Archive

Posts Tagged ‘usaha dakwah’

saling menasehati dalam al-Haq dan saling menasehati dalam kesabaran

January 12th, 2010 Haitan Rachman No comments

Dear all,

Kalau kita terbiasa untuk saling berkomentar dalam satu perkara, dari kerangka yang berbeda, dimana yang satu menilai dari apa yang “dilihat” dan yang satu menilai dari apa yang “dirasakan dan diterjuni”, dan jika terus ’saling-berkomentar’ ini terbangun di kalangan ummat Islam; maka tidak pernah wujud apa yang disebutkan dalam ayat al-quran “saling menasehati dalam al-Haq dan saling menasehati dalam kesabaran”.

Tentunya bagi yang kaum muslimin muslim dari apa yang ‘dilihat’ saja, sebaiknya untuk lebih mengetahui lebih baik, dan kalau ada kekurangannya dari apa yang ‘diliha’ maka sebaiknya terjun dan berikan nasehat secara baik dan hikmah. Tidaklah mungkin menasehati apa yang ‘dilihat’ itu disampaikan dalam forum ini, TETAPI sebaiknya menyampaikan pada orang yang terdapat kekeliruan atau kekhilafan dari yang bersangkutan. Bukankah kita sering membaca al-quran dan as-sunnah?

Read more…

Popularity: 29% [?]

Da’wah itu memerlukan tertib, jika berkeinginan mendapatkan manfaat yang lebih besar daripada madhoratnya

January 11th, 2010 Haitan Rachman No comments

Dear All,

Bid’ah dholalah, syrik dan macam-macam yang bertentangan dengan Al-Islam perlu dijelaskan dengan baik kepada kaum muslimin, tetapi menjelaskan dan menerangkan hal-hal tersebut memerlukan TERTIB. Tanpa adanya TERTIB maka kita kaum muslimin sendiri akan mendapatkan hal-hal yang kurang diinginkan. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan TERTIB ini dengan baik, dan beliau tidak hanya menjelaskan dengan kalimat-kalimat tetapi juga dengan bentuk-bentuk contoh yang bisa dipahami dengan baik.

Ada seorang badwi buang air kecil di dalam masjid Nabawi, bisa kita bayangkan bagaimana perasaan para Shahabat RA yang melihat itu. Tentunya mereka marah dan kesal, sehingga ada saja yang akan memukulnya. TETAPI Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad SAW, melarangnya bahkan beliau menyuruhnya membawa air untuk disiramkan. Itulah da’wah dan pengajaran tidak boleh kasar.

Read more…

Popularity: 23% [?]

6 (enam) sifat shahabat dalam usaha dakwah dan tabligh: : perlu mendapatkan perhatian kaum muslimin termasuk para Ulama (bagian-2)

September 27th, 2008 Haitan Rachman 1 comment

Bagian kedua:

5.       Kenapa perlu dibangun 6 (enam) sifat Shahabat itu? Karena sama saja dengan meninggalkan perkara lainnya dalam Islam itu sendiri, bagaimana dengan rukun Islam lainnya. Itulah pandangan yang disampaikan, bahkan beberapa tahun yang silam ketika kami masih mahasiswa dari kalangan pergerakan Islam seperti itu. 6 (enam) sifat hakekat merupakan bagian dari sifat hakekat yang dimiliki para Shahabat, apakah kita menolak bahwa para Shahabat itu memiliki sifat hakekat iman kepada Allah swt dan Rasulullah SAW? Atau para Shahabat itu memilihi sifat hakekat Sholat Khusyu? Jelas kita tidak menolaknya, dan kita temukan semuanya dalam banyak kisah di kalangan Shahabat itu sendiri.

Read more…

Popularity: 10% [?]

6 (enam) sifat shahabat dalam usaha dakwah dan tabligh: perlu mendapatkan perhatian kaum muslimin termasuk para Ulama (bagian-1)

September 27th, 2008 Haitan Rachman No comments

Perkara 6 (enam) sifat Shahabat yang banyak dimudzakarahkan ataupun dibayankan dalam usaha da’wah dan tabligh (Baca: orang menyebutnya sebagai Jama’ah Tabligh) dipandang oleh sebagian kalangan kaum muslimin, karena tidak ada di kalangan Shahabat RA dan juga ulama salaf, atau bahkan menyepelekannya. Pandangan seperti ini jelas memberikan kerangka yang tidak dapat memberikan kerangka untuk kebaikan kaum muslimin, karena hanya mengandalkan pernyataan sepihak tanpa adanya keseimbangan untuk saling menelaah terhadap sebuah ijtihad. Dan akhirnya kaum muslimin akan mendapatkan pola berpikir yang sempit untuk membangun Ummat Islam itu sendiri.

6 (enam) sifat Shahabat merupakan hasil ijtihad yang dilakukan terhadap berbagai sumber-sumber Islam itu sendiri. Sehingga yang perlu dipahami oleh kaum muslimin adalah bagaimana dan kenapa ijtihad ini muncul. Seharusnya kita tidak terbiasa untuk memberikan kerangka pandangan memvonis atatupun menilai dengan tanpa adanya kajian mendalam terhadap ijtihad itu sendiri.

Read more…

Popularity: 10% [?]