<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Tabligh</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/tabligh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 23:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengherankan jika Mengkritik Tatacara Usaha Da&#8217;wah</title>
		<link>http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 03:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah dan Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da&#8217;wah yang dibangunnya.
Sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da&#8217;wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da&#8217;wah yang dibangunnya.</p>
<p>Sangat heran jika ada seorang mahasiswa muslim seenaknya belajar dan tidak mengikuti aturan atau tatacara prosedur yang ditetapkan di lingkungan sekolah yang dimilikinya. Atau juga akan bertambah heran jika seorang muslim yang mengambil program S2 atau S3 tidak mengikuti aturan tatacara yang ditetapkannya, dengan alasan yang terpenting adalah sekolah S2 dan menuntut Ilmu.</p>
<p><span id="more-299"></span>Ataupun juga seorang pedagang ataupun karyawan perusahaan tidak jelas apa yang dikerjakannya, karena yang terpenting adalah kerja dan datang ke tempat kerja. Jelas pola berpikir seperti ini sangat keliru dan perlu diluruskan dengan baik. Inilah salah satu kelemahan kaum muslimin saat ini, karena kita kaum muslimin tidak pernah mengelola satu aktifitasnya dengan lebih baik dari perjalanan waktunya.</p>
<p>Allah swt sendiri sering menjelaskan perihal keteraturan alam semesta ini yang tentunya Allah swt memperlihatkan dalam alam semesta ini terdapat aturan yang sistematik dan menyeluruh. Itulah Allah swt memberikan pengajaran untuk memperhatikan alam ini, dan memang yang mendapatkan pelajaran itu hanya sebagian orang saja.</p>
<p><strong>&#8220;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan lanjut dan bumi (seraya berkata), Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.&#8221; (QS Ali-Imran (3):190-191)</strong></p>
<p>Allah swt menjelaskan dengan sangat jelas perihal pertumbuhan manusia dari mulai pencampuran sperma dengan sel telur, terus daging, sampai terbentuk menjadi bayi. Allah swt menjelaskan pertumbuhan tersebut dengan sangat baik dan jelas. Jadi sudah sepatutnya kita kaum muslimin jika mempunyai program/kerja/aktifitas tentunya harus dikelola dengan baik dalam tatacaranya.</p>
<p>Oleh karena itu, kita kaum muslimin tentunya berkeinginan untuk mendapatkan penjelasan terlebih dahulu, sebelum kita ini memberikan kritik yang akhirnya memberikan ketidakpahaman hal itu sendiri secara menyeluruh. Seorang Ulama sekalipun  yang faqih dalam satu perkara / satu bidang Ilmu Islam, bukan berarti beliau ini menguasai dengan baik bidang lainnya. Tetapi kita tentunya tetap harus menghormati seluruh Ulama dengan baik, jika terjadi kekeliruan. Karena ada satu pesan Nabi kita Nabi Muhammad SAW bahwa tandanya beriman kepada Allah swt dan hari akhir adalah menghormati hak-haknya Ulama kita kaum muslimin.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini telah begitu sistematik proses yang dilakukannya mulai dari akan pergi/khuruj sampai ke pulang kembali ke rumah masing-masing. Semua aktifitas itu disusun dengan rapi dan sistematik untuk menghasilkan hasil yang terbaik pula. Tatacara dalam usaha da&#8217;wah ini merupakan keterpaduan ataupun himpunan pelajaran Al-Islam menjadi satu model gerakan untuk menampilkan Al-Islam itu sendiri. Jadi jangan dianggap bahwa tatacara itu tidak mempunyai landasan Al-Quran dan As-Sunnah.</p>
<p>Dan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini sebenarnya sangat sederhana dan siapapun kaum muslimin tingkatan latar belakang, profesi, dan umur dapat mengikutinya dengan baik. Berbeda dengan tingkatan pendidikan dan kajian Islam, tidak semua latar belakang dan umur dapat mengikuti dengan baik. Oleh karena itu untuk memahami usaha da&#8217;wah dan tabligh ini kita sendiri perlu meluangkan waktu untuk khuruj/keluar dengan baik dan teratur.</p>
<p>Jadi bagi kami sangat mengherankan jika ada yang memberikan komentar ataupun kritik terhadap usaha da&#8217;wah ini dikarenakan tatacara dari usaha da&#8217;wah dan tabligh ini. Misalkan seperti waktu lama khuruj. Sudah sangat jelas bahwa waktu juga perlu dibuatkan keteraturan yang baik untuk mengelolanya. Karena orang yang mengikuti khuruj ini juga mempunyai hak dan tanggung jawab terhadap aktifitas-aktifitas lainnya yang perlu ditunaikan dengan baik pula. Bisa kita semua bayangkan jika  mendalami Al-Islam itu tidak diatur waktunya secara baik. Bisa tidak karuan hidup manusia jika tidak ada keteraturan dalam waktu itu.</p>
<p>Perihal waktu kami sudah jelaskan sebelumnya sebagai contoh. Kami sudah memberikan penjelasan bahwa semua kehidupan ini memerlukan keteraturan dengan baik. Dan Al-Quran dan As-Sunnah memperlihatkan itu dengan sangat jelas perihal kita perlu untuk menyusun segala aktifitas dengan keteraturan/tatacara yang baik.</p>
<p>Sehingga usaha da&#8217;wah dan tabligh yang telah menyusun tatacara/proses aktifitas da&#8217;wahnya itu merupakan hal yang ilmiyyah apakah secara dalil naqli ataupun dalil aqli. Dan <strong>tatacara aktifitas da&#8217;wah ini menjadi sebuah khazanah aktualisasi dari berbabagai sumber-sumber yang telah ditulis dalam kitab-kitab Para Ulama dulu</strong>. Dan bagi para penuntut ilmu, tentunya hal ini menjadi sebuah khazanah pendalaman yang menarik. Terimakasih.</p>
<p>(Insya Allah kami lanjut dalam bahasan lain)</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=299&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2010/01/16/mengherankan-jika-mengkritik-tatacara-usaha-dawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat-Menyurat Da&#8217;wah Dengan Abdul Qahhar</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/10/22/surat-menyurat-dawah-dengan-abdul-qahhar/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/10/22/surat-menyurat-dawah-dengan-abdul-qahhar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 02:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Abdul Qahhar Wrote:
Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.
dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.
rata-rata, sikap ahli tabligh yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abdul Qahhar Wrote:</p>
<p>Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.</p>
<p>dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.</p>
<p>rata-rata, sikap ahli tabligh yg tidak mahu membicarakan perihal isu dan tomahan ttg tabligh menjadikan org luar susah untuk menerima gerak kerja Tabligh ini.</p>
<p>setelah membaca blog ini, kebanyakkanya persoalan dalam diri saya telah terjawab berkenaan dengan perihal tabligh dari hukum syarak dan menjwab fatwa2 yang terlibat.</p>
<p>kami berharap pihak tuan dapat kembali aktif dlm blog ini untuk terus menerus memberikan kefahaman ttg JT ini sendiri.</p>
<p>harapan dari semua pihak agar semua jemaah dapat bersatu di atas nama Islam, dan berharap agar pimpinan tabligh turut mengesa ahli untuk belajar menerima bezanya jemaah Islam lain pula&#8230;</p>
<p>Maradhatillah</p>
<p><span id="more-260"></span>Sdr. Abdul Qadhar Yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p> 1. Para Ulama yang awal-awal terjun dalam usaha da&#8217;wah ini merupakan orang-orang yang hafidz dan juga alim dalam urusan ilmu hadits serta bidang ilmu Al-Islam lainnya. Maulana Ilyas Rah mengetahui juga perihal adanya pandangan kritis terhadap usaha da&#8217;wah ini, tetapi beliau tidak memberikan pandangan berimbang terhadap pandangan tersebut. Tentunya bagi beliau, apalagi yang mengangkat kembali usaha da&#8217;wah ini wujud, mempunyai pertimbangan-pertimbangannya.</p>
<p>Maulana Yusuf Rah juga mengetahui hal ini, beliau adalah seorang ahli hadist dan kita bisa mendapatkan karya beliau yang berkaitan dengan syarh hadist beliau yang dalam terhadap kitab hadits yang disusun Imam Thahawi Rah. Beliau sebagai orang alim, hafidz, dan juga penanggung jawab, serta juga penulis kitab, tentunya beliau perlu memberikan jawaban terhadap pandangan kritis, maka beliau menulis buku &#8220;Hayatush Shahabat&#8221;.</p>
<p>Kitab ini merupakan pensarian, terhadap topik-topik yang banyak diperbincangkan kaum muslimin terhadap usaha da&#8217;wah, sehinga beliau menjelaskan bahwa jika berkeinginan memahami usaha da&#8217;wah ini dengan baik maka hendaknya selalu berhubungan dengan sirah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA. Sirah-sirah ini tersebar dalam berbagai kitab, tidak hanya dalam kitab sirah itu sendiri. Bahkan dalam kitab hadist dan tafsir saja terdapat sirah.</p>
<p>Maulana Yusuf Rah mempersilahkan kepada siapapun, termasuk kepada kaum muslimin yang terlibat dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh sendiri, untuk menggali secara ILMIYYAH yang berkaitan dengan usaha da&#8217;wah. Dan kami sangat setuju dan senang, karena itu memberikan kelonggaran berpikir dan tidak menjadikan kaum muslimin yang terlibat sendiri menjadi katak dalam tempurung. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mendalami.</p>
<p>Artinya bagi kita sendiri, termasuk kami, perlu banyak memperlajari sirah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan para Shahabat RA. Allah swt dengan tegas dan jelas menjelaskan perihal ini, hanya saja kita kaum muslimin kurang memperhatikan dengan baik.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.&#8221; (QS Yusuf (2): 111)</p>
<p>Al-quran banyak sekali bercerita sirah, bahkan termasuk dialog yang penting antara Allah swt dengan para malaikat sendiri tercatat dengan baik, termasuk pembangkangan Iblish La&#8217;natullah.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">2. Sekarang ini sebenarnya telah banyak Ulama yang memberikan pandangan tertulis secara baik terhadap pandangan-pandangan yang tidak tepat, dan terdapat juga Ulama ini dari kalangan Ulama Arab sendiri. Bahkan kami telah mendapatkan beberapa tafsir ayat dari yang disampaikan dengan baik oleh seorang Dr. ahli tafsir, yang berkaitan dengan usaha da&#8217;wah ini. Penjelasan seperti ini disertai dengan perjalanan para Shahabat RA sendiri, sehingga beliau tetap mengikuti pola tafsir yang telah banyak ditulis para Ulama sebelumnya.</p>
<p>Tulisan-tulisan ini masih di kalangan masyarakat berbahasa Arab. Sehingga tentunya pertumbuhan ILMIYYAH ini akan terus tumbuh dengan sendiri. Karena sebenarnya sumber-sumber Al-Islam sudah begitu luas dan banyak yang ditulis para Ulama sebelumnya, seperti para Imam Mhadzab, para Imam Hadits, dsb.</p>
<p>Kami sering dinasehati sebelum mengenal usaha da&#8217;wah ini untuk selalu belajar Al-Islam. Itulah mungkin yang kami tidak pernah berhenti mencari dan mengkaji, apalagi para Ulama da&#8217;wah sering menekankan untuk meningkatkan ‘Jiwa Thalab&#8217;. Memang kami sendiri tidak mudah untuk mencari dalil dari sumber-sumber para Ulama yang berkaitan dengan usaha da&#8217;wah. Para Ulama da&#8217;wah tidak mau memberikan beban atau kesulitan terhadap kaum muslimin, sehingga dibuatlah pola yang sederhana dan setiap lapisan kaum muslimin dapat terlibat dengan baik.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">3. Kami bisa bayangkan bagaimana akan sulitnya kaum muslimin, jika para Ulama da&#8217;wah ini memberikan dalil-dalil secara detail. Jangan-jangan akan menyulitkan, dan akhirnya tidak produktif bagi kaum muslimin. Dan tentunya orang bijak akan melakukan yang bijak pula. Itulah yang kami senangi dan kagum. Dan kami temukan hal ini dari diri Rasulullah SAW dan para Shahabat RA.</p>
<p>Dan bahkan kami temukan dari kitab-kitab para Ulama dulu, hanya saja kita kurang memperhatikannya. Sebagai contoh saja, Imam Nawawi Rah beliau ini banyak menulis kitab dengan baik. Kitab-kitab itu memperlihatkan tingkatan bagi kaum muslimin sendiri. Apakah semua orang dapat membaca syarh Imam Muslim dan juga Majmu fatwanya? Tetapi beliau menulisan Riyadhush Sholihin, semua orang akan mudah membacanya.</p>
<p>Bagi siapapun, termasuk ahli da&#8217;wah, yang mau mendalami dalil-dalilnya yang berkaitan usaha da&#8217;wah dan tabligh, maka perlu meniru dengan baik bagaimana para Shahabat RA ataupun para Imam dalam mencari Ilmu. Jangan hanya mau disuapi saja, tetapi carilah ilmu itu. Kita harus meniru seperti Ibnu Abbas Ra ketika mau mendapatkan satu hadist, sampai beliau harus menunggu berjam-jam di rumah shahabat dikarenakan seorang shahabat ini sedang tidur. Atau seperti Imam Muslim, bagaimana beliau mencari ilmu dari berbagai kalangan dan sumber tentunya.</p>
