<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Da&#039;wah dan Islam &#187; Usaha Da&#8217;wah dan Tabligh</title>
	<atom:link href="http://usahadawah.com/tag/usaha-dawah-dan-tabligh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadawah.com</link>
	<description>Envisioning and Empowering Moslems</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 23:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kenapa pusat usaha da&#8217;wah di India, tidak di Arab?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2009/08/30/kenapa-pusat-dawah-di-india-tidak-di-arab/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2009/08/30/kenapa-pusat-dawah-di-india-tidak-di-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 07:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj Pilihanku]]></category>
		<category><![CDATA[Pikir dan Analisa Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan, dan kami mencoba berbagi pandangan dengan sdr. sekalian.
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Mari kita ungkap lebih dalam perihal pertanyaan ini, dan kita jangan termasuk seperti bani Israil yang menanyakan kenapa Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman itu terlahir dari Arab tidak dari bani Israil. Pertanyaan ini terlontar sangat wajar karena banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan pertanyaan yang disampaikan, dan kami mencoba berbagi pandangan dengan sdr. sekalian.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum wr. wb.</p>
<p>Mari kita ungkap lebih dalam perihal pertanyaan ini, dan kita jangan termasuk seperti bani Israil yang menanyakan kenapa Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman itu terlahir dari Arab tidak dari bani Israil. Pertanyaan ini terlontar sangat wajar karena banyak Nabi lahir di kalangan bani israil, dan memang dari turunan Nabi Ishak As ini sangat banyak Nabi. Sedangkan dari Nabi Ismail As hanya satu Nabi saja, yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman.</p>
<p>Ummat Islam ini bukan hanya berada di arab, tetapi sudah sangat tersebar ke berbagai negara. Semua sejarah mencatat dengan baik perihal da&#8217;wah Abi Waqash RA sampai ke negera Cina. Atau kisah-kisah lainnya. Kita bisa bayangkan dengan pikiran yang normal, tanpa ada pesawat atau kendaran yang sangat hebat saat itu, tetapi kaum muslimin telah menembus negara-negara untuk menyampaikan agama Islam yang mulia ini. Jika kita perhatikan daratan yang ditempuh, gunung yang tinggi dan suhu yang dingin, tetapi mereka terus bergerak ke negara-negara jauh. Kira-kira SEMANGAT APA yang menjadikan mereka berani meninggal tanah air dengan waktu yang sangat panjang itu. Hal ini bisa terjadi karena PIKIR yang menghujam ke dalam diri mereka seperti mana PIKIR NABI untuk menyebarkan Islam ke seluruh daerah dan tempat. Apa PIKIR NABI itu? Allah swt dengan jelas dan lugas menjelaskan pikir dan kerisauan beliau itu dalam ayat Al-quran sendiri.</p>
<p><span id="more-256"></span>Perhatikan dengan ayat At-Taubah terakhir 128-129:</p>
<p><strong>&#8220;sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: &#8220;Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki &#8216;Arsy yang agung&#8221;. (At-Taubah: 128-129).</strong></p>
<p>Para Shahabat RA dan juga para Ulama dulu sangat memahami perihal risau ini, mereka ini menyelami kisah Nabi bagaimana ke thaif, mereka ini menyelami kisah Nabi ketika mengajak kaumnya sendiri di mekkah, mereka ini menyelami bagaimana hijrah Nabi ke Madinah, bagaimana keluarganya sendiri ada yang menghina dan mau merencanakan membunuhnya. PADAHAL apa yang diinginkan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang mulia ini. Sebuah keselamatan dan keimananan bagi ummat manusia. Nabi kita bukan mau harta yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya. Jadi para Shahabat dan juga para Ulama berani untuk berpergian yang jauh untuk menyebarkan Islam ini dengan harta dan jiwa mereka sendiri. Silahkan pelajari kisah-kisah penyebaran Islam ke Indonesia, dan terutama dengan kehadirannya orang-orang Arab di Indonesia. Kalangan Arab ini sangat berperan dalam penyebaran Islam, dan menurut sejarah banyak dari kalangan Hadramaut yang ke Indonesia.</p>
<p>Kemajuan kaum muslimin di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA yang signifikan yaitu setelah ditetapkannya tempat berhimpun dan menjalankan aktifitas ijtimaiyyah kaum muslimin, Masjid. Masjid ini yang menjadi titik central Utama di jaman itu. Bahkan banyak penjelasan tolok-ukur kaum muslimin dapat dilihat dari kedatangannya ke masjid. Dan banyak ayat dan juga hadist yang menjelaskan keutamaan terhadap masjid ini. Jika Allah swt dan juga Nabi kita menekankan perkara masjid, maka tentunya masjid ini mempunyai peran sangat penting bagi kehidupan kaum muslimin dari masa ke masa. Kita dapat mempelajari perihal keutamaan masjid dalam kitab yang ditulis para Ulama.</p>
<p>Sehingga siapapun di dunia ini yang dapat menjalankan aktifitas-aktifitas masjid itu dengan baik seperti mana yang terjadi di jaman Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Dan terutama dengan aktifitas da&#8217;wah Islam, karena da&#8217;wah Islam ini mempunyai dampak perubahan dari ketidaktaatan menjadi ketaatan itu sendiri. Kita kaum muslimin sangat dianjurkan untuk menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat yang mungkar. Dari jelas da&#8217;wah itu merupakan aktifitas untuk melakukan perubahan dari yang tidak diridhoi menjadi yang diridhoi Allah swt. Sehingga jika da&#8217;wah ini dijalankan di masjid, maka dengan sendirinya pesan dan kesan masjid itu akan masuk ke dalam rumah-rumah kaum muslimin. Dan da&#8217;wah ini tidak mungkin dijalankan kecuali dengan ijtimaiyyah jika dilakukan di masjid kita.</p>
<p>Ada satu ayat yang sebenarnya cukup penting dipelajari dengan baik, bagi kaum muslimin yang menjalankan aktifitas da&#8217;wah ini, yaitu Ali-Imran:104. Dalam ayat ini terdapat kata &#8220;waltakum minkum ..&#8221;, terdapat dua penjelasan terhadap ayat ini oleh kalangan Ulama yaitu &#8220;Membentuk sebagian dari kaum muslimin &#8230;.&#8221; Dan &#8220;Membentuk Ummat Islam sebagai Ummat Da&#8217;wah ..&#8221;. Tetapi keduanya pada prinsipnya adalah sama untuk mendorong aktifitas da&#8217;wah itu sendiri. Yang namanya &#8220;membentuk ..&#8221; tentunya mencetak atau menjadikan seseorang untuk terjun dalam da&#8217;wah. Jika dilakukan di masjid, maka secara kemestian perlu dilakukan tertibnya atau metodanya dengan baik. Dalam hal ini kita sendiri dapat menyusun  metodanya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, tetapi bukan berarti kita harus berpegang terus dengan prosedur kita jika ada yang membawa metoda yang lebih mudah dan menyeluruh.</p>
<p>Masjid Nabawi di Arab belum menjadikan sebagai pusat da&#8217;wah, tetapi masih dijadikan sebagai pusat pengajaran dan pendidikan (ta&#8217;lim) Islam. Karena tentunya para Ulama sendiri sangat memahami apa pengaruh (efek) dari da&#8217;wah itu sendiri. Da&#8217;wah itu akan memberikan perubahan ke setiap lingkungan masyarakat, dan tentunya akan memberikan dampak orang-orang untuk berdatangan ke masjid itu sendiri dengan sukarela. Kaum muslimin sekarang juga datang ke masjid Nabawi, itupun sebenarnya karena pengaruh da&#8217;wah (ajakan) meskipun caranya mungkin dari kata-kata ringan. Sehingga banyak juga kaum muslimin akhirnya untuk belajar di masjid Nabawi. Tetapi jika menjadikan pusat da&#8217;wah, maka akhirnya akan disebarkan ke berbagai negeri untuk menyebarkan Islam. Dan nantinya secara automatis akan banyak orang datang ke masjid Nabawi ini, dan seterusnya kembali menyebarkan Islam. Dan akhirnya menggerakan semua aktifitas lainnya, seperti ta&#8217;lim, ibadah dan juga khidmat atau muamalat.</p>
<p>Waktunya akan datang, para Ulama di arab sendiri terutama yang mendukung usaha da&#8217;wah dan tabligh seperti Syeikh Abu Bakar Al-Jazairi juga sangat paham ini, tetapi perlu mempertimbangkan dengan hikmah dan dalam. Oleh karena itu beliau sendiri hanya menjelaskan ketika ditanya perihal usaha da&#8217;wah di masjid itu, bahwa usaha da&#8217;wah ini merupakan mutiara di akhir jaman. Jadi pengaruh da&#8217;wah dan ta&#8217;im sangat berbeda hasilnya. Waktunya akan datang dengan sendirinya, ketika sudah siap semuanya. Jika tidak, maka akan sangat mudah dihancurkan da&#8217;wah ini oleh musuh-musuh Islam itu sendiri. Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa perihal perahu merupakan pelajaran terpenting bagi kalangan ahli da&#8217;wah, agar semuanya berjalan dengan sederhana dan senyap, tetapi semuanya berjalan dengan jelas dan pasti. Pelajaran</p>
<p>Dan Maulana Ilyas Rah memulai dari masjid yang sangat sederhana di daerah Nizamuddin, dan sekarang tersebar ke seluruh dunia bahkan tembus negara-negara Eropa, Amerika dsb. Bahkan beberapa tahun yang silam kaum muslimin Inggris sangat berkeinginan membangun masjid markaz ini menjadi masjid yang indah dan besar, dan hal ini disampaikan kepada maulana Inamul Hasan Rah, tidak dapat diiijinkan oleh beliau. Dan bahkan beliau mendorong untuk membangun masjid besar dan megah di Inggris sendiri, dan hari ini menjadi perbincangan di Inggris akan menjadi masjid terbesar di Eropa yang dibangun kalangan da&#8217;wah dan tabligh. Dorongan Maulana Inamul Hasan Rah itu sekitar 15 tahun yang lalu.</p>
<p>Kita boleh berkeinginan dan merencanakan. Tetapi juga kita harus menyaqini bahwa Allah swt sendiri mempunyai rencana. Maulana Ilyas Rah hanya sebagai asbab saja untuk kaum muslimin, tetapi sebenarnya semua tertib itu telah tertulis dengan baik oleh para ulama dulu. Dan beliau ini hanya perangkai dari sumber-sumber itu yang saling berkaitan untuk menjadi sebuah model metoda da&#8217;wah dan tabligh, dan sekarang ijtihad itu telah banyak memberikan kesan dan pesan ke seluruh dunia, termasuk di kalangan arab sendiri termasuk para Ulama. Dan jika banyak mempelajari siapa Maulana Ilyas dan keluarganya. Kita akan mengetahui bahwa mereka juga merupakan turunan dari kalangan para Shahabat RA.</p>
<p>Thanks,</p>
<p>Haitan</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=256&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2009/08/30/kenapa-pusat-dawah-di-india-tidak-di-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Kedok Jemaah Tabligh bagian 2</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/11/18/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/11/18/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 15:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Melepas Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Membongkar Kedok Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/25/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/
SEKITAR MARKAZ NIZAMUDDIN
Nizamuddin merupakan Basti atau kampung di kota New Delhi. Sebagaimana Nabi-Nabi diutus seluruhnya di Ummul Qurro’ atau ibu kota, begitu pulalah Jemaah Tabligh membuat kerja dan mengendalikan gerakan diseluruh dunia dari Ibu Kota Negara India yang mayoritas beragama Hindu.
