<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; tujuan da&#8217;wah</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/tujuan-dawah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tujuan Da’wah</title>
		<link>http://usahadawah.com/tujuan-da%e2%80%99wah/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/tujuan-da%e2%80%99wah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 00:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[rahmatan lil'alamin]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[tarbiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan Da&#8217;wah
Apa tujuan da&#8217;wah atau juga sasaran Da&#8217;wah? Pertanyaan ini sering disampaikan oleh kalangan Tarbiyyah. Ketika kami masih mahasiswa sering pertanyaan ini disampaikan dari kalangan tarbiyyah. Dan jika pertanyaan seperti ini tidak dijawab seringkali memberikan kerangka yang menggambarkan bahwa usaha da&#8217;wah ini tidak jelas kerjanya. Oleh karena itu mari kita mudzakarah bersama perihal sasaran da&#8217;wah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tujuan Da&#8217;wah</strong></p>
<p>Apa tujuan da&#8217;wah atau juga sasaran Da&#8217;wah? Pertanyaan ini sering disampaikan oleh kalangan Tarbiyyah. Ketika kami masih mahasiswa sering pertanyaan ini disampaikan dari kalangan tarbiyyah. Dan jika pertanyaan seperti ini tidak dijawab seringkali memberikan kerangka yang menggambarkan bahwa usaha da&#8217;wah ini tidak jelas kerjanya. Oleh karena itu mari kita mudzakarah bersama perihal sasaran da&#8217;wah ini, dan kami tuliskan apa yang kami pelajari selama terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Mudah-mudahan ini memberikan wacana bagi kaum muslimin, termasuk juga bagi teman-teman pergerakan Islam lainnya dan juga teman-teman ahli da&#8217;wah sendiri.</p>
<p>Tujuan merupakan sebuah harapan yang kita capai ketika menjalankan sebuah aktifitas. Dan tujuan ini dapat dikatagorikan menjadi tujuan jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang. Tetapi ada kalanya orang membagi menjadi tujuan secara umum, dan tujuan secara khusus. Kita sebagai kaum muslimin yang telah mengingatkan diri dan berusaha menjadi bagian dari da&#8217;I Allah swt, apakah itu mengingatkan kaum muslimin sendiri atau juga mengajak kaum yang lainnya. Seharusnya mengetahui apa tujuan kita melakukan aktifitas da&#8217;wah itu sendiri.</p>
<p><span id="more-80"></span>Dan bagi kaum muslimin yang berkeinginan berhubungan tujuan ini, maka sebaiknya untuk dapat terlibat secara berkesinambungan dengan usaha da&#8217;wah ini sendiri. Karena sepengetahuan kami tujuan-tujuan da&#8217;wah ini sering kali disampaikan dalam bentuk bayan, targhib dan juga zihin. Dan hampir semua yang terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini menyampaikannya secara berulang-ulang, meskipun hal itu tidak dinyatakan sebagai tujuan da&#8217;wah itu sendiri. Karena hal itu menjadi tujuan dari semua kaum muslimin itu sendiri, dan perkara itu menjadi hal mutlak bagi kaum muslimin sendiri untuk dipahami.</p>
<p>Kami mengajak kaum muslimin untuk memahami Tujuan Umum Da&#8217;wah yang perlu ditekankan kepada kaum muslimin yaitu Kesuksesan dunia dan akherat dapat dicapai melalui ketaatan kepada Allah swt dan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Dan hal ini menjadi inti dari da&#8217;wah itu sendiri. Perhatikan beberapa ayat di bawah ini:</p>
<p><em>&#8220;Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa&#8221; (QS Al-Baqarah (2): 21)</em></p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk&#8221; (QS Al-‘Araf (7): 158)</em></p>
<p><em> &#8220;Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah Termasuk orang-orang musyrik&#8221;. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.&#8221; (Al-An&#8217;am: (6): 161-162)</em></p>
<p><em> &#8220;Dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat.&#8221; (QS Ali-Imran (3): 132)</em></p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. &#8220;Kami mendengar, dan Kami patuh&#8221;. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan&#8221; (QS An-Nuur (24): 51-52)</em></p>
<p><em> &#8220;dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&#8221;. (QS Lukman (31): 13)</em></p>
<p>Selanjutnya kami mengajak kaum muslimin untuk memahami terhadap tujuan atau sasaran khusus dari kerja da&#8217;wah ini, dan sebenarnya perkara dari tujuan ini seharus menjadi bagian seluruh kaum muslimin. Menjadi perhatian, menjadi pikiran, dan juga menjadi rencana bersama kaum muslimin.</p>