<p>Sehingga kami mengikuti pesan guru-guru kami untuk terus belajar, dan juga para ulama da&#8217;wah yaitu untuk meningkatkan ‘Jiwa Thalab&#8217;. Dengan begitu kami akan lebih leluasa, karena tentunya para Ulama da&#8217;wah, seperti Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dsb, bukanlah ulama yang hanya asal-asalan dalam menetapkan kaidah-pola, tanpa melihat dan mempelajari dari sumber-sumber Ulama sebelumnya. Apalagi keduanya terlahir dari keluarga yang 800 tahun tidak terputus keulamaan di keluarganya. Dan hal ini sangat luar biasa.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">4. Kalangan kaum muslimin, apakah itu Ulama, ustadz, ataupun penuntut ilmu, yang banyak memberikan pandangan kritis, bagi kami hal itu merupakan anugrah yang tidak terduga. Di sinilah kami banyak bersyukur. Kenapa? Kalangan kaum muslimin banyak mempelajari, menulis dan mensarikan kitab-kitab secara aktif, tentunya tidak akan lepas dari sumber-sumber para Ulama sebelumnya.</p>
<p>Sudah dijelaskan bahwa para Ulama da&#8217;wahpun tidak lepas sumber-sumber Ulama sebelumnya, dan mungkin saja mendapatkan sumber yang sama dan tentunya pasti. Misalkan para Ulama tidak mungkin melepaskan diri dari sumber seperti kitab Imam Bukhari, ataupun Imam Muslim, atau Imam Abu Daud. Sehingga secara automatis akan terangkat berbagai sumber dengan baik.</p>
<p>Mungkin sdr. akan mencari dalil perihal sholat Isyraq (yang biasa dilakukan sekitar jam 6-an), mecari dalil ini tidak mudah. Meskipun Maulana Dzakariya Rah menuliskan dalam kitab fadhilah amal, tetapi beliau hanya mensarikannya. Bisa sdr. bayangkan bagaimana kita mencarinya? Karena kalangan kaum muslimin ini aktif menulis, membaca dan mensarikan kitab para Ulama, maka dengan sendiri akan terbentuk dalam bentuk topik-topik dan index. Sehingga akan lebih mudah. Dan kami temukan penjelasannya dengan baik dari kalangan kaum muslimin yang mungkin masih tidak sreg dengan usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Atau jika sdr. membaca kitab shohih pilihan yang disusun Syeikh Al-Banni Rah, di bagian pertama hadist di bawah nomor 5. Di bagian itu terdapat keterangan perihal tegaknya Al-islam. Dan wujudnya itu akan masuk ke setiap rumah dan lorong. Kira-kira bagaimana mewujudkannya kalau begitu?</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">5. Dalam menghadapi perbedaan dengan kaum muslimin lainnya kita perlu saling menghormati, tidak perlu meremehkan, tidak perlu menghina, dan tidak perlu mencibirkannya. Itulah Ikramul Muslimin yang sering disampaikan. Tetapi kita harus mempunyai keteguhan dengan keputusan kita sendiri, bahkan kita perlu dapat menjelaskannya secara ILMIYYAH dan HIKMAH. Sehingga tentunya kaum muslimin yang mempunyai pandangan berbeda pandangan itu akan mendapatkan PANDANGAN BERIMBANG secara ilmiyyah dan hikmah.</p>
<p>Apa yang dipesan salah seorang guru kami (sebelum kami mengikuti usaha da&#8217;wah) bahwa banyak sekali perbedaan di kalangan kaum muslimin yang memungkinkan menuju pada perpecahan di kalangan ummat, maka kami dianjurkan mendalami kitabnya perbedaan madzhab yang ditulis Ulama dulu. Dari sisi kami melihat hal itu untuk berpikiran yang luas dan ilmiyyah, dan Maulana Dzakaria Rah menulis hanya dalam satu perkara yaitu wudhu saja sudah perbedaan sampai 60. Kenapa dalam ahli da&#8217;wah ditekankan untuk tidak membahas Khilafiyyah, karena tidak mudah untuk membahas itu dan tidak banyak orang yang mampu membahas itu. Kalau salah akan mengakibatkan pertentangan tajam di kalangan kaum muslimin.</p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">6. Kami sama seperti sdr. banyak bertanya terhadap usaha da&#8217;wah ini. Tetapi kita harus mempunyai ‘Jiwa Thalab&#8217; untuk mencari, membaca, mensarikan dari sumber-sumber Al-Islam yang telah ditulis para Ulama sebelumnya, dan tentunya kita juga perlu banyak bertemu dengan para Ulama sendiri. Tujuan kita bukan untuk mengajak dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh, TETAPI untuk mencari ilmu al-Islam yang dapat mengarahkan kehidupan kita mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW.</p>
<p style="margin-left: 0in;">Tidak ada kesuksesan kecuali mengikuti perintah Allah swt dan Rasulullah SAW. Dan itulah para Shahabat RA telah membuktikannya. Maka Maulana Yusuf Rah menjelaskan untuk memahami usaha da&#8217;wah ini untuk mempelajari sirah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, karena beliau-beliau ini yang sudah sukses dan dijamin kesuksesannya. Orang bijak dan berpikiran jauh tentunya akan memilih jalur dari orang-orang yang sukses sebelumnya.</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: &#8220;Ta&#8217;atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.&#8221; (QS Ali-Imran (3):31-32)</em></p>
<p style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;">7. Insya Allah, kami akan berbagi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Jika ada yang keliru, maka tegurlah kami. Jika ada yang baik, ambilah dan pelajari kembali. Yang benar itu dari Allah swt, dan yang keliru itu dari kelemahan dan kekurangan kami. Kami tidak mempunyai kemampuan memberikan kepahaman, hanya Allah swt yang memberikan kepahaman terhadap usaha da&#8217;wah ini. Dan kami masih jauh dan masih banyak belajar dengan usaha da&#8217;wah ini. Terimakasih</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=260&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/10/22/surat-menyurat-dawah-dengan-abdul-qahhar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menurut Jamaah Tabligh, khuruj itu kewajiban bukan? Kalau dakwah, oke lah kewajiban setiap mukmin. Tapi metode khuruj ini kewajiban bukan?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/08/30/menurut-jamaah-tabligh-khuruj-itu-kewajiban-bukan-kalau-dakwah-oke-lah-kewajiban-setiap-mukmin-tapi-metode-khuruj-ini-kewajiban-bukan/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/08/30/menurut-jamaah-tabligh-khuruj-itu-kewajiban-bukan-kalau-dakwah-oke-lah-kewajiban-setiap-mukmin-tapi-metode-khuruj-ini-kewajiban-bukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 07:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan di myQuran:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,62873.msg1900611.html#msg1900611
Sdr. dan kawan-kawan,
Da&#8217;wah merupakan tanggung jawab kaum muslimin, dan metoda untuk menjalankan da&#8217;wah ini beragam untuk dilakukan. Tentunya orang-orang yang mempunyai akal dan berpikiran akan bertanya-tanya kenapa jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA bisa tersebar ke berbagai lapisan dan daerah, padahal di jaman itu tidak ada media seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan di myQuran:</p>
<h5>http://myquran.org/forum/index.php/topic,62873.msg1900611.html#msg1900611</h5>
<p>Sdr. dan kawan-kawan,</p>
<p>Da&#8217;wah merupakan tanggung jawab kaum muslimin, dan metoda untuk menjalankan da&#8217;wah ini beragam untuk dilakukan. Tentunya orang-orang yang mempunyai akal dan berpikiran akan bertanya-tanya kenapa jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA bisa tersebar ke berbagai lapisan dan daerah, padahal di jaman itu tidak ada media seperti yang sekarang, tidak ada TV, tidak internet, tidak ada radio? Kenapa di jaman itu bisa tersebar dengan luas, padahal juga jika dilihat di jaman itu awalnya sangat lemah dan jumlahnya sedikit? Kenapa hal itu terjadi?</p>
<p><span id="more-258"></span>Terus juga akan bertanya lagi kepada bangsa kita sendiri. Kenapa Al-Islam bisa tersebar di Indonesia? Bukankah di Indonesia mayoritas bukan beragama Islam sebelumnya, melainkan agama hindu ataupun anisme? Kenapa bisa tersebar di jaman itu? Islam tidak disebarkan melalui burung ataupun berita-berita di media? Kenapa bisa tersebar ke seluruh nusantara? Kenapa hal itu terjadi?</p>
<p>Kenapa meskipun media banyak, TV, Internet, Radio, tetapi kenapa banyak juga orang-orang muslim yang berpindah ke dalam agama lain? Kenapa hal itu bisa terjadi? Begitupun dengan orang Islam yang pergi ke Eropa, begitu pindah dulu-dulu banyak yang berubah, yang menggunakan jilbab akhirnya menggunakan celana bikini seperti mereka yang ada di Eropa kebanyakannya? Kenapa hal itu terjadi? Kenapa juga ada orang-orang Indonesia dari jawa yang pergi ke Australia, awalnya mereka itu sholat, tetapi lama-lama turun-turunan mereka lupa dengan agama Al-Islam yang mulia. Kenapa hal itu terjadi? Bukankah telah banyak kitab dicetak?</p>
<p>Khuruj itu salah satu metoda penyebaran, dan juga menyebarkan da&#8217;wah melalui media cetak/elektronik itu metoda juga. Kedua-duanya mempunyai peran dalam penyebaran Islam, tetapi tentunya kita harus memahami karakter-karakternya. Kita tidak mungkin melepaskan metoda yang satu, dikarenakan ada metoda lainnya. Begitupun kita tidak mungkin meninggalkan metoda yang asli, karena begitu banyak metoda pilihan lainnya. Metoda yang satu tentunya akan bersifat menyeluruh untuk ummat, tetapi metoda lainnya hanya bisa dijalankan secara pribadi-pribadi yang memang mampu.</p>
<p>Khuruj ini tentunya mempunyai pasangannya, oleh karena itu perlu juga memperhatikan pasangannya yaito maqomi sebagai tempat kita membuat kerja da&#8217;wah di tempat sendiri, sedangkan Khuruj untuk melakukan penyebaran da&#8217;wah Islam ke tempat lain. Khuruj ini jelas merupakan pola penyebaran yang asli, karena di jaman Nabi dan juga para Shahabat RA ini merupakan pola yang ada bahkan jika kita membaca kisah-kisah para Ulama, maka khuruj ini merupakan hal yang biasa, seperti halnya ketika penyebaran Islam di nusantara, tentunya para Ulama itu datang bukan dengan menyebarkan buletin ataupun media lainnya.</p>
<p>Tentunya aktifitas da&#8217;wah itu sendiri beragam ketika dijalankan ketika khuruj ataupun maqomi, tentunya juga perlu bertemu langsung dengan kaum muslimin khususnya ataupun manusia lainnya. Cukup aneh kita mengajak kaum agama lain, sedangkan kita tidak mengingatkan ummat kaum muslimin sendiri. Dalam da&#8217;wah ini tentunya ada yang disampaikan melalui (1) penjelasan umum secara ijtimaiyyah (ceramah umum), ada juga dalam bentuk (2) khususi bertemu ke kalangan yang khusus seperti alim, ustadz, sesepuh, ataupun masyarakat yang perlu dikunjungi (3) da&#8217;wah umumi dimana kita bertemu dengan kaum muslimin secara langsung apakah di rumahnya ataupun di jalanan, (4) da&#8217;wah secara infirodhiyyah, dimana bisa dari hati ke hati untuk menyampaikan agama ketika di masjid atau sedang tenang.</p>
<p>Khuruj dan aktifitas da&#8217;wah baru akan bermakna jika dilakukan bertemu langsung serta juga dengan biaya sendiri dan jiwa sendiri. Lalu kita berpikir, bagaimana dengan awalnya Al-Islam, apakah langsung bertemu? Jelas kita akan menjawab bertemu dengan langsung, dan tersebarnya melalui perjalanan itu sendiri.</p>
<p>Jadi Khuruj dan aktifitas da&#8217;wah langsung itu merupakan metoda asli yang tidak boleh berhenti untuk ummat Islam, tetapi bukan berarti metoda pilihan lainnya tidak perlu diperhatikan, seperti TV, Radio, CD dsb, tetapi metoda pilihan ini juga tidak boleh dijadikan sebagai pengganti dari metoda asli yang sebenarnya telah ada dari awal perjalanan da&#8217;wah Nabi kita sampai penyebarannya di Indonesia dulu.</p>
<p>Dan karena mulai ditinggalkan, maka begitu banyak kaum muslimin yang meninggalkan amal-amal agama kita sendiri. Sehingga jika banyak kaum muslimin menjalankan khuruj dan maqomi ini kurang lebih 100.000 rombongan setiap tahun, diharapkan masjid-masjid akan makmur dengan amal-amal agama dan banyak kembali kaum muslimin yang mengamalkan agama.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=258&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/08/30/menurut-jamaah-tabligh-khuruj-itu-kewajiban-bukan-kalau-dakwah-oke-lah-kewajiban-setiap-mukmin-tapi-metode-khuruj-ini-kewajiban-bukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa pusat usaha da&#8217;wah di India, tidak di Arab?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/08/30/kenapa-pusat-dawah-di-india-tidak-di-arab/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/08/30/kenapa-pusat-dawah-di-india-tidak-di-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 07:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan, dan kami mencoba berbagi pandangan dengan sdr. sekalian.