Bahkan mereka dihadirkan di tengah-tengah gencarnya kebencian kaum Hindu dan Sikh di India. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/25/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/</p>
<p><strong>SEKITAR MARKAZ NIZAMUDDIN</strong></p>
<p>Nizamuddin merupakan Basti atau kampung di kota New Delhi. Sebagaimana Nabi-Nabi diutus seluruhnya di Ummul Qurro’ atau ibu kota, begitu pulalah Jemaah Tabligh membuat kerja dan mengendalikan gerakan diseluruh dunia dari Ibu Kota Negara India yang mayoritas beragama Hindu.</p>
<p>Bahkan mereka dihadirkan di tengah-tengah gencarnya kebencian kaum Hindu dan Sikh di India. Tak jarang kekerasan fisik dilakukan oleh orang Hindu terhadap umat Islam lebih-lebih tatkala perpecahan India dan Pakistan. Jutaan umat Islam mati dibunuh di India. Tetapi terlihat banyak pertolongan Allah kepada Jemaah yang mubarok ini.</p>
<p><span id="more-25"></span>Mereka tetap eksis, di tengah gejolak negeri India dan hingar bingar kota New Delhi. Pada saat terjadi peperangan antara Pakistan dan India, Syaikh M Ilyas Rah A. tetap perintah jemaahnya tetap hidupkan amalan masjid, tak terkesan dengan peperangan tetapi kesan kepada amalan agama.</p>
<p>Markaz mereka terdiri dari 5 lantai, bangunannya tak besar. Di dalam bangunan masjid terlihat garis hijau terang pada plafon untuk menunjukkan bahwa bangunan asli Nizamuddin di zaman Syaikh Ilyas sangat kecil, lainnya merupakan perluasan masjid mengingat tak muat lagi menampung jemaah yang datang dari seluruh dunia.</p>
<p>Karena pelebaran itulah maka makam Syaikh Ilyas yang berada di belakang masjid akhirnya menempel dengan tembok masjid yang merupakan pembatas antara kuburan dengan masjid. Jika kita tidak bertanya dimana makam itu, maka kita tak akan tahu karena makam itu tak dapat dilihat langsung dari lantai dasar Karena tebalnya dinding pembatas dan tak adanya jendela antara kubur dengan masjid. Kita baru bisa lihat kalau kita naik ke atas lantai.</p>
<p>Di depan masjid ada lokasi kuburan orang tempatan, antara mihrab dengan lokasi kuburan dibatasi oleh jalan setapak sehingga tanah kuburan dengan masjid tidak bersatu. Karena padatnya kota New Delhi di depan pintu markaz ada pasar tradisional yang umumnya berdagang adalah orang India yang belum ambil kerja dakwah, terlihat dari kumis-kumis mereka yang tebal dan banyak yang cukur jenggot mereka.</p>
<p>Ruang bawah adalah dapur, tempat makan jemaah tempatan yang berasal dari India dan tempat wudhu dan sebagian tempat sholat bagi tempatan. Lantai dua merupakan ruang sholat dimana imam sholat berada di sana. Sholat lima waktu di Imami oleh Maulana Saad Al Kandahlawi, seorang yang faqih dalam ilmu agama. Lantai dua juga merupakan tempat makan foreign jemaat yang dari berbagai Negara, di sana mereka makan bersama para masayikh mereka di antaranya Maulana Zubair, Maulana Mustaqim, Maulana Daud, dan Maulana Yaqub.</p>
<p>Para tamu dari luar negeri beristirahat di lantai 3 terkadang jika penuh di lantai yang lebih atas lagi. Lantai 5 digunakan untuk menjemur pakaian. Tak ada tulisan apapun di dalam masjid kecuali penuntun arah seperti Istiqbal (tempat menerima tamu). Tulisan Tasykil untuk menunjukkan tempat mencatat nama ketika hendak keluar di jalan Allah. Tulisan Foreign untuk menunjukkan tamu, dsb yang semua petunjuk itu sebagai penunjuk arah bagi tamu yang baru pertama kali datang ke sana.</p>
<p>Tidak ada tulisan seperti yang dituduhkan oleh para PENDUSTA bahwa di markaz Nizamuddin ada tulisan sandi di pintu mereka berlambang surat Al Falaq, An Naas dan berbagai angka sandi. Masjid mereka bersih dari tulisan kaligrafi apapun. Di depan tembok masjid tertulis Banglawali Masjid yakni nama masjid yang menjadi markaz.</p>
<p>Jika kita bertanya tentang Masjid Nizamuddin maka orang akan mengantar kita ke masjid Nizamuddin yang merupakan makam Nuzamuddin Aulia seorang wali tanah Hindustan dimana orang di sekitar sana memuja-muja kuburan wali-wali dan beribadat kepada mereka. Letak masjid itu hanya beberapa ratus meter dari Markaz Tabligh yakni Banglawali Masjid.</p>
<p>Disinilah letak kekeliruan para pengeritik di mana mereka melihat Nizamuddin Masjid tempat pemujaan kubur. Penulis sendiri ketika berkunjung ke sana dan di bandara ditawarkan oleh pengemudi Reksa (bajaj) dengan teriakan Nizamuddin….Nizamuddin…Nizamuddin, maka ketika naik penulis dibawa ke Masjid Nizamuddin Aulia tempat pemuja kubur. Pakaian mereka dan jenggot serta atribut sama dengan jemaah tabligh. Sehingga banyak orang menyangka bahwa jemaah tabligh penyembah kubur, sehingga ucapan ini perlu TABAYYUN datang ke sana membuktikan langsung. Itulah sebabnya setiap jemaah diseru untuk pergi ke sana untuk menjawab sendiri tuduhan FITNAH yang menyebar.</p>
<p>Makanya tak ada jemaah tabligh yang goyang keyakinannya setelah ke sana walaupun di internet, buku-buku, majalah-majalah, yang mengkritik mereka habis-habisan tetapi keyakinan para tablighi tak goyah karena mereka telah melihat langsung KEBOHONGAN para PENDUSTA yang mengkritik mereka.</p>
<p><strong>MARKAZ REIWIND</strong></p>
<p>Reiwind ada di wilayah Lahore. Dari kota Lahore dengan bis kita akan sampai dalam waktu setengah jam ke sana. Markaz mampu menampung 20.000 jemaah setiap hari. Tampak setiap orang di dalamnya sibuk dengan amal. Tak ada perkara dunia yang dibicarakan.</p>
<p>Musyawarah agama dilakukan tiap hari sekitar 2 jam pada jam 8 atau jam 9 pagi. Sepuluh ribu orang dihantar keluar di jalan Allah setiap harinya baik dalam maupun ke luar negeri. Dalam pada itu juga 10.000 orang setiap hari masuk selesai bergerak keluar di jalan Allah. Suasana seperti shahabat Nabi dalam mempersiapkan Jihad akan tampak di sana.</p>
<p>Setiap subuh Masyaikh mereka yakni Syaikh Abdul Wahhab memberi ceramah pentingnya Usaha Atas Agama. Jam 10 diberikan bayan Nasihat bagi yang mau keluar di jalan Allah yang dinamakan Bayan Hidayah. Ada sepuluh halaqoh di dalam markaz setiap hari dan program markaz baru berakhir setelah jam 12 malam di musim panas dengan pembacaan kitab Hayatusshahabah.</p>
<p>Ada 6 amalan ijtimaiyyat dalam markaz, yakni :</p>
<p>1.      Musyawarah Harian</p>
<p>2.      Bayan Hidayah</p>
<p>3.      Taklim Ba’da Dzuhur</p>
<p>4.      Bayan Ba’da Ashar</p>
<p>5.      Kargozary (laporan perjalanan) selama keluar di jalan Allah</p>
<p>6.      Taklim Akhir</p>
<p>Para ulama di sana menekankan selalu hadir dalam majlis ijtimaiyyat amal, bahkan Syaikh Ihsan dalam ceramahnya selalu mengatakan : “Siapa yang tidak hadir dalam 6 amalan ijtimaiyyat markaz maka sebenarnya pada hakekatnya tak pernah datang ke Reiwind.</p>
<p>Jika memperhatikan markaz mereka di Reiwind kita akan tercengang dibuatnya, bagaimana tidak? Para tamu yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu orang setiap hari dijamu makan gratis dengan lauk pauk daging setiap hari 3 kali ditambah minum susu / cae (teh susu) atau yogurt setiap pagi dan sore. Belum lagi listrik mereka begitu banyak penggunaannya, untuk air mandi, cuci, dan minum. Air kran di sana terasa hangat di musim dingin dan terasa dingin di musim panas.</p>
