atau para cendikia. Semuanya dapat mengambil kerja usaha da&#8217;wah ini, karena usaha da&#8217;wah ini merupakan kerja Am bagi kaum muslimin.</p>
<p>Untuk mendapatkan keempat hal itu di atas, tidak dapat kita hanya berdiam diri. Tetapi kita kerahkan pikir, tenaga, harta untuk mendapatkan itu semua. Dan selanjutnya Allah swt yang memberikan anugrah dan rahmat kepada masing-masing yang menjalankannya dan juga bergantung pada niat yang dimilikinya. Itulah yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan memberikan manfaatnya.</p>
<p>Terimakasih atas perhatiannya.<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=80&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/25/tujuan-da%e2%80%99wah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Pikir Kita Sebagai Muslim?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/24/apa-pikir-kita-sebagai-muslim/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/24/apa-pikir-kita-sebagai-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 22:18:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[pikir muslim]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu  ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kita yang terjun dalam usaha da&#8217;wah selalu diajak untuk pikir dan pikir, artinya kita diajak untuk menghindari kerja da&#8217;wah yang dilakukan dengan adat kebiasaan saja. Pikir merupakan salah satu anugrah dari Allah swt yang sangat penting bagi setiap insan untuk melakukan perubahan, termasuk juga dengan kita kaum muslimin. Generasi salafush sholeh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu  ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kita yang terjun dalam usaha da&#8217;wah selalu diajak untuk pikir dan pikir, artinya kita diajak untuk menghindari kerja da&#8217;wah yang dilakukan dengan adat kebiasaan saja. Pikir merupakan salah satu anugrah dari Allah swt yang sangat penting bagi setiap insan untuk melakukan perubahan, termasuk juga dengan kita kaum muslimin. Generasi salafush sholeh para Shahabat RA telah memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita tentang perkara pikir ini dengan baik. Begitupun dengan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><span id="more-72"></span>Oleh karena itu, kita kaum muslimin yang berada di jaman yang sangat lemah posisinya sepantasnya dalam diri kita kaum muslimin mempunyai pikir-pikir utama, sehingga pikir ini menjadi landasan kepada kita untuk mencapai apa yang menjadi keinginan kita di masa depan. Pikir sebagai anugrah Allah swt ini tidak hanya untuk urusan dunia semata, tetapi juga juga pikir untuk urusan agama kita sendiri. Islam tidak menghalangi pikir kita untuk perkara urusan dunia, tetapi juga Islam juga tidak mengajari pikir hanya untuk urusan dunia semata.</p>
<p>Seandainya Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, hanya mempunyai pikir untuk dirinya sendiri, maka beliau tidak mau kembali ketika beliau dialog dengan Allah swt langsung saat Isro Mi&#8217;raj. Begitupun juga, seandainya para Shahabat RA hanya mempunyai pikir untuk dirinya sendiri, maka beliau-beliau ini tidak akan bersusah payah untuk menyebarkan Islam dan meninggalkan kampung halamannya. Kisah Musyaib Bin Umair RA, seorang pemuda tampan dan terpandang, berani meninggalkan kehidupannya untuk menyampaikan da&#8217;wah di Yastrib (belum jadi Madinah Munawarah saat itu), padahal beliau tidak mempunyai sanak saudara di kota tersebut.</p>
<p>Marilah kita belajar dari pikir ini, dan kita gunakan pikir untuk kebaikan kaum muslimin di berbagai lapisan masyarakat, berbagai lapangan kehidupan; kita tidak membedakan apakah itu tua atau muda, apakah itu ustadz atau pelajar, apakah itu pedagang atau dokter, apakah itu insinyur atau guru, apakah itu kaya atau miskin; semuanya perlu kembangkan pikir untuk keselamatan dunia dan akherat kita.</p>
<p>Insya Allah, kami akan berbagi dengan pikir-pikir ini lebih lengkap berlandaskan pada sumber-sumber Al-quran dan As-Sunnah, yang sebenarnya banyak mengajarkan terhadap pikir-pikir ini.</p>
<p><strong>Pikir Diri dan  Keluarga</strong></p>