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Mari kita ungkap lebih dalam perihal pertanyaan ini, dan kita jangan termasuk seperti bani Israil yang menanyakan kenapa Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman itu terlahir dari Arab tidak dari bani Israil. Pertanyaan ini terlontar sangat wajar karena banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan, dan kami mencoba berbagi pandangan dengan sdr. sekalian.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum wr. wb.</p>
<p>Mari kita ungkap lebih dalam perihal pertanyaan ini, dan kita jangan termasuk seperti bani Israil yang menanyakan kenapa Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman itu terlahir dari Arab tidak dari bani Israil. Pertanyaan ini terlontar sangat wajar karena banyak Nabi lahir di kalangan bani israil, dan memang dari turunan Nabi Ishak As ini sangat banyak Nabi. Sedangkan dari Nabi Ismail As hanya satu Nabi saja, yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman.</p>
<p>Ummat Islam ini bukan hanya berada di arab, tetapi sudah sangat tersebar ke berbagai negara. Semua sejarah mencatat dengan baik perihal da&#8217;wah Abi Waqash RA sampai ke negera Cina. Atau kisah-kisah lainnya. Kita bisa bayangkan dengan pikiran yang normal, tanpa ada pesawat atau kendaran yang sangat hebat saat itu, tetapi kaum muslimin telah menembus negara-negara untuk menyampaikan agama Islam yang mulia ini. Jika kita perhatikan daratan yang ditempuh, gunung yang tinggi dan suhu yang dingin, tetapi mereka terus bergerak ke negara-negara jauh. Kira-kira SEMANGAT APA yang menjadikan mereka berani meninggal tanah air dengan waktu yang sangat panjang itu. Hal ini bisa terjadi karena PIKIR yang menghujam ke dalam diri mereka seperti mana PIKIR NABI untuk menyebarkan Islam ke seluruh daerah dan tempat. Apa PIKIR NABI itu? Allah swt dengan jelas dan lugas menjelaskan pikir dan kerisauan beliau itu dalam ayat Al-quran sendiri.</p>
<p><span id="more-256"></span>Perhatikan dengan ayat At-Taubah terakhir 128-129:</p>
<p><strong>&#8220;sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: &#8220;Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki &#8216;Arsy yang agung&#8221;. (At-Taubah: 128-129).</strong></p>
<p>Para Shahabat RA dan juga para Ulama dulu sangat memahami perihal risau ini, mereka ini menyelami kisah Nabi bagaimana ke thaif, mereka ini menyelami kisah Nabi ketika mengajak kaumnya sendiri di mekkah, mereka ini menyelami bagaimana hijrah Nabi ke Madinah, bagaimana keluarganya sendiri ada yang menghina dan mau merencanakan membunuhnya. PADAHAL apa yang diinginkan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang mulia ini. Sebuah keselamatan dan keimananan bagi ummat manusia. Nabi kita bukan mau harta yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya. Jadi para Shahabat dan juga para Ulama berani untuk berpergian yang jauh untuk menyebarkan Islam ini dengan harta dan jiwa mereka sendiri. Silahkan pelajari kisah-kisah penyebaran Islam ke Indonesia, dan terutama dengan kehadirannya orang-orang Arab di Indonesia. Kalangan Arab ini sangat berperan dalam penyebaran Islam, dan menurut sejarah banyak dari kalangan Hadramaut yang ke Indonesia.</p>
<p>Kemajuan kaum muslimin di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA yang signifikan yaitu setelah ditetapkannya tempat berhimpun dan menjalankan aktifitas ijtimaiyyah kaum muslimin, Masjid. Masjid ini yang menjadi titik central Utama di jaman itu. Bahkan banyak penjelasan tolok-ukur kaum muslimin dapat dilihat dari kedatangannya ke masjid. Dan banyak ayat dan juga hadist yang menjelaskan keutamaan terhadap masjid ini. Jika Allah swt dan juga Nabi kita menekankan perkara masjid, maka tentunya masjid ini mempunyai peran sangat penting bagi kehidupan kaum muslimin dari masa ke masa. Kita dapat mempelajari perihal keutamaan masjid dalam kitab yang ditulis para Ulama.</p>
<p>Sehingga siapapun di dunia ini yang dapat menjalankan aktifitas-aktifitas masjid itu dengan baik seperti mana yang terjadi di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Dan terutama dengan aktifitas da&#8217;wah Islam, karena da&#8217;wah Islam ini mempunyai dampak perubahan dari ketidaktaatan menjadi ketaatan itu sendiri. Kita kaum muslimin sangat dianjurkan untuk menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat yang mungkar. Dari jelas da&#8217;wah itu merupakan aktifitas untuk melakukan perubahan dari yang tidak diridhoi menjadi yang diridhoi Allah swt. Sehingga jika da&#8217;wah ini dijalankan di masjid, maka dengan sendirinya pesan dan kesan masjid itu akan masuk ke dalam rumah-rumah kaum muslimin. Dan da&#8217;wah ini tidak mungkin dijalankan kecuali dengan ijtimaiyyah jika dilakukan di masjid kita.</p>
<p>Ada satu ayat yang sebenarnya cukup penting dipelajari dengan baik, bagi kaum muslimin yang menjalankan aktifitas da&#8217;wah ini, yaitu Ali-Imran:104. Dalam ayat ini terdapat kata &#8220;waltakum minkum ..&#8221;, terdapat dua penjelasan terhadap ayat ini oleh kalangan Ulama yaitu &#8220;Membentuk sebagian dari kaum muslimin &#8230;.&#8221; Dan &#8220;Membentuk Ummat Islam sebagai Ummat Da&#8217;wah ..&#8221;. Tetapi keduanya pada prinsipnya adalah sama untuk mendorong aktifitas da&#8217;wah itu sendiri. Yang namanya &#8220;membentuk ..&#8221; tentunya mencetak atau menjadikan seseorang untuk terjun dalam da&#8217;wah. Jika dilakukan di masjid, maka secara kemestian perlu dilakukan tertibnya atau metodanya dengan baik. Dalam hal ini kita sendiri dapat menyusun  metodanya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, tetapi bukan berarti kita harus berpegang terus dengan prosedur kita jika ada yang membawa metoda yang lebih mudah dan menyeluruh.</p>
<p>Masjid Nabawi di Arab belum menjadikan sebagai pusat da&#8217;wah, tetapi masih dijadikan sebagai pusat pengajaran dan pendidikan (ta&#8217;lim) Islam. Karena tentunya para Ulama sendiri sangat memahami apa pengaruh (efek) dari da&#8217;wah itu sendiri. Da&#8217;wah itu akan memberikan perubahan ke setiap lingkungan masyarakat, dan tentunya akan memberikan dampak orang-orang untuk berdatangan ke masjid itu sendiri dengan sukarela. Kaum muslimin sekarang juga datang ke masjid Nabawi, itupun sebenarnya karena pengaruh da&#8217;wah (ajakan) meskipun caranya mungkin dari kata-kata ringan. Sehingga banyak juga kaum muslimin akhirnya untuk belajar di masjid Nabawi. Tetapi jika menjadikan pusat da&#8217;wah, maka akhirnya akan disebarkan ke berbagai negeri untuk menyebarkan Islam. Dan nantinya secara automatis akan banyak orang datang ke masjid Nabawi ini, dan seterusnya kembali menyebarkan Islam. Dan akhirnya menggerakan semua aktifitas lainnya, seperti ta&#8217;lim, ibadah dan juga khidmat atau muamalat.</p>
<p>Waktunya akan datang, para Ulama di arab sendiri terutama yang mendukung usaha da&#8217;wah dan tabligh seperti Syeikh Abu Bakar Al-Jazairi juga sangat paham ini, tetapi perlu mempertimbangkan dengan hikmah dan dalam. Oleh karena itu beliau sendiri hanya menjelaskan ketika ditanya perihal usaha da&#8217;wah di masjid itu, bahwa usaha da&#8217;wah ini merupakan mutiara di akhir jaman. Jadi pengaruh da&#8217;wah dan ta&#8217;im sangat berbeda hasilnya. Waktunya akan datang dengan sendirinya, ketika sudah siap semuanya. Jika tidak, maka akan sangat mudah dihancurkan da&#8217;wah ini oleh musuh-musuh Islam itu sendiri. Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa perihal perahu merupakan pelajaran terpenting bagi kalangan ahli da&#8217;wah, agar semuanya berjalan dengan sederhana dan senyap, tetapi semuanya berjalan dengan jelas dan pasti. Pelajaran</p>
<p>Dan Maulana Ilyas Rah memulai dari masjid yang sangat sederhana di daerah Nizamuddin, dan sekarang tersebar ke seluruh dunia bahkan tembus negara-negara Eropa, Amerika dsb. Bahkan beberapa tahun yang silam kaum muslimin Inggris sangat berkeinginan membangun masjid markaz ini menjadi masjid yang indah dan besar, dan hal ini disampaikan kepada maulana Inamul Hasan Rah, tidak dapat diiijinkan oleh beliau. Dan bahkan beliau mendorong untuk membangun masjid besar dan megah di Inggris sendiri, dan hari ini menjadi perbincangan di Inggris akan menjadi masjid terbesar di Eropa yang dibangun kalangan da&#8217;wah dan tabligh. Dorongan Maulana Inamul Hasan Rah itu sekitar 15 tahun yang lalu.</p>
<p>Kita boleh berkeinginan dan merencanakan. Tetapi juga kita harus menyaqini bahwa Allah swt sendiri mempunyai rencana. Maulana Ilyas Rah hanya sebagai asbab saja untuk kaum muslimin, tetapi sebenarnya semua tertib itu telah tertulis dengan baik oleh para ulama dulu. Dan beliau ini hanya perangkai dari sumber-sumber itu yang saling berkaitan untuk menjadi sebuah model metoda da&#8217;wah dan tabligh, dan sekarang ijtihad itu telah banyak memberikan kesan dan pesan ke seluruh dunia, termasuk di kalangan arab sendiri termasuk para Ulama. Dan jika banyak mempelajari siapa Maulana Ilyas dan keluarganya. Kita akan mengetahui bahwa mereka juga merupakan turunan dari kalangan para Shahabat RA.</p>
<p>Thanks,</p>
<p>Haitan</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=256&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/08/30/kenapa-pusat-dawah-di-india-tidak-di-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa pelajaran bagi para da&#8217;i dan kaum muslimin</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 01:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Sdr. dan Teman-Teman,
Kami dan juga kawan-kawan sekalian sangat berkeinginan ummat ini menjadi baik dan terus mengalami proses pertumbuhan menuju yang terbaik. Insya Allah, keadaan itu dapat terjadi dengan ijin Allah swt. Ada beberapa point yang perlu diperhatikan bersama, agar proses pertumbuhan akan menuju pada tingkatan yang diharapkan bersama untuk ummat Islam kita ini.
1. Kaum muslimin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. dan Teman-Teman,</p>
<p>Kami dan juga kawan-kawan sekalian sangat berkeinginan ummat ini menjadi baik dan terus mengalami proses pertumbuhan menuju yang terbaik. Insya Allah, keadaan itu dapat terjadi dengan ijin Allah swt. Ada beberapa point yang perlu diperhatikan bersama, agar proses pertumbuhan akan menuju pada tingkatan yang diharapkan bersama untuk ummat Islam kita ini.</p>
<p>1. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, apapun bentuknya, apakah itu tulisan, ucapan, ajakan langsung dsb, tetaplah untuk selalu berniat memperbaiki diri dan mengikuti amal-amal Al-Islam yang disampaikan tersebut.</p>
<p>2. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, apapun bentuknya, maka tetap menjaga kehormatan kaum muslimin, dengan tidak merendahkan, tidak meremehkan, bahkan tidak membuka aib dari kekurangan kaum muslimin sdr. kita yang lain.</p>
<p>3. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, terutama kalangan pemuda dan pemudi Islam, tetaplah berbaik sangka kepada Ulama-Ulama dan tidak meremehkan dan merendahkan, meskipun berbeda pandangan dengan kita sendiri dalam satu perkara.</p>
<p>4. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, terutama kalangan pemuda dan pemudi Islam, tetap berhubungan dengan Ulama untuk menuntut Ilmu dengan baik dan teratur; dan hormatilah guru-guru kita dengan baik.</p>
<p>5. Kaum muslimin yang telah terjun dalam lapangan da&#8217;wah, tetaplah mengikuti majelis-majelis orang-orang sholeh dengan baik dan teratur. Kita perlu terbiasa berhubungan dengan orang-orang sholeh.</p>
<p>Insya Allah, ada jalan untuk kebaikan kaum muslimin.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=254&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/08/05/beberapa-pelajaran-bagi-para-dai-dan-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum Pengajaran melalui ta’lim fadhoil amal dan hayatush Shahabat</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/02/28/kurikulum-pengajaran-melalui-ta%e2%80%99lim-fadhoil-amal-dan-hayatush-shahabat/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/02/28/kurikulum-pengajaran-melalui-ta%e2%80%99lim-fadhoil-amal-dan-hayatush-shahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 16:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu dan Pengajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Fadhoil Amal]]></category>