<p>Ahli dunia akan berfikir bagaimana cara manajemennya? Padahal Reiwind bukanlah pabrik yang punya produksi yang bisa dijual untuk membiayai operasional. Di sana hanya kita temui orang yang sibuk fikirkan agama, suara dakwah antar mereka terdengar seperti lebah, orang bicara kebesaran Allah, saling senyum, salam, dan ikrom terlihat di sana.</p>
<p>Mungkin tak ada satu Negara yang sanggup buat seperti mereka dalam melayani tamu.</p>
<p><strong>MARKAZ KEBON JERUK INDONESIA</strong></p>
<p>Di Jalan Hayam Wuruk 83 di kelilingi oleh kesibukan kantor, toko, bahkan ada yang buka 24 jam. Maka di Masjid Kebon Jeruk hidup amalan masjid 24 jam. Kalau kita datang jam berapa saja maka istiqbal siap layani kita.</p>
<p>Masjid ini merupakan masjid tua yang dibangun oleh seorang Muslim Cina yang makamnya berada di samping kiri masjid jika kita masuk dari pintu belakang dan sebelah kanan masjid jika masuk dari pintu depan.</p>
<p>Makam ini tadinya ada di luar masjid tetapi karena kebutuhan jemaah yang sudah tidak ketampung lagi maka dilebarkan ke belakang. Sekarang makam itu dibatasi dinding antara masjid jadi seolah berada di luar masjid. Jika orang baru datang ke sana maka tak akan tahu kalau itu adalah makam.</p>
<p>Tak ada orang yang khusus ke sana untuk menziarahi makam itu, bahkan dilarang, karena makam dan masjid merupakan cagar budaya yang jadi asset pemerintah ibu kota. Bahkan banyak orang tabligh yang berasal dari daerah tak tahu kalau itu kuburan.</p>
<p>Bersambung….</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=25&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/11/18/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan mulai tergambarnya “4M Management for Continuous Improvement”?</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 00:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Manajemen Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jama'at tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[mudzakarah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[mujahadah]]></category>
		<category><![CDATA[musyawarah]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da&#8217;wah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Mungkin diantara sdr. kaum muslimin atau yang lainnya bertanya-tanya terhadap gagasan atau idea ini, mulai kapan kami mendapatkan gambaran atau visualisasi &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221; ini. Kami mendapatkan hal ini bukan melalui mimpi, tetapi merupakan proses inter-relasi dari berbagai sebuah kejadian fokus yang kami alami dalam keterlibatan dalam usaha da&#8217;wah dan tabligh (orang mengenalnya sebagai jama&#8217;ah tabligh).</p>
<p>Kita dapat mempelajari konsep-konsep lainnya yang berhubungan dengan &#8220;Continuous Improvement&#8221;, seperti Business Process Reengineering (BPR), Total Quality Management (TQM), dan Benchmarking. Kesemuanya itu berasal dari orang-orang yang telah banyak menekuni bidang manajemen. Proses &#8220;4M Management&#8221; cukup berbeda dengan pendekatan-pendekatan di atas, meskipun ada kesamaan dalam beberapa halnya.</p>
<p>Proses inter-relasi ini merupakan proses dalam waktu yang cukup lama, BUKAN merupakan dalam satu atau dua tahun, kurang lebih sekitar sembilan tahun. Dan mungkin menjadi pertanyaan pula, bagaimana kami mendapatkan hal itu juga? Ini mungkin yang lebih unik. Dalam kesempatan ini kami berkeinginan untuk berbagi dengan sdr. sekalian.</p>
<p><span id="more-148"></span>Beberapa rombongan khuruj yang pertama kali bertemu sering atau banyak memberikan penekanan bahwa kita perlu banyak memperbaiki diri untuk lebih dapat mengikuti perintah Allah swt dan Sunnah Rasulullah SAW. Amalan-amalan harian banyak dimudzakarah secara intens seperti adab makan, adab tidur, adab keluar-masuk kamar kecil, dll, dan kami yang mengikuti rombongan benar-benar memberikan kesan lebih banyak melakukan muhasabah.</p>
<p>Memperbaiki diri dan selalu memperbaharui niyat memerlukan kesungguhan atau mujahadah yang berlanjutan terhadap diri kami dan juga ahli da&#8217;wah. Tanpa adanya mujahadah yang berkelanjutan, maka akan sulit bagi seseorang untuk dapat memperbaiki diri dan juga memperbaharui niyat. Allah swt menekankan bahwa barangsiapa yang mujahadah di jalan Allah swt, maka Allah swt akan memberikan hidayat kepada orang yang menjalankannya. Dan hal ini juga terungkap dengan baik melalui kisah yang dijelaskan oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, tentang seorang yang telah membunuh 99 orang dan sangat berkeinginan bertobat kepada Allah swt.</p>
<p>Dan kami bersyukur banyak bertemu dengan ahli-ahli da&#8217;wah yang banyak menimba pengalaman dan pelajaran dari para orang-orang yang telah lama terjun dalam usaha da&#8217;wah ini. Sehingga kami selalu diajak untuk selalu bermudzakarah tentang perihal apapun yang berhubungan dengan usaha da&#8217;wah dan tablih ini. Dan kadangkala teman-teman kami lama itu mengajak bermudzakarah berjam-jam. Sehingga kami mendapatkan proses ekplorasi terhadap usaha da&#8217;wah ini.</p>
<p>Untuk kerja da&#8217;wah dan tabligh ini sangat ditekankan untuk selalu bermusyawarah. Bahkan kami pernah diminta seseorang ahli da&#8217;wah yang cukup lama untuk dapat hadir musyawarah, meskipun hanya untuk duduk saja dan tidak memberikan pandangan ataupun usulannya. Sehingga tidak heran jika usaha da&#8217;wah dan tabligh ini menekankan ahli jama&#8217;ahnya untuk selalu bermusyawarah dengan baik.</p>
<p>Penekan-penekanan ini selalu kami ingat betul, sehingga akhirnya terpikirkan pada kami untuk menyusun inter-relasi dari empat proses itu ke dalam sebuah framework atau kerangka yang sangat khas. Dan tentunya kami sendiri melakukan kajian perbandingan dengan teori-teori yang berkembang di manajemen modern, seperti TQM.</p>
<p>4M yaitu Muhasabah (Evaluation), Mudzakarah (Exploration), Musyawarah (Decision), dan Mujahadah (Doing). Sehingga jika ke dalam bahasa Inggrisnya adalah E2D2. Sebagai contoh perbandingan, dalam manajemen lain, Planning lebih didahulukan. Sedangkan kami mendahulukan Muhajabah (Evaluation), dan Planning itu sendiri dimasukkan ke dalam Musyawarah (decision). Musyawarah merupakan langkah atau proses dimana diperlukan keputusan-keputusan yang sebenarnya merupakan rencana kerja yang harus dikerjakan.</p>
<p>Itulah sekelumit perjalanan tergambarnya &#8220;4M Management for Continuous Improvement&#8221;. Usaha da&#8217;wah dan tabligh ini telah memberikan satu inspirasi kerangka atau framework yang kami haturkan kepada kaum muslimin. Dan kerangka ini mudah-mudahan dapat dikembangkan dengan baik di masa depan.</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=148&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/10/11/kapan-mulai-tergambarnya-%e2%80%9c4m-management-for-continuous-improvement%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keempat Penjelasannya Perkara Usaha Da’wah Kaum Ibu</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Bahasan anda yg tertulis pd Mudzakaroh 3,telah cukup banyak membantu kami u/ memahami banyak hal.Dan kami sngt bersyukur karenanya.Kalau saja anda tahu,sesungguhnya tanya jwb ini mempunyai pengaruh yg besar pd kehidupan pribadi kami.