<p>Pikir diri dan keluarga merupakan pikir yang sangat mendasar bagi kita semua kaum muslimin, sehingga selalu berusaha keras untuk dapat mengikuti perintah Allah swt dan juga sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupannya, begitupun juga berusaha menjauhi apa-apa yang dilarangnya oleh Allah swt dan juga Rasulullah SAW. Taqwa merupakan bukti kita sendiri sebagai muslim yang mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi larangan-laranganNya. Pikir atas diri dan keluarga yang seharusnya kita jaga dengan baik.</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)</em></p>
<p>Bagaimana Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, mengajarkan kepada kita ummat Islam untuk selalu beristighfar, dan juga sholat malam. Hal ini agar kita selalu memperhatikan terhadap diri kita sendiri, bahwa kita ini tidak lepas dari kesalahan tetapi kita perlu kembali lagi kepada alur-alur Islam itu. Bagaimana Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, mengajari kita untuk menyuruh anak-anak kita sholat di waktu masih kecil, begitupun juga menyuruh keluarga kita untuk menjaga sholat.</p>
<p>Hal ini sebagai bentuk agar pikir diri dan keluarga melekat pada kita sendiri. Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, mengajari para Shahabat RA dan juga kita sendiri untuk lebih bersungguh-sungguh dengan diri kita sendiri seperti dalam pelajaran do&#8217;a beliau di bawah ini.</p>
<p><em>&#8220;Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kebakhilan dan berusia lanjut yang tidak kuat. Dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka dan fitnah ketika hidup dan mati&#8221; (HR &#8211; Bukhari-Muslim)</em></p>
<p>Do&#8217;a di atas sangat mengajarkan kepada kita terhadap perkara-perkara yang dapat menjadikan kita lalai terhadap diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita perlu sungguh-sungguh dengan perkara-perkara di atas agar tidak melekat dalam diri kita dan juga keluarga kita.</p>
<p>Dan kisah Umar Bin Abdul Aziz RA ketika masih kecil, menangis di waktu malam setelah sholat, ditanya oleh ibunya kenapa menangis, dijawabnya siapa yang dapat menjaga keselamatan saya di waktu persidangan akherat. Allah swt menjelaskan dengan tegas untuk selalu menjaga diri dan keluarga dari Api Neraka. Dan juga kita diajarkan untuk selalu berdo&#8217;a agar dijadikan sebagai keluarga yang tetap istiqomah dengan amalan sholat. Harapan dan cemas telah menjadi pendorong kepada generasi itu selalu memikirkan diri dan keluarga, sejauh mana ketaatanya kepada Allah swt dalam kehidupannya dan mengikuti perintah Rasulullah SAW.</p>
<p><strong>Pikir  Silaturahmi</strong></p>
<p>Pikir silaturahmi menjadi landasan untuk menjaga kebersamaan antara kaum muslimin. Generasi para Shahabat RA paham betul bahwa ketidakharmonisan akan membawa bencana yang berkepanjangan. Rasulullah menampakan kemarahannya ketika mengetahui terjadi perdebatan dua orang dalam satu ayat, dan beliau menjelaskan bahwa hal ini yang menjadikan ummat dahulu mengalami kehancuran.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Rasulullah SAW sangat mengingatkan untuk menghormati yang tua dan ulama jika memang benar-benar beriman kepada Allah swt dan akherat.</p>
<p><em>&#8220;Dari ‘Ubadah bin Shamit RA meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersadba: &#8220;Bukan dari golongan ummatku orang tidak menghormati orang yang telah tua, tidak menyayangi anak muda, dan tidak mengetahui haknya orang ‘alim kami (tidak memuliakan ulama)&#8221; (HR. Ahmad dan Thabrani dalam al-kabiir, dan isnadnya hasan &#8211; Majma&#8217;uz Zawaa&#8217;id I/338) [1]</em></p>
<p>Dan juga untuk menjaga silaturahmi ini, Rasulullah SAW memberikan contoh-contoh untuk selalu memuliakan saudaranya sendiri. Bagaimana Rasulullah SAW memberikan contoh berkhidmat kepada seorang muslim yang berkeinginan mendapatkan pekerjaan, seperti berusaha dengan kayu bakar. Generasi tersebut akan selalu menjaga ucapan agar tidak menghancurkan kebersamaan, bahkan kesalahan orang lain yang telah dibuatnya tidak diingat kembali.</p>