		<category><![CDATA[hayatush shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[ 
Usaha da&#8217;wah dan tabligh merupakan satu bentuk pergerakan Islam yang cukup sangat dinamis di jaman sekarang ini. Tidak mungkin satu pergerakan tanpa mempunyai metodologi gerak secara ijtimaiyyah, termasuk juga kurikulum ataupun silabus pengajaran Al-Islam itu sendiri. Dan hal ini sudah menjadi hal yang umum dalam proses pengajaran memerlukan kurikulum dan silabus itu sendiri, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   AR-SA </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p>Usaha da&#8217;wah dan tabligh merupakan satu bentuk pergerakan Islam yang cukup sangat dinamis di jaman sekarang ini. Tidak mungkin satu pergerakan tanpa mempunyai metodologi gerak secara ijtimaiyyah, termasuk juga kurikulum ataupun silabus pengajaran Al-Islam itu sendiri. Dan hal ini sudah menjadi hal yang umum dalam proses pengajaran memerlukan kurikulum dan silabus itu sendiri, dan dengan sendirinya akan juga berhubungan sumber-sumber buku yang menjadi bacaannya.</p>
<p>Kami yang sempat berhubungan perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum dan silabus, serta juga ma&#8217;had Islam sendiri, maka kurikulum dan silabus mempunyai peran yang cukup penting untuk mencapai tujuan yang hendak dicapainya dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk usaha da&#8217;wah dan tabligh, begitupun juga kami kira dengan ma&#8217;had atau madrasah Islam lainnya.</p>
<p><span id="more-238"></span>Kitab-kitab yang ditulis para Ulama dulu sangat banyak sekali, dan tidak mungkin dapat dipelajari dan diajarkan seluruhnya kepada kaum muslimin. Sehingga diperlukan penyusunan yang bersesuaian dengan sasaran yang hendak dicapainya dalam pengajaran itu sendiri. Para Ulama yang berkecimpung dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh sendiri banyak menulis kitab-kitab yang cukup tebal, TETAPI tidak semua bacaan itu menjadi bahan bacaan secara ijtimaiyyah.  Bahkan jika membawanya saja mungkin sudah cukup sulit ketika mengadakan khuruj.</p>
<p>Pengajaran yang ditekankan adalah untuk memahami bahwa kesuksesan dunia dan akherat jika mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi apa yang dilarangnya, serta menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupannya secara 100%. Dan untuk memudahkan hal ini perlu dijelaskan perihal sifat-sifat utama yang dimiliki para Shahabat RA, dan ditekankan pada enam sifat utama. Sehingga pelajaran kisah-kisah Shahabat RA tentunya dengan Rasulullah SAW menjadi pelajaran yang sangat rutin.</p>
<p>KItab Hayatush Shahabat, susunan Maulana Yusuf Rah, merupakan kitab yang banyak dibaca ketika di malam markaz. Kitab ini terdiri dari 3 jilid tebal, mengisahkan perihal Rasulullah SAW dan para Shahabat RA dalam hal ibadah, da&#8217;wah, jihad, pengorbanan, ijtimatiyyah, belajar-mengajar, ikramul muslimin, akhlaq dsb. Dan khusus dalam bab pertama dijelaskan yang sangat penting yaitu ketaatan kepada Allah swt dan Rasulullah SAW, dan juga mengikuti para Shahabat RA.</p>
<p>Kitab hikayat para Shahabat, susunan Maulana Dzakaria Rah, kitab ini biasanya dibundle dalam kitab fadhoil amal. Kitab ini banyak dibaca kalau sedang keluar dan juga di rumah atau di masjid. Disamping itu terdapat beberapa kitab fadhilah yaitu Sholat, Dzikir, Quran, Tabligh, Ramadhan. Semuanya disatukan biasanya dalam kitab fadhoil amal. Tetapi bacaan kitab fadhilah Ramadhan, biasanya dilakukan ketika keluar di bulan ramadhan ataupun mau menghadapi bulan ramadhan.</p>
<p>Terdapat juga kitab Al-Muntakhabatul Hadist, susunan Maulana Yusuf Rah, merupakan kitab pilihan ayat dan hadist yang berkaitan dengan enam sifat Shahabat (enam prinsip). Disamping tersebut terdapat buku yang kadangkala dipergunakan ketika khuruj, kecuali di daerah timur tengah lebih banyak dipergunakan, kitab itu adalah Kitab Riyadhush Sholihin, susunan Imam Nawawi Rah.</p>
<p>Terdapat pelajaran yang sering diulang, kalaupun terdapat kitabnya tetapi kitab ini hampir tidak dibaca secara ijtimatiyyah tetapi dibaca secara infirodhiyyah, pelajaran ini adalah enam sifat Shahabat, juga ushul-ushul da&#8217;wah dan adab-adab Islam.</p>
<p>Ada juga kitab fadhilah Shodaqah dan Haji, disamping tersebut ada kitab fadhilah lainnya, fadhilah dagang,  yang ditulis oleh Maulana Dzakaria, ataupun perihal kajian terhadap pendalaman da&#8217;wah dalam kerja da&#8217;wah dan tabligh, bahkan terdapat beberapa buku yang ditulis oleh para ustadz di Indonesia. Tetapi hal itu bukan menjadi sebuah bacaan yang bersifat ijtima&#8217;iyyah, tetapi infirodhiyyah. Artinya belum tentu ahli da&#8217;wah sendiri mempunyai buku-buku itu.</p>
<p>Bacaan Ijtimaiyyah hampir sama ketika khuruj, ataupun di rumah atau masjid. Tetapi pelajaran infirodhiyyah merupakan bacaan untuk meningkatkan kualitasnya sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. TENTUNYA seseorang yang mempelajari bacaan buku-buku secara individu ini akan memberikan kesan secara langsung kepada jama&#8217;ah itu sendiri. Karena ketika bayan, ataupun taqrir, seseorang yang mempunyai pengetahuan dan pendalaman luas akan menyampaikannya sesuai dengan kepahamannya. TETAPI kerangkanya tidak keluar dari kerangka ijtimaiyyah.</p>
<p>Pelajaran Infirodhiyyah merupakan proses belajar-mengajar yang dilakukan atas kemampuan dan keinginan sendiri. Sehingga dapat saja seseorang mengikuti kurikulum atau silabus yang dibangun oleh satu ma&#8217;had yang lainnya, misalkan mengikuti pelajaran kitab shohih bukhari dan muslim, atau pelajaran fiqh Imam Syafi&#8217;I, dsb. Pelajaran ini akan menambah kepahaman dan kualitas sendiri dari yang mengikutinya.</p>
<p>Para Ulama yang menjalankan usaha da&#8217;wah ini cukup lama memahami bahwa ijtimaiyyah tidak dapat mengantikan infirodhiyyah, begitupun infirodhiyyah tidak dapat menggantikan ijtimaiyyah. Sehingga para ulama atau masyaikh da&#8217;wah mendorong untuk meningkatkan jiwa tholab dalam mencari ilmu, tetapi untuk ijtimaiyyah para Ulama melakukannya melalui musyawarah-musyawarah secara berkesinambungan dan tentunya perlu memperhitungkan dengan baik.</p>
<p>Kitab yang dibaca terutama ketika keluar/khuruj fi sabilillah, di masjid atau di rumah yaitu:</p>
<p>1.       Bundel Buku-Buku Fadhilah Amal:</p>
<p style="padding-left: 30px;">a.       Fadhilah sholat, Maulana Dzakaria</p>
<p style="padding-left: 30px;">b.      Fadhilah dzikir, Maulana Dzakaria</p>
<p style="padding-left: 30px;">c.       Fadhilah quran, Maulana Dzakaria</p>
<p style="padding-left: 30px;">d.      Fadhilah tabligh, Maulana Dzakaria</p>
<p style="padding-left: 30px;">e.      Fadhilah ramadhan, Maulana Dzakaria</p>
<p style="padding-left: 30px;">f.        Kisah-kisah para Shahabat RA, Maulana Dzakaria</p>
<p>g.       Keruntuhan Ummat Islam dan Cara Perbaikannya, Maulana Ihtisamul Hasan</p>
<p>2.       Hayatush Shahabat, Maulana Yusuf (kitab 3 jilid tebal)</p>
<p>3.       Kitab Hadits-Hadits Pilihan, Maulana Yusuf</p>
<p>4.       Kitab Riyadhush Sholihin, Imam Nawawi</p>
<p>5.       Fadhilah Haji, Maulana Dzakaria</p>
<p>6.       Fadhiah Shodaqah, Maulana Dzakaria</p>
<p>Pengajaran melalui ta&#8217;lim fadhoil amal dan hayatush Shahabat memberikan pendekatan yang lebih mudah diserap oleh semua lapisan kaum muslimin. Tidak hanya untuk semua lapisan tertentu, misalnya hanya untuk kalangan penuntut ilmu atau santri madrasah, tetapi semua lapisan dapat melibatkan diri dengan baik, apakah itu pelajar, apakah itu petani, apakah itu pedagang, apakah itu dokter, dsb. Dan semua Nampak dengan jelas kalau kita melibatkan diri dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh atau juga menghadiri ijtima&#8217;i-ijtima&#8217;I pertemuan yang dilaksanakan, semua lapisan kaum muslimin dapat melibatkan diri, atau juga ketika khuruj fisabilillah.</p>
<p>Biasanya jika semangat telah tumbuh, maka seseorang berusaha untuk meningkatkan kualitas pemahaman melalui kitab lainnya: kitab fiqh Islam, buku-buku berkaitan dengan usaha  da&#8217;wah dan tabligh, do&#8217;a-do&#8217;a harian. Beberapa tulisan kecil yang sangat erat dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh ini yang dapat meningkatkan pikir yaitu:</p>
<p>1.       Keruntuhan Ummat Islam dan Cara Perbaikannya, Maulana Ihtisamul Hasan</p>
<p>2.       Penderitaan Ummat dan Penyelesaiannya, Maulana Dzakaria</p>
<p>3.       Perasaan Ummat seruan Maulana Yusuf</p>
<p>4.       Sebuah Seruan Kepada Kaum Muslimin, pesan disampaikan Maulana Ilyas dalam konferensi seluruh Ulama Indoa dan pemimpin politik Muslim</p>
<p>5.       Enam Prinsip Tabligh, Maulana Ishaq Elahi</p>
<p>6.       Malfudhat Maulana Ilyas, Maulana Manzoor Nu&#8217;mani</p>
<p>Tulisan-tulisan di atas ini merupakan bahan bacaan infirodhiyyah, dan tidak dilakukan secara ijtimaiyyah. Disamping mungkin saja untuk meningkatkan kualitas pendalamannya, misalkan melalui kajian tafsir Quran, Syarh Hadits, dsb. Peningkatan infirodhiyyah tentunya akan banyak memberikan pengaruh ijtimaiyyah, begitupun ijtimaiyyah akan banyak memberikan dorongan terhadap infirodhiyyah.</p>
<p>Bagi kaum muslimin yang mempunyai kemampuan tentunya juga sebaiknya mempunyai kurikulum ataupun silabus untuk pendalaman-pendalaman Islam lainnya, sehingga pendalaman tersebut mempunyai arah dan sistematika yang jelas dan beraturan. Dan beberapa kitab perihal Ilmu selalu menjelaskan kurikulum dan silabus pengajaran Islam dengan baik, hal ini untuk menghindari pengajaran yang tidak beraturan dan tidak terstruktur.</p>
<p>Meskipun seperti itu sasaran utama dari ta&#8217;lim wat ta&#8217;allum dalm usaha da&#8217;wah dan tabligh ini adalah bagaimana menghidupkan amal agama 100% dalam kehidupan kita sebagai muslim. Bukan menjadikan buku-buku itu sebagai tumpukan yang tidak ada artinya, jangan sampai seperti perumpaan keledai yang membawa tumpukan kitab yang tidak memberikan kesan sama sekali.</p>
<p>Sekian penjelasan dari analisa dan sintesa kami pribadi berkaitan dengan Kurikulum Pengajaran melalui ta&#8217;lim fadhoil amal dan hayatush Shahabat, dan juga berkaitan dengan usaha da&#8217;wah dan tabligh juga. Kami akan lanjutkan dalam tulisan lainnya, beberapa pesan yang disampaikan maulana Ilyas Rah yang berkaitan dengan ilmu. Sehingga kita kaum muslimin dapat memperhatikan hikmah yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Terimakasih</p>
<p><script type="text/javascript"></script></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=238&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/02/28/kurikulum-pengajaran-melalui-ta%e2%80%99lim-fadhoil-amal-dan-hayatush-shahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adakah dakwah syaikh maulana itu sesuai sunah, adakah rasulullah menentukan hari tertentu?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/02/25/adakah-dakwah-syaikh-maulana-itu-sesuai-sunah-adakah-rasulullah-menentukan-hari-tertentu/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/02/25/adakah-dakwah-syaikh-maulana-itu-sesuai-sunah-adakah-rasulullah-menentukan-hari-tertentu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 01:45:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[rahmatan lil'alamin]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Adakah dakwah syaikh maulana itu sesuai sunah, adakah rasulullah menentukan hari tertentu, saya kira itukan hanya peraturan yang ada di JT aja !
Pertanyaan di atas itu merupakan satu hal yang disampaikan melalui http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/#comment-391.