Sebalumnya kami mohon maaf yg sebesar2nya atas pilihan2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bahasan anda yg tertulis pd Mudzakaroh 3,telah cukup banyak membantu kami u/ memahami banyak hal.Dan kami sngt bersyukur karenanya.Kalau saja anda tahu,sesungguhnya tanya jwb ini mempunyai pengaruh yg besar pd kehidupan pribadi kami.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebalumnya kami mohon maaf yg sebesar2nya atas pilihan2 kalimat kami pd pertanyaan kami yg terakhir tempo hari. Kami benar2 menyadari kelemahan diri kami dalam berkomunikasi,shg sering kalimat2 yg terlontar menjadi tdk tepat sprti yg kami maksud.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Anda benar.Setiap hamba-tidak peduli dia org arab ataupun org a&#8217;jam-dikenai kwjbn utk menegakkan&amp;menyebarkan agama ini.Dan setiap hamba mempunyai kesempatan yg sama utk dpt mnjd org yg bertaqwa&amp;memperoleh kasih sayang dr Allah SWT.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sesungguhnya pertanyaan kami pada email ‘Pertanyaan 2? tempo hari, lebih tertitik berat pd hal &#8220;menyerahkan suatu urusan kepada ahlinya&#8221;.</span></p>
<p><span id="more-31"></span><span style="color: #000080;">Beberapa contoh misalnya sprti :</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;">Rasulullah SAW memberikan scr khusus kpd Hudzaifah bin Al-Yaman RA ilmu ttg kemunafikan.Hal tsb krn beliau SAW memahami kelebihan karakter Hudzaifah RA a/ tepat utk memegang ilmu tsb.Shg diceritakan,Umar bin Khattab RA pd masa kekhalifahannya,setiap ada jenazah muslimin hendak disholatkan,dia terlbh dulu melihat pd Hudzaifah RA.Bila Hudzaifah tdk menyolatkannya,Umar pun urung.Krn Umar RA tahu bahwa Hudzaifah RA faham betul ttg karakter org munafik.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Pd saat sakit Rasulullah SAW menjelang kematian beliau,beliau tdk bisa sholat bersama2 kaum muslimin.Abu Bakr RA pun belum tiba.Manusia telah menunggu cukup lama.Umar RA pun maju utk mengimami sholat(dan tentu sj hal itu bkn krn kelancangannya,tp krn desakan seorg shahabat lain,yg Umar RA mengira itu a/ perintah Rasulullah).Ternyata Rasulullah marah&amp;tdk ridha kec Abu Bkr RA yg menjadi imam.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Rasulullah SAW memperingatkan muslimin akan datangnya sebuah kehancuran bila seorang perempuan dijadikan sbg pemimpin.Tentulah ini bukan krn hinanya kaum perempuan,tp krn posisi imam tidaklah cocok utk mrk.Dan bila itu dilanggar,mk akan timbul berbagai macam kerusakan.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Pasa sesaat stlh Rasulullah SAW wafat,di saat muslimin tengah terguncang krn berita kematian beliau,sebagian shahabat dr kalangan Anshar berkumpul di Tsaqifah Bani Sa&#8217;idah.Abu Bkr,Umar bin Khattab,&amp; bbrp shahabat lain dr kaum Muhajirin kemudian mendtngi mrk.Salah seorag pembicara Anshar RA berdiri.Stlh memuji Allah,dia berkata,&#8221;Amma ba&#8217;du,kami a/ dr kaum Anshar,pr penolong Allah,dan pioner2islam.Dan kalian wahai kaum muhajirin,a/ dr kalangan Nabi kami.Dan sesungguhnya telah muncul tanda2 kalian bahwa kalian akan turut mendominasi kami di sini,di tmp tinggal kami ini,&amp;akan mengambil alih kekuasaan dr kami&#8221;.Kemudian Abu Bakr RA berkata stlh memuji Allah,&#8221;Amma ba&#8217;du.Apapun mengenai kebaikan yg telah kalian sebut,maka benarlah adanya&amp;kalianlah orangnya.Namun org2 Arab hanya mengenal kabilah ini yakni Quraisy.Scr nasab,mrklah yg plng mulia di antara bangsa2 Arab.Demikian pula tmp tinggal mrk yg plng mulia drpd seluruhnya&#8230;&#8230;&#8230;dst hingga akhir riwayat.Adapun dlm lain riwayat,dikatakan : Stlh kaum Anshar berbicara,kemudian Abu Bakr RA mulai berbicara menyebutkan segala kebaikan org Anshar;tdklah segala kebaikan yg pernah disebut Rasulullah atas mrk,kec disebut seluruhnya o/Abu Bakr.Diantara perkataannya :&#8221;Kalian mengetahui bhw Rasulullah pernah bersabda,&#8221;<em>Andai saja manusia menempuh jalan di satu lembah sementara kaum Anshar menempuh satu jalan,maka pasti akan kutempuh jalan kaum Anshar</em>&#8220;.Dan engkau telah mengetahui wahai Sa&#8217;ad bhw Rasulullah pernah bersabda-saat itu kau sedang duduk-&#8221;<em>Sesungguhnya kaum Quraisylah yg plng berhak menjadi pemimpin.Kebaikan manusia akan mengikuti kebaikan yg ada pd mrk.Dan kejelekan manusia akan pula mengikuti kejelekan yg ada pd mrk</em>&#8220;.Maka Sa&#8217;ad bin Ubadah(salah seorng shahabat Anshar)berkata,&#8221;Engkau benar.Kami hanyalah wazir,dan kalianlah yg menjadi pemimpin&#8221;.Maka dibaiatlah Abu Bakr RA.Tentulah ini bukan ashobiyah.<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000080;">Kembali pd pertanyaan kami tempo hari.Kami mendengar ttg Tabligh.Kami mendengar ttg energi penyebarannya,luasnya jangkauannya,hasil2 perjuangannya.Di satu sisi kami sngt bersyukur.Di satu sisi yg lain,ada sebuah pertanyaan yg mengganjal.Kami berpikir,kalau ada suatu kaum yg bisa memikirkan&amp;mengurusi penyebaran agama ini sampai ke seluruh muka bumi ini,yg efeknya bisa sampai pd ke seluruh dunia, mk seharusnya itu a/ org2 Quraisy.Menurut kami,adalah sesuatu hal yg aneh bagi org2 yg mempelajari siroh,bila gerakan dakwah tsb berawal dr Kaum Hindi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tapi kemudian,nyata sekarang bagi kami bhw hal itu sdh tdk menjadi masalah. Saat pertama mengetahui bahwa Maulana Ilyas&amp;org2 yg disekelilingnya yg bergerak dlm da&#8217;wah ini a/ org Arab-kaum Quraisy pula-,kami menitikkan air mata kami.Ternyata Allah Yang Maha Tinggi menjawab kegelisahan kami dgn cara yg amat lembut.Segala puji bagi Allah,yg tidak menyelisihi janji.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bila gerakan dakwah&amp;penegakan agama ke slrh muka bumi ini diibaratkan sebuah peperangan,&amp;org2 yg ikut ambil bagian di dlmnya diibaratkan sebuah pasukan perang yg dikirim oleh Sang Raja, maka dlm pasukan tsb akan ada panglima2 perang,penasihat2 taktik peperangan,utusan2 bagi negeri yg dituju,para prajurit,para pandai besi u/mengurusi balistik,para penggembala hewan bagi makanan pasukan,dan lain sbgnya. Tentulah jbtn panglima dipegang o/ kaum Quraisy.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Semuanya pasti memperoleh gaji dr Sang Raja.Mulai dr panglima sampai pd jbtn yg plng remeh.Dan mrk tdk akan merugi.Apalagi bila Sang Rajanya a/ Allah Yang Maha Pengasih.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami a/ org a&#8217;jam.Dan kami rela urusan agama kami diserahkan pd org Quraisy.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami a/ org a&#8217;jam,dan bukan dr kalangan org2 yg berbobot.Barangkali dlm perang tsb Allah akan menempatkan kami pd posisi penggembala hewan.Kami rela.Dan kami akan berusaha sungguh2 utk menjadi penggembala hewan yg terbaik di hdpn Alloh SWT.Smg Allah memberi hidayah &amp;ampunan pd kami.Wallaahu a&#8217;lamu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pertanyaan 3.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami sngt ingin tahu apa bagian kami sbg perempuan.Bila anda tdk keberatan,ceritakanlah pd kami amalan2 masturot.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mohon maaf bila kami berbuat salah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jazaakallohu khoiron.<br />
Sahallallohu&#8217;alaa muhammad.<br />
Walhamdulillahirobbil&#8217;aalamiin.<br />
Wassalaamu&#8217;alaikum wa rohmatulloh</span></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,<br />
Wa&#8217;alaimus salam warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Terimakasih banyak Ibu sudah membaca tulisan-tulisan dengan seksama, mudah-mudahan dapat memahami usaha da&#8217;wah ini (orang lebih mengenal sebagai Jama&#8217;ah Tabligh), dan juga dapat mendukung suami Ibu untuk tetap dalam usaha da&#8217;wah. Sebelum saya menjelaskan pertanyaan yang terakhir, terlebih dahulu saya mengulangi beberapa hal yang cukup penting untuk mengingatkan kembali tentang hal itu.</p>
<p>Kaum Ibu mempunyai peran sangat penting bagi pertumbuhan usaha da&#8217;wah. Oleh karena itu para ulama yang telah lama berkecimpung dalam usaha da&#8217;wah sangat menekankan untuk melibatkan keluarganya dalam usaha da&#8217;wah ini. Sehingga ketika sedang lemah dalam amal sholeh dan da&#8217;wah, maka istrinyalah yang pertama kali merayu dan mendorong untuk tetap menjaga iman dan amal sholeh, dan juga semangat dalam usaha da&#8217;wah, sesuai dengan apa yang dipesan oleh Allah swt:</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa1.png" alt="092707-2134-suratkeempa1.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)<br />