<p><strong>1.       Kita hendaknya berusaha untuk menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari maksiyat kepada Allah swt. Sehingga kita dan keluarga terbebas dari api neraka Allah swt, dan masuk ke dalam surge Allah swt.  Jangan diri kita menjadi bagian orang yang merugi, tetapi menjadi bagian yang mendapatkan kejayaan di dunia yang hasanah dan juga akherat yang hasanah, sepertimana para Shahabat RA.</strong></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)</em></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar&#8221; (QS At-Taubah (9): 100)</em></p>
<p><em>&#8220;Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kebakhilan dan berusia lanjut yang tidak kuat. Dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka dan fitnah ketika hidup dan mati&#8221; (HR &#8211; Bukhari-Muslim)</em></p>
<p><strong>2.       Kita hendaknya berusaha meningkatkan pertumbuhan kebersamaan atau ukhuwah di antara kaum muslimin, semua kaum muslimin bersedia untuk saling mernghormati. Para Shahabat RA telah menunjukkannya dengan sangat baik dalam kehidupan mereka, dan semuanya tercatat dengan baik dalam lembaran-lembaran sejarah yang sangat bermanfaat bagi ummat Islam di kemudian hari.</strong></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat&#8221; (QS Al-Hujurat (49): 10)</em></p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri&#8221; (QS Lukman (31): 18)</em></p>
<p><em>&#8220;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk&#8221; (QS Ali-Imran (3): 103)</em></p>
<p><em>&#8220;Dari ‘Ubadah bin Shamit RA meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersadba: &#8220;Bukan dari golongan ummatku orang tidak menghormati orang yang telah tua, tidak menyayangi anak muda, dan tidak mengetahui haknya orang ‘alim kami (tidak memuliakan ulama)&#8221; (HR. Ahmad dan Thabrani dalam al-kabiir, dan isnadnya hasan &#8211; Majma&#8217;uz Zawaa&#8217;id I/338) [1]</em></p>
<p><strong>3.       Kita hendaknya berusaha menanamkan kembali kepada kaum muslimin sebagai ummat terbaik melalui kerja-kerja da&#8217;wah, amar ma&#8217;ruf nahi mungkar. Itulah yang banyak dipesankan oleh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA. Ummar RA telah menjelaskan bahwa jika berkeinginan menjadi ummat terbaik, maka hendaknya mengikuti syarat-syaratnya.</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar[1]; merekalah orang-orang yang beruntung&#8221; (QS Ali-Imran (3): 104)</em></p>
<p><em>&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.&#8221; (QS Ali-Imran (3): 110)</em></p>
<p><em>[1] Ma&#8217;ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.</em></p>
<p><strong>4.       Kita bukanlah ummat untuk satu jaman atau satu area, tetapi kita ummat dari seorang Nabi, Nabi Muhammad SAW, yang mempunyai tugas sebagai rahmatan lil&#8217;alamin.</strong></p>
<p>&#8220;<em>Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmi&#8221; (QS At-Taubah:128)</em></p>
<p><em>&#8220;Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam&#8221; (QS Al-Anbiyaa: 107)</em></p>
<p>Tujuan dan sasaran umum dari da&#8217;wah yang diatas merupakan perkara Am, oleh karena itu usaha da&#8217;wah sendiri merupakan kerja Am bagi kaum muslimin. Sehingga kerja ini dapat melibatkan berbagai lapisan yang terdapat dalam kalangan kaum muslimin, apakah itu orang kaya, apakah itu orang miskin, apakah itu pedagang, apakah itu anggota partai Islam atau bukan, apakah itu kaum muslimin yang tidak berpartai secara langsung, apakah itu ulama, apakah itu santri atau pelajar, apakah itu tua atau muda, apakah itu professor atau mahasiswa sekalipun, apakah itu pengusaha atau para cendikia. Semuanya dapat mengambil kerja usaha da&#8217;wah ini, karena usaha da&#8217;wah ini merupakan kerja Am bagi kaum muslimin.</p>
<p>Untuk mendapatkan keempat hal itu di atas, tidak dapat kita hanya berdiam diri. Tetapi kita kerahkan pikir, tenaga, harta untuk mendapatkan itu semua. Dan selanjutnya Allah swt yang memberikan anugrah dan rahmat kepada masing-masing yang menjalankannya dan juga bergantung pada niat yang dimilikinya. Itulah yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan memberikan manfaatnya.</p>
<p>Terimakasih atas perhatiannya.<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=80&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/tujuan-da%e2%80%99wah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