Kepada Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt,
Mudah-mudahan kita semua berada dalam lindungan dan rahmat Allah swt, karena perkara ini merupakan hal yang sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Adakah dakwah syaikh maulana itu sesuai sunah, adakah rasulullah menentukan hari tertentu, saya kira itukan hanya peraturan yang ada di JT aja !</strong></p>
<p>Pertanyaan di atas itu merupakan satu hal yang disampaikan melalui http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/#comment-391.</p>
<p>Kepada Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Mudah-mudahan kita semua berada dalam lindungan dan rahmat Allah swt, karena perkara ini merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita yang sementara ini. Sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat RA, dan juga kepada pengikutnya yang setia sampai akhir jaman.</p>
<p>Pertanyaan &#8220;Apakah metoda da&#8217;wah Maulana Ilyas Rah ini sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW?&#8221; merupakan pertanyaan yang sering disampaikan. Mari kita ungkap bersama dalam hal ini dengan analisa dan sintesa terhadap perjalanan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Perjalanan ini perlu dibagi ke dalam dua sisi perjalanan sejarah yaitu Mekkah dan Madinah, dan titik perpaduan dua sisi ini adalah hijrah itu sendiri.</p>
<p><span id="more-231"></span>Kita memulai dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menguraikan hal-hal yang perlu diketahui bersama ketika masa mekkah, sebelum menjawab pertanyaan di atas.</p>
<p><em>Bagaimana cara da&#8217;wah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA ketika jaman itu?</em></p>
<p><em>Apakah Nabi kita menyampaikan da;wah Islam kepada masyarakat di mekah dan thaif melalui selembaran, brosur, ataupun media lainnya? </em></p>
<p><em>Apakah Nabi kita melakukan da&#8217;wah ini bertemu langsung dengan masyarakat di jaman itu?</em></p>
<p><em>Bagaimana yang dilakukan Abu Bakar RA ketika sudah masuk Islam, dan bagaimana da&#8217;wah yang disampaikannya?</em></p>
<p><em>Apakah beliau, Abu Bakar RA, menggunakan surat atau selembaran untuk menyampaikan da&#8217;wahnya? Atau bertemu langsung dengan kalangan manusia di saat itu?</em></p>
<p><em>Apakah Rasulullah SAW bertemu dengan kumpulan manusia dari tempat ke tempat ketika beliau menyampaikan Islam di Mekkah atau beliau diundang? </em></p>
<p><em>Apakah Abu Bakar RA ini suka membantu da&#8217;wah Nabi kita sebagai pengarah kepada kaum-kaum di sekitar mekkah itu? </em></p>
<p><em>Apakah Nabi kita ketika menyampaikan da&#8217;wah di thaif dengan berbatas waktu?</em></p>
<p><em>Bagaimana cara Nabi kita da&#8217;wah di Thaif, meskipun akhirnya beliau dilempari dengan batu? Apakah beliau ini mengundang, atau beliau bertemu dahulu dengan para pemimpin di sana kemudian bertemu dengan masyarakat umum? </em></p>
<p><em>Apakah Nabi kita mengutus Musyaib bin Umair RA menyampaikan da&#8217;wah dan pengajaran Islam ke Madinah ini ditetapkan waktunya?</em></p>
<p><em>Bagaimana cara da&#8217;wah Musyaib Bin Umair RA di Madinah, ketika diutus Nabi kita, Nabi Muhammad SAW?</em></p>
<p><em>Apakah da&#8217;wah Nabi kita dengan harta sendiri?</em></p>
<p><strong>Dan masih banyak pertanyaan dapat diungkap di sini untuk melakuakn ekplorasi sejarah perjalanan da&#8217;wah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA ketika waktu mekkah. Selanjutnya kita bertanya ketika waktu madinah. </strong></p>
<p><em>Apa yang disiapkan Nabi Kita, Nabi Muhammad SAW, ketika sampai di madinah pertama kali? Apakah rumah beliau atau masjid terlebih dahulu?</em></p>
<p><em>Apa yang dilakukan oleh beliau ketika di Madinah, terutama di masjid Nabawi itu?</em></p>
<p><em>Bagaimana cara Nabi kita menyampaikan da&#8217;wah Islam ke kampung lainnya? Apakah melalui surat atau bagaimana?</em></p>
<p><em>Apa yang dilakukan shahabat di rumah-rumah mereka ini? </em></p>
<p><em>Apakah Nabi mengirim orang-orang ke pemimpin bangsa lain untuk mengajak masuk Islam? Bagaimana sampai kesana? Dan apa yang diucapkan para Shahabat RA ketika itu?</em></p>
<p><em>Apakah para Shahabat RA ketika berpergian jihad/da&#8217;wah dengan harta sendiri atau harta orang lain?</em></p>
<p><strong>Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui sejarah di waktu itu untuk lebih mengenal dengan dekat sejarah Nabi bagaimana menjalankan da&#8217;wah itu.</strong><em> </em></p>
<p>Kami sebutkan di bawah ciri da&#8217;wah maulana Ilyas :</p>
<p>1. Berbasis di masjid</p>
<p>2. Bertemu langsung dengan kaum muslimin</p>
<p>3. Mengetuk dari rumah ke rumah</p>
<p>4. Melakukan perjalanan ke masjid-masjid kaum muslimin</p>
<p>5. Melakukan secara infirodhi dan ijtima&#8217;iyyah (jama&#8217;ah/rombongan)</p>
<p>6. Mengeluarkan dengan harta dan jiwa sendiri. (Catatan: Silahkan perhatikan dalam al-quran, ini merupakan tertib yang kurang banyak diperhatikan kaum muslimin)</p>
<p>7. Belajar langsung dalam perjalanan atau dalam bentuk mudzakarah</p>
<p>8. Membiasakan musyawarah untuk merencanakan kerja</p>
<p>dan masih banyak lagi yang tidak dapat dijelaskan. Dan hal itu kita dapat mulai melakukan kajian terhadap pertanyaan semula: &#8220;apakah metodologi ini sangat dekat dengan cara-cara da&#8217;wah yang dibangun oleh Rasulullah SAW?&#8221;</p>
<p><strong>Da&#8217;wah ini masih merupakan alif, ba, ta, dan masih panjang perjalanan da&#8217;wah ini untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan Lil &#8216;Alamin. Karena kita kaum muslimin semuanya belum bersedia, risau, dan berpikir hidayah Islam sebagai rahmatan Lil&#8217;alamin, sehingga seluruh ummat manusia mengabdi kepada Allah swt dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. </strong></p>
<p><strong>Dan untuk lebih mengetahui, sebenarnya dipersilahkan untuk keluar/khuruj dengan waktu yang sesuai dengan waktu yang dimilikinya</strong>.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=231&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/02/25/adakah-dakwah-syaikh-maulana-itu-sesuai-sunah-adakah-rasulullah-menentukan-hari-tertentu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ustadz Berdo&#8217;a Untuk Dipilih Dalam Usaha Da&#8217;wah Atau Menghancurkan Usaha Da&#8217;wah ini</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/02/11/ustadz-berdoa-untuk-dipilih-dalam-usaha-dawah-atau-menghancurkan-usaha-dawah-ini/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/02/11/ustadz-berdoa-untuk-dipilih-dalam-usaha-dawah-atau-menghancurkan-usaha-dawah-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 01:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[da'wah sampai mati]]></category>
		<category><![CDATA[do'a]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah swt,
Al-Islam merupakan agama yang penuh dengan rahmat, dan hal ini sebenarnya menjadi tanggung jawab setiap individu kaum muslimin untuk menjadikan Al-Islam ini menjadi rahmatan Lil&#8217;alamiin. Kita hendaknya menjadi asbab atas hidayah Allah swt untuk seluruh Ummat manusia, sedangkan keputusan hidayah berada dalam kehendak Allah swt. Itu yang dikenhendaki Allah swt, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah swt,</p>
<p>Al-Islam merupakan agama yang penuh dengan rahmat, dan hal ini sebenarnya menjadi tanggung jawab setiap individu kaum muslimin untuk menjadikan Al-Islam ini menjadi rahmatan Lil&#8217;alamiin. Kita hendaknya menjadi asbab atas hidayah Allah swt untuk seluruh Ummat manusia, sedangkan keputusan hidayah berada dalam kehendak Allah swt. Itu yang dikenhendaki Allah swt, kita hanya diminta untuk berusaha dalam asbab hidayah Allah swt.</p>
<p>Di bawah ini merupakan pandangan yang disampaikan melalui blog kami (http://usahadawah.com/2008/12/04/kabar-dusta-dan-fitnah-ahli-usaha-dakwah-dan-tabligh-menyembah-kuburan-di-markas-nizhamuddin/#comment-212), mudah-mudahan pandangan ini dapat bermanfaat:</p>
<blockquote><p>Assalamu alaikum !<br />
Ana pernah khuruj, dan kebetulan amir ana adalah seorang ustadz dari salah satu pergerakan Islam. Beliau sebelum kenal usaha dakwah adalah orang yang sangat benci dengan tabligh akibat mendengar keterangan yang salah tentang tabligh. Alhamdulillah, Allah telah bukakan jalan sehingga beliau bisa ambil bagian dan ikut serta berjuang menghidupkan agama ke seluruh alam.Ada satu doa yang beliau ajarkan yang sampai sekarang masih ana amalkan, doa itu bunyinya ” <strong>Ya Allah, kalau memang usaha tabligh ini adalah usaha yang engkau ridhai, maka ikutkan juga aku ya Allah sampai mati dan jadikan usaha dawah ini menyebar ke seluruh alam, tapi kalau usaha dawah ini adalah usaha yang salah dan engkau murkai, maka janganlah ikutkan saya, dan hancurkanlah usaha ini </strong>“. Alhamdulillah, sampai sekarang ana masih istiqomah dalam usaha ini, dan niat ke IPB bulan juli nanti, insya Allah !. Untuk yang benci atau belum paham dengan tabligh silahkan amalkan doa tersebut dengan hati yang ikhlas…wassalam</p></blockquote>
<p>Kami percaya dengan kaum muslimin, terutama para Ulama atau ustadz, yang telah memberikan pandangan terhadap usaha da&#8217;wah ini sebagai bentuk nasehat agar kita kaum muslimin selamat di dunia dan akherat. Jika kita mempunyai perasaan yang bersih dan hanya Allah swt sebagai tujuan hidupnya, maka mintalah kepada Allah swt seperti mana ustadz itu berdo&#8217;a. Insya Allah, kita semua mendapatkan apa yang menjadi niat kita yang ikhlash.</p>
<p>Terimakasih</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=226&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/02/11/ustadz-berdoa-untuk-dipilih-dalam-usaha-dawah-atau-menghancurkan-usaha-dawah-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Kedok Jemaah Tabligh, bagian 5 (Habis)</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 01:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : http://imanyakin.wordpress.com/2008/08/13/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/
MENGAPA HARUS KE INDIA DAN PAKISTAN BUKAN KE MEKKAH ATAU MADINAH ?
Banyak anggota mereka yang telah menghabiskan harta mereka agar dapat datang ke India dan Pakistan belajar cara kerja dakwah yang asal. Sampai-sampai orang jual rumah, kendaraan, ternak, atau kehilangan modal usaha gara-gara ingin pergi ke sana. Bahkan dalam ceramah-ceramah mereka di markaz [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber : http://imanyakin.wordpress.com/2008/08/13/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/</p>
<p><strong>MENGAPA HARUS KE INDIA DAN PAKISTAN BUKAN KE MEKKAH ATAU MADINAH ?</strong></p>
<p>Banyak anggota mereka yang telah menghabiskan harta mereka agar dapat datang ke India dan Pakistan belajar cara kerja dakwah yang asal. Sampai-sampai orang jual rumah, kendaraan, ternak, atau kehilangan modal usaha gara-gara ingin pergi ke sana. Bahkan dalam ceramah-ceramah mereka di markaz pusat maupun daerah selalu diakhiri dengan ajakan untuk pergi ke sana. Ada apa gerangan ?</p>
<p>Beredar di tengah masyarakat bahwa kiblat mereka jemaah tabligh bukan ke ka&#8217;bah, mereka tak mau pergi haji, haji mereka ke India Pakistan, dsb.</p>
<p><span id="more-50"></span>Orang tua di antara mereka mengatakan kami datang ke INDIA PAKISTAN untuk belajar ke tempat yang sudah hidup amal DAKWAH, bukan untuk beribadat di sana. Ada juga yang mengatakan sebagaimana orang ingin belajar sepak bola harus ke BRAZIL dan INGGRIS karena sudah sukses menjadi juara dunia. Begitu pula belajar HADITS orang perlu ke MADINAH, belajar qiraat ke MESIR, belajar madzhab Imam Syafi&#8217;I ke negeri MELAYU, belajar WAHABY ke ARAB SAUDI, belajar madzhab Hanafy ke KHURASAN. Maka apa salah kami belajar DAKWAH ke INDIA dan PAKISTAN karena di negeri itulah hidup amal dakwah.</p>
<p>Masjid banyak yang hidup 24 jam tidak seperti di Negara lain masjid banyak di kunci termasuk di MAKKAH dan MADINAH jika tak musim haji terkunci. (Penyalin : Rumah Allah DIKUNCI!!?) Padahal Rasulullah saw mulai kerja dari Masjid Nabawi yang hidup dengan amal 24 jam. Di Reiwind amalan hidup 24 jam sebagaimana Masjid Nabawi dahulu di zaman Rasulullah saw.</p>
<p>Ada juga di antara mereka yang katakan : Kami ke INDIA mau lihat sejarah bagaimana hasil kerja dakwah yang dibuat oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A terhadap orang MEWAT. Suatu kampung pemakan bangkai, tidak mengenal Allah, tak pernah ibadah, sampai menjadi kampung yang penuh kesalehan.</p>