</em></p>
<p>Dan yang perlu selalu diingat oleh kita semua sebagai kaum muslimin, apakah itu laki-laki atau perempuan, bahwa Iman dan Amal Sholeh sebagai tolak ukur dari rahmat yang diberikan Allah swt kepada kita. Jika kita kaum muslimin saat ini belum mencapai seperti yang telah dicapai oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan juga Para Shahabat RA, hal ini menunjukkan bahwa Iman dan Amal Sholeh kita masih jauh dari harapan itu. Sehingga kita kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu berusaha meningkatkan Iman dan Amal Sholeh secara berkelanjutan.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa2.png" alt="092707-2134-suratkeempa2.png" /></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan <strong>Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik<sup><br />
</sup></strong>dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&#8221; (QS An-Nahl: 97)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa3.png" alt="092707-2134-suratkeempa3.png" /></p>
<p><em>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, <strong>pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi</strong>, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&#8221; (QS Al-&#8217;Araf: 96)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa4.png" alt="092707-2134-suratkeempa4.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa <strong>Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi</strong>, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam <strong>ketakutan menjadi aman sentausa</strong>. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221; (QS An-Nuur: 55)<br />
</em></p>
<p>Dan masih banyak lagi fadhilah-fadhilah dari Iman dan Amal Sholeh yang dijelaskan Allah swt dalam Al-quran, begitupun juga dalam hadist-hadist Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><strong>Usaha Masturah<br />
</strong></p>
<p>Usaha masturah merupakan usaha untuk memberikan kepahaman kepada kaum ibu atau perempuan tugas untuk saling membantu dalam usaha da&#8217;wah dan juga membangun keluarganya para da&#8217;i di masa depan. Tidak ada amalan khusus dalam usaha masturah sebenarnya, karena pada prinsipnya adalah amalan-amalan Islam yang perlu dihidupkan dengan baik dalam lingkungan kaum Ibu dan juga keluarga.</p>
<p><em>Ta&#8217;lim harian</em> di rumah merupakan program yang sangat penting bagi keluarga muslim. Saat ini program ini sangat berkurangan, dan sangat sedikit rumah kaum muslimin mengadakan ta&#8217;lim harian. Ta&#8217;lim harian yang perlu sering dilakukan adalah ta&#8217;lim fadhilah amal. Ta&#8217;lim ini akan memberikan dorongan kepada anggota keluarga untuk selalu menjaga amal-amal sholeh, seperti sholat, dzikir, puasa, da&#8217;wah, silaturahmi, akhlaq, menuntut ilmu, mengikuti para shahabat, ikram kepada kaum muslimin dll. Sedangkan untuk ta&#8217;lim masyail (terutama dengan kaifiyyat amal) dapat mengikutinya dari pelajaran para ustadz atau ustadzah yang dipercaya kita.</p>
<p><em>Baca quran harian</em> merupakan sesuatu yang sangat baik, dan ini perlu dilakukan bersama keluarga. Bahkan beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dengan usaha da&#8217;wah, sudah banyak anggota keluarga yang mulai menekankan untuk banyak hafidz quran di rumahnya. Sehingga biasanya orangtua yang sudah memahami usaha da&#8217;wah ini mendorong keluarganya sendiri untuk banyak hafalan quran dan juga hafalan hadits. Saya pernah bertemu dengan seorang ahli da&#8217;wah dari srilangka, beliau menjelaskan bahwa anaknya hafidz quran dan juga pelaku bisnis, dan juga anak perempuannya juga hafidz.</p>
<p>Biasanya diadakan <em>bayan masturah</em>, agar kaum ibu banyak yang memahami usaha da&#8217;wah ini dan mendorong suaminya dan juga anggota keluarga lainnya untuk dapat terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Di beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dalam usaha da&#8217;wah ini, bayan masturah ini diadakan secara teratur dan rapi, bahkan kadangkala pertemuan-pertemuan itu juga dipergunakan untuk proses pengajaran Ilmu masyail (terutama fiqh Islam) kepada kaum Ibu oleh para ustadzah yang memahami ilmu masyail dan juga paham dengan usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Dan kadangkala juga pengajaran baca quran atau halaqah quran sendiri. Sehingga pertemuan ini tidak hanya mendengarkan bayan yang dibawakan oleh Ahli Da&#8217;wah. Pada program <em>bayan masturah</em> ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga ahli da&#8217;wah, tetapi juga dapat diikuti kaum Ibu tetangga rumah dimana ada bayan masturah, atau kaum muslimah lainnya. Dan yang terpenting dapat diperhatikan adab-adabnya dengan baik.</p>
<p>Disamping hal tersebut, kadangkala dikeluarkan <em>rombongan khusus masturah</em>, artinya dikirimkan rombongan da&#8217;wah bersama istri-istri ahli da&#8217;wah. Aktifitas rombongan ini sama dengan rombongan yang tanpa istri, hanya saja ada program-program khusus masturah ketika di tempat yang dituju, seperti bayan masturah, program ta&#8217;lim wa ta&#8217;allum khusus muslimah di daerah itu, program halaqah quran, dll. Dan Alhamdulillah, dengan ijin Allah swt, rombongan ini terus meningkat kualitasnya dan juga jumlahnya.</p>
<p><strong>Tugas Da&#8217;wah tidak hanya untuk kaum laki-laki<br />
</strong></p>
<p>Untuk hal di atas, kita semua kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu memperhatikan tugas atau kerja yang dapat meningkatkan iman dan amal sholeh di lingkungan kaum muslimi. Dan kerja ini perlu saling bantu-membantu, apalagi di dalam satu keluarga. Allah swt menjelaskan dengan tegas tentang hal itu, dan para shahabiyyah RA telah menunjukkan hal-hal itu dengan baik, seperti Siti Khadijah RA, Siti Fathimah RA, Siti Aisyah RA, dan masih banyak lagi.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa5.png" alt="092707-2134-suratkeempa5.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221; (QS At-Taubah: 71)<br />
</em></p>
<p>Sehingga dengan jelas bahwa usaha masturah adalah membantu kerja da&#8217;wah ini dengan baik. Seorang Istri akan selalu menjaga usaha da&#8217;wah yang diemban oleh suaminya dengan baik. Bahkan usaha masturah dapat memberikan pengaruh yang sangat kuat untuk melahirkan para da&#8217;i di masa depan. Sehingga seorang Bapak dapat mendorong kepada anaknya sebagai da&#8217;i, seperti mana ucapan Lukman kepada anaknya.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa6.png" alt="092707-2134-suratkeempa6.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).&#8221; (QS Lukman: 31)<br />
</em></p>
<p>Dan usaha da&#8217;wah merupakan tanggung jawab kita semua, termasuk anak-anak kita sendiri. Untuk itu marilah kita mantapkan untuk mendorong suami dan juga anak-anak terlibat dalam usaha da&#8217;wah ini. Dorong lagi dan lagi, sampai kita semua tidak ada lagi.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092707-2134-suratkeempa7.png" alt="092707-2134-suratkeempa7.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: &#8220;Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa&#8221; (QS Al ‘Araaf: 164)<br />
</em></p>
<p>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini, Ibu dapat mendorong suami untuk terlibat dan tetap dalam usaha da&#8217;wah dan juga dengan keluarga lainnya.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=31&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-keempat-penjelasannya-perkara-usaha-da%e2%80%99wah-kaum-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Ketiga Penjelasannya Kenapa Usaha Da’wah Bukan dari Arab</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-ketiga-penjelasannya-kenapa-usaha-da%e2%80%99wah-bukan-dari-arab/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-ketiga-penjelasannya-kenapa-usaha-da%e2%80%99wah-bukan-dari-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[iman dan amal sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[surat-menurat]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Silahkan anda forward tanya jwb ini kpd siapapun anda inginkan,dgn nama&#38;email yg tersamar.