<p>Generasi Shahabat RA Aus dan Khazraj hampir terjadi pertumpahan darah yang sangat luar biasa, hal ini dikarenakan hembusan dari pihak ketiga dan juga satu sama lain melupakan tanggung jawabnya untuk saling mengingatkan dan menjaga kebersamaan. Oleh karena itu, Allah swt menjelaskan dengan baik sekali dengan kejadian ini dalam QS 3:100-105, dan kita dapat pelajarinya dengan baik tentang hal ini melalui kitab-kitab tafsir besar, seperti Ibnu katsir. Dan ini seharusnya menjadi perhatian serius dalam diri kita, karena saat ini kebersamaan kaum muslimin sangat lemah.</p>
<p><strong>Pikir Da&#8217;wah </strong></p>
<p>Pikir Da&#8217;wah sudah menjadi pikiran generasi Shahabat RA tersebut, yang baru masuk Islam, yang sudah paham, atau pemuda. Semuanya aktif dalam kerja da&#8217;wah. Dan da&#8217;wah tidak dibatasi hanya berdasarkan pada ucapan saja, tetapi kadangkala dengan perbuatan. Allah swt menegaskannya dengan tegas kerja ini, agar Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, menjelaskan juga hal ini kepada ummatnya.</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.&#8221; (QS Yusuf (12): 108)</em></p>
<p>Kisahnya masuk Islam seorang Yahudi di depan Rasulullah SAW, dikarenakan kerendahan hati Rasulullah SAW ketika orang yahudi ini meminta bayaran hutang. Rasulullah SAW sangat bersedih hati jika banyak masyarakat menolak da&#8217;wahnya, bagaimana kesedihan Rasulullah SAW ketika berda&#8217;wah ke thoif. Meskipun disepelekan, tetapi Rasulullah SAW berharap di masa depan ada yang beriman kepada Allah swt. Kita dapat perhatikan dari ucapan atau do&#8217;a Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, ketika di thaif.</p>
<p>Bagaimana pikir Abu Bakar RA untuk mengajak kembali teman-temannya yang lain untuk masuk Islam, setelah masuk Islam, langsung besoknya melakukan da&#8217;wah mengajak yang masuk Islam. Bagaiman dengan Abu Dzar RA, sungguh-sungguh da&#8217;wah di lingkungan kaumnya. Bagaimana dengan seorang pemuda tampan, Musaib bin Umair berda&#8217;wah di Madinah. Kerisauan terhadap keselamatan masyarakat dan keluarga itu, generasi salaf sungguh-sungguh berda&#8217;wah. Mereka menyebarkan Islam ke seantero negeri untuk menyampaikan Risalah da&#8217;wah ini.</p>
<p><strong>Pikir Rahmatan  Lil ‘Alamin</strong></p>
<p>Pikir kita bagaimana menjadikan Islam sebagai rahmat di seluruh alam. Pikir yang mana kita selalu berpikir agar Allah swt memberikan hidayah dan taufiqNya ke seluruh alam. Allah swt menjelaskan peran Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil ‘alamiin.</p>
<p>Pikir yang menyeluruh telah dijadikan sandaran oleh generasi para Shahabat RA. Dan Rasulullah SAW selalu memberikan dorongan untuk itu. Sehingga kaum muslimin saat itu berlomba-lomba untuk menyebarkan Islam ke negara-negara yang lebih jauh. Mereka berani berkorban segala-galanya. Sehingga tidak heran jika Islam tumbuh di daerah Parsi. Atau juga Islam telah masuk ke daerah Eropa.</p>
<p>Dengan kerisauan dan pikir yang mendalam itu generasi para Shahabat RA telah banyak berkorban untuk menyerbarkan Islam di seluruh Alam. Dan sampai sekarang banyak peninggalan yang sangat bersejarah, dan salah satu bukti yang sangat kongrit adalah Islam telah sampai di Indonesia. Pikir yang dalam telah merubah mereka menjadi kaum yang terbaik dalam perjalanan sejarah, dan mereka telah memberikan catatan-catatan sejarah yang sangat berharga bagi peradaban manusia. Imam Bukhari Rah sebagai ahli hadits bukan berasal tataran Arab, hal ini menjadi bukti yang sangat jelas bahwa Islam telah masuk ke tataran di sekitar kel</p>
<p>Itulah pikir yang mesti dikembangkan ke dalam diri kita. Dan generasi para Shahabat RA telah mempunyai pikir yang sangat dalam terhadap pikir-pikir di atas, sehingga kita perlu banyak belajar bagaimana meningkatkan pikir-pikir sebagaimana generasi itu. Pikir-pikir ini akan memberikan dorongan kepada kita untuk lebih berkeja dan berusaha dalam amal agama.</p>
<p>Wassalamu  ‘alaikum<br />
Mohamad Haitan Rachman</p>
<p>Catatan:<br />
Karakter Utama dan Kerja Utama Manhaj Para Shahabat RA sebagai generasi salafush sholeh telah dituliskan dalam bagian lainnya.</p>
<p>Referensi:<br />
[1]  Maulana Yusuf, &#8220;Al-haditsul Muntakhabah&#8221;</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=72&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/24/apa-pikir-kita-sebagai-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