<p>Yang lain mengatakan banyak orang yang menuduh kami haji ke Pakistan bukan ke Mekah terkadang mereka sendiri belum berhaji. Lihatlah di markaz kami, di sana para hujjaj tak pernah di panggil Pak Haji, bahkan mereka berkali-kali haji, ini bisa dibuktikan jika kita Tanya para AHLI SYURA mereka rata-rata lebih dari 3 kali ke haji.</p>
<p>Di antaranya juga katakan : Kami datang untuk Shuhbah (berteman rapat / bershahabat untuk mengambil manfaat dari ILMU maupun AMAL) dengan ulama-ulama yang telah banyak berkorban dalam kerja dakwah, dan melihat kisah nyata kehidupan mereka yang telah jadikan dakwah sebagai MAKSUD HIDUP. Sebab jika kami tidak lihat mereka hanya baca tentang dakwah maka tak akan bisa kami terapkan.</p>
<p>Sebagaimana penjahit yang hanya membaca buku bagaimana cara menjahit jas tetapi tak pernah lihat bagaimana jas dibuat oleh penjahit yang lebih senior maka tak mungkin bias jahit. Memang kalau kita mau jujur mengamati kepergian mereka ke India dan Pakistan tak merubah cara ibadah, dan cara mu&#8217;asyaroh mereka, artinya tidak ada misi madzhab ataupun aliran yang dibawa. Mereka malahan lebih tenggelam dalam masyarakat dan memikirkan keadaan mereka yang jauh dari agama. Mereka shalat berjamaah dengan orang banyak, cara shalat pun tak berikhtilaf dengan umat Islam lainnya hanya saja mereka lebih menekankan sholat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid.</p>
<p>Jadi kebanyakan tuduhan-tuduhan orang terhadap mereka kebanyakan hanya ikut-ikutan dan mencari-cari celah kesalahan tanpa melihat perubahan yang terjadi terhadap orang yang pulang dari sana.</p>
<p><strong>BEBERAPA KRITIKAN TERHADAP JEMAAH TABLIGH</strong></p>
<p>Kalau kita mau jujur melihat kritikan yang beredar sejak awal usaha didirikan oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A, maka kita akan dapati kritikan dengan materi yang sama. Karena usut punya usut selalu bersumber dari kitab yang sama yang selalu dijadikan topik yang berulang-ulang. Di antara kritikan yang berulang-ulang itu adalah :</p>
<p>1.      Mereka tak memiliki Tauhid Uluhiyyah hanya membicarakan Tauhid Rubbubiyyah saja.</p>
<p>2.      Mereka memiliki kebiasaan TAWAF di kuburan.</p>
<p>3.      Masjid-masjid mereka di dalamnya ada kuburan.</p>
<p>4.      Buku Fadhilah amal mengandungi hadits-hadits dhoif.</p>
<p>5.      Mereka ahli bid&#8217;ah di dalam ibadah.</p>
<p>6.      Dakwah mereka kepada hal yang rendah yaitu shalat bukan dakwah untuk murnikan agama yakni anti terhadap bid&#8217;ah sehingga tak beresiko seperti Rasulullah saw.</p>
<p>7.      Mereka merupakan gerakan sufi modern.</p>
<p>8.      Tinggalkan anak istri dan tidak mengurusnya adalah suatu kedzoliman</p>
<p>9.      Mereka dakwah tanpa ilmu sehingga berbahaya untuk umat Islam</p>
<p>10.  Haji mereka ke India Pakistan</p>
<p>11.  Mereka berlebihan dalam memuji masyaikh mereka (Ghuluw)</p>
<p><strong>TANGGAPAN MEREKA TERHADAP KRITIKAN</strong></p>
<p>Umumnya mereka tidak menanggapi kritikan-kritikan yang beredar bahkan mereka anggap angin lalu saja sehingga semakin menambah sakit hati orang yang mencemooh mereka. Karena jika kritikan ditanggapi maka orang yang kritik merasa kritikannya berarti atau merasa menang atas mereka. Tetapi aneh! Mereka tak tanggapi kritikan sehingga banyak ahli kritik yang benci mereka stress atas sikap mereka.</p>
<p>Tak ada satu buku pun ditulis untuk jawab kritikan. Dakwah mereka istikhlash seperti kuda INDIA yang dipakaikan kaca mata kuda tak lihat kiri kanan, tak lihat kerja orang lain, tak lihat apa kata orang, mereka tawajjuh hanya kepada tertib yang mereka telah sepakati.</p>
<p>Dalam mudzakaroh enam sifat mereka ada point tentang tashihun niyat / meluruskan niat. Di sana dikatakan bahwa cirri orang ikhlash adalah Sikapnya sama saja dengan orang memuji atau orang yang membenci. Mereka telah buktikan, walaupun dihina, dicaci, tetap mereka memberi salam kepada siapapun, selalu tersenyum, bahkan justru para pengkritik banyak yang tak mau jawab salam mereka, memalingkan muka dari senyum mereka, bahkan meludah di hadapan mereka.</p>
<p><strong>BETULKAH JEMAAH TABLIGH SUATU ALIRAN KESUFIAN GAYA BARU ?</strong></p>
<p>Banyak yang katakan bahwa para masyaikh jemaah tabligh adalah penganut Thariqat Chistiyyah. Hal ini tak bias dipungkiri terlihat dari buku yang ditulis oleh Syaikh Zakariya Al Kandahlawi dalam bukunya &#8220;Thariqat menurut Maulana Zakariya yang diterjemahkan oleh Ustadz Qosim Timori. Thariqat mereka bersanad sampai Ali Bin Abi Thalib R A.</p>
<p>Tetapi keanehan terjadi di dalam kerja dakwah yang mereka sebarkan tak pernah sedikit pun perintah orang untuk amalkan thariqat tertentu, hatta kepada orang yang sudah puluhan tahun ikur kerja dakwah sekalipun. Bahkan menurut sejarah yang shahih kerja tabligh yang ada sekarang dimulai ketika Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A menganggap cara-cara taklim, pengajian, thariqat yang pernah dinuatnya atas orang Mewat mengalami kegagalan dalam merubah mereka.</p>
<p>Dengan keilmuan yang luas Syaik Ilyas Rah A pernah membayar orang-orang Mewat untuk duduk di majlisnya dan dengan thariqatnya beliau pernah ajarkan orang Mewat untuk bersihkan Iman mereka. Tetapi semua mengalami kegagalan, barulah Allah beri taufiq untuk kerja Tabligh ini.</p>
<p>Lihatlah!! Mereka di masjid bukan untuk berdzikir saja tetapi mereka bertemu manusia untuk jadikan seluruh manusia berdzikir kepada Allah. Setelah itu mereka hidupp seperti biasa punya istri dan anak, punya pekerjaan. Adakah ajaran sufi seperti ini? Perlu kejujuran dalam menjawabnya.</p>
<p>Anehnya mereka pencemooh mengatakan Tabligh Sufi Modern karena kesamaan ucapan antara Syaikh Yusuf Rah A dengan tokoh sufi seperti Al Busyairi Rah A, dsb. Bukankah ucapan yang baik dan haq perlu selalu disampaikan walau dari siapapun. Bahkan pepatah Arab katakan : Ambillah nasehat walaupun dari dinding.</p>
<p>Lihatlah dalam hadits tentang perkataan Raja Hiraclius dikutip kembali oleh para shahabat dan para perawi hadits, tidak menjadikan shahabat atau perawi hadits dikatakan sebagai orang Romawi.</p>
<p>Inilah kedangkalan ilmu para pencemooh yang hanya didasari hasad sehingga Allah SWT tampakkan kebodohan mereka walaupun mereka dikecam justru menjadi promosi gratis bagi mereka sehingga orang yang berhati bersih jadi tablighi karena ingin tahu yang sebenarnya.</p>
<p>Ketika mereka katakan Jemaah Tabligh Khawarij Modern, maka orang langsung bisa lihat siapa yang Khawarij.</p>
<p>Ternyata sifat Khawarij yang tak mau salah (Ali RA dan Muawiyyah RA dimata Khawarij keduanya salah yang betul dia sendiri) justru ada pada para pencemooh.</p>
<p>Adakah Jemaah Tabligh salahkan orang ?? Baik dalam buku maupun dalam bayan mereka ?? Tidak!!</p>
<p>Adakah Jemaah Tabligh membid&#8217;ahkan orang sehingga tak mau shalat berjemaah di masjid, atau mau shalat hanya di masjid tertentu ?? Tidak !!</p>
<p>Adakah pelarangan dari syuro mereka atau ustadz mereka yang melarang duduk di majlis taklim yang diajar oleh ustadz yang bukan karkun ?? Tidak!!</p>
<p>Bahkan setelah khuruj dianjurkan agar lebih dekat dengan ulama di kampung mereka masing-masing.</p>
<p>Dengarlah ucapan Syaikh Maulana Muhammad Saad Al Kandahlawi : Wallahi!! Doa Masnunah (Doa masuk WC, Doa makan, dsb) yang diajarkan oleh Rasulullah saw jauh lebih hebat jika dibandingkan amalan yang diajarkan mursyid-mursyid dzikir.</p>
<p>Inikah yang dinamakan sufi?? Tidak, bahkan mereka adalah orang yang cinta sunnah Nabi saw.</p>
<p>Sufi menurut Ibnu Taimiyyah berasal dari kata suf artinya wol, yakni sebagian penduduk Kufah yang ahli ibadah berpakaian wol. Lihatlah baju jemaah tabligh apakah berasal dari wol?? Capek deh&#8230;</p>
<p><strong>JEMAAH TABLIGH TINGGALKAN ANAK ISTRI LI I&#8217;LAI KALIMATILLAH</strong></p>
<p>Jadi perginya seorang keluar di jalan Allah bukan untuk habiskan waktu di masjid, duduk, dzikir, pegang tasbih, kalaulah ini yang dibuat maka ini adalah bentuk kedzaliman terhadap keluarga. Tetapi para shahabat dahulu tinggalkan istri berbulan-bulan bahkan ada Al Faruq ayah dari Rabi&#8217;ah Al Faruq seorang muhaddits telah tinggalkan istri 27 tahun adalah untuk meniggikan kalimat Allah dengan berdakwah.</p>
<p>Datang dari kampung ke kampung, Bandar ke Bandar, dengan cara membentuk Jemaah dakwah. Bahkan di zaman Rasulullah saw tak kurang dari 150 jemaah telah dihantar Rasulullah saw. Dan Nabi sendiri telah ikut tak kurang dari 25 kali. Kini orang mau tegakkan agama hanya duduk di majlis taklim dan mencela sesama muslim&#8230;Mungkinkah???</p>
<p><strong>TERTIB DAKWAH JEMAAH TABLIGH ADA DALAM KITAB HAYATUSHAHABAH</strong></p>
<p>Amir dakwah mereka yang kedua yakni Maulana Muhammad Yusuf Rah A telah berkata: Kalau saya tuliskan suatu kitab ushul atau tertib kerja dakwah ini maka yang membaca hanyalah orang-orang yang ikut dalam kerja dakwah saja sedangkan yang lain tak baca. Padahal dakwah ini memiliki ushul dalam kehidupan sahabat. Karena Allah jadikan shahabat sebagai contoh tauladan umat. Untuk itulah saya tuliskan kitab HAYATUSSHAHABAH.</p>
<p>Maulana Ahmad Lat telah berkata bahwa kitab Hayatusshahabah sudah cukup untuk dijadikan ushul dalam kerja dakwah, tak perlu tambahan apa-apa, siapa yang ikut cara mereka akan ada jaminan keselamatan baginya.</p>
<p>Hayatusshahabah dihimpun dalam 3 jilid. Ketiga jilid merupakan keajaiban yang besar, karena belum ada kitab hadits yang ditulis dengan cara seperti ini.</p>
<p>Permulaan kitab ditulis dengan ayat :</p>
<p>&#8220;Dari kalangan orang beriman ada laki-laki yang telah membenarkan janjinya kepada Allah yakni mereka syahid dan mencari cari jalan untukk syahid&#8221;</p>
<p>Seolah-olah Maulana Yusuf Rah A ingin katakan inilah kitab yang berisi kisah orang yang telah tunaikan janjinya kepada Allah SWT. Akhir dari kitab ini adalah carita tentang bantuan-bantuan Allah secara ghaib yang diberikan kepada para shahabat. Sehingga tengah-tengah antara keduanya adalah berisi cara untuk datangkan bantuan itu. Mereka menamsilkan bahwa kehidupan shahabat ibarat lautan yang mana jika orang akan berenang di dalamnya harus tanggalkan dulu pakaiannya dan diganti dengan baju renang.</p>
<p>Ayat pembuka seolah pakaian yang bias menyelam dalam kehidupan mereka. Selama kita tak tanggalkan pakaian kita dan diganti dengan pakaian shahabat maka kita tak akan faham kehidupan mereka. Pakaian kita yakni saya seorang dokter, seorang guru, seorang ayah, seorang suami, harus kita tanggalkan dahulu dan menggantinya dengan pakaian mereka yakni Syahid dan Bersiap-siap Syahid.</p>
<p>Sehingga aneh jika ada seorang ustadz yang mengkritik mereka dan menanyakan mana dalil dakwah dengan cara keluar di jalan Allah ?? Mana dalilnya tinggalkan anak istri untuk dakwah ??  Mana dalilnya 4 bulan 40 hari, karena kisah tersebut telah ada dalam kitab hayatusshahabah dengan sanad hadits yang jelas.</p>
<p>Hanya saja menurut mereka orang yang tak mau mujahadah untuk meniru kehidupan shahabat tak akan faham dengan kehidupan mereka. Bagaimana mungkin orang akan faham agama dengan cara satu keadaan yang tak sama. Hanya mengkajinya di majlis taklim setelah itu pulang ke rumah ngobrol sama anak istri, bahkan nonton TV, kemudian shalat, dll.</p>
<p>Sementara para shahabat Nabi bermujahadah dalam terik matahari, kehausan, berhadapan dengan musush, musim dingin, dsb. Sedangkan Al Quran turun kepada mereka dalam keadaan suasana yang berlainan bukan di majlis taklim. Surat At Taubah turun di musim panas, surat Al Ahzab di musim dingin dsb. Mustahil akan bias memahami Al Quran tanpa mengambil pengorbanan mereka.</p>
<p><strong>JEMAAH TABLIGH BUKAN ORGANISASI TETAPI DALAM KERJA DAKWAHNYA TERORGANISIR</strong></p>
<p>Di mulai dari penanggung jawab mereka untuk seluruh dunia yang dikenal dengan Ahli Syura di Nizamuddin, New Delhi, INDIA. Kemudian di bawahnya ada syura Negara, misalnya : SYura Indonesia, Malaysia, Amerika, dll. Menurut pengakuan mereka ada lebih dari 250 negara yang memiliki markaz seperti Masjid Kebon Jeruk Jakarta.</p>
<p>Kemudian ada penanggung jawab propinsi, untuk Indonesia sudah ada di semua propinsi. Di bawahnya ada peannggungjawab Kabupaten, seperti : penanggung jawab Solo, Purwokerto, dll. Di bawahnya ada Halaqah yang terdiri dari banyak mahalah yang minimal 10 mahalah yakni masjid yang hidup amal dakwah dan masing-masing mereka ada penanggungjawab yang dipilih oleh musyawarah tempatan masing-masing.</p>