Bila boleh, sy akan lanjutkan pd pertanyaan kedua.
Pertanyaan ini muncul dr seseorg yg tdk mengetahui Al-Qur&#8217;an&#38;As sunnah kecuali hanya sngt sedikit.Dia bahkan tdk hafal satupun hadits dr Rosululloh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Silahkan anda forward tanya jwb ini kpd siapapun anda inginkan,dgn nama&amp;email yg tersamar.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bila boleh, sy akan lanjutkan pd pertanyaan kedua.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pertanyaan ini muncul dr seseorg yg tdk mengetahui Al-Qur&#8217;an&amp;As sunnah kecuali hanya sngt sedikit.Dia bahkan tdk hafal satupun hadits dr Rosululloh SAW.Hanya saja selama ini dia berusaha untuk memahami Din ini dgn logika2nya yg sederhana.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dia mendengar bahwa bangsa Arob adalah bangsa yg memiliki karakter yg terbaik diantara bangsa2 lainnya yg ada.(Dgn modal sebesar ini,mrk bisa menjadi manusia2 terbaik dimuka bumi ini,bila mrk gunakan modal tsb utk kebaikan.Sebaliknya, mrk pun bisa menjadi manusia2 yg plng buruk yg pernah ada,bila mrk gunakan karakter mrk ini utk kejahatan.Wallohu a&#8217;lamu).</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;">Alloh Yang Maha Pengasih tlh memilih dari kalangan mrk,sbg manusia terbaik. Yaitu Muhammad SAW.Dari suku Quroish,suku terbaik bangsa Arob.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Alloh Yang Maha Melihat juga telah memilih orang2 yg terbaik yg pernah ada sepanjang usia bumi ini(di luar pr nabi&amp;rosul) utk menemani rosulNya dlm mengemban tugas da&#8217;wah beliau ke seluruh alam.Mereka adalah para shahabat rodhiyalloohu ‘anhum ‘ajma&#8217;in.Dan sebagian besar dari mrk adl org2 Arob.<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Sepeninggal rosululloh SAW,4 kekholifahan utama yg diakui sbg masa2 penting penyebaran Al-Islam di muka bumi,yg didlmnya dijunjung tinggi Al-Qur&#8217;an&amp;sunnah2 rosululloh dgn sepenuh kemurnian pun di pegang oleh org2 Arob.(Abu Bakr Assiddiq,Umar bin Khottob,Utsman bin Affan,Ali bin Abu Tholib rodhiyalloohu ‘anhum).<br />
</span></li>
<li><span style="color: #000080;">Nabi SAW menjanjikan akan dtngnya sebuah masa dimana bumi akan dipenuhi dgn keadilan sbgmn ia pernah dipenuhi dgn keburukan, oleh seseorg yg Alloh akan memperbaikinya dlm 1 malam, yg akan didukung oleh seluruh muslimin, yg berasal dr keturunan rosululloh SAW, bernama sama dgn beliau SAW, berayah dgn nama yg sama dgn ayah beliau SAW.Dan dia adalah org Quroish.<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000080;">Dengan segala hormat kami kpd semua hamba2 Alloh yg telah berusaha dgn sungguh2 utk menyebarkan agama Alloh,yg mengorbankan harta&amp;jiwa mrk demi tegaknya agama ini dgn hanya berharap pd kemuliaan di sisi Alloh semata, kami benar2 tdk bermaksud u/ merendahkan/meninggikan sebagian di atas sebagian yg lain.Hanya saja kami benar2 bertanya utk mendptkan kebenaran yg nyata di tengah zaman yg penuh dgn kabut sprti skrng ini.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">1. Apabila ini adalah jalan menuju jama&#8217;ah muslimin yg dijanjikan o/ Rosululloh SAW,mengapakah gerakan da&#8217;wah ini munculnya dr kalangan org2 ‘ajam,&amp;bukannya dr org2 Arob?</span></p>
<p><span id="more-29"></span>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,</p>
<p>Wa&#8217;alaimus salam warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Kaum muslimin sangat berkeinginan untuk mendapatkan kemenangan seperti yang telah dicapai oleh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA. Seperti mana Allah swt menjelaskannya dalam firmanNya dengan sangat jelas, dan di jaman itu kaum muslimin mendapatkan hal itu dengan baik sekali, dikarenakan <strong>Iman dan Amal Sholeh</strong> yang dimilikinya.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga1.png" alt="092607-1400-suratketiga1.png" /></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik<strong><sup><br />
</sup></strong>dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&#8221; (QS An-Nahl: 97)<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga2.png" alt="092607-1400-suratketiga2.png" /></p>
<p>&#8220;<em>Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&#8221; (QS Al-&#8217;Araf: 96)</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga3.png" alt="092607-1400-suratketiga3.png" /></p>
<p><em>&#8220;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221; (QS An-Nuur: 55)<br />
</em></p>
<p>Oleh karena itu, kita semua kaum muslimin perlu meningkatkan iman dan amal sholehnya dengan sungguh-sungguh. Dan untuk hal ini, Allah swt tidak memandang apakah ia seorang arab atau bukan. Shahabat Nabi, Salman Al-farisi RA bukan orang arab, tetapi beliau seorang ajam. Beliaulah seorang shahabat yang mengusulkan taktik perang khandaq, dan Allah swt merekamnya ke dalam al-quran.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga4.png" alt="092607-1400-suratketiga4.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa &#8211; bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&#8221; (QS Al-Hujurat: 13)<br />
</em></p>
<p>Awal usaha da&#8217;wah ini dari Rasulullah SAW dan juga para shahabat RA, sehingga Islam tersebar ke seluruh seantero dunia. Dan akhirnya juga sampai juga ke negara India, Indonesia, Cina dll. Dan proses penyebaran Islam di jaman awal itu, tidak melalui perantara alat-alat komunikasi atau brosur-brosur seperti di jaman kita, tetapi beliau-beliau ini meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan Islam. Sehingga proses penyebaran seperti ini akan memberikan kontak dan hubungan kekeluargaan yang semakin kuat. Dan menurut beberapa catatan sejarah, bahwa Maulana Ilyas sendiri merupakan turunan dari Arab, yaitu dari Abu Bakar RA. Begitupun juga Maulana Hasan Ali Nadwi merupakan turunan dari keluarga Ali RA.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang Arablah yang pertama menyebarkan Islam ke seantero dunia ini, tetapi jangan lupa juga orang-orang Arab juga yang menentang Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, ketika di Thoif atau juga seperti Abu Jahal. Sehingga pada dasarnya, usaha da&#8217;wah ini juga akan terus bergulir ke tataran arab. Dan sekarang sudah mulai banyak ulama dan juga kaum muslimin dari tataran Arab yang terlibat dalam usaha da&#8217;wah.</p>
<p>Ummar RA ketika menjelaskan ayat QS 3:110 sangat jelas, bahwa siapapun dia, apakah orang ajam atau arab, jika mengamalkan apa yang di ayat tersebut, maka dia juga akan mendapatkan tingkatan itu sendiri. Beliau, Ummar RA, menjelaskan bahwa ayat itu tidak menggunakan &#8220;antum&#8221;, tetapi &#8220;kuntum&#8221;, jika &#8220;antum&#8221; mempunyai makna hanya para shahabat saja, sedangkan &#8220;kuntum&#8221; mempunyai makna siapa saja yang mengamalkannya dengan baik, apakah orang arab atau ajam, mendapatkan penyebutan yang sama sebagai &#8220;ummat yang terbaik&#8221;.</p>
<p>Dengan da&#8217;wah ini, orang-orang arab yang berada di negeri-negeri yang tidak ada pengajaran Islamnya, banyak yang sudah kembali kepada Islam. Sehingga da&#8217;wah ini telah kembali ke tangan kaum muslimin orang Arab lagi, Insya Allah mereka akan lebih gigih lagi dalam kerja da&#8217;wah ini. Beberapa puluh tahun yang lalu, muslimah-muslimah dari arab yang tadinya berkerudung bahkan berhijab pergi ke eropa. Karena pengaruh lingkungan yang kuat, karena tidak ada peran da&#8217;wah, maka mulai membuka kerundungnya, tetapi masih menggunakan baju yang panjang ke bawah.</p>
<p>Karena melihat kebebasan wanita-wanita Eropa, maka mulai dikurangi lagi tingginya, akhirnya sampai di atas lutut. Dan terus berlanjutnya, sampai akhirnya yang tadi berkerundung atau berhijab, sudah berani hanya memakai pakaian renang ala eropa. Begitulah da&#8217;wah ditinggalkan oleh orang-orang arab beberapa tahun di Eropa. Setelah kedatangan usaha da&#8217;wah di eropa ini, mulai kembali mereka kembali ke Islam. Dan di eropa sudah banyak lagi muslimah-muslimah arab yang menggunakan kerudung dan hijabnya.</p>
<p>Bahkan ada satu ulama arab bertemu dengan pemuda arab di rewind, yang berkeinginan umrah lagi ke Mekkah. Tetapi semua pelajaran agamanya sudah lupa semuanya. Ulama ini sangat terharu. Dan diajarkan kembali cara Umrah. Jadi pemuda Islam yang ada di Amerika, sudah mulai aktif kembali dalam da&#8217;wah.</p>
<p>Usaha da&#8217;wah terus bergerak, termasuk ke daratan Arab. Mudah-mudahan di masa akan datang kaum muslimin di sana mulai bangkit dan menyebarkan kembali agama ini ke seantero dunia dengan harta dan jiwa sendiri.</p>
<p><span style="color: #000080;">2. Apakah ini krn ketidakmampuan akal kami&amp;buramnya mata hati kami shg kami belum bisa melihat apakah gerakan da&#8217;wah ini juga akan bermuara pd sebuah momen kedatangan Al Mahdi?</span></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,</p>
<p>Kita sebagai sunnah wal jama&#8217;ah memahami tentang kedatangan Imam Mahdi ini. Apakah usaha da&#8217;wah ini bermuara pada kedatangan Imam Mahdi? Itu merupakan hal yang menjadi rencana Allah swt sendiri. Tetapi kita sebagai muslim tidak boleh hanya menunggu kedatangan Imam Mahdi, meskipun keadaan kaum muslimin seperti sekarang ini.</p>
<p>Kita sebagai muslim perlu bangkit dengan amal kita sendiri, oleh karena itu Allah swt memberikan al-quran sebagai cahaya di muka bumi ini, begitupun juga dengan Rasulullah SAW sebagai contohan dan tauladan yang sempurna. Dan para shahabat RA sebagai masyarakat yang dibina oleh kedua sumber itu dengan baik.</p>
<p>Allah swt menjelaskan karakter orang-orang mu&#8217;min dengan jelas dan mudah dipahami dalam QS 23:1-11. Begitupun Allah swt menjelaskan ciri-ciri orang bertaqwa QS 2:1-5. Dan Allah swt menjelaskan orang-orang yang munafik dan ingkar dengan jelas dan mudah dipahami juga QS 2:6-19. Atau Rasulullah SAW menjelaskan tentang sifat-sifat orang munafiq yang sangat populer tiga cirinya. Dan masih banyak lagi penjelasan yang bersumber dari dua sumber itu.</p>
<p>Dengan hal itu sebenarnya yang diperlukan kita terus berusaha meningkatkan iman dan amal sholeh kita sebagai kewajiban sebagai seorang muslim. Dan da&#8217;wah memainkan peran yang sangat penting, karena da&#8217;wah inilah yang akan menjaga kita dan keluarga kita sendiri dari iman dan amal sholeh yang berkalanjutan.</p>
<p><span style="color: #000080;">3. Apakah para ‘ulama yg mulia,yg ikhlas merendahkan dirinya dihdpn Alloh Yang Maha Tinggi,yg bergerak dlm usaha da&#8217;wah ini juga mengarahkan pandangannya ke tanah Arob,dgn berharap-harap cemas menunggu bilakah datang panggilan untuk berjihad bersama-sama dgn orang yg telah Rosululloh janjikan?</span></p>
<p>Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,</p>
<p>Usaha da&#8217;wah ini terus bergerak, dan sudah banyak saudara-saudara kita yang berasal dari tataran arab. Bahkan orang-orang arab yang telah lama meninggalkan amalan agama yang ada di Eropa dan juga America, telah banyak kembali ke pangkuan Islam. Dan mereka aktif dalam usaha da&#8217;wah ini.</p>
<p>Tetapi meskipun begitu, banyak lagi usaha-usaha dari orang-orang yang tidak sedang dengan Islam untuk berusaha menghancurkan ummat Islam ini. Sesuai dengan penjelasan Allah swt sendiri. <em><br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga5.png" alt="092607-1400-suratketiga5.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu&#8221;. (Al-Baqarah: 120)<br />
</em></p>
<p>Kenapa hal ini, dikarenakan pertumbuhan Islam sangat pesat di benua eropa dan juga amerika. Dan kaum muslimin di sana tidak segan-segan menampilkan karakter dan juga ciri sebagai seorang Muslim. Ada seorang ustadz jarang sekali memakai tutup kepala dan juga gamis, satu ketika beliau menjadi Imam masjid di USA, dan setelah bertemu dengan usaha da&#8217;wah ini. Beliau sekarang menggunakan tutup kepala dan juga gamis, dikarenakan banyak yang kulit putih sudah menampakan keislamannya, padahal di negara yang sangat sedikit jumlah Ummat Islamnya.</p>
<p>Saya secara pribadi tidak pernah cemas tidak bertemu dengan Imam Mahdi, karena itu bukan menjadi tujuan utama sebagai seorang muslim. Bahkan mungkin saja pada saat itu tantangannya lebih besar dibandingkan sekarang ini. Sehingga lebih baik kita fokuskan untuk saling menjaga dan menasehati, agar terbebas dari api neraka. Seperti yang Allah swt sampaikan dalam al-quran.</p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1400-suratketiga6.png" alt="092607-1400-suratketiga6.png" /></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (QS At-Tahrim: 6)<br />
</em></p>
<p>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Haitan Rachman</p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=29&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-ketiga-penjelasannya-kenapa-usaha-da%e2%80%99wah-bukan-dari-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Kedua Penjelasan Nama Jama’ah dan Perbedaan</title>
		<link>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/</link>
		<comments>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Menyurat Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Da'wah dan Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadawah.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.
wa ba&#8217;du.
Jwbn dr anda tlh sy terima pd tgl 13 jan ‘07,dan tlh bbrp kali sy baca&#38;coba untuk fahami.Terima ksh sy sampaikan pd anda atas kesediaannya u/ memperhatikan pertanyaan2 dr sy.Smg Alloh Yang Maha Pemurah menganggapnya sbg amal sholeh&#38;menjaganya sampai di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Bismillaahirrohmaanirrohiim.<br />
Yth. Saudara Haitan Rachman.<br />
Assalaamu&#8217;alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">wa ba&#8217;du.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jwbn dr anda tlh sy terima pd tgl 13 jan ‘07,dan tlh bbrp kali sy baca&amp;coba untuk fahami.Terima ksh sy sampaikan pd anda atas kesediaannya u/ memperhatikan pertanyaan2 dr sy.Smg Alloh Yang Maha Pemurah menganggapnya sbg amal sholeh&amp;menjaganya sampai di yaumil hisab.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Masukan2 anda ttg Tabligh tsb sngt berguna bg sy dlm usaha u/ lbh mengenal usaha da&#8217;wah tsb di atas.(Sy dengar, gerakan da&#8217;wah ini sbnrnya tak bernama&amp;tak berlembaga.&#8221;Jama&#8217;ah Tabligh&#8221; adl nama pemberian dr org2.Betulkah?)</span></p>
<p><span id="more-27"></span><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Terimakasih jawaban saya itu sudah dibaca dan ditelaah. Nama-nama itu dikarenakan dengan karakternya, ada yang memberinama Jama&#8217;ah Tabligh, dikarenakan aktifitasnya banyak tabligh; ada yang memberinama Jama&#8217;ah Khuruj, dikarenakan aktifitasnya banyak khuruj ke masjid-masjid; ada yang memberinama Jama&#8217;ah Silaturahmi, dikarenakan aktifitasnya banyak silaturahmi; ada yang memberi nama Jama&#8217;ah Da&#8217;wah, dikarenakan aktifitasnya banyak berda&#8217;wah.<br />
</em></p>
<p><em>Nama itu banyak diberikan oleh kaum muslimin yang melihat aktifitas-aktifitasnya, dan mungkin untuk memudahkan bagi kaum muslimin untuk mengetahui saudaranya sendiri yang aktif dalam hal itu. Tetapi jika sudah mulai terlibat ke dalamnya, kaum muslimin mulai menyadari bahwa penamaan itu tidak secara khusus atau yang dilembagakan.<br />
</em></p>
<p><span style="color: #000080;">Sesungguhnya,upaya sy mencari tahu ttg Tabligh ini tak lepas dari 2 kekhawatiran besar thd diri sy sendiri, yaitu  :</span></p>