<p>Di India ada masjid yang menjadi Muhallah sekaligus halaqah dimana di dalam masjid hidup 10 kelompok kerja (jemaah yang dihantar tiap bulan 3 hari). Semua permasalahan diputus dalam musyawarah sehingga tak ada perselisihan di antara mereka dan mereka punya sifat taat kepada hasil musyawarah.</p>
<p>Walaupun mereka tak pernah katakan bentuk mereka kekhalifahan seperti harakah lain yang mempropagandakan Khilafatul Muslimin, tetapi system jemaah tabligh terlihat begitu rapi sehingga mereka saling kenal satu sama lain karena jumlah orang yang pernah keluar di jalan Allah tercatat dan terdaftar di markaz dunia.</p>
<p>Setiap 4 bulan mereka berkumpul musyawarah Negara masing-masing kemuadian dibawa ke musyawarah dunia di Nizamuddin.</p>
<p>Musyawarah harian ada di mahalah masing-masing untuk memikirkan orang kampung mereka masing-masing sehingga biarpun ada yang pergi tasykiil tetaplah ada orang di maqami yang garap dakwah di sana. Orang yang suka dakwah sendiri-sendiri / penceramah suka kritik mereka katanya kenapa harus dakwah jauh-jauh ke luar negeri kalau tempat tinggal sendiri aja belum beres. Hal ini karena dakwah jemaah tabligh berjamaah sehingga walaupun mereka pergi tasykiil di maqami ada orang yang tetap jalankan dakwah.</p>
<p>Yang jelas mereka telah amalkan ayat :</p>
<p>&#8220;Hendaklah ada di antara kamu umat (Ibnu Abbas mengartikan jemaah) yang mengajak kepada kebaikan, memerintah kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang yang mendapat kejayaan.&#8221; (QS Ali Imran)</p>
<p><strong>PANDANGAN JEMAAH TABLIGH TENTANG KEKHALIFAHAN</strong></p>
<p>Kekhalifahan adalah janji Allah dalam AlQuran, artinya pasti Allah beri sebagaimana dalam surat An Nuur :</p>
<p>Allah berjanji kepada orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih pasti sungguh mereka akan dijadikan khalifah di muka bumi.</p>
<p>Syura mereka beri bayan : Dua orang anak dijanjikan ayahnya : Nak, jika kamu lulus dan nilai kamu baik maka ayah akan beri kalian mobil. Anak yang pertama sibuk memenuhi syaratnya, belajar semakin rajin, siang dan malam, tak fikir mobil, maka pada waktunya akhirnya ia lulus dengan nilai yang baik. Anak yang kedua sibuk pergi ke showroom mobil, lihat-lihat, Tanya harga, duduk-duduk di joknya, dll. Setiap hari tidak pernah belajar hanya sibuk bicarakan mobil. Maka pada waktunya akhirnya ia tak lulus, karena nilainya jelek.</p>
<p>Tuan-tuan begitulah kekhalifahan, ada orang yang sibuk propagandakan, bicarakan, diskusikan tetapi lupa penuhi syaratnya. Bahwa syarat kekhalifahan diberikan Allah SWT adalah karena Iman dan Amal Shalih.</p>
<p><strong>JEMAAH TABLIGH ALIRAN MASYAIKH MANIA / BERLEBIHAN DALAM IKUT MASYAIKH (GHULLUW), BENARKAH ???</strong></p>
<p>Datanglah ke markaz Nizamuddin, dengarkan ceramah masyaikh mereka, Syaikh Maulana Muhammad Saad Alkandahlawi : Seandainya Maulana Ilyas Rah A hidup kembali dan beliau mengatakan wahai manusia dengar !! Jangan jalani kerja tabligh yang saya ajarkan kepada kalian, karena saya keliru dan ini kesesatan.&#8221; Maka kita jangan percayai Maulan Ilyas Rah A karena kerja ini adalah kerja Anbiya, kerja yang haq di sisi Allah SWT.</p>
<p>Bahkan orang-orang yang pergi ke Nizamuddin tak ada satupun yang menziarahi Makam Syaikh Ilyas Rah A, tak ada targhib / anjuran, apalagi diharuskan untuk ziarah ke makam Syaikh Ilyas Rah A. Kebanyakan mereka pergi ke Nizamuddin 40 hari tetapi selama itu tak ada program ziarah makam seperti kebanyakan orang yang adakan ziarah ke wali-wali. Bahkan banyak yang pergi ke sana sampai pulang tak tahu tempat makam Syaikh Ilyas Rah A termasuk penulis yang pernah datang ke sana tak ada yang mau tunjuki dimana makam itu. Wallahi!!</p>
<p>Tuan-tuan buktikanlah!! Datang ke sana, kalian akan tahu jawabannya bahwa mereka bukan kepada masyaikh mereka tetapi mereka taat kepada Rasulullah saw untuk meneruskan kerja mereka. Berbeda dengan para pencemooh yang suka menggunakan lisan Syaikh mereka dalam keburukan akhlaq. Menurut Syaikh anu, anu&#8230;jemaah tabligh sesat. Jadi mereka kutip omongan syaikh bukan dalam kebaikan, sedang jemaah tabligh ikut dalam kebaikan kepada masyaikh mereka.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=50&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Kedok Jemaah Tabligh, bagian 4</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-4/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-4/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 00:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Mengbongkar Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/08/02/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-4/
PERBEDAAN DAKWAH JEMAAH TABLIGH DENGAN HAROKAH LAINNYA
1.      Dakwah Mereka Mendatangi Manusia Dengan Berjalan Kaki
2.      Modal Dakwah Mereka Adalah Harta dan Diri
3.      Dakwah Mereka Kepada Akar Bukan Ranting Yakni Kepada Iman Bukan Fiqh
4.      Dakwah Jemaah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/08/02/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-4/</p>
<p>PERBEDAAN DAKWAH JEMAAH TABLIGH DENGAN HAROKAH LAINNYA</p>
<p>1.      Dakwah Mereka Mendatangi Manusia Dengan Berjalan Kaki</p>
<p>2.      Modal Dakwah Mereka Adalah Harta dan Diri</p>
<p>3.      Dakwah Mereka Kepada Akar Bukan Ranting Yakni Kepada Iman Bukan Fiqh</p>
<p>4.      Dakwah Jemaah Tabligh Tak Ikut Suasana dan Keadaan</p>
<p>5.      Dakwah Jemaah Tabligh Dimulai Dari Keutamaan Amal</p>
<p>6.      Sasaran Dakwah Mereka Adalah Orang Bodoh, Orang Miskin, Orang Pendosa (Preman, Koruptor, dsb)</p>
<p>7.      Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terkesan Dengan Kekuasaan</p>
<p>8.      Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terkesan Dengan Harta</p>
<p>9.      Dakwah Mereka Tak Berpolitik</p>
<p>10.  Dakwah Mereka Tidak Minta Upah</p>
<p><span id="more-48"></span><strong>1. </strong><strong>Dakwah Mereka Mendatangi Manusia Dengan Berjalan Kaki</strong></p>
<p>Jemaah Tabligh mempunyai cara dakwah yang konvensional yakni Dakwah Bil Aqdam dengan berjalan kaki jumpa manusia, sedangkan kebanyakan harokah lain berdakwah didatangi manusia seperti kajian-kajian mereka yang datang adalah orang yang akan dengar dakwah mereka. Bahkan di saat harokah lain telah memakai sarana Radio, TV, dan majalah untuk dakwah, di markaz dakwah mereka komputer saja tidak ada.</p>
<p>Juga banyak yang gunakan media massa Televisi, Koran, majalah, dan bulletin. Bahkan mereka dengan gunakan propaganda besar-besar pasang iklan untuk kumpulkan massa dalam kongres mereka. Sedangkan jemaah tabligh dakwah dengan senyap-senyap namun dalam ijtima&#8217; mereka di 5 wilayah Indonesia dihadiri ratusan ribu orang padahal tak ada satu iklanpun tertempel di jalan bahkan di markaz mereka sekalipun.</p>
<p>Ketika ada orang yang kritik mereka : Bagaimana mungkin dakwah masih cara begitu datang ke rumah tidak efisien, bukankah sekarang ada TV, Radio, cukup kita ngomong di studio dan didengar oleh banyak orang di rumah-rumah. Mereka katakana : Dahulu shahabat Nabi dakwah dengan cara datangi manusia maka satu negeri masuk Islam, satu kota masuk Islam, satu kampung masuk Islam. Kini orang dakwah lewat majalah, TV, Radio adakah satu keluarga saja masuk Islam?</p>
<p>Tetapi saksikanlah satu jamaah dihantar ke pegunungan Tengger dengan berjalan kaki maka 124 Keluarga beragama Hindu telah masuk Islam.</p>
<p>Ulama mereka katakan : Dakwah yang tidak ikut cara Nabi dengan inovasi atau imitasi tak akan datangkan ketakwaan. Tetapi kita dakwah harus duplikasi sehingga menjadi asbab hidayah.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Modal Dakwah Mereka Adalah Harta dan Diri</strong></p>
<p>Berbada dengan harokah lain jika ingin ada kegiatan apapun apalagi yang bersifat pengiriman tenaga dainya pasti mencari dana dari luar, di masjid-masjid selalu diumumkan soal dana.</p>
<p>Jemaah Tabligh beda, mereka tak bicara duit. Setiap orang yang ingin keluar di jalan Allah maka membawa uangnya sendiri untuk membiayai kebutuhannya sendiri.</p>
<p>Tak ada diumumkan jemaah tabligh butuh dana untuk kirim jemaah ke Irian Jaya dsb, bahkan kotak infaq saja tak ada dimarkaz mereka yang berjalan-jalan seperti di masjid lain.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Dakwah Mereka Kepada Akar Bukan Ranting Yakni Kepada Iman Bukan Fiqh</strong></p>
<p>Banyak harokah yang tak sabar jika lihat cara kerja jemaah tabligh yang hanya bicara tentang Iman dan Amal Sholeh melulu. Sementara mereka inginkan bukan hanya amar ma&#8217;ruf tetapi nahi mungkar, hancurkan kemaksiatan, dll.</p>
<p>Orang tua di jemaah mereka katakan Rasulullah tak pernah hancurkan berhala dengan tangannya agar sahabat tak sembah berhala, tetapi Rasulullah hancurkan berhala yang ada di hati para sahabat, sehingga ketika hati mereka sudah penuh dengan kebesaran Allah dan berhala talah dinafikan maka dihancurkan sendiri dengan tangan mereka.</p>
<p>Mereka katakan : Dakwah Nabi kepada Iman dahulu, betulkan yakin maka ketika yakin betul maka akan betulkan amal manusia.</p>
<p>Syaikh Yusuf Rah A sebagai Amir Jemaah Tabligh yang kedua ditanya orang : Kenapa orang tabligh tak nahi mungkar hanya amar makruf saja. Maka Syaikh Yusuf Rah A katakan : Hadits tentang hal ini bunyinya Jika kamu melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangan, bukan hancurkanlah tetapi rubahlah!! Lihatlah oleh kamu orang-orang yang telah keluar di jalan Allah telah merubah kehidupannya dalam ketaatan.</p>
<p>Menurut mereka difinisi berkembangnya agama ditamsilkan sebagai berikut : Seperti BAYI dan MAYAT keduanya sama-sama dapat berkembang. Bayi yang dirawat dengan baik, sabar, maka walaupun lambat bayi ini akan berkembang, dan akan disayang oleh orang banyak. Setelah dewasa aka nada manfaat. Tetapi mayat yang jatuh di kali juga berkembang menjadi besar dalam hitungan jam, cepat. Tetapi baunya busuk dan tak disukai orang menjadi sumber yang mengganggu. Begitulah agama yang berkembang dengan ushul yang benar walaupun lambat akan menjadi manfaat bagi umat, tetapi yang tak ikut ushul cepat maju tetapi mudhorot buat umat.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Dakwah Jemaah Tabligh Tak Ikut Suasana Dan Keadaan</strong></p>
<p>Dakwah yang dibuat Jemaah Tabligh tak terkesan dengan keadaan baik dalam masa aman, maupun rawan. Panas dingin, senang susah, mereka tetap keluar di jalan Allah ikut nishob yang mereka tentukan sendiri. Tak seperti harokah lain baru kirim jemaah kalau ada kejadian tertentu. Misalnya ada pemurtadan, ada gempa bumi, tsunami, orang Islam di perangi, barulah mereka buat kerja galang dana, ajak jemaah mereka ke sana. Kalau jemaah tabligh mulai program maka akan dibuatnya sampai mati.</p>
<p>Sampai-sampai ulama mereka Syaikh Ilyas Rah A beri nasehat : Hendaklah kalian buat jaulah tak boleh berhenti walaupun waktunya bertepatan dengan hari kematian ayah kamu, istri kamu, anak kamu. Karena jika kalian tetap jaulah maka Allah akan ampuni dosa keluarga kalian.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Dakwah Jemaah Tabligh Dimulai Dari Keutamaan Amal</strong></p>
<p>Menurut mereka ILMU FADHOIL adalah TUJUAN sedangkan ILMU MASAIL adalah KEPERLUAN untuk mewujudkannya. Sedangkan harokah lain mereka mulai dari masail yakni ilmu cara beramal yang betul. Seperti seorang anak diberitahu Fadhilah seorang dokter bahwa dokter itu akan dapat uang banyak, dapat kemuliaan di masyarakat. Maka anak itu akan semangat belajar sungguh-sungguh dan dalam masa belajar itulah ia belajar cari jadi dokter yang baik (masail).</p>
<p>BUKU FADHILAH AMAL</p>
<p>Kebanyakan orang mengkritik buku tersebut karena isinya berisi hadits dhoif. Terjadi sedikit kejanggalan bagi para pengkritik dimana pengeritik sendiri mempunyai kaidah bahwa hadits dhoif boleh dijadikan hujjah untuk fadhilah atau untuk memberi semangat muslimin mengamalkan agama. Sementara ketika jemaah tabligh pakai hadits dhoif, banyak orang yang dahulu memakai kaidah itu justru menyalahkan seolah terjadi sentiment kepada mereka.</p>