<p><span style="color: #000080;">1. Adanya 72 golongan dlm islam yg akan msk neraka,yg nabi SAW telah peringatkan.Sy khawatir sy akan masuk pd slh 1 diantaranya,hanya krn ketergesa2an&amp;ketdkcermatan sy dlm melihat.Na&#8217;uudzubillaahi mindzaalik.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">2. Satu golongan yg tersisa, yg selalu berpegang teguh pd kitabulloh&amp;sunnah rosululloh,yg tak takut celaan org2 yg mencela,Nabi janjikan akan tetap ada sampai sesaat sblm kiamat ditegakkan.Jadi, saat ini golongan itu benar2 ada.Hanya saja sy belum bisa melihatnya krn kelemahan diri sy sndr.Yg sy khawatir, jangan2 sbnrnya jalan menuju firqoh najjiyah tsb selama ini telah terpampang di dpn mata sy,tanpa sy menyadarinya,shg sy sndr yg merugi krn tdk ikut ambil bagian di dlmnya.</span></p>
<p><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Saya sering mendapatkan tentang perkara hal ini. Dan saya sangat senang jika Ibu sangat kuatir tidak termasuk dalam ummat yang selamat, sama hal dengan saya. Setelah saya mendalami usaha da&#8217;wah ini, saya belajar-belajar merasakan pikir, risau dan juga harapan dari Nabi Muhammad SAW. Saya secara pribadi masih jauh dari harapan tentang hal ini. Dan para ulama yang sudah lama dalam usaha ini, sering menekankan tentang pikir dan risaunya Nabi kit, Nabi Muhammad SAW.<br />
</em></p>
<p><em>Saya mendapatkan satu ayat al-quran yang menjelaskan tentang kerisauan ini dengan sangat jelas dijelaskan oleh Allah swt sendiri.<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1338-suratkeduap1.png" alt="092607-1338-suratkeduap1.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin&#8221; (QS At-Taubah:128)<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, saya sekarang melihat hadist diatas sebagai sebuah kerisauan beliau, sehingga dari awal beliau mengingatkan hal itu. Agar semuanya berhati-hati dan juga tidak terlena dengan tanggung jawab utamanya yaitu sebagai para da&#8217;i yang akan selalu mengingatkan satu sama lain. Allah swt menjelaskan dengan sangat tegas dalam surat 103:1-3.<br />
</em></p>
<p><em>Jika kita perhatikan dengan baik, sebenarnya saling mengingatkan juga merupakan amal sholeh, tetapi apa hikmahnya dibalik Allah swt mengulang lagi penekanan itu. Ternyata yang dapat membangkitkan kembali iman dan amal sholeh kepada seseorang adalah tugas da&#8217;i itu. Tidak mungkin seseorang kembali kepada Islam kecuali diingatkan dan diajak. Ini sudah menjadi kaidah umum dan sangat alami.<br />
</em></p>
<p><em> Tetapi syeitan dan juga musuh-musuh islam tidak akan pernah ridho dengan ketentraman dan juga keberhasilan ummat ini. Oleh karena itu berbagai cara masuk ke dalam ummat ini agar mengalami kerusakan. Allah swt mengingatkan hal ini dengan jelas dan tegas.<br />
</em></p>
<p><img src="http://usahadawah.files.wordpress.com/2007/09/092607-1338-suratkeduap2.png" alt="092607-1338-suratkeduap2.png" /><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu&#8221;. (Al-Baqarah: 120)<br />
</em></p>
<p><em>Kisah aus-khajraj merupakan jelas sekali bahwa usaha itu masuk ke dalam tubuh ummat Islam, pada saat Rasulullah SAW masih hidup. Dan Allah swt merekamnya ke dalam firmanNya, yaitu QS 3:100-105. Tetapi dengan tampilnya Nabi sebagai pemberi peringatan, maka keduanya kembali lagi ke dalam pangkuan Islam.<br />
</em></p>
<p><em>Ketika Rasulullah SAW meninggalkan alam yang fana ini, maka bermunculan pandangan-pandangan yang keluar dari jalur Islam, seperti mengaku Nabi baru, tidak mau membayar zakat. Setelah dapat diselesaikan dengan baik, muncul kembali pandangan-pandangan yang keluar jalur Islam, seperti pandangan-pandangan rasionalis yang sangat membahayakan Ummat Islam, dan ini juga setelah masuknya pandangan-pandangan filsafat eropa ke dalam dunia Islam.<br />
</em></p>
<p><em>Jadi sangat jelas sekali syeitan dan juga musuh-musuh Islam akan melakukan perusakan-perusakan terhadap Islam dengan berbagai jalan, sehingga ummat Islam mengalami banyak perubahan dalam pola berpikir terhadap Islamnya sendiri. Dan saat ini dimana kaum muslimin sudah sangat lemah, lebih banyak lagi pandangan-pandangan yang keliru dan lebih sangat membahayakan, seperti pandangan segala-galanya uang; sholat tidak perlu dilakukan, yang penting sadar saja; semua agama sama, dan kita bisa beribadah sama-sama; ada yang mengaku Nabi baru; yang hebat dan modern itu dari dunia barat, maka tinggalkan ajaran Islam yang kuno ini; ajaran islam perlu dilakukan perombakan; dsb.<br />
</em></p>
<p><em>Banyak sekali pandangan-pandangan yang keliru di lingkungan kaum muslimin, silahkan perhatikan di rumah kita, di lingkungan tetangga kita, di tempat kerja kita, di pasar atau tempat pembelanjaan, di koran-koran atau majalah, di telivisi, dimana-mana saja. Oleh karena itu, setelah saya mengikuti usaha da&#8217;wah, saya mencoba memahami hadist itu sebagai warning dan juga pikir, agar banyak lagi kaum muslimin yang kembali kepada Islam. Sehingga bukan sebagai sarana untuk saling menyalahkan ataupun juga meremehkan kaum muslimin yang lain. Orang sakit harus dibawa ke dokter atau ke rumah sakit, bukan dimarah-marahi; orang tidak tahu harus dibawa kepada orang alim, bukan dikucilkan dan dibuang.<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, dengan adanya pandangan-pandangan yang berkembang terhadap hadist di atas, bagi saya adalah bukan urusan soal klaim-klaiman, tetapi sejauh mana kita mengikuti contoh-contoh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA dalam kehidupan ini. Dan bagaimana menumbuhkan pikir agar banyak lagi kaum muslimin kembali ke dalam pangkuan Islam, dan akhirnya menyebarkan Islam ke seantero dunia dan menjadi kuat kembali seperti semula.<br />
</em></p>
<p><em>Dan jika ada perbedaan-perbedaan, maka kita sangat diajarkan untuk saling bermudzakarah dan musyawarah tentang hal ini. Dan sampai saat ini, dua hal yang sebenarnya menjadi langkah untuk saling memperbaiki jarang sekali dilakukan oleh kaum muslimin.<br />
</em></p>
<p><em>Dan dari kajian yang saya lakukan, mudzakarah dan musyawarah merupakan langkah yang dapat diterapkan di mana-mana, dan bahkan karena kedua hal ini tidak ada maka masalah sudah mulai bermunculan, bahkan banyak keluarga yang broken-home karena kurangnya harmonis dalam komunikasi atau kedua hal itu.<br />
</em></p>
<p><span style="color: #003366;">Kembali pd pertanyaan sy ttg menonjolnya pribadi Maulana Ilyas.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Jadi sebenarnya, beliau Maulana Ilyas&amp;org2 yg terlibat dlm Tabligh yg betul2 faham akan esensi gerakan da&#8217;wah tsb,berusaha dgn sungguh2 u/ membawa umat ini kpd teladan nabi SAW dan pr shahabat rodhiyallohu ‘anhum ‘ajma&#8217;in.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sedangkan efek penonjolan satu/bbrp karakter pribadi dlm Tabligh diatas pribadi2 pr shohabat RA adalah sebuah penyimpangan yg sebenarnya tdk mereka kehendaki. Benarkah demikian?</span></p>
<p><em>Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,<br />
</em></p>
<p><em>Insya Allah, melalui mudzakarah dan musyawarah hal itu akan terus berkurangan. Yang terlibat ini sangat beragam karakter dan latar belakangnya. Sangat berbeda dengan yang kumpulnya hanya para pelajar atau juga mantan para pelajar saja, atau para terpelajar.<br />
</em></p>
<p><em>Oleh karena itu, mudzakarah dan musyawarah yang cukup baik akan terus mengurangi hal-hal itu dengan alamiah. Dan saya secara pribadi melihat itu dengan baik prosesnya, meskipun memerlukan waktu.<br />
</em></p>
<p><em>Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya.<br />
</em></p>
<p><em>Wassalamu ‘alaikum wr. wb.<br />
Haitan Rachman<br />
<a href="http://shahabat.wordpress.com/"><br />
</a></em></p>
<img src="http://usahadawah.com/?ak_action=api_record_view&id=27&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadawah.com/2008/09/22/surat-kedua-penjelasan-nama-jama%e2%80%99ah-dan-perbedaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