<p>Menurut sebagian mereka : di dalam buku fadhilah amal berisi Al Quran dan Hadits dan disebutkan derajat sanad haditsnya. Sedangkan kisah dan tamsil serta hadits yang lain adalah untuk menjelaskan hadits yang ada. Lihatlah hadits utama yang menjadi pokok bahasan diberi nomer di setiap hadits sedangkan FAEDAH atau PENJELASAN sama dengan kitab-kitab hadits atau tafsir yang dibuat oleh ulama salaf seperti IBNU KATSIR atau syarah Riyadhus Shalihin dalam menjelaskan ayat terkadang menggunakan kisah ISRAILIYAT dan HADITS DHOIF.</p>
<p>Tetapi orang tidak menjadikan kitab Ibnu Katsir dhoif semua, dan tetap dijadikan acuan dalam ilmu tafsir.</p>
<p>Penulis Fadhilah Amal yang disebut oleh para kritikus sebagai Tablighi Nisob (istilah ini justru tak terkenal di India dan Pakistan, mereka menyebutnya Kitab Fazail) adalah ULAMA bESAR yang HAFIDZ dalam HADITS yaikni <strong>RAISUL MUHADDITSUN MAULANA  MUHAMMAD ZAKARIYA AL KANDAHLAWI.</strong></p>
<p>Dalam sejarah hidup beliau tertulis saat lepas dari sapihan ibunya ia telah menghafal 5 ruku&#8217; Al Quran dan beliau HAFIDZ Al QURAN dalam usia 7 tahun. Amalan paman beliau, ayah, bibi, maupun saudaranya adalah para HAFIDZ AL QURAN dan HADITS. Beliau menulis Kitab Fadhilah Amal sambil keluar di jalan Allah dan setiap kali beliau hendak menuliskan hadits dalam kitabnya beliau selalu sholat 2 rakaat terlebih dahulu, selain itu beliau adalah pewaris dari thoreqat Chistiyyah yang disandarkan kepada Ali Bin Abi Tholib berasal dari gurunya.</p>
<p>Jadi baik ilmu maupun amal ruhani tak diragukan lagi. Tak mungkin beliau tak mengerti hadits dhoif dan shahih serta maudhu&#8217; atau palsu, sedangkan seliau ada menulis satu kitab syarah bagi kitab sunan Abu Dawud dan Al Muwatho&#8217;. Lihatlah keluasan ilmu beliau yang telah mencantumkan 84 kitab yang menjadi acuan bagi buku Fadhilah Amal, maka seharusnya para pengeritik langsung mengecek kepada Maroji&#8217;.</p>
<p>Ilmu tentangMustholah hadits memiliki kaedah yang berbeda tiap ulama dalam menentukan shahih dan dhoif. Sehingga kisah yang masyhur hadits-hadits yang dhoif menurut syarat Bukhari dan beliau ragu memuatnya dalam kitab beliau diambil oleh Imam Hakim dan disusun menjadi kitab yang baru yang dinamakan Al Mustadrak.</p>
<p>Menurut mereka perdebatan tentang shahih dan dhoif dalam ilmu hadits sebenarnya telah ditutup pintunya karena terbukti ulama-ulama masih meletakkan hadits yang dhoif dalam kitab mereka seperti : Sunan Abu Dawud dan beberapa kitab kutubussitah. Sebab kalau itu berbahaya bagi agama tentu sudah dihapuskan dari kitab mereka karena mereka tak mau beresiko di Yaumul Hisab.</p>
<p>Imam Nawawi Rah A dalam Al Adzkar telah memuat hadits dhoif sebagai fadhilah. Begitu juga Imam Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qoyyim Rah A huma.</p>
<p>Catatan : Kebanyakan kritik yang beredar baik buku maupun internet terlihat asal saja dan hanya semata karena hasad belaka. Terbukti ketika mereka menulis halaman yang dikritik seperti dalam Fadhail Dzikr terbitan Kutub Khonat Faidzi dikatakan halaman tertulis masalah WIHDATUL WUJUD, ternyata tak betul karena di halaman tersebut bukan bercerita hal itu melainkan tentang daftar isi&#8230;. Capek deh !!</p>
<p>PEMBAGIAN ILMU MASAIL DAN FADHAIL</p>
<p>Di dalam kaedah jemaah tabligh menyebutkan bahwa syarat amal diterima adalah tahu fadhilahnya janji Allah dalam Amal tersebut. Sebagaimana Hadits : Barang siapa yang berpuasa karena Iman dan Ihtisab (berharap pahala) Al Hadits. Maka Nabi pun menganjurkan beramal harus mengharap pahala.</p>
<p>Seorang ustadz mereka di Masjid Jami&#8217; Kebon Jeruk dalam ceramahnya mengatakan : Beramal karena mengharapkan janji-janji Allah adalah suatu bentuk KEIKHLASHAN.</p>
<p>Ulama mereka katakan : Sebagaimana orang yang hendak menikah dengan seorang gadis. Ketika selesai menikah sang gadis bertanya untuk dapatkan apa kamu menikah ?, maka orang itu menjawab : untuk dapatkan hadiah perkawinan. Maka pasti sang gadis akan marah! Karena seharusnya dia kawin karena ingin dapatkan gadis itu sedangkan hadiah hanyalah efek dari perkawinan.</p>
<p>Begitu pula dalam beramal tetaplah ikhlash semata karena Allah SWT sedangkan janji-janji Allah pasti akan didapatkan. Orang yang beramal tanpa yakin janji Allah maka seperti pesawat terbang tanpa mesin.</p>
<p>Itulah sebabnya jemaah tabligh setiap hari ta&#8217;lim ilmu fadhail 2 kali di masjid bersama jemaah masjid dan di rumah bersama ahli keluarga mereka.</p>
<p>Maulana Ilyas Rah A katakan : Ilmu Fadhail memiliki derajat satu tingkat di atas Masail karena dengan fadhail orang tergerak ingin beramal dan pada saat yang sama mereka akan belajar masail tentang amalan tersebut.</p>
<p>Ilmu Masail ibarat ban depan mengemudikan arah yang benar, sedangkan ilmu fadhail adalah ban belakang.</p>
<p>Mereka juaga mengatakan : Lihatlah karena orang tabligh belajar Fadhail maka hasrat untuk amal ditujukan untuk dirinya bukan untuk menilai amalan orang, sehingga ketika belajar masail tak akan salahkan orang lain karena agama adalah untuk diri sendiri demi mencapai Ridho Allah.</p>
<p>Sedangkan orang yang tak taklim Fadhail tetapi langsung Masail maka langsung melihat kesalahan orang lain karena agama bukan ditujukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain, mulailah mereka menjadi Ahli Fatwa, Membid&#8217;ahkan bahkan meremehkan Madzhab yang di ijma&#8217; oleh para ulama.</p>
<p>Mayaikh mereka katakan : Penolakan terhadap madzhab dengan mentah-mentah akan lebih banyak membawa orang kepada kesesatan.</p>
<p>Jemaah tabligh tidak ada taklim masail khusus tabligh, tetapi mereka mengarahkan kepada ustadz-ustadz masing-masing walaupun belum ikut dalam khuruj. Sehingga kalau kita saksikan di markaz-markaz mereka tak ada penyeragaman dalam shalat seperti di harokah. Justru dalam perbedaan mereka harmonis, tak ada yang salahkan satu sama lain. Prinsip dari jemaah tabligh adalah menghargai persamaan bukan menghargai perbedaan sehingga kebanyakan harokah lain berpecah dengan muslimin lainnya.</p>
<p><strong>6. </strong><strong>Sasaran Dakwah Mereka Adalah Orang Bodoh, Orang Miskin, Orang Pendosa</strong></p>
<p>Pernah seorang yang dituakan di antara mereka ditanya kenapa Jemaah Tabligh tak ada SEMPALANNYA, di seluruh dunia tak ada TABLIGH TANDINGAN, tidak pernah terjadi keributan dalam kepemimpinan, program, dll.</p>
<p>Maka mereka katakan : Perbedaan antara jemaah mereka dengan jemaah lain adalah komponen pendukungnya. Jemaah mereka dibangun oleh orang bodoh yang hanya ikut saja tak ada inovasi, mereka taat kepada aturan jemaah, jemaah mereka orang miskin yang tidak punya uang untuk bikin tandingan karena biasanya orang kaya atau orang pandai jika usulan dalam jemaah ditolak mereka akan bikin tandingan karena punya uang untuk kumpulkan massa tandingan.</p>
<p>Jemaah mereka dibangun oleh orang-orang berdosa sehingga mereka hanya ingin tobat agar dosanya diampuni sehingga dengan cara apapun yang penting tobatnya diterima. Orang miskin tak punya cita-cita yang muluk-muluk hidupnya hanya untuk hari ini saja sehingga siap korban kapan saja.</p>
<p>Sedangkan harokah / organisasi lain senang jika orang pandai, orang kaya, para pejabat, orang sholeh / ulama ikut dalam jemaah mereka.</p>
<p><strong>7. </strong><strong>Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terkesan Dengan Kekuasaan</strong></p>
<p>Masyaikh mereka di Pakistan yakni Syaikh Abdul Wahhab ketika melihat pejabat-pejabat datang ke markaz mereka dengan formil dan pengawalan maka langsung beliau memerintahkan pejabat itu balik, karena beliau khawatir jamaah di markaz Raiwind yang hari-hari berjulah lebih dari 20.000 kehilangan tawajjuh kepada Allah dan hatinya bergeser kepada kekuasaan seolah agama dibangun dengan kekuasaan, mereka meyakini agama akan wujud dengan pengorbanan.</p>
<p><strong>8. </strong><strong>Dakwah Jemaah Tabligh Tak Terksan Dengan Harta</strong></p>
<p>Di Pakistan yang menjadi markaz terbesar di seluruh dunia pernah di datangi oleh Perdana Menteri Pakistan Nawaz Syarif membawa satu koper uang untuk operasional markaz. Syaikh Abdul Wahhab telah TOLAK itu semua sehingga Nawaz Syarif katakan : Ya Syaikh, Anda tak akan temui lagi orang yang bawa uang sebanyak ini untuk markaz selain saya. Maka Syaikh Abdul Wahhab katakan : Dan anda tak akan temui orang yang tolak uang sebanyak ini selain saya.</p>
<p>Seorang dokter yang ikut jemaah mereka telah bercerita selama dia datang di markaz mereka tidak ada ratupun orang yang menyodorkan proposal. List sumbangan, bahkan kotak amal yang berjalan pun tak ada, tak ada pembicaraan tentang uang sumbangan. Tidak seperti di jemaah atau pengajian lain yang isinya cerita dana melulu, proposal, infaq, dll intinya ingin tarik uang umat untuk membiayai PERJUANGAN katanya.</p>
<p><strong>9. </strong><strong>Dakwah Mereka Tak Berpolitik</strong></p>
<p>Seorang di antara jemaah senior mereka ditanya : Kenapa kalian tak berpolitik bukankah Rasulullah berpolitik juga?? Orang itu menjawab : Kalau kalian jeli mengamati pilihan untuk tidak berpolitik adalah sebuah politik juga yakni POLITIK untuk tidak BERPOLITIK. Mereka katakan : Kalau Rasulullah dahulu politiknya adalah merendahkan diri sendiri dan meninggikan muslimin lain, tetapi kalian sekarang berpolitik merendahkan muslimin saling caci, saling kritik, dan meninggikan diri sendiri seolah kalian yang terbaik.</p>
<p>Dalam politik Islam yang ada sekarang umumnya ingin turunkan orang lain dan menikkan diri sendiri berbeda dengan politik Nabi, Nabi datang kepada raja-raja untuk tawarkan Iman kalau mereka mau tak perlu diturunkan seperti Najasy. Kalau mereka menolak maka wajib bagi mereka bayar jizyah, kalau tidak mau juga baru diperangi. Adakah hari ini politik seperti politik Rasulullah ???</p>
<p>Mereka bukan tak berpolitik justru terlihat mereka sedang membuka jalan agar wujud politik Rasulullah yang sebenarnya di mana dimulai dari DAKWAH.</p>
<p>Mereka datang kepada pejabat-pejabat bahkan raja-raja agar mau ambil kerja Dakwah sebagai maksud hidup. Mereka sedang ambil aset Amerika secara perlahan-lahan. Mereka hantar jemaah-jemaah Dakwah ke Amerika dan mereka buat usaha sehingga turun hidayah di Amerika. Jika Amerika telah masuk Islam bukankah aset mereka menjadi aset Islam.</p>
<p>Syaikh Abdul Wahhab -Amir Dakwah Pakistan- katakan : Dahulu kami sebelum buat kerja dakwah, bangsa kami datang ke Amerika cari duit untuk bangun Pakistan. Tetapi setelah dakwah, kami cari uang di negeri sendiri setelah dapat kami belanjakan pergi ke Amerika supaya orang Amerika dapat hidayah.</p>
<p>Ketika utusan Usamah bin Laden datang ke Reiwind maka syaikh Abdul Wahhab kasih nasehat : kenapa kalian ajak orang Islam seluruh dunia perangi Amerika. Kita dakwahkan mereka dahulu dan doakan agar mereka dapat hidayah. Bahkan menurut pengakuan mereka beberapa pemimpin dunia telah keluar di jalan Allah bersama mereka seperti Putera Mahkota Kerajaan Qatar.</p>
<p>Mereka datang ke orang pemerintahan bukan ambil kekuasaan mereka tetapi agar para pemerintah mengamalkan agama di dalam pemerintahannya, begitu juga orang kaya bukan untuk ambil hartanya tetapi agar orang kaya dapat mentaati Allah SWT dengan hartanya.</p>
<p>Sehingga tak mengherankan jika para pejabat, orang kaya, dan alim ulama memiliki ketaatan yang tinggi kepada para ulama mereka di India dan Pakistan sehingga mereka mudah diarahkan.</p>
<p><strong>10. </strong><strong>Dakwah Mereka Tidak Minta Upah</strong></p>
<p>Mereka hanya minta bayaran dari Allah saja, tak ada maksud untuk ambil uang dari mad&#8217;u (orang yang di dakwah). Ini lah yang menyebabkan mereka banyak ditentang oleh orang yang menjadikan dakwah sebagai mata pencaharian, mereka terusik dengan kehadiran jemaah sehingga mereka halangi jemaah dalam kampungnya, mereka katakan : Ini garapan saya, jangan dakwah di sini!!</p>
<p>Tetapi kebanyakan ustadz, penceramah yang ikut jemaah tabligh baru tahu bahwa selama ini mereka bukan DA&#8217;I tetapi MAD&#8217;U karena mereka dakwah kalau ada panggilan. Bahkan mereka berkelakar : Dulu kami setelah ceramah pulang ke rumah maka istri tanya ENTOK PIRO (dapat berapa) tetapi setelah ikut dakwah dengan jemaah maka istri tanya ENTE&#8217; PIRO (habis berpa) duitnya.</p>
<p><strong>Bersambung &#8230; (satu lagi&#8230;.)</strong></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=48&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
